1
INTERVENING
(Studi Empiris yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2014 – 2019)
PROPOSAL PENELITIAN INTERNAL
Oleh:
Drs Cotoro Mukri, M.M Indra Satria, S.E, M.M Ir Achmad Djamil, M.M
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS PANCASILA
JAKARTA
5 Oktober 2020
2 A. Latar Belakang Masalah
Indeks saham barang konsumsi adalah salah satu indeks saham sektoral yang terdapat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks saham sektoral diklarifikasikan menjadi sembilan sektor menurut klarifikasi industri yang telah ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia. Indeks barang konsumsi masuk ke dalam sektor kelima yang termasuk sektor sekunder atau yang dikenal dengan sektor industri pengolahan. Sektor-sektor yang masuk ke dalam sektor sekunder (industri pengolahan) merupakan sektor yang masuk dalam bagian manufaktur di Bursa Efek Indonesia.
Indeks barang konsumsi berisikan semua perusahaan yang terdaftar di sektor barang konsumsi Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sektor barang konsumsi dibagi menjadi makanan dan minuman, rokok, farmasi, kosmetik dan produk rumah tangga, serta peralatan rumah tangga (www.indonesia-investments.com). Informasi yang terdapat dalam indeks saham barang konsumsi setiap waktunya (dalam detik ataupun menit) merupakan gambaran dari situasi pasar yang terjadi secara umum atau berguna untuk menunjukkan apakah harga saham barang konsumsi akan mengalami kenaikan atau penurunan di dalam sebuah negara.
Pergerakkan indeks harga saham yang cenderung meningkat, tidak terlepas dari kondisi perekonomian negara secara makro. Indeks harga saham sangat dipengaruhi oleh variabel-variabel makro. Indeks harga saham
mengikuti optimisme dan pesimisme para investor saham. Indeks saham sebuah negara juga dipengaruhi perekonomian negara lain (Sudirman, 2015).
Nilai kurs tukar Rupiah menurut Fabozzi dan Franco (1996) nilai kurs adalah “an exchange rate is defined as the amount of one currency that can be exchange per unit of another currency, or the price of one currency in items of another currency”. Kurs (exchange rate) antara dua negara adalah tingkat harga yang disepakati penduduk kedua negara untuk saling melakukan perdagangan (Gregory Mankiw, 2003). Sedangkan Tucker (1995 ) menyatakan bahwa: “the exchange rate is the number of units one nation’s currency that equals one unit of another nation’s currency”
Kurs Dolar merupakan faktor ekonomi yang dapat memengaruhi secara positif maupun negatif pada indeks barang konsumsi, inflasi, dan suku bunga. Kurs (nilai valuta asing) merupakan jumlah satuan mata uang yang harus diserahkan untuk mendapatkan satuan mata uang asing (Alam S., 2007). Kurs yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kurs Dolar (USD/Rp).
Perubahan nilai tukar dapat memengaruhi nilai investasi di pasar modal, terutama dalam pergerakan harga saham. Frederic (2008) menyatakan bahwa setiap perubahan kurs mempunyai dampak langsung terhadap konsumen Amerika, karena kurs dapat memengaruhi biaya impor. Apabila kurs Dolar melemah dapat mendorong harga barang-barang dari luar negeri semakin mahal. Perusahaan yang berorientasi pada impor dan melakukan transaksinya menggunakan uang Dolar AS, biaya bahan baku akan meningkat. Hal tersebut akan berpengaruh pada laba yang didapat perusahaan dan mengakibatkan dividen yang dibagikan ke pemegang saham menurun.
Apabila biaya bahan baku produksi meningkat yang disebabkan dari melemahnya kurs dolar akan berimplikasi pada relatif tingginya harga.
Sementara pendapatan masyarakat relatif tetap atau tidak ada perubahan, maka akan berdampak terjadinya inflasi. Inflasi merupakan salah satu variabel yang memengaruhi harga saham yang terdapat di pasar modal.
Sukwiati (2009) menyatakan bahwa inflasi adalah suatu keadaan yang mengakibatkan naiknya harga secara umum atau suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinyu). Apabila inflasi mempunyai nilai yang ringan, maka dapat berdampak positif dapat mendorong perekonomian untuk berkembang lebih baik. Sebaliknya, apabila inflasi naik akan mengakibatkan keadaan perekonomian menjadi lesu, orang tidak bersemangat bekerja, menabung dan mengadakan investasi dan produksi. Inflasi dapat memengaruhi pendapatan laba perusahaan.
Pada tahun 2018 telah terjadi kenaikan suku bunga jangka panjang dan pendek FED. Hal ini menimbulkan ekspektasi penguatan dolar terhadap mata uang asing lain. Kenaikan suku bunga FED sebesar 2,00-2,25% yang sebelumnya sebesar 1,75-2,00%. Kenaikan suku bunga FED berdampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Ketika suku bunga FED naik, maka bunga pinjaman maupun simpanan di bank dan lembaga keuangan lainnya juga bisa naik, maka itu akan menarik minat investor dari seluruh dunia untuk menempatkan dana mereka dalam bentuk tabungan atau deposito di Amerika.
Faktor eksternal lain yang dianggap dapat memengaruhi nilai perusahaan adalah tingkat suku bunga (interest rate), pada kondisi terjadinya tingkat suku bunga yang tinggi di mana jika imbalhasil yang ditawarkan oleh perbankan dinilai jauh lebih tinggi yang bisa diperoleh melebihi pasar modal, para investor lebih memutuskan untuk memindahkan dari pasar modal dan menginvestasikannya produk-produk simpanan milik perbankan (Kusuma, 2016; Momami dan Alsharari, 2012; Oshaibat dan Majali, 2016)
Suku bunga BI merupakan tingkat suku bunga yang ditetapkan oleh BI sebagai patokan bagi suku bunga pinjaman maupun simpanan bagi bank dan atau lembaga-lembaga keuangan di seluruh Indonesia. Jika suku bunga BI mengalami kenaikan akan berdampak pada naiknya biaya transaksi perusahaan dalam proyek investasi, sebagian besar investor memilih
berinvestasi pada instrument lain, maka harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) menurun.
Minyak merupakan komoditi yang cukup penting bagi perekonomian Indonesia. Fluktuatif harga minyak dunia dapat berpengaruh terhadap pasar modal. Bagi negara pengekspor minyak dan perusahaan tambang akan mendapatkan laba yang besar, dengan adanya kenaikan harga minyak dunia.
Akan tetapi, bagi perusahaan yang diluar sektor pertambangan akan mengakibatkan kerugian karena biaya operasional akan meningkat.
Beberapa penelitian terdahulu telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara tingkat suku bunga dan harga minyak dunia terhadap pasar modal. Penelitian Kilian and Park (2009) menunjukkan bahwa pergerakan harga minyak tidak berpengaruh secara langsung pada pasar modal Amerika Serikat. Penelitian Bernanke and Kuttner (2004) menunjukkan bahwa tingkat suku bunga memiliki pengaruh secara signifikan terhadap pergerakan pasar modal Amerika Serikat. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Valadkhani, et al (2006) tentang pengaruh variabel makroekonomi Thailand dan Pasar Modal Internasional terhadap Pasar modal Thailand memberikan hasil bahwa variabel makroekonomi seperti tingkat suku bunga, nilai tukar baht, indeks harga konsumen dan jumlah penawaran uang tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pergerakan pasar modal Thailand, sementara perubahan harga minyak memberikan pengaruh yang negatif bagi pasar modal Thailand hanya untuk periode sebelum krisis pada tahun 1997.
Berdasarkan penelitian terdahulu tersebut, peneliti ingin menguji lebih lanjut tentang Pengaruh Suku Bunga FED, Suku Bunga BI, Tingkat Inflasi, Harga Minyak Dunia Terhadap Indeks Saham Barang Konsumsi dengan Kurs Dolar Sebagai Variabel Intervening yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode Tahun 2014-2019.
B. Identifikasi, Pembatasan, dan Rumusan Masalah 1. Identifikasi Masalah
Dari latar belakang masalah penelitian dan hasil temuan penelitian terdahulu yang telah diuraikan tersebut, maka dapat diidentifikasi masalah penelitian, sebagai berikut:
a. Kebijakan bank sentral AS meningkatkan suku bunga FED untuk ekspansi berkelanjutan kegiatan ekonomi berpengaruh terhadap perekonimian negara lain, dan berdampak pada perusahaan, mengakibatkan menurunnya indeks harga saham.
b. Terdepresiasinya nilai tukar Rupiah terhadap US$ menyebabkan sebagian besar perusahaan tidak mampu membayar pinjamannya kepada bank. Salah satu kebijakan yang ditempuh pemerintah untuk mengurangi gejolak nilai tukar tersebut, yaitu dengan menaikkan tingkat suku bunga melalui instrumen Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU).
c. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar dan naiknya suku bunga BI diakibatkan dampak dari naiknya acuan suku bunga yaitu suku bunga FED.
d. Kebijakan pembatasan impor akan dapat menghambat produksi terutama pada industri yang raw material-nya masih impor, karena raw materialsnya dibeli secara impor. Pembatasan ini diharapkan tidak mengurangi keberadaan bahan baku penting komponen produksi. Apabila terjadi kurangnya permintaan akan menyebabkan harga naik dan terjadi inflasi.
e. Beberapa peneliti terdahulu tentang Suku bunga, kurs, inflasi, dan harga minyak dunia pengaruhnya terhadap indeks saham barang konsumsi, masih menghasilkan kesimpulan yang berbeda-beda
bahkan bertentangan satu dengan yang lainnya, masih ditemukan hasil penelitian yang belum konsisten (inkonsisten), bervariasi, dan campuran (mix). Kondisi ini pada akhirnya memunculkan kesimpulan bahwa temuan-temuan para peneliti tersebut menyebabkan munculnya research gap, sehingga perlu dilakukan penelitian lanjutan yang diharapkan akan memperkuat peneliti sebelumnya.
f. Meningkatnya harga minyak dunia dikhawatirkan akan membuat pemerintah mengeluarkan uang atau dana yang lebih untuk mengimpor Bahan Bakar Minyak (BBM). Harga minyak dunia naik maka ada penilaian investor defisit neraca akan semakin besar.
2. Pembatasan Masalah
Penelitian ini untuk menguji pengaruh suku bunga Fed, suku bunga BI, tingkat inflasi, dan harga minyak dunia terhadap indeks saham barang konsumsi dengan kurs dolar sebagai variabel inervening. Dari latar belakang masalah dan judul penelitian tersebut, maka pembatasan masalah penelitian ini, sebagai berikut:
a. Variabel independen pada penelitian ini adalah suku bunga FED, suku bunga BI, tingkat inflasi, dan harga minyak dunia.
b. Variabel dependen adalah indeks saham barang konsumsi.
c. Variabel Intervening adalah kurs dolar.
d. Periode data penelitian ini adalah dari periode tahun 2014 sampai dengan 2019.
e. Data penelitian yang diambil bersumber dari data yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI).
3. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, pembatasan masalah,dan identifikasi masalah, maka rumusan penelitian ini adalah, sebagai berikut:
a. Apakah suku bunga FED, suku bunga BI, tingkat inflasi, dan harga minyak dunia berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap indeks saham barang konsumsi dan kurs dolar?.
b. Apakah suku bunga FED, suku bunga BI, tingkat inflasi, dan harga minyak dunia berpengaruh secara parsial terhadap indeks saham barang konsumsi dengan melalui kurs dolar ?.
c. Apakah kurs dolar berpengaruh terhadap indeks saham barang konsumsi ?.
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang masalah dan rumusan masalah penelitian, tujuan utama dari penelitian ini adalah, sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan suku bunga FED, suku bunga BI, tingkat inflasi, dan harga minyak dunia terhadap indeks saham barang konsumsi dan kurs dolar.
2. Untuk mengetahui pengaruh secara parsial suku bunga FED, suku bunga BI, tingkat inflasi, dan harga minyak dunia terhadap indeks saham barang konsumsi melalui kurs dolar
3. Untuk mengetahui pengaruh kurs dolar terhadap indeks saham barang konsumsi.
D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi berbagai pihak, baik yang langsung dapat diimplementasikan maupun yang digunakan untuk bahan kajian bagi pengembangan keilmuan. Manfaat penelitian ini dapat diklasifikasikan ke dalam:
1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan memberikan gambaran, menambah referensi pasar modal, dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai tingkat suku bunga FED, suku bunga BI, tingkat inflasi, dan kurs dolar.
Penelitian ini juga diharapkan dapat digunakan sebagai referensi bagi penelitian-penelitian serupa di masa datang.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi perusahaan barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)
Hasil penelitian ini diharapkan memberikan masukkan kepada perusahaan sektor barang konsumsi yang tercatat untuk lebih memperhatikan kondisi perekonomian, mampu membantu untuk mempredeksi perubahan-perubahan ekonomi yang terjadi, dan mampu untuk menstabilkan penjualan perusahaan supaya perusahaan tetap mendapatkan laba yang stabil.
b. Bagi investor
Hasil penelitian ini diharapkan memberikan pengetahuan untuk menanamkan modal pada waktu yang tepat agar tidak mendapatkan kerugian, karena investor menanamkan modal di perusahaan yang salah.
c. Bagi Peneliti Selanjutnya
Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi referensi data untuk melengkapi penelitian selanjutnya dan menjadi inspirasi ide dalam membuat penelitian serta mempermudah peneliti selanjutnya dalam mencari data dalam penelitiannya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Pada bab II ditinjau dari pustaka yang terkait dengan judul dan pokok masalah penelitian ini akan dikemukakan telaah pustaka, kerangka pemikiran, dan hipotetis penelitian.
A. Telaah Pustaka
Telaah pustaka pada penelitian ini akan dikemukakan teori-teori yang terkait dengan judul dan pokok masalah penelitian, antara lain:
1. Pengertian pasar modal 2. Fungsi pasar modal 3. Manfaat pasar modal 4. Instrumen pasar modal 5. Indeks saham
6. Indeks sektoral dan macam-macam indeks sektoral 7. Suku bunga, pengertian, dan jenis-jenis suku bunga 8. Suku bunga FED (Federal Funds Rate)
9. Suku Bunga Bank Indonesia (BI)
10. Inflasi, pengertian inflasi, dan jenis-jenis inflasi 11. Harga minyak dunia
12. Kusr ( nilai tukar)
B. Kerangka Pemikiran
Variabel penelitian ini terdiri dari variabel dependen yaitu indeks saham barang konsumsi. Variabel independen yaitu suku bunga FED, suku bunga BI, tingkat inflasi, dan harga minyak dunia. Variabel intervening yaitu kurs
dolar. Adapun gambar kerangka pemikiran yang dapat dilihat pada Gambar berikut ini:
Model Skematik Penelitian
Keterangan :
= Garis Parsial
= Garis Simultan Suku Bunga FED
(X1)
Suku Bunga BI (X2)
Tingkat Inflasi (X3)
Harga Minyak Dunia
(X4)
Kurs Dolar (Z)
Indeks Saham Barang Konsumsi
(Y)
C. Hipotesis Penelitian
Menurut Sugiyono (dalam Anggarian, 2016) mengemukakan bahwa hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, karena jawaban yang diberikan baru berdasarkan teori yang relevan belum didasarkan pada fakta-fakta empiris melalui pengumpulan data dan pegolahan data.
Berdasarkan landasan teori, hasil temuan penelitian terdahulu, rumusan masalah penelitian, kerangka pemikiran maka, hipotesis penelitian ini dapat dirumuskan, sebagai berikut:
1. H1 = Terdapat pengaruh secara parsial suku bunga FED terhadap indeks saham barang konsumsi.
2. H2 = Terdapat pengaruh secara parsial suku bunga BI terhadap indeks saham barang konsumsi.
3. H3 = Terdapat pengaruh secara parsial tingkat inflasi terhadap indeks saham barang konsumsi.
4. H4 = Terdapat pengaruh secara parsial harga minyak dunia terhadap indeks saham barang konsumsi.
5. H5 = Terdapat pengaruh simultan suku bunga FED, suku bunga BI, tingkat inflasi, harga minyak dunia terhadap indeks saham barang konsumsi.
6. H6 = Terdapat pengaruh secara parsial suku bunga FED terhadap kurs dolar.
7. H7 = Terdapat pengaruh secara parsial suku bunga BI terhadap kurs dolar.
8. H8 = Terdapat pengaruh secara parsial tingkat inflasi terhadap kurs dolar.
9. H9 = Terdapat pengaruh secara parsial harga minyak dunia terhadap kurs dolar.
10. H10 = Terdapat pengaruh simultan suku bunga FED, suku bunga BI, tingkat inflasi, harga minyak dunia terhadap kurs dolar.
11. H11 = Terdapat pengaruh indeks saham barang konsumsi terhadap kurs dolar.
12. H12 = Terdapat pengaruh parsial suku bunga FED, suku bunga BI, tingkat inflasi, dan harga minyak dunia terhadap indeks saham barang konsumsi melalui kurs dolar
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Pada bab III ini, metodologi penelitiannya akan dilakukan pengolahan data dan analisis data, yaitu:
1. Statistik deskriptif, yaitu deskripsi dari data variabel yang digunakan 2. Uji asumsi klasik
3. Uji regresi Linier berganda
4. Uji hipotesis baik secara parsial maupun simultan 5. Uji Koefisien Determinasi
DAFTAR PUSTAKA
Andrian, T, Lestari, T.P, (2013), Analisa Dampak Target The Fed Rate Terhadap Kebijakan Moneter Bank indonesia, Jurnal Dinamika Ekonomi dan Bisnis.
Volume 10.
Ang, Robert. (1997). Buku Pintar Pasar Modal Indonesia. Jakarta, Media Staff Indonesia
Anggarian, Ivan. (2016). Pengaruh Inflasi, Tingkat Suku Bunga dan Nilai Tukar Rupiah/US$ Terhadap Indeks Saham Properti. Jurnal Ekonomi dan Bisnis.
Volume 10
Aulia, D (2013). Penjaga Keseimbangan. Gerai Info Bank Indonesia, Juli 2013.
Bernake, B.S, Kennenth, N.K. (2004). What Explain the Stock Market’s Reaction to Federal Reserve Policy. Journal of Finance, American Finance assosiation. Volume 60 (3). Hal 1221 – 1257
Bursa Efek Indonesia. (2010). Buku Panduan Indeks Saham Bursa Efek Indonesia. Jakarta, Indonesia Stock Exchange
Darmaji, T, Fakhruddin, H.M. (2011). Pasar Modal di Indonesia. Edisi Ketiga.
Jakarta, Salemba Empat
Fajar, Taufik. (2018). Suku Bunga The Fed Naik, Kita Harus Menyesuaikan Diri.
Htt://economy.okezone.com/read/20018/09/27/20/1956357/suku-bunga-the fed-naik-sri-mulyani-kita-harus-menyesuaikan-diri.
Ghozali, I. (2016). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, VIII, Edisi 8 ISBN 979.704.015.1
Gom, Hotneri Gom. (2015). Analisis Pengaruh The Fed Rate, Indeks Dow Jones, dan Nikkei 225 Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2008-2013. Jurnal Ekonomi dan Keuangan Volume I. Hal 35 – 36
Hariyani, I, Serfiyanto, R. (2010). Buku Pintar Hukum Bisnis Pasar Modal.
Jakarta, Visimedia
Harsono, A.R, Worokinasih, S. (2018). Pengaruh Inflasi, Suku Bunga, dan Nilai Tukar Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan. Jurnal Administrasi Bisnis. Volume 60.
Killian, L.Park C. (2009). The Impact of Oil Price Shocks on the US. Stock Market. International Economic Reviews. Volume 50 (2).
Luthfian, Hilmia. (2017). Pengaruh Nilai Tukar, Tingkat Suku Bunga, dan Inflasi Terhadap Indeks Harga saham Sektor properti yang Tedaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal, Universitas Islam Indonesia
Mawarni, C.P, Widiasmara, A. (2018). Pengaruh FED Rate, Harga Minyak Dunia, BI Rate, Inflasi, dan Kurs Rupiah Terhadap Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) Periode Tahun2011 – 2017. Jurnal akuntansi. Volume 2.
Mulya, Meidiana, Ningsih, Ikaputera, Waspada. (2018). Pengaruh BI Rate dan Inflasi Terhadap Indeks Harga saham Gabungan (studi pada Indeks Properti, Real Estate, dan Building Construction, di BEI Periode 2013 -2017). Jurnal Manajerial. Vol.3 No.5 Juni 2018. hal 247.
Misgiyanti, Zuhroh, I. (2009). Pengaruh Suku Bunga Luar Negeri Federal Reserve (the Fed), Nilai Tukar Rupiah/US $, dan Inflasi Terhadap Indeks saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2006 – 2008. Jurnal Ekonomi Pembangunan. Volume 7
Miyanti, G.A.D.A, Wiagustini, L.P. (2018). Pengaruh Suku Bunga The FED, Harga Minyak, dan Inflasi Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Hal 12 - 15 Murthado, Muis. (2016). Pengaruh Suku Bunga Terhadap Nilai Tukar serta
Pengaruhnya Terhadap Indeks Harga Saham, E-Jurnal Manjemen Kinerja.
Volume 2. Hal 8 – 9
Purnawan, M.E. (2016). The Federal Fund Rate, BI, dan Siklus Bisnis. Majalah SWA. April 2016. Hal 18 – 19
Pramudya, Cahya, Fenta, Putu, Suwendra, I, Wayan, Fridayana Yudiaatmaja.
(2015). Pengaruh Nilai Tukar Rupiah dan Inflasi Terhadap Indeks Harga Saham Sektor Properti dan Real Estate yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011 – 2013. Jurnal. E-jurnal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha, volume 3. Tahun 2015
Raco, J.R. (2010). Metode Penelitian Kualitatif, Jenis, Karakteristi, dan Keunggulannya. Cikarang, Ganiswara
Rahardja, P. Manurung, M. (2008). Teori Ekonomi Makro. Edisi keempat. Depok.
Lembaga Penerbit FEUI
Rusbariand, Septian, Prima. (2012). Analisis Pengaruh Tingkat Inflasi, Harga Minyak Dunia, Harga Emas Dunia, dan Kurs Rupiah Terhadap Pergerakan, Jakarta Islamic Index di Bursa Efek Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Santoso, Singgih. (2010). Statistik Parametrik. Jakaarta. PT Gramedia
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Bisnis. Edisi kesembilan, penerbit ALFABET. Bandung
Suliyanto. (2011).Ekonometrika Terapan: Teori dan Aplikasi dengan SPSS.
Yogyakarta. CV Andi Offset
Surbakti, Edhy, Priyatna, A. (2011). Pengaruh Non Form Payroll, Suku Bunga Sentral Amerika Serikat (The Fed), dan Indeks Nikkei 225 Terhadap Indeks Saham-Saham Perusahaan Berbasis Syariah di Jakarta Islamic Indeks.
Jurnal Akuntansi. Volume 3. hal. 49 – 50
Suseno, Astria, S. (2009). Inflasi. Jakarta: PPSK Bank Indonesia
Tandelilin, Eduardus. (2010). Portofolio dan Investasi. Edisi Pertama.
Yogyakarta. kanisius
Website BI. (2019) Data Inflasi. https://www.bi.go.id.
________.(2019). Data Kurs Dolar. https://www.bi.go.id/id/moneter/informasi- kurs/transaksi-bi/Default.aspx.
________.(2019). Penjelasan BI 7 day (Reverse) Repo Rate.
https://www.bi.go.id/id/moneter/bi-7day-RR.aspx.
Website Bursa Efek Indonesia (BEI). (2019). Penjelasan Indeks.https://www.idx.co.id/produk/indek.
Website Investasi (2019). Consummers Goods Index. hhtps://www.indonesia- investments.com/id/finance/stocks-bond/jakarta-composite-index-
ihsg/consummer-goods-industry-index.
________. (2019). Data Crude Oil. https://id.investing.com/commodities/crude-oil Website Trandingeconomic. (2019). Data Suku Bunga FED.
https://id.trandingeconomics.com/united-state/interest-rate.
________. (2019). Data SBI. https://id.trandingeconomics.com/indonesia/interest- rate.
Wijayanti, Yati, Sudarmiani. (2017).Pengaruh Tingkat Inflasi Terhadap Nilai Tukar. Equilibrium. Volume 5. Hal 43 - 44