• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA Perbedaan Pertumbuhan Bayi Usia 0-6 Bulan Yang Diberi Asi Eksklusif Dengan Yang Diberi Susu Formula Di Kecamatan Ngawi.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA Perbedaan Pertumbuhan Bayi Usia 0-6 Bulan Yang Diberi Asi Eksklusif Dengan Yang Diberi Susu Formula Di Kecamatan Ngawi."

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

Abdoerrachman et al., 2007. Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pp. 147.

American Academy of Pediatrics (AAP). 2005. Breastfeeding and the use of human milk. Pediatrics. 115: 496-506.

Arisman. 2004. Gizi dalam Daur Kehidupan. Jakarta: EGC pp. 43, 46. Arisman. 2010. Gizi dalam Daur Kehidupan. Jakarta: EGC pp. 50, 73.

Boehm, et al., 2008. Breast-Feeding and Its Role in Early Development of the Immune System in Infants: Consequences for Health Later in Life. Germany: Faculty of Beta Sciences of Utrecht Institute of Germany. The Journal of Nutrition. 138: 1782S-1790S.

Cadwell & Cindy. 2011. Buku Saku Manajemen Laktasi. Jakarta: EGC pp. 223-224.

Conita. 2014. Perbedaan Pertumbuhan Bayi Usia 3-6 Bulan yang Diberi ASI Eksklusif dan yang tidak diberi ASI eksklusif di Puskesmas Gang Sehat Kecamatan Pontianak Selatan. Skripsi.

Depkes RI. 2008. Pedoman Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit Rujukan Tingkat Pertama di Kabupaten/Kota. Jakarta: Depkes RI pp. 86, 108,110,

162.

Duggan et al., 2008. Nutrition in Pediatrics. Hamilton: BC Decker Inc. pp. 403-5, 431.

Goldman. A.S. 2007. The Immune System in Human Milk and the Developing Infant. Breastfeeding Medicine. 2(4): 195-204.

Hidayat. 2008. Pengantar Ilmu Keperawatan Anak. Jakarta: Salemba Medika pp. 15.

IDAI. 2013.Nilai Nutrisi Air Susu Ibu. idai.or.id/public-articles/klinik/asi/nilai-nutrisi-air-susu-ibu.html. (Desember 2014)

(2)

Indiarti, MT. 2008. A to Z The Golden Age; Merawat, Membesarkan, dan Mencerdaskan Bayi Anda Sejak dalam Masa Kandungan Hingga Usia 3

Tahun. Yogyakarta: C.V Andi Offset pp. 90.

Irianto, K. 2014. Ilmu Kesehatan Anak. Bandung: C.V Alfabeta pp. 530.

Jackson & Nazar. 2006. Breastfeeding, The Immune Response and Long Term Health. The Journal of The American Osteopathic Association (JAOA). Vol 106: 203-207.

Kasten et al., 2001.Compendium of Breastmilk Subtitutes A Guide for Health Professionals. Canada: Community Nutritionists Council of BC pp. 16.

Kemenkes RI. 2012. Peta Kesehatan Indonesia Tahun 2012. Jakarta: Kemenkes RI pp. 27.

Klerk et al., 2002. The Effects of Respiratory Infections, Atopy and Breastfeeding on Childhood Asthma. The European Respiratory Journal. Vol 19: 866-905.

Koletzko et al., 2005. Global Standard for The Composition of Infant Formula : Recommendations of an ESPGHAN Coordinated International Expert Group. Journal Of Pediatric Gastroenterology and Nutrition. 41: 584-559. Lissauer & Fanaroff. 2009. At a Glance Neonatologi. Jakarta: Erlangga pp. 53. Lissauer & Fanaroff. 2013. Selayang Neonatologi. Jakarta: Indeks pp. 80.

Lockhart & Saputra. 2014. Asuhan Kebidanan Neonatus Normal & Patologis. Tangerang: Binarupa Aksara pp. 342-344.

Marimbi, H. 2010. Tumbuh Kembang, Status Gizi, dan Imunisasi Dasar Pada Balita. Yogyakarta: Nuha Medika pp. 25, 37-40.

Marmi et al., 2012. Asuhan Neonatus, Bayi, Balita, dan Anak Prasekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar pp. 111-113.

Marnoto, B.S. 2010. Pemberian Susu Formula pada Bayi Baru Lahir dalam

Indonesia Menyusui. Jakarta: IDAI pp. 185.

Mexitalia, M. 2010. ASI Sebagai Pencegah Malnutrisi pada Bayi dalam Indonesia

Menyusui. Jakarta: IDAI pp. 228-229, 235, 237.

(3)

Nursalam et al., 2005. Asuhan Keperawatan Bayi dan Anak (untuk perawat dan bidan). Jakarta: Salemba Medika pp. 48, 51, 53.

Notoatmodjo, S. 2011. Kesehatan Masyarakat dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta pp. 250-254.

Nugroho, T. 2011. ASI dan Tumor Payudara. Yogyakarta: Muha Medika pp. 31. Pamelav& Teresa. 2007. Assessment of Breastfeeding and Infant Growth. Journal

of Midwifery and Women’s Health. 52: 571–578.

Pudjiadi, S. 2003. Ilmu Gizi Klinis pada Anak. Jakarta: Fakultas Kedokteran

Universitas Indonesia pp. 15.

Rahmawati & Dianning. 2010. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Menyusui di Kelurahan Padalangan Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Jurnal KesMaDaSka. 1 (1): 8-17.

Rengganis & Yunihastuti. 2007. Alergi Makanan dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid I .Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pp. 263. Riksani, R. 2012. Keajaiban ASI (Air Susu Ibu). Jakarta: Dunia Sehat pp. 16-17,

22-23.

Roesli, U. 2000. Mengenal ASI Eksklusif. Jakarta: Trubus Agriwidya pp. 3-15, 25-34, 46-47.

Rosita, S. 2008. ASI untuk Kecerdasan Bayi. Yogyakarta: Ayyana pp. 3. Schwartz, M.W. 2005. Pedoman Klinis Pediatri. Jakarta: EGC pp. 65.

Siswanto, H. 2010. Pendidikan Kesehatan Anak Usia Dini. Yogyakarta: Pustaka Rihama pp. 190-191.

Sitepoe, M. 2013. ASI Eksklusif: Arti Penting Bagi Kehidupan. Jakarta: Indeks pp. 24-26, 30, 82-83.

Soetjiningsih & Ranuh. 2014. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC. pp 2-3, 131-136.

(4)

Sulistyawati. 2014. Deteksi Tumbuh Kemabang Anak. Jakarta: Salemba Medika pp. 1-3, 6, 10, 79.

Susilaningrum et al., 2013. Asuhan Keperawatan Bayi dan Anak untuk Perawat dan Bidan. Jakarta : Salemba Medika pp. 35-37, 43-44.

Tirtawinata, T.C. 2006. Makanan dalam Perspektif Al-Quran dan Ilmu Gizi. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pp. 49.

Tyas. 2013. Hubungan antara Pemberian ASI Eksklusif dan ASI Non Eksklusif dengan Pertumbuhan Berat Badan Bayi 0-6 Bulan di Desa Giripurwo

Wonogiri. Skripsi.

Utaminingrum & Sartono. 2012. Hubungan Pengetahuan Ibu, Pendidikan Ibu dan Dukungan Suami dengan Praktek Pemberian ASI Eksklusif di Kelurahan Muktiharjo Kidul Kecamatan Telogosari Kota Semarang. Jurnal Gizi Universitas Muhammadiyah Semarang. 1: 1-9.

WHO. 2012. Breastfeeding. http//www.who.int/maternal_child_adolescent/topics /child/nutrition/breastfeeding/en/index.html. (Desember 2014)

Referensi

Dokumen terkait

  Keywords: Frekuensi Regurgitasi, ASI Eksklusif Dan Susu Formula 

penelitian dan mendapatkan hasil bahwa bayi yang mendapat ASI eksklusif sebelum usia 6 bulan mempunyai risiko rendah untuk mengalami kelebihan berat badan

Alhamdulillah segala puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul

Hubungan Antara Menyusui Segera (Immediate Breastfeeding) Dan Pemberian ASI Eksklusif Sampai dengan Empat Bulan.. Jurnal

Berdasarkan data di atas, penulis tertarik melakukan penelitian untuk mengetahui perbedaan frekuensi diare antara bayi yang diberi ASI eksklusif dan bayi yang diberi

Jakarta: Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.. Pedoman Nasional Pengendalian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan frekuensi diare antara bayi yang diberi ASI eksklusif dengan bayi yang diberi susu formula pada

Hasil tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan Kramer dan Kakuma menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna dari peningkatan panjang badan bayi