• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. Jl. Rogonoto No. 261 Singosari, Malang, Jawa Timur.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. Jl. Rogonoto No. 261 Singosari, Malang, Jawa Timur."

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

30 BAB III

METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Perusahaa Indah Cemerlang yang beralamatkan Jl. Rogonoto No. 261 Singosari, Malang, Jawa Timur.

B. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian survey dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantatif. Sedangkan pendekatan deskriptif kuantatif merupakan kegiatan mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan penelitian, agar dengan mudah memperoleh gambaran mengenai karakter obyek dari data penelitian. Pada pengumpulan data yang bisa mendukung penelitian misalkan mengedarkan kuisioner, wawancara terstruktur dan sebagainya sebagai alat pengumpulan data pada penelitian (Sugiyono,2016).

C. Jenis dan Sumber Data

Sumber data yang digunakan penelitian ini adalah menyangkut sumber- sumber informasi yang dapat memperkaya dan memperpadat informasi tentang hal-hal yang menjadi pusat perhatian peneliti. Sumber data yang diharapkan untuk menyediakan informasi yang diperlukan dalam penelitian ini ada dua sumber yaitu sebagai berikut:

1. Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh narasumber yang langsung berhubungan dengan penelitian dan mampu memberikan informasi. Adapun data primer yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data mengenai

(2)

tanggapan responden atas penyebaran kuesioner tentang kompensasi, kinerja karyawan dan kepuasan kerja karyawan pada CV Indah Cemerlang.

2. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh lewat pihak lain atau tidak langsung diperoleh oleh peneliti tetapi dari subjek penelitiannya. Data sekunder dalam penelitian ini adalah struktur organisasi dan jumlah karayawan CV Indah Cemerlang

D. Variabel Penelitian 1. Variabel Dependen

Menurut Sugiono (2016:59) variabel Dependen (variabel terikat) merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel dependennya adalah kompensasi (X).

2. Variabel Indipenden

Menurut Sugiono (2016:59) variabel Indipenden adalah variabel yang mempengaruhi suatu yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (bebas). Dalam penelitian ini variabel indipendennya adalah kinerja karyawan (Y).

3. Variabel Moderasi

Menurut Sugiono (2016:59) variabel moderasi merupakan variabel yang mempengaruhi (memperkuat dan memperlemah) hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel moderasi adalah kepuasan kerja (Z).

(3)

E. Definisi Operasional Variabel

Menurut Hasibuan (2000:118) kompensasi adalah pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung diberikan pada karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan pada perusahaan. Kompensasi dibedakan menjadi dua yaitu: kompensasi langsung dan kompensasi tidak langsung.

No Variabel Definisi Indikator

1. Kompensasi (x)

kompensasi adalah

pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung diberikan pada karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan

1. Upah dan gaji, karyawan tersebut dihitung perjam 2. Insentif, Diberikan ketika

ada lemburan/tambahan jam kerja diluar jam pokok 3. Tunjangan, asuransi kerja

asuransi jiwa, dan tunjangan pension atau pesangon

4. Fasilitas, kantin dan uang bensin atau uang transport

2. Kinerja karyawan

(y)

kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam

melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

1. Kualitas, hasil barang yang dikerjakan karyawan

2. Kuantitas, jumlah unit/barang yang dihasilkan setiap hari 3. Ketepatan waktu, hasil

kerja yang diselesaikan tepat dengan waktu di kesepakata awal 4. Efektivitas,

pemanfaatan alat yang tersedia sehingga mekmaksimalkan kualitas produk 5. Kemandirian, tingkat

dimana karyawan mempunyai komitmen kerja dengan instansi

(4)

dan tanggung jawab karyawan terhadap kantor.

3. Kepuasan kerja (z)

keinginan, tuntutan dan harapan-harapan karyawan terhadap pekerjaan yang dihubungkan dengan realitas- realitas yang dirasakan karyawan, sehingga menimbulkan suatu bentuk reaksi emosional yang berwujud perasaan senang, perasaan puas, ataupun perasaan tidak puas.

1. Ganjaran yang pantas, 2. Rekan kerja yang

mendukung

3. Tantangan Pekerjaan, pekerjaan itu sendiri

F. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Menurut Sugiono (2002:73) populasi adalah wilayah generasi yang terdiri atas objek/subyek yang mempunyai kualitas dasn karakteristik tertentu yang ditatapkan oleh penelitian untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah karyawan bagian produksi Perusahaan Indah Cemerlang Singosari. Karyawan di bagian produksi yang berjumlah 32 orang.

(5)

2. Sampel

Sampel adalah sebagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiono, 2002:72). Untuk sekedar perkiraan, bila objek didalam populasi kurang dari seratus. Lebih baik diambil semua sehingga penelitian ini merupakan penelitian populasi. Dalam penelitan ini menggunakan teknik proporsive sampling yaitu sebuah cara pengambilan sampel dengan menetapkan ciri yang sesuai dengan tujuan. Dan mengambil sample sebanyak 32 orang karyawan bagian produksi.

G. Teknik Pengumpulan Data

Mengumpulkan data merupakan pekerjaan yang penting dalam penelitian mengingat pentingnya arti data dalam penelitian maka dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan sebagai adalah sebagai berikut:

1. Wawancara

Wawancara, yaitu proses memperoleh keterangan dengan tanya jawab langsung antara peneliti dengan responden meliputi deskripsi kerja karyawan CV. Indah Cemerlang.

2. Kuesioner

Kuesioner, yaitu pengumpulan data dengan membagi daftar pertanyaan kepada responden, penyebaran kuesioner ini dapat dijadikan sebagai bukti tulis dalam pengolahaan data yang dilakukan peneliti.

H. Teknik Pengukuran Variabel

Penelitian ini menggunakan skala likert, skala ini mengukur persetujuan atau ketidaksetujuan responden terhadap serangkain pertanyaan yang mengukur

(6)

suatu item (Sugiyono, 2015), yang nantinya dapat menggunakan scoring/nilai perbutir dari jawaban berkisar antara:

Tabel 3.1 Skala Likert

No Jawaban Responden Nilai

1 Sangat setuju/selalu/sangat positif/ sangat baik 5

2 Setuju/sering/positif diberi skor 4

3 Ragu-ragu/kadang-kadang/netral diberi skor 3 4 Tidak setuju/hampir tidak pernah/negatif diberi skor 2 5 Sangat tidak setuju/tidak pernah diberi skor 1 Sumber: Sugiyono, 2015

Dimana untuk jawaban dari responden dikaitan dengan kriteria-kriteria sebagai berikut:

a. Jawaban SS (Sangat Setuju) diberi skor 5, yaitu sebagai jawaban kepuasan kerja mempunyai indikasi yang sangat tinggi dan kompensasi mempunyai indikasi sangat baik. Sedangkan kinerja yang mempunyai indikasi sangat tinggi dalam pengukurannya.

b. Jawaban S (Setuju) diberi skor 4, yaitu sebagai jawaban kepuasan kerja mempunyai indikasi yang tinggi dan kompensasi mempunyai indikasi baik. Sedangkan kinerja yang mempunyai indikasi tinggi dalam pengukurannya.

c. Jawaban N (Netral) diberi skor 3, yaitu sebagai jawaban kepuasan kerja mempunyai indikasi yang cukup tinggi dan kompensasi mempunyai indikasi cukup baik. Sedangkan kinerja yang mempunyai indikasi cukup tinggi dalam pengukurannya.

(7)

d. Jawaban TS (Tidak Setuju) diberi skor 2, yaitu sebagai jawaban kepuasan kerja mempunyai indikasi yang rendah dan kompensasi mempunyai indikasi tidak baik. Sedangkan kinerja yang mempunyai indikasi rendah dalam pengukurannya.

e. Jawaban STS (Sangat Tidak Setuju) diberi skor 1, yaitu sebagai jawaban kepuasan kerja mempunyai indikasi yang sangat rendah dan kompensasi mempunyai indikasi sangat tidak baik. Sedangkan kinerja yang mempunyai indikasi sanagat rendah dalam pengukurannya.

I. Uji Instrument a. Uji Validitas

Uji validitas adalah pengukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan dan kesahihan suatu instrument. Suatu instrument yang kurang valid memiliki arti validitas rendah (Arikuntoro:2006). Rumus yang digunakan adalah rumus kolerasi product moment sebagai berikut:

𝑟𝑥𝑦 = ∑ 𝑋𝑌

√{𝑁 ∑ 𝑋2 − (∑ 𝑋2){𝑁 ∑ 𝑌2 − (∑ 𝑌2)}}𝜋𝑟2 Keterangan:

𝑟𝑥𝑦 = koefisien kolerasi product moment 𝑁 = jumlah subjek uji coba

∑ 𝑥 = jumlah skor butir

∑ 𝑥2= jumlah skor butir kuadrat

∑ 𝑦 = skor total

∑ 𝑦2= jumlah skor total kuadrat

(8)

∑ 𝑥 𝑦 = jumlah perkalian skor butir dengan skor total

Sejumlah angka kolerasi yang diperoleh dibandingkan dengan angka kritik table kolerasi nilai rt. Apabila r hitung nilainya diatas angka kritik taraf 5% maka pernyataan tersebut valid dan sebaliknya apabila r hitung berada dibawah angka kritik atau negative, maka pernyataan tersebut tidak valid. Untuk taraf signifikan (rt) 5% dengan angka kritik 0,361 (Sugiyono:2004). Kriteria keputusan adalah jika r ≥ rt dengan taraf siginifikan 5% maka dinyatakan signifikan. Dalam pengolahan data uji validitas pada penelitian ini peneliti menggunakan bantuan program SPSS.

b. Uji Reliabilitas

Uji reabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpulan data karena instrument tersebut sudah baik (Arikuntoro:2006). Dalam pengujian untuk mencari reabilitas instrument yang skornya bukan 1 dan 0 menggunakan rumus Alpha yaitu:

𝑟11 = ( 𝐾

𝐾−1) (1 − ∑ 𝜎𝑏2

𝜎𝑡2 ) Keterangan:

𝑟11 = realibitas instrument

K = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal

∑ 𝜎𝑏2 = jumlah varians butir 𝜎𝑡2 = varians total

Apabila harga 𝑟11 ini dikonsultasikan dalam r product moment, dapat diketahui bahwa lebih kecil dari 𝑟𝑡 yang ada dengan demikian dapat

(9)

disimpulkan bahwa instrument tersebut telah reliable. Dalam pengujian reliabilitas penelitia menggunakan jasa SPSS.

J. Teknik Analisis Data a. Rentang Skala

Rentan skala adalah alat yang digunakan untuk mengukur dan menilai variabel yang diteliti. Dalam penelitian ini rentang skala digunakan untuk mengetahui hasil dari perhitungan dengan menggunakan rumus rentang (Umar:2001) sebagai berikut:

𝑅𝑠 = 𝑛(𝑚 − 1) 𝑚

Keterangan:

n = jumlah sampel

m = jumlah alternatife tiap item pertanyaan Rs = rating scale (skala penelaian)

Maka rentang skala dapat diperoleh dengan cara perhitungan sebagai berikut:

𝑅𝑠 = 32 (5 − 1)

5 = 26

Berdasarkan perhitungan diatas rentang skala diperoleh sebesar 26 dengan demikian skala penelitian sebagai berikut:

(10)

Table 3.2

Rentang Skala Kompensasi, Kinerja Dan Kepuasan Rentang Skala Kompensasi Kepuasan

kerja Kinerja

32 – 58 Sangat Buruk Sangat Rendah Sangat Rendah

59 – 85 Buruk Rendah Rendah

86 – 112 Cukup Cukup Cukup

113 – 139 Baik Tinggi Tinggi

140- 166 Sangat Baik Sangat Tinggi Sangat Tinggi

K. Analisis Regresi

Analisis regresi dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara untuk menguji pengaruh (variabel bebas) komitmen organisasi terhadap (variabel terikat) turnover intention dengan mempertimbangkan (variabel moderasi) dukungan organisasi:

1. Untuk menguji dan menganilisis pengaruh signifikan kompensasi (X) terhadap kinerja karyawan (Y) digambarkan dengan persamaan sebagai berikut :

Y = 𝑎 + 𝑏1 𝑋1+ 𝑒 Keterangan:

Y = variabel kinerja

𝑎 = konstansa, yaitu besarnya nilai Y ketika nilai X = 0 b = arah koefisien regresi

𝑋1 = variabel kompensasi e = standart eror

Jika koefisien b bernilai positif, maka dapat diartikan bahwa antara variabel bebas dan variabel terikat terdapat korelasi positif atau searah.

(11)

Dengan kata lain, peningkatan atau penurunan variabel bebas diikuti dengan kenaikan atau penurunan variabel terikat. Sedangkan jika koefisien b bernilai negatif, maka menunjukan arah yang berlawanan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Dengan kata lain, setiap peningkatan variabel bebas akan diikuti dengan penurunan variabel terikat atau sebaliknya.

2. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh sigifikan kompensasi terhadap kinerja yang dimoderasi oleh kepuasan kerja digunakan persamaan regresi moderasi sebagai berikut:

Y = 𝑎 + 𝑏1𝑋1 + 𝑏2 Z + e Keterangan:

Y = variabel kinerja 𝑎 = konstansa

𝑏1–𝑏2 = arah koefisien regresi 𝑋1 = variabel kompensasi Z = variabel kepuasan kerja e = standart eror

Jika koefisien b bernilai positif, maka dapat diartikan bahwa antara variabel (Kompensasi dan kepuasan kerja) dan variabel terikat terdapat korelasi positif atau searah. Dengan kata lain, peningkatan atau penurunan variabel (Kompensasi dan kepuasan kerja) diikuti dengan kenaikan atau penurunan variabel terikat (kinerja karyawan). Sedangkan jika koefisien b bernilai negatif, maka menunjukan arah yang berlawanan antara variabel (Kompensasi dan kinerja karyawan) dengan variabel terikat (kepuasan kerja).

(12)

Dengan kata lain, setiap peningkatan variabel (Komitmen organisasi dan dukungan organisasi) akan diikuti dengan penurunan variabel terikat (kepuasan kerja) atau sebaliknya.

3. Moderasi Regresi Analisis (MRA)

Analisis moderat digunakan untuk menaksir nilai variabel turnover intention (Y) berdasarkan nilai variabel komitmen organisasi (X) dikalikan dengan variabel dukungan organisasi (Z), serta taksiran perubahan variabel Y untuk setiap satuan perubahan variabel X yang dikalikan dengan variable Z.

Moderating Regression Analysis dinyatakan dalam bentuk regressi berganda dengan persamaan mirip regresi polynomial yang menggambarkan pengaruh nonlinier yang dinyatakan dalam bentuk model persamaan sebagai berikut:

Y = α + 𝑏1X + 𝑏2Z + 𝑏3 ∗ 𝑋𝑧 + e Keteranga:

Y = Kinerja karyawan

α = Konstanta, yaitu besarnya nilai Y ketika nilai X = 0 𝑏1 – 𝑏2 = arah koefisien regresi

XZ = Interaksi kompensasi dan kepuasan kerja e = Standart error

Uji interaksi atau sering disebut dengan Moderated Regresion Analysis (MRA) merupakan aplikasi khusus dimana dalam persamaan regresinya mengandung unsur interaksi (perkalian dua atau lebih variabel independen) (Ghozali, 2006). Variabel perkalian antara komitmen organisasi (X) dengan dukungan organisasi (Z) merupakan variabel pemoderasi. Oleh karena

(13)

menggambarkan pengaruh variabel (Z) terhadap hubungan variable (X) dan variabel (Y).

L. Uji Hipotesis Hipotesis

Penelitian ini menguji hipotesis yang menggunakan uji t sebagai berikut:

1. Uji t

Uji t digunakan untuk menunjukan seberapa jauh pengaruh variabel kompensasi (x) dan variabel kepuasan kerja (z) secara individual dalam menerangkan variasi variable kinerja karyawan (y).

Dengan mempertimbangkan:

1. Jika tℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 < ttabelmaka Ho diterima 2. Jika thitung > ttabelmaka Ho di tolak

Jika Ho diterima maka variabel kompensasi (x) dan variabel kepuasan kerja (z) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (y), sebaliknya, Jika Ho ditolak maka variabel kompensasi (x) dan variabel kepuasan kerja (z) memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (y)

Referensi

Dokumen terkait

Skala Dukungan Sosial Orang Tua mempunyai jawaban yaitu: sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (ST), dan sangat tidak setuju (STS). Skor dalam setiap aitem

Jawaban dari tes pemahaman konsep dinilai oleh peneliti. Setiap jawaban benar akan diberikan skor 1 dan jawaban salah diberi skor 0. Skor maksimum adalah 20 dan

H 0 : variabel-variabel independen (disiplin kerja, kompensasi, dan lingkungan kerja) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen (kepuasan

1) Untuk pernyataan favorable, semakin sesuai respon subyek, maka semakin besar skor yang didapatnya, yaitu 1 untuk jawaban STS (Sangat Tidak Sesuai), 2 untuk jawaban

Skor 1, sebagai jawaban dari Ekuitas merek mempunyai indikasi sangat tidak kuat, kepercayaan merek sangat tidak percaya dan loyalitas pelanggan sangat tidak loyal

Pada penelitian ini diukur dengan skala Likert dari STS (sangat tidak setuju diberi skor 1), TS (tidak setuju diberi skor 2), N (netral diberi skor 3), S (setuju

Sedangkan pada item yang unfavorable, subyek akan memperoleh skor empat (4) untuk jawaban Sangat Tidak Setuju (STS); skor tiga (3) untuk jawaban Tidak Setuju (TS); skor

Digunakan untuk mengukur motivasi kerja, kepuasan kerja dan kinerja karyawan pada warung lalapan di kecamatan Dau Malang.. Untuk skor 52 – 93,5 menunjukan nilai