PENGARUH PENAMBAHAN ENZIM FITASE PADA RANSUM DENGAN LEVEL PROTEIN BERBEDA TERHADAP RETENSI NITROGEN DAN PENGGUNAAN PROTEIN NETTO (PPN) AYAM BROILER
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Suplementasi enzim fitase sebanyak 1000 FTU/kg ke dalam ransum yang mengandung CuSO 4 sangat nyata (P<0,01) meningkatkan kandungan Cu serum ayam broiler
Pengaruh penambahan mineral Zn atau enzim fitase dalam ransum terhadap fertilitas telur, daya tetas telur dan pertumbuhan bobot badan anak ayam disajikan pada Tabel 3.. 2)
Rataan kecernaan serat kasar pada perlakuan P7 yaitu ransum dengan pemberian kombinasi enzim pemecah serat ( Bacillus pumilus + Eupenicillium javanicum ) 7.5 U/kg + fitase 1000
Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan enzim fitase sampai level 2000 FTU/kg dalam ransum tidak mempengaruhi konsumsi ransum, pertambahan bobotbadan dan FCR ayam
Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan enzim fitase sampai level 2000 FTU/kg dalam ransum tidak mempengaruhi konsumsi ransum, pertambahan bobotbadan dan FCR ayam
Uji lanjutan menunjukkan bahwa konversi ransum ayam broiler yang terbaik pada ransum yang diberi enzim Fitase sebanyak 1.000 FTU/kg (2,59 - P4) dan nyata (P < 0,05) lebih
Klis van der et al., (1997) melaporkan bahwa penambahan enzim fitase sebesar 250 FTU/kg ransum dalam ransum yang berbasis jagung dan bungkil kedelai dapat memberikan performa
Penggunaan bakteri penghasil fitase dalam ransum diharapkan dapat membebaskan mineral-mineral penting yang terikat pada ikatan fitat dalam bahan pakan yang