• Tidak ada hasil yang ditemukan

IPA Terintegrasi dengan STM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "IPA Terintegrasi dengan STM"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN PROGRAM IPA TERINTEGRASI MENGGUNAKAN PENDEKATAN STM BAGI MAHASISWA S1 PENDIDIKAN IPA

DEVELOPMENT OF INTEGRATED SCIENCE PROGRAM USING STS APPROACH FOR SCIENCE EDUCATION UNDERGRADUATE STUDENT

Oleh : Insih Wilujeng

Prodi Pendidikan Fisika, FMIPA UNY alamat: Karangmalang, Yogyakarta 55281; e-mail: [email protected]

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model perkuliahan IPA terintegrasi menggunakan pendekatan STM yang membekali kemampuan pedagogy-content-knowledge integrated science, serta memberi contoh-contoh pembelajaran IPA terintegrasi dengan pendekatan STM bagi mahasiswa S1 Pendidikan IPA. Metode penelitian adalah Research and Development yang dikenal dengan model 4-D (Four-D Models). Fase Define (D-1) meliputi: analisis teori; analisis tugas; dan analisis konsep. Fase Design (D-2) meliputi: seleksi media; seleksi format; dan rancangan awal. Fase Develop (D-3) meliputi penilaian ahli dan pengujian pengembangan. Fase Dessiminate (D-4) meliputi: penerapan dalam perkuliahan sebenarnya kemudian diobservasi segala variabel yang menjadi fokus/tujuan pengembangan. Hasil penelitian berupa program IPA Terintegrasi dan Pembelajarannya dengan pendekatan

STM berupa: standar-standar core dan pedagogy materi sains SMP/MTs; silabus sub program; contoh-contoh pembelajaran IPA terintegrasi dengan pendekatan STM meliputi: pemetaan kompetensi IPA Terintegrasi dengan pendekatan STM, silabus pembelajaran IPA Terintegrasi dengan pendekatan STM, RPP, LKS; panduan penyusunan RPP, panduan peer teaching; tes IPA Terintegrasi I dan tes IPA Terintegrasi II (integrasi IPA dengan metode ilmiah dan pemahaman konsep IPA Terintegrasi); lembar penilaian peta kompetensi dan silabus mahasiswa; lembar penilaian RPP mahasiswa dan lembar penilaian peer teaching; danmateri pengayaan. Hasil diseminasi perangkat pembelajaran dalam perkuliahan menunjukkan, bahwa terdapat peningkatan kompetensi integrasi IPA dengan metode ilmiah mahasiswa S1 pendidikan IPA dengan skor rata-rata pretest 71,92 dan skor rata-rata posttest 91,28 dengan N-gain 0,68; terdapat peningkatan kompetensi pemahaman interdisipliner bidang IPA untuk soal pilihan ganda dengan skor rata-rata pretest 45,24 dan skor rata-rata posttest 89,05 dengan N-gain 0,79; terdapat peningkatan kompetensi pemahaman interdisipliner bidang IPA untuk soal essay dengan skor rata-rata pretest 39,52 dan skor rata-rata postest 88,57 dengan N-gain 0,81. Kompetensi mahasiswa dalam merencanakan pembelajaran IPA terintegrasi berkategori sangat (dilihat dari skor rata-rata kemampuan mengembangkan peta kompetensi dan silabus 87,5% dan skor rata-rata pengembangan RPP 85%. Kompetensi mahasiswa dalam melaksanakan dan mengelola pembelajaran berkategori baik, karena skor rata-rata penilaian

peer teaching 70%.

Kata-kata kunci: pengembangan, IPA Terintegrasi, pendekatan STM

Pendahuluan

Beberapa universitas yang dulunya IKIP (seperti FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta) sejak tahun perkuliahan 2007/2008 telah membuka program studi pendidikan IPA jenjang S1, yang lulusannya memiliki kompetensi dan kewenangan menjadi guru IPA SMP/MTs. Program studi pendidikan IPA di universitas tersebut sangat perlu mempersiapkan bekal bagi mahasiswa lulusannya agar menjadi lulusan yang profesional di bidangnya.

(2)

Pusat kurikulum, Balitbang Depdiknas sejak tahun 2005 telah mengembangkan panduan pengembangan pembelajaran IPA terpadu yang ditujukan khusus bagi guru IPA SMP/MTs. Guna menindak lanjuti dan sekaligus merespon kebijakan pemerintah tersebut maka universitas perlu mempersiapkan mahasiswa yang lulusannya nanti akan menjadi guru IPA SMP/MTs yang memiliki kompeten dalam bidang IPA terintegrasi.

Bagaimana upaya membekali mahasiswa program studi pendidikan IPA, salah satunya adalah melalui pengembangan program IPA terintegrasi yang diarahkan pada pembekalan kemampuan isi IPA terintegrasi; pembekalan kemampuan pedagogis IPA terintegrasi dan pembekalan kemampuan pedagogy-content-knowledge IPA terintegrasi.

Pengembangan program IPA terintegrasi yang akan membekali mahasiswa agar menjadi lulusan yang memiliki kompetensi profesional, didasarkan pada mata kuliah tahun pertama bersama calon guru IPA SMP (Fisika Dasar, Biologi Dasar dan Kimia Dasar) Program IPA terintegrasi dikembangkan dengan mempertimbangkan beberapa hasil penelitian terkait dengan pembelajaran IPA SMP, kompetensi-kompetensi guru IPA SMP serta standar-standar persiapan bagi calon guru IPA SMP.

Metode Penelitan

Keseluruhan penelitian menggunakan metode Research and Development (Thiagarajan, S., et. al., 1974) yang dikenal dengan model 4-D (Four-D Models).

(3)

geologi, kesehatan dan keamanan, astronomi, teknologi, dan biologi. Analisis membantu mengidentifikasikan suatu set rasional contoh. Tujuan perkuliahan khusus berfungsi mengubah hasil-hasil analisis tugas dan konsep menjadi tujuan-tujuan yang dinyatakan secara perilaku.

Fase Design (D-2), meliputi: a) seleksi media : pada tahap ini memilih media-media yang tepat untuk presentasi isi perkuliahan. Proses ini disesuaikan dengan analisis tugas dan analisis konsep; b) seleksi format : pada tahap ini memilih format-format perangkat yang akan dikembangkan, seperti format silabus, format RPP, format modul perkuliahan, formal lembar kerja mahasiswa dan format asesmen; c) rancangan awal: pada tahap ini merancang perangkat-perangkat perkuliahan yang sudah diidentifikasikan

Fase Develop (D-3), meliputi: a) penilaian ahli : pada tahap ini memperoleh persetujuan untuk meningkatkan perangkat-perangkat perkuliahan. Sejumlah ahli diminta untuk mengevaluasi perangkat-perangkat perkuliahan yang sudah dirancang, kemudian berbasis feedback para ahli perangkat-perangkat perkuliahan dimodifikasi/direvisi untuk menjadi lebih tepat, efektif, dan bermanfaat serta teknik kualitasnya tinggi; b) pengujian pengembangan : tahap ini bertujuan mengujicoba perangkat-perangkat perkuliahan dengan dosen di lapangan untuk revisi. Berbasis respon, reaksi dan komentar para dosen dan mahasiswa serta hasil observasi segala variabel yang menjadi tujuan pengembangan, maka bahan-bahan perkuliahan dimodifikasi/direvisi

Fase Dessiminate (D-4), meliputi penerapan perangkat-perangkat perkuliahan yang sudah terevisi dalam perkuliahan sebenarnya, kemudian diobservasi segala variabel yang menjadi fokus/tujuan pengembangan. Langkah-langkah setiap fase pengembangan program IPA terintegrasi digambarkan pada bagan Gambar 1.

3 Analisis Teori Standar guru sains SMP:

10 Standards for Scince Teacher Preparation

Standar kompetensi profesional dan pedagogik Kurikulum S1 Pendidikan IPA 

Analisis Tugas :

Identifikasi keterampilan-keterampilan utama

Analisis sub-sub

Analisis Konsep :

Identifikasi konsep-konsep utama

Menyusun dalam hirarki dan menguraikan dalam tema-tema utama.

Menjabarkan tema-trma utama dalam ide-ide utama

 

Pemilihan perangkat perkuliahan

Rencana aktivitas perkuliahan/pendekatan

Review Expert :

Kemungkinan salah konsep, tingkat kedalaman materi, ketepatan pendekatan perkuliahan, ketepatan pemilihan media,

Review Expert : Bahasa, lay out, Tingkat keterbacaan dan Format

Analisis

(4)

Hasil Penelitian dan Pembahasan

1. Standar-standar Core Materi dan Pedagogi Sains SMP/MTs

Hasil analisis standar materi terdiri dari 5 topik, 30 sub topik dan 113 materi utama. Hasil analisis standar pedagogi terdiri dari I: Analisis keterampilan-keterampilan ilimiah (keterampilan proses sains dan keterampilan-keterampilan manipulatif); II: Analisis keterampilan-keterampilan berpikir (keterampilan berpikir kritis dan keterampilan berpikir kreatif; III: Analisis strategi beripikir; IV: Analisis sikap-sikap ilmiah dan nilai-nilai mulia serta V: Analisis strategi pembelajaran (A. Pendekatan-pendekatan pembelajaran IPA: Inkuairi-Diskoveri, Konstruktivis, Sains-Teknologi-Masyarakat, Kontekstual, Belajar Tuntas; B. Metode-metode pembelajaran IPA: Eksperimen, Diskusi, Simulasi, Proyek, kunjungan dan penggunaan sumber-sumber eksternal dan penggunaan Teknologi). Hasil analisis ini dijadikan sebagai pedoman dalam mengembangkan pembelajaran IPA Terintegrasi.

2. Silabus Program

Silabus Program

Nama Program Besar : IPA Terintegrasi dan Pembelajarannya Nama Sub Program : IPA Terintegrasi dalam STM

Standar Kompetensi Lulusan Program

Kompetensi Dasar

Tujuan Indikator-indikator Deskripsi Perkuliahan Instrumen/ Alat Ukur Setelah mengikuti program perkuliahan ini mahasiswa memiliki pengetahuan interdisipliner bidang IPA dan memiliki

Mahasiswa mampu merancang, mengimplemen-tasikan serta melakukan asesmen pembelajaran IPA terintegrasi B.1. Melalui contoh rancangan pembelajaran IPA Terintegrasi dengan Pendekatan STM, diharapkan maha-siswa mampu merancang sendiri

1. Mahasiswa mampu menganalisis tujuan pembelajaran, indikator pembelajaran, aktivitas yang disarankan serta asesmen IPA terintegrasi yang

1. Mahasiswa mengobservasi pembelajaran IPA Terintegrasi (sesuai contoh) oleh dosen (dosen sebagai guru dan mahasiswa sebagai siswa SMP)

1. Pre test IPA Terintegrasi dalam STM

2. Post Test IPA Terintegrasi dalam STM

3. Penilaian Pembelajara

n IPA secara khusus

Tujuan Perkuliahan Khusus

Merancang Silabus Merancang RPP Merancang Hand Out (Pengayaan) Merancang LKS

Ujicoba Terbatas

[image:4.595.66.568.80.310.2]

Analisis semua variabel

(5)

Standar Kompetensi Lulusan Program

Kompetensi Dasar

Tujuan Indikator-indikator Deskripsi Perkuliahan Instrumen/ Alat Ukur kemampuan serta keterampilan merencanakan, melaksanakan, mengelola maupun mengevaluasi kegiatan pem-belajaran IPA terintegrasi sesuai Standar Kurikulum SMP/MTs dengan Pendekatan STM pembelajaran IPA Terintegrasi dengan pendekatan STM B. 2. Melalui pemodelan dosen, diharapkan mahasiswa mampu mengimplementa-sikan pembelajaran IPA Terintegrasi dengan pendekatan STM yang sudah dirancang. B.3. Melalui contoh penilaian pembelajaran dan pemodelan oleh dosen, diharapkan mahasiswa mampu merancang dan mengimplementasi-kan penilaian dalam pembelajaran IPA Terintegrasi dengan Pendekatan STM

sesuai dengan pendekatan STM

2. Mahasiswa mampu menganalisis keterkaitan bidang-bidang IPA (bidang-bidang fisika, biologi, kimia dan lainnya)

3. Mahasiswa mampu menetapkan tema utama

4. Mahasiswa mampu merancang RPP dengan pendekatan STM untuk membelajarkan IPA terintegrasi yang dikembangkan

5. Mahasiswa mampu menerapkan RPP IPA terintegrasi yang telah dirancang dalam kegiatan peer teaching

2. Mendiskusikan pemodelan dosen dan hasil analisis IPA terintegrasi, (keterkaitan Tema utama dan deskripsi isi setiap bidang IPA)

3. Praktek merancang tema utama, deskripsi isi setiap bidang IPA untuk konsep utama lainnya

4. Praktek menyusun RPP

5. Peer Teaching

6. Memperoleh Pengayaan materi IPA Terintegrasi. kesesuaian tujuan pembelajaran, indikator pembelajaran, aktivitas yang disarankan serta asesmen dengan pemilihan tema

4. Penilaian RPP rancangan mahasiswa

5. Penilaian Peer Teaching

3. Contoh Analisis Kompetensi Kurikulum IPA Terintegrasi

Analisis Kompetensi Kurikulum IPA Terintegrasi

(6)

Bidang IPA Sains dan teknologi

Fisika Kimia Biologi Tema

Tujuan

Pembelajaran Memahami Sains dan Teknologi Materi Pokok I, topik 1, tujuan 1.1) Memahami tantangan tantangan dalam penggunaan sains dan teknologi (Topiki I, sub topik 3, tujuan 1.3)

Memahami wujud-wujud zat

Memahami logam dan non logam

Menganalisis asam dan basa

Menganalisis metode-metode pemurnian air Memahami peran tumbuhan bagi manusia Pencemaran Lingkungan dan Cara Mengatasi nya Indikator Pembelajaran (*) 1.1.2. 1.1.3. 1.3.2 2.2.3 2.4.1. 2.4.2. 2.4.3. 2.5.1 2.5.2 2.6.1. 2.6.2. 2.6.3 3.2.1 Pendekatan / Metode PKP Metode Ilmiah S-T-M dan Investigasi Kelompok, Eksperi-men, Diskusi S-T-M dan Investigasi Kelompok, Eksperimen, Diskusi S-T-M dan Investigasi Kelompok, Eksperimen, Diskusi Subject/

Materi Kerja Ilmuwan

Metode Ilmiah Sususnan partikel, bentuk dan volume serta gerakan-gerakan partikel dari wujud zat

Sifat asam dan basa Pengertian Campuran Larutan dan Suspensi Zat terlarut, pelarut dan larutan Rantai Makanan

(*) Mengacu pada Standar Core Materi SMP/MTS

4. Contoh Silabus Pembelajaran IPA Terintegrasi dengan Pendekatan STM

(7)

pembelajaran; kegiatan pembelajaran; indikator pencapaian tujuan; asesmen, meliputi teknik dan bentuk instrumen; alokasi waktu dan sumber belajar. Tujuan-tujuan pembelajaran, meliputi: memahami Sains dan Teknologi (Topik I, sub topik 1, tujuan 1.1); memahami tantangan-tantangan dalam penggunaan sains dan teknologi (Topik I, sub topik 3, tujuan 1.3); memahami wujud-wujud zat (Topik II, sub topik 2, tujuan 2.2); memahami logam dan non logam (Topik II, sub topik 4, tujuan 2.4); menganalisis asam dan basa (Topik II, sub topik 5, tujuan 2.5); menganalisis metode-metode pemurnian air (Topik II, sub topik 6, tujuan 2.6); memahami peran tumbuhan bagi manusi (Topik III, sub topik 2, tujuan 3.2). Pencapaian tujuan-tujuan pembelajaran dialokasikan waktu 8 kali pertemuan, dengan variasi penilaian tes tertulis, penilaian kinerja dan portofolio.

5. Contoh-contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Berpedoman dari silabus pembelajaran dengan alokasi waktu 8 kali pertemuan, maka dikembangkan 5 buah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP-1 untuk mencapaian indikator: mengidentifikasi simbul-simbul dari unsur yang umum ditemukan; mengidentifikasi sifat-sifat asam; mengidentifikasi sifat-sifat basa. RPP-2 untuk pencapaian indikator : mendeskripsikan bagaimana ilmuwan bekerja; membedakan unsur dan senyawa; membedakan campuran dan senyawa; mendeskripsikan campuran; mengklasifikasi campuran sebagai larutan dan suspensi; menjelaskan zat terlarut, pelarut dan larutan. RPP 3 dan 4 untuk pencapaian indikator: menerapkan metode ilmiah dalam situasi tertentu; Mendeskripsikan bagaimana sains dan teknologi telah dimanfaatkan untuk memecahkan satu (1) tantangan. RPP 5 untuk pencapaian indikator: menjelaskan pentingnya tumbuhan bagi manusia. Dari 5 RPP dilengkapi dengan 4 buah lembar kegiatan mahasiswa (LKS), yaitu LKS 1: penggumpalan protein kedelai; LKS 2: membuat larutan dan membuktikan perubahan zat asal; LKS 3: sistem poembuangan limbah cair; LKS 4: verivikasi proses penyaringan.

6. Panduan Penyusunan RPP

Sesudah contoh-contoh perangkat IPA Terintegrasi dimodelkan oleh dosen, maka untuk mengetahui kompetensi mahasiswa dalam mengembangkan pembelajaran IPA Terintegrasi terlebih dahulu diberikan panduan penyusunan RPP. Panduan ini memberikan langkah-langkah penyusunan RPP; pencantuman identitas; perumusan tujuan pembelajaran; pencantuman materi pembelajaran; pencantuman metode dan strategi pembelajaran; langkah-langkah kegiatan pembelajaran; pencantuman sumber belajar; dan menyusun instrumen penilaian.

(8)

7. Panduan Peer Teaching

Sebagai tujuan untuk mengetahui kompetensin mahasiswa menerapkan perangkat pembelajaran IPA Terintegrasi hasil pengembangannya, maka mahasiswa melakukan peer teaching dengan panduan peer teaching yang sudah dikembangkan. Panduan ini memberikan petunjuk, bahwa mahasiswa akan diamati oleh observer menggunakan lembar pengamatan guna melakukan penilaian terhadap kejelasan penilaian pembelajaran dan diamati juga oleh teman sebaya (sebagai siswa). Penguasaan materi dinilai berdasarkan kandungan materi konsep-konsep IPA yang diajarkan mahasiswa lewat rancangan yang dibuat dalam rancangan pelajaran harian.

8. Instrumen-instrumen

Untuk tujuan pengumpulan data dikembangkan instrumen-instrumen penelitian, meliputi :

a. Instrumen 1a (Instrumen tes IPA terintegrasi I/integrasi IPA dengan metode ilmiah)

Instrumen 1a terdiri dari 13 tujuan perkuliahan khusus (TPK) dengan 26 butir soal tervalidasi.

b. Instrumen 1b (Instrumen tes pemahaman konsep IPA terintegrasi /interdisipliner IPA) Instrumen 1b sub program II untuk tema “Pencemaran lingkungan dan cara Mengatasinya dalam STM” terdiri 20 indikator, 14 soal pilihan ganda dan 7 soal essay Instrumen 2 (Penilaian pengembangan peta kompetensi dan silabus IPA terintegrasi). Aspek-aspek yang dinilai meliputi: pemetaan IPA Terinterasi ; tema; analisis content dan proses. Setiap aspek memiliki kriteria masing-masing untuk rentang skala penilain 1- 4. c. Instrumen 3 (Penilaian RPP)

Aspek-aspek yang dinilai meliputi: mencantumkan identitas; merumuskan tujuan pembelajaran; menentukan materi pelajaran; mencantumkan metode dan strategi pembelajaran; menyusun langkah-langkah kegiatan pembelajaran; mencantumkan sumber belajar; dan menyusun instrumen penilaian. Setiap aspek dengan kriterianya masing-masing untuk rentang skala penilain 1- 4.

d. Instrumen 4 (Penilaian peer teaching)

(9)

9. Materi Pengayaan

Materi pengayaan meliputi dua aspek, yaitu pengayaan dari aspek content IPA Terintegrasi dan aspek peagogi.

10. Hasil Diseminasi Perangakat Perkuliahan IPA Terintegrasi dengan pendekatan STM

a. Skor Pretes, Postes dan N-gain

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

[image:9.595.117.480.204.404.2]

Skor pretes skor postes N-gain (%)

Gambar 3. Grafik skor pretes, postes dan N-gain

b. Skor mahasiswa dalam mengembangkan peta kompetensi dan silabus IPA terintegrasi

Tema 1 Tema 2 Tema 3 Tema 4 Tema 5 Tema 6 0

10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

Column2

Gambar 4. Grafik skor mahasiswa dalam mengembangkan peta kompetensi dan silabus IPA terintegrasi

c. Skor mahasiswa dalam mengembangkan RPP

[image:9.595.98.415.488.684.2]
(10)

Tema 1 Tema 2 Tema 3 Tema 4 Tema 5 Tema 6 0

10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

[image:10.595.155.466.73.206.2]

Column2

Gambar 5. Grafik skor mahasiswa dalam mengembangkan RPP

d. Skor mahasiswa dalam melaksanakan peer teaching

Tema 1 Tema 2 Tema 3 Tema 4 Tema 5 Tema 6 0

10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

Column2

Gambar 6. Grafik skor mahasiswa dalam melaksanakan peer teaching

Keterangan:

Tema 1 : Petunjuk Arah Tema 2 : Bahaya Rokok Tema 3 : Tekanan darahku Tema 4 : Termometerku

Tema 5 : Lempar dan kau Akan mendapatklannya Tema 6 : Asal usul Garam

Simpulan dan Saran Simpulan

Model perkuliahan IPA Terintegrasi dan Pembelajarannya menggunakan pendekatan STM yang dikembangkan dengan model 4-D, khusunya tahap define; design; dan develop

[image:10.595.136.490.267.478.2]
(11)

pembelajaran IPA Terintegrasi dengan pendekatan STM, contoh RPP-RPP, contoh LKS-LKS; panduan penyusunan RPP; panduan peer teaching; materi pengayaan; dan instrumen-instrumen, berupa : tes IPA Terintegrasi I dan tes IPA Terintegrasi II (integrasi IPA dengan metode ilmiah dan pemahaman konsep IPA Terintegrasi); lembar penilaian peta kompetensi dan silabus mahasiswa; lembar penilaian RPP mahasiswa dan lembar penilaian peer teaching.

Hasil diseminasi (fase disseminate) perangkat pembelajaran dalam perkuliahan menunjukkan, bahwa terdapat peningkatan kompetensi integrasi IPA dengan metode ilmiah mahasiswa S1 pendidikan IPA dengan skor rata-rata pretest 71,92 dan skor rata-rata posttest 91,28 dengan N-gain ternormalisasi 68%; terdapat peningkatan kompetensi pemahaman interdisipliner bidang IPA untuk soal pilihan ganda dengan skor rata-rata pretest 45,24 dan skor rata-rata posttest 89,05 dengan N-gain ternormalisasi 79%; terdapat peningkatan kompetensi pemahaman interdisipliner bidang IPA untuk soal essay dengan skor rata-rata pretest 39,52 dan skor rata-rata postest 88,57 dengan N-gain ternormalisasi 81%. Kompetensi mahasiswa dalam merencanakan pembelajaran IPA terintegrasi berkategori sangat baik (dilihat dari skor rata-rata kemampuan mengembangkan peta kompetensi dan silabus 87,5% dan skor rata-rata pengembangan RPP 85%). Kompetensi mahasiswa dalam melaksanakan dan mengelola pembelajaran berkategori baik, karena skor rata-rata penilaian

peer teaching 70%.

Saran

Meskipun hasil diseminasi perkuliahan IPA Terintegrasi dan pembelajarannya, sudah dikatakan mampu membekali mahasiswa dari aspek isi materi, terlihat dari N-gain yang berkategori sedang 68%; 79% dan 81%, dan aspek pedagogi yang berkategori sangat baik untuk pengembangan peta kompetensi dan silabus; pengembangan RPP dan kategori baik untuk pelaksanaan peer teaching, namun peneliti tetap menyarankan agar mahasiswa terus dilatih mengembangkan IPA Terintegrasi dengan pendekatan STM untuk tema-tema yang berbeda serta tetap diberi bekal untuk mengembangkan IPA terintegrasi untuk pendekatan-pendekatan yang berbeda yang menjadi standar bagi guru IPA SMP/MTs, seperti pendekatan-pendekatan keterampilan proses, pendekatan inkuiri, pendekatan proyek, dan lain sebagainya.

Daftar Pustaka

American Assosiation for the Advancement of Science. (1993). Bencmarks for Science Literacy. Project 2061. New York: Oxford University Press.

(12)

BSNP. 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: BSNP Depdiknas.

Curriculum Development Center. (2002), Integrated Curriculum for Secondary School (Curriculum Specification. Science Form 2.Ministry of Education Malaysia

Carribbean Examination Council. 2007. Integrated Science. Carribbean Certificate of Secondary Level Competence

NSTA. (2003). Standards for Science Teacher Preparation. Revised 2003

Rutherford, F.J. dan Ahlgren, A. (1990).Science for All Americans. New York : Oxfor University Press.

Thiagarajan, S., Semmel, D. S., Semmel, M.I. (1974). Instructional Development for Training Teachers of Exceptional Children. Broomington. Indiana University. ---.(2007).Kurikulum 2002 FMIPA . Departemen Pendidikan Nasional Universitas Negeri Yogyakarta

---. (2005). Panduan Pembelajaran IPA Terpadu. Jakarta: Pusat Kurikulum. Balitbang. DepDikNas.

--- (2004). Standar-standar Guru Pemula untuk SMP/MTs. Jakarta: Dirjen DIKTI. Departemen Pendidikan Nasional.

---(2009) Panduan Bimbingan Teknis Model Pembelajaran IPA-IPS Terpadu Sekolah

Menengah Pertama. Departemen Pendidikan Nasional. Manajemen Pendidikan Dasar

Gambar

Gambar 1. Fase-fase Penelitian
Gambar 3. Grafik skor pretes, postes dan N-gain
Gambar 5. Grafik skor mahasiswa dalam mengembangkan RPP

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah menerapkan pendidikan karakter yang terintegrasi dalam pembelajaran IPA dengan model pembelajaran Holistik guna menumbuhkan kebiasaan bersikap ilmiah dan

Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran bencana alam banjir bervisi SETS yang terintegrasi dalam materi IPA pokok bahasan Perubahan Lingkungan Fisik dengan media

Praktik merancang tema utama, deskripsi isi setiap bidang IPA untuk konsep utama lainnya, khusus pendekatan keterampilan proses Diskusi Informasi Presentasi Contoh Tabel

Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan dari penelitian utama yang berjudul Pengembangan Program IPA Terintegrasi Guna Membekali Calom Guru IPA SMP. Tujuan

Praktik merancang tema utama, deskripsi isi setiap bidang IPA untuk konsep utama lainnya, khusus pendekatan keterampilan proses Diskusi Informasi Presentasi Contoh Tabel

Implikasi Pembelajaran IPA terintegrasi Al- Quran dan nilai-nilai pesantren pada Kelas VII SMP/MTs, melalui tiga tahap seperti yang dijelaskan Barizi (2011) tahap

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran bencana alam banjir bervisi SETS yang terintegrasi dalam materi IPA pokok bahasan Perubahan Lingkungan Fisik dengan media ani-

Berdasarkan hasil wawancara didapatkan bahwa: 1 pembelajaran IPA terintegrasi etnosains belum pernah dilakukan, 2 pembelajaran IPA dengan pendekatan STEM belum pernah dilakukan, 3