• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM KEGIATAN DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN TAHUN 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PROGRAM KEGIATAN DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN TAHUN 2015"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

PROGRAM KEGIATAN

DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH

KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN

TAHUN 2015

disampaikan oleh :

Dra. Euis Saedah, M.Sc

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah pada acara Rapat Kerja Kementerian Perindustrian Tahun 2015

Jakarta, 5 Februari 2015

(2)

DASAR PELAKSANAAN KEGIATAN DITJEN IKM

1. UU NO 3 TAHUN 2014  PASAL 72  (TUJUAN PEMBERDAYAAN IKM )

2. NAWA CITA

3. VISI DAN  MISI PRESIDEN RI PERIODE 2014‐2019

1.IKM berdaya saing global

2.Berperan signifikan dalam penguatan struktur Industri Nasional

3.Berperan dalam pengentasan kemiskinan melalui perluasan kesempatan kerja; dan 4.Menghasilkan barang dan atau jasa industri untuk diekspor.

5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia;

6. Meningkatkan produktivitas  rakyat dan daya saing  di pasar internasional;

7. Mewujudkan kemandirian  ekonomi dengan  menggerakan  sektor‐sektor  strategis   ekonomi domestik;

Visi : “TERWUJUDNYA INDONESIA YANG BERDAULAT, MANDIRI, DAN BERKEPRIBADIAN BERLANDASKAN GOTONG‐ROYONG”

Misi :

1. Menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumberdaya maritim; 4. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju, dan sejahtera; 5. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing;

6. Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional;

DASAR PELAKSANAAN KEGIATAN DITJEN IKM

4. RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL (RPJMN) 2015 ‐ 2019 

1. melakukan Akselarasi pertumbuhan Industri Manufaktur melalui meningkatnya peran industri dalam  PDB serta bertambahnya industri skala menengah dan besar

2. menarik investasi dengan menyediakan infrastruktur industri terutama di luar Pulau Jawa berupa  WPPI, KPI, KI, dan SIKIM.  3. penumbuhan populasi industri dengan menambah paling tidak sekitar 9000 unit usaha industri  berskala menengah dan besar dimana 50% tumbuh di luar Pulau Jawa dan tumbuhnya industri kecil  sekitar 20.000 unit usaha 4. melakukan hilirisasi hasil pertanian dan perkebunan; hilirisasi berbasis migas; dan hilirisasi berbasis  mineral tambang dan batubara 5. menumbuhkan barang konsumsi kebutuhan dalam negeri yang utamanya industri padat tenaga kerja 6. memanfaatkan kesempatan dalam jaringan produksi global baik sebagai perusahaan subsidiary,  contract manufacturer, maupun sebagai independent supplier. 7. pembinaan Industri kecil dan Menengah agar dapat terintegrasi dengan rantai nilai industri pemegang  merek (OEM) dan dapat menjadi basis penumbuhan industri menengah dan besar 8. peningkatan daya saing dan produktivitas melalui peningkatan efisensi teknis, peningkatan  penguasaan IPTEK/inovasi, peningkatan penguasaan dan pelaksanaan pengembangan produk baru  (new product development) 9. Pembangunan faktor input(pembangunan kualitas SDM &peningkatan akses ke sumber pembiayaan)

(3)

DASAR PELAKSANAAN KEGIATAN DITJEN IKM

5. QUICK WIN

1. Re‐disain Road Map Industrialisasi sejalan dengan Trisakti dan Nawa Cita;

2. Hilirisasi hasil tambang ke produk jasa dan industri;

3. Hilirisasi produk‐produk pertanian menjadi produk agro industri;

4. Pembangunan 10 kawasan industri di luar pulau Jawa, melalui kerjasama Pemerintah dan swasta;

5. Expo dan pemberian penghargaan terhadap inovasi produk‐produk industri;

6. Kampanye sistematis dan kreatif untuk menumbuhkan apresiasi terhadap kegiatan industri dalam mendukung Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN); 7. Penguatan struktur industri melalui keterkaitan antara industri hulu (dasar), industri

intermediate dan industri hilir (light);

2009 2014 2024 2034

I. Unit IKM : ..3,4 juta Tenaga kerja : ..9,7 juta Nilai Ekspor : ..US $ 18,6 milyar Nilai Produksi: ..Rp 524,46 Triliun Nilai Tambah : ..Rp 220,19 Triliun II. 4 (Empat) Pilar Pendekatan Strategis

dalam rangka peningkatan Daya Saing: 1. Pengembangan Produk

2. Sentra 3. Restrukturisasi

4. Penumbuhan Wirausaha Baru (Pertumbuhan IKM)

III. Mandat: - UU No. 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian - Perpres No.28 Tahun 2008 : (5 Klaster IKM tertentu) - Inpres No.6 tahun 2009 (klaster fashion & Kerajinan)

MANDIRI  DAN  BRANDING CHAM‐ PION APBN O & M PDCA Kriteria: 1. Kompetensi sesuai standard 2. Bankable 3. Subkontrak IK < 10 unit Struktur: o Backward-forward linkage/network/ supply chain/value chain kuat – domestik & internasional o Regional Seimbang Muatan : oKreatifitas oInovasi oTeknologi oKnowledged-base o Basis Ekonomi nasional yang Kuat (Kontribusi terhadap PDB < 50 %)

AKSELERASI PEMBANGUNAN IKM

5 % 15 %

20 %

KOMPOSISI JUMLAH UNIT USAHA IKM TAHUN 2014

Jawa;  65,48% 34,52%

(4)

PENGEMBANGAN IKM TAHUN 2015

Industri Binaan IKM

1. Industri Pangan;

2. IndustriFarmasi,Kosmetik, dan Alat Kesehatan; 3. Industri Tekstil, Kulit, Alas

Kaki, dan Aneka; 4. Industri Alat Transportasi; 5. Industri Elektronika dan

Telematika/ICT; 6. Industri Pembangkit

Energi;

7. Industri Barang Modal, Komponen, Bahan Penolong, dan Jasa Industri;

8. Industri Hulu Agro; 9. Industri Logam Dasar dan

Bahan Galian Bukan Logam;

Program Pengembangan IKM

1. pemberian insentif kepada industri besar yang melibatkan IKM dalam rantai nilai industrinya 2. meningkatkan akses IKM terhadap pembiayaan,

termasuk fasilitasi pembentukan pembiayaan bersama (modal ventura) IKM.

3. mendorong tumbuhnya kekuatan bersama sehingga terbentuk kekuatan kolektif untuk menciptakan skala ekonomis melalui standardisasi,

procurementdan pemasaran bersama.

4. perlindungan dan fasilitasi terhadap inovasi baru dengan mempermudah pengurusan hak kekayaan intelektual bagi kreasi baru yang diciptakan IKM. 5. diseminasi informasi dan fasilitasi promosi dan

pemasaran di pasar domestik dan ekspor. 6. menghilangkan bias kebijakan yang menghambat

dan mengurangi daya saing industri kecil.

7. peningkatan kemampuan kelembagaan sentra IKM dan sentra industri kreatif, serta UPT, TPL, dan konsultan IKM;

8. kerjasama kelembagaan dengan lembaga pendidikan, dan lembaga penelitian dan pengembangan;

9. kerjasama kelembagaan dengan kamar dagang dan industri dan/atau asosiasi industri, serta asosiasi profesi; dan

10.pemberian fasilitas bagi IKM

Target Ditjen IKM di 2015

1. Pengembangan produk pada 248 IKM;

2. Bantuan bahan baku dan bahan penolong bagi 72 IKM;

3. Bantuan bimbingan teknis bagi 1.057 IKM;

4. Bentuan pencegahan pencemaran lingkungan bagi 10 IKM;

5. Penguatan Kelembagaan 130 sentra IKM;

6. Penyediaan kawasan yang mencemari lingkungan sebanyak 1 kawasan;

7. Penumbuhan 225 Industri Menengah;

8. Penumbuhan 2.000 Industri Kecil; 9. Bantuan mesin dan peralatan bagi

52 IKM;

10.Revitalisasi dan Pembangunan 18 UPT;

11.Penyediaan 120 TPL; 12.Penyediaan 71 Konsultan IKM ; 13.Fasilitasi HKI bagi 150 IKM; 14.Peningkatan SDM melalui

sertifikasi kompetensi bagi 65 IKM;

15.Fasilitasi pembiayaan pada 624 IKM;

16.Fasilitasi kemitraan bagi 18 IKM;

TARGET PENGEMBANGAN DITJEN IKM TAHUN 2015

No Target Wilayah I Wilayah II  Wilayah III Sekretariat BPIPI

1 Pengembangan Produk 100 IKM 120 IKM 100 IKM

2 Bantuan Bahan Baku & Bahan Penolong 24 IKM 24 IKM  24 IKM 100 IKM 3 Bantuan Bimbingan Teknis 358 IKM 807 IKM 400 IKM 120 IKM 3 IKM 4 Bantuan Pencegahan Pencemaran Lingkungan 20 IKM 10 IKM

5 Penguatan Kelembagaan 50 IKM 60 IKM 20 IKM 6 Penyediaan Kawasan yang mencemari

Lingkungan

7 Penumbuhan Industri Menengah 60 orang 125 orang 40 orang 20 orang 8 Penumbuhan Industri Kecil 600 orang 1000 orang 400 orang 200 orang 9 Bantuan Mesin dan Peralatan 20 IKM 20 IKM 12 IKM

10 Revitalisasi dan Pembangunan UPT 10 UPT 2 UPT 6 UPT

11 TPL 120 TPL

12 Konsultan IKM 71 IKM

13 Fasilitasi HKI 150 IKM

14 Peningkatan SDM melalui sertifikasi kompetensi 20 IKM 25 IKM  20 IKM 30 IKM

15 Fasilitasi Pembiayaan 624 IKM

(5)

PROGRAM UTAMA DITJEN IKM TAHUN 2015

PROGRAM UTAMA

DIREKTORAT JENDERAL IKM TAHUN 2015

• Pengembangan produk IKM merupakan upaya yang dilakukan

pemerintah untuk melakukan pembinaan terhadap IKM dalam mendesain, mengembangkan dan meluncurkan sebuah produk yang berdaya saing di pasar dalam dan luar negeri melalui fasilitasi-fasilitasi baik terhadap SDM IKM nya maupun pada produk yang dihasilkan.

Fasilitasi

Pengembangan

Produk IKM

• Sentra merupakan suatu wilayah/kawasan tertentu, tempat

sekelompok perusahaan IKM yang menghasilkan produk sejenis, menggunakan bahan baku sejenis atau melakukan proses

pengerjaannya sama yang dapat diperkuat melalui pengembangan kemampuan SDM, pengembangan teknologi, perluasan informasi dan pengembangan pasar sentra.

Fasilitasi

Peningkatan

Kemampuan

Sentra

• Kegiatan Pengembangan Kewirausahaan dimaksudkan untuk

menumbuhkan dan mengembangkan wirausaha – wirausaha IKM baru dalam mengisi ketidak seimbangan antara Jawa dan Luar Jawa serta memperkuat kemampuan wirausaha IKM agar menjadi wirausaha yang mandiri dan profesional

Fasilitasi

Pembangunan 

Wirausaha

Industri

(6)

PROGRAM UTAMA (LANJUTAN)

DIREKTORAT JENDERAL IKM TAHUN 2015

• Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM

• Penggantian dan atau penambahan mesin/peralatan yang lebih maju,

effisien dan produktif untuk menghasilkan produk bermutu

Fasilitasi Bantuan Mesin dan Peralatan

IKM

• Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian No. 142/M-IND/PER/10/2009

tentang Pedoman pengelolaan UPT IKM, Unit Pelayanan Teknis (UPT) IKM adalah suatu unit kerja yang dikelola secara profesional dengan prinsip nirlaba yang mempunyai tugas dan fungsi memberikan pelayanan kepada perusahaan atau pelaku IKM dalam rangka pembinaan dan pengembangan IKM, termasuk pencetakan pelaku usaha atau wirausaha baru.

Fasilitasi Peningkatan Kemampuan UPT

• Siklus akhir dari Industri kecil dan Industri menengah (yang berdaya saing,

berperan signifikan dalam penguatan struktur Industri nasional, berperan dalam pengentasan kemiskinan melalui perluasan kesempatan kerja; dan menghasilkan barang dan/atau Jasa Industri untuk diekspor) adalah menyampaikan penawaran kepada target market (dalam dan luar negeri) sehingga terjadi penjualan yang berkesinambungan (profitable bagi penjual dan pembeli). Fasilitasi Bantuan  Informasi Pasar,  Pendampingan,  Promosi dan Pameran  IKM

(7)

1. Hilirisasi produk-produk pertanian menjadi produk agroindustri skala kecil dan menengah

2. Hilirisasi Hasil Tambang ke produk dan jasa industri skala kecil dan menengah

3. Expo&pemberian penghargaan terhadap inovasi produk industri skala kecil & menengah

PROGRAM QUICK WIN

DIREKTORAT JENDERAL IKM TAHUN 2015

Kegiatan pengembangan produk pertanian melalui pelatihan, pendampingan dan bantuan start up capital yang difokuskan pada IKM Furniture Rotan dan Kayu, IKM Pengolahan Kelapa Sawit, IKM Pengolahan Kopi Spesial, IKM Pengolahan Kakao dan IKM Pengolahan Rumput Laut

Kegiatan pengembangan produk hasil tambang melalui pelatihan, pendampingan dan bantuan start up capital yang difokuskan pada IKM Pengecoran Tembaga, IKM Alsintan, Komponen Otomotif dan Kapal berbasis Besi, IKM Kapal dan komponen kapal berbasis aluminium dan IKM Komponen Otomotif dan Alat Rumah Tangga berbasis nikel/stainless steel

Kegiatan Expo&pemberian penghargaan terhadap inovasi produk industri skala kecil & menengah melalui partisipasi pameran di dalam dan luar negeri dan pengembangan Bali Creative Industry Innovation Center (BCIC).

(8)

1. BALAI PENGEMBANGAN INDUSTRI PERSEPATUAN

INDONESIA (BPIPI)

BPIPI merupakan Balai dibawah struktur Ditjen IKM dengan Fungsi :

• Memberikan pelayanan pendidikan dan pelatihan

• Memberikan bantuan konsultasi teknis dan manajemen • Mengembangkan pusat desain persepatuan

• Memberikan informasi teknologi dan promosi persepatuan • Memberikan pelayanan pengujian mutu / sertifikasi

PERAN BPIPI dalam sasaran persepatuan nasional :

• Pembenahan pada sisi manajemen, efisiensi proses produksi, mutu dan desain produk persepatuan nasional melalui 5 (lima) misi utama yaitu, Pelatihan, Konsultasi, R&D, Akses Pasar, Laboratorium Uji Produk & Sertifikasi

• Meningkatkan kualitas SDM persepatuan nasional melalui program pendidikan dan pelatihan yang berorientasi pada kebutuan industri

• Pembenahan pada sisi pemasaran dan daya saing industri persepatuan nasional. • Sebagai pusat pelayanan keprofesian industri persepatuan nasional yang meliputi,

Sertifikasi Profesi Industri dan Sertifikasi & Uji Produk

• Mengembalikan citra industri persepatuan yang pernah berjaya sebagai penyumbang devisa negara no.3 tahun 1992, penyerapan tenaga kerja.

• Program

TPL

telah

berjalan selama 8 tahun

mencetak

sebanyak

2.513 orang TPL-IKM

• Sebanyak 1.056 orang

TPL-IKM telah selesai

menjalani masa kontrak

kerja

NO ANGKATAN JUMLAH (ORG) PERIODE KONTRAK KERJA 1 2007* 475 Selesai Kontrak 2012 2 2008* 294 Selesai Kontrak 2013 3 2009* 287 Selesai Kontrak 2014 4 2010** 298 Januari 2014 s/d Desember2015 5 2011** 295 Januari 2015 s/d Desember2016 6 2012*** 297 Januari 2016 s/d Desember2017 7 2013*** 297 Januari 2017 s/d Desember2018 8 2014*** 270 Januari 2018 s/d Desember2019 TOTAL 2513

2. TPL-IKM PROGRAM BEASISWA

‘* : Selesai Kontrak ‘** : Masa Kontrak ‘*** : Masa Kuliah

(9)

3. STANDARDISASI

1.

RSNI 

2.

RSKKNI

3.

Fasilitasi SNI

4.

Fasilitasi SKKNI

5.

Fasilitasi SVLK

6.

Fasilitasi GMP

7.

Fasilitasi HACCP

8.

Fasilitasi Halal

9.

Fasilitasi ISO

10. Fasilitasi Barcode

11. Fasilitasi HKI (Merek, Paten, Cipta, Desain Industri, GI)

12. Fasilitasi Batik Mark

Fasilitasi HKI (Hak Kekayaan Intelektual) Ditjen IKM

Fasilitasi Merek dan Kemasan Ditjen IKM

No Pendaftaran HKI Tahun  2009 Tahun  2010 Tahun  2011 Tahun  2012 Tahun 2013 Tahun  2014 1. Hak Cipta 38 26 23 2 15 ‐ 2. Desain Industri 13 3 5 2 3 ‐ 3.  Paten 4 ‐ ‐ ‐ 1 ‐ No Tahun  2009 Tahun  2010 Tahun  2011 Tahun 2012 Tahun  2013 Tahun  2014 1. Merek 381 446 478 444 490 477 2. Kemasan 381 446 478 444 490 318

(10)

5. FASILITASI PEMBIAYAAN IKM MELALUI PROGRAM KUR

Realisasi Penyaluran KUR

2008 – Nov 2014 (Rp juta)

0 5.000.000 10.000.000 15.000.000 20.000.000 25.000.000 30.000.000 35.000.000 40.000.000 45.000.000 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Jan ‐ Nov 2014 12.624.185 4.565.130 17.228.633 29.003.120 33.471.374 41.656.948 36.619.448 Total KUR Yang Disalurkan Total KUR Yang Disalurkan 0 200.000 400.000 600.000 800.000 1.000.000 1.200.000 1.400.000 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Jan ‐ Nov 2014 247.032 146.659 405.761 783.680 982.336 1.269.077 1.075.582 Industri Pengolahan Industri Pengolahan

6. KERJASAMA PENGEMBANGAN & PENDAMPINGAN PRODUK IKM

‐ Design Development Organization (DDO) Tahun 2003 – 2014

sebanyak 513 Prototype yang dihasilkan

‐ Penumbuhan WUB melalui Kerjasama dengan Lembaga

Pendidikan Keagamaan Tahun 2013‐2014 di 4 Pondok

Pesantren dengan jumlah peserta 70 orang

‐ Kerjasama Pembinaan Industri Lokal Kerjasama dengan JICA

(SMIDEP) :

1. Fase I di 1 Provinsi dengan 4 Komoditi

2. Fase II di 3 Provinsi dengan 4 Komoditi

3. Fase III di 2 Provinsi dengan 2 Komoditi

‐ Kerjasama Pembinaan Pemasaran Produk IKM untuk Export

dengan CBI Belanda sebanyak 24 IKM (Kerajinan Kayu dan

Dekorasi, Metal Engineering dan Food Ingridient)

(11)

7. DESA INDUSTRI MANDIRI (DIM)

Maksud Kegiatan:

Pengembangan Industri Penghasil Pupuk/Nutrisi

Organik Cair (POC/NOC) Marolis sehingga dapat

memberikan nilai tambah kepada masyarakat,  pelaku IKM, para petani/peternak sebagai bagian

dari program peningkatan ekonomi kerakyatan berbasis industri kecil.

KEGIATAN YANG TELAH DILAKSANAKAN  :

• Pembentukan Inkubator Wirausaha IKM Berbasis

Bioteknologi

• Pelatihan Inkubator Wirausaha IKM Berbasis Bioteknologi

• Pendirian Rumah Produksi Pupuk Organik Cair • Fasilitasi Sarana Produksi Inkubator Wirausaha

IKM Berbasis Bioteknologi

• Sosialisasi Pengembangan dan Penggunaan

Produk POC

• Kerjasama Penelitian Efektivitas Pupuk Organik Cair

PENGEMBANGAN INKUBATOR  WIRAUSAHA IKM BERBASIS 

BIOTEKNOLOGI  (PUPUK ORGANIK CAIR)

1. Riset dan Pengembangan Produk, Pengujian, Pengembangan Teknologi,

Pembuatan Purwarupa, Penciptaan nilai tambah, kolaborasi, kerjasama, dan Pengembangan Hak Kekayaan Intelektual

2. Program pembinaan sertifikasi, Kursus, Pelatihan, Workshop, bimbingan, Klinik, Magang, pendampingan, dan Studi Banding

3. Pembangunan Jejaring Kreatif nasional dan Internasional, direktori pelaku kreatif, keanggotaan organisasi profesi internasional, pengembangan usaha dan pasar, program promosi, Branding, Pameran, kompetisi, dan virtual market place,

4. Pengembangan bisnis dan teknologi dan konten digital, on surface, on

screen, multimedia dan animasi.

5. Pengembangan inkubasi dan wirausaha kreatif, IKM kreatif, in wall - out wall atau online : Perencanaan bisnis, Legal formal, pembiayaan, manajemen operasional, produksi & SDM, pemasaran dan pengembangan usaha

8. PROGRAM AKSI

BALI CREATIVE INDUSTRY INNOVATION CENTER

(BCIC)

(12)

Melestarikan kekayaan

budaya Indonesia melalui

serat dan warna alam

untuk tekstil di Indonesia 

9. SWARNA FESTIVAL

Pelatihan Warna Alam Pemetaan Warna Alam Kompetisi disain Tenun & Serat warna alam & Batik  warna alam Pameran produk warna alam

10. FASILITASI PROMOSI DAN PEMASARAN      

BRANDING PRODUK IKM DI DOHA, QATAR

sarana/wadah promosi dan publikasi produk IKM Indonesia meningkatkan kemampuan SDM IKM terhadap aspek standar desain, kualitas dan trend  pasar internasional menciptakan IKM berdaya saing global melalui peningkatan nilai tambah produk IKM di  pasar luar negeri khususnya Qatar memperluas akses pasar luar negeri dan meningkatkan ekspor Indonesia

(13)

10. FASILITASI PROMOSI DAN PEMASARAN      

BRANDING PRODUK IKM DI DOHA, QATAR (LANJUTAN)

IKM

• Home furnishing • Home decor

Kemenperin

‐ Archi

• Kurasi produk • Pendampingan desain • Pengiriman produk • Promosi • Penjualan produk

Qatar

• PDB per kapita  menduduki nomor 2  tertinggi di dunia • Jumlah penduduk 2  juta orang (lokal hanya 15%) • Karakteristik:  konsumtif, brand  minded • Mega proyek &  infrastruktur : hotel,  apartemen,  mall,  stadion

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Skripsi yang berjudul “ EVALUASI PENYELENGGARAAN PROGRAM PRAKTIK KERJA INDUSTRI SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DI SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERHUBUNGAN TAHUN 2012

Penelitian ini akan membahas tentang proses pemilihan perusahaan skala menengah untuk pilot project implementasi industri hijau Kota Surabaya menggunakan beberapa

LAKIP Direktorat Jenderal IUBTT Tahun 2015 29 melalui Indikator Kinerja Utama: Nilai investasi di sektor industri unggulan berbasis teknologi tinggi dengan

Pengembangan Perwilayahan Industri di luar Pulau Jawa: (a) Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri terutama yang berada dalam Koridor ekonomi; (b) Kawasan Peruntukan Industri; (c)

Bagi kabupaten/kota yang tidak memungkinkan dibangun kawasan industri karena tidak layak secara teknis dan ekonomis, maka pembangunan industri dilakukan melalui pengembangan Sentra

Jumlah Dokumen Prosiding Kegiatan Pembinaan IK KPK dalam Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah; Jumlah Peserta. Pelaku IKM

Meningkatnya pertumbuhan industri permesinan dan alat mesin pertanian, (2) Meningkatnya penguasaan pasar dalam dan luar negeri, (3) Meningkatnya investasi di

(6) Melakukan kampanye atas negative campaign terhadap komoditi industri agro melalui penyusunan Buku Putih dan sosialisasi di media cetak dan media elektronika. Indikator