• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 3

ANALISIS DAN PERANCANGAN

3.1 Analisis Kebutuhan

Penelitian preferensi konsumen terhadap produk pra bayar CDMA didapatkan dengan menyebarkan kuisioner pada mahasiswa Universitas Bina Nusantara jurusan FASILKOM angkatan 2003 dan studi pustaka di perpustakaan- perpustakaan, baik di Bina Nusantara, Institut Pertanian Bogor, LIPI,dll

Pada saat pelaksanaan penelitian, penulis mengalami kesulitan dalam pengumpulan data populasi dikarenakan adanya keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya.

Oleh karena itu, untuk memenuhi kelayakan data penelitian, ditentukan populasi sasaran (target population), yaitu populasi yang akan digunakan untuk mengeneralisasikan hasil penelitian. Namun populasi sasaran ini masih relatif sulit untuk ditentukan. Untuk menentukan pengambilan sampel ditentukan accessible population. Pada tingkat inilah penulis mengambil sampel.

3.1.1 Variabel Penelitian

Variabel-variabel penelitian yang digunakan adalah sebagai berikut:

Variabel bebas : taraf-taraf dari atribut ( 16 taraf ) Variabel terikat: total nilai kegunaan ( utility )

3.1.2 Disain Penelitian

Disain penelitian yang dirancang dari variabel-variabel tersebut adalah

sebagai berikut.

(2)

Yˆ =

ij

(X) = β ˆ

0

+ ∑

= m

i 1

= k

j 1

β ˆ

ij

X

ij

dimana :

ij

= dugaan nilai kegunaan total ˆ

0

β = intersep

k = banyak taraf dari atribut ke-i m = jumlah atribut

X

ij

= peubah boneka dari atribut ke-i taraf ke-j

β ˆ

ij

= part worth atau dugaan nilai kegunaan atribut ke-i taraf ke-j

Gambar 3.1 Disain Penelitian

3.1.3 Pengumpulan Data

Populasi : Semua mahasiswa pemakai sim card CDMA prabayar di Universitas Bina Nusantara jurusan FASILKOM angkatan 2003.

Sampel : Mahasiswa pemakai sim card CDMA prabayar di Universitas Bina Nusantara jurusan FASILKOM angkatan 2003 yang dipilih yaitu sebanyak 250

X

11

X

12

X

ij

ij

(3)

Teknik pengambilan sampel yang dipakai adalah probability sampling Simple Random sampling. Data yang digunakan merupakan data primer yang kemudian diuji validitas dan reliabilitasnya dan dilakukan perhitungan dengan metode konjoin agar didapatkan nilai kegunaan masing-masing atribut dan taraf-tarafnya.

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, maka digunakan kuesioner untuk mengetahui beberapa informasi yang dapat digunakan dalam penelitian.

3.1.4 Teknik Analisis

Langkah- langkah yang dilakukan dalam menghitung nilai kegunaan atribut dan level-levelnya dengan metode konjoin, meliputi :

a. Menetapkan atribut-atribut dan taraf-tarafnya yang dianggap penting dan akan dilibatkan dalam mengevaluasi produk atau jasa. Penetapan atribut dan taraf yang akan dilibatkan dapat didiskusikan dengan pakar, mengeksplorasi data sekunder, atau melakukan penelitian pendahuluan (Bilschken, 2004).

b. Memilih metodologi yang akan digunakan dalam analisis konjoin berdasarkan jumlah atribut yang dilibatkan. Hair et al.(1995) menyatakan ada beberapa ketentuan dalam memilih metode yang digunakan dalam analisis konjoin, yaitu :

• Jumlah atribut ≤ 6 menggunakan metode Choice- Based Conjoint (CBC).

• Jumlah atribut < 10 menggunakan metode Tradisional Konjoin.

Tradisional Konjoin merupakan salah satu metoda analisis konjoin yang

menghadapkan responden pada seluruh atau sebagian dari kombinasi

atribut dan taraf (stimuli) yang menggambarkan profil produk secara

lengkap. Selanjutnya, responden diminta untuk memberikan penilaian

(rating) atau mengurutkan (rangking) stimuli-stimuli tersebut secara

(4)

bersamaan. Tradisional konjoin ini memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan. Kelebihan metode tradisional konjoin yaitu lebih realistis karena produk digambarkan secara full profile, dapat digunakan untuk ukuran contoh yang kecil, baik digunakan untuk merancang produk dan melihat pengaruh harga. Sedangkan kelemahan metode tradisional konjoin yaitu terbatas untuk mengevaluasi banyak atribut.

• Jumlah atribut ≥ 10 menggunakan metode Adaptive Conjoint Analysis (ACA).

c. Merancang stimuli (kombinasi atribut dan taraf) yang akan membentuk produk hipotetik. Jika jumlah atribut dan taraf yang dilibatkan dalam penelitian banyak maka akan semakin banyak pula stimuli yang harus dievaluasi responden.

Akibatnya responden menjadi jenuh dan tidak konsisten dalam merating atau memeringkatkan stimuli-stimuli suatu produk. Untuk itulah diperlukan suatu teknik untuk mereduksi jumlah stimuli agar responden lebih mudah dalam mengevaluasi stimuli. Teknik ini dikenal dengan istilah fractional factorial design. Dengan fractional factorial design ini akan diperoleh jumlah stimuli yang hanya mengukur efek utamanya saja sedangkan efek dari interaksi antara satu atribut dengan atribut lainnya diabaikan. Menurut Bilschken (2004) jumlah stimuli yang terpilih biasanya dibatasi kurang dari 20 stimuli, namun ada dua konsep yang harus diperhatikan dalam fractional factorial design, yaitu :

a. Balanced : setiap taraf memiliki jumlah ulangan yang relatif sama pada

kombinasi yang akan dievaluasi.

(5)

d. Melakukan pengumpulan data sesuai dengan metode pengukuran yang telah ditetapkan. Ada dua pendekatan yang dapat digunakan dalam pengumpulan data, yaitu :

a. Pendekatan full profile (evaluasi banyak faktor)

Melalui pendekatan ini responden diminta untuk memeringkatkan atau memberikan nilai (rating) sebagian atau seluruh kombinasi taraf-taraf dari atribut (stimuli) yang menggambarkan profil produk secara lengkap.

b.Pendekatan Pair Wise

Pendekatan ini membandingkan pasangan profil dari 2 atribut. Pendekatan ini meminta responden untuk menilai (rating) profil mana yang lebih disukai dari setiap pasangan profil yang dibuat.

e. Melakukan pendugaan parameter yang berkaitan dengan daya guna (utility) dari

masing-masing atribut yang dievaluasi. Pendugaan ini dapat dilakukan dengan

metode regresi monotonic dimana peubah bebasnya adalah matriks X yang

merupakan matriks peubah boneka (dummy variable) untuk stimuli-stimuli yang

terbentuk dan peubah tak bebasnya adalah data peringkat untuk seluruh

responden yang ditransformasi secara monoton. Supranto (2004) menyatakan

bahwa peubah boneka dalam model analisis konjoin bernilai 1 bila taraf yang

berkaitan muncul dan nol nila tidak. Jika sebuah atribut memiliki n taraf maka

peubah boneka yang digunakan sebanyak n-1. Dengan regresi ini akan diperoleh

nilai kegunaan dari taraf-taraf tiap atribut (NKT) untuk menentukan nilai

pentingnya suatu taraf relative terhadap taraf yang lain pada suatu atribut. Model

regresi peubah dummy untuk menghitung nilai guna taraf tiap atribut dapat

dituliskan sebagai berikut :

(6)

Y

ij

= β

0

+ ∑

= m

i 1

= k

j 1

β

ij

X

ij

+ ε

ij

dimana :

Y

ij

= peringkat seluruh responden β

0

= intersep

k = banyak taraf dari atribut ke-1 m = jumlah atribut

X

ij

= peubah boneka dari atribut ke-i taraf ke-j

β

ij

= part worth atau nilai kegunaan atribut ke-i taraf ke-j

Setelah diperoleh nilai kegunaan taraf-taraf atribut, selanjutnya dapat dihitung Nilai Relatif Penting (NRP) atribut untuk mengetahui tingkat kepentingan relatif suatu atribut terhadap atribut yang lain. Rumus NRP adalah :

NRP

i

=

=

k

i

URi UTi

URi UTi

1

) (

dimana :

NRPi = NRP atribut ke-i

UTi = NKT tertinggi atribut ke-i

URi = NKT terendah atribut ke-I

k = jumlah atribut

(7)

Adapun model dasar untuk memprediksi kombinasi atribut dan taraf yang paling disukai responden dalam analisis konjoin dirumuskan sebagai berikut (Kuhfeld 2000) :

Yˆ =

ij

(X) = β ˆ

0

+ ∑

= m

i 1

= k

j 1

β ˆ

ij

X

ij

dimana :

ij

= dugaan nilai kegunaan total ˆ

0

β = intersep

k = banyak taraf dari atribut ke-i m = jumlah atribut

X

ij

= peubah boneka dari atribut ke-i taraf ke-j

β ˆ

ij

= part worth atau dugaan nilai kegunaan atribut ke-i taraf ke-j

f. Melakukan interpretasi hasil. Kuhfeld (2000) menyatakan ada beberapa ketentuan dalam melakukan interpretasi hasil, yaitu :

a. Taraf yang memiliki nilai kegunaan lebih tinggi adalah taraf yang lebih disukai.

b. Total nilai kegunaan masing-masing kombinasi sama dengan jumlah nilai kegunaan tiap taraf dari atribut-atribut tersebut.

c. Kombinasi yang memiliki total nilai kegunaan tertinggi adalah kombinasi yang paling disukai responden.

d. Atribut yang memiliki perbedaan nilai kegunaan lebih besar antara nilai

kegunaan taraf tertinggi dan terendahnya merupakan atribut yang lebih

penting.

(8)

3.2 Perancangan Piranti Lunak 3.2.1 Rumusan Rancangan

Perancangan program khususnya dalam menganalisis nilai kegunaan atribut dan taraf dengan menggunakan metode KONJOIN, pada rancangan yang akan dibangun menggunakan output SPSS 11.5 untuk mendapatkan formula yang dibutuhkan dengan metode KONJOIN sebagai input program, sehingga output yang dihasilkan dari program berupa nilai kegunaan, yang diharapkan dapat digunakan sebagai Sistem Pendukung Keputusan untuk menghasilkan produk pra bayar CDMA yang akan disukai konsumen.

Adapun rumusan rancangannya adalah “Perancangan program penghitungan nilai kegunaan masing-masing atribut dan taraf-tarafnya dengan menggunakan Metode Konjoin”.

3.2.2 Perancangan Struktur Menu

Rancangan menu terdiri dari empat bagian, yaitu Menu Input Data, Menu Buka Data, Menu Simpan, dan Keluar.

Gambar 3.2 Rancangan Hirarki Menu Menu utama

Menu Input

Data Menu Buka Keluar

Data

Menu

Simpan

(9)

Menu input data digunakan untuk memasukkan data yang belum tersimpan pada database, menu buka data untuk membuka data yang telah ada, menu simpan digunakan jika data telah ada ataupun di input, dan menu keluar untuk keluar dari program.

3.2.3 Perancangan Basis Data

Dalam skripsi ini program basis data yang digunakan adalah Microsoft Excel 2003.

Perancangan basis data program ini tidak memiliki struktur yang rumit dan besar, dikarenakan basis data yang digunakan hanya untuk menyimpan data stimuli yang terbentuk, hasil ranking responden terhadap stimuli. Penggunaan basis data dimaksudkan agar data- data atau informasi yang ada dapat dengan mudah digunakan, di- update, ditambah maupun dihapus.

Microsoft Excel 2003 adalah salah satu hasil produksi perusahaan terbesar IT saat ini, yaitu: Microsoft. Program Microsoft Excel merupakan bagian dari paket software yang paling banyak digunakan di masyarakat, yaitu Microsoft Office.

Dalam skripsi ini Penulis mengunakan dua tabel, yaitu: tabel data stimuli diberi nama tabel stimuli dan tabel hasil ranking responden diberi nama tabel rank.

3.2.4 Perancangan Modul

Gambar 3.3 Hubungan antar modul Menu utama

Modul Input Data

Modul Simpan Modul

Buka Data

(10)

Pada perancangan modul, dapat dijelaskan sebagai berikut, sewaktu program dijalankan, user harus sudah meletakkan basis data stimuli dan basis data ranking stimuli oleh responden atau membuat basis data yang baru.

Dari program dijalankan, user dapat segera memulai menganalisis nilai kegunaan masing-masing atribut dan taraf-tarafnya atau menganalisis secara keseluruhan dengan metode KONJOIN. Analisis tersebut menghitung berdasarkan data yang terdapat pada basis data. Jika data yang dikehendaki belum ada, maka user dapat membuat basis data yang baru pada modul input data yaitu dengan memasukkan faktor, subfaktor, dan kombinasi stimuli.

3.2.4.1 Modul Menu Utama

Modul Menu Utama ini digunakan untuk tampilan awal program ini. Rancangan layar menu utama dapat dilihat pada gambar 3.1, merupakan gambar rancangan layar dari halaman menu utama yang diakses pertama kali oleh user,

Gambar 3.4 Form Menu Utama

(11)

Pada modul ini terdapat empat fungsi utama, yaitu input data untuk memasukkan data baru, buka data untuk membuka data yang telah tersimpan pada database, simpan jika ingin menyimpan data, dan keluar jika ingin keluar dari program.

Gambar 3.5 State Transition Diagram Menu Utama

Pseudocode Modul Menu Utama If (click”input data”)then

Display input data End if

If (click”buka”)then Display data stimuli End if

If (click”keluar”)then Terminate

End if

3.2.4.2 Modul Input Data

(12)

Modul input data berfungsi untuk memasukkan data baru, yaitu data faktor dan subfaktor.

Gambar 3.6 Form input data

Pada form ini kita dapat memasukkan data faktor dan subfaktor. Data yang telah di

input juga dapat dihapus. Setelah data di input, lanjut ke halaman berikutnya yaitu input

card.

(13)

Data yang telah dimasukkan tadi dibuat stimulinya kemudian lanjut ke halaman data survey responden. Pada form ini dapat dimasukkan hasil ranking responden terhadap stimuli

Gambar 3.8 Form open database rank

Setelah mengisi ranking dari tiap responden pilih jenis ranking yang diinginkan, jika

tidak maka akan tampil pesan kesalahan. Setelah memasukkan data, user lanjut ke layar

berikut yaitu output.

(14)

Gambar 3.9 Form output

Pada form ini user dapat memilih output yang diinginkan pada combo box, tersedia

output per responden ataupun output untuk keseluruhan responden. Setelah layar output,

maka user dapat lanjut pada layar kesimpulan untuk keseluruhan responden. Hasil pada

layar kesimpulan dapat di export ke excel.

(15)

Gambar 3.10 State Transition Diagram Menu Input Data

(16)

Pseudocode Modul Input Data If ( click “input data” ) then Entry data “faktor”

Entry data “subfaktor”

If ( click “lanjut” ) then Display form card

If ( click “tambah kartu” ) then Entry data “card”

End if

If ( click “lanjut” ) then

Display stimuli

If ( click “simpan” ) then Save stimuli

End if

If ( click “lanjut”) then

Entry data “responden “

Entry “jenis ranking”

If ( click “save” ) then Save data responden

Else if ( click “open or import” ) then

Display data responden

Entry jenis ranking

End if

If ( click “lanjut” ) then

Display output

Else if ( click “tutup semua” ) then Terminate

End if

If ( click “lanjut” ) then

Display kesimpulan

Else if ( click “tutup semua” ) then Terminate

End if Else if ( click “kembali” ) then

Display input factor End if

End if

End module

(17)

3.2.4.3 Modul Buka Data

Pada modul ini, user dapat mengambil data stimuli yang telah tersimpan di database, kemudian data rank responden. Jika ingin mengubah data yang ada, dapat dilakukan dengan mengubah langsung pada data yang ada dan juga dapat disimpan dengan memgklik menu simpan. Untuk selanjutnya, proses yang dilakukan sama dengan menu input data.

Gambar 3.11 State Transition Diagram Menu Buka Data

Display stimuli

Menunggu input user

Display data survey

Klik lanjut Display data survey Klik simpan

Simpan data

Display output

Klik jenis ranking,Klik lanjut Display output Klik simpan

Simpan data

Display kesimpulan

Display data excel

Pilih responden,klik lanjut Display kesimpulan Klik tutup semua

Tutup program

Klik tutup semua Tutup program

Klik export data ke excel Display data excel

(18)

Pseudocode Modul Buka Data

If ( click “buka” ) then Display stimuli

If ( click “lanjut” )then Entry data “responden”

Entry “jenis ranking”

Else if ( click “open or import”) then Display data responden

Entry jenis ranking End if

If ( click “lanjut” ) then Display output

Else if ( click “tutup semua” ) then

Terminate

End if

If ( click “lanjut” )then Display kesimpulan

Else if ( click “tutup semua” ) then

Terminate

End if End if

End module

(19)

Gambar 3.12 Flow Chart Tahapan penilaian preferensi pelanggan terhadap kartu pra

bayar CDMA dengan metode KONJOIN

(20)

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uji ANOVA yang telah dilakukan pada bab sebelumnya diperoleh informasi bahwa pada keenam rasio yang diuji ternyata tidak ada perbedaan yang signifikan antara

Dari kegiatan lapak seni, komunitas Ruang Literasi Juwana berperan sebagai wadah untuk menyalurkan bakat seni dari masyarakat desa Langgen dengan mengadakan pentas seni.

Karena itu, dalam acara yang merupakan rangkaian dari IACAC (ITN Award for Creative Achievement and Competition) itu diyakini dapat memberi sumbangan gagasan dan ide

Gambar 6 menunjukkan regangan pada biokomposit kulit waru terhadap penambahan gliserol dimana terjadi peningkatan regangan setiap penambahan prosentase gliserol, yang cukup jelas

“Industri sebagai suatu sistem, merupakan perpaduan subsistem fisis dengan subsistem manusia. Subsistem fisis yang mengandung pertumbuhan dan perkembangan industri

Penguna T-shirt di Indonesia sangatlah banyak karena T-shirt masuk kedalam kebutuhan pokok sehari-hari. Candy-Candy sangat memperhatikan kualitas produknya agar para

Level 28: Pertama geraklah mouse ke lubang yang ada di kiri lalu diklik. Kemudian ikuti cara alternatif yang aman adalah klik kiri lalu jangan dilepas

Saya harus memikirkan dia. Rumah belum dapat. Masih nebeng di tempat kawan. Dia harus diurus. Saya cari keterangan. Nelpon pakai bahasa Belanda yang masih baik, karena