KETENAGKERJAAN DAERAH DAN KESEJAHTERAAN
69
Pangsa Tenaga Kerja per Sektor (%)
Pertanian, 57.95% Lainnya*,
1.18% Angkutan,
5.27%
Jasa, 10.90%
Perdagangan , 14.89%
Bangunan,
3.40% Industri,
6.42%
Boks. 2
Elastisitas Tenaga Kerja Di Sulawesi Tenggara
Berdasarkan data BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, sebagian besar penduduk Sulawesi Tenggara
bekerja di sektor pertanian. Jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian sampai dengan bulan
Februari 2008 tercatat sebanyak 524.491 orang atau mencapai 57,95% dari total angkatan kerja di
Sulawesi Tenggara. Selain bekerja di sektor pertanian, penduduk Sulawesi Tenggara sebagian bekerja
pada sektor perdagangan dan jasa-jasa yang masing-masing memiliki pangsa sebesar 14,89% dan
10,90% terhadap total angkatan kerja.
Berdasarkan pertumbuhannya, jumlah penduduk yang bekerja pada sektor industri
menunjukkan pertumbuhan paling tinggi sebesar 7,07% dibandingkan bulan Agustus 2007
sedangkan jumlah penduduk yang bekerja pada sektor pertanian dan sektor perdagangan
masing-masing tumbuh sebesar 2,41% dan 5,71%. Sementara disisi lain, jumlah penduduk yang bekerja di
sektor jasa mangalami penurunan sebesar -3,70%.
KETENAGKERJAAN DAERAH DAN KESEJAHTERAAN
70
Tenaga Kerja per Sektor Di Sulawesi Tenggara
2007 Lapangan Pekerjaan
Utama Utama
Februari Agustus
2008 Februari
Pertumbuhan Thd Agustus
2007
Pertanian 556,416 512,140
524,491 2.41
Industri 58,024 54,233
58,067 7.07
Bangunan 30,490 33,675
30,741 -8.71
Perdagangan 125,102 127,469
134,752 5.71
Angkutan 49,026 48,663
Sumber: Data BPS Prov. Sulawesi Tenggara diolah
Sementara itu, kinerja perekonomian Sulawesi Tenggara pada tahun 2008 meskipun cenderung
mengalami perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya namun diperkirakan masih cukup baik
dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir dimana rata-rata pertumbuhan tahun
2002-2007 adalah 7,25% sedangkan pertumbuhan triwulan I-2008 sebesar 7,78% (y.o.y).
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Tenggara 2002-2007
Sektor 2002 2003 2004 2005 2006 2007
Pertanian 7.26 5.16 7.16 6.91 4.57 3.96 Pertambangan 18.67 35.75 1.00 8.75 -5.69 23.19 Industri -2.05 4.39 3.27 3.05 30.59 9.90 Listrik, Gas dan
Air 7.70 10.18 24.14 17.86 7.61 6.49
Bangunan 6.06 4.30 6.40 7.25 8.83 8.02 Perdagangan 6.71 4.03 6.49 8.98 4.69 8.63 Angkutan 11.26 10.37 10.88 9.40 9.16 9.75 Keuangan 9.97 22.09 16.94 8.80 21.47 16.69 Jasa-jasa 4.20 4.07 4.09 6.15 6.61 6.61
PDRB 6.67 7.18 6.69 7.31 7.68 7.98
1
) Lainnya: Tenaga kerja di sektor keuangan, listrik, dan pertambangan
KETENAGKERJAAN DAERAH DAN KESEJAHTERAAN
71
Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi menjadi hal yang positif dalam rangka menurunkan
tingkat pengangguran diwilayah Sulawesi Tenggara. Hal ini antara lain tercermin pada elastisitas
tenaga kerja yang berdasarkan data pada awal tahun memiliki angka elastisitas tenaga kerja sebesar
0,15% yang berarti bahwa setiap kenaikan 1% pertumbuhan ekonomi dapat meningkatkan
pertumbuhan tenaga kerja sebesar 0,15%. Secara sektoral angka elastisitas tenaga kerja adalah
sebagai berikut:
Elastisitas Tenaga Kerja per Sektor
Sektor Pertumbuhan
Tenaga Kerja
Pertumbuhan PDRB Tw I-2008
(y.o.y)
Elastisitas
Pertanian 2.41 6.33 0.38
Industri 7.07 2.34 3.02
Bangunan -8.71 16.64 -0.52
Perdagangan 5.71 5.02 1.14
Angkutan -2.01 14.37 -0.14
Jasa -3.70 2.88 -1.28
Lainnya* -33.01 17.15 -1.92
Total 1.17 7.78 0.15
Berdasarkan sektor ekonominya, elastisitas tenaga kerja terbesar terjadi pada sektor industri
yaitu 3,02% yang berarti setiap kenaikan 1% pertumbuhan di sektor industri akan mendorong
peningkatan pertumbuhan tenaga kerja di sektor industri sebesar 3,02%. Kondisi ini mencerminkan
bahwa secara umum pengembangan sektor industri di Sulawesi Tenggara akan mampu menyerap
tenaga kerja yang cukup besar. Namun demikian, berbagai upaya kiranya perlu dilakukan oleh
pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan daya saing daerah-daerah di Sulawesi Tenggara
melalui berbagai kebijakan yang kondusif sehingga dapat menarik lebih banyak investor untuk
menanamkan investasi di Sulawesi Tenggara. Peningkatan investasi akan mendorong pertumbuhan
ekonomi yang lebih baik yang pada akhirnya mampu meningkatkan jumlah lapangan kerja yang