BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seiring berkembangnya zaman, perekonomian di berbagai Negara banyak mengalami kemajuan. Hal ini menyebabkan adanya pertumbuhan di berbagai bidang industri, salah satunya saja terjadi pada Industri Pariwisata di Negara Indonesia. Industri pariwisata di Indonesia sendiri memiliki potensi yang sangat baik, melihat banyaknya kebudayaan serta keindahan alam yang dimiliki oleh negara ini. Perkembangan ini tentunya tidak lepas dari dukungan industri-industri jasa seperti akomodasi yang menyediakan tempat penginapan bagi para tamu, transportasi yang membantu seseorang untuk pergi ke tempat tujuan wisatanya, maupun tempat makan atau restoran.
Industri jasa ini merupakan suatu usaha yang mendukung jalannya pariwisata, dimana jika tidak ada usaha ini mungkin pariwisata akan mati dan tidak dapat berkembang, contohnya saja restoran. Restoran sendiri merupakan salah satu bagian dari industri jasa yang terus mengalami kemajuan sejak dahulu hingga sekarang. Perkembangan restoran di Indonesia ini dapat dibuktikan dalam tabel sebagai berikut :
Tabel 1.1 Perkembangan Usaha Restoran / Rumah Makan Berskala Menengah dan Besar 2008-2012
Di Indonesia sendiri, usaha restoran sudah tersebar luas di berbagai daerah dan salah satunya yang berada di kota Jakarta. Jakarta sendiri merupakan kota metropolitan yang sangat berkembang karena kota ini merupakan ibukota dari Indonesia dimana pusat pemerintahan dan bisnis- bisnis banyak dilakukan dan berpusat di kota ini. Hal itu tentunya menyebabkan banyak usaha-usaha yang ada di Jakarta ikut maju, tak terkecuali usaha restoran. Menikmati makanan di luar rumah atau di restoran sendiri lama kelamaan telah menjadi life-style atau trend gaya hidup bagi masyarakat yang ada di Jakarta, seperti yang diungkapkan dalam artikel dari Made Asdhiana (2014) ˝Tren Makan di Restoran Terus Meningkat˝.
Menikmati sajian di restoran sendiri cukup menarik bagi masyarakat karena makanan yang disajikan memiliki cita rasa yang berbeda serta dilengkapi dengan suasana restoran yang menarik. Makan di restoranpun juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk bersosialisasi dengan teman, keluarga, maupun rekan bisnis. Usaha restoran sendiri dapat dikatakan tidak akan pernah mati, melihat dari teori hirarki kebutuhan yang diungkapkan oleh Abraham Maslow yang dikutip dalam Felita Sasongko (2013), dimana teori hirarki kebutuhan manusia terdiri dari kebutuhan fisiologis/dasar, kebutuhan akan rasa aman dan tentram, kebutuhan untuk dicintai dan disayangi, kebutuhan untuk dihargai, dan kebutuhan aktualisasi diri. Dari teori tersebut, kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan yang paling mendasar bagi manusia, dimana kebutuhan itu paling penting bagi manusia untuk dapat bertahan hidup. Salah satu dari kebutuhan fisiologis itu sendiri adalah kebutuhan akan makanan. Maka melihat dari teori ini, usaha restoran dapat terus bertahan dan berkembang karena makanan merupakan kebutuhan pokok yang utama dan tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Namun melihat perkembangan restoran di berbagai provinsi di Indonesia seperti tabel yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik sebagai berikut :
Tabel 1.2 Perkembangan Usaha Restoran / Rumah Makan Berskala Menengah dan Besar Menurut Provinsi, 2007-2012
Sumber : Statistik Restoran / Rumah Makan (BPS)
Dapat dilihat bahwa jumlah restoran yang berada di Jakarta memiliki jumlah tertinggi dibandingkan dengan provinsi lain serta mengalami peningkatan yang sangat pesat. Hal ini tentunya menyebabkan adanya persaingan yang ketat antara restoran satu dengan yang lainnya dimana akan berdampak kepada peningkatkan jumlah konsumennya. Oleh karena itu, manajemen restoran sendiri harus memiliki suatu strategi yang baik agar dapat mempertahankan usaha restorannya dan mampu bersaing dengan
Usaha restoran di Jakarta sendiri menawarkan bermacam-macam variasi makanan dari berbagai negara maupun daerah, seperti Cina, Jepang, Thailand, Eropa, Jawa, Sunda, dan masih banyak lainnya. Penelitipun tertarik untuk meneliti salah satu restoran yang terdapat di Jakarta Selatan, yaitu Warung Mbah Jingkrak Setiabudi Jakarta, dimana restoran ini sudah cukup lama berdiri dan memiliki suasana atmosfer ruangan yang unik, menyajikan spesialis makanan Jawa, dan memiliki nama menu yang unik. Penting bagi sebuah restoran untuk memiliki suatu brand image yang baik untuk dapat menimbulkan daya tarik tersendiri dan mempengaruhi konsumen dalam melakukan keputusan pembeliannya. Apalagi ditengah persaingan restoran yang menawarkan sajian makanan dari berbagai negara, bagaimana sebuah merek restoran Warung Mbah Jingkrak Setiabudi Jakarta dengan sajian masakan Jawanya dapat tetap diterima dan digemari oleh masyarakat yang ada. The American Marketing Association dalam Kotler & Keller (2012:241) sendiri mendefinisikan brand atau merek sebagai, ˝A name, term, sign, symbol, or design, or a combination of them, intended to identify the goods or services of one seller or group of sellers and to differentiate them from those of competitors.˝ Jika diartikan, maka brand atau merek adalah suatu nama, istilah, tanda, simbol, desain, atau kombinasi dari semuanya yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan suatu barang atau jasa dari satu penjual atau sekelompok penjual dan untuk membedakannya dari kompetitor lain. Maka jika dilihat, penggunaan brand atau merek sendiri mencerminkan produk atau jasa apa yang ditawarkan oleh penjual. Sebuah brand atau merek sendiri memiliki peran yaitu Consumers may evaluate the identical product differently depending on how it is branded (Kotler & Keller, 2012:242) dimana jika disimpulkan, merek dari suatu produk atau jasa akan mempengaruhi konsumen dalam mengevaluasi dan membandingkan produk yang memiliki karakter atau jenis yang hampir sama secara berbeda tergantung bagaimana merek itu sendiri.
Manager operasional restoran Warung Mbah Jingkrak Setiabudi Jakarta juga ingin mengetahui bagaimana brand image restorannya di mata konsumennya, dan apakah brand restoran Warung Mbah Jingkrak Setiabudi Jakarta selama ini mempengaruhi keputusan pembelian seorang konsumen
atau tidak, karena hal ini dapat berguna untuk strategi pemasaran kedepan yang akan dilakukan oleh restoran ini.
Melihat hal tersebut, maka peneliti mengangkat judul ˝Pengaruh Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Warung Mbah Jingkrak Setiabudi Jakarta˝ sebagai bahan penelitian ini.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dikemukakan rumusan masalah untuk penelitian ini, yaitu :
1. Bagaimana brand image restoran Warung Mbah Jingkrak Setiabudi Jakarta ?
2. Apakah brand image mempengaruhi keputusan pembelian konsumen di restoran Warung Mbah Jingkrak Setiabudi Jakarta ?
1.3 Ruang Lingkup
Dalam penulisan penelitian ini penulis membatasi beberapa hal, antara lain :
• Untuk restoran yang diteliti adalah restoran yang menyajikan spesialis makanan jawa, yaitu Warung Mbah Jingkrak Setiabudi Jakarta yang berada di Jakarta Selatan.
• Untuk konsumen yang diteliti oleh penulis adalah konsumen yang makan di restoran Warung Mbah Jingkrak Setiabudi Jakarta.
1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.4.1 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan studi program Diploma IV, Jurusan Hotel Management di Fakultas Ekonomi dan Komunikasi Universitas Bina Nusantara.
2. Menganalisis brand image restoran Warung Mbah Jingkrak Setiabudi Jakarta.
3. Menganalisis keputusan pembelian konsumen di restoran Warung Mbah Jingkrak Setiabudi Jakarta.
4. Menganalisis pengaruh brand image restoran Warung Mbah Jingkrak Setiabudi Jakarta terhadap keputusan pembelian konsumen.
1.4.2 Manfaat Penelitian
Adapun beberapa manfaat dari penelitian ini adalah :
1. Penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi kepada pengelola restoran Warung Mbah Jingkrak Setiabudi Jakarta mengenai brand image restoran ini dimata konsumen yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumennya.
2. Penelitian ini dapat menambah wawasan penulis dan pembaca dalam meneliti suatu masalah, terutama tentang mempertahankan dan meningkatkan brand image yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen.
1.5 Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian akan dilakukan di Restoran Warung Mbah Jingkrak yang terletak di Jl. Setiabudi Tengah No. 11, Jakarta Selatan.
1.6 Tinjauan Pustaka
Ikanita Novirina Sulistyari (2012). Analisa Pengaruh Citra Merek, Kualitas Produk, dan Harga Terhadap Minat Beli Produk Oriflame (Studi Kasus Mahasiswi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Jurusan Manajemen Universitas Diponegoro Semarang). Diponegoro Journal of Management, 1 (1) 1-17. Menjelaskan bahwa indikator-indikator yang membentuk citra merek adalah citra korporat, citra produk, dan citra pemakai. Jurnal ini mengatakan bahwa Stigler dalam Cobb-Walgren (1995) menyatakan bahwa suatu merek yang dikenal oleh pembeli akan menimbulkan minatnya untuk mengambil keputusan pembelian. Dampak dari simbol suatu produk memberikan arti didalam pengambilan keputusan konsumen sebab simbol dan image merupakan hal penting dalam periklanan dan mempunyai pengaruh dalam minat untuk membeli.
1.7 Sistematika Laporan Penelitian
Dalam penulisan Tugas Akhir ini, penulis membagi laporan menjadi beberapa bab yang dijelaskan sebagai berikut :
BAB 1 PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, ruang lingkup, tujuan dan manfaat penelitian, lokasi penelitian, tinjauan pustaka, dan sistematika laporan penelitian.
BAB 2 LANDASAN TEORI
Landasan teori berisi tentang teori-teori menurut para ahli serta tinjauan pustaka yang berisi acuan dan akan mendukung penelitian yang akan dilakukan. Diantaranya adalah pengertian brand, peran brand, pengertian brand image, pengukuran brand image, definisi restoran, keputusan pembelian konsumen, hubungan brand image terhadap keputusan pembelian konsumen, hipotesis, penelitian terdahulu, dan kerangka pemikiran.
BAB 3 METODE PENELITIAN
Berisikan tentang metode penelitian untuk memecahkan permasalahan yang ada, termasuk di dalamnya langkah- langkah atau tahap-tahap untuk menyelesaikan permasalahan penelitian.
BAB 4 ANALISIS PENELITIAN
Berisikan mengenai proses pengolahan maupun pengumpulan data dari seluruh kegiatan penelitian.
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN
Berisikan tentang kesimpulan dan saran-saran yang disusun oleh penulis untuk menyelesaikan penelitian ini. Pada bab ini penulis juga akan menyimpulkan jawaban dari permasalahan penelitian dan pemberian saran atau masukan kepada pengelola restoran.