• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Penyakit ginjal kronis (PGK) menjadi masalah kesehatan utama masyarakat daerah perkotaan dan urban di seluruh dunia. Beban mendasari saat ini penyakit karena perubahan patogenitas. Selain itu, saat ini menunjukkan bahwa hipertensi dan diabetes sebagai penyebab utama penyakit ginjal di seluruh dunia yang membutuhkan dialisis atau transplantasi ginjal untuk mempertahankan kelangsungan hidup panjang. Biaya besar menyebabkan beban yang sangat berat untuk pengobatan dan perawatan kesehatan, khususnya di negara berkembang (Zhang & Rothenbacher, 2008).

Lebih dari 20 juta penduduk dewasa Amerika Serikat (sebesar 10%), selama periode tahun 1999-2010 menderita penyakit ginjal kronik (PGK), peningkatan ini disebabkan oleh berbagai macam faktor risiko seperti daerah urban dan perkotaan, usia diatas lebih dari 50 tahun, laki-laki lebih cenderung terkena gagal ginjal 50% jika dibandingkan perempuan (CDC, 2014). Penyakit utama yang berpengaruh pada PGK adalah diabetes sebesar 33-40% (CDC, 2012), dari hasil survei komunitas yang dilakukan Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) bahwa 12,5% dari populasi di Indonesia sudah mengalami penurunan fungsi ginjal yang berarti terdapat 18 juta penduduk menderita penyakit ginjal kronik (Sja’bani, 2013).

Di Negara Asia Selatan sudah hampir 10% menimpa proporsi orang dewasa serta lanjut usia yang mempunyai riwayat penyakit diabetes mellitus type-2 merupakan faktor risiko terhadap CKD, selain faktor risiko yang lain seperti penyakit jantung, obesitas, kolesterol tinggi, lupus, riwayat keluarga, usia, jenis kelamin, daerah berpenghasilan rendah dan menengah (Shuchi Anand, Masuma Akter Khanam, Julian Saquib, Tahmeed Ahmed, Dewan S Alam, Mark R Cullen, 2014).

Penyakit ginjal kronik adalah suatu keadaan terdapat penurunan fungsi ginjal oleh karena adanya kerusakan dari parenkim ginjal yang bersifat kronik dan irreversibel. Penyakit ginjal kronik terjadi apabila laju filtrasi glomeruler atau

(2)

2 glomerular filtration rate (GFR) kurang dari 60 mL/menit/1.73m2 selama tiga bulan atau lebih. Penyakit ginjal dimana telah terjadi perubahan struktural dan penurunan jumlah unit fungsional ginjal (nefron) akan melaju ke arah perburukan. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi kecepatan kerusakan serta penurunan fungsi ginjal. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan kerusakan ginjal antara lain faktor genetik, perilaku, lingkungan maupun proses degeneratif (Sudoyo, 2010).

Prevalensi CKD di Korea lebih kurang sebesar 10% penyakit dengan diagnosis awal diabetes mellitus, tetapi setelah 20 tahun meningkat menjadi 25% (Suk Jeong Lee, 2014). Penyakit ginjal kronik (PGK) mempengaruhi sebagian besar dari populasi dunia. Penyebab CKD bermacam-macam mulai dari penurunan glomerulus penyakit ginjal, penyakit ginjal tubular dan interstitial, obstruksi urophaty, pre-renal dan gangguan vaskuler, diabetes dan hipertensi (Ronald Pyrama, Kansaraa, Banerjia, & Loney-Hutchinsona, 2012). Sebesar 80% sampai 90% hipertensi pada penyakit ginjal kronis (PGK) terjadi karena adanya peningkatan dan penurunan laju filtrasi glomerulus (GFR) menjadi tahap akhir penyakit ginjal (ESRD).

Di Indonesia menurut laporan Indonesian Renal Registry (IRR) tahun 2011, penyakit ginjal kronik disebabkan beberapa faktor risiko yang terdiri dari nefropati diabetik (27%), dan hipertensi (34%), yang tidak diketahui (1%), faktor lain (6%), glomerulupati Primer/ GNC (14%), nefropati obstruksi (8%) dan polikistik (1%) (Pernefri, 2013). Faktor risiko cormobid yang ada di Propinsi Jawa Tengah, nefropati diabetik (311), hipertensi (507), tidak diketahui (22), glomerulupati Primer (119), Nefropati Obstruksi (55) dan lain-lain (114) (Pernefri, 2013).

Faktor risiko penyakit ginjal kronik di Asia dan Negara-negara barat hampir sama disebabkan karena penyakit diabetes mellitus atau hipertensi. Diabetes atau hipertensi mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap penyakit ginjal kronik di seluruh dunia. Penyakit ginjal kronik yang membutuhkan hemodialisis rutin dalam setiap minggu sebagai akibat kerusakan ginjal stadium akhir disebut dengan end stage renal disease (ESRD) (Remuzzi., 1998). Pemahaman yang baik tentang etiologi

(3)

3 PGK diperlukan untuk deteksi awal, pencegahan dan terapi yang efektif sehingga dapat mengurangi risiko penyakit ginjal kronik, penyakit kardiovaskular dan kematian (Zoppini et al., 2012).

Hemodialisis di Propinsi Jawa Tengah menduduki urutan ke dua setelah Propinsi Jawa Barat dengan penderita terbanyak penyakit ginjal dengan hipertensi 1.184 (Pernefri, 2013). Rumah Sakit Umum Tidar Kota Magelang adalah salah satu rumah sakit rujukan di wilayah Kabupaten dan Kota Magelang Propinsi Jawa Tengah untuk perawatan penderita penyakit ginjal kronik dan melaksanakan pelayanan hemodialisis. Menurut laporan tahunan RSUD Tidar Kota Magelang (2013) diketahui penyakit ginjal kronis pada tahun 2012 (baru: 143, lama: 7.257), tahun 2013 (baru: 264, lama: 7.764). Penelitian tentang faktor-faktor terhadap hemodialisis pada penderita ginjal kronik di RSUD Tidar Kota Magelang Propinsi Jawa Tengah belum pernah dilakukan.

Penyakit ginjal kronik merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang sangat penting, baik di negara berkembang maupun maju. Dari sudut pandangan kesehatan masyarakat, pencegahan dan pengendalian diabetes mellitus atau hipertensi adalah intervensi yang hemat biaya, terutama pada pasien lanjut usia. Orang yang mengalami diabetes melitus ataupun hipertensi sebagain besar tidak menyadari penyakitnya. Orang yang mengetahui dirinya menderita diabetes atau hipertensi seringkali tidak mendapatkan pengobatan yang benar. Mencegah dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hidup sehat sangat diperlukan. Selain itu, pengobatan dan pengendalian diabetes melitus atau hipertensi di masyarakat harus dilakukan secara berkesinambungan (Levey & Coresh, 2012a).

Berdasarkan latar belakang seperti tersebut, diidentifikasi beberapa permasalahan penelitian antara lain faktor-faktor apa saja yang termasuk dalam faktor risiko terhadap hemodialisis pada penderita ginjal kronik di RSU Tidar Kota Magelang Propinsi Jawa Tengah.

(4)

4 B. Rumusan Masalah

Pertanyaan penelitian atau perumusan masalah penelitian ini adalah:

a. Bagaimana pengaruh penyakit diabetes mellitus atau hipertensi merupakan faktor risiko penyebab hemodialisis pada penderita ginjal kronik di RSUD Tidar Kota Magelang Propinsi Jawa Tengah?

b. Apakah diabetes mellitus atau hipertensi merupakan faktor risiko penyebab hemodialisis terhadap penderita ginjal kronik di RSUD Tidar Kota Magelang Propinsi Jawa Tengah?

C. TUJUAN

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui faktor risiko penyebab hemodialisis pada penderita ginjal kronik di RSUD Tidar Kota Magelang Propinsi Jawa Tengah.

2. Tujuan Khusus

a. Untuk mengetahui apakah penyakit diabetes mellitus merupakan faktor risiko terhadap hemodialisis pada penderita ginjal kronik di RSUD Tidar Kota Magelang Propinsi Jawa Tengah.

b. Untuk mengetahui apakah riwayat lama menderita diabetes mellitus merupakan faktor risiko terhadap hemodialisis pada penderita ginjal kronik di RSUD Tidar Kota Magelang Propinsi Jawa Tengah.

c. Untuk mengetahui apakah penyakit hipertensi merupakan faktor risiko terhadap hemodialisis pada penderita ginjal kronik di RSUD Tidar Kota Magelang Propinsi Jawa Tengah.

d. Untuk mengetahui apakah sosial demografi: umur, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan dan jenis kelamin merupakan faktor risiko terhadap penderita ginjal kronik di RSUD Tidar Kota Magelang Propinsi Jawa Tengah.

(5)

5 e. Untuk mengetahui perilaku merokok merupakan faktor risiko terhadap hemodialisis pada penderita ginjal kronik di RSUD Tidar Kota Magelang Propinsi Jawa Tengah.

D. Manfaat Penelitian

1. Bagi Peneliti

Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan penelitian untuk mengidentifikasi dan memberikan solusi terhadap permasalahan kesehatan di masyarakat.

2. Bagi Institusi

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi untuk pengembangan kebijakan dalam penatalaksanaan penyebab ginjal kronik di RSUD Tidar Kota Magelang.

3. Bagi Masyarakat

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pendidikan bagi masyarakat tentang faktor risiko yang berhubungan dengan penyebab ginjal kronik di Kota Magelang.

4. Bagi Pasien

Penelitian ini dilakukan bagi penderita ginjal kronik dapat memberikan cara penanggulangan sesudah hemodialisis dan pencegahan sebelum terjadi hemodialisis.

E. Keaslian Penelitian

Penelitian-penelitian yang telah dilakukan terkait dengan kesakitan dan penanganan penderita gagal ginjal kronik adalah sebagai berikut :

Tabel 1 : Keaslian Penelitian Gagal Ginjal Kronik

No Peneliti Judul Persamaan Perbedaan Hasil Penelitian 1 Ayodele, 2013 Prevalence of hypertension, Variabel independen Desain penelitian DM dan HT :OR:1.1(CI:1.06

(6)

6 diabetes and chronic kidney disease in participants of the 2009 World Kidney Day screening exercise in Southwest Nigeria hipertensi dan diabetes mellitus Variabel dependen CKD cohort Variabel penelitian indek masa tubuh dan jenis kelamin. -1.14) p<0.001. Jenis kelamin OR:2.68 (CI:1.2-5.95). P=0.016 2 Linda.F, 2012 Hipertensi, Obesitas Sentral, dan Diabetes mellitus (komponen sindrom nefrotik) sebagai predictor kejadian penyakit ginajal kronik pada penduduk Kecamatan Blahbatuh Gianyar Bali Variabel dependen PGK. Variabel independen hipertensi dan diabetes mellitus Desain penelitian kohort retrospektif. Variabel independen lain obesitas sentral DM pada PGK p: 0.57: RR=2.074(CI; 0.409-10.522). HT dengan PGK p:0.08;RR=3.73 (CI:0.82-16.987) 3 Lolyta.R, 2012 Analisis Faktor yang Mempengaruhi Tekanan Darah pada Klien Ginjal Kronik (Studi Kasus di RS Tlogorejo Semarang) Variabel dependen klien ginjal kronik. Variabel independen tekanan darah Desain penelitian explanatory. Variabel independen lain penggunaan obat antihipertensi Tidak ada hubungan antara usia, jenis kelamin, penggunaan antihipertensi dan tekanan darah terhadap hemodialisis, p>0.05. 4 Ismatul. L,2012 Hubungan antara Kadar Hb, Kadar Albumin, Kreatinin dan Status Pembayaran dengan Kematian Pasien Gagal Ginjal Kronik di RSU Dr.Moewardi Surakarta. Variabel dependen Gagal Ginjal Kronik. Desain penelitian case control Variabel independen kadar Hb,Albumin, Kreatinin. Lokasi penelitian di Surakarta. Kadar Kreatinin dengan Kematian Ginjal Kronik p=0.05. Kadar Hb terhadap Kematian Ginjal Kronik p=0.399 dan kadar albumin p=0.398. 5 Evy.R, 2012 Hubungan Kadar Glukosa darah Terhadap Hypertriglyceridem Variabel penelitian DM. Variabel independen Desain penelitian: eksperimen. Ada hubungan antara kadar gula darah dengan kadar

(7)

7 ia Pada Penderita Diabetes Mellitus merupakan golongan penyakit kronis kadar glukosa darah dan kadar trigliserida. trigliserida pada penderira DM yang tidak terkontrol dengan baik. 6 Sofiana. N,2010 Analisis Faktor-Faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani Hemodialisis di RSU Cilacap dan RSU Banyumas Populasi penderita PGK di Rumah Sakit. Desain penelitian cross sectional. Variabel independen kualitas hidup Rancangan penelitian cross sectional study Kualitas Hidup dengan HT hasil p: 0.02; OR: 4.05. Lama waktu HD dengan kualitas hidup p:0.035;OR:2.6 7 Ritchie, 2009 Effects of diabetes mellitus in patients with heart failure and chronic kidney disease: a propensity-matched study of multimorbidity in chronic heart failure. V.Dependen:P GK dan CRF. V.dependen:D M Desain penelitian propensity score CKD dengan DM: HR;1,25(CI;1,0 7-1,46)p=0,006. CKD:HR;1,32( CI:1,15-1,52)p<0,001. 8 Triyanti. K, 2008 Renal Function Decrement in Type 2 Diabetes Mellitus Variabel bebas DM Type2. Variabel terikat: CKD Populasi di Rumah Sakit Lokasi: Jakarta Rancangan penelitian cross sectional study. Riwayat hipertensi OR=0,025 (CI:1,08-3,19;95%), dan retinopati diabetik OR=0,001 (CI: 1,43-4,20;95%). 9 Titiek.H, 2007 Hubungan Faktor Risiko Hipertensi, Merokok, Rancangan penelitian: case control. Variabel independen lain : Risiko Hipertensi terhadap PGK

(8)

8 Minuman Suplemen Terhadap PGK Yang Menjalani Hemodialisis di RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta Variabel independen merokok. Variabel dependen: PGK yang menjalani Hemodialisis. minuman suplemen Lokasi di Yogyakarta p<0.05 OR:3.68(CI95% :1.39-9.74) Risiko merokok terhadap PGK p<0.05 OR:6.63 (CI95%:2.53-17.35) 10 Soni .A, 2005 Diabetes mellitus sebagai faktor risiko kejadian gagal ginjal terminal (Studi Kasus di RSU Margono Purwokerto) Rancangan penelitian case control Variabel independen diabetes mellitus, hipertensi dan merokok. Variabel dependen Gagal Ginjal Terminal Lokasi: Purwokerto Faktor risiko yang sama-sama berpengaruh hipertensi diastolik ≥90 mmHg OR= 15.03 (CI;95%:2.25-100.43) Kolesterol total ≥200 mg/dl OR=11.61 (CI:1.69-79.83)

Referensi

Dokumen terkait

semua isotop yang  bernomor atom di atas 83 bersifat radioaktif, dan unsur kimia yang bersifat radioaktif  berupa logam berat di gunakan untuk energi nuklir salah

Jare konco-koncone, onok dukun sekti jenenge Wak So sing isok mindahno lorone wong ngelairno seko ibuke ndhik bapake jabang bayi.. Mergo kepingin nyenengno bojo, Turkan manut opo

Pada penelitian ini, tingkat keuntungan sebelum dan sesudahpenerapan ISO 9001:2000, dan keuntungan perusahaan akan ditinjau dalam jangka 5 tahun sebelum dan 5 tahun

Pengembangan kapasitas kelembagaan BPBD Kabupaten Jepara dalam pelaksanaan penangggulangan bencana masih terkendala dari kekurangan sarana dan prasarana transportasi

Kelas kesesuaian lahan fisik tanaman kelapa adalah satuan lahan 1 dan 4 tergolong agak sesuai dengan faktor kendala kondisi fisik perakaran; satuan lahan 2 dominan sesuai

Salah satu teknik manajemen nyeri non farmakologis yang dapat mengurangi nyeri ibu saat persalinan adalah pendampingan dari suami atau keluarga, karena efek

Tidaklah berlebihan tugas akhir ini dapat terselesaikan karena banyak sekali dukungan dari semua pihak yang telah membantu penulis untuk menyelesaikan seluruh

Bagaimana pengaruh variasi konsentrasi gelling agent CMC-Na terhadap viskositas dalam formulasi sediaan gel lendir bekicot (Achatina fulica) dan kecepatan penyembuhan luka bakar