• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS RISIKO TIPE I (PRODUSEN) DAN RISIKO TIPE ii (KONSUMEN) DALAM KOLABORASI RANTAI PASOK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ANALISIS RISIKO TIPE I (PRODUSEN) DAN RISIKO TIPE ii (KONSUMEN) DALAM KOLABORASI RANTAI PASOK"

Copied!
64
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS RISIKO TIPE I (PRODUSEN) DAN RISIKO TIPE ii (KONSUMEN) DALAM KOLABORASI RANTAI PASOK

OLEH

AFRIANI SULASTINAH

1206100030

DOSEN PEMBIMBING

Dra. LAKSMI PRITA WARDHANI, M.Si

JURUSAN MATEMATIKA INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

SURABAYA 2010

(2)

TUGAS AKHIR

PENDAHULUAN

TINJAUAN PUSTAKA

METODE PENELITIAN

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR PUSTAKA

(3)

LATAR BELAKANG

BISNIS

MASALAH

RISIKO

PENGENDALIAN RISIKO

RISIKO

MINIMUM

(4)

RUMUSAN MASALAH

 Bagaimana mengkaji lemma Neyman- Pearson dalam meminimalkan risiko.

 Bagaimana menganalisis risiko tipe I dan tipe II pemasok dan perusahaan dalam rantai

pasok.

 Bagaimana meminimalkan risiko tipe II dalam

kolaborasi rantai pasok.

(5)

BATASAN MASALAH

Menggunakan uji hipotesa Neyman-Pearson untuk menentukan daerah penolakan dugaan awal.

Menggunakan distribusi binomial untuk

menentukan nilai risiko tipe I dan tipe II pemasok dan perusahaan.

Menggunakan teori permainan dalam menentukan solusi optimum untuk meminimalkan risiko tipe II.

Strategi yang digunakan dalam teori permainan

pada masing-masing produsen dan pemasok

berjumlah dua strategi.

(6)

TUJUAN

 Mengkaji lemma Neyman-Pearson dalam meminimalkan risiko tipe II pemasok dan perusahaan dalam kolaborasi rantai pasok.

 Mendapatkan nilai minimum risiko tipe II

dalam kolaborasi rantai pasok.

(7)

MANFAAT

 Memberikan informasi mengenai

kemungkinan risiko yang terjadi dalam

sebuah bisnis (perusahaan) yang nantinya

dapat membuat bisnis (perusahaan) tersebut mengalami kerugian.

 Selain itu juga diharapkan dapat menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya

tentang risiko dalam pengendalian kualitas.

(8)

SAMPLING PENERIMAAN

Sampling penerimaan adalah metodologi dimana keputusan yang dihasilkan adalah menerima atau menolak lot berdasarkan pemeriksaan sampel

Terdapat tiga macam sampling penerimaan, yaitu:

1. Sampling penerimaan tunggal

2. Sampling penerimaan ganda

3. Sampling penerimaan multipel

(9)

Kesalahan (error) Tipe 1 dan 2

Karena keputusan mengenai lot ini didasari dari sampel, maka ada peluang membuat kekeliruan dalam memutuskannya.

Keliru menolak suatu lot padahal semestinya diterima, disebut

dengan kesalahan tipe 1 atau . Risiko membuat kesalahan tipe 1 ini disebut dengan risiko produsen

Keliru menerima suatu lot padahal semestinya ditolak, disebut

dengan kesalahan tipe 2 atau . Risiko membuat kesalahan tipe 2 ini disebut dengan risiko konsumen

(10)

Kurva KO untuk N=2000,c=2,n (50,100,200)

0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1

0 0.02 0.04 0.06 0.08 0.1 0.12 0.14 0.16

Peluang lot diterima (Pa)

Persen cacat dalam lot (p)

Kurva KO N=2000

n=50 c=2

n=100 c=2 n=200

c=2

n=200 c=2

(11)

KO untuk N=2000,n=50,c≤3

0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1

0 0.02 0.04 0.06 0.08 0.1 0.12 0.14 0.16

Peluang lot diterima (Pa)

Persen cacat dalam lot (p)

Kurva KO N=2000

n=50 c=3 n=50

c=2 n=50

c=1 n=50

c=0

(12)

Kurva KO dengan α=0.05, AQL=5% dan

β=0.1, LTFD=8%

(13)

Risiko tipe I (produsen)

Risiko tipe I (produsen) adalah probabilitas lot ditolak, padahal kualitas lot tersebut baik

atau probabilitas menolak , padahal

benar. Risiko tipe I dinotasikan dengan α.

Persentase barang cacat diterima dinyatakan dengan Acceptable Quality Level (AQL). Jadi AQL adalah persentase kecacatan

maksimum yang masih dapat diterima

sebagai suatu rata-rata proses. AQL

ditetapkan produsen

(14)

Risiko tipe II (konsumen)

Risiko tipe II (konsumen) adalah probabilitas menerima lot dengan kualitas tidak baik atau probabilitas menerima , padahal salah.

Risiko tipe II dinyatakan dengan β. Persentase barang cacat yang diterima dinyatakan

dengan Lot Tolerance Fraction Defective

(LTFD). Jadi LTFD adalah batas proporsi

kecacatan yang masih ditoleransi oleh

konsumen

(15)

RANTAI PASOK

 Menurut Schroeder, yaitu sebuah proses bisnis dan informasi yang berulang yang menyediakan produk atau layanan dari pemasok melalui

proses pembuatan dan pendistribusian kepada konsumen.

 tujuan dari setiap rantai pasok adalah

memaksimalkan nilai yang dicapai, di mana nilai yang dimaksud adalah selisih antara produk

akhir yang dianggap berharga oleh pelanggan dengan usaha yang dikeluarkan oleh rantai

pasok dalam memenuhi permintaan pelanggan

tersebut.

(16)

Kolaborasi Rantai Pasok

Badan Peneliti

Pengecer/Grosir Supermarket

PT. XYZ

Petani jeruk konsumen

(17)

Lemma Neyman-Pearson

Sampel mempunyai pdf

Uji hipotesa

Diberikan

…(1)

(18)

Lanjutan

Dan adalah suatu himpunan dengan

k adalah suatu konstanta

adalah daerah kritis untuk pengujian hipotesis yang merupakan subset dari ruang sampel untuk menolak hipotesis null.

(19)

Contoh Lemma Neyman-Pearson

Diberikan sampel acak berukuran n dari distribusi eksponensial,

uji hipotesa:

dengan

Lemma Neyman-Pearson untuk menolak

Dan didapatkan daerah kritis menolak jika

.

(20)

DISTRIBUSI BINOMIAL

Diberikan sampel

…(2) dengan :

x : banyaknya sukses dalam n percobaan p : probabilitas sukses

q : probabilitas gagal

(21)

Contoh Distribusi Binomial

Suatu perusahaan pembuat CD menghasilkan 10% CD yang cacat. Jika 100 CD dipilih secara random, berapa probabilitas terdapat 8

cacat?

x = banyaknya CD yang cacat n=100, p=0.1

Jadi probabilitas 8 CD yang cacat adalah

.

(22)

TEORI PERMAINAN DENGAN STRATEGI CAMPURAN

Definisi peluang untuk nilai harapan :

…(3)

dengan

: ‘payoff’ jika pemain I menggunakan strategi i dan pemain II menggunakan strategi j

: peluang pemain I menngunakan strategi : peluang pemain II menngunakan strategi

(23)

KRITERIA MINIMAKS

Kriteria minimaks adalah kriteria yang mengharuskan pemain II memilih strategi campuran yang meminimumkan harapan kerugian maksimum, dapat ditulis sebagai berikut:

Dengan V (nilai permainan) adalah:

Fungsi objektif:

Maksimum Dan kendala

(24)

KRITERIA MAKSIMIN

Kriteria maksimin adalah kriteria yang memaksimumkan harapan ‘payoff’ minimum. Harapan ‘payoff’ minimum adalah harapan ‘payoff’ terkecil yang dapat dihasilkan oleh sebarang strategi campuran yang dapat ditangkis oleh lawan. Strategi maksimin untuk pemain I, dapat ditulis sebagai berikut:

Dengan V (nilai permainan) adalah:

Fungsi objektif:

Minimum Dan kendala

(25)

METODE PENELITIAN

STUDI LITERATUR

MENENTUKAN DAERAH KRITIS

MENENTUKAN FUNGSI OBJEKTIF

MENENTUKAN SOLUSI OPTIMUM

NILAI MINIMUM RISIKO TIPE ii

CONTOH KASUS

(26)

Masalah Risiko Tipe I dan Tipe II untuk Pemasok dan Perusahaan.

 Model transfer risiko untuk pemasok dan peru sahaan sebagai berikut:

PEMASOK PRODUSEN PASAR

(27)

Lanjutan…

Rata-rata risiko pada perusahaan adalah :

Rata-rata risiko pada pemasok adalah :

(28)

Lanjutan…

Diberikan matriks risiko dan Dalam kasus tertentu,

Risiko tipe II perusahaan dan pemasok minimum tanpa adanya kolaborasi dengan kendala risiko tipe I adalah :

dengan kendala dan

dengan kendala

…(4)

.

,

,

(29)

Lanjutan…

Jika perusahaan dan pemasok berkolaborasi dalam meminimalkan risiko, maka masalah tersebut dapat dinyatakan dengan solusi pembobotan untuk permainan.

Diberikan parameter , persamaan (4) dapat ditulis

…(5)

(30)

Lanjutan…

Diberikan matriks dan

rata-rata risiko didefinisikan sebagai berikut :

…(6) dan

…(7)

,

(31)

Menentukan Daerah Kritis dengan Uji Hipotesa Neyman-Pearson

Dalam uji hipotesa, ruang sampel (S) dibagi menjadi dua daerah yaitu daerah kritis atau daerah penolakan (C) dan bukan daerah penolakan (S-C). Jika sampel data yang diteliti berada di dalam C, maka ditolak. Dan jika sampel data yang diteliti tidak berada di dalam C, maka

diterima. Jadi daerah kritis dalam uji hipotesa adalah subset dari ruang sampel yang berkaitan dengan

penolakan . Berikut ini uji hipotesa untuk menentukan daerah kritis dari permasalahan penerimaan sampling pemasok dan perusahaan.

(32)

Uji Hipotesa Neyman-Pearson dengan menggunakan distribusi sampling binomial

• Uji Hipotesa RisikoTipe I untuk Pemasok

• Uji Hipotesa RisikoTipe I untuk Pemasok

• Uji Hipotesa Risiko Tipe I untuk Perusahaan

• Uji Hipotesa Risiko Tipe II untuk Pemasok

(33)

Uji Hipotesa risiko tipe I untuk pemasok

Misalkan L banyaknya barang cacat dalam pengambilan n sampel dengan

hipotesa:

(probabilitas menerima barang cacat) (probabilitas menolak barang cacat) L diasumsikan berdistribusi binomial, maka dapat ditulis

dengan pdf

Berdasarkan lemma Neyman-Pearson

(34)

Lanjutan…

Karena , maka . uji untuk menolak jika . Probabilitas menolak , jika benar

ditunjukkan dalam persamaan berikut:

Karena nilai , maka

(35)

Uji hipotesa risiko tipe II untuk perusahaan Misalkan L adalah banyaknya barang cacat dalam

pengambilan n sampel dengan Hipotesa:

(probabilitas menolak barang cacat)

(probabilitas menerima barang cacat) L diasumsikan berdistribusi binomial, maka dapat ditulis

dengan pdf

Berdasarkan lemma Neyman-Pearson dengan

(36)

Lanjutan…

Karena , maka . Uji menerima , jika . Probabilitas menerima , jika salah

ditunjukkan dalam persamaan berikut:

Karena nilai , maka

(37)

Uji Hipotesa Risiko Tipe I untuk Perusahaan Misalkan L adalah banyaknya barang cacat dalam

pengambilan n sampel dengan Hipotesa:

(probabilitas menerima barang cacat) (probabilitas menolak barang cacat) L diasumsikan berdistribusi binomial, maka dapat ditulis

dengan pdf

Berdasarkan lemma Neyman-Pearson

(38)

Lanjutan…

Karena , maka . uji untuk menolak

jika . Probabilitas menolak , jika benar

Karena nilai , maka

.

(39)

Uji Hipotesa Risiko Tipe II untuk Pemasok

Misalkan L adalah banyaknya barang cacat dalam pengambilan n sampel dengan

Hipotesa:

(probabilitas menolak barang cacat)

(probabilitas menerima barang cacat L diasumsikan berdistribusi binomial, maka dapat ditulis

dengan pdf

Berdasarkan Lemma Neyman-Pearson dengan

(40)

Lanjutan…

Karena , maka . Uji menerima , jika . Probabilitas menerima , jika salah

ditunjukkan dalam persamaan berikut

Karena nilai , maka

(41)

MENENTUKAN FUNGSI OBJEKTIF

Diasumsikan terdapat dua strategi yang digunakan oleh produsen dan pemasok dengan

Diasumsikan perusahaan dan pemasok menggunakan strategi campuran dan harapan “payoff” pada persamaan (2.3) dengan strategi masing-masing pemasok dan perusahaan berjumlah dua adalah sebagai berikut :

a) Pada produsen:

dan

(42)

Lanjutan…

b) Pada pemasok dan

Dengan demikian, minimum untuk risiko tipe II perusahaan adalah:

a) Pada perusahaan

...(8) b) Pada pemasok

...(9)

(43)

Lanjutan…

Persamaan (9)

dapat ditulis sebagai

Karena dan , maka diperoleh

…(10)

(44)

Lanjutan…

adalah risiko rata-rata pemasok dengan risiko rata-rata sampling khusus mengarah pada sehingga persamaan (13) dapat ditulis

Persamaan (8)

dapat ditulis sebagai

…(11)

(45)

Lanjutan…

Karena dan , maka

diperoleh

adalah risiko rata-rata produsen dengan risiko rata-rata sampling khusus mengarah pada sehingga persamaan (14) dapat ditulis

,

(46)

MENENTUKAN SOLUSI OPTIMUM Jika diasumsikan bahwa risiko tipe I pemasok dan

perusahaan terikat, maka didapatkan nilai solusi optimum dengan adalah solusi optimum untuk perusahaan dan adalah solusi optimum untuk

pemasok. Dengan menggunakan teori permainan untuk mendapatkan , maka didapatkan:

a) Untuk pemain kolom (strategi pemasok):

Strategi pemasok adalah meminimalkan kerugian maksimal dengan

dan

(47)

Lanjutan…

Dengan V (nilai permainan) adalah

Fungsi objektif:

Minimumkan W=V Terhadap kendala

dapat ditulis sebagai

Karena dan , maka

(48)

Lanjutan…

…(12)

Jadi solusi optimum pemasok untuk meminimalkan permainan adalah dengan mengambil strategi b) Untuk pemain baris (strategi perusahaan):

Strategi perusahaan adalah memaksimalkan harapan

“payoff” dengan:

dan

(49)

Lanjutan…

Dengan V (nilai permainan) adalah:

Fungsi objektif:

Maksimum Z=V Terhadap kendala

dapat ditulis sebagai

Karena dan

, maka diperoleh

(50)

Lanjutan…

Dari persamaan (12)

Jadi solusi optimum perusahaan untuk memaksimalkan permainan adalah dengan mengambil strategi

(51)

Minimum risiko tipe II

Setelah dan ditentukan, maka nilai minimum risiko tipe II pemasok dan perusahaan sebagai berikut:

pemasok

(52)

Lanjutan…

perusahaan

(53)

Lanjutan…

Pemasok dan perusahaan berkolaborasi untuk

meminimumkan masing-masing risiko tipe II sbb:

atau

(54)

CONTOH KASUS

Diasumsikan pemasok dan produsen menggunakan dua strategi, yaitu : tidak adanya sampling dan sampling m dan n. Pada strategi dengan tidak adanya

sample, probabilitas menolak lot yang tidak cacat adalah 0(nol), sedangkan probabilitas menerima lot cacat

adalah 1.

1. Diasumsikan bahwa risiko tipe I terikat dengan dan

dan

Ukuran sampel n dan m adalah (5,10,15,20) dan dan bilangan penerimaan adalah nol, maka perhitungan dengan menggunakan Maple 13 diperoleh bahwa

strategi yang dapat meminimalkan rata-rata risiko tipe II adalah dengan ukuran sampel produsen, n=10 dan

ukuran sampel pemasok, m=20, sehingga diperoleh

(55)

Lanjutan

Jadi untuk strategi dengan risiko tipe I terikat, diperoleh rata-rata risiko tipe II minimum

(56)

Lanjutan

2. Diasumsikan bahwa risiko tipe I tidak terikat dengan dan

Ukuran sampel n dan m adalah (5,10,15,20) dan dan bilangan penerimaan adalah nol, maka perhitungan dengan menggunakan Maple 13 diperoleh bahwa

strategi yang dapat meminimalkan rata-rata risiko tipe II adalah dengan ukuran sampel produsen, n=20 dan

ukuran sampel pemasok, m=20, sehingga diperoleh

Jadi untuk strategi dengan risiko tipe I tidak

terikat, diperoleh rata-rata risiko tipe II minimum

(57)

Lajutan

3. Diasumsikan bahwa risiko tipe I terikat, dengan dan

dan

Ukuran sampel n dan m adalah (5,10,15,20) dan dan bilangan penerimaan adalah nol, maka perhitungan dengan menggunakan Maple 13 diperoleh bahwa

strategi yang dapat meminimalkan rata-rata risiko tipe II adalah dengan ukuran sampel produsen, n=5 dan ukuran sampel pemasok,m=20, sehingga diperoleh

jadi untuk strategi dengan risiko tipe I terikat, diperoleh rata-rata risiko tipe II minimum

(58)

Lanjutan

4. Diasumsikan bahwa risiko tipe I tidak terikat, dengan dan

Ukuran sampel n dan m adalah (5,10,15,20) dan dan bilangan penerimaan adalah nol, maka perhitungan dengan menggunakan Maple 13 diperoleh bahwa

strategi yang dapat meminimalkan rata-rata risiko tipe II adalah dengan ukuran sampel produsen,n=20 dan

ukuran sampel pemasok,m=20, sehingga diperoleh

Jadi untuk strategi dengan risiko tipe I tidak

terikat, diperoleh rata-rata risiko tipe II minimum

(59)

Kesimpulan

1. Dalam uji hipotesa, daerah kritis adalah daerah menolak.

Dengan menggunakan uji hipotesa Neyman-Pearson didapatkan daerah kritis yang menentukan nilai dan pada pemasok dan perusahaan dalam kolaborasi rantai pasok sebagai berikut:

Risiko tipe I dan II perusahaan danpemasok

(60)

KESIMPULAN

2. Model untuk meminimalkan risiko tipe II produsen dan pemasok dengan adanya kerjasama antara keduanya adalah

3. Dari empat simulasi contoh kasus tersebut dapat disimpulkan bahwa apabila diasumsikan risiko tipe I terikat, maka diperoleh nilai solusi optimum

yang dapat mempengaruhi nilai optimasi minimum risiko tipe II dalam kerjasama rantai pasok antara produsen dan pemasok,

(61)

Lanjutan

sedangkan jika diasumsikan risiko tipe I tidak

terikat, maka didapatkan nilai minimum risiko tipe II lebih kecil dibandingkan ketika risiko tipa I terikat.

Selain itu, nilai AQL dan LTFD mempengaruhi nilai minimum risiko tipe II.

(62)

SARAN

 Pada tugas akhir ini, uji hipotesa Neyman- Pearson dilakukan dengan menggunakan distribusi binomial, diharapkan untuk

penelitian selanjutnya akan dilakukan uji hipotesa serupa dengan menggunakan model distribusi selain binomial.

 Pada tugas akhir ini, analisis terhadap biaya yang diperlukan untuk pemeriksaan sampling diabaikan, sehingga untuk penelitian

selanjutnya diharapkan adanya analisis untuk

meminimalkan biaya pemeriksaan sampling.

(63)

DAFTAR PUSTAKA

[1] Adinugroho, Brahmantyo. 2010. Manajemen Rantai Pasokan Sayuran (Studi Kasus: Frida Agro, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat). Skripsi, Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan

Manajemen, IPB

[2] Grant, Eugene L., and Leavenworth, Richard S. 1974. Statistical Quality Control Sixth Edition . United States of America : R.R. Donnelley & Sons Company.

[3] Hillier, Frederick S., and Lieberman, Gerald J. 1994. Pengantar Riset Operasi Edisi Kelima. Jakarta : Erlangga.

[4] IndonesianSCM. Supply Chain Management. 17 Maret 2010.<URL:http://indonesianscm.web44.net/index.php>

[5] Mitra, Amitava. 1998. Fundamentals of Quality Control and Improvement. Alabama: A John Wiley & Sons. Inc Publication.

[6] Montgomery, Douglas C. 1995. Pengendalian Kualitas Statistik.

Yogyakarta : Universitas Gajah Mada Press.

[7] Tapiero, Charles S. 2006. “Consumers risk and quality control in a

collaborative supply chain”. European Journal of Operational Research 182 (2007) 683–694.

(64)

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi ukuran dan nisbah jenis kelamin ikan madidihang yang tertangkap oleh armada rawai tuna di Samudera Hindia bagian timur..

Permodelan Sistem Penampil Peta Heat Maps Menggunakan API Google Maps Sesuai dengan gambar 2, data hasil konversi dalam bentuk latitude/longitude akan dikalibrasikan

Pada kontrol perangkat dapat dilakukan dengan 2 pilihan diantaranya menghidupkan atau mematikan dengan tombol ON/OFF , dan penjadwalan hidup dan matinya perangkat

Pada perhitungan faktor median, kendaraan yang diperhitungkan pada Jalan yang dilengkapi dengan median berbentuk ditinggikan, pagar, dan garis adalah kendaraan

1) Hampir seluruh remaja delinkuen psikopatik ini berasal dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang ekstrim, brutal, diliputi banyak pertikaian keluarga, berdisiplin keras

 Hal ini  menunjukkan bahwa alokasi belanja  untuk  memenuhi  kebutuhan  aparatur  relatif  besar 

Artikel ini hanya membahas tentang bagian-bagian sabar menurut Imam al-Ghazali jadi tentunya beda dengan yang peneliti teliti karena yang peneliti teliti adalah

Lingkungan kerja yang harus diperhatikan bukan hanya tentang lingkungan kerja fisik saja tetapi juga tentang lingkungan kerja non fisik yaitu hubungan antara satu karyawan