1. Memiliki keyakinan, tidak ragu

Teks penuh

(1)

KOPI - Presiden kini dipilih langsung oleh rakyat, sehingga suara rakyat sangat menentukan masa depan bangsa ini. Dengan demikian, maka rakyat harus cerdas untuk memilih presiden.

Lalu siapakah calon presiden yang tepat dan layak untuk bangsa kita ke depan? Menurut Ikrar Nusa Bhakti, pengamat politik LIPI, “Latar belakang calon presiden mendatang tidak penting, apakah dari kalangan pengusaha, akademisi, aktivis, dan lainnya. Kriteria yang paling penting adalah berani mengatakan tidak pada kepentingan asing” (kompas.com/read/kriteria

presiden/2011/08/05).

Oleh itu pilih presiden yang berkarakter pemimpin sejati dan mampu menjadi guru bangsa.

Menurut hemat kami calon presiden tersebut memiliki 12 kriteria yang terangkum dalam eka keyakinan, catur diri, dan sapta bakti. Artinya pertama: sebagai guru bangsa, maka presiden harus memiliki keyakinan yang kokoh untuk memimpin bangsa dan negara. Kedua: calon presiden harus memiliki empat karakter diri atau kepribadian tangguh, sebab presiden adalah teladan bagi rakyatnya. Ketiga: presiden sebagai kepala negara dan pemerintahan harus memiliki tujuh kecakapan sosial untuk mengabdikan diri pada bangsa dan negara. Sebab

presiden berfungsi sebagai the fisrt decision maker bagi bangsa dan negara. 12 kriteria tersebut adalah sebagai berikut:

1. Memiliki keyakinan, tidak ragu

• Presiden harus memiliki keyakinan yang kokoh terhadap Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Inilah pilar dasar atau eka keyakinan yang mampu membentuk karakter diri yang tangguh. Keyakinan adalah radar yang akan mampu mengarahkan kepribadian dan membentuk karakter diri.

Sadarilah, bahwa karakter diri itu akan berimbas pada kecakapan sosial. Termasuk dalam keyakinan ini adalah, bahwa ia mampu memimpin bangsa Indonesia yang besar.

• Oleh itu jangan pilih presiden yang ragu. Ragu terhadap nilai ketuhanan, tidak memiliki

kesadaran diri, serta tidak memiliki kesadaran sosial. Sebab jika presiden ragu, maka rakyatpun akan menjadi gagu.

2. Jujur, tidak pendusta

(2)

• Presiden harus seorang yang jujur, yakni jujur pemikiran, ucapan, dan perbuatan. Sadarilah, bahwa kejujuran akan membawa kepada kebaikan dan kemakmuran. Sebab apa yang terbesit dalam pemikiran, terucap dalam lisan, dan teraplikasikan dalam perbuatan seorang yang jujur adalah untuk kebaikan dan kemakmuran bangsa dan negara.

• Oleh itu jangan pilih presiden yang pendusta. Sebab seorang pendusta hanya akan berjanji semata tanpa bukti dalam perbuatan yang nyata yang akan membuat kita bersama nesta.

3. Bertanggungjawab, tidak pengkhianat

• Presiden harus seorang yang bertanggungjawab, baik secara moral, pribadi, dan sosial.

Presiden yang bertanggungjawab akan mampu mengemban tugas sebagai pemimpin bangsa dan menjadi contoh terdepan dalam mengatur roda kehidupan berbangsa dan bernegara.

• Oleh itu jangan pilih presiden yang pengkianat. Sebab dengan mudah akan mengkianati amanah rakyat, amanah kepemimpinan. Pada akhirnya rakyatlah yang semakin melarat.

4. Cerdas, tidak bodoh

• Presiden harus seorang yang cerdas, memiliki kecerdasan untuk mengatur bangsa dan negara yang besar, memiliki kecerdasan memimpin pemerintahan. Presiden yang cerdaslah yang memiliki kemampuan dan strategi membawa bangsa dan negaranya lebih bermartabat di mata dunia.

• Oleh itu jangan pilih presiden yang bodoh, sebab akan ceroboh mengatur bangsa dan negaranya untuk mengambil keuntungan sesaat atas dorongan sahwat. Sehingga akan menyebabkan bangsa dan negara kita tak bermartabat dan akan roboh.

5. Aspiratif, tidak kamuflatif

(3)

• Presiden harus seorang yang aspiratif, yakni mampu menangkap aspirasi rakyat dan aspirasi bawahannya dalam menjalankan tugasnya. Presiden yang aspiratif akan berfikir, berkata, dan bertindak positif. Sehingga menjadi sosok yang solutif terhadap permasalahan yang

mengungkung bangsa dan negara saat ini.

• Oleh itu jangan pilih presiden yang kamuflatif, sebab ia hanya akan tebar pesona untuk mencari dukungan suara. Dengan demikian, maka akan membiarkan rakyatnya merana.

6. Adil, tidak zalim

• Presiden harus seorang yang adil, yakni adil dalam memutuskan perkara, tidak tebang pilih, tidak pandang kawan atau lawan. Siapa saja yang salah harus ditindak tegas secara

berkeadilan. Presiden yang adil akan membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat tanpa memandang harkat dan martabat menuju “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

• Oleh itu jangan pilih presiden yang zalim, sebab akan merugikan bangsa dan negaranya demi kepentingan pribadi dan golongannya. Sementara rakyatnya disuguhi drama mafia peradilan yang kasat mata. Sehingga menyebabkan rakyat semakin menderita dalam kezaliman.

7. Bijaksana, tidak egois

• Presiden harus seorang yang bijaksana, yakni memiliki kearifan melihat yang terjadi dan akan terjadi, serta mampu memutuskan perkara secara arif dan bijaksana sesuai perundangan yang berlaku. Presiden yang arif dan bijaksana akan mampu membawa perubahan bangsa menjadi lebih baik.

• Oleh itu jangan pilih presiden yang egois, sebab picik dalam berfikir dan bengis dalam bertindak. Sehingga akan menyebabkan rakyat menangis karena terlilit oleh ketidak pastian dalam segala lini kehidupannya.

(4)

8. Memiliki kesadaran, tidak pelupa

• Presiden harus memiliki kesadaran diri, yakni sadar bahwa dirinya adalah pemimpin bangsa dan negara, serta teladan bagi rakyatnya. Presiden yang memiliki kesadaran diri akan mampu membawa citra terbaik bagi bangsa dan negara di mata dunia.

• Oleh itu jangan pilih presiden yang pelupa, sebab akan lupa terhadap dirinya serta bangsanya. Pada akhirnya akan membawa bangsa pelupa dan tidak memiliki jasa di mata dunia.

9. Pemberani, tidak lemah

• Presiden harus seorang yang pemberani, yakni berani berkata dan bertindak benar, berani menolak kepentingan asing yang merugikan bangsa dan negara. Presiden yang pemberani memiliki keberanian menanggung resiko untuk kepentingan bangsa dan negaranya.

• Oleh itu jangan pilih presiden yang lemah, sebab hanya akan berdalih mengalah padahal ia tidak memiliki keberanian memajukan rakyat dan keberanian membela kepentingan bangsa dan negaranya.

10. Visioner, tidak dungu

• Presiden harus seorang yang visioner, berpandangan luas dan jauh ke depan. Sehingga mampu melihat peluang ke depan yang lebih gemiling, serta mampu menutupi kekurang di masa lalu yang kelam. Presiden yang visioner memiliki visi dan misi yang baik dan benar untuk mewujudkan tujuan berbangsa dan bernegara, yakni mewujudkan masyarakat adil dan

makmur.

(5)

• Oleh itu jangan pilih presiden yang dungu, sebab hanya akan membeo terhadap kepentingan asing. Ujung-ujungnya akan menjual aset bangsa dan negara kepada fihak asing. Sehingga rakyat dibuat semakin asing dan pusing di negerinya sendiri.

11. Pengasih, tidak pilih kasih

• Presiden harus seorang yang pengasih tidak pilih kasih, yakni memiliki sifat kasihan jika rakyatnya menderita. Presiden yang pengasih akan berupaya mensejahterakan rakyatnya melalui kebijakan dan tidakan yang populis selaku presiden.

• Oleh itu jangan pilih presiden yang pilih kasih, sebab tak akan bertindak bijaksana dalam menjalankan roda pemerintahan dan negara. Sehingga rakyatlah yang akan menanggung beban kebijakkannya.

12. Penyayang, tidak pandang bulu

• Presiden harus seorang yang penyayang, yakni memiliki keinginan agar rakyatnya sejahtera lahir dan batin. Presiden yang penyayang memiliki kesadaran diri dan berupaya mengentaskan jeratan dekadensi moral seluruh rakyatnya. Sebab dekadensi moral inilah yang telah

meruntuhkan martabat kemanusian kita.

• Oleh itu presiden tidak boleh bersikap pandang bulu, sebab jika akan tidak tegas untuk

membangun moral bangsa. Sehingga akhirnya akan merusak moral serta harga diri bangsa kita yang religius ~sebagaimana sila “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Sebagai penutup, jika kita memilih presiden dengan 12 kriteria di atas, maka kita akan memiliki presiden yang terbaik untuk bangsa dan negara. Pemimpin yang baiklah yang mampu

menyelamatkan kehidupan bangsa dan negara di masa mendatang. Namun rakyat juga memiliki kewajiban dalam menentukan nasib bangsa ke depan yaitu, pertama: harus berani menolak politik uang agar presiden terpilih berani berjuang untuk bangsa kita yang besar.

Kedua: yakinilah bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kewajiaban yang sama dan

(6)

melilit bangsa tercinta ~yaitu: dekadensi moral dan sosial, korupsi, serta manipulasi~ dengan kesatria. Akhirnya, jayalah Indonesia!

Data Penulis

Nama : Agus Salim

Tempat Tanggal Lahir : Jombang, 4 Agustus 1970

Pekerjaan : Guru

Nama Sekolah : SD al muslim

Alamat Sekolah : Jl. Raya Wadungasri no 39 F Kec. Waru, Kab. Sidoarjo, Jawa Timur

Alamat Rumah : Jl. Berbek no 12 D RT 05 RW 01 Desa Berbek, Kec. Waru, Kab Sidoarjo

No Telepon : 031-8679394

No HP : 0856 4528 7700

email : agussalim.sim99@yahoo.com

(7)

akun facebook : Agus Salim (email: simsalamsim@yahoo.co.id)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :