BAB III PERANCANGAN KREATIF
IKLAN
3.1 Profil perusahaan dan analisis situasi 3.1.1 Profil perusahaan
Distro Candy-Candy berdiri pada tanggal 16 Mei 2015 yang didirikan oleh Bapak Derry Shalata yang beralokasi di Jl. Pindahan RT.09 RW.10 Pancoran Mas Depok. Produk Candy-Candy manggunakan bahan yang cukup berkualitas seperti
Cotton dan woll, untuk bahan cotton Candy-Candy menggunakan cotton combed
30s dan 40s. Cotton combed 30s yang sangat difavoritkan oleh anak-anak muda di daerah perkotaan, bahan ini sangat diandalakan karena tipis dan tidak panas. Dan untuk bahan cotton combed 40s mempunyai bahan yang paling tipis diantara cotton
combed yang lainnya dan sangat digemari oleh para konsumen. Kebutuhan pakaian
untuk remaja sampai dewasa sangatlah besar oleh karena itu sangat dibutuhkan bahan-bahan yang berkualitas baik agar konsomen puas dan bisa kembali. Produk yang telah Candy-Candy pasarkan ialah hoodies, t-shirt, tote bag, serta masih banyak yang lainnya. Desain Candy-Candy sangat di gemari oleh remaja hinnga dewasa dimasa kini, desain yang diterapkan ialah urban street style. Pengertian dari
Urban street style adalah pakaian perkotaan tidak formal dan warna yang dipilih
biasanya mencerminkan selera pribadi. Serta banyak hal tentang fashion urban
street style dapat menggambarkan tentang sikap. Semakin seseorang mendalami
desain urban street style, semakin banyak Style-Style yang berbeda akan tampak. Candy-Candy telah menyediakan cukup banyak desain urban street style yang
sangat cocok untuk para konsumen yang ingin mempopulerkan dirinya dengan produk yang konsumen gunakan.
Visi owner Candy-Candy “ Berusaha memberikan yang terbaik dalam usaha distro gu memuaskan konsumen, sehingga distro kami lebih unggul, menyediakan kualitas produk yang unggul dan bermutu baik, serta memenuhi dunia fashion bagi anak muda berupa trendi model T-shirt dari tahun ke tahun.”
Misi owner Candy-Candy“Menghasilkan produk yang baik dan berkualitas, sehingga distro kami lebih unggul, memberikan produk baru dalam jangka waktu satu bulan untuk menyakinkan para konsumen agar produk yang dipasarkan adalah produk yang baru dan berkualitas baik, serta pantang menyerah demi kemajuan dan kepuasan pelanggan.”
3.1.2. Analisis Situasi
a. Kondisi Pasar dan perilaku konsumen
Kebutuhan penduduk Indonesia saat ini cukup besar. Kebutuhan akan pakaian orang Indonesia sejak tahun 2013 lalu hingga tahun 2018 rata rata- per kapita/tahun sebesar 7,5 Kg. Kebutuhan masyarakat Indonesia yang besar terhadap pakaian menjadi pangsa besar yang menjanjikan bagi produk impor. Menurut Ade Suderajat kepada detikFinance, Kamis (21/3/2013). ( http://m.detik.com/finance/industri/d-2200371/kebutuhan-pakaian-orang-indonesia-rata-rata-75-kgtahun-termasuk-batik)
Dari segi model, warna, ukuran dan lainnya menjadikan persaingan usaha dalam bidang pakaian semakin ketat. Pada era modern saat ini masyarakat
membeli pakaian cenderung tidak mau disamakan dengan orang lain, maka dari itu masyarakat terutama anak muda membeli pakaian pada outlet-outlet pakaian seperti distro. Distro saat ini sangat pesat perkembangannya di Indonesia khususnya di kota-kota besar seperti di kota Depok. Di kota Depok sendiri banyak distro-distro dengan berbagai macam keunikannya. Dalam produksinya distro sangat mementingkan dari segi desain dan bahan yang untuk diproduksi. Distro memiliki beberapa jenis bahan yang berbeda, yaitu
cotton dan woll. Maka dari itu kebutuhan pakaian untuk remaja sampai dewasa
sangatlah besar, dan sangat dibutuhkan bahan-bahan yang berkualitas baik, agar konsumen puas dan bisa kembali untuk membeli produk dari suatu distro. Penyebaran T-shirt ke Indonesia pada abad ke 19 sampai 20 yang dibawa oleh orang-orang belanda, namun karena teknologi pemerintahan pada waktu itu belum pesat, T-shirt menjadi barang yang sulit di jangkau di masyarakat. T-
shirt mulai masuk ke pedesaan pada tahum 1970an, saat itu model T-shirt
hanya dipakai oleh para pria dengan ciri khas bahan katun tipis, berwarna putih dan melekat dibadan. Beberapa merek yang terkenal pada waktu itu adalah Swan dan 77, ada pula merek Cabe Rawit, Kembang Manggis, dan lain lain. Yang tertulis dalam. (http//:www.itwo.co.id/article_detail.php?id=17)
Penguna T-shirt di Indonesia sangatlah banyak karena T-shirt masuk kedalam kebutuhan pokok sehari-hari. Candy-Candy sangat memperhatikan kualitas produknya agar para konsumen puas menggunakan produk Candy-Candy serta dalam upaya tersebut dapat membangun dan meningkatkan brand awareness Candy-Candy yang mempunyai T-shirt bergaya urban street style seperti terndi masa kini. Namun Candy-Candy mempunyai masalah kuranganya
mempromosi produknya dibanding dari kedua pesaing tersebut yang lebih unggul dalam mempromosikan produknya. Kedua pesaing tersebut telah memiliki pangsa pasar yang lebih besar karena lebih strategis untuk lokasi pemasarannya dan tidak kurangnya pesaing tersebut untuk mempromosikan produknya di setiap bulan secara rutin.
b. Untuk merk-merk pesaing mempunyai jumlah produk yang digunakan oleh konsumen dan pangsa pasar lebih besar dibandingkan Candy-Candy sendiri, dan berikut presentase dari penguasaan pangsa pasar.
1) Magnet : 300 pcs/bulan 2) Winfort : 500 pcs/bulan 3) Candy-Candy : 250 pcs/bulan a. Magnet : 300 x 100 % = 28.57 % 1050 b. Windfort : 500 x 100 % = 47.6 % 1050 c. Candy-Candy : 250 x 100% = 42 % 1050
Posisi Penguasa Pasar Produk
42%; 36% 28,50%; 24% 47,60%; 40% Magnet Windfort Candy-Candy Sumber : http//www.instagram.com/windfortcloth/, http//www.instagram.com/magnet.distro/ Gambar III.1Posisi Penguasa Pasar Produk
Dari hasil diatas menjelaskan bahwa pangsa pasar yang penguasa di kuasai oleh Windfort karena memiliki jumlah persen paling tertinggi di banding kedua pesaing.
Aspek PEST
1) Aspek politik
Sangat mendukung untuk memperluas penjualan T-shirt, dimana yang kita ketahui T-shirt adalah kebutuan pokok dalam sehari-hari. Maka dari itu pemeritah sangat mendukung adanya perkembangan yang sangat pesat pada distro.
2) Aspek ekonomi
Semakin meningkatnya masyarakat menengah hingga atas yang sangat menyukai distro di beberapa tahun belakangan ini, hal ini adalah suatu peluang
bagi Candy-Candy untuk memasarkan produk yang lebih banyak lagi untuk masyarakat.
3) Aspek sosial dan budaya
Pokok pakaian adalah kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari. Pergantian trendi adalah sebagian dari life style sebagaimana mengikuti zaman. T-shirt adalah sebagian dari life style, terutama pada kenyamanan dan desain yang sangat berpengaruh bagi setiap manusia.
4) Aspek teknologi
Distro di Indonesia masih banyak yang menggunakan tinta rubber dan platisol walaupun yang lebih baik lagi dari itu masih banyak. Dan untuk alat yang ia gunakan rata-rata masih menggunakan alat cetak sablon manual agar lebih maksimal dan tahan lama, jadi Candy-Candy sangat mementingkan bahan baku serta teknologi yang berkulitas agar para konsumen puas untuk menggunakan produk Candy-Candy.
b. Aspek Strategi Pemasaran 1) Produk
Candy-Candy tergolong kategori produk T-shirt. T-shirt Candy-Candy menggunakan bahan cotton combed 30s yang memberi kenyamanan bagi para konsumen yang menggunakan bahan tersebut, bahan ini sangat adem di pakai walaupun cuaca panas. Dan juga untuk tinta sablon yang Candy- Candy gunakan tinta rubber, bahan tinta ini mempunyai karakteristik seperti karet yang dapat melar jika ditarik dan bertahan lama. Desain yang Candy-
2) Harga
T-shirt menjadi suatu perlengkapan dan kebutuhan dalam kehidupan sehari-
hari, tingkat kebutuhan akan T-shirt cukup tinggi. Harga T-shirt Candy- Candy sendiri bervarisai mulai dari Cotton combed 30s Rp.80.000, Cotton
combed 40s Rp.135.000 dan Woll Rp.450.000. Dengan harga tersebut yang
Candy-Candy tawarkan, sepertinya sudah cukup untuk masyarakat golongan atas ataupun bawah.
3) Tempat
Jl.Pindahan RT.09 RW.10 Pancoran Mas Depok, Jawa Barat. 4) Promosi
Saat ini Candy-Candy baru mempromosikan produknya melalui media social Instagram. Karena menurut Candy-Candy anak muda masa kini lebih dominan menggunakan Instagram di bandingkan media social yang lain, untuk alamat Instagram Candy-Candy ialah @candycandystoree.
c. Kompetitor dan Deferensiasi
Kompetitor dari distro Candy-Candy adalah distro Magnet dan Windfort. Kedua kompetitor tersebut sama-sama memproduksi T-shirt dan sebagainya, dengan bahan yang tidak jauh berbeda. Berikut ini adalah kompetitor dari distro Candy-Candy.
1) Distro Magnet a. Produk
Distro Magnet menggunakan bahan standarisasi distro di kawasan depok, bahan yang digunakan untuk T-shirt ialah cotton combed 30s. dan untuk
desain yang distro Magnet terapkan lebih condong ke rocker style namun ada beberapa produk juga yang menggunakan desain urban street style. b. Harga
Untuk harga produk Magnet cukup bervarisasi, mulai dari Cotton combed
30s Rp.85.000, Cotton combed 40s Rp.150.000 dan Woll Rp. 500.000.
cukup layak di pasarkan untuk kalangan atas atau bawah. c. Tempat
Jl.Pitara No.54, Pancoran Mas Depok, Jawa Barat.
d. Promosi
Saat ini distro Magnet mempromosikan produknya hanya lewat media sosial yaitu Instagram dan facebook, untuk alamat media social distro Magnet ialah Instagram: @distromagnet.official facebook: magnet shop depok.
2) Distro Windfort a. Produk
Untuk produk Windfort pada T-shirt menggunakan bahan cotton combed 30s, bahan ini termasuk standarisasi distro di kota depok, dan untuk desain yang Windfort terapkan ialah urban street style.
b. Harga
Untuk harga yang Windfort tawarkan berkisar Cotton combed 30s Rp.100.000, cotton combed 40s Rp.250.000 dan woll Rp. 350.000. untuk harga sendiri yang ditawarkan, sepertinya sudah cukup untuk dipasarkan
dikalangan menengah hingga atas. c. Tempat
Jl. Raya Sawangan No.20 RT.01 RW.11, Pancoran Mas Depok, Jawa Barat.
d. Promosi
Saat ini Windfort mempromosikan produknya melalui media sosial instagram untuk alamat Instagram Winfort sendiri ialah @windfortcloth.
Tabel III.1
Tabel Diferensiasi Produk
4p Candy-Candy Magnet Windfort
Produk
Candy-Candy memiliki desain urban street style yang bermotif kota,
kendaraan dan gravity, serta bahan yang digunakan adalah
cotton combed 30s
yang selalu nyaman saat dipakai dimsim panas Distro Magnet menggunakan bahan standarisasi distro di kawasan depok, bahan yang digunakan untuk T-
shirt ialah cotton
combed 30s. dan untuk desain yang distro Magnet terapkan tinta sablon rubber yang
berbahan dasar seperti karet dan juga ia
menggunakan desain
urban street style.
Untuk produk Windfort pada T-shirt menggunakan bahan cotton combed 30s, bahan ini termasuk standarisasi distro di kota depok, dan menerapkan tinta sablon plastisol yang diketahui lebih baik disbanding rubber karena mempunyai bahan dasar seperti minyak dan cocok untuk diterapkan berbagai warna karena sangat mdah untuk
mengaplikasikannya. untuk desain yang Windfort terapkan ialah urban street
style. Price Cotton combed 30s Rp.80.000 Cotton combed 40s Rp.135.000 Cotton combed 30s Rp.85.000 Cotton combed 40s Rp.150.000 Woll Rp. 500.000 Cotton combed 30s Rp.100.000 cotton combed 40s Rp.250.000 woll Rp. 350.000
Woll Rp.450.000
Place
Jl.Pindahan RT.09 RW.10 Pancoran Mas Depok, Jawa Barat.
Jl.Pitara No.54, Pancoran Mas Depok, Jawa Barat.
Jl. Raya Sawangan No.20 RT.01 RW.11, Pancoran Mas Depok, Jawa Barat.
Promotion
Saat ini Candy-Candy baru mempromosikan produknya melalui media social Instagram. Karena menurut Candy-Candy anak muda masa kini lebih dominan menggunakan Instagram di bandingkan media social yang lain, untuk alamat Instagram Candy-Candy ialah @candycandystoree
Untuk harga produk Magnet cukup bervarisasi, mulai dari Rp.85.000 hingga Rp.500.00. cukup layak di pasarkan untuk kalangan atas atau bawah
Saat ini Windfort mempromosikan produknya melalui media social Instagram untuk alamat Instagram Winfort sendiri ialah @windfortcloth.
Jadi dapat disimpulkan dari tabel diferensiasi diatas, bahwa Candy-Candy memiliki beberapa keunggulan dalam menerapkan desain, desain yang Candy- Candy terapkan fokus pada satu desain yauitu urban street style, dan Candy-Candy menggunakaan bahan sablon rubber dan plastisol agar desain yang diterapkan di dalam T-shirt bertahan lama. Kisaran harga T-shirt yang dijual relative lebih murah dibanding kompetitor lain, dan banyak diskon disetiap produknya.
d. SWOT 1) Strenght
Mempunyai desain urban street style yang bermotif kota, kendaraan, dan gravity yang sangat digemari anak muda, serta menggunakan bahan cotton combed 30s yang nyaman digunakan saat musim panas.
2) Weakness
Kurangnya Brand Awareness Candy-Candy di daerah Bogor dan sekitarnya, dikarenakan keterbatasan biaya untuk mempromosikan produk.
3) Opportunities
Semakin banyak anak muda yang menyukai distro, semakin mudah juga Candy-Candy unuk menarik para konsumennya dengan menggunakan media promosi yang pas untuk memasarkan T-shirt Candy-Candy
4) Threats
Keterbatasan waktu untuk membeli bahan baku yang menjadi ancaman bagi Candy-Candy sendiri, serta kompetitor yang sudah lebih awal membuka usaha sejenis dan sudah memiliki pangsa pasar yang lebih besar.
e. Tujuan Pemasaran
1) Memperluas pemasaran mencakup daerah Jakarta dan Bogor agar bisa berkembang lebih luas lagi.
2) Meningkatkan penjualan produk 45% di tahun berikutnya.
3.2 Strategi Kreatif Iklan
3.2.1 Perencangan Strategi Kreatif a. Advertising Problem
Banyak masyarakat yang belum mengetahui Candy-Candy merupakan distro yang mempunyai desain bergaya urban street style.
b. Advertising Objective
Membangun brand awareness Candy-Candy sebesar 45% kepada masyarakat luas terutama di daerah Depok dan sekitarnya, bahwa Candy-Candy mempunyai T-shirt bergaya urban street style melalui iklan media cetak.
c. Target Audience
1) Demografis
Usia : 13-35 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki dan Perempuan Pendidikan : SMP, SMA/SMK, mahasiswa
SES : A: Rp. 6.053.135,- - Rp. 7,943.736,- B: Rp. 4.241.236.00,- - Rp. 4.393.421,- Sumber : http://m.liputan6.com
2) Geografis
Urban (Jakarta dan Depok) 3) Psikografis
Bagi mereka yang menjalani olahraga extream seperti Skateboard, Bmx dan
skating Rollerblanding. Respondesibel (tanggung jawab), Tren Seeker
(pencari tren), Continous (berhati-hati). 4) Profile Consumer
Reno adalah seorang Pria berusia 20 tahun, ia tinggal di daerah pinggiran kota tepatnya di Depok, Reno juga berkuliah di salah satu
akademi swasta di daerah Depok. Dalam kesehariannya Reno selalu
fashionable. Pakaian adalah bagian paling penting dalam hidup Reno, Reno
selalu dikenal sebagai pria fashionable dan up to date. Reno selalu mengikuti perkembangan gaya pakaian dari tahun ketahun dengan cara, Reno selalu mencari tau gaya trendi masa kini melalui internet terutana pada media sosial Instagram, karena teknik ini sangat cocok untuk memilih gaya fashionnya sendiri dan juga selalu mengutamakan desain serta model yang menurutnya cocok untuk digunakan di masa kini. Reno selalu memperhatikan cara berpakainnya dan mencari informasi tentang fashion yang cocok digunakan untuk masa kini melalui internet media sosial Instagram, dia sangat pintar untuk menilai model pakaian.
5) Insight
Dalam memilih pakaian, remaja cenderung lebih senang dengan pakaian bergaya masa kini yang berdesain keren, T-shirt merupakan suatu gaya atau fashion untuk mereka gunakan dalam kesehariannya, sehingga mereka cenderung menginginkan desain T-shirt yang sesuai dengan zaman atau up to date, para remaja menginginkan pakaian yang mampu menarik perhatian mereka secara maksimal serta nyaman di untuk mereka gunakan.
c. Promise/Positioning
Candy-Candy mendesain T-shirt untuk dipasarkan terutama bagi para remaja yang menyukai desain urban street style, desain ini cukup
d. The Suppor /Reason Why
Distro yang mempunyai motif desain urban street style yang ditampilkan pada T-shirt seperti gambar kota, gravity, dan kendaraan yang dimana kini telah banyak dicari kalangan muda.
e. Brand Character/Personality
Urban street style
f. Big Idea
Urban
g. Tone and Manner Communication 1) Gaya penyampaian pesan
Gaya hidup ( life style ) menampilkan desain produk yang digunakan bergaya urban street style, yang termasuk dalam bagian gaya trendi masa kini.
2) Daya Tarik Pesan
Pesan disampaikan menggunakan Kombinasi Daya Tarik Rasional seperti yang terletak pada T-shirt Candy-Candy menggunakan bahan cotton combed 30s yang sangat nyaman digunakan disaat musim panas dan desain
urban street style yang Cany-Candy terapkan seperti gaya trendi masa kini.
dan Daya Tarik Emosional dengan memperlihatkan desain yang bergaya trendi seperti urban street style.
h. Mandatories
1) Logo Candy-Candy. 2) Produk Candy-Candy. 3) Media sosial.
3.2.2. Konsep Dan Strategi Media a. Tinjauan media
Menurut Azwar (2018:51) menjelaskan “ Manajemem media harus memberikan pengetahuan tentang pengelolaan media, prinsip-prinsip manajemen media dengan seluruh proses manajemen yang utuh, dimana ini meliputi berbagai fungsi manajemen.”
Proses pengelolaan media bukan hal yang mudah. Dalam hal ini harus dengan teliti bagaimana mengelola iklan media cetak yang kita tampilkan sesuai pada target
audience, terdapat sejumlah media seperti surat kabar, dan tabloid. Dari kedua
media cetak tersebut mempuyai kelebihan yang sama yaitu relatif tidak mahal, dapat dibaca berkali–kali, membuat para konsumen mengetahui informasi lebih mendalam dan sebaginya. Hal ini harus dipertimbangan dengan baik dalam pengelolaan perencanaan media cetak agar dapat memberi informasi tentang suatu produk kepada para konsumennya dengan baik.
Dari pembahasan di atas Candy-Candy mengiklankan produknya melalui iklan media cetak, karena media cetak bisa diartikan sebagai sebuah media pemyampaian informasi yang memiliki manfaat dan terkait dengan kepentingan masyarakat, media cetak ini merupakan bagian saluran informasi masyarkat di samping media elektronik dan media digital. namun bukan berarti media cetak tidak mampu meraih konsumen yang menantikan informasi yang dibawanya, ada keunggulan dari dua pesaing tersebut. Media cetak bisa menyampaikan informasi secara mendetail dan terperinci, sedangkan untuk media elektronik dan digital mereka lebih
mengutamakan kecepatan informasi. Dan ada jenis dan kelebihan yang terdapat dalam media cetak sendiri
1) Surat kabar
Surat kabar adalah jenis media cetak yang terbit setiap hari, kecuali di hari-hari tertentu seperti hari libur nasional. Dan dapat dengan mudah dibaca dimana saja, bisa di baca berkali-kali dengan informasi yang mendetail, derta relatif murah harganya.
2) Tabloid
Tabloid adalah jenis media cetak yang selalu mengangkat informasi tentang berita, liputan mendalam, dan produk. Tulisan dalam media ini lebih banyak bergaya feture atau deskriptif, serta mudah dibaca dimana saja, bisa dibaca berulang-ulang, dan relatif murah harganya.
b. Khayalak Sasaran
1) Demografis
Usia : 13-35 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki dan Perempuan Pendidikan : SMP, SMA/SMK, mahasiswa
SES : A: Rp. 6.053.135,- - Rp. 7,943.736,- B: Rp. 4.241.236.00,- - Rp. 4.393.421,- Sumber : http://m.liputan6.com
Geografis
2) Psikografis
Bagi mereka yang menjalani olahraga extream seperti Skateboard, Bmx dan
skating Rollerblanding. Respondesibel (tanggung jawab), Tren Seeker (pencari
tren), Continous (berhati-hati). c. Seleksi Media Cetak
1) Surat kabar Sindonews
Tarif : Rp. 195.000,- /mmk
Size : display Sindo (FC) halaman 7, 810 mmk Audience : 625.000
Alasan penulis menggunakan Tabloid Pesona sebagai media cetak untuk beriklan karena pembaca Tabloid Sindonews adalah pria dan perempuan yang berusia sekitar 17-29 tahun. Dan memiliki target audience yang besar.
CPM = 1000 : Jumlah Pembaca x Harga Iklan
1000: 625.000,- x Rp. 195.000,- = Rp. 296.000
Taktik yang digunakan dalam penempatan iklan media cetak Candy-Candy di koran sindo.
Tarif : Rp. 195.000,- / mmk
Penempatan : Iklan display Sindo (FC) halaman 7 Ukuran : 810 mmk
Diskon : 40% Agency fee : 5% Ppn : 10%
Jadi total biaya yang dikelurakan oleh Candy-Candy untuk mengiklankan produk T-shirt adalah Rp. 195.000,- x 810 mmk = Rp. 157.950.000,- x 3 kali terbit = Rp. 473.850.000,- Diskon 40% = Rp. 18.954.000,- Harga setelah diskon = Rp. 28.431.000,- Ppn 10% = Rp. 28.431.000,- Total = Rp. 312.741.000,- 2) Tabloid Gadis Tarif : Rp. 38.000.000 Size : cover 3 185x215 mm Audience : 805.000
Alasan penulis menggunakan Tabloid Gadis sebagai media cetak untuk beriklan karena pembaca Tabloid Gadis adalah pria dan perempuan yang berusia sekitar 21-30 tahun. Dan memiliki target audience yang besar.
CPM = 1000 : Jumlah Pembaca x Harga Iklan
1000:805.000 x Rp. 38.000.000 = Rp. 305.900
Taktik yang digunakan dalam penempatan iklan media cetak Candy-Candy di tabloid gadis.
Tarif : Rp. 38.000.000.- / mm Penempatan : cover 3 185x215 mm
Ukuran : 175x205 Diskon : 20% Ppn : 10%
Periode waktu : Juni, Juli, Agustus
Jadi total biaya yang dikelurakan oleh Candy-Candy untuk mengiklankan produk
T-shirt adalah
Rp. 38.000.000,- x 185x215 mm = Rp. 15.114.500,- x 3 kali terbit = Rp. 453.435.000,-
Diskon 20% = Rp. 760.000,- Harga setelah diskon = Rp. 362.748.000,- Ppn 10% = Rp. 30.400.000,- Total = Rp. 334.400.000,- 3) Tabloid Nova Tarif : Rp. 84.000,- / mmk Size : Display, 600 mmk Audience : 907.000
Alasan penulis menggunakan Tabloid Nova sebagai media cetak untuk beriklan karena pembaca Tabloid nova adalah pria dan perempuan yang berusia sekitar 15-25 tahun. Dan memiliki target audience yang besar.
CPM = 1000 : Jumlah Pembaca x Harga Iklan
Taktik yang digunakan dalam penempatan iklan media cetak Candy-Candy di koran nova. Tarif : Rp. 84.000,- / mmk Penempatan : display (FC) Ukuran : 600 mmk Diskon : 10% Ppn : 10%
Periode waktu : Juni, Juli, Agustus
Jadi total biaya yang dikelurakan oleh Candy-Candy untuk mengiklankan produk
T-shirt adalah
Rp. 84.000,- x 600 mmk
= Rp. 50.400.000,- x 3 kali terbit = Rp. 151.200.000,-
Diskon 10% = Rp. 15.120.000,- Harga setelah diskon = Rp. 136.080.000,- Ppn 10% = Rp. 13.608.000,- Total = Rp.
149.688.000,-Tabel III.2
3.2. Eksekusi Perancangan
3.2.1. Pertimbangan Pemilihan Karya
Dengan mencari ide kreatif sampai membuat sebuah konsep sketsa yang telah dirancang sedemikian rupa oleh penulis, kemudian dari hasil sketsa yang sudah dibuat dan ditentukan sebelumnya sebanyak enam versi dalam bentuk sketsa, namun yang dipilih klien hanya tiga versi sketsa untuk dijadikan iklan cetak.
Berdasarkan pertimbangan pemilihan karya, Klien memilih karya iklan cetak versi Skater Boy, Girl Street Style, dan versi Hijab Street Style karena menurut klien iklan media cetak tersebut terlihat lebih menarik dan simpel.
e
N
DY!
URBRH STREET
GlORE
Alamat : JL. Pindahan RT09 R\V,10 Pancorun Mas Dcpok
1) Karya Iklan Media Cetak Versi Skater Boy
Gambar III.2
Gambar III.3
Tata Letak Iklan Media Cetak Versi Skater Boy di Surat Kabar Sindo
Gambar III.4
Gambar III.5
2) Karya Iklan Media Cetak Girl Street Style
Gambar III.6
Gambar III.7
Tata Letak Iklan Media Cetak Versi Girl Street Style di Surat Kabar Sindo
Gambar III.8
Gambar III.9
3) Karya Iklan Media Cetak Versi Hijab Street Style
Gambar III.10
Gambar III.11
Tata Letak Iklan Media Cetak Versi Hijab Street Style di Surat Kabar Sindo
Gambar III.12
Gambar III.13
Tata Letak Iklan Media Cetak Versi Hijab Street Style di Tabloid Nova
3.4. Justifikasi Strategi Kreatif Iklan 3.4.1. Aspek Copy
1) Karya Iklan Media Cetak Versi Skater Boy
Untuk konsep iklan tersebut menjelaskan produk Candy-Candy yang berdesain urban street style dapat digunakan bagi mereka yang menyukai olahraga extream seperti skate board. Yang dimana iklan produk Candy-Candy ini dapat sangat mudah untuk dikenal.
Visual iklan ini menampilkan produk Candy-Candy. Disebelah kiri bawah visual terdapat Tagline “Urban Street Style” menggunakan font login. Logo
berada di sisi kiri bawah berdekatan dengan mandatories berupa box khusus agar berguna bagi para konsumen untuk alamat dan media sosial agar para konsumen mudah mengetahui produk Candy-Candy lebih mendalam.
Contoh font :
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V X Y Z 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
2) Karya Iklan Media Cetak Versi Girl Street Style
Untuk konsep ini menjelaskan bahwa produk Candy-Candy dapat digunakan oleh perempuan yang mempunyai jiwa muda bergaya jalanan, yang dimana bertujuan untuk memiliki gaya baru dan tidak terlalu formal. Terutama pada gaya urban street style.
Visual pada konsep ini menampilkan produk Candy-Candy. Dan dibawah kanan bawah visual terdapat tagline “ Urban Street Style “ menggunakan font
calibri yang dapat terlihat simpel dan elegan seperti masa kini terhadap produk
Candy-Candy. Logo berada di bawah visual disebelah mandatories dan diberi
box khusus agar berguna bagi para konsumen yang ingin mengetahui produk
Candy-Candy lebih mendalam.
Contoh font :
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Untuk konsep ini menjelaskan produk Candy-Candy baik digunakan oleh para konsumen yang berhijab dan sangat cocok dengan desain yang Candy- Candy gunakan yaitu urban street style.
Visual iklan ini menampilkan produk Candy-Candy. Diatas visual terdapat tagline “ Urban Street Style “ menggunakan font anydore yang berkesan wanita berhijab bisa untuk bergaya sesuai gaya masa kini dan tidak mengumbar auratnya. Dan logo berada di sebelah bawah disebelah mandatories dibagian bawah visual dan memiliki box khusus agar focus untuk mengetahui alamat dan media sosialnya. Contoh font : A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S R T U V W X Y Z a b c d e f g h i j k l m n o p q, r s t u v w x y z 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 3.4.2. Aspek Visual
Sebelum menempatkan bagian atau elemen pada iklan, penulis membuat
invisible elements untuk iklan media cetak Candy-Candy.
Menurut Rustan (2013:63) menjelaskan”Elemen-elemen yang tergolong sebagai invisible elements merupakan fondasi atau kerangka yang berfungsi sebagai acuan penempatan semua elemen layout lainnya”.
Elemen-elemen ini mempunyai fungsi yang sangat penting, Ditambah jika
layout akan menggunakan elemen teks yang banyak atau banyak halamannya.
pembentuk unity dari keseluruhan layout. Yang termasuk invisible elements adalah Margin dan Grid.
Menurut Budi Purnama (2013:2) menjelaskan ”Grid ini adalah elemn dasar dari sebuah image atau gambar yang biasa disebut pixel ( picture elements ) atau piksel, pada saat anda menyunting image atau gambar proses yang terjadi sebenarnya adalah anda menyunting pikse-piksel ini.”
1) Karya Iklan Media Cetak Versi Skater Boy
Untuk konsep iklan tersebut menjelaskan produk Candy-Candy yang berdesain urban street style dapat digunakan bagi mereka yang menyukai olahraga extream seperti skate board. Yang dimana iklan produk Candy-Candy ini dapat sangat mudah untuk dikenal.
Visual iklan ini menampilkan produk Candy-Candy. Disebelah kiri bawah visual terdapat Tagline “Urban Street Style” menggunakan font login. Logo berada di sisi kiri bawah berdekatan dengan mandatories berupa box khusus agar berguna bagi para konsumen untuk alamat dan media sosial agar para konsumen mudah mengetahui produk Candy-Candy lebih mendalam.
Contoh font :
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V X Y Z 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Gambar III.14
Layout Iklan Media Cetak Versi Skater Boy
Sedangkan layout yang digunakan di iklan ini adalah Picture Window Layout.
Picture window layout adalah bentuk iklan dimana tampilan visual yang besar
menjadi ciri utama tata letak ini, dan diikuti dengan headline, keterangan visual memiliki porsi yang lebih besar. Di bawah terdapat Signature (Mandatories) yang berisi media sosial yang di miliki oleh Candy-Candy sehingga memudahkan konsumen jika ingin mengetahui produk Candy-Candy lebih mendalam.
Warna dominan yang terdapat dalam iklan ini adalah kuning, biru dan hijau.
a. Warna kuning
Warna kuning dapat menonjolkan lebih energik dan terlihat ceria dalam menjalani aktifitas serta dapat selalu berfikir optimis/positf untuk menjalani akttifitas tersebut.
b. Warna biru melambangkan kedamaian
Warna biru dapat menimbulkan rasa percaya diri untuk menjadi sifat yang dingin/tenang. Dan dapat berfikir akan lebih relax untuk menghadapi permasalahan. Bahkan menjadi symbol kekuatan diri.
c. Warna hijau melambangkan kesegaran
Warna hijau dapat memberi dampak keseimbangan yang dapat membantu sesseorang yang berada dalam situasi tertekan, agar lebih mampu menyeimbangkan dan menenangkan emosinya
Gambar III.15
Keterangan Warna Iklan Media Cetak Versi Skater Boy
Penggunaan warna kuning, biru dan hijau pada iklan ini menunjukan suasan yang lebih energik yang terdapat pada warna kuning serta dapat menimbulkan rasa percaya diri dalam menjalankan aktifitas sehari hari yang terdapat pada warna biru
meenggambarkan bahwa T-shirt Candy-Candy mempunyai gaya trendi seperti
urban street style. Dan mampu membangun keseimbangan diri untuk berfikir hal
positif dan lebih berkonsentrasi yang terdapat dalam warna hijau.
2) Karya Iklan Media Cetak Versi Girl Street Style
Untuk konsep ini menjelaskan bahwa produk Candy-Candy dapat digunakan oleh perempuan yang mempunyai jiwa muda bergaya jalanan, yang dimana bertujuan untuk memiliki gaya baru dan tidak terlalu formal. Terutama pada gaya
urban street style.
Visual pada konsep ini menampilkan produk Candy-Candy. Dan dibawah kanan bawah visual terdapat tagline “ Urban Street Style “ menggunakan font
calibri yang dapat terlihat simpel dan elegan seperti masa kini terhadap produk
Candy-Candy. Logo berada di bawah visual disebelah mandatories dan diberi box khusus agar berguna bagi para konsumen yang ingin mengetahui produk Candy- Candy lebih mendalam.
Contoh font :
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Gambar III.16
Layout Iklan Media Cetak Versi Girl Street Style
Sedangkan layout yang digunakan di iklan ini adalah Picture Window Layout.
Picture window layout adalah bentuk iklan dimana tampilan visual yang besar
menjadi ciri utama tata letak ini, dan diikuti dengan headline, keterangan visual memiliki porsi yang lebih besar. Di bawah terdapat Signature (Mandatories) yang berisi media sosial yang di miliki oleh Candy-Candy sehingga memudahkan konsumen jika ingin mengetahui produk Candy-Candy lebih mendalam.
Warna dominan yang terdapat dalam iklan ini adalah merah, hijau dan biru.
a. Warna merah melambangkan keberanian
Warna merah dapat menggerakan kekuatan yang sangat berenergi dalam diri seseorang karena begitu semangat untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
b. Warna hijau melambangkan kesegaran
Warna hijau dapat membangun keseimbangan disaat pikiran sedang emosi dan memudahkan keterbukaan dalam berkomunikasi dan juga lebih memilih menghidari dari hal hal yang berbau konflik.
c. Warna biru melambangkan kedamaian
Warna biru dapat menimbulkan rasa percaya diri untuk menjadi sifat yang dingin/tenang. Dan dapat berfikir akan lebih relax untuk menghadapi permasalahan. Bahkan menjadi simbol kekuatan diri.
Gambar III.17
Keterangan Warna Iklan Media Cetak Versi Girl Street Style
Penggunaan warna merah, hijau dan biru dalam iklan ini bertujuan untuk memberi kesan emosional yang menggerakan energi para konsumen,
keseimbangan, tenang, dan kekuatan yang menggambarkan bahwa T-shirt Candy- Candy sebagai T-shirt bergaya urban street style.
3) Karya Iklan Media Cetak Versi Hijab Street Style
Untuk konsep ini menjelaskan bahwa produk Candy-Candy dapat digunakan oleh perempuan berhijab, yang dimana bertujuan untuk memiliki gaya baru dan tidak membuka aurat bagi para wanita yang menggunakan hijab, Terutama pada gaya urban street style.
Visual pada konsep ini menampilkan produk Candy-Candy. Dan diatas visual terdapat tagline “ Urban Street Style “ menggunakan font litos pro dan lucida
handwriting yang dapat memancing emosional para konsumen terhadap produk
Candy-Candy. Logo berada di kanan atas visual. Dan terdapat mandatories dibawah visual yang dapat berguna bagi konsumen yang ingin mengetahui produk Candy- Candy lebih mendalam.
Contoh font :
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S R T U V W X Y Z
a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z
Gambar III.18
Layout Iklan Media Cetak Versi Hijab Street Style
Sedangkan layout yang digunakan di iklan ini adalah Picture Window
Layout. Picture window layout adalah bentuk iklan dimana tampilan visual yang
besar menjadi ciri utama tata letak ini, dan diikuti dengan headline, keterangan visual memiliki porsi yang lebih besar berada di atas visual. Di bawah terdapat
sehingga memudahkan konsumen jika ingin mengetahui produk Candy-Candy lebih mendalam
a. Warna biru melambangkan kedamaian
Warna biru dapat menimbulkan rasa percaya diri untuk menjadi sifat yang dingin/tenang. Dan dapat berfikir akan lebih relax untuk menghadapi permasalahan. Bahkan menjadi symbol kekuatan diri.
Warna abu abu melambangkan netral
b. Warna abu abu dapat memberi kesan tenang, serius, kesederhanaa, kedewasaan, praktis, professional, kualitas. Dan mampu meciptakan keheningan yang bersifat dingin.
c. Warna hitam melambangkan keanggunan
Warna hitam dapat memberi gelap, seram dan menakutkan namun tetap elegan. Bahkan elemen apapun jika dikombinasikan dengan warna hitam akan terlihat menarik.
Gambar III.19
Penggunaan warna biru, abu-abu dan hitam dalam iklan ini bertujuan untuk memberi kesan keseimbangan, ketenang, dan kesejukan yang terdapat pada warna biru. dan warna abu-abu memberi kesan kesederhanaan, praktis, professional, dan berkualitas. Utnuk warna hitam memberi kesan gelap, seram dan menakutkan tetapi elegan jika di kombinasikan dengan warna yang lain yang menggambarkan bahwa
T-shirt Candy-Candy sebagai T-shirt bergaya urban street style.
3.5 Time Table Dan Anggaran Produksi 3.5.1. Time Table
Tabel III.3
Time Table
NO Tahap Kegiatan April
I II III IV V 1 PRA PRODUKSI Bertemu Klien X 2 Client Brief X 3 Internal Brief X 4 Riset X 5 Brainstorming X
NO Tahap Kegiatan Mei
I II III IV V 6 PRA PRODUKSI Bertemu Klien X 7 Client Brief 8 Internal Brief
9 Brainstorming X
NO Tahap Kegiatan Juni
I II III IV V
10
PRA PRODUKSI
Sketsa Iklan Media Cetak X
11 Presentasi Ke Klien X
12 Revisi Iklan Media Cetak X
13 Acc Iklan Media Cetak X
NO Tahap Kegiatan Juli
I II III IV V
1
PRODUKSI
Cetak Iklan Media Cetak X
NO Tahap Kegiatan Juli
I II III IV V 1 PASCA PRODUKSI Presentasi ke Klien X 3.2.1 Anggaran Produksi Tabel III.4 Anggaran Produksi No Kegiatan Anggaran Pra Produksi 1. Kertas Rp. 40.000
2. Tinta Printer Rp. 125.000
3. Pulsa Modem Rp. 360.000
Produksi
4. Cetak A2 Rp. 65.000
5. Cetak Art Paper Rp. 15.000
6. Frame A2 Rp. 75.000
7. Materai 6000 Rp. 15.000
8. Lain-Lain Rp. 200.000
Total Rp. 728.000
3.6 Kendala dan Pemecahannya 3.6.1 Kendala
Kendala yang dihadapi adalah:
1. Bingung dalam menentukan mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu. 2. Sulit untuk bertemu klien karena klien mempunyai jabatan penting sehingga
lebih mengutamakan pekerjaannya.
3. Menentukan desain yang akan dijadikan objek pada karya iklan. 4. Menentukan media mana yang akan dijadikan alat periklanan. 3.6.2 Pemecahannya
1. Membuat daftar yang harus dikerjakan mulai dari hal mudah ke hal yang sulit. 2. Membuat janji terlebih dahulu untuk menemukannya.
3. Sharing kepada senior dan teman yang lebih mengerti desain. 4. Melakukan sharing kepada dosen pembimbing, senior dan teman.