Page 1
ANALISIS
LEVERAGE DAN CASH DIVIDEND
(Pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
Zico Van basten1, Yuhelmi, SE, MM1, Rika Desiyanti, SE, M.Si2
1
Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta
E-mail : [email protected] [email protected] [email protected]
ABSTRACT
This research was meant to prove the relation of degree of operatingl leverage with the dividend per share and degree of financial leverage with the dividend per share on listed companies on BEI. In research that become the object of this research is listed companies on the indonesia stock exchange 2009-2011 year. From the results of the testing of hypotheses can be concluded that degree of operating leverage has significant negative relationship with the dividend per share. The results of the testing of hypotheses second found that the degree of financial leverage has not a significant relationship with the dividend per share.
Keywords : Degree of Operating Leverage, Degree of financial leverage, dividen per share
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan Degree of operatingl leverage dengan dividen per share dan Degree of financial leverage dengan dividen per share pada perusahaan yang terdaftar di BEI. Pada penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah perusahaan yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahun 2009-2011. Dari hasil pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa degree of operating leverage memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan dividen per share. Hasil pengujian hipotesis kedua ditemukan bahwa
degree of financial leverage tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan dividen per share. Kata Kunci : Degree of Operating Leverage, Degree of financial leverage, dividen per share
PENDAHULUAN
Pada umumnya perusahaan tentu memiliki keinginan yang kuat untuk membagikan dividen secara tunai (cash
dividen). Menurut Irawan (2012) pembagian
dividen paling sedikit dilakukan satu kali dalam setahun, atau dua kali dalam setahun. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah, sulitnya bagi perusahaan untuk
mempertahankan konsistensinya untuk membayar dividen. Kondisi tersebut terjadi karena begitu banyaknya kebutuhan dana yang muncul secara tiba-tiba sehingga memaksa perusahaan manangguhkan pembayaran dividen. Secara umum perkembangan kemampuan perusahaan membayarkan dividen secara tunai terlihat pada tabel 1 di bawah ini :
Page 2 Tabel 1
Klasifikasi Divisi dan Industri Berdasarkan Kebijakan Cash Dividen
No Klasifikasi Industri Jumlah Perusa haan Melakukan Pembayaran Dividen 200 9 201 0 201 1
1 Agriculture, Forestry and Fishing
9 1 1 1
2 Animal Feed and Husbandry
6 0 0 0
3 Mining and Mining Service 12 5 3 0 4 Construction 10 2 1 1 5 Manufacturing 187 47 22 17 6 Transportation dan Telecomunication 12 6 2 1
7 Whole Sale and Retail Trade
12 3 0 0
8 Banking and Financial 66 20 7 5 9 Hotel,Travel Service and
other
31 3 2 3
Total Perusahaan 345 87 38 28 Sumber: Indonesian Capital Market of Directory (2012)
Berdasarkan Tabel 1 didapatkan data dan fakta yang diperoleh terlihat bahwa konsistensi membayarkan dividen merupakan masalah bagi setiap perusahaan. Hasil identifikasi data menunjukan bahwa total jumlah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang membagikan dividen secara tunai pada tahun 2009 berjumlah 89 perusahaan, jumlah tersebut mengalami penurunan ditahun 2010, pada tahun tersebut jumlah perusahaan yang tetap membagikan dividen dengan menjadikan tahun 2009 sebagai dasar berjumlah 39 perusahaan, ditahun 2011 jumlah perusahaan yang membagikan dividen relatif semakin berkurang dari 39 perusahaan
ditahun 2011 terus menurun menjadi 28 perusahaan atau mencapai 7,98% dari total seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009 yang lalu. Berdasarkan fenomena yang terdapat di dalam latar belakang masalah peneliti tertarik untuk melakukan replikasi penelitian yang dilakukan oleh Thomas dan Mohideen (2012). Pada penelitian ini peneliti membuat sejumlah perbedaan. Perbedaan pertama adalah wilayah negara yang digunakan sebagai tempat dilaksanakannya penelitian relatif berbeda dengan penelitian sebelumnya. Pada penelitian sebelumnya pergerakan dividen dilihat pada perusahaan yang aktif dipasar saham Amerika Selatan sedangkan pada penelitian ini pergerakan dividen dan faktor faktor yang
mempengaruhinya dilakukan pada
perusahaan yang terdaftar di pasar modal Indonesia. Perbedaan juga dilakukan dari periode penelitian atau lamanya observasi. Pada penelitian ini digunakan data dengan karakteristik perusahaan yang berbeda, diharapkan dengan adanya perbedaan tersebut dapat meningkatkan akurasi hasil penelitian yang akan diperoleh. Secara umum sifat penelitian ini adalah empiris yang berjudul Analisis Leverage dan Cash
Page 3
Dividen Pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Perumusan Masalah
Berdasarkan kepada latar belakang masalah, peneliti mengajukan beberapa permasalahan yang akan dibuktikan di dalam penelitian ini yaitu:
1. Bagaimanakah hubungan degree of
operating leverage dengan dividen per share ?
2. Bagaimanakah hubungan degree of
financial leverage dengan dividen per share ?
Tujuan Penelitian
Berdasarkan kepada perumusan masalah, secara umum penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris hubungan:
1. Degree of operatingl leverage
dengan dividen per share
2. Degree of financial leverage dengan
dividen per share
LANDASAN TEORI Dividen
Secara umum Ardiyos et al., (2001) mendefenisikan dividen sebagai distribusi laba kepada para pemegang saham yang dimilikinya, distribusi ini dapat diketahui dengan tingkat persentase tertentu bagi pemegang saham preferen atau dalam bentuk berbeda-beda sesuai dengan
keberhasilan perusahaan bagi pemegang saham.
Macam-macam Dividen
Menurut Jogiyanto (2008), macam-macam dividen adalah sebagai berikut :
1. Dividen aktiva, dividen ini merupakan suatu pendistribusian sebagian keuntungan kepada pemegang saham yang dibagikan dalam bentuk aktiva selain kas 2. Dividen hutang akan timbul apabila
laba ditahan oleh perusahaan jumlahnya mencukupi untuk pembayaran dividen tetapi saldo kas tidak mencukupi, sehingga perusahaan harus mengeluarkan dividen hutang.
3. Dividen likuiditas merupakan pengambilan dari investasi
pemegang saham dan bukan dari laba.
Kebijakan Dividen Bagi Pemegang Saham
Di dalam memutuskan kebijakan dividen untuk meningkatkan kesejahtraan pemegang saham tentu ada beberapa bentuk kebijakan yang dapat dikembangkan perusahaan seperti terlihat pada sub bab di bawah ini, Tandelilin (2010) :
Page 4
a. Kebijakan Dividen Tunai (Cash
Dividend)
b. Kebijakan Dividen Lainnya
Signaling Theory
Menurut Tandelilin (2010)
mengungkapkan bahwa Signaling adalah proses yang memakan biaya berupa
deadweight costing, bertujuan untuk menyakinkan investor tentang nilai perusahaan.
Market Efficiency Theory
Menurut Tandelilin (2010) market efficiency adalah sebuah kondisi dimana seluruh pelaku pasar atau stakeholders memiliki kelengkapan kandungan informasi, dalam hal ini tidak ada pihak yang mengalami kekurangan informasi.
Dividend per Share
Ross (2008) mengungkapkan bahwa
dividen per share merupakan rasio yang
menunjukan jumlah dividen yang dibagikan dengan jumlah saham yang beredar. Semakin tinggi nilai dividen per share menunjukan meningkat nilai dividen yang akan diterima investor. Semakin banyak jumlah saham yang dimiliki seorang
investor tentu akan meningkat nilai dividen yang diperoleh oleh investor.
Leverage
Sartono (2010) mendefinisikan
leverage adalah pengorbanan manfaat ekonomi dimasa yang akan datang yang mungkin terjadi akibat leverage suatu badan usaha pada masa kini untuk mentransfer kekayaan atau menyediakan jasa kepada badan usaha lain dimasa yang akan datang sebagai akibat transaksi dimasa lalu.
Degree of Financial Leverage
Menurut Tandelilin (2010) mendefinisikan
degree of financial leverage sebagai
perbandingan perubahan laba per lembar saham dengan perubahan laba sebelum bunga dan pajak dalam satu periode
Hipotesis
H1 : Degree of operating leverage memiliki hubungan negatif dengan Dividen per Share H2 : Degree of financial leverage memiliki hubungan negetif dengan Dividen per Share
METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel
Secara umum Jogiyanto (2008) mendefinisikan populasi sebagai kesatuan item yang saling bekerja sama untuk
Page 5
mencapai satu tujuan. Di dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, pemilihan sampel dilakukan dengan kriteria sebagai berikut:
1. Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2009 – 2011 2. Perusahaan yang selalu konsisten
membayarkan dividen selama periode observasi data.
Pengambilan sampel dilakukan secara sensus yaitu mengidentifikasi seluruh target populasi yang akan dijadikan sampel.
Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data yang digunakan bersumber dari laporan keuangan perusahaan go publik yang dipublikasikan yang diadopsi dari
Indonesian Capital Market of Directory
(ICMD) dan IDX (Indonesian Stock
Exchange) selama periode pengambilan
sampel.
Variabel Penelitian dan Pengukurannya Secara umum variabel penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Variabel Independen (X) Degree of Operating Leverage
Menurut Ross (2008) mendefinisikan degree
of financial leverage merupakan rasio yang
menunjukan perubahan laba kotor yang dihasilkan perusahaan dengan penjualan dengan persentase perubahan penjualan.
Degree of Financial Leverage
Menurut Ross (2005) degree of financial
leverage merupakan rasio yang menunjukan
persentase perubahan earning per share dengan persentase perubahan laba kotor.
b. Variabel Dependen (Y) Dividen Per Share
Ross (2008) mengungkapkan bahwa dividen
per share merupakan rasio yang menunjukan jumlah dividen yang dibagikan dengan jumlah saham yang beredar.
Metode Analisis
Untuk membuktikan kebenaran hipotesis yang diangkat di dalam penelitian ini maka dilakukan analisis data dengan metode kuantitatif, di dalam metode tersebut pengujian hipotesis dilakukan dengan bantuan alat uji statistik. Secara umum alat uji statisitk yang digunakan meliputi:
Page 6
Statistik Deskriptif Variabel Penelitian Sebelum dilakukan tahapan pengujian hipotesis terlebih dahulu dijelaskan gambaran umum dari masing-masing variabel penelitian. Di dalam analisis tersebut akan dijelaskan tentang nilai data terendah (minimum), nilai data tertinggi (maksimum), nilai data rata-rata (mean) dan standar deviasi data.
Normalitas
Merupakan uji yang digunakan untuk melihat pola penyebaran data apakah berdistribusi normal atau tidak, selain itu uji normalitas juga dapat digunakan untuk menentukan uji statistik apa yang akan digunakan dalam sebuah penelitian apakah menggunakan uji parametrik maupun uji non parametrik.
Analisis Korelasi (Pengujian Hipotesis) Uji untuk mengetahui hubungan yang terbentuk antara variabel independen dengan variabel dependen.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Statistik Deskriptif
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris terdapatnya hubungan yang signifikan antara degree of
operating leverage dan degree of financial
leverage dengan dividen per share. Pada
penelitian ini yang menjadi target sampel adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan tahapan pemilihan sampel yang telah dilakukan diperoleh tahapan prosedur yang dilalui terlihat pada Tabel 4.1 dibawah ini:
Tabel 4.1
Prosedur Pengambilan Target Populasi Keterangan Jumlah % Jumlah Perusahaan di BEI
Perusahaan yang tidak lengkap menerbitkan LK Tahun (2008 – 2011) Perusahaan yang memenuhi kriteria awal
Perusahaan yang tidak konsisten membagikan dividen Tahun (2008 – 2011)
Perusahaan yang memenuhi syarat 427 (11) 416 (395) 21 100 2.58 97,42 92,51 4,92 Sumber: Hasil Olahan Data SPSS
Pada tabel teidentifikasi pada tahun 2008 jumlah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia berjumlah 427 setelah dilakukan pencarian informasi melalui Indonesian Capital Market of Directory dan situs resmi Bursa Efek Indonesia teridentifikasi 11 perusahaan tidak konsisten menerbitkan laporan keuangan antara tahun 2008 – 2011 sehingga perusahaan yang awalnya memenuhi prosedur pertama berjumlah 416, untuk syarat kedua yaitu perusahaan yang selalu konsisten membagikan dividen sepanjang tahun 2008
Page 7
– 2011 perusahaan tereliminasi sehingga jumlah perusahaan yang memenuhi persyaratan sampel dan dapat digunakan untuk tahapan pengolahan data berjumlah 21 perusahaan atau 4,92% dari total seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Setelah seluruh data dan informasi berhasil dikumpulkan maka tahapan pengujian statistic dapat segera dilaksanakan. Proses pengolahan data dibantu dengan menggunakan program SPSS. Berdasarkan hasil pengolahan dapat dikelompokan statistic deskriptif seperti terlihat pada Tabel 4.2 dibawah ini:
Tabel 4.2
Statistik Deskriptif Variabel Penelitian
Sumber: Lampiran 1
Pada tabel teridentifikasi bahwa
degree of operating leverage terendah yang
dimiliki salah satu perusahaan yang dijadikan sampel adalah sebesar 0,000
sedangkan nilai degree of operating leverage tertinggi yang dimiliki salah satu
perusahaan sampel adalah sebesar 1,20. Secara keseluruhan nilai degree of financial
leverage rata rata dari seluruh perusahaan
sampel adalah sebesar 0,33 dengan standar deviasi data sebesar 0,27
Sepanjang periode penelitian yang digunakan teridentifikasi nilai degree of
financial leverage terendah yang dimiliki
salah satu perusahaan adalah sebesar 0,030 sedangkan nilai degree of financial leverage tertinggi yang dimiliki salah satu perusahaan sampel mencapai 6,45. Secara keseluruhan rata rata perusahaan yang dijadikan sampel memilii degree of financial leverage sebesar 0,497 dengan standar deviasi data sebesar 0,82
Pada penelitian ini variabel ketiga yang digunakan adalah dividen per share. Sepanjang periode observasi data nilai
dividen per share terendah yang dibagikan
kepada investor adalah sebesar 2 sedangkan nilai dividen per share tertinggi yang dibagikan kepada investor adalah sebesar 6950. Secara keseluruhan rata rata nilai dividen tunai yang dibagikan kepada investor adalah sebesar 374,68 dengan standar deviasi data sebesar 982,90
Keterangan Minimum Maksimum Rata Rata Std Deviasi Degree of Operating Leverage 0,000 1,200 0,33 0,27 Degree of Financial Leverage 0,030 6,450 0,497 0,82 Dividen per share 2 6950 374,68 982,90
Page 8 Pengujian Normalitas
Sebelum dilakukan tahapan pengujian hipotesis terlebih dahulu dilaksanakan pengujian normalitas data. Proses pengujian normalitas dilakukan dengan menggunakan bantuan uji One
Sample Kolmogorov Smirnov Test.
Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan diperoleh ringkasan hasil terlihat pada Tabel 4.3 dibawah ini:
Tabel 4.4
Hasil Pengujian Normalitas Variabel Penelitian Asymp Sig (2-Tailed) Alpha Kesimpulan Degree of Operating Leverage 0,143 0,05 Normal Degree of Financial Leverage 0,330 0,05 Normal Dividen per share 0,933 0,05 Normal Sumber lampiran 3
Pada tabel terlihat bahwa masing masing variabel penelitian yang digunakan meliputi
degree of operating leverage dan degree of financial leverage telah memiliki nilai
asymp sig (2-tailed) diatas atau sama denan 0,05 sehingga dapat disimpulkan masing masing variabel tersebut telah berdistribusi
normal sehingga tahapan pengolahan data lebih lanjut dapat segera dilakukan.
Pengujian Hipotesis
Setelah seluruh variabel penelitian yang digunakan berdistribusi normal, maka tahapan pengujian hipotesis dapat segera dilaksanakan. Secara umum tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris terdapatnya hubungan yang signifikan antara degree of
operating leverage dan degree of financial leverage dengan dividen per share.
Berdasarkan tahapan pengujian yang telah dilakukan diperoleh ringkasan hasil terlihat pada tabel 4.4 dibawah ini:
Tabel 4.4
Hasil Pengujian Hipotesis
Sumber Lampiran 3
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara degree of
operating leverage dengan dividen per share
Variabel Penelitian r sig α Kesimpula n DOL –DPS -0,339 0,007 0,05 Signifikan DFL – DPS -0,115 0,369 0,05 Tidak Signifikan
Page 9
diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar -0,339 dengan nilai signifikan 0,007. Tahapan pengujian statistic dilakukan pada level kesalahan 0,05 sehingga nilai sig 0,007 ≤ α 0,05 maka keputusannya adalah Ho ditolak dan H1 diterima sehinga dapat disimpulkan bahwa degree of operating
leverage berhubungan negatif yang signifikan dengan dividen per share yang dimiliki perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Pada tahapan pengujian hipotesis kedua yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara degree of financial
leverage dengan dividen per share diperoleh
nilai koefisien korelasi bertanda negatif sebesar 0,115 dengan nilai sig 0,369 pada level of confident 95%. Hasil tersebut menunjukan bahwa sig 0,369 > α 0,05 maka keputusannya adalah Ho diterima dan H1 ditolak sehinga dapat disimpulkan bahwa
degree of financial leverage tidak memiliki
hubungan yang signifikan dengan divden
per share yang dimiliki perusahaan yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Hubungan Degree Operating Leverage dengan Dividen per share
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama ditemukan bahwa degree
of operating leverage memiliki hubungan
negatif yang signifikan terhadap dividen per
share. Hasil yang diperoleh terjadi karena
peningkatan degree operating leverage tentu mengidentifikasikan bahwa pemanfaatan hutang didalam perusahaan semakin tinggi, keadaan tersebut tentu menjadi masalah ketika hutang mengalami jatuh tempo, manajemen tentu sedikit menjadi panik karena harus memenuhi kewajiban hutang, siatuasi tersebut kadang membuat manajemen mengambil porsi dana dari laba, akibatnya nilai dividen tunai yang akan dibayarkan kepada pemegang saham menjadi menurun.
Hubungan Degree financial leverage dengan Dividen per share
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis kedua ditemukan bahwa degree of
financial leverage tidak memiliki hubungan
yang signifikan dengan dividen per share, hasil yang diperoleh tersebut menunjukan bahwa degree financial leverage bukanlah variabel yang akan menurunkan dividen per
share, keadaan tersebut terjadi karena dana
yang bersumber dari hutang dianggap masih belum optimal untuk memenuhi dividen per lembar saham yang akan diterima investor, manajemen menilai bahwa banyaknya biaya
Page 10
yang dikeluarkan untuk kegiatan operasional hingga kegiatan ekspansi usaha mengakibatkan kontribusi dana yang bersumber dari hutang tidak terlalu terlihat, akibatnya, akan tetapi peningkatan dividen per lembar saham lebih dipengaruhi oleh variabel lain seperti perkembangan kinerja keuangan lainnya seperti posisi likuiditas,
activity ratio atau pun berbagai variabel
lainnya yang berasal dari luar perusahaan.
PENUTUP Kesimpulan
Berdasarkan analisis dan
pembahasan hasil pengujian hipotesis yang diajukan dapat dibuat beberapa kesimpulan penting yang merupakan jawaban dari sejumlah masalah yang dibahas didalam penelitian ini yaitu:
1. Hasil pengujian hipotesis pertama ditemukan bahwa degree of operating leverage memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan dividen per share pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
2. Hasil pengujian hipotesis kedua ditemukan bahwa degree of financial
leverage tidak memiliki hubungan
yang signifikan dengan dividen per
share pada perusahaan yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia.
Keterbatasan Penelitian
Peneliti menyadari bahwa penelitian yang telah diselesaikan saat ini masih memiliki sejumlah kekurangan dan kelemahan yang disebankan oleh adanya keterbatasan yang peneliti miliki yaitu sebagai berikut:
1. Pada penelitian ini perusahan sampel yang digunakan relatif kecil sehingga mempengaruhi ketepatan dan akurasi hasil pengolahan data.
2. Periode observasi data yang digunakan didalam penelitian ini
relatif pendek sehingga
mempengaruhi ketepatan dan akurasi hasil penelitian yang diperoleh didalam penelitian saat ini.
Daftar Pustaka
Agung Ngurah I Gusti. 2007. Time q Series Data Analysis Using Eviews. John Wiley and Sons (Asia) Pte Ltd.
Brigham Houston dan Gapensky. 2000.
Fundamentals Of Financial Management. Tent Editions. McGrawhill, Irwin.
Page 11
Budiyanti Susilowati Maria. 2010. Pengaruh Investasi, Kepemilikan Manajerial dan Leverage Operasi
Terhadap Hubungan
Independensi antara Kebijakan Dividen dengan Leverage Keuangan. Jurnal Akuntansi dan Manajemen. Vol 21 No 1 April 2010 Hal 17 – 29
Hashemi Seyed Abhas dan Zadeh
Kashani Fatameh Zahra. 2012. The Impact of Financial Leverage Operating Cash Flow and Size of Company on The Dividend Policy (Case Study of Iran).
Journal Institute of
Interdisciplinary Bussiness Research.
Husnan, Suad dan Enny Pudjiastuty.
2001.Manajemen Keuangan
Perusahaan. Jilid 1, Edisi Keempat, YPTKI, Jakarta.
Irawan Susanto. 2012. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pembagian Dividen Tunai di dalam Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal
Manajemen dan Bisnis Volume 2
Nomor 3. Universitas Brawijaya, Malang.
Fahmi Mohamad. 2009. Pengaruh
Degree of Financial Leverage dan Degree of Operating Leverage Terhadap Kebijakan
Dividen Perusahaan. Tesis
Magister Management
Uniiversitas Brawijaya, Malang.
Jogiyanto. 2008. Dasar-dasar Teori
Pasar Modal. Badan Penerbit
Universitas Gajahmada,
Yogyakarta.
Kasmir M. 2011. Analisis Keputusan
Investasi. Erlangga, Jakarta.
Madjid Astariana dan Ida. 2010.
Analisis Hubungan Antara
Leverage EPS Pada Sektor Retail
yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Selama Periode 2003 – 2006. Jurnal Bisnis dan Ekonomi Vol 17 Nomor 2. September 2010.
Phalipu, Benard Healy. 2005. Bussiness
Analisys Valuation Using Financial Statement. Second Edition.
Madura Jason. 2005. Investment Theory. Prienticehall, Irwin
Riyanto, Bambang. 2001. Dasar-dasar
Perbelanjaan Perusahaan.
BPFE, Yogyakarta.
Ross, Williamson, Jeff. 2008. Financial
Management. Princhall. New
York. Santoso, Singgih. 2001.
Analisis Multivariate dengan Menggunakan SPSS. Gramedia
Pustaka, Jakarta
Sartono, Agus, 2010. Manajemen
Keuangan dan Aplikasi Perusahaan, Rieneka Cipta, Jakarta.
Tandelilin, Eduardus. 2010. Analisis
Keputusan Investasi Cetakan III
Page 12
Thomas James dan M Mohammad Mohideen. 2012. An Analystical
Study of Leverage Earning and Dividend a Case Study of Sofware Industry. Management Edge, Vol 5 No2 2012 PP 35 –
41
Weston C Robert. 2004. Corporate
Finance Analysis. Edisi Indonesia. Diterjemahkan Oleh M Taufik. Gramedia Pustaka, Jakarta.