• Tidak ada hasil yang ditemukan

EDITORIAL. Penanggung Jawab : Mufida Afreni B. Bara, S.Sos. Ketua/Dewan Redaksi : Nur Ramadhan, Ners

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "EDITORIAL. Penanggung Jawab : Mufida Afreni B. Bara, S.Sos. Ketua/Dewan Redaksi : Nur Ramadhan, Ners"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

EDITORIAL

Penanggung Jawab :

Mufida Afreni B. Bara, S.Sos Ketua/Dewan Redaksi : Nur Ramadhan, Ners

Dewan Redaksi :

Nona Rahmaida Puetri, S.Si`

Irwan Syahputra, SH Andi Zulhaida, SKM Veny Wilya, Amd. AK Penyunting Artikel :

Prof. Agus Suwandono, MD, MPH., Ph.D Prof. Dr.Amrul Munif, M.Sc

Fahmi Ichwansyah, S.Kp, MPH, Ph. D Suhartono, M.Sc, Ph.D

Dr. drg. Magdarina Destri Agtina, M.Sc Dr. Rer. Nat. dr. Muhsin

Dr. dr.Fransisca Srioetami, Sp. PK, M.Si Dr. Andi Yasmon

Dr. Kartini Hasballah, MS. Apt Dr. drh. T.Zahrial Helmi, M.Sc Anorital Anwar, SKM, M.Kes

Desain Grafis : Yasir, SKM Sekretariat : Sari Hanum, SKM

Terbit 2 kali setahun (Juli dan November) ISSN 2580-8699

E-ISSN 2580-8923 Alamat Redaksi:

Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banda Aceh

Jl.Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Lr.Tgk.Dilangga No. 09, Lambaro, Aceh Besar

 : (0651) 8070189

 : (0651) 8070289

 :

http://

 : [email protected]

Pengantar Redaksi

Salam Hangat,

Berjumpa kembali dengan SEL Jurnal Penelitian Kesehatan Pada Volume 5 No. 2, November 2018 dengan 5 artikel pilihan.

Sebagai pembuka, artikel yang berjudul “Uji antimikroba ekstrak jahe merah (Zingiber officinale) terhadap Staphylococcus aureus”. Infeksi Staphylococcus aureus menjadi masalah yang serius saat ini karena meningkatnya resistensi bakteri terhadap berbagai jenis antibiotik (Multi Drug Resistance/ MDR). Meluasnya resistensi bakteri terhadap obat-obatan yang ada, mendorong pentingnya upaya untuk menemukan langkah alternatif dengan pemberian obat-obatan pencegah penyakit infeksi dari bahan alam. Artikel ini dibawakan oleh Dyah Widiastuti dan Nova Pramestuti.

Artikel kedua yang berjudul “Hubungan gaya hidup, riwayat penyakit, dan ekonomi, dengan kejadian strok pada Suku Mandailing di RSUD Kota Padangsidempuan tahun 2017”. dibawakan oleh Destanul Aulia, dkk. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan metode case control. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan diet, riwayat penyakit, dan ekonomi dengan kejadian strok untuk Suku Mandailing di RSUD Kota Padangsidimpuan 2017. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat.

Artikel ketiga yang dibawakan oleh Yulidar, dkk. berjudul “Distribusi dan aktivitas menggigit nyamuk Genus Mansonia yang berpotensi sebagai vektor filariasis di wilayah endemis filariasis Desa Ligan Dan Lhok Bout Aceh Jaya”. Hasil penelitian didapatkan total jumlah nyamuk Mansonia spp tertangkap adalah 58 nyamuk terbagi atas 5 spesies yaitu 8 nyamuk Ma.

bonnae, 5 Ma. uniformis, 38 Ma. annulata, 6 Ma. annulifera dan 1 Ma.

indiana. Kepadatan masing-masing nyamuk hinggap dibadan orang perjam adalah Ma. bonnae 0,31, Ma. uniformis 0,25,Ma. annulata 1,94. Ma.

annulifera 0,31 dan Ma. indiana 0,06. Nyamuk Mansonia spp yang tertangkap bersifat endofagik. Berdasarkan kepadatan nyamuk tertinggi dan angka dominansi spesies mencapai 3,33% maka vektor filariasis potensial di desa Ligan dan Lhok Bout adalah Ma. annulata.

Artikel keempat yang berjudul “Determinasi penyebab stunting di Provinsi Aceh”. Artikel ini disajikan oleh Raisuli Ramadhan dan Nur Ramadhan Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama yang berhubungan dengan stunting pada anak-anak di bawah umur lima tahun di Aceh. Penelitian menggunakan metode survei dari bagian pemantauan status gizi yang dilakukan dalam tahun 2017 di Provinsi Aceh dengan metode wawancara, pengukuran berat badan dan pengukuran tinggi badan.

Responden ditetapkan pada anak yang diasuh ibu yang berumur produktif antara 18-50 tahun. Parameter stunting diidentifikasi dari faktor ASI ekslusif, pertumbuhan ekonomi, dan pengangguran.

Artikel terakhir yang berjudul “Analisis dukungan sosial keluarga terhadap pencegahan kekambuhan gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Sukajaya”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial keluarga terhadap pencegahan kekambuhan penderita gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Sukajaya. Desain penelitian merupakan studi potong lintang. Sampel penelitian adalah keluarga penderita gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Sukajaya yang berjumlah 32 keluarga.

Akhir kata, Redaksi SEL Jurnal Penelitian Kesehatan mengucapkan selamat menikmati.

Semoga bermanfaat

Salam Hormat

Redaksi

(3)

SEL

Jurnal Penelitian Kesehatan

Volume 5 Nomor 2, November 2018 ISSN 2580-8699

E-ISSN 2580-8923

DAFTAR ISI

ARTIKEL

1. Uji Antimikroba Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale) Terhadap Staphylococcus aureus

Dyah Widiastuti, Nova Pramestuti

43-49

2. Hubungan Gaya Hidup, Riwayat Penyakit, Dan Ekonomi, Dengan Kejadian Stroke Pada Suku Mandailing Di RSUD Kota Padangsidimpuan Tahun 2017 Destanul Aulia, Sri Fajar Ayu, Nefonafratilova

50-58

3. Distribusi Dan Aktivitas Menggigit Nyamuk Genus Mansonia Yang Berpotensi Sebagai Vektor Filariasis Di Wilayah Endemis Filariasis Desa Ligan Dan Lhok Bout Aceh Jaya

Yulidar, Yasir, Veny Wilya, Andi Zulhaida

59-67

4. Determinasi Penyebab Stunting Di Provinsi Aceh Banda Aceh Raisuli Ramadhan, Nur Ramadhan, Yuni Rahmayanti

68-76

5. Analisis Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Pencegahan Kekambuhan Gangguan Jiwa Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukajaya

Rahmayani, Fadhiah HanumSri Mulyani, Agus Hendra Al-Rahmad, Abidah Nur

77-89

(4)

Volume 5 no. 2, November 2018

Lembar Abstrak

Lembar Abstrak ini boleh digandakan/dicopi tanpa ijin dan biaya WC 250

Dyah Widiastuti , Nova Pramestuti (Balai Litbangkes Banjarnegara)

Uji antimikroba ekstrak jahe merah (zingiber officinale) terhadap staphylococcus aureus SEL Jurnal Penelitian Kesehatan Volume 5 No. 2, November 2018; Hal. 43-49

Infeksi Staphylococcus aureus menjadi masalah yang serius saat ini karena meningkatnya resistensi bakteri terhadap berbagai jenis antibiotik (Multi Drug Resistance/ MDR). Meluasnya resistensi bakteri terhadap obat-obatan yang ada, mendorong pentingnya upaya untuk menemukan langkah alternatif dengan pemberian obat-obatan pencegah penyakit infeksi dari bahan alam. Ekstrak jahe merah dikaji aktivitas anti mikroba terhadap S.

aureus. Penelitian ini menggunakan uji coba kontrol yang sepenuhnya acak dengan lima ulangan. Dalam penelitian ini hanya terdiri dari satu faktor saja, yaitu pemberikan ekstrak jahe merah dengan menggunakan taraf/ level: 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) pada konsentrasi 100% memberikan penghambatan tertinggi terhadap pertumbuhan S. aureus (12,54 ± 0,76 mm).

Aktivitas antibakteri ekstrak rimpang jahe dikategorikan lemah dalam menghambat pertumbuhan S. aureus.

Kata kunci: Aktivitas antibakteri,ekstrak jahe merah, Staphylococcus aureus

WL 356

Destanul Aulia, Sri Fajar Ayu, Nefonafratilova

(Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara)

Hubungan gaya hidup, riwayat penyakit, dan ekonomi, dengan kejadian strok pada suku mandailing di RSUD Kota Padangsidimpuan tahun 2017

SEL Jurnal Penelitian Kesehatan Volume 5 No. 2, November 2018; Hal. 50-58

Faktor risiko strok diklasifikasikan dalam dua bagian dapat dan tidak dapat dimodifikasi, tidak dapat dimodifikasi seperti usia, jenis kelamin, keturunan, etnis dan lokasi geografis, dapat dimodifikasi seperti hipertensi, penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus, hiperkolesterolemia, stres berkepanjangan, merokok , faktor diet, alkohol, penggunaan narkotika, dan riwayat obesitas. Diet di negara berkembang telah berubah dari diet tradisional yang mengandung banyak karbohidrat dan serat seperti sayuran menjadi diet kebarat-baratan dengan komposisi makanan yang mengandung terlalu banyak lemak, gula, garam, dan mengandung lebih sedikit serat.

Makanan Suku Mandailing terkenal dengan

penggaram, kecap, banyak santan dan lemak,

menyukai makanan olahan seperti ikan sale,

kipang, alame, wajit dan diakhiri dengan

menghisap rokok. Jenis penelitian ini adalah

penelitian analitik dengan metode case

control. Tujuan penelitian ini adalah untuk

melihat hubungan diet, riwayat penyakit, dan

ekonomi dengan kejadian strok untuk Suku

Mandailing di RSUD Kota Padangsidimpuan

2017. Analisis data menggunakan analisis

univariat, bivariat, dan multivariat. Variabel

yang paling berpengaruh dalam kejadian

strok adalah diet dan hipertensi. Berdasarkan

hasil penelitian terdapat hubungan yang

signifikan antara kebiasaan makan dengan

(5)

kejadian strok ρ = 0,029, hipertensi ρ = 0,032, merokok ρ = 0,032, dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara DM dengan kejadian strok dengan ρ = 0,441. Variabel paling berpengaruh dalam kejadian strok adalah kebiasaan makan dan hipertensi. Rata- rata biaya yang dikeluarkan untuk makanan pemicu strok adalah Rp 16.500/ hari/

responden. Sebanyak 0,03% dari anggaran kesehatan Kota Padangsidimpuan dibelanjakan untuk penyakit strok.

Disarankan kepada dinas kesehatan dan masyarakat Kota Padangsidimpuan untuk meningkatkan gaya hidup sehat, mengurangi konsumsi garam, gula, dan rokok, memastikan asupan buah dan sayuran yang cukup, dan mengkonsumsi makanan rendah lemak, sehat sehingga mengurangi faktor risiko strok.

Kata Kunci : Ekonomi, gaya hidup, riwayat penyakit, strok, suku mandailing

WC 880

Yulidar, Yasir, Veny Wilya, Andi Zulhaida (Balai Litbang Kesehatan Aceh)

Distribusi dan aktivitas menggigit nyamuk genus mansonia yang berpotensi sebagai vektor filariasis di wilayah endemis filariasis desa ligan

dan lhok bout aceh jaya

SEL Jurnal Penelitian Kesehatan Volume 5 No. 2, November 2018; Hal. 59-67

Filariasis masih menjadi masalah pada masyarakat di desa Ligan dan desa Lhok Bout Kabupaten Aceh Jaya. Mansonia spp merupakan salah satu vektor filariasis di Indonesia. Penelitian ini bersifat cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Februari-Desember 2017 di desa Ligan dan Lhok Bout. Penangkapan nyamuk menggunakan metode umpan orang di dalam dan luar rumah. Umpan orang duduk dalam kelambu. Hasil penelitian didapatkan total jumlah nyamuk Mansonia spp tertangkap adalah 58 nyamuk terbagi atas 5 spesies yaitu

8 nyamuk Ma. bonnae, 5 Ma. uniformis, 38 Ma. annulata, 6 Ma. annulifera dan 1 Ma.

indiana. Kepadatan masing-masing nyamuk hinggap dibadan orang perjam adalah Ma.

bonnae 0,31, Ma. uniformis 0,25, Ma.

annulata 1,94. Ma. annulifera 0,31 dan Ma.

indiana 0,06. Sedangkan kepadatan nyamukhinggap dibadan orang permalam adalah Ma. bonnae 1,33, Ma. uniformis 0,83,Ma. annulata 6,33, Ma. annulifera 1,00 dan Ma. indiana 0,17. Kelimpahan nisbi masing-masing nyamuk tertangkap yaitu Ma.

bonnae 1,60%, Ma. uniformis 1,00%,Ma.

annulata 6,20%, Ma. annulifera 1,00% dan Ma. indiana 0,20%. Nyamuk Mansonia spp yang tertangkap bersifat endofagik.

Berdasarkan kepadatan nyamuk tertinggi dan angka dominansi spesies mencapai 3,33%

maka vektor filariasis potensial di desa Ligan dan Lhok Bout adalah Mansonia annulata.

Kata kunci: Mansonia annulata, vektor filariasis, nyamuk, endemic

WD 100

Raisuli Ramadhan dan Nur Ramadhan (Balai Litbangkes Aceh)

Determinasi penyebab stunting di Provinsi Aceh

SEL Jurnal Penelitian Kesehatan Volume 5 No. 2, November 2018; Hal. 68-76

Stunting (bertubuh pendek) merupakan salah

satu masalah serius kesehatan masyarakat

yang dihadapi oleh Indonesia, khususnya di

provinsi Aceh. Penyebab utama dari stunting

diketahui karena kekurangan gizi pada anak

usia di bawah lima tahun. Determinasi faktor

penyebab stunting pada anak di Provinsi

Aceh sangat diperlukan untuk membantu

perencana pengelolaan kesehatan

masyarakat, dalam upaya menurunkan

masalah stunting. Penelitian ini bertujuan

untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama

yang berhubungan dengan stunting pada

anak-anak di bawah umur lima tahun di

Aceh. Penelitian menggunakan metode

(6)

survei dari bagian pemantauan status gizi yang dilakukan dalam tahun 2017 di Provinsi Aceh dengan metode wawancara, pengukuran berat badan dan pengukuran tinggi badan.. Responden ditetapkan pada anak yang diasuh ibu yang berumur produktif antara 18-50 tahun. Parameter stunting diidentifikasi dari faktor ASI ekslusif, pertumbuhan ekonomi, dan pengangguran.

Data dianalisis dengan menggunakan SPSS versi 15.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi stunting sebesar 35,7% pada anak di bawah lima tahun. Faktor risiko stunting diketahui ASI ekslusif nilai koefisien regresinya 0,48, pengangguran nilai koefisien regresinya 0,401 dan pertumbuhan ekonomi nilai koefisien regresinya 0,188. Penyebab utama terjadinya stunting adalah pemberian air susu ibu ekslusif, sedangkan pengangguran bukan merupakan faktor yang signifikan terjadinya stunting.

Kata Kunci: Stunting, Asi Eksklusif,Pengangguran, Pertumbuhan Ekonomi

WM 140

Rahmayani, Fadhiah Hanum

(Dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Serambi Mekkah, Mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ubudiyah Indonesia)

Analisis dukungan sosial keluarga terhadap pencegahan kekambuhan gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Sukajaya

SEL Jurnal Penelitian Kesehatan Volume 5 No. 2, November 2018; Hal. 77-89

Hasil survei pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Sukajaya terdapat 15 orang penderita gangguan jiwa. Dari jumlah penderita yang ada di puskesmas Sukajaya terdapat tingginya angka kekambuhan. Hal ini kembali menunjukkan bahwa masalah gangguan jiwa masih menjadi masalah

kesehatan dan sosial yang perlu dilakukan upaya penanggulangan secara komprehensif.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dukungan social keluarga terhadap pencegahan kekambuhan penderita gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Sukajaya.

Desain penelitian merupakan studi potong lintang. Sampel penelitian adalah keluarga penderita gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Sukajaya yang berjumlah 32 keluarga. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ada hubungan antara dukungan informasional dengan pencegahan kekambuhan pada penderita gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Sukajaya (p=0,002). ada hubungan antara dukungan penilaian dengan pencegahan kekambuhan pada penderita gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Sukajaya (p=0,021). tidak ada hubungan antara dukungan instrumental dengan pencegahan kekambuhan pada penderita gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Sukajaya (p= 0,062). ada hubungan antara Dukungan emosional dengan pencegahan kekambuhan pada penderita gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Sukajaya (p=0,010). Disarankan untuk dibentuk desa siaga sehat jiwa di seluruh desa dan mengajak kader kesehatan jiwa untuk peduli dan aktif dalam perannya sebagai kader, agar penderita gangguan jiwa mendapatkan pelayanan yang lebih baik dan dapat mendeteksi penderita gangguan jiwa sedini mungkin.

Kata kunci : Dukungan sosial, kekambuhan

gangguan jiwa, dukungan keluarga

(7)

Volume 5 no. 2, November 2018

Abstract sheet

This abstract sheet may reproduced/copied without permission or charge

WC 250

Dyah Widiastuti , Nova Pramestuti (Balai Litbangkes Banjarnegara)

Antimicrobial test of red ginger extract (Zingiber Officinale) against Staphylococcus Aureus

SEL Jurnal Penelitian Kesehatan Volume 5 No. 2, November 2018; pages 43-49

Nowadays Staphylococcus aureus infection becomes a serious problem due to increased bacterial resistance to various types of antibiotics (Multi Drug Resistance/ MDR).

Widespread bacterial resistance to existing drugs, prompting the importance of efforts to find alternative measures by administering medicines to prevent infection from natural substances. Red ginger extract was investigated for the antimicrobial activities against Staphylococcus aureus. This study used completely randommized control trial with three replications. The first factor was the tested microbe and the second was the fresh extract of the ginger rhizome. The result showed that fresh extract of red ginger (Zingiber officinale var. Rubrum) at concentration 100% gave the highest inhibition to the growth of S. aureus (12.54±

mm). The antibacterial activity of ginger rhizome extract is categorized as weak in inhibiting the growth of S. aureus.

Keywords : Antibacterial activity, red ginger extract, Staphylococcus aureus

WL 356

Destanul Aulia, Sri Fajar Ayu, Nefonafratilova

(Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara)

The correlation of lifestyle, history of disease, and economy, with strok on mandailing ethnic group in RSUD Padangsidimpuan City 2017

SEL Jurnal Penelitian Kesehatan Volume 5 No. 2, November 2018; pages 50-58

Risk factors of stroke are classified in two parts can and cannot modified, can not modified such as age, gender, heredity, ethnic, and geographic location, modified risk factors such as hypertension, cardiovascular disease, diabetes mellitus, hypercholesterolemia, prolonged stress, smoking, dietary, alcoholics, narcotics used, and obesity. Diet in developing countries has changed from the traditional diet that contains many carbohydrates and fiber like vegetables to westernized diet with the composition of foods that contain too much fat, sugar, salt, and contain less fiber.

Mandailing ethnic food is famous with salt,

soy sauce, lots of coconut milk and fat,

processed foods such as ikan sale, kipang,

alame, wajit and closed with cigarette

consumption. Purposed of this study is to see

the correlation of dietary, history of disease,

and economy with the incidence of stroke for

Mandailing ethnic in RSUD Kota

Padangsidimpuan in 2017.This research is

analytic with case control method. Data

analysis using univariate,bivariat, and

multivariat analysis.The most influential

variable for incidence of stroke is dietary and

hypertension Based on the results there was

a significant correlation between eating

habits and the incidence of stroke ρ =0.029,

hypertension ρ =0.032, smoking ρ =0.032,

and there was no significant correlation

(8)

between DM and stroke incidence with ρ

=0.441. The most influential variables in the incidence of stroke are eating habits and hypertension. The average cost incurred for food triggering a stroke is Rp. 16,500/ day/

respondent. 0.03% of Padangsidimpuan City's health budget was spent for stroke.

Recommended to health office and community in Padangsidimpuan to improve healthy lifestyle, reduce salt,sugar, and tobacco consumption, ensure intake of fruits and vegetables, and consume low-fat, healthy foods so reducing risk factor of stroke.

Keywords :Economy, history of disease, life style, mandailing ethnic, stroke

WC 880

Yulidar, Yasir, Veny Wilya, Andi Zulhaida (Balai Litbang Kesehatan Aceh)

Distribution and activity of biting the mosquitoes of the Mansonia genus that have the potential as filariasis vectors in filarial endemic areas in the Ligan and Lhok Bout Aceh Jaya Villages

SEL Jurnal Penelitian Kesehatan Volume 5 No. 2, November 2018; pages 59-67

Filariasis is still a problem for people in Ligan Village, Lhok Bout Village, Aceh Jaya District. Mansonia spp is one of the filariasis vectors in Indonesia. Research using a cross-sectional study conducted in February-December 2017 in Ligand and Lhok Bout Village. Catching mosquitoes using indoor and outdoor people bait.

Methods people as a bait sitting in a net. The results showed that the total number of captured Mansonia spp mosquitoes was 58 mosquitoes divided into 5 species, The namely 8 Ma mosquitoes. bonnae, 5 Ma.

uniformis, 38 Ma. annulata, 6 Ma. annulifera and 1 Ma. indiana. The density of each mosquito per person per hour was Ma.

bonnae 0.31, Ma. uniformis 0.25, Ma.

annulata 1.94. Ma. annulifera 0.31 and Ma.

indiana 0.06. While the density of

mosquitoes in the person of the night is Ma.

bonnae 1.33, Ma. uniformis 0,83, Ma.

annulata 6.33, Ma. annulifera 1.00 and Ma.

indiana 0.17. The relative abundance of each mosquito caught was Ma. bonnae 1.60%, Ma. uniformis 1.00%, Ma. annulata 6.20%, Ma. annulifera 1.00% and Ma. indiana 0.20%. The captured Mansonia spp mosquito was endophagic. Based on the highest mosquito density and species dominance rate of 3.33%, the potential filariasis vectors in Ligan and Lhok Bout villages are Mansonia annulata.

Keywords: Mansonia annulata, vector filariasis, mosquitoes, endemic vector

WD 100

Raisuli Ramadhan dan Nur Ramadhan (Balai Litbangkes Aceh)

Determination of stunting causes in Aceh Province

SEL Jurnal Penelitian Kesehatan Volume 5 No. 2, November 2018; pages 68-76

Stunting is one of the serious public health problems in Indonesia, especially in the province of Aceh. The main cause of stunting is mainly due to malnutrition among children aged less than five years in the province.

Determining the factors that cause stunting in children aged less than five years can help public health planners to redesign new programs to reduce the problem of stunting.

This study aims to identify the main factors associated with stunting and severe stunting among children aged less than five years in Aceh. The study used a survey method of the nutritional status section carried out in 2017 in the province of Aceh by interview method, body weight measurement and height measurement. Respondents were assigned to children who were cared for by mothers who were of productive age between 18-50 years.

Stunting parameters include exclusive

breastfeeding factors, economic growth, and

unemployment. Data were analyzed using

(9)

SPSS version 15.0 for windows. The results showed that prevalence, stunting was 35.7%

in children aged five years. Stunting risk factors for breastfeeding regression coefficient value of 0.48, regression coefficient value of 0.401 and economic growth coefficient of regression coefficient of 0.188. The study suggest that the main cause of stunting is exclusive breastfeeding, while unemployment is not a significant factor in stunting.

Keywords: stunting, exclusive breastfeeding, unemployment, economic growth,

WM 140

Rahmayani, Fadhiah Hanum

(Dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Serambi Mekkah, Mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ubudiyah Indonesia)

Analysis of family social support on the prevention of recurrent mental disorders in the work area of Puskesmas Sukajaya

SEL Jurnal Penelitian Kesehatan Volume 5 No. 2, November 2018; pages 77-89

Based on preliminary survey conducted in Puskesmas Sukajaya, there are 15 subjects with mental disorders. High rates of recurrent mental disorders still become health and social problems which needs comprehensive prevention. The purpose of this study is to determine the effect of social support for families in preventing mental disorders relapse in Puskesmas Sukajaya.

This is a cross sectional study which included family with mental disorders in Puskesmas Sukajaya. There are 32 families included as sample. The results of the study showed there is association between informational support and recurrent prevention in metal disorders subject (p=0.002). There is a relationship between support ratings with relapse prevention (p=0.021) and between emotional support with prevention of recurrence in

patients with mental disorders in Puskesmas Sukajaya (p=0.010). However, there is no relationship between the instrumental support with relapse prevention in patients with mental disorders in Puskesmas Sukajaya (p=0.062). Formation of mental health alert village throughout the villages and approach of peer volunter mental health system are suggested in providing better health services and detection of early mental disorders.

Keywords: recurrent mental disorders, social

support, family support

Referensi

Dokumen terkait

Ekspektasi masyarakat (dari sisi konsumen) terhadap perekonomian Banten triwulan mendatang semakin membaik sehingga diharapkan tingkat konsumsi pada.. triwulan mendatang tetap

Selama triwulan laporan, harga TBS lokal rata-rata mengalami kenaikan sebesar 0,63% (qtq), lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tercatat

mengangkat Pejabat Perbendaharaan Bendahara Pembantu Pengeluaran (BPP) Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Tahun Anggaran 2014 yanga. ditetapkan dengan Keputusan

(2) Baku mutu air limbah daerah ditetapkan dengan Peraturan Daerah Propinsi dengan ketentuan sama atau lebih ketat dari baku mutu air limbah nasional sebagaimana dimaksud dalam

Wheare, konstitusi dapat diklasifikasikan atas konstitusi tertulis dan tidak tertulis; konstitusi fleksibel (luwes) dan konstitusi rigid (tegaslkaku); konstitusi

saling hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas

Berdasarkan hal tersebut penulis merasa tertarik untuk meneliti sampai sejauhmana pengaruh penggunaan metode pembelajaran Examples Non Examples terhadap penguasaan

(PER)dalam usaha bank sebagai lembaga intermediary. Berdasarkan analisis peneliti, bahwa peneliti setuju dengan pernyataan informan, karena dengan adanya peraturan