: .. :.'.,::.1:j,: ; :r;# iiil!j#-!W.l:1#
is
ffiffi
BULETIN
STUDI
EKONOMI
ISSN
141,0-4628
Volume
16,
Nomor
2,Agustus
2011,
Halaman
93-208
SUSUNAN DEWAN
RIDAKSI
Penanggung
Jawab
Prof. Dr. I Wayan Ramantha, S.E.,
M.M., Ak.,
CPAPemimpin Redaksi
Dr. Ida Bagus Anom Purbawangsa, S.E.,
M.M.
Sekretaris
Redaksi
Drs.
I
Gusti Bagus Indrajaya, M.Si.Redaksi Pelaksana
I
Gusti NgurahAgung Suaryana, S.E., M.Si.Naniek
Noviari,
S.E., M.Si.,Ak.
I
Wayan Santika, S.T.,M.M.
Agoes Ganesha Rahyuda, S.E., M.T. A.A.
Bagus Putu Widanta, S.E., M.Si.Ni
LuhKarmini,
S.E., M.Si.Staf
Ahli
Prof. Dr.
I
Ketut Rahyuda, S.E., M.SIE.Prof. Dr.
I
Wayan Tjatra, M.Sc.Prof. Dr.
I
Wayan Ramantha, S.E.,M.M., Ak.,
CPA,+iirrnat
Redaksi: Fakultas
Ekonomi Univelsitas
Udal'ana.Jalan
P.B.
Sr-rdrltnan :;Eilpasar telepon (0361)241929 fax (0361)241929 Email: bse_r-rda1'ana(ir yahoo.co.id.iJuletin
Studi
Ekonomi
diterbitkan oleh
FakurltasEkonomi Universitas
Udayana.i.;rbit
duakali
setahun pada bulan Februari dan Agr-rstus. Berisi tulisan yang diangkatdarihasil
penelitiandi
bidang ekonomi.ISSN
14i0-'+628.rr;daksi
menerima sumbangantulisan
yarngbelum
pemahditerbitkan
dalam media iain. Naskah yang masuk dievaluasi dan disunting untuk keseragaman format, istilah,ISSN 1410-462i
ANALISIS
PERSEPST
PEDAGAI{G DAI{ PEMBELI SEBELUM
DAN
SESUDAH
PROGRAM REVITALISASI
PASAR
TRADISTOI{AL DI KOTA DEI{PASAR
rurusan*o,,o,,if .nif"ft-"l""f ,Tfril,?-:l'"fff3:lversirasUdayana
Email: a1u ning,[email protected]
Abstract:
PerceptionAnalysis
of
Buyers
and
SellersBefore
and
After
Revitalization
Program
of
Traditional Market
in
DenpasarCity.
This research aimsat
formulating how sellers' and buyers' perceptions change at SudhaMefta Market
Sidakaryavillage
Denpasar beforeand
after marketrevitaiization program. Based
on
analysis result,it
canbe
concluded thatgenerally ,market revitalization program has garned positive responses from
public,
both
sellers and buyers. Analysis result shows sellers' and buyers' perceptioni related to aesthetics, sanitary, and comfort before ancl a{}er marketrevitalization program are significantly different. Assessment given
by
sellers and buyers on ai1 three aspects has improved from before market revitalizationprogram. Based on the analysis also showed that the perception of sellers did not diff-er significantly from the perceptions of buyers associated with aesthetics and
sanitary, but sellers and buyers have different perceptions related to comfoft at
Sudha Merta Market.
Abstrak:
Analisis Persepsi Pedagangdan
Pembeli Sebelumdan
SesudahProgram Revitalisasi Pasar
Tradisional
di
Kota
Denpasar. penelitian iniingin
mengetahui bagaimana persepsi pedagang dan pembelidi
pasar Sudha Merla Desa Sidakarya Denpasar sebelum dan sesudah program revitalisasi pasar.Berdasarkan
hasil
anaiisis, simpulan secaraulnum
adalah bahrva programrevitalisasi pasar mendapat respon
positif dari
masyarakat,baik
pedagangmaupun pembeli.
Hasil
analisis menunjukkan persepsi pedagang maupunpembeli berkaitan dengan keindahan, kebersihan, dan kenyamanan sebelum dan
sesudah program revitalisasi berbeda secara signifikan. Penilaian yang diberikan
oleh
pedagangdan
pernbeliuntuk
ketiga
aspek meningkatdari
sebelumdilakukan program revitalisasi pasar.
Dari
hasil anaiisisjuga
dapat diketahuibahwa persepsi pedagang
tidak
berbeda secara signifikan dengan persepsipernbeli berkaitan dengan keindahan dan kebersihan, namun pedagang dan
pembeli memiliki persepsi yang berbeda berkaitan dengan kenyarnanan di pasar
Sudira Mer1a.
Kata kunci: persepsi, pen-rbeli, pedagang
PENDAHULLiAI\
Menumt bentuk
f-rsik,
pusat perdagangan dibagimenjadi
dua yaitupasar tradisional
dan
pusat
perbe-lanjaan modem.
Eksistensi
pasartradisional
sedikit terusik oleh
kebe-radaan pusat
perbelanjaan
modem.Menjamurnya
pusat
perbelanjaanmodem beberapa tahun belakangan
ini
dikhawatirkan
akan
mematikankeberadaan
pasar
tradisional
yangmerupakan
refleksi
dari
ekonoini kerakyatan. Pasar tradisionalmemiliki
berbagai kelemahan
yang
telah
jadi
karakter
dasaryang
sangat sulitdiubah.
Pasar
tradisional
identikdengan
kondisi yang kurnuh,
kotor,dan bau,
sehingga
memberikanatmosfer
yang
tidak
nyaman
dalamberbelanja.
Ini
merupakan kelemahan terbesar pasartradisional.
Sebaliknya,pusat
perbelanjaan
modem
membe-rikan
suasana berbelanja
yang nyamanserta dilengkapi pendingin
ruangandengan
fasilitas
belanja
yang
bersih dan higienis, makatidak
salah apabila konsumenlebih memilih
berbelanja dipusat perbelanjaan modem dibanding-kan pasar tradisionai.
Berbeda
denganpusat
perbe-lanjaan
modenl,pasar
tradisionalmemiliki
keunggulan
yang
tidakdimiliki oleh
pusat
perbelanjaanmodern
yaitu
adanya sistem
tawarmenawar
yang
menunjukkan
keakra_ban antara penjual dan pembeli. Srstem
tawar
menawar
daiam
transaksijual
beli
menciptakan
suatu
komunikasidan
hubungan
tersendiri
antara pedagang dan pembeli yang tidak akanditemui
di
pusat perbelanjaan modem. Pada pusat perbelanjaan modem, harga barang sudah ditetapkan sehingga tidak adakomunikasi
antara pedagang dan pembeli.Pasar
tradisional
di
Bali
memiliki
keunikan yangtidak
dimiliki
oleh
pusat
perbelanjaanmodern
ataupun
pasar tradisional
lain
di
daerahlainnya. Selain
memasarkan barangkebutuhan sehari-hari seperti
pada pasar lainnya. pasar tradisionaldi
Baii
juga
memasarkan
berbagai
bahan-bahan kebutuhan upacara. Masyarakatdari
tingkat bawah sarnpairingilt
.rr:slefitunya
akan
mernbeli
pr-odr-rkkebutuhan
upacara
ditradisional.
Ini
menunjukkantradisionai
di
Bali
memiliki
pasar
yang
berbeda
dengan perbelanjaan modem.1l as."r'
l:l
s.:i:lllr I Is..
Di
Kota
Denpasar terdapa: _<-:pasar tradisional yang
terdiri
atas pas3:ISSN 1410-462tt
adat desa dan pasar yang
dikelola
oiehPD
Pasar
(http://www.denpasarkota.go.idl).
Pasaryang
dijadikan
sebagaipilot projecl
revitalisasi pasar desadi
Kota
Denpasar adalah
pasar
SudhaMertha Desa
Sidakarya.
proyek ini
bersumber
dan
hibah
Walikota
Denpasar denganjumlah
dana sebesarRp200.000.000,00.
Tahap
awalprogram revitalisasi
ini
dimulai
padatahun 2009
dan
diresmikan
padatanggal 16 Pebruari
2010.proyek
ini
meliputi revitalisasi
lingkungan
fisik
antara
lain
penataanlos-los
pedagangdan
pemasanganpaving
di
sekitarwilayah
pasar. Program revitalisasiini
diarahkan
untuk
menerapkan
danmengadopsi manajemen
pusat
perbe-lanjaan modern, terutama
berkaitandengan
penanganan
kebersihan.Revitalisasi
los
pedagarlg yang sudahdilakukan
yaitu
dengan
menggantibahan
pelapis meja yang
digunakan dengan bahanaluminium.
Selain lebihtahan
lamq
bahan ini juga lebih mudahuntuk
dibersihkan. I-os pedagang jugadilengkapi dengan saluran
pembua-ngan, sehinggatidak
adalagi
masalahbecek
dan bau yang
bersumber dari Iimbah organik.Program
revitalisasi
ini
diharapkan
mirmpu
mengatasikelemahan utama pasar
tradisionalyang identik
dengan
masalah kotor,beceh dan bau-
Bertolak
dari
haltersebut
maka perlu
diketahuibagaimana
drmpak
programrel.italis5i di
Pasar Sudha Merta DesaSidakana
terhadap pedagang maupunpembeli.
Perbedaan persepsi pembeli maupun pedagan-s"baik
sebeium clansesudah dilal-ulian program revitalisasi
akan neegrrnbarkan
signifikannyadarnpak
inrsram
tersebut.
Selainr:engm.aiists
perbedaan
persepsisecel:.r:
Can
serudah
programlgljrrlisesl juga
dilakukan
analisisp€rb€fun
persepsi
artara
pembelidenean pcdagang.
--:
.:. \omor 2, Agustus 2011L66
tsL-: ' .-
:.
KAJIAN PUSTAKA
Ekonomi KerakYatan
Ekonomi
kerakYatan
atauekonomi rakyat adalah segala kegiatan
dan
upa,varakYat
untuk
memenuhisegala
kcbutuhan
hidupnya.
Dengan perkataanlain,
ekonomirakyat
adalah kegratan ekonomi yang dilakukan olehrakyat
dengan secara
srvadaYamengelola sumber daYa Yang
daPatdikuasainya,
dan
ditujukan
untukmemenuhi kebutuhan dasarnya. Dalarn konteks permasalahan yang sederhana,
ekonorni
rakyat
adalah
strategibertahan
hiduP
dari
rakYat
miskin
(Rintuh dan
Miar,
2009:4).Menurut MubYarlo (Rintuh dan
Miar,
2009:4), ekonomi
rakYat
atauekonomi
kerakyatanmempunyai
ciri-ciri:
(i)
dilakukan
oleh rakyat
tanpamodal besar,
(ii)
dikeiola
dengancara-cara
su,adaya,(iii)
bersifat
mandiri sebagaiciri
khasnya,
(iv)
tidak
adaburuh dan ticlak ada majikan,
(r')
tidakrner-rgej ar keuntungan.
Ekonomi
kerakYatan
adaiahsebuah srstem perekonomian
yangclrtu.lukan
untuk
mewujudkankedaula-tan
rakl':rt
dalarn
bidang
ekonomi(Basiiir.
1008). Landasankonstitusio-nal
sistct-tt ekonomi kerakyatan adalahpasal
33
UUD
i945.
Dalam
Pasal 33tercantul-]t
dasar dcmokrasi
ekonornidimana produksi
dikerjakan
olehse1-nua.
untuk
selnua,
di
bawahpirnpinau
ateu pclnllikan
anggota-anggota
n-iltsvarakat.
KemakffIuranrlasvarakatlah
)'i111g
diutamakan.bukan
ket-nakt-nr.tran perseorallgan.Oich
sebabtiu.
perckonomian disusun sebagarttsiit:t
bcrsatna berdasar atasirzas kcke ....:l :,:.111
\. 1c:'-.:-.-.
\
i'rby.arto (Rtniuh,-irir;\i
jer.
r (-)t ru - ':).
e{rriltrlili
ket ak1'ataliadalah
sr>::::t
llal't-kt)liolniall
yatlgbet'Llasrs
i',i-:
kL-Nuatall Iakyat
yangberafii
c-r.,:li'll
.
keraklatau
adalahsistem
ekrrrlLrllli
)ang
mengikut-tssN 1410-462E
sertakan
seluruh lapisan
masyarakatcialarn proses
pembanguuan. Sistemckonomi
kerakyatan tercantum dalamPancasila
dau
UUD
1945.
Silakeempat Pancasila menyatakan dasar kerak,virtar.r yang
dipimpin
oiehhiknat
kebij aksanaan dalam pennusyawaratan
/perwakilan.
Di
daiam Pasal33 UUD
1945
yang
rnenggarnbarkan sistem den-iokrasi ekonomi, ditegaskar-r bahwa procluksi dikerjakan oleh semua, untuksemua,
di
bau'al-r pengawasan rakyat'Tiga prinsip dasar ekonomi kerakyatan
berdasarkan
pasal
33
UUD
1945adalah sebagai
berikut: (1)
perekono-mian
disusun
sebagai usaha bersamaberdasar
atas
asas kekeluargaan, (2)cabang-cabang
produksi
yang pentingbagi
negara dan yang menguasai hajathidup
orang banYak dikuasai
oleh negara, serla(3) burni, air,
dan segalakekayaan
yang
terkandung
didalamnya
dikuasai
oleh
negara
dandipergunakan
bagi
sebesar-besalxya kemalanuran rakYat.Pasar
Secara umulll, Pasar meruPakan
tempat
bedetnunYa
Pcnjual
denganpembeli. Meuurut
Peraturan PresidenRI No.
112 Tahun 20A1. pasar adalaharea tempat
jual
beli
barang
denganjumlah
pcnjr,rallebih
dari
satu.
baikyang disebut
sebagar
Pusatperbelarlaan,
Pasar
tradisional,pefiokoan,
mall,
plasa. pusatperdaga-llgan
maupun
sebutanlainnya'
Dariclefinisi
ini.
ada empat
poin
pentingyang
mcnonjol
Yang
menandaiterbeirtuknya
pasar. yaiti-r:
(1)
adapenjual
dan
Pcrnbcli.
(2)
tnerekatcitcrlr.r
rii
.sebuah tcmpattcrtciltu,
(3)icrjadi
kesepaliatallcir
aniera penj'ua1 .1anpetlbcli.
sehingga tcr.jadi 3uai rc1'atau tukar menukal-
clan
('1)
iutalrl
penjual
dan
pembeli
kecludukan;:f asederaj at.
Ma'tuf
(2005:4)
uremberikan beberapadefinisi
pasar antaralain:
(i)
Pasar dalam
arli "tempat"
yaitu tempatbeftemunya para penjual dan pembeli.
(ii)
Pasar dalarrr
arti
"interaksipermintaan dan penawaran".
(iii)
Pasardalam
arti
"sekelompok
anggotamasyarakat
yang
memiliki
kebutuhandan
daya
beli".
Orang-orang dengankebutuhan
terhadap
barang
terteutubelurn
disebut
sebagai pasar jika
mereka
tidak
dapat
membeli
barang yang dimaksud. Demikianjuga
apabilaada
orang yang
memiliki
uang
tetapitidak
ada
kebutuhan
akan
barang tersebut.Pasar merupakan tempat terjadi
proses
perlukaran
yaitu
prosesmendapatkan
produk yang
diinginkandari
seseorangdengan
menawarkansesuatu sebagai
imbalannya.
Supayarnuncul
potensi
peftukaran,
lima
persyaratan
berikut
harus
dipenuhi(Kotler,
2003:
l4): (i)
Sekurang-kurangnya ada dua
pihak.
(ii)
Masing-masing
pihak
memiliki
sesuatu yangbisa bernilai
bagi pihak
lain.
(iii)
Masing-masing
pihak
mampurnengkomunikasikan dan menyerahkan
sesuatu.
(iv)
Masing-masing
pihak bebasuntuk
menerima atau
menoiakimbalan
peftukaran.
(v)
Masing-masing pihak yakin bahwa bertransaksi dengan
pihak lain
merupakan tindakan yang tepat dan diinginkan.Pasar
Tradisional
danModern
Menurut Peraturan Presiden
RI
No.
112 Tahun 2007, pasar tradisionaladaiah
pasar
yang
dibangun
dandikelola
oleh
Pernenntah, PemerintahDaerah,
Swasta,Badan Usaha
Milik
Negara,
dan
Badan Usaha Milik
Daerah termasuk
kerjasama
denganswasta dengan tempat
usaha berupatoko, kios.
los,
dan
tcnda
yangdimiliki/dikelola
oleh
pedagang keci1.menengah, srvadaya masyarakat atau
koperasi
dengan
usaha skaia
kecii,modal kecil, dan
dengan prosesjual
beli
barang
daganganmelalui
tawarISS\ r+10-4628
menawar. Lebih lantut rreuurut perpres
tersebut.
pasar
tradrsional
bolehberlok.rsi
p.rti.r sctr-rp >istern jaringanjalan.
temrasuk si.sternjaringan
jalanlokal
atau
jalan
lingkungan
padakarvasan pelal.anan
bagiankota
kabupaten
atau lokal
ataulingkur.rgan (perurnahan)
di
dalam kota kabupaten.Dalarn
Perpres tersebut
jugadisebutkan bahu a
toko
modem adalahtoko dengan srstem pelayanan rnandiri,
menjuai
berbagaijenis
barang secaraeceran dengan
bentuk
minimarket,supermar/cet,
atau
department
store.Sinaga
(Anonirn,
2006)
mengatakanbahr.va pasar modern adalah pasar yang
dikelola
dengan rnanajemen modem,umumnya
terdapat
di
kawasanperkotaan, sebagai
penyedia
barang danjasa
denganmutu
dan pelayananyang baik
kepada
konsumen(umumnya
anggota rnasyarakat kelasmenengah
ke
atas). Pasar
modernantara
lain mall,
supermarket,departement
store, shopping
centre,waralaba,
toko
mini
sr,valayan, pasarserba
ada,
toko
serba
ada,
dan sebagainya. Barang yangdijual
di
sinimemiliki
variasi
jenis
yang
beragam.Seiain
menyediakan
barang-baranglokai,
pasar modemjuga
menyediakanbarang
impor.
Barang
yang
dijual mempunyai kualitas yangrelatif
lebihterjamin
karenamelalui
penyeieksianterlebih dahulu
secaraketat,
sehinggabarang
yang
rijek/tidak
memenuhipersyaratan
klasifikasi akan
ditolak.Secara kuantitas,
pasar
modemumumnya
mempunyai
persediaanbarang
di
gudangyang
ter-ukur. Darisegi harga, pasar modern
memiiiki
label harga yang pasti (tercantum harga sebelum dan setelah drkenakan pajak).Dari sisi
kelembagaan,perbedaan
karakteristik
pengelolaanpasar rnodem dan pasar
tradisionaltampak
dari
lembaga
pengelolanya.Pada pasar tradisional,
kelembagaanL68
BULETIN STUDi EKONOMI, \blume 16, Nomor 2, Agustus 2011pengelola umumnya ditangani
olehPernerintah
yang
merupakan
bagiandari
sisternbirokrasi.
Sementara pasarmodem,
umumnya
dikeiola
olehprofesional dengan pendekatan bisnis.
Seiain
itu,
sistem
pengelolaan pasartradisional umumnya
terdesentralisasidi
mana setiap
pedagang mengatur sistem bisnisnya masing-masing. Padapasar modem, sistem pengelolaan lebih
terpusat yang
memungkinkanpengelola
induk
dapat
mengaturstandar
pengelolaan
bisnisnya(Anonim,2006).
Revitalis asi Pasar
Tradisional
Persamaan fungsi yang
dimiliki
oleh
pusat
perbi:lanjaanmoderr
danpasar
tradisional
menimbulkan persaingan antara keduanya dan jugamenimbulkan
modernisasidari
pasartradisional
ke
pusat
perbelanjaanmodem. Preferensi
prioritas
faktorinternal.
faktor
eksternal,
faktorbefiahan,
dan
daya
tarik
pusatperbelanjaan
modem
menyebabkanpasar tradisional
mengalami
kondisibenahan.
kehancuran,
maupunmodemisasi.
Ketiganya
ini
dapat menyebabkan sebuah pasar tradisionaldapat
tetap
mempertahankan konsepdan
fisik
banggnannya sebagai pasar,modemisasi
dari
pasartradisional
kepusat
perbelanjaan
modem,
danmenyebabkan
suatu pasar
tradisionalke
arah
kehancuran
(Andreas
danMarinus, 2006).
Menurut Kuncoro
(2008),permasalahan
umurr
yang
dihadapi pasar tradisional antaralain
banyaknya pedagang yang tidak tertampung, pasartradisional
mempunyai kesan kumuh, dagangan yangbersifat
makanan siapsaji mempunyai kesan kurang higienis,
pusat
perbelanjaan
modem
yangbanl,ak
tumbuh
dan
berkembangmerupakarr
pcsairrg
scrius
pasartradisional,
rendahnya
kesadaranpedagang
untuk
mengembangkanISSN 1410-4628
usahanya
dan
menempati
tempatdasaran
yang
sudah
ditentukan,banyaknya
pasar
yang
berstatussebagian
tanah
milik
Pemerintah Daerah dan sebagianmilik
PemerintahDesa,
banyaknyapasar
yang
sampaisaat
ini
tidak
beroperasi
secaramaksimal, masih rendahnya kesadaran
pedagang
dalam membayar
retribusi,dan
masih
adatya pasar
yaflg
kegiatannya hanya pada
hari
pasaran.llntuk
mengatasi berbagaipennasalahan tersebut, dikembangkan
berbagai upaya untuk mengembangkan
pasar
tradisional
yaitu
denganpemberdayaan pasar tradisional.
Dengan adanya
revitalisasipasar tradisional, diharapkan
dapatmengubah
persepsi
masyarakatmengenai
pasar tradisional,
sehinggakeberadaan
pasar
tradisional
mampu bersaing dengan dorninasi keunggulan-keunggulan pusat perbelanj aan modemdan pada akhirnya
berdampak
padakelestarian pasar
tradisional.
MenurutKotler
(2003 :21 6), persepsi merupakansalah satu
sub-faktor
yangmempengaruhi
perilaku
pembelianoleh konsumen. Persepsi adalah proses
yang
digunakan
oleh individu
untukmemilih,
mengorganisasi,
danmenginterpretasi
masukan
informasiguna
menciptakan
gambaran
duniayang
memiliki
arti.
Persepsi
tidakhanya
bergantung
pada
rangsanganfisik,
tetapi
juga
rangsangan
yangberhubungan
dengan
lingkungansekitar
dan
keadaan
individu
yang bersangkutan.Poin
pentingnya adalahbahwa persepsi sangat beragam antara
individu
satu
denganyang
lain
yang mengalami realitas yang sama.Fersepsi masyarakat
terhadapkondisi
lingkungan pasar
tradisionalmerupakan salah satu
faktor
yang juga mempengaruirikunjungan
masyarakatke
pasar tradisional. Lingkunganfisik
pasar
tradisional
yafig
selama
ini
identik
dengankondisi kotor,
becek,ISSN 1410_4628
dan bau
harus
dibenahi.
MenurutMowen
dan Minor
(2001:133),lingkungan fisik
Qthysicalsurroundings)
merupakunurplk
firik
9u,
tempat
yang
konkiit
darilingkungan
yang
meliputi
suatukegiatan konsumen.
Stimuli
seperliwarna,
suara, penerangan, cuaca,dan susunan ruang orang atau benda dapat
mempengaruhi
perilaku
konsumen.Lingkungan
fisik
mernpengaruhipersepsi konsumen rnelalui mekairisme
sensor
penglihatan,
pendengaran,penciuman,
dan
bahkan
,.nthor.
Pengelolaan
lingkungan
fisik
rungu,
penting, sehingga dapat menrpengaruhi
perilaku. sikap,,
dan
["yj.inu,,
konsurnen ke arah yangdiinginlan.
Lebih laryut lnenurut
Mowendan
Minor
(2001 : I 33_ I40),
perseosiklamlnan_ merupakan
faktor
lrir t;;g
sebagian dikendalikan oleh lingkungan
fisik.
Lahan
parkir
yan;
lu-ur, penerangan luar yang cukup, dan ruangterbuka
menambah
rasa-aman
tragiorang yang
berbelanja.
Beberapapeneliti
telah
menyelidiki
Oampaklingtungan
fisik
terhidupp".r"p.,
iu,,
perilaku
konsumen, antaralain
adalah sebagai berikut.
(1)
pengaruh Keuclaa,,yang
Berdesakan.
Keadaan
vanoberdesakan
terjadi
apabila
r;r"";;;;
melihat/merasa
bahwa
g"rukurrrfu
tidak
leiuasa
krterbatas. Hat
ini
o#i,.#fff"r:tf
terlalu
banyaknya masyarakat, bidanp.fir1k
yang
terbatas,
utu,
#;;;;;
]<edrl1nVa
Apabila
konrrm"i,";G;_
lami.keada
an
yang berdesakan,;;?"
mereka akan bereaksi dengan mengu_
rangi waktu berbelanja.
,tr,
,r"ng.,b"rhpemakaian
informasi
dalamtokol
atau
lnengurangi komunikasi
dengan parapegawai
toko.
Secarapotensial.
tea_ daan yang berdesakan akur, ,r.rrombah
kecernasa,
orang yang
b.rt;i;,u;,
menurunkan kepuasan berbeianla,
clan
secara
negatif
mempengaruhi
citratoko.
(2)
pengaruh
Loiiasi.
L"k;.;
mempengaruhi konsurnen
dari
bebe_rupa
perspektif.
Luas
perdaganganyang
mengelilingi toko
mempengaruhikeseluruhan
jumlah
rnuryu.ukut' yangmungkin terlarik
pada
toko
tersebut. Seiainjarak
aktual,jarak
yangdilihat
juga
dapat mempengaruhiselelsi
toko.Riset
yang
dilakukan
menunjukkanbahwa
konsumpeta
kog,itif,
HJ"::l#t,.i:H
kota.
Hal
yurrg
,r"rru.ik,-
,,peta_peta,,konsumen
dari
lokasi
tot<o^mungt<in
tidak
sesuai dengan kenyataan.Fak"tor_
faktor
seperti tersedianya Iahan parkir,kualitas barang,
dan
mudahnyaperjalanan
ke
pusat pertokoan
dapat menjadikanjarak terlihat iebih
pendekatau lebih
panjang
dari
yangsesungguhnya.
(3)
pengaruh
TataRuang.
Tata
ruang
toto
dapatmelxpengaruhi
reaksi
konsumen dm
perilaku
pernbefian.Misalnya
penem_patan
lorong_lorong
rnempengamhiarus
lalu iintas.
Lokasi itent_item d,apatsecara
dramatis
,r",rp.rrgu*hi
penjualan. (zt) Fengaruh
Ant)spierics.
Atmospherics
berhubungan -dengan
bagaimana
para
p"ng.lolu
aalut
memanipulasi desain bangunan,
*urg
interior, tata
ruang
t*ong_loo*g,
tekstur karpet dan dincling, buJ,
*u*r,
bentuk,
dan
suarayang dialami
parapeianggan (semuanya
untuk
m"rcapai
pengaruh
tertentu). Bahkan
.urrrrun
barang-barang.
jenis
pu,n.rrrp"nrn_
jukan
dapat
mempengaruhi olrsepsikonsulnen atas suisana
toko.
U";;;
unsur
ini
disatukan daiarn definisi yang dikembangkan olehphilip
t<otier, yangmenggambarkan
otutosplteri"r
r"bugr'iusaha merancang lingkungan
-.rrUZii
untuk
menghasilkan pengaruh emosi_onal
khusus kepada pcrnhcli
vallc
kemungkinan
rnenirrgkarkan pembelliannya.
para
p",r"liti
U.rp.,rauputbahwa
atmosfer
(suasana)'rr"*i._
ngaruhi sejauh
ma1la
konsumenmenghabiskan
uang
di
li;ar
tingkai
yang
direncanakan pada sebuantJko.
170
-ISSN 1410-4628
Suasana
toko
mempengaruhi keadaanemosional konsumen
yang
kemudianmendorong
untuk
meningkatkan atau mengurangi belanja.METODE
PENELITIAN
Data
yang
digunakan
adalahdata kuantitatif
dan kualitatif
yangdiperoleh secara
langsung
daripedagang
dan
pernbeli
denganmenggunakan
wawancara
terstruktur.Untuk
menilai
persepsi
digunakanskala
rating
(Kuncoro,
2003 157),yaitu
penilaian
oleh
respondenditunjukkan dalam skala
dari 0
hinggai
0.
Analisis data diiakukan
denganserangkaian tahapan
pengujian,
yaituuji
validitas, reliabilitas,
normalitas. rianuii
beda.Jurnlah
pedagang
di
PasarSudha
Merla
adalah sebanyak
82pedagang dengan
jumlah
pedagangyang
menempati
los
sebanyak
64pedagang
dan yang
menempati
kiossebanyak 18 pedagang. Jumlah sampel
pedagang
yang
digunakan
dalamanaiisis
ini
berdasarkanrumus
Slovin adaiah sebanyak45
pedagang denganrincian
sebagaiberikut.
(i)
Sebanyak35
orang
responden
dari
pedagangyang menempati
los.
(ii)
Sebanyaki0
orang
respondendari
pedagang yang rnenempati kios.Responden
pembeli
ditentukandengan rncnggunakan metode
acciden-tal sampling. Responden
terpilih
meru-pakan pengrinjung Pasar Sudha Merla
yang
kebetulan
ditemui.
Jumlahresponden
pembeii sama
denganjumlah
responden pedagang
yaitusebanyak 45 responden.
HASIL
DAN
PEMBAHASAN
Karakteristik
RespondenResponden pedagang
terdiri
atas
pedagang sembako,
kelontong,saluran
dan
bumbu, daging,
ikan,canang, buah-buahan, makanan
jadi,
pakaian,
dan
alal-alat
upacara.Pedagang
daging,
ikan,
sayuran
danbumbu,
makanan
jadi,
canang
danbuah-buahan menempati
los-los
yangberada pada bangunan tengah maupun
sebelah
Timur
pasar.
Pedagang sembako, keiontong, pakaian, dan aiat-alat upacara menempati kios-kios yang dibangundi
sebeiah Barat dan Selatanpasar.
Mayoritas responden pedagang
merupakan
penduduk
asli
Kota Denpasardan
memang berasal
daridaerah Sidakarya. Pengelola
PasarSudha
Merta juga
membukakesempatan
bagi
para pedagang yangberasal
dari
daerah
lain
untukberdagang
di
pasar
ini.
Respondenyang berasal
dari luar Kota
Denpasarterdiri
atas responden yang berasal dankabupaten
lain
di
Bali
sebesar -11,1 persen danyang
dari luar Bali
(Jawa dan Lombok) sebesar 26,7 persen.Tingkat
pendidikan
respondenbervariasi
mulai
dari
tidak
pernahmengenyam
pendidikan
hinggapergunian
tinggi.
N4ayoritas respondenpedagang
yaitu
sebesar
60
persenmerupakan
lulusan
SLTA.
Ini
rnenunjukkan pedagang
pasar
tidaklagi
didominasi
oleh
masyarakatdengan
tingkat
pendidikan
rendah, bahkan sebagian responden mertipakaniuiusan
perguruan
tinggi
yaitusebanyak 6,67 persen.
Mayoritas
responden pembeliberjenis kelamin
perempuan
yaitusebanyak
77,78
persen
dan
hanyasebanyak
22.22
persen
berjeniskelamin
laki-laki.
Sebagian
besar responden pembeli berstatus kawin danberkedudukan sebagai
istri
dalammmah
tangga
yaitu
sebanyak 58,89persen.
Usia
responden
pembeiiben,ariasi
yaitu
berkisar antara
15hingga
61
tahun.
Bervariasinya
usiapen-ibeii
menunjukkan
pengunjungpasar
tradisional
tidak
hanyadidominasi
oieli
generasitua,
namunjuga
diminati
oleh
generasi
muda.Sebagian
besar responden
pernbelimerupakan
penduduk
asli
KotaDenpasar
dan
memang berasal
dari daerah Sidakarya. Beberapa respondenberasal
dari luar Kota
Denpasar,namun
berdomisili
di
sekitar
Sida-karya.
Respondenyang
berasal
dariluar
Kota
Denpasar
terdiri
atasreponden yang berasal
dari
kabupatenlain
di
Bali
sebesar 22 persen dan yangberasal
dari luar
Bali
sebesar
18 persen.Analisis
PersepsiPersepsi pedagang
maupunpembeli
ditinjau dari tiga
aspek yaitukeindahan, kebersihan,
dan
kenya-manan.
Untuk
mengetahui
adanyaperbedaan persepsi pedagang mallpun
pembeli
sebelum
dan
sesudahdilakukan program revitalisasi
pasaroleh
pemerintah
Kota
Denpasar,digunakan
statistik
nonparametrikyaitu uji
beda
dengan
metodeWilcoxon.
Pengujian dengan statistiknonparametrik
dipilih
karena
tidak terpenuhinya asumsinormaiitas
padadata
penilaian persepsi
pedagang maupun pembeli.Persepsi pedagang
maupunpernbeli berkaitan
dengan keindahan.kdbersihan, dan kenyalnanan sebelun:
dan
sesudah
program
revitalisasiberbcda
sccara
signitikan.
Penilaianyang
diberikan
oleh
pedagar-rg danpembeli untuk ketiga aspek meningkat
dari
sebelum
dilakukan
programrevitalisasi pasar.
Berdasarkan
irasilpenelitian
ini
berarti
pedagang danpembeli
menilai
aspek
keindahan.kebersihan,
dan
kenyamanan setelahdilakukan
pembenahanpasar
adalah lebih baik dibandingkan sebelumnya.Untuk
mengetahui
adanyaperbedaan
persepsi
antara
peda-eangdan pembeli
di
Pasar Sudha
llcrta.
statistik nonparametrik yang digunakan adalah
uji
beda dengan metodeMann-ISSN 1410-4628
Whitney.
Berdasarkanhasil
analisis, persepsi pedagang tidak berbeda secarasignifikan dengan persepsi
pembeliberkaitan dengan keindahan
dankebersihan,
namun
pedagang
danpembeli memiiiki
persepsi
yangberbeda berkaitan dengan kenyamanan
di
Pasar Sudha Merta. Pembeli merasanyaman
berbelanja
di
Pasar
SudhaMerta
karena
tidak
lagi
menghadapi pennasalahanbecek,
bau,
dan
kotor,sedangkan
tingkat
kenyamananpedagang
lebih
berkaitan
denganpenataan
lokasi
los.
Program
revita-lisasi
pasar
yang
dilakukan
olehpernerintah
Kota
Denpasar
yaitudengan
pembenahan
dan
penataanpasar
di
Pasar
Sudha
Merta menyebabkan perubahan pada ternpatmaupun
posisi
pedagang
los.Sebelumnya,
beberapa
pedagangdiuntungkan
oleh
posisi
berdagangyang lebih
berada
di
depandibandingkan pedagang
lainnya
yangsejenis. Posisi
ini
dianggap
strategiskarena
lebih
rnudah dijangkau
oiehpernbeli.
Setelahprogram
revitalisasi,1os-1os
untuk
jenis
dagangan
yangsama diatur berderet.
Ini
menyebabkanpembeli dengan rnudah berpindah dari
satu
pedagangkc
pedagang lainnyaapabila tidak menemukan barang yang
diinginkan
ataupun
apabiiatidak
adakesepakatan
harga
clengansalah
satupedagang.
Ha1
ini
rnenyebabkanpersaingan
antara
pedagang semakinketat,
sehingga
beberapa
pedagang merasa kurang nyaman dengan adanl,apenataan 1os
seperti
yang
tiilakukanoieh pemrakarsa proyek.
SIMPLJLAN
Berdasarkan
hasil
analisis. sin-rpulanyang
diperoieh adalah:
(i)
persepsi
pedagangberkaitan
dengankeinclahan,
kebersihan.
dan
ken-va-lrlanan
di
Pasar SudhaMerta
sebelumclan
sesudah
program
revitaiisasiberbeda secara
signifikan, (2)
persepsi L72 BULETIN STUDI EKONONII. Volume 16. Nomor 2, Agustus 2011pembeli berkaitan
dengan keindahan,kebersihan, dan kenyamanan
di
PasarSudha
Merla
sebelurn
dan
sesudahprogram revitalisasi berbeda
secarasignifikan, dan
(3)
persepsi pedagangtidak berbeda secara
signifikan
denganpersepsi
pembeli
berkaitan
dengankeindahan
dan
kebersihan
di
PasarSudha
Merta, namun
pedagang danpernbeli rnerniliki
persepsi
yarlgberbeda berkaitan dengan kenyamanan
di Pasar Sudha Mer1a.
Temuan
ini
menunjukkanprogram revitalisasi pasar
tradisionaloleh
pemerintah
Kota
Denpasarmendapat
respon
positif
darimasyarakat. Pembenahan dan
pengem-bangan pasar seharusnya
tidak
hanyamenjadi
tugas
pemerintair
daerah,tetapi juga rnasyarakat. pengelola pasar dan para pedagang pasar tradisional
itu
sendiri,
untuk
rnenciptakan
rasakepernilikan
yang
tinggi
sehinggadapat
bertahan
dan
berkelanjutan.Kemitraan
jugo
dipentingkan
untukbersama-sama meningkatkan
citrapasar
tradisionai yang
aman,
indah,bersih, dan
nyamanuntuk
berbelanjalnaupun berinteraksi.
DAFTAR PUSTAK-{
Andreas Yuniman Tjandra
dan
MarinusWahjudi. 2006. Analisa
Perkemba-ngan
Pasar
Tradisional
StudiKomparatif Terhadap
Pengguna Ruang Komersialdi
Pasar Atum,ISSN 1410-4628
Pasar Turi, dan Pasar Wonokromo.
IIRL : wu.'w.bibsonomy. org
www.denpasarkota. go.id
Anonim. 2007. Peraturan Presiden Republik
Indonesia Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan
dan
PembinaanPasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan,
dan Toko Modern.
LRL:wu.lv.bpkp.go.id.
2006.
"Penelitian DamPakKeberadaan
Pasar
Mociern (Supermarketdan
HyPemarket)Terhadap
Usaha
Ritel".
JurnalPengkajian Koperasi
dan
UK\[I'{omor
I
Tahun I.Ghozah,
Imam.
200'/.
Aplikasi AnalisisMulth,ariate dengan Program SPSS.
Cetakan Keempat. Semarang: Badan
Penerbit Universitas Dipone goro.
Kotier, Philip. 2003. Manajemen Pemasaran. Edisi Kesebelas. Jilid 1. Jakar-ta: PT
Indeks Kelompok Gramedia.
Kuncoro, Mudradjad.
2008.
StrategiMa'ruf,
Mowen,
Pengembangan Pasar Modem dan
Tradisional.
Hendri. 2005. Penasaran Ritel.
Jakafia: PT Gramedia Pustaka Utama.
Hohl C. dan Minor, Michael. 2001.
Periloku Konsumen.
Jilid
Kedua. Edisi Kelima. Jakarla: PT Penerbit Erlangga.Rintuh.
Corrrelis.dan Miar.
2009.Kelembagaon
clcm
EkonomiKeralgtcttan.
Edisi
Pertama.Yogyakafia: BPFE Yogyakarta.
Santoso, Singgih. 2005. Bonk Soal: Statisrik
dengan SP.SS. Jakarla:
PT.
Elex Media Komputindo.Sugiyono. 2006. Metode Penelitinn Bisnis.
Cetakan Kesembilan. Bandung: CV. Alfabeta.
Umar, Husein. 2008. Desain Penelitian MSDM dan Perilaku Karlau-an'. Paradigma
Positivistik dan Berbasis Pemecahan
Masalah. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada.