• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 Landasan Teori

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 2 Landasan Teori"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 2 Landasan Teori

2.1 Pengertian Kantor

Secara etimologis kantor berasal dari Belanda: “kantoor”, yang maknanya: ruang tempat bekerja, tempat kedudukan pimpinan, jawatan instansi dan sebagainya. Dalam bahasa Inggris “office” memiliki makna, yaitu tempat memberikan pelayanan (service), posisi, atau ruang tempat kerja.

Pengertian kantor dapat dibedakan menjadi 2, yaitu kantor dalam arti dinamis dan kantor dalam arti statis.

1. Kantor dalam arti dinamis merupakan proses penyelenggaraan kegiatan pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan, dan penyampaian pendistribusian data/informasi atau dapat dikatakan kantor dalam arti dinamis merupakan kegiatan ketatausahaan atau kegiatan administrasi dalam arti sempit.

2. Kantor dalam arti statis bisa berarti ruang kerja, kamar kerja, markas, biro, instansi, lembaga, jawatan, badan, perusahaan, serta tempat atau ruangan penyelenggaraan kegiatan pengumpulan, pencatatan, pengolahan,penyimpanan penyampaian/pendistribusian data/informasi.

Selain pengertian-pengertian tersebut, ada beberapa pengertian kantor

secara statis, Menurut Moekijat (2008), kantor adalah setiap tempat

yang biasanya dipergunakan untuk melakukan pekerjaan tatausaha

(2)

(pekerjaan kantor, pekerjaan tulis menulis) dengan nama apapun juga nama itu diberikan.

Dari definisi-definisi diatas dapatlah ditarik kesimpulan bahwa kantor dalam arti dinamis adalah tempat diselenggarakannya kegiatan tata usaha di mana terdapat ketergantungan sistem antara orang, teknologi, dan prosedur untuk menangani data dan informasi mulai dari menerima, mengumpulkan, mengolah, menyimpan, sampai menyalurkannya.

Fungsi kantor menurut Moekijat (2008) adalah untuk memberikan pelayanan komunikasi dari catatan-catatan.

Secara terinci fungsikantor adalah sebagai berikut:

1. Untuk menerima keterangan-keterangan. Misalnya surat-surat dan harga- harga.

2. Untuk mencatat keterangan. Misalnya catatan-catatan tentang pegawai, harga dan sebagainya.

3. Untuk menyusun keterangan. Misalnya, dalam pembiayaan dan pembukuan.

4. Untuk memberi keterangan misalnya, daftar barang-barang dagangan.

2.2 Pengertian Tata Ruang Kantor

Definisi yang menjelaskan tentang pengertian tata ruang perkantoran

adalah pengaturan dan penataan yang se efesien mungkin letak

perlengkapan dan perabot kantor di dalam ruang dan lantai kerja yang

tersedia demi menjamin adanya tempat dan keleluasaan kerja yang sebaik-

(3)

baiknya bagi setiap karyawan atau bisa juga di artikan sebagai penentuan kebutuhan ruang dan penggunaan secara rinci dari suatu ruang untuk menyiapkan suatu susunan praktis faktor-faktor fisik yang dianggap perlu bagi pelaksanaan kerja perkantoran dengan biaya yang layak.

Produktivitas suatu organisasi secara langsung atau tidak langsung akan dipengaruhi oleh penataan ruang kerja (layout), baik dalam arti positif maupun negatif.

Menurut Quible (2001), layout sebuah kantor akan mempengaruhi ke efektifitasan karena akan mempengaruhi produktifitas terhadap pekerjaan yang dilakukan.

Layout kantor yang efektif akan memberikan manfaat mengoptimalkan penggunaan ruang yang ada secara efektif, mengembangkan lingkungan kerja yang nyaman bagi karyawan, memberikan kesan yang positif terhadap pelanggan perusahaan, menjamin efesiensi dari arus kerja yang ada, meningkatkan produktivitas kerja karyawan, mengantisipasi pengembangan organisasi di masa depan dengan melakukan perencanaa layout yang fleksibel.

2.3 Tujuan dan Asas-Asas Tata Ruang Kantor

Mempelajari tata ruang memberikan banyak manfaat bagi proses kerja

di kantor. Adapun tujuan tata ruang yaitu untuk memperlancar arus

komunikasi dan arus kerja, memberikan kondisi kerja yang baik,

mempermudah koordinasi dan pengawasan, meja, menghindarkan diri

(4)

dari kemungkinan saling mengganggu antara karyawan dengan karyawan lainnya, mempergunakan setiap ruangan dengan baik, memisahkan pekerjaan yang berbunyi keras, gaduh dan mengganggu dari pekerjaan yang sunyi, pelaksanaan pekerjaan dapat menempuh jarak terpendek, dapat memberikan privasi/keleluasaan pribadi dan keamanan, serta terciptanya kesan yang baik tentang organisasi tersebut dari relasi dan tamu yang datang.

Meskipun dipengaruhi oleh teknologi canggih, tata ruang yang baik tetap harus mengikuti standart-standart tertentu. Menurut Richard murter dalam Gie (1991), tata ruang yang baik memiliki asas-asas sebagai berikut:

a. Asas Jarak Terpendek

Perubahan tata ruang kantor pada asas ini adalah menata letak meja- meja dengan jarak antar meja tidak terlalu lebar sehingga pergerakan antar karyawan dapat lebih cepat. Jarak antar meja/unit yang jauh akan mengakibatkan perlu beberapa langkah untuk mencapai ke meja lain, bandingkan dengan jarak meja yang tidak terlalu lebar.

b. Asas rangkaian kerja

Asas menempatan para karyawan dan peralatan menurut urutan pekerjaan menjadikan pekerjaan lebih cepat dan tidak membuat berseliweran karyawan lainnya karena pengaturan mejanya sudah runtut/teratur.

c. Asas penggunaan segenap ruangan

(5)

adalah tidak ada ruangan atau luas ruangan yang tidak dimanfaatkan.

Jika ada ruangan yang kosong maka dapat diletakkan tanaman, hiasan, aquarium, dan lain sebagainya sehingga membuat ruangan semakin nyaman dan asri.

d. Asas perubahan susunan tempat kerja

Asas ini memungkinkan apabila di kantor ada perkembangan baik pada pekerjaan maupun pegawai tata ruang dapat diubah dengan mudah dan cepat.

2.4 Jenis Tata Ruang Kantor

Tata ruang kantor menjadi satu hal yang juga penting dilakukan agar dapat memberi rasa nyaman bagi para pekerja sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan lancer tanpa hambatan. Di gedung perkantoran, umumnya, jenis tata ruang di bedakan menjadi empat, yaitu :

1. Konsep tata ruang kantor tertutup/berkamar (cubicel type offices) yaitu tata ruang kantor dimana masing-masing orang atau divisi dalam kantor dipisahkan melalui sekat-sekat maupun tembok sehingga ruang kerja terdiri dari kamar-kamar privat untuk melakukan berbaga aktivitas pekerjaannya. Biasanya untuk pekerjaan dengan kerahasiaan yang tinggi (high confidiental).

Keuntungan: Dapat menjamin konsentrasi kerja karena pandangan

dibatasi oleh sekat, memiliki privasi yang tinggi sehingga pekerjaan

yang bersifat rahasia dapat terjamin kerahasiaanya, ruang kerja masing-

(6)

masing divisi dapat dibedakan,dapat menjaga status masing-masing jabatan, dan terpeliharanya kewibawaan pimpinan, kebersihan kerja lebih terjamin karena masing-masing orang memiliki tanggung jawab atas ruang yang ia gunakan.

Kerugian: Karena adanya sekat pembatas,menyebabkan komunikasi antar karyawan tidak dapat dilakukan secara langsung, membutuhkan biaya lebih besar, mulai dari pembelian sekat, biaya pemeliharaan ruangan, pengaturan cahaya, dan biaya pembelian peralatan dan perlengkapan kantor lainnya, pemakaian ruangan tidak fleksibel jika suatu saat ada perubahan tempat maupun saat terjadi perombakan organisasi, kondisi kantor yang tertutup dapat mempersulit pengawasan, membutuhkan ruang yang lebih luas untuk menata semua peralatan dan perlengkapan kantor.

Konsep ini banyak di pakai di kantor-kantor pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, dan kementrian-kementrian termasuk Kementrian Agama.

2. Konsep tata ruang kantor terbuka (open plan offices) yaitu ruangan kerja

yang di dalamnya terdapat banyak karyawan maupun divisi kerja yang

tidak dipisahkan oleh pembatas apapun sehingga ruang kerja terlihat

cukup luas. Ruang kerja seperti ini biasanya karyawan dapat menempati

satu meja khusus dan bisa juga dalam satu meja bisa ditempati oleh

beberapa karyawan sekaligus.

(7)

Keuntungan: Pimpinan lebih mudah melakukan pengawasan terhadap kinerja masing-masing karyawan, mempermudah pengaturan cahaya karena dalam satu ruang tidak membutuhkan penerangan yang banyak sebagaimana tata ruang kantor tertutup, sirkulasi udara bisa lebih baik dan dapat diatur dengan mudah karena tidak terlalu banyak sekat maupun tembok permanen, dekorasi kantor bisa dibuat dengan mudah karena tidak terlalu banyak pernak-pernik yang dibutuhkan, lebih fleksibel jika suatu saat dibutuhkan perubahan tata ruang, komunikasi antar karyawan bisa lebih mudah karena tidak ada pembatas, dapat dilakukan penyeragaman kerja dan mempermudah dalam pembagian peralatan kerja, lebih menghemat biaya, dan lain-lain.

Kerugian: Para karyawan lebih sulit untuk fokus dalam melakukan pekerjaannya, suasana kerja berpotensi gaduh dan bising karena masing- masing orang bisa ngobrol dan bersenda gurau, batas kedudukan antara pimpinan dan bawahan tidak jelas, kerahasiaan pekerjaan tidak terjamin karena masing-masing orang dapat memantau pekerjaan orang lain, kondisi kantor bisa terlihat kurang rapi jika banyak tumpukan berkas yang tidak ditata dengan baik.

Konsep tata ruang kantor ini banyak di pakai oleh kantor-kantor pemerintah pusat maupun daerah.

3. Konsep tata ruang kantor berpanorama (landscape offices) yaitu ruang

kantor yang dihiasi oleh berbagai elemen hias untuk mempercantik

ruangan kantor. Beberapa elemen hias ini bisa berupa tanaman hidup,

(8)

tanaman sintetis, maupun bahan dekorasi lain seperti kain, sterofoam, gabus dan lain sebagainya.

Keuntungan: Suasana kerja dalam kantor lebih nyaman sehingga para pegawai lebih betah dalam kantor, suasana yang nyaman dapat meminimalisir ketegangan syaraf dalam bekerja, dapat menghindari kebisingan dan kegaduhan saat bekerja, produktivitas kerja dapat meningkat karena dalam melakukan pekerjaan bias dilakukan lebih efektif dan efisien.

Kerugian; Membutuhkan biaya yang besar untuk mendesain dan membuat dekorasinya, biaya pemeliharaan cukup tinggi, membutuhkan tenaga ahli yang dapat menciptakan suasana yang sesuai harapan.

Konsep ini banyak di pakai di kantor-kantor Bank, BUMN dan kantor- kantor perusahaan swasta.

4. Konsep tata ruang kantor gabungan yaitu ruang kantor yang terdiri dari

gabungan antara beberapa bentuk ruang kantor tertutup, ruang kantor

terbuka, dan ruang kantor berhias. Tata ruang kantor gabungan ini

banyak digunakan karena dari ketiga bentuk ruang kantor yang telah

disebutkan diatas mempunyai kerugiannya masing-masing. Dengan

menggabungkan berbagi unsur yang terbaik, maka kondisi kantor

gabungan bisa menjadi pilihan untuk menciptakan suasana kantor yang

lebih kondusif.

(9)

Masih berkaitan dengan konsep tata ruang kantor diatas, apabila ditinjau dari ruang lingkup kantor, maka tata ruang kantor dapat di bedakan dalam beberapa bagian, sebagai berikut :

a) Tata ruang pribadi (private office):

Tata ruang pribadi digunakan untuk berbagai alasan seperti prestis dan status.Misalnya ruang atasan.Selain itu, pegawai memerlukan private office apabila membutuhkan ruangan yang sepi untuk berkonsentrasi dalam pekerjaan atau pegawai yang bekerja dengan menggunakan alat-alat atau material yang mahal sehingga memerlukan ruangan tersendiri.

b) Tata ruang antar bagian yang terdiri dari:

 General office area

General office area lebih banyak disukai daripada private office area. Hal tersebut dilakukan jika biaya membuat private area dirasakan lebih mahal. Membutuhkan kemudahan dalam pengawasan secara langsung terhadap bawahan. Suatu saat dimungkinkan adanya perubahan layout. Apabila tidak ingin disulitkan oleh pengaturan penerangan, sirkulasi udara, alat komunikasi, meubel, dan furniture harus ada keterkaitan pekerjaan pelayanan terhadap administrasi tinggi. Dengan adanya asas kebersamaan yang cukup tinggi dapat memudahkan bottom up decision making.

 Private office area

(10)

Misalnya ruang rapat atau ruang konferensi, ruang tamu, ruang pelayanan dan sebagainya.

 Service area

Biasanya merupakan tempat yang kotor atau berisik.

Misalnya:ruang dapur, cafe, ruang foto kopi, ruang percetakan, dan toilet.

 Storage area

Digunakan untuk penyimpanan barang-barang, misalnya ruang penyimpanan bahan mentah, barang setengah jadi dan ruang arsip.

2.5 Perancangan tata ruang kantor

Menurut Gie (2007), menentukan kelancaran pelaksanaan tata usaha adalah penyusunan tempat kerja dan alat perlengkapan kantor dengan sebaik–baiknya. Penyusunan alat– alat kantor pada letak yang tepat serta pengaturan tempat kerja yang menimbulkan kepuasan bekerja bagi para pegawai disebut tata ruang Salah satu faktor penting yang turut perkantoran.

Tata ruang yang baik akan bermanfaat bagi organisasi yang bersangkutan dalam menyelesaikan pekerjaan. Pada prinsipnya impelementasi tata ruang yang baik akan diperoleh keuntungan – keuntungan sebagai berikut: (Gie, 2007).

1. Mencegah penghamburan tenaga dan waktu para pegawai karena

berjalan mondar – mandir yang sebetulnya tidak perlu.

(11)

2. Menjamin kelancaran proses pekerjaan yang bersangkutan.

3. Memungkinkan pemakaian ruang kerja secara efisien, yaitu suatu luas lantai tertentu dapat dipergunakan untuk keperluan yang sebanyak- banyaknya.

4. Mencegah pegawai dibagian lain terganggu oleh publik yang akan menemui suatu bagian tertentu.

Tata ruang yang dirancang dengan baik umumnya akan memiliki dampak positif dan tata ruang yang buruk umumnya akan memberikan dampak negatif. Dari sudut pandang biaya efektif, merancang sebuah area kerja yang efisien sangat penting.Tata ruang melibatkan tiga komponen, peralatan, alur kerja, dan hubungan karyawan, komponen ini harus benar- benar dipelajari dan dianalisis agar karyawan bekerja dengan efisien.

Sebelum di mulai menyusun konsep tata ruang, maka terlebih dahulu perlu di ketehui langkah-langkah menyusun tata ruang antara lain yaitu:

mengetahui hubungan satuan yang melaksanakan kegiatan administrasi dengan satuan-satuan kerja lainnya.

Buat denah kantor dalam ukuran skala, pintu masuk, jendela dan pilar

gedung. Pelajari pekerjaan (jenis, proses, urutan pekerjaan) yang tercakup

dalam lingkungan kantor itu.Tentukan letak meja kerja, lemari, mesin

kantor dan fasilitas lainnya dengan berpedoman pada teknik penataan meja

kerja. Pindah atau hapus dan gambarkan kembali meja kerja, lemari, mesin

kantor dan fasilitas lainnya masing-masingnya dan letakkan pada tempat

yang dapat memenuhi prinsip dan asas tata ruang yang baik.

(12)

TEKNIK PENATAAN MEJA KERJA RUANG KANTOR

Penataan meja kerja dilakukan dengan baik. Meja kerja merupakan perlengkapan kantor yang relatif lebih banyak dari peralatan lainnya, pada umumnya karena setiap personil memiliki satu meja kerja. Dengan demikian semakin banyak jumlah personil suatu kantor akan memiliki meja kerja yang relatif banyak. Oleh sebab itu, meja kerja perlu ditata dengan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi prinsip tata ruang kantor yang baik.

Teknik penataan meja kerja dapat dilakukan dengan cara berikut :

Meja-meja kerja sebaiknya disusun menurut garis lurus menghadap ke jurusan yang sama atau dengan pola susunan yang saling bertolak belakang atau dengan posisi beradu punggung.

Pada tata ruang yang terbuka atau relatif besar, susunan meja-meja dapat terdiri atas beberapa baris.

Diantara baris meja dan blok suatu baris dengan blok baris lainnya perlu disediakan jarak untuk lalu lintas personil, atasan, maupun orang lain yang sedang mendapat layanan.

Lebar lorong diantara satu blok baris dengan blok baris lainnya sekitar

120 cm dan lorong diantara satu baris dengan baris lainnya sekitar 80

cm.

(13)

Meja untuk pimpinan dalam suatu ruang terbuka ditempatkan dibelakang menghadap searah dengan personil atau didepan personil berhadapan dengan personil.

Penempatan pimpinan suatu unit kerja dengan pimpinan unit kerja lain pada rung terbuka ditempatkan dekat dengan personil yang menjadi bawahannya.

Penempatan personil disesuaikan dengan jenis pekerjaannya, personnil yang banyak mengerjakan pekerjaan yang memerlukan konsentrasi kerja yang tinggi ditempatkan jauh dari lalu lintas orang-orang, demikian juga personil yang banyak berhubungan dengan pihak luar ditempatkan dekat pintu masuk.

Personil yang menggunakan alat kerja yang menimbulkan suara ribut (bising) ditempatkan pada tempat yang dapat meredam suara atau jauh dari personil lain yang memerlukan konsentrasi kerjayang tinggi

Personil yang memiliki perlengkapan kerja yang relatif sulit dipindahkan ditempatkan dekat dengan perlengkapan kerjanya

Personil yang memiliki alat kerja yang menimbulkan getaran ditempatkan jauh dari dinding atau tiang agar getaran tersebut tidak merembes kebagian lain.

Personil yang memiliki perlengkapan kerja lemari yang berat atau peti

besi ditempatkan dekat dinding agar perlengkapan kerjanya ditempatkan

menempel ke tembok atau tiang untuk mendapatkan penyangga

(14)

Pimpinan yang sering menerima tamu dan membicarakan hal-hal yang bersifat rahasia organisasi ditempatkan pada kamar tersendiri

Pimpinan atau tenaga ahli karena sifat pekerjaannya membutuhkan ruangan tersendiri dapat dibuat ruang tersendiri dengan ukuran 2,5x3,6 (9 m2), untuk keperluan meja pimpianan (150x90cm), kursi pimpinan, kursi tamu, lemari pajangan/arsip pimpinan, dan lorong untuk lalu lintas pimpinan dan tamu.

2.6 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tata Ruang

Reaksi individu terhadap lingkungan fisik memang berbeda-beda.

Ada yang Peka terhadap suhuudara , meskipun suhu udara kantor sudah

standart tetapi tetap merasa kedinginan. Peka terhadapsinar matahari,

meskipun cahayanya redup, matanya akan terasa sakit dan perih. Padahal

dalam cuaca demikian, pekerja yang lainnya merasa nyaman. Namun

demikian, bagi pekerja yang normal, umumnya faktor-faktor yang

mempengaruhi efisiensi kinerja mereka adalah :

(15)

 Penerangan

Faktor cahaya sangat berpengaruh pada mata. Cahaya yang berlebihan maupun yang redup membuat mata cepat lelah. Penerangan cahaya yang baik akan diperoleh beberapa keuntungan, Hasil pekerjaan atau produktivitas bertambah, kualitas pekerjaan lebih baik, kesalahan kesalahan berkurang, semangat kerja pegawai lebih baik, mengurangi ketegangan dan kelelahan, prestise lebih baik untuk perusahaan.

Ada 4 sistem penerangan yang penting yakni : a) Cahaya langsung

Cahaya ini memancar lansung dari sumbernya ke permukaan meja.

Bila menggunakan lampu biasa (pijar), cahaya bersifat tajam, bayangan yang ditimbulakannya sangat jelas, cahaya ini menimbulkan kelelahan pada mata, jadi penerangan lampu cahaya langsung sebetulnya tidak baik untuk digunakan.

b) Cahaya setengah langsung

Cahaya ini memancar dari sumbernya dengan melalui tudung lampu yang biasanya terbuat dari gelas dengan warna seperti susu. Cahaya tersebar keseluruh jurusan sehingga tidak begitu tajam tetapi cahaya tetap lasung jatuh ke permukaan meja sehingga memantul ke arah mata pekerja.

c) Cahaya setengah tak langsung

(16)

Cahaya ini terjadi akibat pantulan dari langit-langit dan dinding ruangan sebagian lagi dari tudung kaca. Cahaya ini sudah cukup baik dari pada cahaya setengah langsung. Sifat bayang-banyangnya sudah tidak begitu tajam.

d) Cahaya tak langsung

Penerangan lampu terbaik adalah cahaya tak langsung. Sifat cahaya ini sudah lunak dan tidak akan menimbulkan kelelahan pada mata.

Karena cahaya ini tersebar ke seluruh penjuru dan tidak menimbulkan bayangan .

 Warna

Warna tidak hanya mempercantik kantor tetati juga memprbaiki kondisi-kondisi di dalam pekerjaan kantor itu dilakukan. Karena itu keuntungan penggunaan warna yang tepat adalah tidak hanya bersifat keindahan dan pshycologis, tetapi juga bersifat ekonomis. Warna tidak dapat di gunakan sembarangan. Hal ini tujuannya adalah suasana yang patut di hormati, tetapi menimbulkan kesengan.

Dengan menggunakan warna yang tepat dan baik akan berpengaruh pada jiwa seseorang juga dapat di gunakan untuk meredam cahaya.

Misalnya warna merah dapat digunakan bagi alat untuk merangsang

panca indra dan jiwa agar semangat dalam melaksanakan suatu

pekerjaan. Warna kuning dapat merangsang mata dan syaraf, sehingga

dapat menimbulkan perasaan riang gembira dengan melenyapkan

(17)

perasaan tertekan. Dan warna biru mempunyai pengaruh mengurangi ketegangan otot-otot tubuh dan tekanan darah.

Warna mempunyai pengaruh yang penting terhadap penerangan kantor.

Warna muda menambah penggunaan penerangan. Warna gelap mengurangi intesnsitas penerangan. Hal ini disebabkan warna muda memantulkan sinar (cahaya), sedangkan warna tua menyerap sinar penerangan. Karena itu setiap ruangan yang agak gelap akan menjadi lebih terang bagaimana warna muda di pergunakan untuk langit-langit, tembok dan lantai. Keuntungan penggunaan warna yang baik adalah, kantor terlihat tampak menyenangkan dan menarik pemandangan, Mempunyai pengaruh tidak langsung terhadap produktivitas karyawan.

 Udara

Udara yang panas menyebabkan pekerja mengantuk, lelah dan kurang bersemangat. Pemecahan yang dapat dilakukan adalah dengan pemasangan AC, memperlebar lubang angin jendela atau mengenakan pakaian yang nyaman. Keuntungan udara yang baik adalah, produktivitas yang lebih tinggi, mutu pekerjaan yang lebih tinggi, kesenangan dan kesehatan pegawai yang bertambah, semangat kerja yang lebih tinggi, kesan yang menyenangkan bagi para tamu.

 Suara

Suasana kantor yang gaduh tidak menyenangkan dan menimbulkan

kekacauan, suara yang gaduh menyebabkan kesulitan dalam

memusatkan fikiran, dalam menggunkan telephone dan dalam

(18)

melaksanakan pekerjaan kantor dengan baik. Menurut para dokter suara mengakibatkan perubahan dalam peredaran darah dan fikiran, seseorang mungkin tidak menyadari pengaruhnya, tetapi setelah beberapa waktu orang akan menjadi sangat lelah dan lekas marah sebagai pengaruh suara yang gaduh.

Ruangan yang menimbulkan suara gaduh dipisahkan dengan unit-unit lain, bisa juga di beri peredam suara seperti langit-langit atau dinding ruang dipakai lapisan-lapisan penyadap suara, mesin-mesin tik dibawahnya diberi alas karet busa tipis, pesawat telepon dibuatkan bilik kecil yang tertutup rapat, lantai-lantai ruang sebaiknya di beri alas karetatausemacam tegel dari bahan yang tidak banyak meneruskan suara.

Suatu organisasi sebaiknya memperhatikan lingkungan fisik di dalam kantor. Kenyamanan dan keamanan dalam bekerja dapat menghemat pengeluaran dan tenaga, sebab pekerja menjadi lebih energikdan sehat, yang secara tidak langsung mempengaruhi kondisi mereka untuk mengeluarkan gagasan-gagasan yang inovatif.

2.6.1 Faktor Lingkungan

Syarat lingkungan fisik diantaranya kebersihan, luas ruangan

sebaiknya dipergunakan untuk sejumlah karyawan, suhu udara,

ventilasi, penerangan dari cahaya matahari maupun lampu, fasilitas

kesehatan, tersedianya air minum, mesin-mesin, kotak P3K dan

perlindungan dari kebakaran.

(19)

Kebersihan meliputi bangunan, perlengkapan, dan perabotan yang ada dilingkungan kantor harus dipelihara kebersihannya. Luas ruang kantor harus menyediakan luas lantai 40 square feet untuk setiap karyawan minimal (3,7 meter persegi). Temperatur yang layak harus dipertahankan dalam ruangan kerja umumnya 25 drajat celcius dengan kelembababan udara 45%

Ventilasi diatur secara sistematis untuk menjaga sikulasi udara agar ketersediaan oksigen tetap mencukupi untuk semua orang dalam suatu ruangan. Kemudian untuk penerangan baik yang berasal dari cahaya matahari maupun lampu, sebaiknya tidak terlalu gelap atau terang serta cahaya dapat diatur agar tiba di atas meja pekerja dari arah kiri. Fasilitas kesehatan, kamar kecil, toilet, dll harus disediakan untuk para petugas serta dipelihara kebersihannya.

Fasilitas cuci, ruang cuci muka/tangan dengan air hangat dan dingin

berikut sabun dan handuk disediakan seperlunya. Air bersih untuk

keperluan minum sebaiknya dispenser disediakan di setiap ruang

kerja dan kelayakan serta ketersediaan air di dalamnya dipantau

setiap saat oleh petugas khusu. Tempat Pakaian, dalam kantor harus

disediakan tempat untuk menggantungkan pakaian yang tidak

dipakai sewaktu kerja dan fasilitas untuk mengeringkan pakaian

basah.Tempat Duduk, petugas harus disediakan tempat duduk untuk

keperluan bekerja dengan sandaran kaki. Lantai, gang, dan tangga

lantai harus dijaga agar orang tidak mudah tergelincir, tangga diberi

(20)

pegangan untuk tangan dan bagian yang terbuka diberi pagar.Bagian mesin yang berbahaya harus diberi pelindung dan petugas yang memakainya harus terlatih. Pegawai tidak boleh ditugaskan mengangkat, membawa atau memindahkan beban berat yang dapat menyebabkan kecelakaan.Dalam ruangan kerja harus disediakan kotak obat–obatan sebagai pertolongan pertama untuk pegawai apabila ada pegawai yang mengalami sakit atau luka akibat bekerja, Penjagaan kebakaran, di dalam kantor harus disediakan alat untuk memadamkan kebakaran baik itu lonceng ataupun alarm.

Kecelakaan dalam kantor yang menyebabkan kematian atau absen

pegawai lebih dari 1 minggu harus dilaporkan kepada pihak

berwajib. Fasilitas ini mencakup daftar nomer telephon penting,

seperti rumah sakit, ambulan, pemadam kebakaran dan lain-lain.

(21)

Referensi

Dokumen terkait

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus karena berkatNya saya dapat menyelesaikan skripsi saya yang berjudul “Daya Inhibisi Ekstrak Etanol Herba

dan beberapa saat kemudian tiba-tiba terdakwa didatangi oleh saksi Naldi Susanto, saksi Azhari Antoni, sdr.Riki, sdr.Kusmanto dan sdr.Rhino Handoyo (Anggota

Spesialis Patologi Klinik di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Ucapan terimakasih juga kepada Rektor Fakultas

Kesain terdiri dari tiga di Desa Sukanalu: kesain rumah julun, rumah ukir, dan rumah

Penjualan tunai adalah transaksi penjualan yang pelunasannya dilakukan pada saat transaksi terjadi, sedangkan penjualan kredit adalah transaksi penjualan yang pelunasannya

Pesakit yang mengalami masalah depresi serta mempunyai masalah psikiatri adalah dilaporkan lebih sukar dirawat berbanding pesakit yang tidak mempunyai masalah

The UP and UP-UN-Ov strategies recorded the same results, suggesting that at every round of rule refinement, UP features exist and therefore, only rules without negation are

Dari hasil pembuatan sistem informasi terdistribusi pada manajemen inventarisasi peralatan laboratorium serta hasil pengujian dan analisa yang telah dilakukan maka dapat