• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBARAN DATA KESELAMATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LEMBARAN DATA KESELAMATAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

LEMBARAN DATA KESELAMATAN

1. Produk kimia dan identifikasi perusahaan

VECTOR® 7400 Styrenic Block Copolymer Nama produk

Identifikasi lain

VECTOR ® is a registered trademark of TSRC Corporation.

Sinonim

Pabrik Dexco Polymers

12012 Wickchester Lane, Suite 280, Houston, TX 77079, U.S.A.

Telepon +1-281-754-5800

E-mail [email protected]

Orang penghubung Product Steward Nomor telepon darurat 1-760-476-3960

Kode Akses 333558

Penggunaan yang dianjurkan dan Batas penggunaan

Konversi industri sebagai bahan baku untuk pembuatan artikel atau harta benda.

Penggunaan yang dianjurkan

- Batas penggunaan

2. Identifikasi bahaya

Klasifikasi GHS

Tidak terklasifikasi.

Bahaya fisik

Tidak terklasifikasi.

Bahaya kesehatan

Kategori 3 Bahaya terhadap lingkungan akwatik, bahaya

jangka waktu panjang Bahaya lingkungan

Elemen-elemen label

Tidak ada satapun.

Piktogram

Sinyal Tidak ada satupun.

Pernyataan bahaya Berbahaya ke kehidupan akuatik dengan efek yang bertahan lama.

Pernyataan pencegahan

Pencegahan Hindari pelepasan kelingkungan.

Respons Cuci tangan setelah penangani produk ini.

Penyimpanan Simpan terpisah dari bahan yang tidak cocok.

Pembuangan Buang isinya/kontainernya sesuai dengan peraturan lokal/regional/nasional/internasional.

Tidak diketahui.

Bahaya yang lain

Informasi tambahan Tidak ada satapun.

3. Komposisi / informasi tentang bahan

Campuran Zat atau campuran

Konsentrasi (%) Nomor CAS

Nama kimia Properti kimia

>= 62 9003-55-8

Karet butadina-stirena

=< 34 8042-47-5

Putih minyak mineral

=< 1 14807-96-6

Talek (non-asbestiform)

0 - 0.6 26523-78-4

Tris (nonilfenol) fosfit

0 - 0.3 84852-15-3

Nonifenol

<= 0.2 110-82-7

Sikloheksana

Semua konsentrasi-konsentrasi adalah persen dari berat.

Komentar tentang bahan

VECTOR® 7400 Styrenic Block Copolymer SDS Indonesia

(2)

4. Tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K)

Tindakan pertolongan pertama untuk paparan melalui rute-rute yang beda

Jika menunjukkan gejala, pindahkan ke tempat yang berudara segar. Dapatkan pertolongan medis jika gejala-gejala berlanjut.

Inhalasi

Menyiram kulit dengan sejumlah besar air. Untuk kontak dengan bahan yang panas, langsung merendam area kulit yang terkena dalam jumlah besar air dingin untuk membatalkan panas dan mengurangi tingkat luka bakar termal. Jangan mengelupas polimer dari kulit.

Bersentuhan dengan kulit

Siram mata dengan air sebagai tindakan pencegahan. Dapatkan bantuan medis bila iritasi berkembang atau berlanjut.

Bersentuhan dengan mata

Minta korban berkumur dengan air sampai bersih.

Tertelan

Iritasi mata dan selaput mukosa. Iritasi hidung dan tenggorokan.

Gejala dan efek yang paling penting

Personil pertolongan pertama harus menyadari risiko terhadap mereka sendiri selama penyelamatan.

Perlindungan pribadi untuk penolong pertolongan pertama

Obati sesuai/menurut gejala-gejala.

Catatan untuk doctor

5. Tindakan Penanggulangan Kebakaran

Semprotan air, busa, serbuk kering atau karbon dioksida.

Media pemadam api

Tidak ada satupun.

Media pemadam untuk dihindari

Dekomposi termal mungkin akan menghasilkan asap, oksida karbon dan senyawa organik dengan berat molekular lebih rendah yang komposisinya belum digolongkan.

Bahaya tertentu

Pindahkan wadah dari daerah kebakaran bila Anda dapat melakukannya tanpa risiko. Dinginkan wadah dengan membanjirinya dengan banyak air sampai cukup lama setelah api padam.

Prosedur memadam kebakaran khusus

Peralatan pernapasan yang mengisi sendiri dan pakaian pencegah kebakaran yang menutupi seluruh badan harus dikenakan bila dalam keadaan kebakaran. Pemilihan perlindungan pernafasan untuk pemadam kebakaran: ikuti petunjuk pemadaman umum yang ada di tempat kerja.

Perlindungan petugas pemadam kebakaran

6. Tindakan terhadap tumpahan dan kebocoran

Hindari menghirup asap dari lelehan produk. Permukaan dapat menjadi licin setelah terkena tumpahan. Pakailah peralatan perlindungan pribadi yang sesuai. Untuk perlindungan pribadi, lihat bagian 8 pada LDK.

Tindakan pencegahan perorangan

Cegah terjadinya tumpahan atau bocoran lebih lanjut jika aman untuk melakukannya.

Tindakan pencegahan lingkungan

Menggeserkan-geserkan dengan sekop ke dalam wadah yang cocok untuk didaur ulang atau pembuangan. Untuk pembuangan sampah, lihat bagian 13 pada SDS.

Metode membersihkan tumpahan

7. Penyimpanan dan Penanganan Bahan

Penanganan

Sediakan ventilasi yang cukup. Produk ini dapat membentuk debu dan mengumpulkan listrik elektrostatis, yang mungkin akan menyebabkan percikan listrik (sumber penyalaan). Gunakan prosedur arde yang benar.

Tindakan-tindakan teknis

Lakukan tindakan untuk menghindari akumulasi muatan elektrostatik.

Tindakan pengamanan

Hindari penghirupan debu dan persentuhan dengan kulit dan mata. Hindari persentuhan dengan bahan panas.

Nasehat penanganan yang aman

Penyimpanan

Cegah penumpukan muatan elektrostatis dengan menggunakan teknik pengikatan dan pembumian yang umum.

Tindakan-tindakan teknis

Jaga dalam wadah orisinil. Untuk mempertahankan mutu produk, jangan simpan di tempat bersuhu tinggi atau terkena sinar matahari langsung.

Kondisi penyimpanan yang sesuai

Simpan jauh dari bahan yang inkompatibel (lihat Bagian 10 dari LDKB).

Bahan yang tidak cocok

8. Kontrol pemaparan/perlindungan pribadi

Batas paparan

Indonesia. NAB/KTDS (Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.Per.13/MEN/X/2011 tentang Nilai Ambang Batas, Lampiran II)

Nilai

Jenis Bentuk

Komponen-komponen

BPJK 10 mg/l Kabut.

Putih minyak mineral (CAS 8042-47-5)

BRSW 5 mg/l Kabut.

(3)

Indonesia. NAB/KTDS (Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.Per.13/MEN/X/2011 tentang Nilai Ambang Batas, Lampiran II)

Nilai

Jenis Bentuk

Komponen-komponen

BRSW 1030 mg/l

Sikloheksana (CAS 110-82-7)

300 ppm

BRSW 2 mg/l Partikel yang dapat

terhirup.

Talek (non-asbestiform) (CAS 14807-96-6) Batas paparan pekerjaan

Nilai Batas Ambang ACGIH US

Nilai

Jenis Bentuk

Komponen-komponen

BRSW 100 ppm

Sikloheksana (CAS 110-82-7)

BRSW 2 mg/l Pecahan yang dapat

terhirup.

Talek (non-asbestiform) (CAS 14807-96-6)

Ikut prosedur pengamatan standar Pedoman pemaparan

Amati batas-batas pemaparan yang berhubungan dengan pekerjaan dan minimalkan resiko penghirupan debu dan asap. Gunakan peralatan tahan-ledakan bila konsentrasi debu/air mungkin tinggi.

Tindakan-tindakan keteknikan

Alat Pelindung Diri

Jika ventilasi tidak memadai atau berisiko menghirup debu, gunakan peralatan pernapasan yang sesuai dengan filter partikel.

Perlindungan pernapasan

Jika bahan dipanaskan, pakailah sarung tangan utuk mencegah terjadinya luka bakar.

Perlindungan tangan

Jika kemungkinan terjadi sentuhan dengan bahan, dianjurkan untuk memakai kacamata pelindung dan perisai muka.

Perlindungan mata

Direkomendasikan pakaian kerja yang lazim (kemeja lengan panjang dan celana panjang).

Pelindung kulit dan tubuh

Tangani sesuai dengan praktik kebersihan dan keselamatan industri yang baik.

Tindakan-tindakan higiena

9. Sifat-sifat Fisika dan Kimia

Pelet.

Rupa

Zat Padat.

Jenis benda (padat cair atau gas)

Pelet.

Bentuk

Putih hingga hampir-putih.

Warna

Tidak berbau hingga berbau sedikit.

Bau

Batas ambang bau Tidak tersedia.

pH Tidak tersedia.

Titik cair/titik beku Tidak tersedia.

Titik didih, titik didih awal, dan jangkauan titik didih

Tidak dapat dipakai.

Titik nyala Tidak dapat dipakai.

Suhu derajat penyalaan-auto Tidak tersedia.

Tidak tersedia.

Tingkat mudah terbakar (padatan, gas)

Batas atas/bawah mudah terbakar atau mudah meledak Batas mudah terbakar - di

bawah (%)

1.3 (untuk pelarut peninggalan) Batas tingkat mudah

terbakar - atas (%)

8 (untuk pelarut peninggalan) Tekanan uap Tidak dapat dipakai.

Densitas uap Tidak dapat dipakai.

Laju Penguapan Tidak dapat dipakai.

Berat jenis relatif < 1

Berat jenis Tidak tersedia.

VECTOR® 7400 Styrenic Block Copolymer SDS Indonesia

(4)

Daya larut

Kelarutan (air) Tidak larut Kelarutan (lainnya) Tidak tersedia.

Koefisien partisi (n-oktanol/air) Tidak dapat dipakai.

Suhu penguraian Tidak tersedia.

Viskositas Tidak dapat dipakai.

Data yang lain

Tidak mudah meledak.

Sifat-sifat bahan peledak

Tidak mengoksidasi.

Sifat-sifat oksidasi

10. Reaktifitas dan Stabilitas

Stabil di bawah keadaan normal.

Reaktivitas

Stabil di bawah keadaan normal.

Stabilitas

Suhu di atas 250 °C.

Kondisi yang harus dihindari

Agen pengoksidasi yang keras.

Bahan yang tidak cocok

Ketika terurai, produk ini membebaskan karbon monoksida, karbon dioksida dan/atau hidrokarbon berbobot molekul kecil.

Produk-produk pembusukan yang berbahaya

Polimerisasi berbahaya tidak terjadi.

Kemungkinan reaksi berbahaya

11. Informasi Toksikologi

Toksisitas akut Debu dapat menimbulkan iritasi pada saluran napas, kulit, dan mata.

Hasil-hasil pengujian

Komponen-komponen Jenis

Sikloheksana (CAS 110-82-7)

LD50 Kelinci

Dermal Akut

> 2000 mg/kg

LC50 Tikus besar

Inhalasi

> 32880 mg/l, 4 Jam

LD50 Tikus besar

Lisan

> 5000 mg/kg

Penghirupan. Pemakanan. Kontak dengan mata. Kontak dengan kulit/Kena kulit.

Rute-rute paparan

Gejala Iritasi mata dan selaput mukosa. Iritasi hidung dan tenggorokan.

Kontak dengan bahan yang meleleh dapat menyebabkan luka-bakar termal.

Kerusakan/gangguan kulit

Dapat menyebabkan iritasi melalui kegores mekanik.

Gangguan mata/kerusakan mata serius

Sensitisasi sistem pernafasan atau kulit

Kepekaan pernafasan Tidak terklasifikasikan Tidak terklasifikasikan Kepekaan kulit

Tidak ada data yang menunjukkan bahwa produk atau setiap komponen yang jumlahnya lebih dari 0,1% bersifat mutagenik atau genotoksik.

Mutagenitas sel germinal Kemampuan bahan kimia menyebabkan kanker

Tidak terklasifikasikan

Karsinogen ACGIH

Putih minyak mineral (CAS 8042-47-5) A4 Tidak dapat diklasifikasikan sebagai menyebab kanker (karsinogen) pada manusia.

Talek (non-asbestiform) (CAS 14807-96-6) A4 Tidak dapat diklasifikasikan sebagai menyebab kanker (karsinogen) pada manusia.

Monografi IARC. Evaluasi Keseluruhan Karsinogenisitas

Talek (non-asbestiform) (CAS 14807-96-6) 3 Tidak dapat di klasifikasikan sebagai penyebab karsinogenesis pada manusia.

Tidak terklasifikasikan Beracun untuk sistim

reproduksi

Toksisitas organ target khusus - pemaparan satu kali

Tidak tersedia data

Toksisitas organ target khusus - pemaparan berulang

Tidak tersedia data

(5)

Dampak kronis Talek mungkin memiliki efek pada paru-paru, sehingga mengakibatkan neumokoniosis talek.

Efek-efek interaktif Tidak tersedia data

Informasi lain Tidak ada efek spesifik yang akut atau kronis yang dicacat.

12. Informasi Ekologi

Berbahaya ke kehidupan akuatik dengan efek yang bertahan lama.

Ekotoksisitas

Tidak tersedia data Kegigihan/tingkat-penguraian

Bioakumulasi

Oktanol/koefisien partisi air log Kow

Nonifenol (CAS 84852-15-3) 5.71

Sikloheksana (CAS 110-82-7) 3.44

Produk ini tidak larut dalam air dan akan menyebar/mengapung di permukaan air.

Mobilitas di dalam tanah

Efek-efek bahaya lain Tidak diketahui.

13. Pembuangan limbah

Buanglah sesuai dengan semua peraturan yang berlaku.

Metode pembuangan/informasi

Buang sesuai dengan peraturan lokal.

Limbah peninggalan

Wadah kosong harus dibawa ke tempat penanganan limbah yang telah disetujui untuk didaur-ulang atau dibuang.

Pengemasan yang terkontaminasi

14. Informasi pengangkutan

ADR

Tidak disebutkan dalam peraturan sebagai barang berbahaya.

IATA

Tidak disebutkan dalam peraturan sebagai barang berbahaya.

IMDG

Tidak disebutkan dalam peraturan sebagai barang berbahaya.

Tidak dapat dipakai.

Mengangkut dalam jumlah besar menurut Lampiran II dari MARPOL 73/78 dan Kode IBC

15. Peraturan Perundang - undangan

Peraturan yang berlaku

CWC (Undang-undang RI No. 9 tahun 2008 tentang Larangan Penggunaan Bahan Kimia sebagai Senjata Kimia, 10 Maret 2008)

Tidak diatur.

Bahan Berbahaya yang Harus Terdaftar (Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia) Tidak diatur.

Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 254/MPP/Kep/7/2000, Lampiran 1: Daftar Bahan Berbahaya yang Diatur Tata Niaga Impornya

Tidak diatur.

Kimia Prekursor (Menteri Industri dan Perdagangan No. 647/MPP/Kep/10/2004 mengenai Peraturan tentang Impor Prekursor, Lampiran 1)

Tidak diatur.

Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun , Lampiran II, Tabel 1: Daftar Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dilarang dipergunakan

Tidak diatur.

Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun , Lampiran II, Tabel 2: Daftar Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang terbatas dipergunakan

Tidak diatur.

Keputusan Menteri Perindustrian No. 148 Tahun 1985 tentang Pengamanan Bahan Beracun dan Berbahaya di Perusahaan Industri, Lampiran: Daftar Bahan Beracun dan Berbahaya

Sikloheksana (CAS 110-82-7)

Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun , Lampiran I: Daftar Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dipergunakan

Zat-zat yang terdaftar

Sikloheksana (CAS 110-82-7)

Zat-zat terdaftar / Berlaku sampai tahun 2040 Tidak diatur.

VECTOR® 7400 Styrenic Block Copolymer SDS Indonesia

(6)

16. Informasi lain

Dokumentasi ACGIH tentang Nilai Batas Ambang dan Indeks Pemaparan Biologis EPA: Database AQUIRE (Database mendapatkan informasi kembali toksisitas akuatik) Monograf IARC. Evaluasi keseluruhan Karsinogenititas

HSDB® - Data Bank Bahan Berbahaya

Program Toxilogi Nasional (NTP) Laporan Karsinogen Bahan referensi

Tidak tersedia.

Diterbitkan oleh

Informasi dalam lembar ini ditulis berdasarkan pengetahuan dan pengalaman terbaik yang ada saat ini.

Penolakan

18-Desember-2013 Tanggal dikeluarkan

10-Desember-2015 Tanggal revisi

Referensi

Dokumen terkait

Penulisan Tugas Akhir ii bertujuan untuk mengetahui : 1) peranan Humas di dalam instansi Pemerintahan, 2) kegiatan peliputan Humas Pemerintah Daerah, 3) media-media yang digunakan

Setelah beredarnya film Ada Apa Dengan Cinta, beberapa film drama romantis yang terkenal diantaranya Eiffel I’m in Love diproduksi tahun 2003, Heart diproduksi tahun

Pembukaan konsentrasi Pariwisata Perhotelan ini karena ada beberapa kajian pemikiran yaitu ; (1) diprediksi satu waktu tidak akan ada lagi calon mahasiswa yang akan masuk

We’re really appreaciate mother’s effort, patient and her hard work to conserve the family’s happiness.. My mother is an indispensable part of my

Ketiganya adalah (1) kearifan berbeda dengan karakteristik kepribadian lainnya karena di dalam konsep tersebut diintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan motivasi, (2)

Angka Pori () dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara volume pori () dengan volume butiran padat () dalam tanah tersebut yang dinyatakan dalam satuan

Blora mulai berubah statusnya dari apanage menjadi daerah Kabupaten pada hari Kamis Kliwon, tanggal 2 Sura tahun Alib 1675, atau tanggal 11 Desember 1749 Masehi,

Karet kopolimerisasi radiasi monomer stiren yang berasal dari lateks kebun, pada dosis iradiasi 10 kGy, laju dosis 5 kGy/jam, mengandung residu stiren antara 69,7 ppm sampai