PROSES PRODUKSI PROGRAM REQUEST
MUSIK SONG SPIRIT RADIO KOMUNITAS
“RAHMAT EMMANUEL” MINISTRIES SUARA
SORAK KEMENANGAN FM 107,9 MHZ
DALAM MENINGKATKAN KUALITAS
PROGRAM
ESTER
Binus University, Jl. Kebon Jeruk Raya No. 27 - Kebon Jeruk Jakarta Barat, 0215345830/ 5300244
ABSTRACT
Abstract
Research Objectives.To find outhow to request music program production strategy Song Spirit
Radio REM SSK in improving the quality of the program.
Research Methods.The research wasdone by using descriptive qualitative method that uses the
approach of the technique of participant observation and in-depth interviews.
The results achieved. Is the author of a process production to get discovery done by the production
team Radio REM SSK Song Spirit program in improving the quality of the program.
Conclusion. Every stage of the production team that made the production Song Spirit Radio REM
SSK program went well, but there is often a problem that occurred that resulted in yet fulfill perfected valuein broadcasting program.
Keywords. Process production program quality, program music request, SWOT program, and Radio
ABSTRAK
Abstrak
TujuanPenelitian. Untuk mengetahui bagaimana proses produksi program request musik Song Spirit Radio
REM SSK dalam meningkatkan kualitas program.
MetodePenelitian. Penelitian ini dilakukan dengan cara menggunakan metode kualitatif deskriptif yang
menggunakan pendekatan melalui teknik wawancara mendalam dan observasi partisipan.
Hasil yang dicapai. Adalah penulis mendapatkan penemuan proses produksiyang dilakukan oleh tim
produksi radio REM SSK program Song Spirit dalam meningkatkan kualitas program.
Simpulan. Setiap tahapan produksi yang dilakukan tim produksi program Song Spirit Radio REM SSK
berjalan dengan baik, tapi sering kali terdapat masalah yang terjadi yang mengakibatkan belum memenuhinya nilai kesempuraan dalam penyiaran program.
Kata kunci. Proses produksi kualitas program, program request musik, SWOT program, dan Radio REM
SSK.
PENDAHULUAN
Media komunikasi radio ialah media yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik dan antena pemancar yang disalurkan ke audio mixer kemudian menyampaikan berbagai pesan yang disampaikan oleh seorang
announcer kepada pendengarnya melalui saluran gelombang station radio.
Radio sudah menjadi media yang banyak digemari dan dikenal di kalangan masyarakat sehingga makin merambahnya media radio ini dengan semakin banyak station radio baru yang bermunculan, radio yang penulis pilih untuk dijadikan bahan penelitian ialah Radio REM SSK FM 107,9 Mhz yang ada di jakarta. Radio yang dinaungi dibawah tangan kasih Tuhan Yesus Kristus yang juga dengan dipimpin oleh Prof. DR. Abraham Conrad Supit selaku Komisaris PT.Radio REM SSK ini.
Radio Rahmat Emmanuel Ministries dan Radio Suara Sorak Kemenangan disingkat menjadi Radio REM-SSK merupakan radio berbasiskan rohani kristen yang bertujuan memberi pembinaan dan penyegaran iman bagi para pendengarnya selama 24 jam non stop.
Radio REM SSK memiliki pendengar yang terdiri dari anak- anak hingga orang dewasa sehingga Radio REM SSK ini memiliki program yang bervariasi guna memenuhi kebutuhan pendengar. Harapan dari Radio REM SSK sendiri ialah melalui radio ini setiap pribadi dapat menjadi pribadi yang berkemenangan senantiasa di dalam Tuhan.
Program Request Musik Rohani Song Spirit berisikan musik rohani, musik yang di request oleh pendengar, dan pendengar dapat berpartisipasi untuk merequest musik rohani favorite nya dan juga dapat menyampaikan salam-salam melalui udara untuk keluarga, kerabat, atau kekasih via telepon, sms, twitter. Dibawakan oleh 1 orang, hari senin-minggu,pukul (13.00-16.00).
Tak hanya request musik saja tetapi pendengar memiliki kesempatan untuk mengirimkan salam-salam mereka kepada keluarga, sanak saudara, sahabat-sahabat dan juga kekasih melalui udara baik dari via telepon, sms,
twitter. Radio SSK tidak terlepas dari perkembangan teknologi yang telah banyak merambah kanca dunia
komunikasi, radio SSK merupakan bentuk radio komunitas. Pengertian dari radio komunitas itu sendiri ialah Radio komunitas adalah stasiun siaran radio yang dimiliki, dikelola, diperuntukkan, diinisiatifkan dan didirikan oleh sebuah komunitas.
Radio komunitas juga sering disebut sebagai radio sosial, radio pendidikan, atau radio alternatif. Intinya, radio komunitas adalah “dari, oleh, untuk dan tentang komunitas”. Radio komunitas meskipun broadcasternya adalah sukarelawan yang tidak memperoleh gaji, namun berdasarkan komitmen sosial yang mereka miliki, seharusnya mampu menunjukkan profesionalitas sebagai broadcaster. Mereka harus mampu menggarap permasalahan-permasalahan spesifik di sebuah lingkungan terbatas, untuk menjadi program siaran yang dikehendaki oleh masyarakat, baik dari segi-segi yang menyangkut hiburan, pendidikan maupun informasi ( Fred Wibowo buku 1 : 41).
Radio merupakan media yang bersifat auditif atau dengan kata lain hanya bisa didengar menggunakan indera pendengaran (telinga) tanpa adanya media visual (gambar) yang diperlihatkan membuat radio ini menjadi media yang dapat memancing masyarakat untuk dapat memakai imajinasinya dalam mendengarkan radio.
METODE PENELITIAN
Pendekatan Penelitian
Pada Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut seorang ahli yang dikutip dalam sebuah buku karangan Prof. DR. Lexy J. Moleong, M.A mengatakan bahwa peneletian kualitatif adalah:
“Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada.”
Menurut Strauss dan Corbin (1997) dalam sukidin (2002) alasan melakukan penelitian kualitatif diantaranya adalah untuk memahami apa yang terjadi dibalik fenomena yang kadang kala sulit untuk diketahui atau dipahami.
Jenis Penelitian
Jenis penelitian yangdigunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, Sedangkan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Metode analisis deskriptif adalah suatu metode penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan proses atau peristiwa yang sedang berlaku pada saat ini di lapangan yang dijadikan objek penelitian, kemudian data atau informasinya di analisis sehingga diperoleh suatu pemecahan masalah. Hal ini senada apa yang diungkapkan Winarno Surachmad yaitu: “Penyelidikan deskriptif tertuju pada pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang yang mencakup berbagai teknik diantaranya adalah penyelidik yang menuturkan, menganalisis dan mengklarifikasikan penyelidik dengan teknik survey, interview, angket, observasi, studi kasus, studi komparatif, studi waktu dan gerak, analisis kuantitatif, studi kooperatif atau operasional”.
Teknik Pengumpulan Data
Dalam penulisan penelitian ini, penulis mengumpulkan berbagai macam data yang dikumpulkan untuk mendukung pembahasan masalah yang diteliti. Ada 2 macam data yang dapat digunakan yaitu data primer dan data sekunder.
Data Primer: Data primer adalah data yang berupa teks hasil wawancara dan diperoleh melalui wawancara dengan informasi, data yang dikeram atau dicatat oleh peneliti (Sarwono, 2006:25).
Dalam hal ini data diperoleh melalui wawancara dengan kepala tim kreatif yaitu Bp Eddy Karta, staff kreatif program, dan penyiar program request music Song Spirit, dan juga melalui pengamatan langsung dari strategi produksi program mengenai apa saja yang dilakukan oleh Radio REM SSK saat meningkatkan kualitas program.
Jika dikaitkan dengan masalah pokok penelitian, makan penulis melakukan wawancara dengan cara mengajukan pertanyaan yang bersifat terbuka dan mendalam.
Data Sekunder: Data sekunder adalah berupa data yang tersedia dan dapat diperoleh oleh peneliti dengan membaca, melihat ataupun mendengarkan (Sarwono, 2006:25).
Data sekunder yang penulis tetapkan berdasarkan telah pustaka dari tulisan-tulisan ilmiah, bahan referensi bacaan lain serta situs internet yang erat hubungannya dengan masalah yang dibahas.
Teknik Analisis Data
Robert K. Yin menjelaskan mengenai analisis data, yaitu “Analisis bukti atau data terdiri atas pengujian, pengkatagorian, pentabulasian atau pengkombinasian kembali bukti-bukti untuk menunjukkan proposisi awal suatu penelitian” (2002:133).
Dari pernyataan di atas dapat dipahami bahwa analisis data terdiri dari pengujian, pengkatagorian, pentabulasian atau pengkombinasian kembali bukti-bukti untuk menunjukkan proposisi awa suatu penelitian. Dalam menjawab masalah pokok penelitian ini, penulis akan menganalisis data sebagai berikut:
1. Data primer yang penulis peroleh berdasarkan pada hasil observasi dan wawancara mendalam dengan orang utama yang merupakan kunci dari sumber informasi melalui pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun penulis.
2. Data sekunder penulis dapatkan dari studi kepustakaan, dokumen arsip, dan foto.
Semua data yang diperoleh penulis baik melalui wawancara, sumber tertulis, dan studi kepustakaan akan diperoleh sesuai dengan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan bersifat triangulasi. Menurut Moleong (2004:178), triangulasi adalah teknik pemerikasaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data.
Menurut Patton, triangulasi dengan sumber berarti membandingkan atau mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif (Moleong, 2004:178).
Hal tersebut dapat dicapai dengan jalan:
1. Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara.
2. Membandingkan apa yang dikatakn orang di depan umum dengan apa yang dikatakan pribadi.
3. Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakan sepanjang waktu.
4. Membandingkan keadaan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang lain. 5. Membandingkan hasil wawancara dengan isi satu dokumen yang berkaitan.
Analisis triangulasi merupakan cara terbaik untuk menghilangkan perbedaan-perbedaan yang ada dalam konteks suatu penelitian pada waktu pengumpulan data dari berbagai kejadian dan hubungan dari narasumber. Data-data yang dikumpulkan penulis, dibaca serta dipelajari dan ditelaah kemudian disaring dari data orisinil dilapangan dengan tujuan yang diinginkan penulis.
Keabsahan Data
Menurut Creswell ( 2002:162 ), dalam memastikan keabsahan data
terdapat tiga tekmik untuk memastikan realibilitas yang akan dilakukan dalam melakukan penelitian, yaitu : Peneliti akan memberikan laporan rinci tentang fokus penelitian, peran peneliti, posisi key informan dan
informan, dan dasar pengumpulan data, dan konteks untuk mengumpulkan data.
1.Metode triangulasi data atau metode pengumpulan data dan analisis data yang akan digunakan untuk memperkuat reliabilitas dan keabsahan internal.
2.Strategi pengumpulan data dan analisis data akan dilaporkan secara rinci untuk memberikan gambaran yang jelas dan akurat tentang metode yang digunakan dalam penelitian.
Dari uraian di atas penulis memahami bahwa untuk memastikan keabsahan data terdapat tiga teknik, yaitu peneliti memberikan laporan rinci tentang metodologi yang digunakan, kemudian menggunakan metode triangulasi data, dan laporan secara rinci untuk memberikan gambaran tentang metode yang digunakan. Dalam menentukan keabsahan data dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode triangulasi yaitudiartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data seperti studi pustaka, wawancara dan observasi serta sumber data yang telah ada. Peneliti menggunakan triangulasi data sebagai teknik untuk mengecek keabsahan data. Dimana dalam pengertiannya triangulasi data dapat di gunakan sebagai teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dalam membandingkan hasil wawancara terhadap objek penelitian. (Moleong, 2004 : 330)
HASIL DAN PEMBAHASAN
Proses Pra Produksi
Produksi program tidak hanya dimiliki oleh program media televisi saja tetapi radio juga memiliki berbagai tahapan produksi dan radio memiliki 3 tahapan produksi untuk sampai pada tahap penyiaran di udara. Tahaap-tahap tersebut meliputi tahap pra poduksi, tahap produksi, tahap pasca produksi. Dan ketiga tahapan ini memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Dalam mengerjakan setiap tahap-tahap poduksi tersebut sangat dibutuhkan koordinasi atau kerja sama yang baik antar setiap anggota tim untuk melancarkan kegiatan produksi suatu program. Tahapan produksi memiliki 3 tahapan yang berkaitan antar ketiganya, dimana tahap Pra Produksilah yang menjadi tahapan awal suatu produksi, sehingga tahapan Pra Produksi merupakan tahapan paling penting dalam suatu produksi dari semua tahap-tahap produksi yang ada. Pra produksi adalah tahap paling penting dalam setiap produksi program radio karena pra produksi merupakan tahap yang menyangkut kepada semua unsur tahapan persiapan awal produksi sebelum produksi dimulai. Karena makin baik sebuah tahapan perencanaan produksi maka akan memudahkan pada saat produksi dilakukan nantinya, maka jangan sampai tahap ini terlewati karena tahap ini merupakan tahap yang dimana keseluruhan pengerjaan produksi sebenarnya telah dilakukan.
Tahap Pra Produksi ini sendiri meliputi beberapa bagian didalamnya, sebagai berikut : 1. Penemuan Ide
Tahap ini dimulai ketika kepala tim kreatif menemukan ide atau gagasan untuk suatu program, kemudian membuat riset dan menuliskan naskah atau meminta peneliti naskah yaitu tim kreatifnya untuk menggembangkan gagasan menjadi naskah sesudah riset dilakukan.
2. Perencanaan
Tahap perencanaan ini membahas mengenai semua aspek yang akan dilewati nantinya selama produksi dilakukan, maka tahap perencaan ini harus dibuat dengan teliti dan hatu-hati karena dalam bagian ini berisikan mengenai penyempurnaan naskah, pemilihan talent yang tepat, warna suara talent, jam siar progam, peralatan yang akan digunakan untuk bersiaran, penyediaan biaya, biaya yang akan dikeluarkan baik untuk biaya produksinya ataupun membayar talent yang akan bersiaran. 3. Persiapan
Tahap persiapan ini meliputi penyelesaian semua hal yang telah ditentukan didalam perencanaan. Dimana adanya pemberesan semua kontrak baik kontrak kerja ataupun pemberesan pemilihan talent serta melengkapi peralatan yang akan digunakan untuk bersiaran yang telah dibahas sebelumnya dalam bagian perencanaan dan telah ditetapkan dengan jangka waktu yang tepat.
Program Song Spirit adalah program request musik rohani dan penyampaian salam-salam hangat bagi rekan-rekan terkasih yang berisikan musik-musik rohani yang memberikan kekuatan, damai sejahtera dan berkat tersendiri bagi pendengarnya. Selain itu program Song Spirit ini juga memberikan kesempatan bagi pendengar untuk berpartisipasi yaitu menyampaikan salam-salamnya diudara bagi rekan-rekan terkasih mereka dan juga dapat merequest setiap musik rohani favorite yang menjadi pilihannya dan tentunya yang
memberkati pribadinya ataupun keluarga dan rekan sekelilingnya. Program Song Spirit ini tercetus karena banyaknya permintaan dan juga inspirasi yang lahir secara kebetulan.
Strategi Tahapan Pra Produksi
1. Pemilihan music yang tepat 2. Fokus pada request-an pendengar 3. Pemilihan waktu siar
Proses Produksi
Proses produksi adalah bentuk realisasi konsep yang telah ditentukan pada pasca produksi. Dalam tahap ini akan terlihat apakah sebuah konsep itu berhasil atau tidak direalisasikan sesuai dengan konsep yang telah disediakan. Kegiatan produksi radio diantaranya ada take voice, editing, mixing. Take voice adalah pengambilan suara dari talent yang direkam oleh microphone kemudian suara tersebut masuk didalam audio mixer baik itu take suara untuk siaran, promo program maupun promo iklan dari sponsor. Sedangkan editing ialah proses pengeditan suara talent yang merupakan suara yang belum rampung atau masih ditemukan adanya gangguan atau noise suara lingkungan yang ada didalam studio ataupun diluar studio, dapat berupa degungan, tarikan nafas talent yang masuk dalam audio mixer. Terakhir yaitu mixing, mixing adalah memasukan effect suara (Sound Effect) atau mix suara yang membuat suara talent menjadi jauh lebih baik dari yang di take pada waktu awal, entah itu dibuat menjadi lembut ataupun dibuat dengan kreatifitasnya tim produksi.
Strategi Tahapan Produksi
1.Penetapan waktu yang tepat 2.Memenuhi kebutuhan pendengar
Proses Pasca Produksi
Tahap pasca produksi adalah tahap terakhir dari ketiga tahapan produksi suatu program radio, pada tahap ini biasanya dilakukan proses editing dan juga evaluasi program. Editing adalah mengedit program tapping atau program rekaman bukan live, mengedit promo iklan atau promo program, mengedit puji-pujian hingga layak diputarkan, dan semua ini dilakukan sebelum bahan siar disiarkan diudara.
Strategi Tahapan Pasca Produksi
Analisis SWOT Program Song Spirit
Analisis SWOT terdiri dari 4 bagian diantaranya Strenght, Weakness, Opportunity, Threat dan keempat bagian ini memiliki pengertian yang berbeda tapi memiliki keterkaitan antar tahap yang 1 dengan yang lainnya.
Analisis Strenght Program Song Spirit
Strenght mengandung arti kelebihan, kekuatan atau keunggulan dari produk, perusahaan, atau program yang sedang di produksi dalam hal ini membahas mengenai kekuatan atau keunggulan dalam program Song Spirit.
Analisis Weakness Program Song Spirit
Weakness merupakan kekurangan, kelemahan. Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap perusahaan, produk ataupun program pasti memiliki adanya kelemahan yang mungkin dapat menurunkan semangat maju dan mengurangi nilai jual dari segi penyajian suatu program tersebut.
Analisis Opportunity Program Song Spirit
Opportunity atau peluang menjadi peluang besar dan menarik bagi tim produksi dan kreatif untuk melahirkan program-program radio yang akan menjadi program yang banyak diminati oleh masyarakat. Maka hadirlah program Song Spirit di Radio REM SSK FM 107,9 Mhz. Program yang belum ada di radio laiinya ini membuka kesempatan besar bagi para pendengar yang merasa suntuk dengan pekerjaan yang menumpuk, merasa sepi dan sendiri dirumah, menemani istirahat siang sejenak baik itu makan siang ataupun beristirahat dari pekerjaan yang tertunda, menemani pendengar yang sedang sakit, butuh hiburan, menemani dalam perjalanan.
Karena banyak masyarakat saat ini yang lebih cenderung membutuhkan hiburan, kedamaiaan daripada masalah pekerjaan yang membuat lelah pikiran, dengan adanya program Song Spirit ini masyakarat akan merasa terhibur dan juga merasa ada yang menemani disaat santainya baik itu saat sehat ataupun sakit, atau merasa sendiri. Dimana masyarakat yang mendengarkan program Song Spirit ini dapat ikut berpartisipasi dengan penyiarnya untuk menyampaikan pujian rohani kesayangannya dan juga dapat menyampaikan salam-salamnya untuk rekan-rekan terkasih dimanapun merasa berada.
Analisis Threat Program Song Spirit
Threat merupakan ancaman bagi perusahaan atau program yang ada, hal ini berbanding terbalik dengan
opportunity. Hal ini merupakan ancaman atau halangan bagi suatu perusahan atau program dalam
mendapatkan profit atau audiens. Dalam dunia industri media khususnya media radio, ancaman terbesar adalah suatu program yang merupakan kompetitor. Adanya kompetitor ini membuat program radio yang ada menjadi berkurang baik dari segi menurunnya pendengar, waktu siar yang sama dengan program Song Spirit ataupun program kompetitor yang lebih mengena di hati pendengarnya.
Program ini mendapat banyak dukungan dari semua manajemen yang ada didalam Radio REM SSK jadi tidak hanya tim produksi dan kreatif saja yang menjadi pendukungnya, tim produksi dan kreatif mendukung dengan berbagai konsep kreatif dan juga memberikan puji-pujian yang tentunya sangat memberkati pendengarnya. Dengan dibuatnya pergantian penyiar yang berbeda-beda hal ini membuat keunikan sendiri bagi program Song Spirit ini karena dengan adanya pergantian penyiar yang berbeda-beda setiap harinya maka pendengar tidak akan merasa bosan dengan warna suara dan penyiar yang monoton. Pemilihan waktu siar yang tepat yaitu reguler time juga menjadikan program Song Spirit ini dapat efektif.
Meskipun program Song Spirit ini memiliki kelebihan dari segi konsep yaitu program request musik rohani yang membuat banyaknya pendengar yang mencintai program ini, ada juga kelemahan yang ditemukan dalam program Song Spirit ini yaitu dari faktor internal didalam perusahaan dimana kurangnya waktu siar, perbendaharaan musik rohani yang seringkali belum dapat memenuhi keinginan pendengar, sedangkan faktor eksternalnya mengenai kuranganya daya listrik yang menyebabkan seringkali matinya lampu selama proses bersiaran, dan cuaca buruk seperti hujan deras, angin kencang, dan petir atau kilat yang dapat menggangu pemancar di udara.
Pada saat ini penempatan program Song Spirit pada waktu reguler time memberikan peluang yang besar bagi program ini untuk memasuki pendengar indonesia. Jam reguler time yang merupakan jam dimana setiap orang ada diluar rumah, kantor, ataupun jalan tapi tidak menutup kemungkinan bagi yang ada didalam rumah maka dengan hadirnya program Song Spirit ini bertujuan untuk memberikan kesegaran bagi pendengarnya yang sedang sibuk dengan pekerjaan yang menumpuk di kantor, tugas dari kampus, menemani jam makan siang dan juga istirahat sejenak pendengar, ataupun yang sedang bersantai dirumah.
Peluang yang besar dalam menjaring target audiensnya bukan menjadi hal yang mudah dan dapat berjalan dengan mulus, karena tidak banyak audiens yang ingin mendengarkan radio disaat makan siang atau beristirahat, karena mungkin mereka lebih cenderung untuk jalan-jalan ke mall, berbincang-bincang dengan rekan kerjanya ataupun yang sedang sibuk dengan pekerjaan rumah tangganya. Program Doa Mengubah Sesuatu yang juga ada di Radio REM SSK merupakan program kompetitor dari program Song Spirit ini karena dalam program Doa mengubah Segala Sesuatu ini merupakan program doa yang mengajak pendengar untuk berpartisipasi mengirimkan sms atau melalui telepon interaktif dan menyampaikan masalah yang sedang dihadapi kemudian didoakan oleh para hamba Tuhan yang bertugas.
Sebagaimana kita ketahui jaman-jaman sekarang ialah jaman semakin jahat karena tidak sedikit pendengar yang tidak memiliki masalah terutama dalam hal keuangan, sakit penyakit, ingin memiliki momongan ataupun juga ingin mendapatkan jodoh.
Dan didalam program Doa Mengubah Segala Sesuatu inilah semua masalah yang sedang dihadapi oleh pendengar dan ingin didoakan semuanya itu dapat dilakukan dalam program Doa Mengubah Segala Sesuatu, karena doa orang benar besar kuasanya. Itulah motto dari program Doa Mengubah Segala Sesuatu ini. Proses produksi yang melewati 3 tahapan sangat mempengaruhi suatu hasil siaran yang akan diudarakan kepada pendengar. Tim produksi dan kreatif program Song Spirit mempunyai strategi tersendiri dalam
mengerjakan setiap tahap-tahap produksi agar dalam proses pengerjaannya semua dapat berjalan lancar dan baik tanpa kurang suatru apapun.
Proses produksi atau takae voice, editing, mixing, tapping dikerjakan dengan cepat tidak sampai memakan waktu yang lama hanya kurang lebih 2-3 hari saja paling lama, dengan adanya ketepatan dan kecepatan dalam pengerjaannya maka hal ini membuat biaya yang dikeluarkanpun dapat di minimalisir.
Serta dengan adanya program rekaman tidak live atau tapping ini dapat menjadi stock bagi tim produksi dan kreatif apabila ada program yang tapping yang kehabisan materi siaran dan hal ini berguna untuk mengurangi biaya pengeluaran tanpa harus membayar penyiar yang berbeda-beda disetiap siarannya, karena tapping dapat dilakukan oleh orang yang bekerja didalam Radio itu sendiri atau bahkan tim produksi dan kreatif yang melakukan take voice nya untuk program tapping ini.
Sehingga hal ini dapat meningkatkan kematangan pra produksi agar dalam persiapan produksinya tidak dikerjakan secara terburu-buru, yang mana telah ditekankan bahwa bukan hanya cepat saja tetapi harus cepat, tepat dan benar akan hasil yang dicapainya.
Pada tahap pasca produksi kegiatan ini meliputi 2 hal besar, yaitu editing dan evaluasi. Kegiatan editing adalah proses pengeditan bahan siar mentah yang belum layak untuk disiarkan kemudian diedit oleh tim produksi agar bahan siar mentah tersebut layak untuk disiarkan, baik dengan membuat suara menjadi lebih baik kualitasnya dengan fasilitas yang ada di audio mixer, ataupun dengan mixing atau memasukan backsound dan sound effect.
Disini kretifitas tim produksi dapat terlihat apakah hasil yang dibuatnya itu luar biasa atau biasa-biasa saja, apakah ada perkembangan kreatifitas atau tidak. Selain itu evaluasi dari kegiatan yang telah dikerjakan oleh tim produksi dan kreatif pun di analisis apakah hasil yang telah jadi sudah sesuai dengan harapan atau belum, dan juga tak lepas dari evaluasi penyiarnya sendiri, bagaimana cara penyiar tersebut membawakan materi yang ada dan apakah penyampain dari penyiar ke pendengar sudah efektif atau belum. Pertimbangan evaluasi juga menggunakan pertimbangan analisis SWOT sebagai bahan penggambaran dalam menciptakan suatu strategi untuk memaksimalkan peluang program terhadap target audiensnya.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
1. Proses produksi program Song Spirit Radio REM SSK melewati berbagai tahapan produksi, sehingga dalam pengerjaanya dapat berjalan dengan lancar dan kondusif. Adapun tahapan tersebut meliputi tahapan pra produksi, tahapan produksi, tahapan pasca produksi.
2. Kerja sama tim produksi dan kreatif program Song Spirit berjalan sangat baik dan koordinasi dalam tim juga berfungsi dengan optimal, sehingga tidak ada kesalahpahaman antar anggota tim produksi kreatif yang dapat memunculkan adanya perselisihan dan juga kendala dalam tahapan produksi yang memperlambat terselesaikannya proses produksi.
3. Program Song spirit mempunyai kelebihan atau kekuatan dari segi konsep yang tidak dimiliki program lainnya, dimana konsep tersebut ialah program request yang mengajak setiap pendengar untuk berpartisipasi merequest musik rohani favorite serta menyampaikan salam-salam diudara baik secara telepon interaktif, sms, media sosial (twitter).
4. Selayaknya radio komunitas maka tidak dipungkiri bila ada ditemukannya kelemahan atau kekurangan dalam progam Song Spirit. Kekuarangan atau kelemaha itu ialah waktu siar yang kurang, perbendahraan musik rohani yang belum dapat memenuhi permintaan pendengar, perbendaharaan musik rohani mancanegara, daya listrik lemah yang seringkali membuat mati lampu di waktu siaran berlangsung,cuaca buruk seperti hujan deras,petir dan kilat yang dapat menganggu pemancar di udara.
5. Sedangkan peluang yang ditemukan dalam program Song Spirit ini yaitu mengenai penempatan yang ada pada reguler time dimana waktu yang tepat untuk menemani pendengar dalam beristirahat makan siang, atau berisitirahat sejenak dari aktifitas yang dilakukan dan juga menemani pendengar yang sedang bersantai dirumah.
6. Dari segi ancaman, ancaman terbesar atau kompetitor dari program Song Spirit yaitu program Doa Mengubah Segala Sesuatu yang juga ada didalam Radio REM SSK. Tetapi setiap kendala yang ditemukan dalam program Song Spirit ini dapat terselesaikan dengan adanya evaluasi yang rutin dan rapat antar pihak manajemen dan tim produksi kreatif. Pembahasan evaluasi program Song Spirit menggunaka pertimbangan SWOT sebagai bahan penggambarannya dalam menciptakan suatu strategi untuk memaksimalkan peluang program terhadap target audiens atau pendengarnya.
Saran
1. Meningkatkan daya listrik yang lemah di studio agar tidak sering mati lampu dan tidak menggangu kenyamanan para pendengar.
2. Mengadakan Training bagi seluruh para penyiar agar penyiar mendapat wawasan lebih
mendalam lagi akan dunia kepenyiaran yang baik dan benar dan tentunya sesuai dengan kebutuhan dari porsi para pendengarnya.
3. Mengatur pembagian waktu yang tepat pada program Song Spirit untuk program request 1 ½ jam saja dan sisanya untuk bagian penyampaian salam-salam.
4. Pemilihan talent yang tepat dengan dilihat baik dari warna suara, perbendaharaan kata, dan kosa kata yang santun .
5. Memiliki banyak perbendaharaan musik-musik rohani baik didalam negeri maupun musik rohani luar negeri dan musik rohani daerah.
REFERENSI
Bachtiar, Saiful. 2006. Cara Gampang Jadi Penyiar Radio. Yogyakarta: Indonesia Cerdas.
Barrow, D, John. 1998. Kajian Teori Komunikasi Mass, Jakarta, Prenada Media Group. Baran, Stanley J. 2010. Teori Komunikasi Massa, edisi 5. Jakarta: Salemba Humanika. Creswell, John W. 2002.Research Design. Jakarta : KJK Press.
De, Fleur, Denis. 1985. Komunkasi Massa, Jakarta: Salemba Humanika.
Dirgantoro, Crown 2001. Manajemen stratejik : konsep, kasus, dan implementasi. Jakarta : PT. Grasindo.
Effendy, Onong Uchjana. 2003, Ilmu. Teori dan Filsafat Komunikasi. Cetakan III, Bandung : PT. Citra Aditya Bakti.
Hodder. 2000. The Interpretation of Documents and Material Culture. Bandung: Remaja Rosda Karya
Littlejohn. 2005. Fungsi Teori Komunikasi. Jakarta : Penerbit Salemba Humanika.
Mulyana, Deddy. 2003. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung, Remaja Rosda Karya. McQuail, Dennis. 2011. Teori Komunikasi Massa McQuail Edisi 6 Buku 1. Jakarta :
Penerbit Salemba Humanika.
Moleong, Lexy L. 2007. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : PT.Remaja Rosdakarya.
Morissan, 2005. Media Penyiaran Strategi Mengelola Radio dan Televisi 5rd. Tangerang :Ramdina Prakarsa. Nurudin. 2004. Definisi Komunikasi Massa. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Rachmatie, Atie,Dr. 2007. Radio Komunitas. Bandung : Penerbit Simbiosa Rekatama Media. Rahkmat, Jalaluddin. 2007. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung : Remaja Rosdakarya. Romli, Asep Syamsul M, 2007. Broadcast Journalism : Panduan Menjadi Penyiar,
Reporter, dan Scriptwriter. Bandung : Penerbit Nuansa.
Sarwono, Jonathan. 2006. Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Sukidin, Basrowi. 2002. Jurnal : Metode Penelitian Kualitatif. Surabaya : Insan Cendikia. Simanjuntak. 1993. Pengertian Radio.
PT.BUKU SERU.
Usman, Husaini dan Akbar, Purnomo Setyadi. 1996. Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta : Bumi Aksara.
Wahyudi. 1996. Pengertian Radio. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Yin, Robert K. 2002. Studi Kasus dan Metode. Jakarta : PT.RajaGrafindo Persada.
Kamus :
Jurnal :
Bing BedjoTanudjaja.(2009). Pengaruh Media Komunikasi Massa TerhadapPopularCulture DalamKajianBudaya/Cultural Studies.JurnalKomunikasi Visual, 99.
EndahSetyaningsih, Tony Winata, Koko Nugroho.(2006). PerancanganAlatSistem
PengirimanPesanSmsMelaluiJalur Radio Komunikasi.JurnalTeknikElektrotesla
8(1), Maret 2006:26.
Ido Prijana Hadi.(2009). Perkembangan Teknologi Komunikasi
Dalam Era Jurnalistik Modern. Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra surabaya.Jurnal Ilmiah SCRIPTURA, 3( 1): 69 – 84. Program studi ilmu komunikasi fakultas ilmu sosial dan ilmu politik universitas atma jaya
yogyakarta. Jurnal ilmu komunikasi d.a program studi ilmu komunikasi.7(1) juni 2010. TotokWahyuAbadi, ItaKusuma, Mahendrawati. StrategiKomunikasi Dan Partisipasi
Pembangunan.JurnalIlmiah SCRIPTURA, 3( 2) , Juli 2009: 115.
Sumber lain :
Company Profile PT.RADIO REM SSK FM
Website :
www.radiossk.com Hari Jumat, 19 juli 2013 Pukul: 15.00 WIB
www.vifastation.com Hari Jumat, 19 juli 2013 Pukul: 15.00 WIB
RIWAYAT PENULIS
Ester lahir di Jakarta pada tanggal 11 April 1992. Penulis telah menamatkan pendidikan S1 di
Universitas Bina Nusantara dalam bidang peminatan Broadcasting Jurusan Marketing Communication pada tahun 2013.