• Tidak ada hasil yang ditemukan

RAPAT PIMPINAN NASIONAL PERKUMPULAN ADVOKAT INDONESIA 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RAPAT PIMPINAN NASIONAL PERKUMPULAN ADVOKAT INDONESIA 2016"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

 

KEPUTUSAN RAPIMNAS DAN RAKERNAS

PERKUMPULAN ADVOKAT INDONESIA (PERADIN) 2016

Nomor : 01/RAPIMNAS.RAKERNAS/PERADIN/IX/2016

tentang

TERTIB ORGANISASI DAN ADMINISTRASI DALAM RANGKA PENEGAKAN DISIPLIN DAN PROFESIONALITAS ADVOKAT PERADIN

RAPAT PIMPINAN NASIONAL PERKUMPULAN ADVOKAT INDONESIA 2016

Menimbang  :  a. Bahwa Kewenangan yang diberikan oleh Konstitusi Anggaran Dasar PERKUMPULAN ADVOKAT INDONESIA yaitu DPP PERADIN dapat menetapkan hal – hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, Pasal 46 Ayat 2. 

b. Bahwa dalam rangka Tertib Organisasi dan Administrasi PERKUMPULAN ADVOKAT INDONESIA, perlu ditetapkan Ketentuan atau Peraturan Organisasi kepada seluruh jajaran Pengurus DPP PERADIN dan Korwil PERADIN, DPC PERADIN dan Anggota PERADIN di semua tingkatan dalam lingkup Internal dan Eksternal PERADIN. 

c. Surat DPP PERADIN Nomor : 004/DPP.PERADIN/II/2016 tanggal 24 Pebruari 2016 Tentang Tertib Organisasi dan Administrasi PERADIN 

d. Bahwa untuk hal tersebut dipandang perlu menetapkan aturan tentang Tertib Organisasi dan Administrasi Dalam Rangka Penegakan Disiplin dan Profesionalisme PERKUMPULAN ADVOKAT INDONESIA, pada RAPIMNAS PERADIN 2016. 

Mengingat  1. Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat

2. Undang – Undang Nomor 16 Tahun 2011 Tentang Bantuan Hukum 3. Peraturan Pemerintah Nomor 83 Tahun 2008 Tentang Persyaratan dan

Tata Cara Pemberian Bantuan Hukum Secara Cuma-Cuma.

4. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2013 Tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Bantuan Hukum dan Penyaluran Dana Bantuan Hukum 5. Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Program Umum PERADIN 6. Hasil Kongres Luas Biasa Tahun 2014 PERADIN di Jakarta.

7. Surat Keputusan DPP PERADIN Nomor : 07/SK-DPP/VIII/2016/DPP tanggal 09 Agustus 2016 tentang Penyelenggaraan RAPIMNAS/RAKERNAS dan

(2)

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN RAPAT PIMPINAN NASIONAL PERKUMPULAN ADVOKAT INDONESIA 2016 TENTANG TERTIB ORGANISASI DAN ADMINISTRASI DALAM RANGKA PENEGAKAN DISIPLIN DAN PROFESIONALISME ADVOKAT PERADIN.

Pasal 1

Tertib Organisasi dan Administrasi dalam Rangka Penegakan Disiplin dan Profesionalisme merupakan ketaatan terhadap tata aturan, sistem nilai dan norma yang berlaku, baik yang tersurat maupun tersirat, yang wajib ditaati dan dijalankan Pengurus dan Anggota PERADIN.

Pasal 2

Setiap Pengurus, dan Anggota PERADIN, melaksanakan Tertib Organisasi dan Administrasi sebagai Penegakan Disiplin dan Profesionalisme PERADIN sebagai organisasi Advokat tertua di Indonesia, sesuai dengan Konstitusi Organisasi dan Regulasi Advokat.

Pasal 3

Pengurus dan Anggota PERADIN dalam melaksanakan kegiatan Profesi Advokat wajib memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan DPP PERADIN dan Undang – Undang yang berlaku, supaya Tertib Organisasi dan Administrasi untuk Penegakan Disiplin dan Profesionalisme Advokat PERADIN.

Pasal 4

(1) Setiap Anggota PERADIN adalah anggota POSBAKUMADIN dan oleh karenanya harus memiliki Kartu Advokat PERADIN dan Kartu Anggota POSBAKUMADIN.

(2) Setiap Anggota PERADIN harus mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PERADIN, serta Peraturan - Peraturan Organisasi PERADIN.

(3) Setiap Anggota PERADIN wajibmentaati Tertib Organisasi dan Administrasi (TOGA) PERADIN Pasal 5

(1) Setiap anggota PERADIN wajib menangani Perkara Prodeo dan Probono setiap tahun sebanyak 4 (empat) perkara pada POSBAKUMADIN sebagai pemenuhan kewajiban pembayaran Iuran Tahunan, kepada Anggota PERADIN tersebut Kartu Tanda Anggota diberikan gratis.

(2) Bagi anggota PERADIN yang tidak menangani perkara sebagaimana pada ayat 1 (satu) diatas maka anggota PERADIN tersebut dikenakan denda sebesar Rp.2.000.000,- (Dua Juta Rupiah).

Pasal 6

(1) PERADIN telah mendirikan Lembaga Konsenterasi OBH (Organisasi Bantuan Hukum) dengan nama POSBAKUMADIN (Pos Bantuan Hukum Advokat Indonesia) sebagai Implementasi Pasal- 22 Undang-undang Advokat Nomor 18 Tahun 2003

(2) Anggota PERADIN dillarang mendirikan Organisasi Bantuan Hukum (OBH) dan menjadi anggota pada Organisasi Bantuan Hukum lain-Nya, selain POSBAKUMADIN

(3) Bagi anggota PERADIN yang mendirikan Organisasi Bantuan Hukum dan/atau aktif pada Organisasi Bantuan Hukum selain dari POSBAKUMADIN maka Pengurus PERADIN memberhentikannya sebagai Advokat.

Pasal 7

Dalam rangka pemenuhan syarat-syarat menjadi Advokat, dan atau melakukan tindakan-tindakan hukum untuk mewujudkan ”PERADIN SEBAGAI PILAR PENEGAK HUKUM,” khusus yang berkaitan dengan Kartu Tanda Anggota, Pendidikan Advokat, Pengambilan Sumpah dan lain-lain sesuai Undang-Undang dan Peraturan PERADIN, diberi kewenangan penuh kepada DPP PERADIN untuk mengeluarkan Surat Keputusan atau Edaran yang berkaitan dengan Tertib Organisasi dan Administrasi untuk Penegakan Disiplin dan Profesionalisme Advokat PERADIN, dan wajib ditaati segenap Pengurus dan Anggota PERADIN.

(3)

Untuk meningkatkan kemampuan Profesionalisme Advokat sebagai “Officium Nobile” antara lain memberikan bantuan hukum cuma-cuma bagi masyarakat pencari keadilan yang tidak mampu, maka Pengurus PERADIN menegaskan, bahwasanya POSBAKUMADIN merupakan Candradimuka sebagai lembaga pemberi bantuan hukum, oleh karena itu :

a. Setiap anggota PERADIN mutatis/mutandis anggota POSBAKUMADIN

b. Setiap Advokat PERADIN dilarang menjadi Anggota Organisasi Advokat lainnya selain PERADIN c. Advokat yang berasal dari Organisasi Advokat lain dapat diterima menjadi Anggota Perkumpulan

Advokat Indonesia (PERADIN)

d. Dalam hal Advokat lain yang bukan Anggota PERADIN bergabung pada POSBAKUMADIN, maka yang bersangkutan harus terlebih dahulu mengundurkan diri dari Organisasi Advokat yang menaunginya, dan membuat surat pernyataan menjadi Anggota PERADIN dengan melampirkan Surat Pengunduran Diri tersebut.

Pasal 9

Pengawas POSBAKUMADIN supaya meningkatkan kinerja melakukan tugas dan fungsinya terhadap Aktifitas kinerja Pimpinan Pusat POSBAKUMADIN, dan Pimpinan Korwil POSBAKUMADIN, Pimpinan Cabang POSBAKUMADIN diseluruh Indonesia.

Pasal 10

Setiap pelanggaran sebagaimana tercantum pada KEPUTUSAN ini dinyatakan sebagai pelanggaran disiplin dan dijatuhi sanksi organisasi berupa pemberhentian dan pencabutan Status sebagai Advokat.

Pasal 11

Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila terdapat kekeliruan dalam penetapannya akan dilakukan perbaikan seperlunya, untuk penyempurnaan.

Ditetapkan di : Palembang.

Pada tanggal : 03 September 2016.

DEWAN PIMPINAN PUSAT PERADIN

ADVOKAT ROPAUN RAMBE Ketua Umum

PIMPINAN SIDANG RAPIMNAS DAN RAKERNAS PERADIN 2016

ADVOKAT SYARIFUDDIN SINAGA, SH

Ketua

 

(4)

 

KEPUTUSAN RAPIMNAS DAN RAKERNAS

PERKUMPULAN ADVOKAT INDONESIA (PERADIN) 2016

Nomor : 02/RAPIMNAS.RAKERNAS/PERADIN/IX/2016

tentang

PENDIDIKAN LANJUTAN ADVOKAT

RAPAT PIMPINAN NASIONAL PERKUMPULAN ADVOKAT INDONESIA 2016

Menimbang :  e. Bahwa Kewenangan yang diberikan oleh Konstitusi Anggaran Dasar

PERKUMPULAN ADVOKAT INDONESIA yaitu DPP PERADIN dapat menetapkan hal – hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, Pasal 46 Ayat 2. 

f. Bahwa kemampuan Anggota PERKUMPULAN ADVOKAT INDONESIA, perlu ditetapkan Ketentuan atau Peraturan Organisasi kepada seluruh jajaran Dewan Pimpinan Pusat PERADIN dan /atau Personil Pengurus, dan/atau Korwil, dan /atau Cabang dan Anggota PERADIN di semua tingkatan dalam lingkup Internal dan Eksternal PERADIN. 

g. Bahwa untuk hal tersebut dipandang perlu menetapkan aturan Pendidikan Lanjutan Advokat PERKUMPULAN ADVOKAT INDONESIA, pada RAPIMNAS PERADIN 2016. 

Mengingat 8. Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat 9. Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS

10. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta Program Umum PERADIN 11. AD/ART Lembaga Pendidikan Advokat Indonesia PERADIN

12. Surat Keputusan DPP PERADIN Nomor 07/SK-DPP/VIII/2016/DPP tanggal 09 Agustus 2016 tentang Penyelenggaraan RAPIMNAS/RAKERNAS dan HUT PERADIN ke 52.

Memperhatikan 1. Pemandangan Umum, Saran dan Pendapat dari Peserta RAPIMNAS yang disampaikan dalam Rapat Paripurna RAPIMNAS PERADIN 2016.

2. Hasil Sidang Komisi B Bidang Lembaga Pendidikan Advokat Indonesia pada RAPIMNAS DAN RAKERNAS PERADIN 2016.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : PENDIDIKAN LANJUTAN ADVOKAT

Pasal 1

Untuk meningkatkan kemampuan Anggota PERADIN maka DPP PERADIN menyelenggarakan Pendidikan Lanjutan Advokat untuk memperoleh Master Advokat.

(5)

Menugaskan DPP PERADIN membentuk Tim Perumus untuk melakukan Pendidikan Lanjutan, dengan target capain memperoleh Gelar Master Advokat disingkat M.Ad. ;

Pasal 3

Lembaga Pendidikan Advokat Indonesia melaksanakan Pendidikan Lanjutan Advokat dengan merumuskan kurikulum dan silabus yang diperlukan untuk memperoleh gelar Master Advokat.

Pasal 4

Memberikan kuasa dan wewenang penuh kepada Lembaga Pendidikan Advokat Indinesia (LPAI) untuk menjalin kerjasama dengan Lembaga dan atau Universitas dalam melaksanakan Pendidikan Lanjutan Advokat.

Ditetapkan di : Palembang.

Pada tanggal : 03 September 2016.

DEWAN PIMPINAN PUSAT PERADIN

ADVOKAT ROPAUN RAMBE Ketua Umum

PIMPINAN SIDANG RAPIMNAS DAN RAKERNAS PERADIN 2016

ADVOKAT SYARIFUDDIN SINAGA, SH

Ketua

(6)

KEPUTUSAN RAPIMNAS DAN RAKERNAS

PERKUMPULAN ADVOKAT INDONESIA (PERADIN) 2016 Nomor : 03/RAPIMNAS.RAKERNAS/PERADIN/IX/2016

tentang

OPERASIONAL POSBAKUMADIN

Menimbang : h. Bahwa Pos Bantuan Hukum Advokat Indonesia disingkat POSBAKUMADIN sebagai Lembaga Konsentrasi didirikan PERADIN sesuai dengan ketentuan Undang – Undang yang berlaku.

i. Bahwa untuk mewujudkan POSBAKUMADIN sebagai Pelayan Pencari Keadilan dan Memberantas Mafia Peradilan dan Pembangunan Bangsa memerlukan kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh Anggota PERADIN di seluruh Indonesia dalam rangka memberikan Bantuan Hukum secara Cuma-Cuma sesuai Regulasi Bantuan Hukum.

j. Bahwa untuk hal tersebut dipandang perlu menetapkan standarisasi dan cara Penanganan Perkara bagi seluruh Anggota PERADIN sebagai Relawan POSBAKUMADIN melalui RAKERNAS PERADIN 2016.

Mengingat : 1. Undang – Undang Nomor 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman 2. Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat

3. Undang – Undang Nomor 16 Tahun 2011 Tentang Bantuan Hukum 4. Peraturan Mahkama Agung R.I. Nomor 1 Tahun 2014.

5. Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Program Umum PERADIN.

6. Hasil Kongres Luas Biasa Tahun 2014 PERADIN di Jakarta.

7. Surat Keputusan DPP PERADIN Nomor 07/SK-DPP/VIII/2016/DPP tanggal 09 Agustus 2016 tentang Penyelenggaraan RAPIMNAS/RAKERNAS dan HUT PERADIN ke 52.

Memperhatikan : 1. Pemandangan Umum, Saran dan Pendapat dari Peserta RAPIMNAS yang disampaikan dalam Paripurna RAPIMNAS PERADIN 2016.

2. Hasil Sidang Komisi C BIDANG POSBAKUMADIN pada RAPIMNAS DAN RAKERNAS PERADIN 2016.

MEMUTUSKAN Menetapkan : OPERASIONAL POSBAKUMADIN.

Pasal 1

Setiap anggota POSBAKUMADIN wajib menangani Perkara Prodeo Probono minimal 4 Perkara pada POSBAKUMADIN dalam setahun disesuaikan dengan volume perkara yang terdaftar di Pengadilan setempat

(7)

Pemberian Mandat untuk Melaksanakan Penanganan Perkara Prodeo Probono di Pengadilan Setempat dalam Wilayah Cabang POSBAKUMADIN diatur oleh Pimpinan Cabang.

Pasal 3

Penerbitan Surat Kuasa untuk melaksanakan tugas penanganan perkara prodeo probono wajib dilaporkan kepada Pimpinan Cabang, Korwil, dan Pimpinan Pusat POSBAKUMADIN.

Pasal 4

Khusus bagi cabang-cabang yang wilayah kerja Pengadilan berdekatan atau dalam satu Korwil yang kekurangan Anggota untuk menangani Perkara Prodeo Probono dapat bekerjasama membantu penanganan perkara Prodeo Probono dan wajib mendapat persetujuan dari Korwil, Cabang POSBAKUMADIN.

Pasal 5

Pimpinan Cabang POSBAKUMADIN wajib melaporkan perkembangan penanganan Perkara Prodeo Probono, dan kepada Pimpinan Pusat POSBAKUMADIN, Korwil dan Cabang POSBAKUMADIN.

Pasal 6

Sumber perdapatan POSBAKUMADIN diperoleh dari dana bantuan hukum penanganan perkara dan lain- lainnya.

Pasal 7

Dana bantuan hukum yang diperoleh dalam penanganan perkara sebagaimana dimaksud Pasal 6, diserahkan 10% kepada Pimpinan Pusat POSBAKUMADIN yang digunakan sebagai dana pembinaan.

Pasal 8

Dana bantuan hukum yang diperoleh dalam penanganan perkara sebagaimana dimaksud Pasal 6, diserahkan 5% kepada Koodinator Wilayah POSBAKUMADIN sebagai dana operasional.

Pasal 9

Dalam hal pada satu daerah Provinsi KORWIL POSBAKUMADIN belum dibentuk maka dana operasional diserahkan ke Pimpinan Pusat POSBAKUMADIN sebagai dana operasional.

Pasal 10

Dana bantuan hukum yang diperoleh dalam penanganan perkara sebagaimana dimaksud Pasal 6 diserahkan 5% kepada Pimpinan Cabang POSBAKUMADIN sebagai dana operasional.

Ditetapkan di : Palembang.

Pada tanggal : 03 September 2016.

DEWAN PIMPINAN PUSAT PERADIN

ADVOKAT ROPAUN RAMBE Ketua Umum

PIMPINAN SIDANG RAPIMNAS DAN RAKERNAS PERADIN 2016

ADVOKAT SYARIFUDDIN SINAGA, SH

Ketua

(8)

             

REKOMENDASI RAPIMNAS, RAKERNAS   

PERKUMPULAN ADVOKAT INDONESIA (PERADIN) 2016  Nomor : 04/RAPIMNAS.RAKERNAS/PERADIN/IX/2016 

Indonesia sebagai Negara Hukum sebagaimana yang diamanatkan Undang – Undang   Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945  dalam Pasal 1 Ayat ( 3 ) yang berbunyi 

“Indonesia adalah Negara Hukum“. Maka segala aspek kehidupan dan kebangsaan dan  kenegaraan termasuk pemerintah harus senantiasa berdasarkan hukum. Sebagai Negara  Hukum maka penyelenggaraan pemerintahan tidak terlepas dari Peraturan Perundang  – Undangan sebagai hukum Positif di Indoneia. 

Berdasarkan uraian diatas, RAPIMNAS dan RAKERNAS PERADIN TAHUN 2016, dalam Usia  Ke 52 didirikan 30 Agustus 1964 – 30 Agustus 2016, telah menyatakan kebulatan tekatnya  untuk menjadikan PERADIN PILAR PENEGAK HUKUM, dan tetap setia melakukan karya  nyata melalui POSBAKUMADIN MELAYANI PENCARI KEADILAN DAN MEMBERANTAS  MAFIA PERADILAN DALAM PEMBANGUNAN BANGSA. 

Oleh sebab itu, melalui Pemaparan Materi oleh Pembicara Ketua Umum Dewan Pimpinan  Pusat PERADIN ADVOKAT ROPAUN RAMBE, dan dilanjutkan dengan diskusi yang  berkembang dari seluruh Peserta RAPIMNAS/RAKERNAS PERADIN, disepakati dan  disimpulkan beberapa pokok ‐ pokok pikiran yang dipusatkan dan ditetapkan menjadi  Rekomendasi RAPIMNAS/RAKERNAS PERADIN TAHUN 2016, yang wajib dilanjutkan oleh  Dewan Pimpinan Pusat PERADIN ke Instansi Penegak Hukum Terkait, sebagai berikut  :  1. PERKUMPULAN  ADVOKAT  INDONESIA  (PERADIN)  berpendapat,  tujuan  negara  hukum 

adalah untuk mewujudkan suatu negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa  Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan  umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta melaksanakan ketertiban dunia yang  berdasarkan  kemerdekaan,  perdamaian  abadi  dan  keadilan  sosial.  Kondisi  saat  ini  Penegakan Hukum carut‐marut, dan hukum hanya “RETORIKA” tidak berfungsi  sebagaimana  mestinya,  untuk  itu  reformasi  dibidang  hukum  sudah  waktunya  dilakukan, dengan memfokuskan pada tiga tujuan utama yaitu : Kepastian Hukum,  Keadilan dan Kemanfaatan atau kegunaan hukum. Untuk itu seluruh peraturan  perundang‐undangan dan praktek penegakan hukum oleh Aparat Penegak Hukum  (Advokat, Polisi, Jaksa, Hakim) harus bebas dari kepentingan politik atau kekuasaan. 

Faktanya Penegak Hukum saat ini tidak mendapat kepercayaan dari masyarakat, dan  saatnya semua elemen Penegak Hukum bekerja untuk mengembalikan kepercayaan  masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia. 

(9)

kepada  KEMENTERIAN  HUKUM  DAN  HAM  R.I,  untuk  segera  melakukan  Verifikasi  dan Akreditasi “Tambahan (Ulang) 2016–2018” terhadap keberadaan dan eksistensi  Organisasi  Bantuan  Hukum  dan  Aksesibilitas  Bantuan  Hukum  Kepada  Masyarakat,  Tahun 2016 ini dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat yang peduli dengan   semangat Pembangunan Negara Indonesia sebagai Negara Hukum, sesuai ketentuan  perundang – undangan yang berlaku, dan hasilnya wajib diumumkan kepada seluruh  rakyat Indonesia yang benar – benar menginginkan terwujudnya rasa keadilan dan  penegakan hukum dimasyarakat. 

3. Bilamana Menteri Hukum dan HAM R.I. tidak dapat membuat kebijakan untuk Verifikasi  dan Akreditasi “Tambahan (Ulang) 2016–2018” aquo dalam tenggat waktu 30 (tiga  puluh) Hari setelah RAPIMNAS dan RAKERNAS PERADIN ini DPP PERADIN dan Pimpinan  Pusat  POSBAKUMADIN  segera  melakukan  Uji  Materi  di  Mahkamah  Konstitusi  R.I  Mandatory Pasal 7 ayat (3), Undang‐Undang Bantuan Hukum Nomor 16 Tahun 2011  terhadap Pasal 1 dan Pasal 28 UUD 1945. Pasal 7 ayat (3) Undang‐Undang Bantuan  Hukum, Menyatakan : “Verifikasi dan akreditasi sebagaimana dimaksud pada ayat  (1) huruf b dilakukan setiap 3 (tiga) tahun. Kemudian ketentuan Pasal 1 Ayat ( 3 )  yang berbunyi “Indonesia adalah Negara Hukum“ aquo Ketentuan Pasal 28D Undang‐

Undang Dasar 1945 Amandemen Kedua Menyatakan, “Setiap orang berhak atas  pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan  yang sama dihadapan hukum”. 

4. Oleh karenanya sesuai uraian diatas andaikan Menteri Hukum dan HAM R.I. berpendapat  lain,  maka  PERADIN  menganggap  telah  menyetujui  untuk  Uji  Materi  Mandatory  Pasal 7 ayat (3), Undang‐Undang Bantuan Hukum Nomor 16 Tahun 2016 terhadap  Pasal 1 dan Pasal 28 UUD 1945 pada Mahkamah Konstitusi R.I 

5. PERKUMPULAN ADVOKAT INDONESIA (PERADIN), berpandangan bahwa Penegakan  Hukum  dapat  Memberi  Rasa  Keadilan  kepada  Rakyat  Indonesia  adalah  Kewajiban  dan Tanggungjawab Negara khususnya kepada rakyat yang kurang mampu (miskin),  yang sering mendapat perlakukan tidak adil dalam tindakan Penegak Hukum. Oleh  sebab itu PERADIN melalui POSBAKUMADIN yang selama ini telah berpartisipasi dan  tetap berkomitmen memberi bantuan hukum bagi rakyat kecil mengusulkan kepada  Pemerintah  Republik  Indonesia  melalui  Menteri  Hukum  dan  HAM  RI,  serta  agar  Menteri Keuangan R.I segera mencabut dan menghapuskan kewajiban untuk  Pemotongan Pajak 2% yang dilakukan pada saat ”REIMBURSEMENT” (Pengembalian  Uang yang dikeluarkan), mengingat Organisasi Bantuan Hukum aquo POSBAKUMADIN 

(10)

ditimbulkan dalam suatu tindakan hukum disaat membela rakyat tidak mampu atau  miskin. 

6. Mendesak dan mendorong kepada Pemerintah Republik Indonesia i.c Kementerian  Menteri Hukum i.c Badan Pembinaan Hukum Nasional dan Menteri Dalam Negeri i.c  Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia  untuk segera meng‐Implementasi regulasi: (a) Undang‐Undang Nomor 16 Tahun 2011  tentang Bantuan Hukum. (b). Nota Kesepakatan antara Menteri Hukum dan Hak Asasi  Manusia  Republik  Indonesia  dengan  Menteri  Dalam  Negeri  Republik  Indonesia  Nomor M.HH‐04.HM.05.02 Tahun 2016 dan Nomor 180/285/Sj Tahun 2016 Tentang  Pelayanan dan Pembinaan Masyarakat Sadar Hukum Dalam Rangka Mendukung Tata  Kelola  Pemerintahan  Daerah  Yang  Baik  dan  Bersih  ;  (c).  Nota  Kesepakatan  antara  Menteri  Hukum  dan  Hak  Asasi  Manusia  Republik  Indonesia  dengan  Menteri  Desa,  Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor M.HH‐

05.HM.05.02  Tahun  2016  dan  Nomor  01/M‐DPDTT/KB/I/2016  Tahun  2016  Tentang  Pembentukan  dan  Pembinaan  Keluarga  Sadar  Hukum  Dalam  Rangka  Mewujudkan  Desa Sadar Hukum dan Akses Pemberian Bantuan Hukum Kepada Orang Miskin atau  Kelompok Orang Miskin Oleh Organisasi Bantuan Hukum Terakreditasi. Oleh karena  itu DPP PERADIN mendesak dan mendorong kepada Pemerintah Republik Indonesia i.c. 

Menteri Dalam Negeri i.c. Pemeritah Daerah Propinsi dan Kabupaten/Kota untuk  menyusun dan membentuk PERDA Bantuan Hukum. 

7. PERKUMPULAN  ADVOKAT  INDONESIA  (PERADIN)  mendesak  kepada  Mahkamah  Agung  R.I.  untuk  mengevaluasi  serta  meninjau  kembali  Petunjuk  Pelaksanaan  Pengambilan Sumpah Advokat  di Pengadilan Tinggi se‐ Indonesia, sebab faktanya   tidak seragam antara Pengandilan Tinggi yang satu dengan Pengadilan Tinggi Lainnya,  termasuk  dengan  persyaratan  Organisasi  Advokat  yang  menyelenggarakan  Penyumpahan  Advokat  haruslah  memiliki  Badan  Hukum  atau  Surat  Keterangan  Terdaftar  resmi  dengan  Undang‐undang  Nomor  17  tahun  2013  tentang  Organisasi  Kemasyarakatan. Mengingat Advokat sebagai Catur Wangsa Penegak Hukum dalam  Negara Kesatuan Republik Indonesia bersama Polisi, Hakim dan Jaksa, dan tugas  pokoknya  melaksanakan  keadilan  dan  hukum,  sebagaimana  amanat  perundang  –  undangan, maka PERADIN memandang perlu pihak yang diberi kewenangan sesuai  Undang  –  Undang  yakni  Mahkama  Agung  RI,  segera  menyikapi  kondisi  dimaksud,  demi  mewujudkan  tertib  hukum,  dan  rasa  keadilan  sebagai  sesama  lembaga  yang  diberikan kewenangan oleh Undang – Undang. Berdasarkan hal tersebut RAPIMNAS 

&  RAKERNAS  PERADIN  2016  merekomendasikan  sebagai  berikut:  “  Mahkamah  Agung R.I. untuk mengeluarkan Surat Edaran Mahkamah Agung R.I kepada seluruh  Pengadilan Tinggi Seluruh Indonesia terkait dengan Tata Cara Pengambilan Sumpah  Advokat dan biaya pelaksanaannya aquo yang terjadi selama ini amat sangat rumit  dan memberatkan Tersumpah 

8. Organisasi Bantuan Hukum (OBH) yang telah Terakreditasi sebanyak 405 (Empat Ratus  Lima)  tersebar  di  seluruh  Indonesia  Sesuai  Surat  Keputusan  Menteri  Hukum  dan 

(11)

Organisasi Bantuan Hukum Indonesia (FOBAHIN) sebagai wadah Pembinaan dan  Pengembangan serta Terapan untuk meningkatkan kemampuan Personil Organisasi  Bantuan Hukum agar dapat memberikan pelayanan hukum yang baik dan Prima pada  pengabdian sebagai Relawan Keadilan a quo. Meminta kepada Pemerintah Republik  Indonesia i.c Kementerian Hukum dan HAM R.I i.c Badan Pembinaan Hukum Nasional  Pusat, untuk segera membentuk Forum Organisasi Bantuan Hukum Indonesia (FOBAHIN)  yang melingkupi seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Ditetapkan di : Palembang.

Pada tanggal : 03 September 2016.

DEWAN PIMPINAN PUSAT PERADIN

ADVOKAT ROPAUN RAMBE Ketua Umum

PIMPINAN SIDANG RAPIMNAS DAN RAKERNAS PERADIN 2016

ADVOKAT SYARIFUDDIN SINAGA, SH

Ketua

 

Referensi

Dokumen terkait

Model Rapor (Laporan Hasil Belajar) Peserta Didik SMA diharapkan dapat membantu sekolah dan pihak-pihak yang berkepentingan dalam mengembangkan format Laporan

Melalui praktik pengalaman lapangan di sekolah ini, diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan dan meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan keterampilan, serta sikap

Pelanggaran oleh petugas parkir yang sering ditemui adalah petugas tidak memberikan karcis kepada pengguna jasa parkir sebagai bukti pembayaran retribusi sebagaimana

Analisis data dilakukan secara kualitatif empirik yakni analisis yang dipakai tanpa menggunakan angka maupun rumusan statistik dan matematika artinya disajikan dalam

3.500,- dengan rata-rata produksi yang dihasilkan per tahun sebanyak 16.000 Kg/tahun, sehingga total rata- rata penerimaan petani per tahun di Kecamatan Rimba

ƒ Sequence number is not changed for hello message ƒ Nodes can not rebroadcast hello messages (TTL=1). ƒ Local Connectivity Is

masing kategori Disposisi Matematik tinggi, sedang dan rendah. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket, tes, wawancara dan dokumentasi. Uji validasi