0
PIDATO
MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT R.I
PADA UPACARA PERINGATAN
HARI PERUMAHAN NASIONAL 2010
TANGGAL, 25 AGUSTUS 2010
1 PIDATO
MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
PADA UPACARA
PERINGATAN HARI PERUMAHAN NASIONAL TANGGAL, 25 AGUSTUS 2010
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera bagi kita semua,
2
Saudara-saudara sekalian,
Sejalan dengan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan bidang perumahan oleh pemerintah sekarang, maka kita perlu merefleksinya ke dalam suatu tema peringatan HAPERNAS 2010 kali ini, sehingga lebih jelas bagi kita semua. Rumah apa yang harus kita wujudkan untuk rakyat, dan bagaimana upayanya. Untuk itu tema Peringatan HAPERNAS 2010 ini, telah saya tetapkan “WUJUDKAN RUMAH SEJAHTERA MELALUI SINERGITAS PUSAT – DAERAH”
Saudara saudara sekalian,
Rumah merupakan kebutuhan dasar dan indikator kesejahteraan manusia. Dalam kaitan ini, pembangunan perumahan telah menjadi target Millenium
Development Goals (MDGs) dengan sasaran
pengurangan rumah kumuh hingga tahun 2020, dan agenda 21 Rio de Janeiro tentang agenda pembangunan perumahan yang berkelanjutan.
3
sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan
mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat
serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”. Di
balik itu, rumah merupakan sarana pusat pendidikan keluarga, persemaian budaya, serta sebagai sarana penyiapan generasi bangsa. Dengan pandangan ini, maka kualitas bangsa Indonesia di masa depan, akan sangat ditentukan oleh kondisi dan kualitas perumahan sekarang. Untuk itu, kita perlu meningkatkan harkat, martabat, serta mutu kehidupan dan penghidupan masyarakat kita yang lebih baik lagi melalui memenuhi kebutuhan rumah yang layak serta lingkungan perumahan yang baik dan sehat.
Saudara saudara sekalian,
4 kesan merendahkan martabat penghuninya, dan seolah-olah strata status sosial mereka tidak pernah meningkat karena mengikuti nomenklatur rumah atau perumahan itu. Bahkan telah berdampak pada penurunan kualitas konstruksi bangunan rumah di bawah ambang batas aman bangunan sehingga rentan terhadap keselamatan. Untuk mengantisipasi salah pandang ini, perlu ada perubahan nomenkaltur tersebut. Melalui momentum HAPERNAS kali ini, saya ingin mengajak kita semua untuk mengubah cara pandang itu dengan merubah nomenklatur rumah yang ada sekarang menjadi Rumah Sejahtera.
Saudara saudara stake holder perumahan,
5 di daerah. Namun pemerintah daerah mempunyai dua kekuatan utama, yaitu memiliki kepastian penyediaan tanah dan kewenangan administrasi perizinan. Sedangkan pemerintah pusat memiliki kekuatan utama adalah regulasi, termasuk regulasi terhadap sumber-sumber pembiayaan yang diperlukan oleh daerah. Dengan memadukan kekuatan utama yang dimiliki pusat dan daerah ini, kita akan mendapatkan resultan gaya momen pembangunan perumahan yang besar, atau saya sebut sebagai sinergisitas pusat-daerah. Dengan sinergisitas ini, insya Allah kita akan lebih cepat meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui menyediaan kebutuhan perumahan bagi MBR dan MBA.
Saudara saudara stake holder perumahan dan
permukinan,
6 seluruh rakyat Indonesia sebagaimana tertuang dalam pembukaan Undang Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
Jakarta, 25 Agustus 2010 Menteri Negara Perumahan Rakyat
Republik Indonesia
ttd
Suharso Monoarfa