RADARBANDUNG
Siswa
~ =-Intemasional
~ -~---Terancam
-~GagalMasukPT
-Tak
Miliki
Surat
KeteranganUN
BANDUNG-
Siswa dari
se-kolah internasional terancama tidak dapat masuk ke perguruan tinggi negeri lokal. Pasalnya hingga saat ini perguruan tinggi masih mensyaratkan kelulusan Ujian Nasional(UN) untuk bisa mengikuti seleksi masuk per-guruan tinggi.
"Pemerintah Indonesia memang tidak mengantisipasi hal ini, ketika beberapa lulusan dari sekolah internasional menginginkan kuliah di dalam negeri, ternyata j ustru terbentur administrasi.
Karena perguruan tinggi justrtu tetap mensyarjltkan kelulusan UN. Padahal mereka juga tahu jika di sekolah internasional tidak ada ujian nasional," ungkap
Ketua Lembaga Advokasi
Pendidikan Dan Satriana, yang di,temuikemarin(1O/3).
Ia mengungkapkan jika pen-didikan di Indonesia memang serba tumpang tindih. Pasalnya ketika seluruh perguruan tinggi mengaku menjadi word class
university, tapi bagi siswa dari
sekolah internasional dengan izasah internasional justru ditolaknya. "Dengan alas an penerimaan siswa internasional itu diperuntukan untuk Warga Negara Asing(WNA)," akunya. Padahal dijelaskan Dan, se-kolah internasional yang ada saat in) beberapa diantaranya jelas sangat diakui oleh
Di-rektorat Jendral Pendidikan Nasional, sehingga pendidikan-nya pun diakui oleh peme-rintah."Jangan sampai, kasus siswa Gontor yang ditolak UPI karena tidak memiliki nilai ke-lulusan UN kembali lagi terjadi sekarang. Itu seharusnya sudah mulai dipikirkan dan diper-hitungkan oleh pemerintah dari s~arah,.g," tegasnya
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Oji Mahroji menyebutkan jika UN memang diperuntukan untuk pendidikan yang mempergu-nakan kurikulum dari peme-rintah. Sementara sekolah in-ternasional ~ng memang mem-pergunakan kurikulum dari luar memang menjadi tanggung-jawab langsung Dirjen
Dep-diknas.
"Jadi sekolah internasional tidak berada dibawah kami, mau
UN silakan mau tidak juga silakan. Namunjika mereka mau melaksanakan UN maka mereka harus memiliki surat izin dari direktorat baru akan kami per-siapkan pelaksanaan UNnya," tuturnya.
Sejauh ini Oji mengatkan sekolah internasional memang lebih banyak mempersiapkan siswanya lulusannya langsiing belajar di luar negeri. "Jarang yang ikut UN karena sebagian besar memang akan meneruskan ""' di luar negeri,"katanya.
Sebelumnya Siswa sekolah internasional yang tetap ingin meneruskan studi di dalam negeri bisa mengikuti ujian nasional(UN). Namun, mereka harus memenuhi syarat. Sebab, tak semua siswa yang men-gambil pendidikan di sekolah internasional melanjutkan studi ke luar negeri.
Wakil Mendiknas Fasli Jalal menjelaskan, di Indonesia cu-kup banyak sekolah asing yang berakreditasi internasional. Sekolah-sekolah terse but me-miliki kurikulum internasional seperti International Bacaloriat (IB). Ujiannya pun berstandar internasional. Mayoritas s-ekolah internasional tidak me-laksanakan UN. Sebab, ku-rikulum dan ujian yang dipakai berstandar internasional.
"Biasanya, siswa yang masuk sekolah.J.gternasio.,!al ingi~
melanjutkan studi ke luar ne-geri," ujarnya.
Namun, kenyataannya, tak semua lulusan sekolah inter-nasional bisa melanjutkan studi ke luar negeri. Sebagian ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah loka!.
"Nah, mereka itu tetap bisa ikut UN atau ujian kejar paket. Sebab, hanya dengan ikut UN mereka bisa melanjutkan ke sekolah dalam negeri," terang-nya. Kebijakan tersebut tak hanya berlaku bagi WNl, tapi juga warga asing yang me-nempuh pendidikan di sekolah internasional.
Hal itu, kata Fasli, sesuai PP No 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. "Dalam aturan itu jelas, WNI maupun WNA yang ingin melanjutkan pendidikan di sekolah lokal wajib ikut UN," tegas mantan Dirjen Peningkatan Mutu Pen-didik dan Tenaga KepenPen-didikan (PMPTK) tersebut. (tie)
Kliping Humas Unpad 2010
o
Senin
o
Selasa
o
Rabu.
Kamiso
Jumato
Sabtuo
Minggu1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31