• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMERINTAH KOTA BATU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMERINTAH KOTA BATU"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KOTA BATU PERATURAN DAERAH KOTA BATU

NOMOR 13 TAHUN 2009 TENTANG

PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA BATU

NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA INSPEKTORAT, BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN

DAERAH DAN LEMBAGA TEKNIS DAERAH KOTA BATU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA BATU,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka mengoptimalkan kinerja organisasi perangkat daerah dipandang perlu untuk dilakukan peninjauan ulang terhadap jumlah dan susunan organisasi perangkat daerah Kota Batu guna disesuaikan dengan karakteristik, kebutuhan, kemampuan, potensi serta beban kerja perangkat daerah;

b. bahwa guna meningkatkan peran dan fungsi lembaga pengawasan serta lembaga teknis daerah agar mampu memberikan dukungan yang optimal terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah, maka perlu adanya penguatan kelembagaan inspektorat dan lembaga teknis daerah;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, dan b konsideran diatas maka, dipandang perlu untuk mengubah Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lembaga Teknis Daerah.

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 3041), sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890);

2. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3851);

3. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2001 tentang Pembentukkan Kota Batu (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 91, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4118);

4. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan

Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor

53, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4389);

(2)

5. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437), sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Menjadi Undang-undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548);

6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1980 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3176);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4015);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 195, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4016), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4192);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Struktural (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 197, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4018), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4194);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263);

12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Pemerintah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737);

13. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4741);

14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2006 tentang Jenis dan Bentuk Produk Hukum Daerah;

15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2006 tentang Prosedur Penyusunan Produk Hukum Daerah;

16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah;

17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat Propinsi dan Kabupaten/Kota;

18. Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 3 Tahun 2007 tentang Urusan

Pemerintahan Daerah Kota Batu (Lembaran Daerah Kota Batu Tahun

2007 Nomor IV/A) ;

(3)

19. Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 6 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lembaga Teknis Daerah (Lembaran Daerah Tahun 2008 Nomor V/D).

Dengan Persetujuan Bersama

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA BATU dan

WALIKOTA BATU MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA INSPEKTORAT, BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAN DAN LEMBAGA TEKNIS DAERAH KOTA BATU

Pasal I

Beberapa ketentuan dalam Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lembaga Teknis Daerah Kota Batu (Lembaran Daerah Tahun 2008 Nomor V/D) diubah sebagai berikut :

1. Ketentuan Pasal 3 huruf c dan d diubah dan ditambah huruf g, Pasal 26 dan dibaca sebagai berikut :

Pasal 3

Lembaga Teknis Daerah sebagaimana dimaksud pada pasal 2 huruf c, terdiri dari :

a. Badan Kepegawaian Daerah;

b. Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana;

c. Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyaratakat;

d. Kantor Lingkungan Hidup;

e. Kantor Perpustakaan, Kearsipan dan Dokumentasi;

f. Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu;

g. Kantor Ketahanan Pangan.

2. Diantara Pasal 11 dan Pasal 12 disisipkan 1 (satu) pasal, yakni Pasal 11A dan dibaca sebagai berikut :

Pasal 11A

(1) Kantor Ketahanan Pangan, merupakan unsur pendukung tugas Walikota di bidang ketahanan pangan, dipimpin oleh Kepala Kantor yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah.

(2) Kantor Ketahanan Pangan mempunyai tugas melaksanakan

penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat

spesifik di bidang ketahanan pangan.

(4)

(3) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Kantor Ketahanan Pangan menyelenggarakan fungsi :

a. perumusan kebijakan teknis di bidang ketahanan pangan;

b. pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang ketahanan pangan;

c. pembinaan dan pelaksanaan tugas ketahanan pangan;

d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan fungsi.

3. Ketentuan Pasal 12 dirubah, dan dibaca sebagai berikut : Pasal 12

(1) Susunan Organisasi Inspektorat terdiri dari : a. Inspektur;

b. Sekretariat, membawahi : 1. Sub Bagian Perencanaan;

2. Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan;

3. Sub Bagian Administrasi dan Umum.

c. Inspektur Pembantu Wilayah I, membawahi :

1. Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Pembangunan;

2. Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Pemerintahan;

3. Seksi pengawas Pemerintah Bidang Kemasyarakatan.

d. Inspektur Pembantu Wilayah II, membawahi :

1. Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Pembangunan;

2. Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Pemerintahan;

3. Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Kemasyarakatan.

e. Inspektur Pembantu Wilayah III, membawahi :

1. Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Pembangunan;

2. Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Pemerintahan;

3. Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Kemasyarakatan.

f. Kelompok Jabatan Fungsional.

(2) Bagan Susunan Organisasi Inspektorat adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Daerah ini.

(3) Sekretariat dipimpin oleh Sekretaris dan Inspektur Pembantu dipimpin oleh Inspektur Pembantu yang dalam melaksanakan tugas berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Inspektur.

(4) Sub Bagian dipimpin oleh Kepala Sub Bagian yang dalam melaksanakan tugas berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Sekretaris.

(5) Seksi dipimpin oleh Kepala Seksi yang dalam melaksanakan tugas berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Inspektur Pembantu.

4. Diantara Pasal 19 dan Pasal 20 disisipkan 1 (satu) pasal, yakni Pasal 19A dan dibaca sebagai berikut :

Pasal 19A

(1) Susunan Organisasi Kantor Ketahanan Pangan, terdiri dari :

a.

Kepala Kantor;

b.

Sub Bagian Tata Usaha;

(5)

c.

Seksi Ketersediaan dan Kerawanan Pangan;

d.

Seksi Distribusi Pangan;

e.

Seksi Konsumsi dan Keamanan Pangan;

f.

Kelompok Jabatan Fungsional.

(2) Bagan Susunan Organisasi Kantor Ketahanan Pangan adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Peraturan Daerah ini.

(3) Sub Bagian Tata Usaha dipimpin oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan Seksi dipimpin oleh Kepala Seksi yang dalam melaksanakan tugas berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Kantor.

Pasal II

Ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 4 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lembaga Teknis Daerah sepanjang tidak diatur dalam perubahan Peraturan Daerah ini, dinyatakan tetap berlaku.

Pasal III

Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Batu.

Ditetapkan di Batu

Pada tanggal 28 Oktober 2009 WALIKOTA BATU,

ttd

EDDY RUMPOKO

BERITA DAERAH KOTA BATU TAHUN 2009 NOMOR 3 / D Diundangkan di Batu

Pada tanggal 4 Januari 2010

SEKRETARIS DAERAH KOTA BATU ttd

WIDODO, SH, MH Pembina Tingkat I

NIP. 19591223 198608 1 002

(6)

: 13 Tahun 2009 : 28 Oktober 2009

EDDY RUMPOKO

SUB BAGIAN ADMINISTRASI

DAN UMUM SUB BAGIAN

EVALUASI DAN PELAPORAN SUB BAGIAN

PERENCANAAN

WALIKOTA BATU,

SEKSI PENGAWAS PEMERINTAH BIDANG PEMERINTAHAN

SEKSI PENGAWAS PEMERINTAH BIDANG PEMERINTAHAN

INSPEKTUR PEMBANTU WILAYAH III

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA

SEKSI PENGAWAS PEMERINTAH BIDANG PEMBANGUNAN

SEKSI PENGAWAS PEMERINTAH BIDANG PEMBANGUNAN

SEKSI PENGAWAS PEMERINTAH BIDANG PEMBANGUNAN PERATURAN DAERAH KOTA BATU LAMPIRAN I

SEKSI PENGAWAS PEMERINTAH BIDANG KEMASYARAKATAN

SEKSI PENGAWAS PEMERINTAH BIDANG KEMASYARAKATAN

SEKSI PENGAWAS PEMERINTAH BIDANG KEMASYARAKATAN SEKSI PENGAWAS PEMERINTAH

BIDANG PEMERINTAHAN

INSPEKTUR PEMBANTU WILAYAH II

TANGGAL

INSPEKTUR

SEKRETARIAT NOMOR

INSPEKTUR PEMBANTU WILAYAH I

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

INSPEKTORAT

Garis Komando Garis Koordinasi

ttd

(7)

: 13 Tahun 2009 : 28 Oktober 2009

WALIKOTA BATU,

EDDY RUMPOKO KANTOR KETAHANAN PANGAN

KEPALA KANTOR

SUB BAGIAN TATA USAHA

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

SEKSI KETERSEDIAAN DAN

KERAWANAN PANGAN SEKSI DISTRIBUSI PANGAN SEKSI KONSUMSI DAN KEAMANAN

PANGAN TANGGAL

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA

LAMPIRAN II PERATURAN DAERAH KOTA BATU NOMOR

Garis Komando Garis Koordinasi

ttd

Referensi

Dokumen terkait

Bantuan insentif yang selanjutnya dapat juga disebut Bantuan Pemerintah atau Bantuan saja, adalah jenis Bantuan yang memiliki karakteristik Bantuan Pemerintah yang

Pela adalah suatu sistem hubungan sosial yang dikenal dalam masyarakat Maluku, berupa suatu perjanjian hubungan antara satu negri (sebutan untuk kampung atau desa) dengan

 A.. :ersa :ersamaan gra-i maan gra-ik -ungsi kuadra k -ungsi kuadrat pada gambar t pada gambar berikut adalah .... berikut adalah .... Jika :ak Salim membeli membeli 1 buku gambar

3.5 Merancang model matematika dari masalah yang berkaitan dengan ekstrim fungsi aljabar 3.6 Menyelesaikan model matematika dari. masalah yang berkaitan dengan ekstrim fungsi

Bayangkan jika tidak ada emosi, kita tidak tahu bahwa disekitar kita ada orang yang sedih karena sesuatu hal yang terjadi dalam keadaan seperti itu mungkin kita akan

Evaluasi kegiatan dilakukan setelah acara selesai dilaksanakan dari evaluasi meliputi keberlangsungan kegiatan bahwa secara teknis acara berlangsung lancar tidak ada kendala,

Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Pelalawan 111 disebutkan Kinerja Instansi Pemerintah adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian sasaran

Dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pemberian dosis optimum ekstrak etanol 70% daun Angsana terhadap efek penurunan kadar glukosa darah dan perbaikan