• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERISTIWA MALARI DAN AKTOR-AKTOR INTELEKTUAL TERLIBAT DI DALAMNYA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERISTIWA MALARI DAN AKTOR-AKTOR INTELEKTUAL TERLIBAT DI DALAMNYA."

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

v

ABSTRAK

Betti Helen Situmeang. NIM 308121028. PERISTWA MALARI dan AKTOR-AKTOR INTELEKTUAL TERLIBAT DIDALAMNYA. Jurusan Pendidikan Sejarah. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Medan. Dibawah Bimbingan Dr. Hidayat, MSi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui situasi politik pada orde baru dalam bidang ekonomi, keamanan dan sosial, untuk mengetahui peristiwa sejarah yang masih belum tuntas penyelesainnya dizaman orde baru yaitu peristiwa Malari, untuk mengetahui pemikiran para aktor intelektual terhadap kebijakan pemerintah sehingga munculnya peristiwa Malari.

Untuk memperoleh data yang diperlukan, maka peneliti menggunakan metode penelitian Studi Pustaka, yakni dengan mengumpulkan sumber-sumber tertulis, berupa buku, makalah, artikel, tesis, naskah maupun literatur lainnya yang relevan dengan topik penelitian. Penelitian Lapangan, yakni dengan mengumpulkan data penelitian langsung dari lapangan, khususnya dengan cara melakukan wawancara kepada orang yang terlibat dalam peristiwa Malari, telaah dokumen yang ada di Balai Arsip Nasional dan Perpustakaan Nasional Jakarta, mengumpulkan data dan informasi tentang masalah terkait peristiwa Malari, serta dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya.

(4)

KATA PENGANTAR

Sejarah adalah rekonstruksi masa lalu. Seperti diungkapkan seorang sejarawan Amerika, sejarah itu ibarat orang naik kereta menghadap kebelakang. Ia dapat melihat ke belakang, ke samping kanan dan kiri. Satu-satunya kendala ialah ia tidak bisa melihat ke depan. Sejarah mengajarkan pada kita tentang perbuatan manusia di masa lampau. Selama 32 tahun Soeharto memimpin Indonesia sehingga menunjukkan cengkramannya yang kuat dalam menjaga kekuasaannya. Kebijakan represif dalam segala hal, terutama dalam menghadapi kegiatan-kegiatan yang dianggap bertujuan subversif, dijalankan secara kejam.

Masa pemerintahan Soeharto yang disebut sebagai Orde Baru menyimpan catatan sejarah yang besar. Khususnya ditahun 1974, adanya aksi yang pertama kali dilakukan mahasiswa untuk menolak kebijakan Soeharto yang terlalu mengedepankan pertumbuhan ekonomi, sementara pemerataan dan keadilan sosial diabaikan. Aksi yang dilakuakan dengan demonstrasi dijalan dengan dialog langsung langung kepada presiden serta PM Jepang yang saat itu menjadi tamu negara Tanaka. Tetapi aksi demonstrasi tersebut berbuntut pada kerusuhan massal, yang kemudian dikenal dengan sebutan Malari (Malapetaka Limabelas Januari)

Untuk itulah penelitian ini dilakukan, bertujuan untuk mengetahui situasi politik, ekonomi dan sosial sebelum terjadi Malari, hingga tercetusnya peristiwa Malari. Penelitian ini juga berguna kepada masyarakat umum sebagai bahan informasi bahwa setiap rakyat berhak mendapat hak-hak istimewa dari negara serta memiliki wewenang untuk menuntut hak tersebut dan mengkoreksi pemerintahan yang neo-liberal.

Dengan selesainya penelitian bahkan tulisan yang dibuat sebagai skripsi, penulis turut menyampaikan terimakasih kepada :

1. Yesus Kristus sebagai Guru Penyelamat Hidup

2. Orang tua/mamaku tersayang Ny. T. Simatupang (Op. Jesika) di Medan

3. Abang-abangku Lambok Situmeang/R. Sihombing, S.Pd, Lamsihar Situmeang/ C. Tambun, Am. Keb, Joni Andika Situmeang serta kedua keponaanku Jechika Briggita Situmeang dan Adryan Pratama Situmeang

4. Amangtua dan inangtuaku di Ujung Batu, Sosa

5. Sahabat setiaku Vandy Eptius Darungo di Sanghie Talaud, Sulawesi Utara

6. Ibu Dra. Lukitaningsih, M. Hum, selaku ketua Jurusan Pendidikan Sejarah sekaligus dosen Pembimbing Akademik

7. Bapak DR. Hidayat, MS, selaku Dosen Pembimbing Skripsi 8. Ibu Dra. Flores Tanjung, MA, selaku Dosen Pembanding Ahli 9. Bapak Drs. Ponirin, M.Pd, selaku Dosen Penguji Bebas

10.Ibu Dra. Hafnita, M.Pd, selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan Sejarah 11.Seluruh Dosen beserta jajarannya Jurusan Pendidikan Sejarah Medan 12.Bapak Drs. Restu, M.Si, selaku Dekan FIS UNIMED

(5)

14.Kedua sahabatku Rosa Simanjuntak dan Oktaviana Marbun di Medan

15.Teman sepermainan Afriani Sitanggang (Pingkan), K’Litie, Resnawati, dan Dini Wariastuti

16.Kawan-kawan seperjuangan Neva, Edella, Listra, Sri Devi, Lilis Banjarnahor, Dear, Rika, Donal, Mangara, Saut Samosir, Insani, Rasita, Era, Sofian, Mulyani, Siti Khadijah, Isma, Yana-Yani, Hera, Rahman, Rivan, Safitri, Yuliarza, Joesniana, Dian di Medan

17.Kawan yang menemani selama penelitian Rosdelita di Jakarta, terimakasih banyak 18.Bang Amir Husein Daulay di Jakarta

19.Bang Salim Hutadjulu di Jakarta 20.Bang Hariman Siregar di Jakarta

21.Kawan-kawan Jurusan Pendidikan Sejarah stambuk 2008 22.Kawan-kawan PPLT SMK Persiapan P. Siantar

23.Kawan-kawan SMK Sw. Eka Prasetya Medan 24.Kawan-kawan KoMPaS Medan

25.Mata Baca Sejarah serta Ruang Baca Sejarah Medan 26.PUSIS Unimed khususnya kak Novi, dan Bg Madan 27.Guru-guru SMA N 4 Medan

28.Bapak/Ibu Pegawai Arsip Nasional Jakarta

29.Bapak/Ibu Pegawai Perpustakaan Nasional Jakarta 30.Bang Irawan Tobasa di Gedung Kesenian Jakarta

31.Adek-adek Tuna Netra, Yatim Piatu di Yayasan Karya Murni Medan

32.Bang F. Simangukalit/br. Siahaan serta Alviano, namboru dan amangboru di Bekasi 33.Kawan-kawan Paduan Suara Gereja HKBP-PN Medan

34.Kawan-kawan Kesenian di Irian Jaya

35.Bang Toni Listiyanto Indemo (Indonesian Democrasy Monitor) Jakarta

36.Seluruh keluarga serta kawan-kawan dimana pun berada yang tidak bisa penulis ucapkan satu-persatu

Mengingat terjadinya perang intelijen dibalik peristiwa Malari, maka mungkin menjadi suatu kemustahilan bila berharap kepada setiap tokoh-tokoh membuka pengetahuan seluas-luasnya. Semoga tulisan ini menjadi salah satu bahan referensi untuk menguak fakta-fakta sejarah negeri ini.

Medan, 12 Juni 2012

(6)

i

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ... i

KATA PENGANTAR ... iii

ABSTRAK ... v

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Identifikasi Masalah ... 4

1.3 Pembatasan Masalah... 5

1.4 Rumusan Masalah ... 5

1.5 Tujuan Penelitian ... 5

1.6 Manfaat Penelitian ... 6

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 7

2. 1 Kajian Pustaka ... 7

2. 2 Kerangka Konsep ... 10

2.1 Konsep Intelektual ... 10

2.2 Konsep Peranan ... 11

2.3 Konsep Demonstrasi ... 13

2.4 Pendekatan Aktor ... 14

2. 3 Kerangka Berpikir ... 15

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 17

3. 1 Metode Penelitian ... 17

4.1.1 Latar Belakang Peristiwa Malari ... 20

4.1.2 Faktor Pemicu Peristiwa Malari ... 26

4.1.3 Aktor - aktor dan Pemikiran Intelektual Peristiwa Malari .... 43

(7)

ii

4.1.3.1.1 Aktor Berlatar Belakang Militer ... 43

4.1.3.1.2 Aktor Berlatar Belakang Aktivis ... 48

4.1.3.1.3 Aktor Berlatar Belakang Jurnalis ... 54

4.1.3.2 Pemikiran Aktor Intelektual ... 55

4.1.3.2.1 Somitro >< Ali Moertopo ... 55

4.1.3.2.2 Hariman Siregar ... 67

4.1.3.2.3 Jopie Lasut, Media Kompas, Tempo, Sinar Harapan ... 89

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 106

5.1 Kesimpulan ... 106

5. 2 Saran ... 110

DAFTAR PUSTAKA ... 110 Lampiran 1 Instrumen Wawancara

Lampiran 2 Peta Jakarta Lampiran 3 Biodata Informan

Lampiran 4 Pidato Presiden Akhir Tahun 1973 Lampiran 5 Pidato Pernyataan Diri Mahasiswa Lampiran 6 Dokumentasi Penelitian

Lampiran 7 Log Book Perjalanan Penelitian

(8)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1. 1. Latar Belakang Masalah

Banyak peristiwa sejarah saat ini tidak dikenal khalayak umum baik anak sekolah sampai para pegawai negeri/swasta. Pada zaman pemerintahan Orde Baru dimulai pada tahun 1966 – 1998 dipimpin oleh Presiden Soeharto. Kepemiminan yang berlangsung selama 32 tahun yang saat itu memiliki catatan penting dalam sejarah. Baik sistem perpolitikan, perekonomian bahkan banyak pergolakan-pergolakan yang terjadi pasca rezim Orde Baru.

Salah satu pergolakan yang terjadi di Orde Baru mengakibatkan huru hara Ibu Kota Jakarta sebagai dampak ketidakstabilan perekonomian, kerusuhan, pembakaran ban, pencurian yang mewarnai kerusuhan sosial tidak dapat dihindari. Karena panas bahkan dahsyatnya peristiwa yang terjadi sehingga mengakibatkan banyak korban berjatuhan pasca peristiwa tersebut yang dikenal sebagai peristiwa Malari.

(9)

2

situasi penguasa pada zaman tersebut menguntungkan kelompok yang ada disekitar kekuasaan. Sebelum peristiwa Malari terjadi, tatkala suasana politik tegang, bahkan mahasiswa mengancam akan turun kejalan. Aksi dan reaksi pada gerakan di tahun 1974 sebagai dasar pentingnya untuk dipelajari.

Kedepannya, untuk menuntaskan yang belum selesai tidak mungkin tanpa mempelajari gerakan 1973-1974 ini, baik pencapaiannya maupun kegagalannya, baik kelebihannya maupun kekurangannya, baik sebagai fenomena sosial-politik maupun sebagai hasil pergulatan orang per-orang yang memimpin dan menjalankannya.

Istilah Malari merupakan Peristiwa Malapetaka Limabelas Januari sebagai bentuk demonstrasi mahasiswa dan kerusuhan sosial yang terjadi pada tahun 1974. Aksi demontrasi menutut pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat kecil, demontrasi berbuntut pada kerusuhan sosial. Banyak hal yang dikaitkan dalam peristiwa tersebut sehingga menimbulkan reaksi dari pemerintah dan muncul aksi dari para kaum intelektual maupun rakyat biasa. Bukan saja bentuk aksi penolakan kedatangan PM Jepang atau penanaman modal asing tetapi juga sebagian mengatakan bentuk penolakan pemerintahan Soeharto. Dimana pada masa pemerintahan Soeharto hanya terlalu mengedepankan pertumbuhan ekonomi, sementara pemerataan dan keadilan sosial diabaikan.

(10)

3

kepada pemerintah. Untuk itu mahasiswa melakukan gerakan yang mana menghalang kebijakan pemerintah yang masa itu tidak memperhatikan usaha-usaha dalam negeri. Masuknya modal asing yang mendominasi perekonomian ditanah air mematikan pengusaha-pengusaha kecil ditanah air, hal ini terlihat dari barang-barang, bahkan pabrik-pabrik, serta benda-benda merk luar negeri. Semua benda dikuasai nama/merk luar yang diperlihatkan.

Melihat nama atau produk luar yang berkuasa ditanah air menimbulkan penolakan dari kaum intelektual bahkan rakyat yang beranggapan akan mematikan pengusaha lokal. Penolakan-penolakan yang dilakukan diwujudkan dengan berbagai cara, melakukan diskusi sesama mahasiswa dikampus-kampus, berdialog yang dilakukan mahasiswa kepada Presiden Soeharto, dan berujung pada demonstrasi.

Demonstrasi mahasiswa dilakukan untuk menolak kebijakan pemerintah menuntut strategi pembangunan berdominasi pada lokal tidak memihak pada luar negeri. Demonstrasi-demontrasi yang dilakukan direncakan akan berdialog langsung kepada PM Jepang Tanaka yang berkunjung ke Indonesia. Pada kunjungan tersebut mahasiswa akan memberikan penyataan bahwa Bangsa Indonesia tidak senang dan bangga akan adanya modal asing di Indonesia yang melemahkan usaha lokal.

(11)

4

aspek ekonomi, politik dan keamanan pada masa orde baru secara khusus di tahun 1973-1974 dan meletusnya peristiwa Malari yang dipelopori aktor intelektual.

Dalam peristiwa Malari banyak melibatkan para aktor intelektual (intelegensia) yang berperan dalam peristiwa tersebut. Berperan sebagai pendukung bahkan berperan sebagai lawan. Aktor-aktor yang dituliskan dalam penelitian ini berasal dari kalangan militer, aktivis dan jurnalis.

Untuk mengetahui peristiwa Malari dan keterlibatan aktor-aktor intelektual dalam peristiwa tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “PERISTWA MALARI dan AKTOR – AKTOR INTELEKTUAL TERLIBAT DI DALAMNYA”

1. 2. Identifikasi Masalah

Pemikiran untuk mewujudkan sebuah konsep tentang PERISTWA MALARI dan KATERLIBATAN KAUM INTELEKTUAL Aksi Protes Mahasiswa Terhadap Pemerintah Mengkritisi Strategi Pembangunan Menentang Modal Asing mencakup :

1. Bagaimana situasi politik Indonesia pada zaman orde baru? 2. Seperti apa keadaan ekonomi dan keamanan di Indonesia?

3. Apakah ada konflik dikalangan pemerintah pada pasca 1973-1974? 4. Bagaimana awal tercetusnya peristiwa Malari?

5. Bagaimana aksi dan reaksi pasca peristiwa Malari?

(12)

5

1. 3. Pembatasan masalah

Permasalahan dalam penelitian ini terbatas pada kajian yang menyangkut Peristiwa Malari dan Aktor-aktor Intelektual yang Terlibat di Dalamnya, penulis membatasi tulisan ini diawali terjadinya peristiwa malari yaitu pada tahun 1974, penulis membuat pembatasan masalah supaya penelitian ini akan lebih fokus, yang mencakup :

1. Latar belang terjadinya peristiwa Malari.

2. Kebijakan pemerintah pada bidang ekonomi masa Orde Baru sehingga menimbulkan reaksi dari intelktual memicu sebuah peristiwa.

3. Peranan pemikiran para aktor intelektual terhadap kebijakan pemerintah sehingga munculnya peristiwa Malari.

1. 4. Perumusan Masalah

Adapun perumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimana latar belakang terjadinya peristiwa Malari?

2. Bagaimana kebijakan pemerintah pada bidang ekonomi masa Orde Baru sehingga menimbulkan reaksi dari intelektual memicu sebuah peristiwa? 3. Bagaimana pemikiran para aktor intelektual terhadap kebijakan

pemerintah sehingga munculnya peristiwa Malari?

1. 5. Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah di atas maka yang menjadi tujuan penelitian adalah :

(13)

6

2. Untuk mengetahui kebijakan pemerintah pada bidang ekonomi masa Orde Baru sehingga menimbulkan reaksi dari intelektual memicu sebuah peristiwa.

3. Untuk mengetahui bagaimana pemikiran para aktor intelektual terhadap kebijakan pemerintah sehingga munculnya peristiwa Malari.

1. 6. Manfaat Penelitian

Adapun yang menjadi manfaat dalam penelitian ini adalah :

1. Sebagai bahan informasi, bahwa dalam catatan sejarah menyimpan beberapa fenomenal peristiwa yang pernah berlangsung, sehingga peristiwa malari tidak hanya tinggal wacana (sebuah peristiwa sisi gelap dari peristiwa sejarah di zaman orde baru).

2. Sebagai manfaat teori dan praktis keilmuan.

3. Mengetahui aktor-aktor intelektual yang terlibat dalam peristiwa Malari. 4. Sebagai penambah wawasan dan pengetahuan penulis dalam menyusun

sebuah karya ilmiah.

5. Bagi penulis sebagai syarat memperoleh gelar sarjana pendidikan.

6. Bagi mahasiwa Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan mengetahui bahwa zaman orba masih banyak peristiwa-peristiwa gelap dalam sejarah yang pantas untuk di teliti bahkan di diskusikan, supaya setiap peristiwa tidak hanya menjadi wacana.

(14)

106

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

4. 1. KESIMPULAN

(15)

107

akan mematikan secara cepat perekonomian masyarakat Indonesia serta mengurangi tingkat pengerajin-pengerajin tradisional.

Ada banyak yang diungkap berbagai pengamat sosial-politik terhadap peristiwa Malari, merupakan ekses konflik internal dikalangan elite politik, ledakan ketidakpuasan kelompok kelas menengah pribumi terhadap strategi pembangunan Orde Baru, sampai peristiwa yang didalangi oleh oknum-oknum PSI dan Majelis Sjuro Muslimin Indonesia. Faktanya, kerusuhan, pembakaran, pencurian, dan pengerusakan hingga lepasnya 11 nyawa merupakan suatu aksi terpisah dari gerakan mahasiswa yang memprotes dominasi modal asing, mengkritik strategi pembangunan pemerintah Soeharto, dan mengecam korupsi di pemerintahan.

(16)

108

dan menimbulkan hutang luar negeri yang besar. Peranan modal asing hanya sekedar memanfaatkan Indonesia sebagai lahan perekonomian asing, keuntungan yang diperoleh digunakan untuk mensejahterakan negara asing. Dengan kata lain bisa dikatakan Indonesia sebagai tanah tempat negara asing memperbaiki perekonomiannya dan memanfaatkan sumber daya alam Indonesia. Pemerintah hanya memanfaatkan dana asing yang merugikan perekonomian Indonesia, adanya hubungan luar negeri hanya menguntungkan sebagai para pejabat pemerintah yang berkuasa di zaman tersebut.

(17)

109

(18)

110 5. 2 Saran

Adapun yang menjadi saran dari penulis adalah :

1. Penulis mengharapkan kepada pembaca supaya lebih bijak dalam berpikir dan bertindak untuk menuntut rezim-rezim pemerintahan yang merugikan rakyat Indonesia.

2. Penulis mengharapkan supaya rakyat Indonesia lebih mengetahui peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi di Indonesia khususnya di Orde Baru yang dipelopori oleh mahasiswa.

3. Diharapkan kepada seluruh mahasiswa di Indonesia supaya lebih bijak lagi dalam mengkritisi sistem pemerintahan dan mengambil keputusan yang tidak merugikan negara.

4. Diharapkan kepada pemerintah yang memegang kekuasaan lebih arif dan bijaksana mengambil kebijakan-kebijakan dalam penangan ekonomi, politi dan sosial di tanah air yang tidak merugikan bangsa dan negara. 5. Diharapkan kepada aparatur negara khususnya militer supaya benar-benar

menjadi aparatur yang melindungi rakyat dari pertikaian dan konflik tanpa ada maksud dan tujuan pribadi yang dapat merugikan pihak-pihak lain. 6. Diharapkan kepada para jurnalis supaya memuat berita berdasarkan fakta

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Winoto (2014) keunggulan bersaing berkelanjutan merupakan hasil dari pemanfaatan sumberdaya dan kemampuan-kemampuan yang dimiliki perusahaan, serta kemampuan perusahaan

[r]

Kuliah Teknik Pengolahan Hasil Pertanian membahas dan mempelajari penanganan dan prosessing yang sesuai untuk pengembangan teknologi pengolahan produk pertanian serta

Namun, jika bentuk sindikasi tersebut adalah club deal atau sub syndication , langkah berikutnya yang dilakukan bank adalah langsung menidentifikasi apakah

Puji syukur dan terima kasih kepada Allah SWT, atas berkat dan anugerah-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Hubungan Paparan Karbon Monoksida

More recent studies have shown that germination of Striga is not host specific but showed that not only do wild ancestors of sorghum and millet induce Striga

Itulah sebabnya mengapa jika Anda didiagnosis terjangkit penyakit ini Anda harus mengajak pasangan Anda ke klinik untuk mendapatkan pengobatan juga, atau paling tidak untuk

Puji syukur di panjatkan kepada kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas rahmat dan hidayahnya sehingga dapat menyelesaikan skripsi dengan jidul ― Penerapan Model