• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS DASAR PEMROGRAMAN KELAS C DOSEN PENGAMPU : IKA ATSARI DEWI, STP, MP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TUGAS DASAR PEMROGRAMAN KELAS C DOSEN PENGAMPU : IKA ATSARI DEWI, STP, MP"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS DASAR PEMROGRAMAN KELAS C DOSEN PENGAMPU : IKA ATSARI DEWI, STP, MP

Disusun Oleh:

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2014 Anik Haryanti 135100307111043 blog.ub.ac.id/anikharyanti Dwiki Muhammad A. 135100300111070 blog.ub.ac.id/dwikimuhangka Dewi Barizah 135100307111005 blog.ub.ac.id/dewibarizah08

(2)

1. Dengan bantuan variabel array, simpan dan tampilkan sepuluh jenis musik ini: pop, dangdut, jazz, keroncong, reggae, acapella, rock, heavy metal, instrumental, blues

Output

2. Buatlah program untuk menghitung nilai rata-rata dari array yang berisi N buah data bertipe integer dimana N adalah banyaknya elemen array tersebut

(3)

Output

(4)

Output

(5)
(6)

OUTPUT

(7)
(8)

6. Dengan array dan record simpan dan tampilkan data barang berikut: Nama: sari apel, kualitas: A, harga: 550

Nama: jenang apel, kualitas B, harga: 750 Nama: buah apel, kualitas C, harga: 950 Program

(9)

Output

(10)
(11)
(12)
(13)
(14)

10. piramida agroindustri

(15)

11. Program Baca String

Output

(16)

Output

13. Program Tipe String

Output

(17)

OUTPUT

15. MENGHAPUS SUBSTRING (DELETE)

(18)

16. MENYISIPKAN STRING (INSERT)

OUTPUT

(19)

OUTPUT

18. PROSEDUR STANDAR (Str)

(20)
(21)
(22)

21. Buatlah program yang terdiri dari 4 prosedur

(23)

a) Buatlah program prosedur untuk menampilkan data

b) Buatlah program prosedur untuk memproses pilihan menu

c) Buatlah program prosedur untuk konversi dari satuan mil ke meter (1 mil=1,609meter)

(24)
(25)
(26)
(27)

Output

a) Output Awal

(28)

c) Output Setelah Pilih “y”

25. File Bertipe

(29)
(30)

27. Abstraksi

Kemampuan sebuah program untuk melewati aspek informasi yang diproses olehnya, yaitu kemampuan untuk memfokus pada inti. Setiap objek dalam sistem melayani sebagai model dari “pelaku” abstrak yang dapat melakukan kerja, laporan dan perubahan keadaannya, dan berkomunikasi dengan objek lainnya dalam sistem, tanpa mengungkapkan bagaimana kelebihan ini diterapkan. Proses, fungsi atau metode dapat juga dibuat abstrak, dan beberapa teknik digunakan untuk mengembangkan sebuah pengabstrakan. Abstraksi merupakan sebuah proses yang ditempuh pikiran untuk sampai pada konsep yang bersifat universal. proses ini berangkat dari pengetahuan mengenai obyek individual yang bersifat spasiotemporal (ruang dan waktu). Pikiran melepaskan sifat individual dari obyek dan membentuk konsep universal (Suarga, 2006).

Contoh Abstraksi (Sismoro,2005):

Contoh berikut akan menjelaskan penggunaan class abstrak dalam pemrograman

Objek dalam Java. Kelas abstrak yang dibuat adalah kelas Animal, kemudian dengan dua jenis variabel, jumlah kaki dan warna. Ditambahkan method berdasarkan cara jalan dan suaranya

public abstract class Hewan { private int jmlKaki;

private Color warna; public abstract void jalan(); public abstract void suara(); }

28. Pembungkusan (Enkapsulasi)

Dalam istilah berorientasi-objek, enkapsulasi berkaitan dengan penyembunyian informasi. System-sistem yang tidak berorientasi-objek berdasarkan pada rutin dan subprogram yang berbagi-pakai data global, atau yang menerima data yang dikirimkan oleh pemanggil.Pendekatan berorientasi-objek, di pihak lain, mengadopsi konsep bahwa data dan fungsi mestinya dipaketkan bersama ke dalam sebuah kapsul tunggal. Bentuk kelas ini melayani maksud tersebut. Sebuah kelas terdiri dari elemen data dan elemen pemrosesan. Elemen data sebuah kelas disebut attribute, dan operasi pemrosesan disebut metodenya. Atribut dan metode merupakan anggota kelas: atribut adalah anggota data dan metode adalah

fungsi anggota. Maksud enkapsulasi disini adalah menyembunyikan detail implementasi sementara memusatkan pada antarmuka. Tujuannya adalah membuat sebuah abstraksi yang memaksa programmer berpikir secara konseptual. Biasanya, anggota – anggota data dari sebuah kelas terlihat oleh penggunanya. Jika sebuah anggota data harus dibuat agar dapat diakses oleh client kelas, maka

(31)

kelas tersebut menyediakan sebuah metode yang memeriksanya dan mengembalikan nilainya. Saat sebuah kelas mengekspos anggota data, ia dikatakan memecahkan enkapsulasi(Suarga, 2006).. Contoh dalam hal ini, misal siswa (suatu object) sedang menulis (method). Maka detail dari tentang cara siswa itu menulis (bagaimana otot tangan itu bekerja untuk menulis, bagaimana sistem saraf pusat memerintahkan untuk menulis) kita tidak perlu mengerti. Kita hanya melihat si siswa sedang menulis. Contoh (Sismoro,2005): class Siswa { String nama; String nim;

void isiData ( String namaku,String nimku ) { nama = namaku; nim = nimku; } String ambilNama() { return nama; } String ambilNim() { return nim; } }

(32)

{

public static void main ( String [] args) {

Siswa mahasiswa_itn = new Siswa(); //membuat variable instant mahasiswa_itn.isiData(“Dina Damayanti”,”0412585″);

System.out.println( “Nama : ” + mahasiswa_itn.ambilNama()); System.out.println( “Nim : ” + mahasiswa_itn.ambilNim()); }

}

29. Inheritence (Pewarisan)

Pewarisan adalah keuntungan besar dalam pemrograman berbasis object karena suatu sifat atau method didefinisikan dalam superclass, sifat ini secara otomatis diwariskan dari semua subclasses. Jadi, Anda dapat menuliskan kode method hanya sekali dan mereka dapat digunakan oleh semua subclass.

Dari konsep penurunan ini suatu kelas bisa diturunkan menjadi kelas baru yang masih mewarisi sifat-sifat kelas orangtuanya. Hal ini dapat dianalogikan dengan kelas manusia. Manusia merupakan turunan dari orang tuanya dan sifat-sifat orang tua diwarisi olehnya. Bisa ditarik kesimpulan bahwa semua kelas di dunia selalu memiliki hirarki yang menggambarkan silsilah kelas tersebut (Suarga, 2006).

Sebagai contoh dari kasus ini menurut analogi di atas. Misalkan kita akan membuat class yang lebih spesifik dari ORANG yaitu siswa/student. Maka class ini mempunyai properti

tambahan sekolah tempat dia belajar. Akan tetapi, semua properti sebagai orang ada juga pada class siswa ini.

Contoh (Sismoro,2005): Public Class ORANG_TUA

(33)

Private XBapak As String

‘variabel untuk menampung nama ibu Private XIbu As String

‘property (atribut/informasi) class

Public Property Nama_Bapak() As String ‘Get : hanya ijinkan akses data

Get

Return XBapak End Get

‘Set : mengijinkan ubah data Set(ByVal value As String) XBapak = value

End Set End Property

‘property (atribut/informasi) class Public Property Nama_Ibu() As String Get

Return XIbu End Get

Set(ByVal value As String) XIbu = value

(34)

End Property

End Class

Turunkan dengan inheritance : Public Class ANAK_WANITA

‘membuat turunan dari base class Inherits ORANG_TUA

Private XWanita As String Private XUsia_W As String

Public Property Nama_Wanita() As String Get

Return XWanita End Get

Set(ByVal value As String) XWanita = value

End Set End Property

Public Property Usia_Wanita() As Byte Get

Return XUsia_W End Get

(35)

XUsia_W = value End Set

End Property End Class

30. Polymorphism (Polimorfisme)

Polimorfisme (polymorphism) erat kaitannya dengan Pewarisan. Polimorfisme adalah pemikiran bahwa objek dinamis suatu kelas dasar dapat berperilaku seperti kelas turunan. Ketika objek tersebut menunjuk kelas dasar, objek tersebut berperilaku seperti kelas dasar, tetapi ketika objek tersebut menunjuk kelas turunan, objek tersebut berperilaku seperti kelas turunan. Dalam hal ini objek dapat memiliki beberapa bentuk, tergantung pada saat itu kelas mana yang ditunjuk. Yang perlu menjadi catatan, bahwa perubahan perilaku ini dari kelas dasar kepada kelas turunan, tidak dapat objek kelas turunan menunjuk kelas dasar.

Polimorfisme dimungkinkan karena adanya mekanisme ikatan dinamis (dynamic binding). Ikatan dinamis adalah ikatan yang terjadi pada saat program dijalankan (run-time). Ikatan yang terjadi pada saat kompile disebut ikatan statis. Ikatan dinamis hanya dapat terjadi antara suatu objek dinamis dengan metode yang dinamis juga, dalam hal ini metode virtualnya (maya) (Suarga,2006). Contoh (Sismoro,2005) :

class Binatang {

public void info() {

System.out.println(” Info tentang Hewan : “); }

}

class Herbivora extends Binatang {

public void info() {

(36)

} }

class Kelinci extends Herbivora {

public void info() {

System.out.println(“Info pada Kelinci: Memakan makanan berupa wortel”); }

}

public class Polimorfisme {

public static void main(String[] args) { Herbivora herbivora; Kelinci kelinciku; Binatang hewan; herbivora=new Herbivora(); kelinciku=new Kelinci(); hewan=herbivora; hewan.info(); hewan=kelinciku; hewan.info(); } }

(37)

Daftar Pustaka

Sismoro, H., Kusrini. 2005. Struktur Data dan Pemrograman dengan Pascal. Yogyakarta: Elang Emas.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Kenaikan suhu permukaan laut (SPL) yang paling besar terjadi di Lautan Pasifik Barat di sebelah utara Papua. Secara umum dapat dilihat bahwa anomali SPL di wilayah Indonesia

KJKS BINAMA (Koperasi Jasa Keuangan Syariah BINA NIAGA UTAMA) adalah lembaga keuangan berbadan hukum koperasi yang bergerak dibidang jasa keuangan syariah, yaitu

Stadion yang juga akan digunakan dalam perlombaan resmi karena telah memiliki standar KONI tersebut memiliki luas 1800 m2 merupakan hibah dari masyarakat, dengan

Data dalam penyusunan tugas akhir ini adalah data yang di dapat dari komplain pelanggan, sesuai dengan latar belakang masalah yaitu Voice of Consumer, data

Pada tahap perencanaan, peneliti melakukan kegiatan diantaranya membuat silabus, RPP, lembar tes dan lembar observasi.Pada tahap tindakan, peneliti melakukan

Penggunaan herbisida pada tanaman yang sudah jadi harus hati-hati, dipilih saat yang tepat , dosis yang tepat, untuk spesies yang tepat untuk setiap jenis herbisida. 

Dari hasil penelitian hipotesis menunjukan bahwa Lingkungan Kerja dengan hasil pengujian simultan berpengaruh terhadap kinerja, sedangkan dengan hasil pengujian

Hal ini dimaksudkan karena generasianak muda sebagai penerus generasi tua yangdulunya pelanggan setia Tempo dalam bentuk koran dan majalah (cetak), kini anak muda