I. Pendahuluan
Bab ini memberikan latar belakang masalah terkait keterbatasan mobilitas lansia di UPTD Panti Wredha Dharma Bakti Surakarta dan perlunya perancangan tongkat yang ergonomis. Diuraikan pula perumusan masalah, tujuan penelitian (merancang tongkat bantu jalan yang sesuai), manfaat penelitian (usulan rancangan tongkat yang nyaman), batasan masalah (lansia usia 75-85 tahun, pengguna tongkat), asumsi penelitian (medan rata, selang kepercayaan 95%), dan sistematika penulisan skripsi. Bagian ini penting secara pedagogis karena menunjukkan konteks riset, membingkai permasalahan, dan menjelaskan langkah-langkah penelitian. Mahasiswa diajarkan untuk merumuskan masalah secara spesifik dan terukur, menentukan tujuan yang jelas dan tercapai, serta membuat batasan untuk menghindari ruang lingkup yang terlalu luas.
1.1 Latar Belakang
Latar belakang menjelaskan konteks permasalahan, yaitu penurunan fungsi fisiologis dan kognitif pada lansia yang memengaruhi mobilitas mereka. Studi kasus berfokus pada UPTD Panti Wredha Dharma Bakti Surakarta, di mana para lansia menggunakan tongkat yang kurang ergonomis, menyebabkan keluhan nyeri punggung, lengan, dan telapak tangan. Bagian ini penting karena memberikan konteks nyata bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya perancangan yang berpusat pada pengguna (user-centered design). Mahasiswa juga belajar menganalisis data kualitatif dari wawancara dan menghubungkannya dengan kebutuhan desain.
1.2 Perumusan Masalah
Perumusan masalah dirumuskan secara singkat dan jelas, yaitu bagaimana merancang alat bantu tongkat bagi lansia di UPTD Panti Wredha Dharma Bakti Surakarta. Bagian ini menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk merumuskan permasalahan penelitian secara tepat dan terfokus. Secara pedagogis, bagian ini melatih mahasiswa untuk merumuskan pertanyaan penelitian yang spesifik dan terarah, sehingga penelitian dapat dilakukan secara efisien dan efektif.
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian dijabarkan sebagai menghasilkan rancangan alat bantu tongkat bagi lansia di UPTD Panti Wredha Dharma Bakti Surakarta. Ini menunjukkan tujuan yang terukur dan spesifik. Secara pedagogis, bagian ini mengajarkan mahasiswa untuk menetapkan tujuan penelitian yang realistis dan terukur, sehingga hasil penelitian dapat diukur dan dievaluasi secara objektif.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian dijelaskan sebagai memberikan usulan rancangan alat bantu tongkat yang nyaman bagi lansia di UPTD Panti Wredha Dharma Bakti Surakarta. Bagian ini menunjukkan relevansi praktis dari penelitian. Secara pedagogis, bagian ini mengajarkan mahasiswa untuk memahami pentingnya relevansi penelitian dan bagaimana penelitian dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat.
1.5 Batasan Masalah
Batasan masalah dijelaskan dengan fokus pada lansia berusia 75-85 tahun yang menggunakan tongkat sebagai alat bantu jalan. Ini membatasi ruang lingkup penelitian agar lebih terfokus. Secara pedagogis, bagian ini mengajarkan mahasiswa untuk menentukan batasan penelitian agar penelitian dapat dilakukan secara efisien dan efektif, serta menghindari bias.
1.6 Asumsi-Asumsi
Asumsi penelitian meliputi penggunaan tongkat pada medan rata dan selang kepercayaan 95%. Asumsi ini penting untuk menyederhanakan model dan analisis data. Secara pedagogis, bagian ini mengajarkan mahasiswa untuk memahami pentingnya membuat asumsi dalam penelitian dan bagaimana asumsi dapat memengaruhi hasil penelitian. Mahasiswa juga belajar tentang konsep selang kepercayaan dalam statistik inferensial.
1.7 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan menjelaskan struktur skripsi secara keseluruhan, yang terdiri dari enam bab. Ini penting untuk menunjukkan alur berpikir dan organisasi penelitian. Secara pedagogis, bagian ini mengajarkan mahasiswa untuk menyusun kerangka penulisan yang logis dan sistematis, sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami alur pembahasan.
II. Tinjauan Pustaka
Bab ini membahas landasan teori yang relevan dengan penelitian, meliputi gambaran umum UPTD Panti Wredha Dharma Bakti Surakarta, proses penuaan dan penurunan fungsi fisik lansia, serta prinsip-prinsip ergonomi dan anthropometri dalam perancangan produk. Materi ini memberikan dasar teoritis bagi perancangan tongkat. Secara pedagogis, bab ini mengajarkan mahasiswa bagaimana mencari, menyeleksi, dan menyajikan literatur ilmiah yang relevan, serta menghubungkan teori dengan praktik. Mahasiswa juga dilatih dalam sintesis informasi dari berbagai sumber.
2.1 Gambaran Umum Panti Wredha Dharma Bakti Surakarta
Bagian ini memberikan informasi tentang visi, misi, tugas pokok, data panti (kapasitas, pegawai, luas tanah, sarana dan prasarana), serta gambaran aktivitas di panti, khususnya aktivitas fisik lansia. Informasi ini penting untuk memberikan konteks riil dari studi kasus. Secara pedagogis, bagian ini melatih mahasiswa untuk mengumpulkan dan menganalisis data deskriptif dan menghubungkannya dengan tujuan penelitian.
2.2 Lanjut Usia
Bagian ini membahas proses penuaan, penurunan kemampuan fisik (kekuatan otot, koordinasi gerak, sistem saraf), dan implikasinya bagi mobilitas lansia. Ini memberikan dasar biologis untuk memahami kebutuhan desain tongkat. Secara pedagogis, bagian ini mengajarkan mahasiswa untuk memahami implikasi biologis dari proses penuaan dan menghubungkannya dengan kebutuhan desain produk yang user-friendly.
2.3 Pengertian Ergonomi
Bagian ini mendefinisikan ergonomi dan tujuan penerapannya dalam perancangan produk, menekankan pada aspek kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna. Ini merupakan dasar utama dalam perancangan tongkat. Secara pedagogis, bagian ini mengajarkan mahasiswa tentang prinsip-prinsip dasar ergonomi dan bagaimana prinsip tersebut diterapkan dalam perancangan produk yang berpusat pada pengguna.
2.4 Anthropometri dalam Ergonomi
Bagian ini membahas anthropometri, pengukuran dimensi tubuh manusia dan aplikasinya dalam perancangan. Ini merupakan dasar ilmiah dalam menentukan ukuran tongkat yang tepat. Secara pedagogis, bagian ini mengajarkan mahasiswa tentang konsep anthropometri, metode pengukuran, dan aplikasinya dalam perancangan produk, termasuk penggunaan persentil dalam menentukan ukuran yang sesuai untuk berbagai populasi pengguna.
2.5 Tahap Pengujian Konsep
Bagian ini membahas tahap pengujian konsep produk, meliputi definisi maksud pengujian, pemilihan populasi survei, format survei, dan cara mengkomunikasikan konsep. Ini merupakan langkah penting dalam proses desain. Secara pedagogis, bagian ini mengajarkan mahasiswa tentang pentingnya pengujian konsep dalam pengembangan produk dan berbagai metode yang dapat digunakan untuk melakukan pengujian konsep.
2.6 Mekanika Konstruksi
Bagian ini membahas prinsip-prinsip statika, gaya (gaya luar, gaya dalam, gaya geser, gaya normal, momen), dan perhitungan gaya pada rancangan. Ini memberikan dasar teknik dalam perancangan tongkat yang kuat dan stabil. Secara pedagogis, bagian ini mengajarkan mahasiswa tentang prinsip-prinsip dasar mekanika konstruksi dan penerapannya dalam perancangan produk, sehingga mahasiswa mampu membuat perancangan yang kuat dan aman.