30 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian merupakan suatu tempat yang akan menjadi objek dalam penelitian. BRI Syariah cabang Malang terletak di Jl. Soekarno Hatta, Jatimulyo, Lowokwaru, Malang. Penelitian ini dilakukan untuk menguji variabel dependen loyalitas, sehingga yang menjadi objek penelitian ini adalah nasabah aktif dari BRI Syariah.
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian yang menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel yang mempengaruhi hipotesis dan dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang dimana data dari penelitian ini berupa angka dan di analisis menggunakan perhitungan statistik (Sugiyono, 2014).
2. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel a. Populasi
Populasi merupakan suatu wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulanya (Sugiyono, 2014). Populasi dalam
penelitian ini adalah menggunakan seluruh nasabah yang telah menggunakan tabungan BRI syariah aktif dalam 1 tahun terakhir hingga tahun 2018 cabang Malang.
Namun, data populasi yang dituju oleh peneliti merupakan data yang bersifat rahasia dan tidak dapat dipublikasikan. Berdasarkan pada UU No. 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan bahwa rahasia bank adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan keterangan mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya. Maka dari itu, jumlah populasi tidak diketahui secara pasti sehingga dalam penarikan jumlah sampel digunakan teori atau rumus Slovin yang dijelaskan sebagai berikut.
Keterangan: n = jumlah sampel N = jumlah populasi e = sampling error
Diasumsikan bahwa jumlah populasi yang ada sejumlah 1000 orang yang didasarkan pada kisaran jumlah nasabah yang datang ke lokasi dalam 10 hari kerja selama masa penyebaran kuisioner, dengan minimal error sebesar 5%, dimana tingkat akurasi sebesar 95%, sehingga diperoleh jumlah minimal sampling sebanyak 285,71 dibulatkan menjadi 286 orang yang dapat mewakili populasi.
b. Teknik Pengambilan Sampel
Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2014). Karakteristik populasi untuk mengetahui tingkat loyalitas dapat dipengaruhi banyak faktor eksternal, seperti adanya tuntutan kerja, sedikitnya preferensi merek di wilayah yang ditempati, dan sebagainya. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan non-probability sampling dengan accidental sampling.
Accidental sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan berdasarkan kebetulan, adapun model accidental sampling yang akan dilakukan peneliti di lapangan yaitu menyebarkan kuisioner kepada orang-orang yang diketahui sebagai nasabah tabungan di lokasi penelitian seperti di kantor cabang pusat dan beberapa kantor cabang pembantu BRI Syariah cabang Malang sehingga dipandang cocok sebagai sumber data sesuai dengan karakteristik populasi yang digunakan sebagai sampel.
B. Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional variabel merupakan penjelasan dari setiap variabel yang digunakan dalam suatu penelitian dan indikator-indikator
yang membentuknya. Adapun definisi operasional variabel dalam penelitian ini ditunjukkan pada tabel berikut.
Tabel 3.1
Definisi Operasional Penelitian Definisi
Operasional Variabel
Indikator Sub Indikator Sumber Corporate
Reputation (X)
adalah sesuatu yang dapat dinilai oleh publik berdasarkan atas hasil kerja perusahaan yakni BRI Syariah yang
telah dibangun
dalam kurun waktu yang lama dan dapat dipertahankan ketika perkataan dan perbuatan selaras. a. Emotional Appeal b. Product and Services c. Workplace Environment Emotional Appeal
1. Pemikiran yang baik tentang perusahaan (X1)
2. Merasa kagum pada peusahaan (X2)
3. Percaya pada
perusahaan (X3) Product and Services 1. Beranggapan bahwa
jasa yang dihasilkan sesuai dengan core bisnisnya, sesuai dengan identitas perusahaannya. (X4) 2. Beranggapan bahwa perusahaan menawarkan jasa berkualitas tinggi. (X5) Workplace Environment 1. Perusahaan terlihat sebagai lingkungan yang baik. (X6) Fombrun (2000) Kepuasan (M) adalah evaluasi positif terhadap pemerolehan produk jasa yang inheren dengan kesesuaian nilai perusahaan terhadap persepsi nasabah. a. Kepuasan pelanggan keseluruhan Kepuasan pelanggan keseluruhan 1. Merasa senang dengan pelayanan yang baik (M1) 2. Merasa sering memberikan pujian terhadap pelayanan (M2)
3. Merasa tidak pernah komplain terhadap pelayanan (M3)
Fornell (1996)
Definisi Operasional
Variabel
Indikator Sub Indikator Sumber
b. Konfirmasi harapan c. Merasa puas dengan keputusan untuk memilih bank ini d. Bank ini meninggalkan kesan yang baik bagi saya
Konfirmasi Harapan
1. Beranggapan bahwa
pelayanan yang
diberikan pegawai sesuai dengan harapan (M4)
Shahid dan Khan
(2015)
Loyalitas (Y) adalah sikap kesetiaan yang
dapat diukur
berdasarkan
komponen-komponen sikap, keyakinan, perasaan, dan kehendak untuk melakukan pembelian ulang serta konsistensi penggunaan produk/jasa perusahaan. a. Repeat Purchase, keinginan untuk membelinya kembali. b. Retention, ketahanan terhadap pengaruh yang negatif. c. Referalls, mereferensikan produk kepada orang lain. d. Menyampaikan kebaikan dari produk/jasa kepada orang lain. e. Memiliki keyakinan yang kuat terhadap kehandalan produk/jasa. f. Merasa memiliki hubungan yang kuat dengan bank
Kotler dan Keller (2009)
Rahman (2013)
C. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen kuisioner. Kuisioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan memberikan sejumlah pertanyaan atau pernyataan kepada responden (Sugiyono, 2014). Kuisioner terdiri dari pernyataan terbuka, yaitu identitas diri responden dan pernyataan tertutup yaitu pernyataan-pernyataan yang telah disediakan dan jawaban yang diberikan dibatasi. Penyebaran kuisioner dilakukan di lokasi penelitian, yaitu Kantor Cabang BRI Syariah Cabang Malang.
D. Teknik Pengukuran dan Penetapan Skala
Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan skala Likert. Teknik skala pengukuran Likert termasuk pada skala pemeringkatan terperinci, yakni memiliki nomor atau uraian singkat yang terkait dengan masing-masing kategori. Kategori tersebut diurutkan menurut posisi skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok tentang fenomena sosial yang terjadi. Dengan skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel, kemudian indikator tersebut dijadikan tolak ukur untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan.
Jawaban yang diberikan responden dari setiap item instrumen dengan skala Likert ini mempunyai gradasi dari sangat tidak setuju sampai sangat setuju, yang berpa kata-kata dengan memberi skor pada
masing-masingnya. sehingga jawaban dari responden dibagi menjadi 5 tingkatan yaitu:
Tabel 3.2 Skala Likert
Jawaban Penilaian
Sangat Tidak Setuju 1
Tidak Setuju 2
Netral 3
Setuju 4
Sangat Setuju 5
Sumber: Malhotra (2005)
Penelitian ini menggunakan skala ordinal, menurut Sugiyono (2014) skala ordinal adalah skala pengukuran yang tidak hanya menyatakan kategori, tetapi juga menyatakan peringkat konstruk yang diukur.
E. Uji Instrumen Penelitian 1. Uji Validitas
Uji Validitas adalah pengujian yang berfungsi mengukur valid tidaknya suatu kuesioner. Kuesioner dikatakan valid dimana kuesioner tersebut mampu mengungkapkan sesuatu yang ingin diukur oleh kuesioner tersebut. Rumus dasar dari Uji Validitas adalah:
∑ √ ∑ ∑ ∑ ∑ Keterangan: = Koefisien korelasi N = Jumlah responden ∑ = Jumlah skor butir
∑ = Jumlah skor butir kuadrat ∑ = Skor total
∑ = Jumlah skor total kuadrat
Validitas kuesioner dapat diukur dengan cara melakukan korelasi antar skor butir pertanyaan dengan total skor kostruk atau variabel. Untuk menguji apakah masing-masing indikator valid atau tidak, dapat ditunjukkan melalui output Cronbach Alpha pada kolom Corrected Item – Total Correlation kemudian bandingkan nilai Corrected Item – Total Correlation dengan hasil perhitungan r tabel, jika r hitung lebih besar daripada r tabel dan nilai positif maka pertanyaan atau indikator tersebut dinyatakan valid (Ghozali, 2018).
Pengujian validitas instrumen kuisioner penelitian ini perlu dilakukan uji coba sebelum digunakan pada sampel dengan jumlah responden yang besar. Adapun hasil uji coba validitas instrumen ditunjukkan pada tabel berikut.
Tabel 3.3
Hasil Uji Validitas Instrumen
Item Tingkat Sig. r Hitung r Tabel Ket.
Corporate Reputation X1 Reputasi yang baik
0,05 0,525 0,3120 Valid X2 Mengagumkan 0,361 Valid X3 Terpercaya 0,610 Valid
X4 Bertugas sesuai identitas (Islam) 0,329 Valid
X5 Jasa berkualitas tinggi 0,724 Valid
X6 Tempat bekeja yang nyaman 0,501 Valid
Kepuasan M1 Senang terhadap pelayanan
0,05
0,655
0,3120
Valid
M2 Memberikan pujian 0,375 Valid
M3 Tidak pernah complain 0,542 Valid
M4 Pelayanan sesuai harapan 0,662 Valid
M5 Merasa senang memilih BRIS 0,605 Valid
M6 Memperoleh kesan baik 0,565 Valid
Loyalitas Y1 Repeat purchase 0,05 0,364 0,3120 Valid Y2 Retention 0,349 Valid Y3 Referalls 0,539 Valid
Y4 Menyampaikan hal positif 0,585 Valid
Y5 Yakin dengan kehandalan jasa 0,619 Valid
Y6 Memiliki hubungan kuat 0,415 Valid
Berdasarkan pada tabel 3.3, disimpulkan bahwa nilai r hitung seluruh instrumen yang dilakukan uji coba pada 40 responden lebih besar dari nilai r tabel. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa kuesioner penelitian ini adalah valid.
2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Kuesioner dapat dikatakan reliabel jika jawaban seseorang terhadap pernyataannya konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Pernyataan konsisten berarti masing-masing pertanyaan dijawab tidak boleh acak karena pertanyaan diukur dengan hal yang sama. Rumus dasar uji reliabilitas adalah:
( ) (
∑ ) Keterangan:
= Reabilitas Instrumen
k = Banyaknya butir pertanyaan ∑ = Jumlah varian butir
= Varian total
Pengujian reliabilitas ini dapat diukur dengan cara One Shot dimana hanya sekali pengambilan sampel kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain untuk mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan. Uji statistik Cronbach Alpha pada paket aplikasi SPSS dapat digunakan untuk menguji reliabilitas kuesioner. Variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,70 (Ghozali, 2018).
Tabel 3.4
Hasil Uji Reliabilitas Instrumen
Sumber: Data diolah, 2019
Pada tabel 3.4 ditunjukkan bahwa Cronbach Alpha seluruh instrumen dengan total 18 instrumen yang dilakukan uji coba pada 40 responden adalah lebih besar dari 0,70. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa instrumen pada kuesioner penelitian ini reliabel dan dapat dilanjutkan ke pengumpulan data berikutnya.
F. Uji Asumsi Klasik
Pengujian terhadap hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis jalur (path analysis) yang perlu dilakukan uji asumsi klasik berupa uji normalitas dan uji heteroskedastistas.
1. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam residual dari model regresi yang dibuat berdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah berdistribusi normal, dimana pengujian ini dapat dilakukan dengan menggunakan uji statistik nonparametric Kolmogorof – Smirnov (K-S) (Ghozali, 2018).
2. Uji Heteroskedastistas
Ghozali (2018) uji heteroskedastistas merupakan pengujian agar dapat mengetahui apakah model regresi yang akan digunakan
Variabel Cronbach Alpha Jumlah Item Keterangan Corporate Reputation 0,758 6 Reliabel Kepuasan 0,802 6 Loyalitas 0,740 6
layak dipakai dalam memperkirakan variabel terikat dipengaruhi variabel bebas. Adapun cara untuk mengetahui dalam pengujian ini dengan menggunakan cara uji glejser. Kriterianya yaitu sebagai berikut: 1) Jika nilai signifikansi < 0,05 maka terjadi heteroskedastisitas 2) Jika nilai signifikansi > 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
G. Teknik Analisis Data
1. Deskripsi Jawaban Responden
Skala pengukuran ordinal menggunakan skala likert dengan rentang nilai 1 sampai dengan 5 yang digunakan untuk menilai pernyataan dalam kuesioner yang kemudian diformulasikan ke dalam angka indeks dimulai dari angka 10 sampai dengan 100 dimana dalam distribusi frekuensi jawaban responden menggunakan nilai indeks proporsional. Kriteria interpretasi angka indeks dapat dilihat pada tabel 4.5 sebagai berikut.
Tabel 3.5
Kriteria Interpretasi Angka Indeks
No Nilai Indeks Interpretasi
1. 10 sampai dengan 40 Rendah 2. 40,01 sampai dengan 70 Sedang 3. 70,01 sampai dengan 100 Tinggi Sumber: Ferdinand, 2014
Berdasarkan tabel 3.5, angka indeks tersebut digunakan untuk mendeskripsikan jawaban responden yang mana nilai indeks ini memberikan gambaran deskripsi mengenai karakteristik responden dalam suatu penelitian. Nilai Indeks Variabel diperoleh dari hasil
perhitungan jumlah nilai indeks perindikator dengan formula sebagai berikut.
Nilai indeks dari indikator berasal dari perkalian antara skor penilaian responden dengan nilai persentase jumlah responden yang memilih setiap item pernyataan. Penelitian ini menggunakan rentang skor 1 sampai 5, dimana skor 1 menggambarkan “Sangat Tidak Setuju”, dan skor 5 mencerminkan “Sangat Setuju” dengan persamaan sebagai berikut.
Keterangan:
% frekuensi X, M, Y1 = Presentase responden yang memilih skor 1 pada indikator
% frekuensi X, M, Y5 = Presentase responden yang memilih skor 5 pada indikator
2. Path Analysis
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis jalur (path analysis) yang merupakan perluasan dari analisis regresi linier berganda dalam memperkirakan hubungan kausalitas antara variabel yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan teori. Langkah-langkah dalam menganalisis data menggunakan path analysis adalah sebagai berikut (Riduwan dan Kuncoro, 2008).
Nilai Indeks Variabel (NIV) = (Indeks Indikator 1) + (Indeks Indikator 2).. ... + (Indeks Indikator ke n) / n.
Nilai Indeks Indikator (NII) X, M, Y =
a. Merumuskan persamaan struktural. 1) Persamaan Sub-struktural 1 M = β1X + e 2) Persamaan Sub-struktural 2 Y = β1X + β2M + e Keterangan : Y = loyalitas nasabah X = corporate reputation M = kepuasan
β1,β2 = koefisien beta variabel
e = error
b. Menghitung koefisien jalur yang didasarkan pada koefisien beta. 1) Gambar diagram jalur dengan lengkap
1) Pengaruh langsung (direct effect)
- Pengaruh corporate reputation (X) terhadap loyalitas nasabah (Y)
Y = ρy2xX + ϵ2
- Pengaruh corporate reputation (X) terhadap kepuasan (M) M = ρy1xX + ϵ1
- Pengaruh kepuasan (M) terhadap loyalitas nasabah (Y) Y = ρy2y1X + ϵ2
2) Pengaruh tidak langsung (indirect effect)
- Pengaruh corporate reputation (X) terhadap loyalitas nasabah (Y) dengan kepuasan (M) sebagai variabel mediasi.
Y = (ρy1xX) x (ρy2y1M) + ϵ1
3) Pengaruh total (total effect)
- Total pengaruh corporate reputation terhadap loyalitas nasabah melalui kepuasan dirumuskan sebagai berikut:
Y = ρy2xX + (ρy1xX) x (ρy2y1M) + ϵ1
Keterangan :
Y = loyalitas nasabah
X = corporate reputation
M = kepuasan
ρy1x, ρy2x, ρy2y1 = koefisien garis regresi
ϵ1 (error1) = anak panah ϵ1 yang menunjukkan
jumlah kepuasan yang tidak dijelaskan oleh corporate reputation (ϵ1 = √1 –
R2)
ϵ2 (error2) = anak panah ϵ1 yang menunjukkan
jumlah varian loyalitas nasabah yang tidak dijelaskan oleh corporate reputation (ϵ1 = √1 – R2)
2) Melakukan perhitungan koefisien regresi berdasarkan pada koefisien beta.
Persamaan regresi ganda: Y = a + b1 x1 + b2 x2 + ɛ1
c. Menghitung koefisien jalur secara simultan atau keseluruhan.
Kaidah pengujian signifikansi dilakukan dengan program SPSS yakni, jika nilai probabilitas 0,05 lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau (0,05 ≤ Sig), maka Ho diterima dan Ha ditolak. Sedangkan jika nilai probabilitas 0,05 lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau (0,05 ≥ Sig), maka Ho ditolak dan Ha diterima.
d. Menghitung secara individual.
1) Apabila probabilitas signifikansi (Sig.) > 0,05 maka variabel independen tersebut tidak signifikan terhadap variabel dependen. 2) Apabila probabilitas signifikansi (Sig.) < 0,05 maka variabel
independen tersebut signifikan terhadap variabel dependen. e. Memaknai dan menyimpulkan.
3. Uji Sobel
Ghozali (2018) menjelaskan bahwa Uji Sobel dilakukan untuk menguji hipotesis mediasi. Caranya dengan meguji kekuatan pengaruh tidak langsung variabel X ke Y lewat M. Uji Sobel dapat di hitung dengan rumus sebagai berikut:
√
Untuk menguji signifikansi pengaruh tidak langsung, perlu adanya perhitungan nilai t dari koefisien ab dengan rumus sebagai berikut:
Jika nilai t hitung > nilai t tabel maka terjadi pengaruh mediasi. Uji Sobel memerlukan jumlah sampel yang besar, jika sampelnya kecil, pengujian Sobel ini menjadi kurang tepat.