• Tidak ada hasil yang ditemukan

SAP LSE SAP Bahasa Indonesia I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "SAP LSE SAP Bahasa Indonesia I"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

S I L A B U S

Kode Mata Kuliah

Mata Kuliah Bahasa Indonesia 1

Semester Gasal

Jumlah SKS 2 SKS

Deskripsi Mata kuliah ini bertujuan memperdalam apresiasi mahasiswa terhadap karya sastra, khususnya puisi dan prosa (cerpen) dan melatih kemampuan menulis mereka melalui kegiatan mengapresiasi karya sastra tersebut dengan menggunakan bahasa Indonesia. Dalam matakuliah ini mahasiswa dilatih juga mengekspresikan perasaan dan gagasan mereka dalam bentuk puisi dan cerita pendek. Di samping itu, mahasiswa juga dilatih menulis ulasan ringan mengenai karya sastra yang dibaca serta mengomposisi pikiran dalam tulisan singkat mengenai karya sastra yang dibaca.

Pengelola Liberal Arts Center

Dosen Pengampu Frans Asisi Datang, S.S. M. Hum., Sunu Wasono, S.S., M.Hum

Minggu

ke- Pokok Bahasan Subpokok bahasan

1 Pengantar  Mengenali jenis tulisan dan jenis karya sastra

 Mendiskusikan unsur-unsur pembangun puisi

2 Puisi  Mendiskusikan bait, diksi, rima, citraan, dan sikap serta nada (tone)

 Mendiskusikan puisi Chairil Anwar

3 Puisi  Mendiskusikan gaya bahasa (majas) dalam

 Mendiskusikan puisi-puisi WS Rendra 4 Puisi  Mendiskusikan tema (ide sentral) puisi

 Mendiskusikan puisi-puisi Taufiq Ismail 5 Puisi  Mendiskusikan tipografi puisi (Cth.

“Gumamku, ya Allah” WS Rendra)

 Mendiskusikan puisi Sapardi dan kawan-kawan

6 UTS 

7 Cerita Pendek (cerpen)  Mendiskusikan unsur pembentuk cerpen

 Mendiskusikan cerpen “Kado Istimewa” atau “Paduan Suara” karya Jujur Prananto

8 Cerpen  Mendiskusikan tokoh, latar, alur, dan sudut pandang cerpen

 Mendiskusikan cerpen “Tembok Puri” Putu Gede Soethama atau “Karena Siang Terlalu Panas” SN Ratna

9 Cerpen  Mendiskusikan bahasa, tema, dan amanat cerpen

 Membaca cerpen berkelompok: “Robohnya Surau Kami” atau “Marah yang Marasai” (A.A. Navis)

10 Cerpen  Mendiskusikan konteks sosial cerpen: “Gerobak itu Berhenti di Muka Rumah” Kuntowijaya atau “Kurir” Toha Mohtar

(2)

12 UAS

Penilaian (Evaluasi)

 UTS = 20%

 UAS = 30%

 Tugas = 20%

 Tugas Akhir = 20% (membuat film pendek secara berkelompok berdasarkan sebuah cerpen pilihan)

 Kehadiran = 10%

DAFTAR KARYA SASTRA UNTUK KULIAH BAHASA INDONESIA 1 DI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA

A. PUISI

 Chairil Anwar: “Aku”

“Sia-sia” “Tak Sepadan” “Diponegoro” “Penghidupan” “Doa”

“Kepada Kawan” “1948”

“Derai-derai Cemara”  WS Rendra:

“Sajak Orang Kepanasan” “Gumamku, ya Allah” “Tuhan, Aku Cinta pada-Mu” “Blues untuk Bonnie” “Rumah Pak Karto” “Sawojajar 5, Yogyakarta”

“Surat kepada Bunda tentang Calon Mertuanya” “Ballada Terbunuhnya Atmo Karpo”

“Perempuan yang Cemburu” “Jalan Bogor-Jasinga”  Taufiq Ismail:

“Kembalikan Indonesia Padaku” “Tentang Sersan Nurcholis” “Buku Tamu Museum Perjuangan” “Dharma Wanita”

“Lonceng Tinju”

“Pelajaran Tatabahasa dan Mengarang” “Yang Menetes yang Meleleh”

“Pegawai Negeri”

“Seorang Tukang Rambutan pada Istrinya” “Benteng”

 Sapardi Djoko Damono, Ajip Rosidi, Sutardji CB, Zawawi Imron, Abdul Hadi WM, Remy Silado

(3)

“Pertanyaan Kerikil yang Goblok” “Sehabis Mengantar Jenazah” “Iklan”

“Tuhan, Kita Begitu Dekat” “Jante Arkidam”

“Mesin Kawin” “Tapi”

“Ibu”

“Kesetiakawanan Asia-Afrika”

B. CERPEN

 “Kado Istimewa” (Jujur Prananto)  “Paduan Suara” (Jujur Prananto)  “Tembok Puri” (Putu Gede Soethama)  “Karena Siang Terlalu Panas” (SN Ratmana)  “Robohnya Surau Kami” (A.A. Navis)  “Marah yang Marasai” (A.A. Navis)

 “Gerobak itu Berhenti di Muka Rumah” (Kuntowijoyo)  “Kurir” (Toha Mohtar)

 “Sersan Wolters” (Toha Mohtar)

Referensi

Dokumen terkait

yang kecil yang kemudian diartikan sebagai cerita pendek dalam bentuk prosa. Diantara genre utama karya sastra, yaitu puisi, prosa dan drama, genre. prosalah, khususnya novel,

Dari hasil analisis dan deskripsi terhadap karya fiksi Using, baik menyangkut sastra lisan maupun sastra modern, baik dalam konteks ragam prosa maupun puisi dapat ditarik

- Mengetahui pemahaman mahasiswa tentang karya tulis ilmiah yang sudah mereka baca - Melatih mahasiswa untuk menyampaikan gagasannya yang berupa hasil review dalam. bentuk

Mengingat masih terbatasnya karya sastra Indonesia yang sudah diterbitkan, perlu diidentifikasi kembali karya sastra (novel, cerpen, puisi, drama, bahkan film)

Di dalam sastra drama tidak ada pencerita seperti yang ada pada karya sastra yang lainnya (prosa dan puisi). Oleh karena itu, keseluruhan cerita diungkapkan melalui dialog-dialog

Membaca dan mema-hami berbagai ragam wacana tulis (artikel, berita, opini/ tajuk, tabel, bagan, grafik, peta, denah), berbagai karya sastra berbentuk puisi, cerpen, novel, dan

Inilah ciri struktur estetik dari karya sastra puisi dan prosa Angkatan 45, yang membuat karya sastra Angkatan 45 menjadi karya sastra yang fenomenal dalam sejarah sastra

Apabila Kajian Puisi lebih menekankan pada penguasaan berbagai pendekatan kajian puisi, maka mata kuliah Apresiasi Puisi lebih menitikberatkan pada peningkatan kemampuan