• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

ANALISA DAN PERANCANGAN

3.1 Analisis Sistem

Analisis sistem terdiri dari dua bangian yaitu analisis data sistem dan analisis komponen sistem.

3.1.1 Analisis Data Sistem

Tahapan atau gambaran yang akan dilakukan dalam melakukan penelitian dinamakan dengan desian penelitian, dibutuhkan desain penelitian untuk memudahkan penelitian dalam melakukan penelitian. Berikut adalah tahapan penelitian yang dilakukan oleh penulis.

1. Langkah Awal Penelitian

Perumusan masalah penelitian ini adalah sistem rekomendasi alat camping dengan menggunakan metode Association Rule. Untuk memahami permasalahan, di lakukan studi literatur mengenai metode Association Rule tersebut.

a. Menentukan kebutuhan data yang digunakan

Data yang di maksud adalah jenis-jenis data barang camping dan juga data transaksi pembeli Himalayan Adventure yang telah di sebutkan dalam batasan masalah.

b. Mempersiapkan alat dan bahan penelitian

Alat disini adalah alat yang di gunakan untuk membuat sistem rekomendasi yang di antaranya adalah text editor untuk pembuatan aplikasi berbasis Bahasa pemrograman PHP. Sedangkan yang di maksud dengan bahan adalah data dari Himalayan Adventure yang di kumpulkan untuk selanjutnya di olah dan di jadikan aplikasi sistem rekomendasi. 2. Data Penelitian

Setelah diperoleh data penelitian kemudian data tersebut di proses melalui pengembangan perangkat lunak, berbasis web. Dalam merancang sistem rekomendasi di perlukan antara lain:

(2)

a. Data masukkan yang di tujukan kepada pengguna meliputi jumlah orang, jenis destinasi wisata, lama persewaan, dan alat yang dimiliki oleh pengguna.

b. Data training yang meliputi data transaksi pembeli di Himalayan

Adventure yang nantinya di gunakan untuk perhitungan dengan Association Rule.

3.2 Perancangan Sistem Rekomendasi

3.2.1. Perhitungan Algoritma Apriori dengan Association Rule

Algoritma apriori adalah suatu metode untuk mencari pola hubungan antar satu atau lebih item dalam suatu dataset. Dalam bagian ini menjelaskan cara kerja tahapan implementasi apriori untuk pencarian association rule dalam perancangan aplikasi sistem rekomendasi. Terdapat 3 tahap berdasarkan parameter masukan yang di dapat dari pengguna yaitu proses eliminasi data transaksi, perhitungan apriori untuk association rule, dan proses eliminasi hasil perhitungan dengan alat yang dimiliki oleh pengguna.

Berikut adalah contoh masukan data yang telah dipilih pengguna berdasarkan parameter yang telah disediakan:

Jumlah Orang : 4

Destinasi : Gunung

Lama Sewa : 5 Hari

Alat yang Dimiliki : Senter, Tas Gunung Carrier

Dalam tabel 3.1 merupakan contoh data transaksi yang akan di gunakan sebagai acuan perhitungan.

(3)

Tabel 3.1 Tabel Data Transaksi

1. Eliminasi Data Transaksi

Dengan adanya proses eliminasi data transaksi maka kumpulan data transaksi seperti tampak pada tabel 3.1 hanya dipilih beberapa dan di sesuaikan dengan masukan dari pengguna yaitu jumlah orang dan destinasi. Pada bagian jumlah orang maka masing-masing masukan dari pengguna di kategorikan menurut besar dan kecilnya kelompok seperti tampak pada tabel 3.2.

Tabel 3.2 Kelompok Kategori Jumlah Orang

Berdasarkan kategori jumlah orang sesuai dengan contoh data masukan pengguna maka kategori yang dipilih termasuk dalam kategori sedang, dan destinasi wisata tujuan adalah gunung, hasil dari eliminasi tampak pada tabel 3.3.

(4)

2. Proses Apriori untuk Pencarian Association Rule

Dalam tahapan ini yang merupakan proses apriori dan pencarian

association rule, maka di tentukan dulu nilai minimal kebutuhan untuk nilai support dan nilai confidence:

Minimal Nilai Support: 2 Minimal Nilai Confidence: 30%

Dalam prosesnya sesuai dari data transaksi yang telah di eliminasi pada tabel 3.3, maka di lakukan proses kombinasi dua barang pada tabel 3.4 yang nantinya akan di eliminasi lagi data yang tidak memenuhi nilai minimum support seperti tampak dalam tabel 3.5. Proses ini untuk mengetahui jumlah transaksi dan kombinasi dari masing-masing barang yang ada dalam data transaksi.

Tabel 3.4 Kombinasi Dua Barang

Tabel 3.5 Hasil Eliminasi yang Memenuhi Nilai Support

Setelah di dapatkan hasil eliminasi, maka di lanjutkan dengan melakukan perhitungan untuk penentuan nilai pola frekuensi tertinggi berdasarkan hasil dari kombinasi pada data hasil eliminasi yang memenuhi nilai support dengan menggunakan rumus.

Support A, B= Jumlah Transaksi yang mengandung A dan BTotal Transaksi

(5)

Pada tahap selanjutnya adalah melakukan pembentukan aturan asosiasi dengan melakukan eliminasi nilai yang tidak memenuhi nilai confidence yang telah di tetapkan seperti tampak pada tabel 3.7 dengan rumus pembentukan aturan asosiasi.

Confidence= Jumlah Transaksi yang mengandung A dan BJumlah Transaksi mengandung A

Tabel 3.7 Pembentukan Association Rule dengan Min.Confidence

Dari contoh kasus berdasarkan pembentukan Association Rule tersebut telah di peroleh 8 aturan asosiasi yang dapat dijadikan rekomendasi untuk pengguna dan telah memenuhi syarat karena nilai confidence lebih dari nilai minimal. Hasil pembentukan nantinya akan di eliminasi berdasarkan alat yang dimiliki oleh pengguna.

3. Eliminasi Hasil Perhitungan dengan Alat yang dimiliki

Pada tahap ini data yang di dapatkan dari pembentukan Association Rule berdasarkan pada tabel 3.7 di eliminasi sebagai proses akhir agar hasil rekomendasi sesuai dengan alat yang dimiliki oleh pengguna. Hasil data eliminasi dapat di lihat pada tabel 3.8

Tabel 3.8 Eliminasi berdasarkan Alat yang Dimiliki.

3.2.2. Diagram Alir Metode Association Rule

Untuk memahami lebih jelas tentang proses perhitungan dalam metode

(6)

Gambar 3.1 Diagram Alir Metode Association Rule.

3.2.3. Diagram Alir Sistem

Dalam diagram alir utama berikut ini (Gambar 3.2) menjelaskan proses struktur utama dalam penentuan perancangan sistem rekomendasi.

(7)

START Daftar Alat Ingin Rekomendasi ? Input (Jml Orang, Destinasi, Lama Sewa, Alat yg dimiliki Eliminasi data training berdasar Jml

Orang & Destinasi

Perhitungan apriori dan association rule

Eliminasi hasil metode dgn alat yg dimiliki dan kalkulasi harga berdasar lama

sewa Hasil Rekomendasi Transaksi sewa alat Hasil Transaksi Sewa END T Y

Gambar 3.2 Diagram Alir Sistem Rekomendasi

3.2.4. Diagram Alir Struktur Menu Aplikasi

Pada diagram berikut ini menjelaskan halaman menu aplikasi seperti yang ditunjukan pada Gambar 3.3.

(8)

START Halaman Beranda Mencari Rekomendasi Daftar Alat Tentang Bantuan

Proses Input Data Berdasar Parameter

Yang ada

Proses Perhitungan Dengan Association Rule dan Apriori

Menampilkan Info Daftar Alat

Sewa yang ada

Menampilkan info tentang Menampilkan info bantuan Menampilkan Hasil Rekomendasi END Sewa Alat ? Proses menyimpan data sewa Y Y Y Y T T T T T Y

Gambar 3.3 Diagram Alir Struktur Menu Aplikasi

3.2.5. Diagram Konteks Level 0

Diagram alir data level 0 atau yang sering disebut sebagai diagram konteks merupakan diagram sistem yang menggambarkan aliran-aliran data yang masuk

(9)

SISTEM REKOMENDASI

ADMIN PENGGUNA

CRUD terhadap Data

Laporan Data Hasil Info Alat Camp

Hasil Rekomendasi Akses info alat camp Pencarian Rekomendasi

Pilih Alat yg Disewa

Gambar 3.4 Diagram Konteks Level 0

3.2.6. Diagram Konteks Level 1

Diagram alir data level 1 merupakan kelanjutan diagram konteks level 0 yang digambarkan memiliki delapan proses. Diagram alir data level 1 dapat dilihat pada gambar 3.5 berikut ini

TB_BARANG TB_TRANSAKSI TB_ORDER Proses Akses Informasi Proses Pencarian & Pencocokan Proses Pemesanan Barang Proses CRUD Data Barang PENGGUNA ADMIN

Akses Informasi Alat Camp

Hasil Informasi Alat Camp

Data Alat Camp

Info Alat Camp

Pencarian Rekomendasi

Data Input Parameter

Data Hasil Rekomendasi Hasil Rekomendasi

Pilih Alat yang disewa dan

data diri Data input Parameter

Proses Data CRUD Barang

Proses Data CRUD Transaksi CRUD terhadap data

Laporan data

Proses CRUD Data Transaksi CRUD terhadap transaksi

Laporan data

Gambar 3.5 Diagram Konteks Level 1

3.3 Perancangan Struktur Basis Data

3.3.1 Kardinalitas Tabel

Kardinalitas relasi tabel merupakan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain, dalam perancangan basis data aplikasi rekomendasi alat camping dapat di lihat pada Gambar 3.6.

(10)

TB_ORDER TB_TRANSAKSI TB_BARANG Menghasilkan 1 1 Id_order Data_barang Id_barang Id_barang Id _tr Nama_baran g Id_barang Menghasilkan M 1

Gambar 3.6 Kardinalitas Tabel

3.3.2 Skema Relasi

Basis data dalam sistem ini menggunakan model basis data relasional dimana tabel-tabel dalam basis data tersebut saling berhubungan. Diagram relasi entitas menggambarkan hubungan entitas yang terdapat pada salah satu tabel dengan entitas pada tabel yang lainnya.

(11)

tb_order id_order PK jml_orang tujuan tb_barang id_barang PK nama_alat jenis_alat tb_transaksi id_tr PK id_order total tanggal lama_sewa id_barang FK FK

Gambar 3.7 Skema Relasi

3.3.3 Struktur Tabel

1. Nama Tabel : tb_barang Primary Key : id_barang

Keterangan : Tabel barang digunakan untuk penyimpanan data alat-alat camp yang di tujukan kepada pengguna.

Tabel 3.9 Tabel Barang

Kolom Tipe Data Panjang Keterangan

id_barang INT 11 Primary Key

br_nama VARCHAR 250

br_harga VARCHAR 250

br_deskripsi TEXT

br_gambar VARCHAR 250

2. Nama Tabel : tb_transaksi Primary Key : id_tr

Keterangan : Tabel Transaksi merupakan data training yang diperlukan untuk pengolahan pada proses perhitungan metode.

(12)

Kolom Tipe Data Panjang Keterangan

id_tr INT 11 Primary Key

tr_barang VARCHAR 250

tr_orang INT 11

tr_tujuan VARCHAR 250

tr_tanggal DATETIME

3. Nama Tabel : tb_order Primary Key : id_order

Keterangan : Tabel Order digunakan sebagai penyimpanan data transaksi yang telah di lakukan oleh pengguna.

Tabel 3.11 Tabel Transaksi Pengguna

Kolom Tipe Data Panjang Keterangan

id_order INT 11 Primary Key

order_no INT 11 order_nama VARCHAR 250 order_telepon VARCHAR 250 order_alamat VARCHAR 250 order_kota VARCHAR 250 order_bar VARCHAR 250 order_orang VARCHAR 250 order_tujuan VARCHAR 250 order_tanggal DATETIME 250 order_harga VARCHAR 250 order_lama VARCHAR 250

3.4 Perancangan Antar Muka

3.4.1 Rancangan Halaman Beranda

Halaman beranda merupakan halaman yang muncul pertama pada saat program dijalankan. Rancangan ini ditujukan pada gambar 3.4 berikut ini.

(13)

Gambar 3.4 Rancangan halaman utama

3.4.2 Rancangan Halaman Daftar Alat

Dalam Gambar 3.5 merupakan halaman daftar alat yang di sewakan.

Gambar 3.5 Rancangan halaman daftar makanan

3.4.3 Rancangan Halaman Hasil Rekomendasi

Halaman hasil rekomendasi merupakan tampilan pada saat sistem menghitung dan menampilkan rekomendasi dengan menggunakan Association

(14)

Gambar

Tabel 3.1 Tabel Data Transaksi
Tabel 3.4 Kombinasi Dua Barang
Tabel 3.7 Pembentukan Association Rule dengan Min.Confidence
Gambar 3.1 Diagram Alir Metode Association Rule.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Lakukan spy habis habisan kepada kompetitor anda dengan strategy yang bagus... Akun akun instagram yang besar dengan niche yang sama dengan anda maka mereka memiliki

lapangan khususnya menyangkut keterbukaan kegiatan, keterbukaan anggaran, dan dukungan kebijakan petugas Perhutani di lapangan dalam kerjasama kegiatan teknis

o Densitas dan kualitas titik pengamatan cukup untuk melakukan penafsiran secara relistik terhadap ketebalan, kualitas, kedalaman, dan jumlah insitu batubara dan

[r]

Berdasarkan struktur biaya usahatani padi sawah baik pada MH maupun MK pada petani SL-PTT maupun non SL- PTT ada beberapa temuan yang sejalan dengan hasil penelitian Nurasa

2) Margin Sewa atau Ujrah adalah presentase keuntungan untuk bank dalam pembiayaan tersebut. 6) Jangka waktu pembiayaan adalah yang telah ditetapkan pada saat awal akad

a) Secara umum pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Badan Pengawas Pemilihan Umum tentang Pengawas Pemilu yang diamanatkan oleh Undang- Undang telah dapat diselenggarakan