• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMANFAATAN LAYANAN AMERICAN CORNER DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ANDALAS SKRIPSI TISCHA MOPRITA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PEMANFAATAN LAYANAN AMERICAN CORNER DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ANDALAS SKRIPSI TISCHA MOPRITA"

Copied!
102
0
0

Teks penuh

(1)

PEMANFAATAN LAYANAN AMERICAN CORNER DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ANDALAS

SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu persyaratan dalam menyelesaikan studi untuk memperoleh gelar Sarjana Sosial (S.Sos) dalam

bidang Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi

TISCHA MOPRITA 150723008

DEPARTEMEN STUDI ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI FAKULTAS ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

2017

(2)

ABSTRAK

Moprita, Tischa. 2017. “Pemanfaatan Layanan American Corner di Perpustakaan Universitas Andalas”. Medan: Departemen Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara.

Tujuan peneltian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan Layanan American Corner di Perpustakaan Universitas Andalas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Universitas Andalas yang terdaftar dan masih aktif sebagai anggota perpustakaan sampai tahun 2016 yang berjumlah 26.727 orang. Untuk menentukan besaran sampel digunakan rumus Slovin dan hasil sampel adalah 100 orang. Sampel pada penelitian ini adalah pemustaka yang sedang dan yang pernah memanfaatkan Layanan American Corner di Perpustakaan Universitas Andalas.

Teknik pengumpulan data melalui kuisioner dan pengamatan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan Layanan American Corner di Perpustakaan Universitas Andalas terdiri dari pemanfaatan layanan referensi, pemanfaatan layanan audiovisual, pemanfaatan layanan terbitan berseri, dan pemanfaatan layanan internet. Secara umum pemanfaatan layanan yang disediakan di American Corner ini masih rendah, dan belum optimal. Hal ini disebabkan informasi yang dicari dari layanan ini tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Kata Kunci : Pemanfaatan, Layanan, American Corner

(3)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunianya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini, sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan pada Program Studi Ilmu Perpustakaan pada Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara. Adapu judul dari skripsi ini adalah “ Pemanfaatan Layanan American Corner di Perpustakaan Universitas Andalas”.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih memiliki banyak kekurangan, baik dari penulisan maupun isinya disebabkan keterbatasan penulis, untuk itu penulis mengharapkan sarana dan kritik yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi penulis sendiri dan berbagai pihak.

Dalam menyelesaikan penyusunan skripsi ini, penulis telah banyak mendapatkan bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Penulis juga mendapatkan banyak bimbingan, dorongan, serta bantuan, baik berupa moriil maupun material. Untuk itu, pada kesempatan ini penulis mengucapakan terima kasih kepada:

1. Bapak Dr. Drs. Budi Agustono, M.S selaku dekan fakultas Sastra, Universitas Sumatera Utara.

2. Ibu Dr. Irawaty A. Kahar, M.Pd selaku ketua Jurusan Departeman

Studi Perpustakaan dan Informasi, Fakultas sastra, Universitas

Sumatera Utara dan selaku penguji I yang telah memberikan banyak

saran yang bermanfaat dalam menyelesaikan skripsi ini menjadi

lebih baik lagi.

(4)

3. Ibu Himma Dewiyana, ST., M.Hum, selaku Sekretaris Jurusan Program Studi Ilmu Perpustakaan dan informasi, dan sekaligus selaku dosen pemebimbing I (pertama) yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran serta dengan penuh kesabaran mengarahkan dan memberikan bimbingan yang berharga kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

4. Ibu Dra. Zaslina Zinuddin, M.Pd, selaku dosen pembimbing II (kedua) yang telah banyak memberikan masukan serta bantuan demi mempercepat proses penyelesaian skripsi ini.

5. Ibu Laila Hadri Nasution, S.Sos, M.P sebagai dosen penguji II (kedua) yang telah memberikan banyak saran yang bermanfaat dalam menyelesaikan skripsi ini, sehingga menjadi lebih baik lagi.

6. Kepala perpustakaan Universitas Andalas beserta seluruh staf Perpustakaan Universitas Andalas yang telah memberikan izin, serta bantuan informasi yang penulis butuhkan selama penelitian berlangsung.

7. Teristimewa kepada ayahanda Dasri, dan ibunda tercinta Surdaita yang selalu mengasihi dan mendoakan penulis serta memberikan dorongan moril, dan materil sehingga penulis dapat menyelesaikan perkulian dan penyusuan skripsi ini.

8. Seluruh Dosen dan Staff Departemen Studi Ilmu Perpustakaan dan

informasi yang telah mendidik serta membantu penulis selama

perkuliahan.

(5)

9. Kepada teman-teman mahasiwa Departemen Studi Perpustakaan dan Informasi serta semua pihak yang sudah membantu dalam penulisan skripsi ini.

Akhir kata penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi setiap pembaca dan dapat menjadi sumbangsih bagi perkembangan Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi dimasa datang.

Medan, January 2017

Tischa Moprita

150723008

(6)

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR TABEL ... vi

DAFTAR LAMPIRAN ... vii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 5

1.3 Tujuan Penelitian ... 5

1.4 Manfaat Penelitian ... 6

1.5 Ruang Lingkup Penelitian ... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 7

2.1 Perpustakaan Perguruan Tinggi ... 7

2.1.1 Tujuan Perpustakaan Perguruan Tinggi ... 7

2.1.2 Fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi ... 8

2.2 Pemanfaatan Layanan Perpustakaan ... 10

2.2.1 Layanan Sirkulasi ... 14

2.2.2 Layanan Referensi ... 17

2.2.3 Layanan Koleksi Audiovisual ... 18

2.2.4 Layanan Terbitan Berseri ... 20

2.2.5 Layanan Internet ... 22

2.2.6 Layanan American Corner di Perpustakaan... 24

2.2.6.1 Tujuan American Corner ... 24

2.2.6.2 Jenis Layanan dan Sumber Informasi American Corner ... 25

2.2.6.3 Kegiatan American Corner ... 26

2.2.6.4 Jam Layanan American Corner ... 27

2.2.6.5 American Corner di Indonesia ... 28

BAB III METODE PENELITIAN ... 34

3.1 Metode Penelitian... 34

3.2 Lokasi Penelitian ... 34

3.3 Populasi ... 35

3.4 Sampel ... 35

3.5 Teknik Pengumpulan Data ... 36

3.6 Jenis dan Sumber Data ... 37

3.7 Kisi-kisi Kuisinoer ... 37

3.8 Analisis Data ... 38

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 39

4.1 Analisis Deskriptif... 39

4.1.1 Pemanfaatan Layanan Referensi di Layanan American Corner ... 40

(7)

4.1.1.1 Tanggapan Responden terhadap Pemanfaatan Ensiklopedi... 40

4.1.1.2 Tanggapan Responden terhadap Pemanfaatan Biografi ... 43

4.1.1.3 Tanggapan Responden terhadap Pemanfaatan Terbitan Pemerintah 46 4.1.2 Pemanfaatan Layanan Koleksi Audiovisual ... 49

4.1.2.1 Tanggapan Responden terhadap Pemanfaatan DVD Film dan Cerita Dokumenter ... 49

4.1.2.2 Tanggapan Responden terhadap Pemanfaatan CD Lagu ... 52

4.1.3 Pemanfaatan Layanan Terbitan Berseri di Layanan American Corner 55 4.1.3.1 Tanggapan Responden terhadap Pemanfaatan Majalah ... 55

4.1.3.2 Tanggapan Responden terhadap Pemanfaatan Jurnal ... 59

4.1.3.3 Tanggapan Responden terhadap Pemanfaatan Surat Kabar... 61

4.1.4 Pemanfaatan Layanan Internet di Layanan American Corner ... 64

4.1.4.1 Tanggapan Responden terhadap Pemanfaatan Jurnal Online/ Elektronik...65

4.1.4. 2 Tanggapan Responden terhadap Pemanfaatan E-library USA... 68

4.1.4.2 Tanggapan Responden terhadap Pemanfaatan Buku Digital ... 71

4.2 Rangkuman Hasil Penelitian ... 74

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN... 78

5.1 Kesimpulan ... 78

5.2 Saran ... 79

DAFTAR PUSTAKA ... 80

(8)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Kisi-kisi Variabel Pemanfaatan Layanan ... 37

Tabel 4.1 Pemanfaatan Koleksi Ensiklopedia ... 40

Tabel 4.2 Informasi yang Dicari dari Koleksi Ensiklopedia ... 41

Tabel 4.3 Kesesuaian Koleksi dengan Kebutuhan Pengguna

...

42

Tabel 4.4 Pemanfaatan Koleksi Biografi ... 43

Tabel 4.5 Informasi yang Dicari dari Koleksi Biografi ... 44

Tabel 4.6 Kesesuaian Koleksi dengan Kebutuhan Pengguna

...

45

Tabel 4.7 Pemanfaatan Koleksi Terbitan Pemerintah ... 46

Tabel 4.8 Informasi yang Dicari dari Koleksi Terbitan Pemerintah 47 Tabel 4.9 Kesesuaian Koleksi dengan Kebutuhan Pengguna

...

48

Tabel 4.10 Pemanfaatan Koleksi DVD Film dan Cerita Dokumenter.49 Tabel 4.11 Informasi yang Dicari dari Koleksi DVD Film dan Cerita Dokumenter...50

Tabel 4.12 Kesesuaian Koleksi dengan Kebutuhan Pengguna

... 51

Tabel 4.13 Pemanfaatan Koleksi CD Lagu ... 52

Tabel 4.14 Informasi yang Dicari dari Koleksi CD Lagu ... 53

Tabel 4.15 Kesesuaian Koleksi dengan Kebutuhan Pengguna

...

54

Tabel 4.16 Pemanfaatan Koleksi Majalah ... 56

Tabel 4.17 Informasi yang Dicari dari Koleksi Majalah ... 57

Tabel 4.18 Kesesuaian Koleksi dengan Kebutuhan Pengguna

...

58

Tabel 4.19 Pemanfaatan Koleksi Jurnal ... 59

Tabel 4.20 Informasi yang Dicari dari Koleksi Jurnal ... 60

Tabel 4.21 Kesesuaian Koleksi dengan Kebutuhan Pengguna

...

61

Tabel 4.22 Pemanfaatan Koleksi Surat Kabar ... 62

Tabel 4.23 Informasi yang Dicari dari Koleksi Surat Kabar ... 63

Tabel 4.24 Kesesuaian Koleksi dengan Kebutuhan Pengguna

...

64

Tabel 4.25 Pemanfaatan Koleksi jurnal online/elektronik ... 65

Tabel 4.26 Informasi yang Dicari dari online/elektronik ... 66

Tabel 4.27 Kesesuaian Koleksi dengan Kebutuhan Pengguna

...

67

Tabel 4.28 Pemanfaatan Koleksi E-Library USA ... 68

Tabel 4.29 Informasi yang Dicari dari Koleksi E-Library USA ... 69

Tabel 4.30 Kesesuaian Koleksi dengan Kebutuhan Pengguna

...

70

Tabel 4.31 Pemanfaatan Koleksi Buku Digital ... 71

Tabel 4.32 Informasi yang Dicari dari Buku Digital ... 72

Tabel 4.33 Kesesuaian Koleksi dengan Kebutuhan Pengguna

...

73

(9)

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN 1 : Kuisioner Penelitian ... 83

LAMPIRAN II : Tabulasi Data Jawaban Responden ... 88

LAMPIRAN III : Frekuensi Jawaban Responden ... 91

(10)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Perpustakaan merupakan sumber belajar yang didalamnya terdapat berbagai jenis koleksi yang dapat dimanfaatkan oleh pemustaka. Selain itu, perpustakaan juga menjadi tempat untuk sumber belajar dalam menambah ilmu pengetahuan, informasi, pendidikan, penelitian, pelestarian, dan rekreasi, serta untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Perpustakaan berkembang pesat dari waktu ke waktu menyesuaikan dengan perkembangan pola kehidupan masyarakat, kebutuhan, pengetahuan, dan teknologi informasi. Sebagai pusat informasi, perpustakaan menyediakan pengetahuan dan informasi yang siap akses bagi setiap penggunanya. Salah satu peran perpustakaan adalah memberikan layanan sumber belajar untuk setiap orang sesuai dengan kebutuhannya.

Perpustakaan perguruan tinggi berperan sangat penting bagi

pertumbuhan dunia pendidikan tinggi. Perpustakaan perguruan tinggi

menyediakan berbagai sumber informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka untuk

menunjang kegiatan akademis perguruan tinggi. Perpustakaan Universitas

Andalas merupakan salah satu unit kerja yang ada di Universitas Andalas yang

mempunyai tugas mengadakan, mengolah, menyajikan, melestarikan, dan

menyebarluaskan koleksi bahan pustaka yang ada di perpustakaan untuk

mendukung program Tri Dharma Perguruan Tinggi. Perpustakaan Universitas

Andalas mempunyai tugas untuk memberikan layanan kepada civitas akademik

dan masyarakat ilmiah lainnya agar mendapatkan akses informasi ilmiah,

berperan sebagai pusat deposit dengan melestarikan seluruh hasil penelitian

(11)

ilmiah Universitas Andalas dan menyajikannya dalam bentuk data digital.

Kemudian, menyediakan berbagi sumber informasi untuk mengembangakan koleksi perpustakaan untuk mempertahankan kelangsungan operasional perpustakaan secara efektif dan efesien.

Salah satu upaya yang dilakukan Perpustakaan Universitas Andalas untuk meningkatkan dan mengembangkan layanan perpustakaan kepada pemustaka adalah melalui Layanan American Corner. American Corner diresmikan di Perpustakaan Universitas Andalas pada tahun 2014. American Corner ini merupakan kerjasama kemitraan antara keduataan besar Amerika Serikat di Jakarta dengan Universitas Andalas. Tujuan pendirian American Corner ini adalah untuk memberikan kemudahan informasi, memfasilitasi mahasiswa, dosen, dan masyarakat lainnya mengenai hal yang berkaitan dengan Amerika Serikat. Universitas Andalas berharap dengan berdirinya American Corner ini dapat memberikan keuntungan untuk Universitas Andalas dan masyarakat Sumatera Barat untuk memperoleh informasi secara gratis tentang Amerika Serikat.

American Corner menyediakan akses untuk mendapatkan informasi yang

terbaru, akurat, dan terpercaya mengenai politik, kebudayaan, agama, dan

pendidikan yang ada di Amerika Serikat. Total koleksi yang ada di American

Corner Universitas Andalas terdiri dari 435 judul dan eksemplar. Koleksi ini

terbagi menjadi 322 tercetak, 97 micro, 10 tekt, 4 audio buku, 2 view book, dan 10

novel pixion. Layanan yang disediakan di American Corner terdiri dari koleksi

buku referensi, karya sastra, buku populer, novel, majalah populer, CD, DVD,

(12)

koleksi musik, koleksi film, jurnal ilmiah, dan terbitan berkala pemerintah Amerika Serikat.

Kemudian, American Corner juga menyediakan E-LibraryUSA yang merupakan perpustakaan virtual yang terdiri dari sekitar 40 pangkalan data otoritatif dengan teks lengkap ke artikel-artikel jurnal ilmiah, majalah populer, buku digital, dan sumber-sumber multimedia lainnya. American Corner juga menyediakan jurnal elektronik yang diterbitkan oleh Biro Informasi Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dan akses internet gratis untuk pencarian informasi dari sumber-sumber pemerintah Amerika Serikat serta sumber-sumber informasi lainnya di situs-situs internasional, lembaga intelektual, dan lembaga akademis.

Untuk itu, pemustaka diharapkan dapat memanfaatkan semua layanan yang ada di American Corner ini. American Corner ini juga menyediakan layanan komputer, printer, mesin fotokopi dan ruangan serbaguna/multifungsi. Kemudian, American Corner juga menawarkan berbagai program untuk mahasiwa dan masyarakat umum, seperti: pengajaran dan pelatihan bahasa inggris, konsultasi belajar di Amerika Serikat, kegiatan dengan alumni Amerika Serikat, seminar yang menghadirkan para pakar dari Amerika Serikat, pelatihan fotografi, klub debat, pemutaran film, pameran, pertunjukan musik, perayaan hari-hari libur/peristiwa penting. Semua program ini mengenai Amerika Serikat. Koleksi dan program ini dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum.

American Corner di Perpustakaan Universitas Andalas sudah memiliki

fasilitas yang memadai, baik dari segi koleksi, program-program menarik,

(13)

teknologi, maupun sarana, dan prasarana yang disediakan. Layanan yang disediakan di American Corner ini, diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar mengajar di Universitas Andalas. Berdasarkan uraian ini, dapat diketahui bahwa Layanan American Corner memiliki fungsi dan merupakan layanan yang berbeda jika dibandingkan dengan layanan lain yang ada di perpustakaan, serta tidak semua perpustakaan memilikinya. Kenyataan inilah yang memotivasi penulis ingin melakukan penelitian tentang pemanfaatan koleksi di Perpustakaan Universitas Andalas.

Menurut pengamatan awal penulis, Layanan American Corner di Perpustakaan Universitas Andalas kurang dimanfaatkan oleh sivitas akademik.

Hal ini dibuktikan dengan minimnya pengunjung yang datang untuk memanfaatkan layanan American Corner. Berdasarkan data kunjungan pada bulan Januari sampai September pada tahun 2016, pengunjung yang datang masih rendah, yaitu berkisar antara 15 orang perhari dari 26.727 mahasiswa yang merupakan anggota aktif perpustakaan dan tidak semua pengunjung yang datang untuk memanfaatkan layanan yang ada di American Corner ini. Kemudian, dari laporan data pengunjung pada tahun 2016 untuk memfotokopi buku tidak disediakan, sehingga tidak diketahui dengan jelas pemanfaatan koleksi yang ada di Layanan American Corner ini.

Layanan American Corner ini sudah ada di perpustakaan Universitas

Islam Negeri Jakarta, Institut Teknologi Bandung, Universitas Malang,

Universitas Islam Negeri Walisongo, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,

Universitas Airlangga, Universitas Hasanuddin, Universitas Tanjungpura,

(14)

Universitas Pattimura, Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara, Universitas Gajah Mada, dan Universitas Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara. Namun, Layanan American Corner yang ada di Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara, Universitas Gajah Mada, dan Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara pada pada saat ini sudah ditutup. Hal ini membuat penulis ingin mengetahui bagaimana pemanfaatan layanan American Corner di Perpustakaan Universitas Andalas. Untuk mengetahui lebih dalam dan lebih lanjut, maka penulis melakukan penelitian dengan judul “Pemanfataan Layanan American Corner di Perpustakaan Universitas Andalas”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Bagaimanakah pemanfaatan Layanan American Corner di Perpustakaan Universitas Andalas?”

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan Layanan

American Corner di Perpustakaan Universitas Andalas.

(15)

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah bagi:

1. Perpustakaan Universitas Andalas, hasil penelitian ini dapat menjadi masukan dalam menetapkan kebijakan untuk mengembangkan Layanan American Corner.

2. Pustakawan American Corner, hasil ini dapat menjadi masukan dalam meningkatkan layanan American Corner ini.

3. Bagi peneliti selanjutnya di bidang ilmu perpustakaan dan informasi, hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan atau tambahan literatur terutama tentang Layanan American Corner.

4. Bagi peneliti, dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang Layanan American Corner di perpustakaan.

1.5 Ruang lingkup

Ruang lingkup penelitian ini mengenai pemanfaatan Layanan American

Corner, meliputi: pemanfaatan layanan referensi, pemanfaatan layanan

audiovisual, pemanfaatan layanan terbitan berseri, dan pemanfaatan internet.

(16)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Perpustakaan Perguruan Tinggi

Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi dan dapat berbentuk akademi, politeknik, sekolah tinggi, istitut, atau universitas. Perpustakaan perguruan tinggi merupakan perpustakaan yang didirikan di perguruan tinggi yang ditujukan untuk mahasiswa, dosen, karyawan, dan pengguna lainnya dalam memenuhi kebutuhan informasi yang mereka butuhkan sesuai dengan bidang ilmu dan kebutuhan. Berdasarkan buku Pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi (2004,3) “perpustakaan perguruan tinggi merupakan unsur penunjang perguruan tinggi, yang bersama-sama dengan unsur penunjang lainnya, berperan serta dalam melaksanakan tercapainya visi dan misi perguruan tingginya”.

Menurut Hermawan (2006,33) mengatakan,

Perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang terdapat di lingkungan lembaga pendidikan tinggi seperti, universitas, institut, sekolah tinggi, akademi, dan lembaga perguruan tinggi lainnya.

Perpustakaan perguruan tinggi dibentuk untuk memenuhi kebutuhan informasi sivitas akademika perguruan tinggi yang bersangkutan, yaitu mahasiswa dan dosen.

Menurut Reitz yang dikutip oleh Hasugian (2009,79 ) mendefinisikan, perpustakaan perguruan tinggi adalah:

A library or library sistem established, administered, and funded by a

university to meet the information, research, and curriculum needs of its

students, faculty, and staff. Definisi ini menyatakan bahwa perpustakaan

perguruan tinggi adalah sebuah perpustakaan atau sitem perpustakaan

yang dibangun, diadministrasikan dan didanai oleh sebuah universitas

untuk memenuhi kebutuhan informasi, penelitian, dan kurikulum dari

mahasiswa, fakultas, dan stafnya.

(17)

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat dipahami bahwa perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang berada di suatu perguruan tinggi, baik berbentuk universitas, akademi, sekolah tinggi, ataupun instititusi yang dibentuk untuk memenuhi kebutuhan civitas akademik perguruan tinggi yang bersangkutan, yaitu mahasiswa, dosen, para peneliti, dan staffnya.

2.1.1 Tujuan Perpustakaan Perguruan Tinggi

Perpustakaan perguruan tinggi didirikan di suatu perguruan tinggi yang mempunyai tujuan yang sangat penting untuk mendukung kelancaran kegiatan akademik, terutama untuk mahasiswa, dosen, dan staff perguruan tinggi.

Menurut Hermawan (2006,33), secara umum tujuan perpustakaan perguruan tinggi adalah:

Menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sedangkan secara khusus adalah untuk membantu para dosen dan mahasiswa, serta tenaga kependidikan di perguruan tinggi itu dalam proses pembelajaran.

Hal ini juga sejalan dengan pendapat Hasugian (2009,80) tujuan perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia adalah:

Untuk memberikan layanan informasi untuk kegiatan belajar, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Oleh karena itu, koleksi perpustakaan perguruan tinggi benar-benar diarahkan untuk mendukung pencapaian dan pelaksanaan Tri Dharma itu.

Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat dipahami tujuan

perpustakaan perguruan tinggi itu adalah untuk menunjang Tri Dharma Perguruan

Tinggi yaitu penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada

(18)

masyarakat. Perpustakaan perguruan tinggi dapat dapat dimanfaatkan oleh dosen dan mahasiwa, serta tenaga kependidikan di perguruan tinggi untuk menunjang kegiatan akademik. Oleh karena itu informasi dan koleksi yang disediakan di perpustkaan harus sesuai dengan kebutuhan mereka.

2.1.2 Fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi

Perpustakaan perguruan tinggi selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan penggunanya. Keberadaan perpustakaan perguruan tinggi sangat penting di suatu perguruan tinggi, karena memiliki fungsi yang akan menunjang kegiatan perkuliahan dan penelitian. Menurut Sutarno (2006,46) “tugas dan fungsi perpustakaan perguruan tinggi adalah dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitin, riset dan pengabdian kepada masyarakat”.

Sedangkan, berdasarkan buku Pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi (2004,3) fungsi perpustakaan perguruan tinggi adalah:

1. Fungsi edukasi

Merupakan sumber belajar para sivitas akademika, oleh karena itu koleksi yang disediakan adalah koleksi yang mendukung pencapaian tujuan pembelajaran, pengorganisasian bahan pemebelajaran setiap program studi, koleksi tentang strategi belajar mengajar dan materi pendukung pelaksanaan evaluasi pembelajaran.

2. Fungsi informasi

Merupakan sumber informasi yan mudah diakses oleh pencari dan pengguna informasi.

3. Fungsi riset

Perpustakaan mempersiapkan bahan pustaka primer dan sekunder

yang paling mutakhir sebagai bahan untuk melakukan penelitian dan

pengkajian ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

(19)

4. Fungsi rekreasi

Perpustakaan harus menyediakan koleksi rekreatif yang bermakna untuk membangun dan mengembangkan kreativitas, minat dan daya inovasi pengguna perpustakaan.

5. Fungsi publikasi

Perpustakaan juga membantu melakukan publikasi karya yang dihasilkan oleh warga perguruan tingginya yakni sivitas akademik dan staf non akademik.

6. Fungsi deposit

Perpustakaan menjadi pusat deposit untuk seluruh karya dan pengetahuan yang dihasilkan oleh warga perguruan tingginya.

7. Fungsi interpretasi

Perpustakaan melakukan kajian dan memberikan nilai tambah terhadap sumber-sumber informasi yang dimilikinya untuk membantu pengguna dalam melakukan dharmanya.

Dari beberapa pendapat tersebut, dapat dinyatakan bahwa fungsi perpustakaan perguruan tinggi ini ditujukan untuk kebutuhan para pemustaka untuk mencapai Tri Dharma Perguruan Tinggi. Fungsi ini untuk menunjang kegiatan pendidikan dan pembelajaran, memberikan informasi, fungsi penelitian, dan preservasi, rekreasi, kultural yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan perguruan tinggi.

2.2 Pemanfaatan Layanan Perpustakaan

Layanan di perpustakaan dikatakan baik apabila dapat dimanfaatkan oleh pemustaka. Layanan yang disediakan di perpustakaan harus sesuai dengan kebutuhan pengguna. Kata pemanfaatan berasal dari kata manfaat yang berarti guna. Menurut Salim (2002,928) “pemanfaatan merupakan suatu proses, cara atau perbuatan memanfaatkan”. Hal ini sejalan dengan pendapat Surayin (2001,55) “pemanfaatan berarti proses, perbuatan, dan cara memanfaatkan”.

Sedangkan, menurut Endarmoko (2006,60) pemanfaatan adalah pemakaian,

(20)

pendayagunaan, penggunaan, dan eksploitasi. Kemudian, menurut Sulistio-Basuki (1992,14) “pemanfaatan merupakan kiriteria untuk memilih dan membedakan dokumen”. Menurut Seels and Richey(1994: 14) menyatakan “pemanfaatan ialah aktivitas menggunakan proses dan sumber belajar.”

Menurut KBBI (2002) istilah layanan diartikan sebagai cara melayani, yaitu membantu, menyiapkan, mengurus apa yang diperlukan seseorang.

Sedangkan menurut Prytherch yang dikutip oleh Afida (2011,15) “layanan adalah fasilitas yang disediakan perpustakaan kepada pemakainya untuk pemanfaatan buku dan penyebaran informasi”. Menurut Soedibyo (1988,100) “perpustakaan adalah pelayanan, dan pelayanan berarti kesibukan”. Menurut Yusuf (2009,375)

“pelayanan perpustakaan adalah menawarkan segala bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan kepada para pengguna yang datang ke perpustakaan dan memintanya”.

Hal ini sejalan dengan pendapat Sutarno (2006,2015) pemanfaatan layanan perpustakaan yakni, “pemberdayaan atau pendayagunaan perpustakaan adalah suatu upaya bagaimana memanfaatkan perpustakaan dan segala fasilitas yang tersedia, baik oleh penyelenggara maupun oleh oleh pemakainya secara maksimal atau optimal”. Sedangkan menurut Purwako (2007,2) “pemanfaatan pelayanan perpustakaan adalah memberikan bantuan kepada pembaca untuk memperoleh bahan pustaka/informasi sesuai kebutuhannya”.

Menurut Sutarno (2006,90) layanan perpustakaan adalah:

Salah satu kegiatan utama di setiap perpustakaan. Layanan tersebut

merupakan kegiatan yang langsung berhubungan dengan masyarakat dan

sekaligus merupakan barometer keberhasilan penyelenggaraan

perpustakaan. Bentuk riil layanan perpustakaan tersebut antara lain:

(21)

1. Layanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan yang dikehendaki masyarakat pemakai.

2. Berorientasi kepada pemakai

3. Berlangsung cepat waktu dan tepat sasaran 4. Berjalan mudah dan sederhana.

5. Murah dan ekonomis

6. Menarik dan menyeenagkan, dan menimbulkan rasa simpati.

7. Bervariatif

8. Mengundang rasa ingin kembali.

9. Ramah tamah

10. Bersikap informatif,membimbing, dan mengarahkan, tetapi tidak bersifat menggururui

11. Mengembangkan hal-hal yang baru/ inovatif.

12. Mampu berkompetisi dengan layanan di bidang lain.

13. Mampu menumbuhkan rasa percaya bagi pemakai dan bersifat mandiri.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat dipahami bahwa pemanfaatan layanan perpustakaan adalah suatu proses pendayagunaan layanan yang tersedia di perpustakaan oleh pengguna sesuai dengan kebutuhan dan minat dari pengguna. Layanan di perpustakaan harus diberikan kepada pemustaka sesuai dengan kebutuhan pemustaka yang dapat diberikan secara cepat, tepat, dan mudah.

Sebagai pusat informasi, perpustakaan dituntut untuk selalu memberikan

pelayanan kepada pengguna. Untuk itu, perpustakaan terus berusaha untuk

menyediakan berbagai sumber informasi dan bahan-bahan yang relevan bagi

penggunanya sehingga pengguna lebih efektif dalam pemanfaatan layanan yang

ada di perpustakaan. Sebagai pusat pemanfaatan informasi perpustakaan harus

mampu menyebarluaskan informasi kepada pengguna sehingga tujuan

pemanfaatan koleksi perpustakaan dapat tercapai. Dalam Kamus Besar Bahasa

Indonesia (2005,1216) “tujuan bermakna arahan, haluan (jurusan), yang dituju,

maksud, tuntutan (yang dituntut)”.

(22)

Kemudian, menurut Sutarno (2006,123) tujuan pengguna ke perpustakaan dipengaruhi oleh beberapa faktor:

1. Tahu arti dan manfaatnya

2. Mereka membutuhkan sesuatu di perpustakaan 3. Tertarik dengan perpustakaan

4. Merasa senang dengan perpustakaan 5. Dilayani dengan baik

Menurut Handoko yang dikutip oleh Handayani (2007,28) bahwa dari segi pengguna pemanfaatan bahan pustaka di perpustakaan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.

Faktor internal meliputi:

1. Kebutuhan

Yang dimaksud kebutuhan dalam pernyataan ini adalah kebutuhan informasi.

2. Motif

Motif merupakan suatu yang meliputi semua penggerak, alasan atau dorongan yang menyebabkan ia berbuat sesuatu.

3. Minat

Minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu.

Faktor eksternal meliputi:

1. Kelengkapan koleksi

Banyaknya koleksi yang dapat dimanfaatkan informasinya oleh pengguna.

2. Keterampilan pustakawan dalam melayani pengguna

3. Keterampilan pustakawan dalam melayani pengguna dapat dilihat melalui kecepatan dan ketepatan mereka memberi layanan.

4. Keterbatasan fasilitas dalam pencarian kembali.

Menurut Soedibyo (1987:71) tujuan kunjungan ke perpustakaan adalah untuk:

1. Keperluan tugas sekolah 2. Tugas studi di fakultasnya 3. Tugas research

4. Recreational reading

(23)

Menurut Sutarno (2006,190) prinsip-prinsip layanan adalah:

1. Sesuai dengan atau untuk kebutuhan masyarakat yang dilayani, 2. Diusahakan berlangsung cepat, tepat, mudah dan sederhana,

3. Diciptakan kesan yang menarik dan menyenangkan atau memuaskan pemakai/penerima layanan.

Dari beberapa pendapat di atas, dapat dikemukakan bahwa tujuan pemanfaatan adalah mengarah pada maksud dari proses atau cara yang dilakukan.

Dengan demikian tujuan pemanfaatan layanan di perpustakaan berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor dari pengguna seperti: kebutuhan, ketertarikan, perasaan, serta pelayanan yang diperoleh oleh pengguna.

Dalam memenuhi kebutuhan informasi, pengguna memanfaatkan layanan yang ada di perpustakaan sesuai dengan kebutuhan, waktu, dan kesempatan yang berbeda-beda. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005,425), pengertian frekuensi adalah “sejumlah pengulangan kejadian tertentu yang teratur.”

Dari uraian di atas dapat dikemukakan bahwa, frekuensi pemanfaatan layanan perpustakaan adalah pemakaian dan pemanfaatan layanan yang ada di perpustakan secara terus menerus sesuai dengan kebutuhan.

2.2.1 Layanan Sirkulasi

Layanan sirkulasi di perpustakaan merupakan salah satu kegiatan yang

berkaitan dengan pengguna perpustakaan. Pengertian layanan sirkulasi menurut

Rahayuningsih (2007,95) adalah “layanan pengguna yang berkaitan dengan

peminjaman, pengembalian, dan perpanjangan koleksi”. Sedangkan berdasarkan

buku Pedoman Umum Penyelenggaraan Perpustakaan Umum (2000,38)

(24)

menyatakan bahwa “Layanan sirkulasi adalah layanan kegiatan melayani pengguna jasa perpustakaan dalam pemesanan, peminjaman, dan pengembalian bahan pustaka beserta penyelesaian administrasinya”. Hal ini sejalan dengan pendapat Darmono (2007,141) “Layanan Sirkulasi adalah layanan kepada pemakai perpustakaan berupa peminjaman bahan pustaka yang dimiliki oleh perpustakaan”. Menurut Sutarno (2006,93) “ layanan sirkulasi adalah kegiatan melayani pemakai jasa perpustakaan dalam pemesanan, peminjaman, dan pengembalian bahan pustaka berserta penyelesaian administrasinya”.

Dalam pelaksanaan pelayanan sirkulasi ada lima tujuan yang ingin dicapai antara lain:

1. Agar para pemakai mampu memanfaatkan koleksi perpustakaan secara optimal.

2. Agar mudah diketahui identitas peminjaman, buku yang dipinjam dan waktu pengembalian.

3. Untuk menjamin pengembalian pinjaman dalam waktu yang ditentukan.

4. Untuk memperoleh data kegiatan pemanfaatn koleksi suatu perpustakaan.

5. Untuk mengontrol jika terdapat pelanggaran (Lasa 2005,13).

Dalam buku Perpustakaan Perguruan Tinggi: Buku Pedoman (2004,73) proses layanan sirkulasi meliputi tujuh kegiatan yaitu:

1. Meminjam 2. Mengembalikan 3. Mencatat pesanan

4. Memperpanjang masa pinjam 5. Menagih

6. Memberikan sanksi

(25)

Dari beberapa pendapat di atas, dapat dinyatakan bahwa pelayanan sirkulasi adalah kegitan untuk melayani pengguna dalam proses peminjaman, pengembalian,dan perpanjangan bahan pustaka.

2.2.2 Layanan Referensi

Layanan referensi adalah layanan yang diberikan oleh perpustakaan untuk koleksi-koleksi khusus seperti: kamus, ensiklopedi, almanak, direktori, buku tahunan, yang berisi informasi teknis. Buku referensi adalah buku yang isi dan penyajiannya dapat digunakan untuk memperoleh informasi tentang ilmu pengetahuan, tekonologi, seni, dan budaya secara dalam dan luas. Maka koleksi ini tidak boleh dibawa pulang oleh pengunjung perpustakaan dan hanya untuk dibaca di tempat. Pelayanan referensi adalah suatu kegiatan untuk membantu pengguna perpustakaaan dalam menemukan informasi yaitu dengan cara menjawab pertanyaaan dengan menggunakan koleksi referensi, serta memberikan bimbingan untuk menemukan koleksi referensi (Rahayuningsih 2007,103). Sedangkan menurut Syahyuman (2012,72) “koleksi referensi adalah koleksi yang didalamnya terdapat koleksi kereferensian, seperti kamus, ensiklopedi, buku tahunan, almanak, biografi, buku pegangan, bibliografi, dan lain-lain sejenisnya”.

Dalam buku Pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional RI (2004, 86) adalah :

Layanan referensi adalah kegiatan untuk membantu pengguna menelusuri

informasi dalam berbagai subjek. Dengan layanan referensi, pengguna

dibantu untuk menemukan informasi dengan cepat, menelusur informasi

dengan lebih spesifik, dan dengan pilihan subjek yang lebih luas, dan

memanfaatkan sarana penelusuran yang tersedia secara optimal. Tugas

dari layanan rujukan adalah memberikan informasi yang bersifat umum,

(26)

membantu menggunakan katalog dan memberikan petunjuk cara memanfaatkannya, membimbing pengguna dalam penelusuran informasi, menjelaskan cara menggunakan bahan perpustakaan rujukan, membantu pengguna untuk menemukan informasi/bahan perpustakaan yang dicarinya dan membuat jajaran vertikal yang berisi prospektus, brosur dan sebagainya.

Sedangkan Darmono (2001, 141) menyatakan bahwa:

Layanan referensi adalah layanan yang diberikan oleh perpustakaan untuk koleksi-koleksi khusus, seperti kamus, ensiklopedia, almanak, direktori, buku tahunan yang berisi informasi teknis dan singkat. Koleksi ini tidak boleh dibawa pulang oleh pengunjung perpustakaan, tetapi hanya untuk dibaca di tempat.

Pada layanan referensi ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan.

Menurut Sumarji (1993,29) kegiatan yang dilakukan di pelayanan referensi tersebut adalah:

1. Melayani anggota perpustakaan yang memerlukan koleksi pustaka acuan /rererensi (reference book), bila diperlukan dengan berbagagai keterangan seperlunya secara lisan kepada para anggota perpustakaan yang bersangkutan.

2. Melayani permintaan foto copy yang diajukan oleh para anggota perpustakaan, sehubungan dengan pemakaian koleksi referensi tersebut karena tidak boleh dibawa pulang atau dibawa ke luar perpustakaan oleh anggota perpustakaan.

3. Melayani permintaan penelusuran informasi yang diajukan oleh para anggota perpustakaan ataupun siapa saja yang mengajukan permintaan meskipun bukan anggota perpustakaan melalui syarat-syarat tertentu.

4. Melakukan penyimpanan dan pengaturan kembali (reshelving) koleksi pustaka acuan yang telah dibaca oleh para anggotanaya.

5. Memebuat laporan tertulis secara berkala tentang kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan dalam rangka melaksanakan kegiatan pelayanan referensi.

Tujuan layanan referensi menurut Rahayuningsih (2007, 104) antara lain:

1. Memungkinkan pengguna menemukan informasi secara cepat dan tepat.

2. Memungkinkan pengguna menelusuri informasi dengan pilihan yang lebih luas.

3. Memungkinkan pengguna menggunakan koleksi referensi dengan

lebih tepat guna.

(27)

Sedangkan menurut Sutarno (2006,94) Layanan referensi adalah

Layanan yang koleksinya terbatas di perpustakaan dan tidak boleh dibawa pulang, dan hanya bisa dibaca di tempat. Layanan ini merupakan layanan yang dapat memberikan informasi kepada pengguna secara cepat dan dapat memberikan bimbingan pemakai untuk menemukan rujukan yang dicari. Contoh koleksi referensi adalah: kamus, ensiklopedia, almanak, direktori, buku pedoman dan petunjuk, buku tahunan, dan koleksi lainnya.

Dari beberapa pendapat di atas, dapat dinyatakan bahwa layanan referensi adalah layanan yang diberikan kepada pengguna untuk menemukan informasi yang mereka butuhkan melalui koleksi khusus seperti kamus, ensiklopedia, almanak, direktori, buku tahunan dan koleksi lainnya yang berisi informasi teknis dan singkat.

2.2.3 Layanan Koleksi Audiovisual

Layanan audiovisual merupakan layanan khusus yang harus disediakan di perpustakaan yang terdiri dari video, CD, rekaman musik, filmdan koleksi lainnya yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran dan juga sebagai hiburan.

Menurut Harrod dalam Marita (2007,5) media audio visual adalah bahan-bahan non buku seperti rekaman gramaphone, pita-pita, slide, filmstrip dan pita video.

Pada perpustakaan media audio visual merupakan termasuk jenis koleksi bukan

buku atau disebut jenis media koleksi pandang dengar. Layanan audio visual

merupakan salah satu layanan yang bermanfaat bagi pemakai perpustakaan yang

ingin mencari informasi dalam bentuk elektronik. Untuk dapat memenuhi

kebutuhan informasi selain bahan tercetak perpustakaaan juga menyediakan

(28)

layanan audio visual. Sesuai dengan namanya audio visual adalah sumber informasi elektronik yang menyediakan informasi berupa gambar dan suara.

Dalam Buku Pedoman Perpustakaan Umum (2004,90) dinyatakan bahwa “Pelayanan audiovisual adalah kegiatan meminjam bahan pustaka audiovisual kepada pengguna untuk ditayangkan dengan bantuan perlengkapan di dalam perpustakaan”. Adapun tujuan dari layanan audiovisual berdasarkan buku pedoman perpustakaan umum (2004,90) adalah sebagai berikut:

1. Menyediakan media khusus untuk tujuan pendidikan, pengajaran, penelitian dan rekreasi

2. Memotivasi pengguna agar lebih banayak memanfaatkan fasilitas perpustakaan.

3. Meningkatkan kualitas penyimpanan informasi dan pesan pendidikan.

4. Meningkatkan daya ingat pengguna melalui bahan pustaka audiovisual disamping bahan bacaan.

Menurut Salahudin (1986,3) “media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara ataupengantar, maksudnya sebagai perantara atau alat menyampaikan sesuatu.”

Menurut Sanjaya (2010) perkembangangan media Audio-vidual dalam pembelajaran yaitu :

1. Media audio media yang berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang akan disampaikan dituangkan dalam lambang-lambang auditif, baik verbal (kedalam kata-kata/bahasa lisan) maupun non verbal.

2. Selanjutnya Media berbasis visual (image atau perumpamaan)

memegang peranan yang sanagat penting dalam proses belajar. Media visual dapat memperlancar pemahaman dan memperkuat ingatan.

Yang termasuk dalam kelompok ini yaitu Gambar representasi, Diagram, Peta, Grafik, Overhead Projektor (OHP), Slide, dan Filmstrip.

3. Media audio-visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan

unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih

baik, karena meliputi kedua jenis media auditif (mendengar) dan visual

(melihat).

(29)

4. Media audio visual terdiri atas audio visual diam, yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam seperti film bingkai suara (sound slide), film rangkai suara. Audio visual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak seperti film suara dan video cassette.

5. Multimedia/audiovisual adalah sebagai suatu sistem komputer yang terdiri dari perkakasan dan perisian yang memberikan kemudahan untuk membolehkan gambar, video, fotografi, grafik dan animasi, dipadukan dengan suara, teks data yang dikendalikan dengan program komputer.

Sehubungaan dengan hal di atas maka Lismurtini dalam Situmorang (2014,12) mengemukakan bahwa:

Media audio-visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media auditif (mendengar) dan visual (melihat).

Media Audiovisual merupakan sebuah alat bantu audiovisual yang berarti bahan atau alat yang dipergunakan dalam situasi belajar untuk membantu tulisan dan kata yang diucapkan dalam menularkan pengetahuan, sikap, dan ide.

Sedangkan dalam Pedoman Teknis Pengembangan Koleksi Layanan Perpustakaan Nasional R.I (2002,17) dikemukakan bahwa “koleksi Audiovisual adalah semua bentuk bahan pustaka yang bisa didengar dan dilihat.”

Kemudian, hal ini juga sejalan dengan pendapat Junaedi dalam Situmorang (2014,13) yang mengemukakan jenis dan macam koleksi pandang dengar (Audio-Visual), terdiri dari:

1. Kaset Audio: kaset Analog, kaset Video, Piringan Hitam (PH), Open Rel, CPAudio, adalah koleksi audio visual yang hanya menampilkan suara, baik suaramanusia atau suara alunan nada/musik dan lain sebagainya.

2. Kaset Video: MDU (Master), Video High 8 mm, VHS Video, Betamax, VCD(Video Casette Digital), DVD (Digital Video Disk), adalah jenis koleksi audiovisual yang sudah disempurnakan dari jenis kaset audio. Jenis koleksi inimempunyai kelebihan yaitu dapat didengar dan dilihat, dan informasi akanmaksimal diterima.

3. Piringan Hitam, adalah jenis koleksi audio visual yang hanya

menampilkaninformasi suara. Media jenis ini bisa dikatakan media

informasi audio, sepertihalnya dengan kaset.

(30)

4. CD-ROM, adalah Perangkat keras yang di dalamnya terdapat programprogramyang telah ter-install, dan berfungsi untuk membaca CD.

5. Slide, adalah media atau bentuk fisik rekaman gambar yang hanya dapat dilihatsaja.

6. Disket, adalah jenis koleksi audio visual yang sama dengan CD, tapi biasanyainformasi di dalam disket berupa informasi berbentuk tulisan saja, sebabdisket tidak dapat menampilkan informasi gambar, dikarenakan memori yangdimiliki disket cenderung sedikit sedikit.

File dokumen non printing sendiri dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:

1. File dokumen yang dapat didengar saja. Contoh : kaset, piringan hitam, reel to reel, CD.

2. File dokumen yang dapat dilihat saja. Contoh : slide, film bisu, mikrofilm, mikrofish, transparansi, peta, globe, foto, file.

3. File dokumen yang dapat didengar dan dilihat. Contoh : film suara, video, film strip, slide bersuara.File dokumen diperlukan untuk dokumentasi agar dapat berpacudengan cepat seiring banyaknya permintaan informasi dokumen. Filedokumen yang diubah dari file dokumen cetak menjadi bentuk non cetak akanlebih efektif dan efisien.

Menurut Daryanto (1985, 204) ada beberapa kentungan dan kelemahan dalam koleksi Audiovisual sebagai berikut:

Keuntungan:

1. Menghemat tempat penyimpanan jika dibandingkan dengan buku atau majalah yang memerlukan tempat yang lebih besar.

2. Melindungi bahan aslinya karena bahan kertas sangat terbatas ketahananya.

3. Biaya cetak jenis ini lebih mudah dijangkau (murah) jika dibandingkan dengan dokumen yang sudah tua dan mahal.

4. Bahan-bahan in mudah pengirimannya, lebih ringan Kelemahan:

1. Pemakaian yang kurang hati-hati menyebabkan kleksi audio visual ini cepat rusak dan biaya perbaikannya cukup tinggi.

2. Lebih cepat melelahkan mata dalam penggunaannya/pembacaannya.

3. Diperlukan seorang operator yang betul-betul mengetahui penggunaaan koleksi audiovisual.

4. Perpustakaan harus memiliki hardwareyang dapat membaca softwareyang harganya relatif mahal.

5. Peminjaman software (koleksi audiovisual) harus bisa

mengusahakan hardwarenya.

(31)

Dari beberapa pendapat di atas, dapat dinyatakan bahwa layanan koleksi audiovisual adalah layanan yang diberikan kepada pengguna untuk menemukan informasi yang dapat didengar atau dilihat yang terdiri dari rekaman suara, rekaman video, rekaman gambar, seperti kaset, audio visual, mikrofilm, mikrofis, piringan hitam, video kaset, dan CD-ROM.

2.2.4 Layanan Terbitan Berseri

Terbitan berseri merupakan terbitan yang berisi informasi berita actual, berita keilmuan serta kejadian-kejadian yang berhubungan dengan sosial ekonomi, teknologi, dan perkembangan ilmu pengetahuan, yang pada umumnya diminati oleh pengguna perpustakaan.

Menurut Harrod dalam Saleh (1993, ada dua defenisi layanana terbitan berseri adalah sebagai berikut:

1. Setiap terbitan yang dipulikasikan dalam bagian-bagian yang berturut-turut muncul dalam tenggang waktu yang biasnya teratur.

Terbitan ini dimaksudkan untuk terbit secara terus-menerus dalam waktu yang tidak terbatas, didalamnya mencakup terbitan berkala (periodical), koran, buku tahunan, seri monograf yang bernomor dan prosiding, transaction dan memoar.

2. Suatu buku berisi bagian-bagian atau volume yang diterbitkan secara berturut-turut dengan judul yang sama (seragam). Terbitan ini dimaksudkan untuk terbit secara terus-menerus dalam waktu yang tidak terbatas, dengan jangka waktu terbit tidak teratur.

Sedangkan menurut Lasa Hs dalam pengelolaan terbitan berseri (1994,97) menyatakan bahwa:

Periodicals adalah suatu publikasi yang direncanakan terbit terus

menerus tanpa dibatasi waktu, berisi berbagai bidang, artikel, berita yang

ditulisoleh beberapa orang, lembaga maupun organisasi profesi yang

membentuk redaksi sebagai penanggung jawab”.

(32)

Sedangkan dalam Pedoman Umum Pengelolaan Koleksi Perpustakaan Perguruan Tinggi (2000,12) mendefenisikan bahwa “layanan terbitan berseri adalah terbitan yang diterbitkan terus menerus dengan jangka waktu terbit tertentu”. Dalam Perpustakaan Nasional RI (2000,12) dinyatakan bahwa ada beberapa jenis terbitan berseri yang dapat dijadikan koleksi perpustakaan antara lain:

1. Majalah (magazine).

2. Serial (serials) termasuk periodical, annual, laporan tahunan (year book), proceeding.

3. Bulletin, diterbitkan oleh badan pemerintah, perkumpulan, badan lain biasanya diberi nomor urut.

4. Pamplet (pamphlet), terdiri dari beberapa halaman tanpa jilid.

5. Abstrak (abstract).

6. Annual.

7. Brosur (brochure).

8. Kumulatif (cumulative), merupakan bibiografi untuk satu tahun atau periode tertentu.

9. Harian (daily) misalnya surat kabar.

10. Jurnal (journal).

11. Berita (news bulletin).

12. Makalah.

Kemudian, menurut Rahayuningsih (2007,115) layanan terbitan berseri ada dua jenis, antara lain:

1. Layanan surat kabar dan tabloid a. Baca ditempat

surat kabar dan tabloid setelah diolah dilayankan kepada pengguna agar segera dapat dibaca.

b. Fotokopi

Informasi dalam surat kabar dan tabloid dapat difotokopi sesuai dengan keperluan pengguna.

c. Pemajangan

Pemanjangan surat kabar dapat dilakukan dengan berbagai media yaitu: kotak baca, dan rak pajang, dan tongkat penjepit surat kabar.

2. Layanan jurnal atau majalah

a. Baca ditempat

(33)

Jurnal atau majalah setelah selesai diolah dilayankan kepada pengguna agar segera dapat dibaca.

b. Fotokopi

Perpustakaan menyediakan layanan fotokopi untuk jurnal dan majalah yang diperlukan oleh pengguna.

c. Pemajangan

Puntuk memudahkan pengguna menemukan jurnal atau majalah yang dibutuhkan koleksi jurnal dan majalah hendaknya disusun dengan system tertentu. Misalnya jurnal atau majalah disusun secara alfabetis menurut judul.

d. Layanan penelusuran indeks artikel jurnal atau majalah

Jurnal atau majalah hendaknya diusahakan agar segera mungkin dapat dimanfaatkan pengguna karena jurnal atau majalah memuat informasi terkini.

e. Penarikan jurnal atau majalah

Dilakukan bila sudah ada jurnal atau majalah terbaru yang diterima perpustakaan

Menurut Saleh (1996,26) terbitan berseri mempunyai peran sebagai berikut:

1. Memberikan ruang untuk menampung ide, gagasan, pengalaman seseorang.

2. Menjadi media untuk menyampaikan hasil-hasil penemuan terbaru dalam bidang tertentu.

3. Sumber untuk memperluas wawasan seseorang.

4. Sumber untuk mengetahui Keahlian seseorang.

Dalam buku Pedoman Perpustakaan Umum (2004,49) disebutkan bahwa dalam mengadakan terbitan berseri, perpustakaan hendaknya mengikuti petunjuk, yakni :

1. Menyediakan media khusus untuk tujuan pendidikan, pengajaran, penelitian dan rekreasi.

2. Memberikan ruang untuk menampung ide, gagasan, pengalaman seseorang.

3. Memberikan ruang untuk menampung ide, gagasan, pengalaman seseorang.

4. Melanggan terbitan berkala (majalah atau jurnal) yang penting bagi semua bidang studi.

5. Secara selektif melanggan terbitan berkala umum yang bernilai penelitian atau yang dibutuhkan sivitas akademika.

Berdasarkan pendapat di atas, dapat diketahui bahwa layanan terbitan

berseri adalah layanan yang diberikan kepada pemustaka yang terdiri dari

(34)

majalah, surat kabar, jurnal, brosur dan koleksi lainnya yang terbitannya berseri.

Layanan ini hanya bisa dibaca ditempat dan difotokopi karena tidak boleh dipinjam.

2.2.5 Layanan Internet

Perpustakaan harus menyediakan layanan internet untuk menunjang kegitan dan kebutuhan pemustaka. Layanan ini dibuat agar pengguna ataupun pencari informasi di perpustakaan dapat mengakses informasi yang dibutuhkannya.

Hal ini sejalan dengan pendapat Siregar (2004,58):

Internet adalah suatu jaringan internasional dari jaringan-jaringan yang menghubungkan jutaan komputer diseluruh penjuru dunia.

Perkembangan, teknologi informasi, pada perpaduan antara teknologi dan telekomunikasi yang semakin maju dan menjadi pesat. Salah satu diantaranya adalah tersedianya suatu jaringan komputer di dunia yang disebut internet.

Dengan menyediakan layanan internet memungkinkan pihak perpustakaan lebih berhemat dalam pengadaan bahan pustaka, seperti yang dinyatakan Hasugian (2005,10)

Jika dihitung biaya melanggan suatu jurnal ilmiah tercetak jauh lebih mahal, jika dibandingkan dengan biaya melanggan jurnal itu secara online. Hal ini dapat dimengerti, karena penerbit jurnal tersebut tidak lagi memperkirakan biaya pencetakan, distribusi, dan sebagainya. Bagi perpustakaan yang sudah tersambung dengan internet keadaan ini sangat menguntungkan karena menghemat biaya pengadaan, menghemat penyimpanan, dan dapat memperoleh informasi dari jurnal itu dalam waktu yang relatif sangat cepat, dan sebagainya.

Menurut Siregar (2004,69) menyatakan bahwa:

Penyediaan fasilitas dan bimbingan internet tidak sama dengan

penyediaan warung internet untuk umum. Penyediaan terminal dan

bimbingan di perpustakaan ditunjukkan untuk memperoleh bahan digital

(35)

yang dibutuhkan oleh sivitas akademika untuk mendukung tugas-tugas mereka.

Kemudian hal ini sesuai dengan yang dinyatakan oleh Garret dalam Hasugian (2005,10) “dengan internet, mungkin dengan puluhan ribu perpustakaan atau pusat informasi yang memiliki sumber informasi yang tak terhingga banyaknya dapat saling terhubung, dan dapat dimanfaatkan oleh jutaan pemakai yang terdiri dari individu atau organisasi”.

Sedangkan, peran internet menurut Lasa (2005,232) adalah : 1. Memperkenalkan teknologi informasi kepada pemakai.

2. Membantu tugas-tugas pustakawan dalam memberikan pelayanan informasi kepada pemakai.

3. Internet mampu mengubah sistem pelayanan informasi perpustakaan dengan sistem jemput bola (Proactive) dan dapat dilaksanakan dalam waktu cepat.

4. Informasi yang disediakan tidak hanya terbatas pada koleksi yang dimiliki suatu perpustakaan, tetapi bentuk informasi itu akan bervariasi seperti data, stastistik, laporan penelitian, grafik, dan lain sebagainya

5. Para pemakai perpustakaan dalam waktu yang sama dapat menggunakan satu jenis bahan informasi. Cara demikian tidak mungkin dapat dilaksanakan pada pemanfaatan pustaka berupa buku atau jurnal

6. Memperluas pemanfaatan koleksi perpustakaan. Selama ini seolah- olah koleksi perpustakaan hanya untuk anggota saja, tetapi dengan adanya internet siapa pun bisa menggunakannya.

Kemudian, menurut Simanjuntak dalam Hasugian (2005,10)

“ketersambungan antara perpustakaan melalui internet ini, membentuk suatu sistem yang maha besar yang sering disebut perpustakaan virtual”.

Adapun jenis informasi yang dapat ditemukan di internet sangat banyak

misalnya saja elektronik magazine yaitu majalah elektronik berupa artikel-artikel

yang disimpan dalam file-file yang diakses oleh semua orang, baik dengan topik

ilmiah ataupun hiburan (Petra 2000,3).

(36)

Menurut Zidharta dalam Zainuddin (2006,39) menjelaskan bahwa:

Walaupun secara fisik internet adalah interkoneksi antar-jaringan komputer, namun secara umum internet harus dipandang sebagai sumberdaya informasi. Isi intenet adalah informasi, dapat dibayangkan sebagai suatu database atau perpustakaan multimedia yang sangat besar dan lengkap. Bahkan internet dipandang dunia sebagai bentuk lain (maya) karena hampir seluruh aspek kehidupan di dunia nyata ada di internet seperti bisnis, hiburan, olah raga, politik, dan lain sebagainya.

Sedangkan informasi yang diperoleh dari hasil penelusuran menggunakan internet dapat di download, dicetak, atau hanya dibaca di monitor.

Pada dasarnya penggguna dapat secara bebas memperlakukan informasi yang didapatnya melalui penelusuran dari internet (Hasugian 2005,14).

Dari beberapa pendapat di atas, dapat dinyatakan bahwa layanan internet merupakan layanan yang disediakan untuk pemustaka yang dapat digunakan untuk mencari bahan pustaka yang berbentuk digital, database, dan jenis informasi lainnya di internet. Hal ini berguna untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna, dan hasil penelususran dapat di download, dicetak, atau hanya dibaca di monitor.

2.2.6 Layanan American Corner di Perpustakaan

American Corner adalah kerjasama kemitraan antara kedutaan besar

Amerika Serikat dengan universitas ternama di Indonesia. American Corner

menyediakan akses ke informasi terkini, akurat, dan terpercaya tentang kehidupan

politik, budaya, agama, dan pendidikan di Amerika Serikat melalui koleksi buku,

majalah dan jurnal, CD-ROM, DVD, dan akses ke internet dan database online,

(37)

dan melalui program lokal untuk masyarakat umum (U.S.Embassy & Consulates in Indonesia).

2.2.6.1 Tujuan American Corner

American corner bertujuan untuk:

1. Memberikan informasi yang akurat dan terpercaya mengenai amerika serikat, yang meliputi sejarah, pemerintahan, sosial dan budaya.

2. Menyediakan fasilitas untuk penelitian dan studi.

3. Memberikan bantuan pengembangan intelektual dengan menyediakan sumber-sumber informasi yang berkualitas untuk dunia pendidikan.

4. Memperkenalkan nilai-nilai, pandangan-pandangan, kebudayaan serta norma-norma Amerika kepada masyarakat Indonesia (U.S.Embassy & Consulates in Indonesia).

2.2.6.2 Jenis Layanan dan Sumber Informasi American Corner

Jenis layanan dan sumber informasi yang terdapat di Layanan American Corner terdiri dari:

a. Koleksi cetak terdiri dari referensi dan buku-buku dibidang karya fiksi,bisnis, ilmu sosial, politik, pendidikan dan kebudayaan.

b. Majalah, jurnal, laporan-laporan dan terbitan pemerintah Amerika.

(38)

c. EbscoHost, database online yang menyajikan ringkasan dan artikel lengkap dari terbitan berkala.

d. Jurnal elektronik yang diterbitkan oleh Biro Informasi Internasional Pemerintah Amerika Serikat.

e. Akses internet gratis ke situs-situs Amerika dan internasional, nonpemerintah, lembaga riset, lembaga akademik.

f. Akses ke multimedia: produk-produk audio dan video, seperti CD dan DVD koleksi musik dan film, dan CD-ROM untuk sumber referensi.

g. Akses ke komputer, printer dan mesin fotokopi.

h. Ruangan serbaguna/multifungsi.

Akses ke komputer, printer dan mesin fotokopi, serta fasilitas elektronik yang memudahkan pengiriman dan penerimaan dokumen melalui e-mail atau mesin faximile. (U.S.Embassy & Consulates in Indonesia).

2.2.6.3 Kegiatan di American Corner

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan di American Corner Indonesia adalah:

1. Mendatangkan ahli-ahli dari Amerika sebagai pembicara mengenai berbagai aspek Amerika.

2. Mengadakan seminar dan konferensi bersama cendekiawan Amerika dan cendekiawan Indonesia.

3. Cendekiawan Indonesia memberikan ceramah dengan topik-topik

Indonesia dan Amerika.

(39)

4. Mengadakan pameran yang mempertunjukkan keragaman budaya, masyarakat dan kegiatan sosial di Amerika.

5. Menyediakan informasi pendidikan bagi yang berminat untuk belajar di Amerika.

6. Kegiatan belajar dan mengajar bahasa Inggris dengan Regional English Language Office (RELO), English Language Fellow (ELF),

atau pusat bahasa di Universitas.

7. Mengadakan seminar jarak jauh dengan menggunakan peralatan web conferencing atau digital video conferencing.

8. Mengadakan pemutaran film yang dilanjutkan dengan diskusi kelompok mengenai film tersebut.

9. Menyelenggarakan pelatihan-pelatihan mengenai cara pencarian sumber informasi dan referensi melalui internet.

10. Mengadakan pertemuan dan diskusi berkala yang diikuti oleh mahasiswa, staf pengajar, dan masyarakat umum.

Dalam kegiatan ini, American Corner Indonesia bekerjasama dengan American Corner perguruan tinggi setempat mengadakan koordinasi untuk

menyelenggarakan kegiatan dengan mendatangkan ahli-ahli dari Amerika Serikat

sebagai pembicara mengenai berbagai aspek tentang Amerika. Kemudian pihak

perguruan tinggi juga mengundang pembicara yang disesuaikan dengan tema

kegiatannya. (U.S.Embassy & Consulates in Indonesia).

(40)

2.2.6.4 Jam Layanan American Corner

American Corner terbuka untuk umum dari hari Senin sampai hari Sabtu, kecuali hari besar nasional Indonesia. Sedang layanan American Corner di perpustakaan dikelola oleh staf perpustakaan setempat dan buka pada sesuai dengan jam buka perpustakaan. American Corner juga menyediakan fasilitas yang dapat digunakan oleh pengunjung dengan bantuan petugas dalam pencarian informasi perpustakaan dan siap melayani pengunjung yang mencari informasi khusus. (U.S.Embassy & Consulates in Indonesia).

2.2.6.5 American Corner di indonesia

Perguruan Tinggi yang sudah memiliki American corner di Indonesia adalah:

1. American corner Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta diresmikan tanggal 14 Maret 2004.

2. American corner Institut Teknologi Bandung (ITB) diresmikan tanggal 19 Februari 2008.

3. American corner Malang diresmikan tanggal 8 September 2004 4. American Corner negara Islam Universitas Walisongo-Semarang (UIN

Walisongo) diresmikan tanggal 25 Januari 2005.

5. American Corner dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) diresmikan tanggal 24 April 2004.

6. American Corner Universitas Airlangga (UNAIR)-Surabaya ini

diresmikan tanggal 12 Mei 2004.

(41)

7. American Corner Hassanuddin Universitas (UNHAS)-Makassar diresmikan tanggal 10 September 2005.

8. American Corner di Tanjungpura University (AC UNTAN) secara resmi dibuka oleh Duta Besar Scot Marciel pada tanggal 16 Februari 2012

9. American Corner Universitas Pattimura (AC UNPATTI) secara resmi dibuka pada tanggal 17 September 2013.

10. American Corner Universitas Andalas (AC UNAND) secara resmi dibuka pada tanggal 6 Maret 2014 (U.S.Embassy & Consulates in Indonesia).

American Corner merupakan kerjasama kemitraan antara kedutaan besar

Amerika Serikat dengan universitas ternama di Indonesia. American Corner

menyediakan akses ke informasi terkini, akurat, dan terpercaya tentang kehidupan

politik, budaya, pendidikan, dan agama di Amerika Serikat. American Corner

diresmikan di Perpustakaan Universitas Andalas pada tahun 2014. American

Corner ini merupakan kerjasama kemitraan antara keduataan besar Amerika

Serikat di Jakarta dengan Universitas Andalas. Tujuan pendirian American Corner

ini adalah untuk memberikan kemudahan informasi, memfasilitasi mahasiswa,

dosen, dan masyarakat lainnya mengenai hal yang berkaitan dengan Amerika

Serikat. Universitas Andalas berharap dengan berdirinya American Corner ini

dapat memberikan keuntungan untuk Universitas Andalas dan masyarakat

Sumatera Barat untuk memperoleh informasi secara gratis tentang Amerika

Serikat.

(42)

Jadi, layanan yang disediakan di Amerikan Corner yang dapat dimanfaatkan terdiri dari aspek:

1. Layanan Referensi

Layanan ini terdiri dari koleksi seperti: ensiklopedi, direktori, biografi, dan terbitan pemerintah Amerika.

2. Layanan Audiovisual

Layanan audiovisual terdiri dari: DVD film cerita dan dokumenter, dan CD lagu.

3. Layanan Terbitan Berseri

Layanan ini terdiri dari koleksi seperti: majalah, jurnal, surat kabar.

4. Layanan internet

Melalui layanan ini bisa diakses jurnal online, E-Library USA, buku digital, EbscoHost, database online yang menyajikan ringkasan dan artikel lengkap dari terbitan berkala. Kemudian, dapat melakukan akses internet gratis ke situs-situs Amerika dan internasional, nonpemerintah, lembaga riset, lembaga akademik.

Jurnal elektronik yang diterbitkan oleh Biro Informasi

Internasional Pemerintah Amerika Serikat. Layaanan ini bisa

diakses secara gratis.

Referensi

Dokumen terkait

baru dapat disebut sebagai ahsan al-taqwim (makhluk yang paling sempurna kejadiannya). Hal ini pula yang dilakukan TQN melalui berbagai pondok Inabah yang didirikan..

drawing dan verification ). Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)kegiatan pengorganisasian bahan pustaka buku di Perpustakaan Universitas Indo Global

Diperlukan analisis ekonomis untuk mengetahui kebutuhan biaya yang diperlukan dalam merencanakan insulasi ruang muat serta sistem pendingin tidak langsung pada kapal khusus

Suatu insiden yang tuidak menyebabkan cedera pada pasien akibat melaksanakan Suatu insiden yang tuidak menyebabkan cedera pada pasien akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak

Berdasarkan data hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai Pengaruh Lama Perebusan dan Penggorengan Pada Ikan Bandeng Pindangini maka diperoleh

1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 Tentang Pangan yang secara garis besar memuat tentang pangan yang bermutu serta pengaturan tentang label serta iklan pangan. Yang

Pasal 35 huruf c Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia yang mengartikan bahwa perkara tindak pidana tersebut dapat dikesampingkan

Interaksi sosial merupakan hubungan- hubungan sosial yang dinamis dan menyangkut hubungan antara orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia maupun antara