PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE STAD PADA SISWA KELAS IV SDN GROGOLAN 02
TAHUN PELAJARAN 2012/2013
NASKAH PUBLIKASI
Diajukan Oleh :
Nama : Muhamad Suhada
NIM : A54E090057
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
ABSTRAK
Muhamad Suhada. A54E090057. Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Metode STAD Pada Siswa Kelas IV SDN Grogolan 02 Tahun Pelajaran 2012/2013. 162 halaman dan 15 halaman kecil.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA melalui metode STAD. Subyek penelitian adalah guru dan siswa kelas IV SD Negeri Grogolan 02 yang berjumlah 23 siswa. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa dan guru. Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, observasi, , dan tes. Teknik uji validitas data menggunakan bentuk trianggulasi sumber dan trianggulasi waktu. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif yang terdiri dari 3 komponen, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Prosedur penelitian meliputi tahap: identifikasi masalah, persiapan, penyusunan rencana tindakan, implementasi tindakan, pengamatan, dan penyusunan rencana. Proses penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing - masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa melalui metode STAD. Adapun peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari perolehan nilai siswa dalam hasil belajar IPA yang meningkat dari siklus I dan siklus II. Pada siklus I pertemuan I persentase ketuntasan hasil belajar siswa melalui metode STAD sebesar 52% atau 12 siswa, siklus I pertemuan II sebesar 65% atau 16 siswa, dan pada siklus II sebesar 87% atau 20 siswa. Hal ini membuktikan bahwa dengan penerapan metode STAD mampu meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Grogolan 02.
PERSETUJUAN
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE STAD PADA SISWA KELAS IV SDN GROGOLAN 02
TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Disusun oleh :
MUHAMAD SUHADA A54E090057
Telah disetujui dan disahkan untuk dipertahankan dihadapan Dewan penguji
Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Mengetahui
Pembimbing I Pembimbing II
Drs. Mulyadi S.K., M.Pd Drs. Rubino Rubiyanto, M.Pd
PENGESAHAN
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE STAD PADA SISWA KELAS IV SDN GROGOLAN 02
TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Disusun oleh :
MUHAMAD SUHADA
A54E090057
Telah dipertahankan di depan Dewan penguji
Pada tanggal, 5 September 2012 Dan disyahkan telah memenuhi syarat
Susunan Dewan Penguji
1. Drs. Mulyadi, S.K., M.Pd. ( )
2. Drs. Rubino Rubiyanto, M.Pd. ( )
3. Dra. Saring Marsudi, M.Pd. ( ) Surakarta, ………..
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dekan
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan suatu upaya dalam mempersiapkan sumber daya
manusia yang memiliki keahlian dan keterampilan sesuai tuntutan pembangunan bangsa, dimana kualitas suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh
faktor pendidikan. Perwujudan masyarakat berkualitas tersebut menjadi tanggung jawab pendidikan, terutama dalam menyiapkan peserta didik menjadi subyek yang makin berperan menampilkan keunggulan dirinya yang
tangguh, kreatif, mandiri, dan profesional pada bidang masing-masing. Upaya peningkatan kualitas pendidikan dapat tercapai secara optimal, apabila
dilakukan pengembangan dan perbaikan terhadap komponen pendidikan itu sendiri.
Melibatkan siswa dalam pembelajaran IPA bagi siswa SD sangatlah
penting, mengingat dalam pembelajaran IPA siswa tidak hanya dituntut untuk memahami apa yang telah dipelajari, tetapi siswa juga harus mampu
memberikan contoh-contoh kejadian yang nyata di lingkungan seputar materi yang disampaikan. Hasil belajar pada mata pelajaran IPA kelas IV SD Negeri Grogolan 02 masih rendah. Hal tersebut dapat diketahui berdasarkan hasil
ulangan harian pada tanggal 14 Juli 2012. Yaitu rata- rata kelas 6,5. Dari 23 siswa yang mengikuti ulangan harian, 8 siswa yang mendapat nilai diatas
Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara dengan siswa kelas IV SD Negeri Grogolan 02 beserta guru kelas, diperoleh data bahwa
pembelajaran masih bersifat teacher centered, yaitu cenderung dikuasai oleh guru. Oleh karena itu, selayaknya guru harus mengubah metode mengajar
konvensional menjadi metode yang kreatif dan inovatif. Metode konvensional yang didominasi oleh metode ceramah tidak mengaktifkan belajar siswa. Adapun kelemahan-kelemahan metode ceramah:
1. Adanya penyamaan kemampuan siswa, padahal kenyataannya kemampuan siswa berbeda.
2. Bersifat satu arah (berpusat pada guru) sehingga hanya merupakan proses penyampaian ilmu.
3. Siswa kurang perhatian.
4. Hasil pelajaran kurang mantap karena metode ceramah yang terdiri atas rentetan ucapan guru yang sedemikian rupa serta waktu yang beruntutan
akan memaksaka siswa menangkap secara semaunya.
Berkaitan dengan permasalahan diatas, guru cenderung mendominasi dalam pembelajaran melalui metode ceramah pada hampir setiap pemberian
materi ajar. Suharsini Arikunto (2006: 4) menyebutkan beberapa karakteristik siswa dalam pembelajaran dengan metode konvensional sebagai berikut:
semangat belajar rendah, mencuri jalan pintas, tidak tahu belajar untuk apa, pasif dan acuh. Untuk mengantisipasi terjadinya karakteristik siswa yang demikian disarankan pula bagi seorang guru untuk menerapkan suatu strategi
memberikan model reward dan punishment, bersifat terbuka, dan memberikan layanan yang simpatik.
Hasil belajar siswa pada kelas IV SD Negeri Grogolan 02 ini harus segera diatasi, supaya siswa merasa nyaman, senang dan berpartisipasi aktif
dalam proses pembelajaran sehingga hasil belajar siswa meningkat. Jika penerapan model pembelajaran untuk mata pelajaran IPA hanya menggunakan model ceramah sebagai model utama, maka proses belajar akan
terasa membosankan bagi siswa karena terasa monoton. Kondisi ini diduga akan sangat mempengaruhi hasil belajar, minat belajar dan daya tarik siswa
dalam mengikuti pelajaran serta berkaitan pula dengan masa depan siswa. Untuk mengatasi masalah tersebut agar tidak berkelanjutan, maka dipilih salah satu metode pembelajaran IPA, yaitu metode STAD ( Student
Teams Achievement Division).
Menurut Nurhadi (2004:116) metode STAD merupakan suatu model
pembelajaran dimana siswa di dalam kelas dibagi ke dalam beberapa kelompok atau tim yang masing-masing terdiri atas 4 samapai 5 orang anggota kelompok yang memiliki latar belakang kelompok yang heterogen,
baik jenis kelamin, ras etnik, maupun kemampuan intelektual (tinggi, rendah, dan sedang). Tiap anggota tim menggunakan lembar kerja akademik dan
kemudian saling membantu untuk menguasai bahan ajar melalui tanya jawab atau diskusi antar sesama anggota tim.
Menurut Johnson (dalam Noornia, 1997: 29) penggunaan
antara lain lebih dapat memotivasi siswa dalam berkelompok agar mereka saling mendorong dan membantu satu sama lain dalam mengusai materi yang
disajikan. Dalam pembelajaran kooperatif metode STAD memiliki ciri khusus yaitu kelompok yang terbentuk dari siswa berkemampuan tinggi, sedang, dan
rendah.
Sedangkan menurut Nurhadi (2004:115-116) penggunaan pembelajaran kooperatif metode STAD memiliki keuntungan dalam jangka
panjang, antara lain dapat meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial, memudahkan siswa melakukan penyesuaian, menghilangkan sifat
mementingkan diri sendiri dan egois, membangun persahabatan yang dapat berkelanjutan hingga masa dewasa, meningkatkan kesediaan menggunakan ide orang lain yang dirasakan lebih baik, memungkinkan terbentuk dan
berkembangnya nilai-nilai social dan komitmen.
Pemilihan metode pembelajaran STAD jika dibandingkan dengan
metode dari model pembelajaran kooperatif lainnya apabila dikaitkan dengan jurusan dan mata pelajaran yang diteliti yaitu IPA merupakan alternatif terbaik serta memiliki potensi keberhasilan yang cukup besar baik karena
faktor kesederhanaan dan kemudahan dalam prakeknya. Hal ini yang mendorong peneliti untuk memilih pembelajran kooperatif metode STAD di
dalam melakukan penelitian.
dengan judul : “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode STAD Pada Siswa Kelas IV SDN Grogolan 02 Tahun Pelajaran 2012/2013”.
Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan sebagaimana tersebut di depan,
maka rumusan permasalahan yang diajukan dalam proposal ini adalah : Apakah Melalui Metode STAD dapat Meningkatkan Hasil Belajar IPA Pada
Siswa Kelas IV SDN Grogolan 02 ?
Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum
Tujuan peneliti yang diharapkan dari penelitian ini menjadi masukan bagi guru dan siswa untuk meningkatkan belajar di rumah.
2. Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus dari penelitian ini :
Meningkatkan hasil belajar siswa khususnya dalam pembelajaran IPA.
Manfaat Penelitian 3. Manfaat Teoritis :
Memberikan sumbangan pada pengembangan teori pembelajaran dengan
metode STAD, pengembangan mutu Pendidikan Tenaga Kependidikan di UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Dukuhseti, dan SDN Grogolan 02 ke
4. Manfaat Praktis : a. Siswa
1) Dapat Meningkatkan motivasi belajar. 2) Dapat Meningkatkan Prestasi belajar.
3) Dapat Meningkatkan keterampilan untuk melakukan pemecahan suatu masalah.
b. Guru
1) Dapat meningkatkan motivasi mengajar 2) Dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
3) Dapat memperkaya pengalaman dan mengembangkan wawasan profesional.
4) Dapat menumbuhkan motivasi untuk meningkatkan mutu
pendidikan melalui perbaikan pembelajaran di kelas. c. Sekolah
1) Dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas untuk memasuki sekolah yang lebih tinggi.
2) Dapat dijadikan bahan kajian menentukan kebijakan
pelaksanaan proses pembelajaran selanjutnya
3) Dapat dijadikan sebagai langkah awal pelaksanaan inovasi
pendidikan. d. Pembaca
Penelitian ini dapat dijadikan sebagai perubahan wawasan dan
METODE PENELITIAN
Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat penelitian ini akan diadakan di SDN Grogolan 02. Tahap-tahap pelaksanaan kegiatan sejak tahap persiapan sampai tahap penulisan laporan
penelitian dilakukan selama beberapa bulan, mulai dari bulan Juni sampai selesai.
Waktu penelitian dilaksanakan selama semester ganjil tahun ajaran
2012/2013 pada bulan Juli sampai selesai. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN Grogolan 02 tahun ajaran 2012/2013 yang
berjumlah 23 siswa, sementara guru kelas IV SDN Grogolan 02 sebagai patner kolaborasi serta sekaligus sebagai triangulasi sumber data.
Subyek dan Obyek Penelitian
Subyek penelitian terdiri dari Kepala Sekolah dan Guru sebagai teman sejawat di SD Negeri Grogolan 02. Sedangkan obyek yang diteliti adalah
guru yang mengajar di kelas IV yaitu Bapak Muhamad Suhada dengan jumlah siswanya ada 23, yang terdiri dari laki-laki 12 anak dan perempuan 11 anak.
Jenis Data dan Sumber Data
Lofland dan Lofland (dalam Moleong, 2002:112) menyatakan bahwa
sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah kata tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Dalam menentukan sumber data, peneliti harus benar-benar memperhatikan subyek
adalah orang yang memberikan informasi sebanyak-banyaknya tentang sesuatu yang diteliti. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN
Grogolan 02.
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Perilaku guru dalam pembelajaran tindakan, yang penilaiannya dilakukan oleh kolaborator dan siswa.
2. Perilaku siswa dalam pembelajaran tindakan, yang penilaiannya dilakukan oleh guru dan kolaborator.
3. Situasi kelas saat pembelajaran tindakan, yang penilaiannya dilakukan oleh guru dan kolaborator.
4. Hasil belajar IPA siswa sebagai dampak pembelajaran tindakan dalam mengerjakan soal-soal tes awal dan tes akhir.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut: 1. Observasi
Menurut Suharsimi Arikunto (2010:30) Observasi adalah suatu
teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti dan sistematis. Observasi dilakukan dengan membuat catatan-catatan untuk mendapatkan gambaran secara langsung tentang kegiatan belajar
2. Wawancara
Wawancara atau interviw adalah suatu metode yang digunakan
untuk mendapatkan jawaban dari reponden dengan jalan tanya jawab sepihak.
3. Tes
Menurut Muchtar Bukhori dalam Suharsimi Arikunto (2010:33) menyatakan tes merupakan suatu percobaan yang diadakan untuk
mengetahui ada atau tidaknya hasil-hasil pelajaran tertentu pada seorang murid atau kelompok belajar
Validitas Data
Instrument yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrument tersebut
dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Agar data yang digali dan dikumpulkan selama penelitian terjamin kemantapannya dipilih cara-cara yang tepat untuk mengembangkan validitas data yang
diperoleh. Penelitian ini akan menggunakan triangulasi untuk menguji keabsahan data.
Triangulasi dalam teknik pengumpulan data ini diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada Triangulasi teknik untuk
penelitian ini data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes.
Teknik Analisis Data
Analisis data dalam penelitian ini adalah dengan cara deskriptif
kualitatif, yaitu dengan cara menganalisis data perkembangan siswa dari siklus I sampai siklus III. Teknik analisis kualitatif mengacu pada model Miles dan Huberman (1992) menggunakan model interaktif yang dilakukan
dalam 3 komponen berurutan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Prosedur Penelitian
Menurut Arikunto (2006:16-20) model penelitian tindakan kelas adalah: “ secara garis besar terdapat empat tahapan yang harus dilalui, yaitu
(1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi”.
Indikator Pencapaian
Indikator pencapaian dalam penelitian kelas ini adalah peningkatan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran IPA dengan penerapan metode STAD pada siswa kelas IV SDN Grogolan 02 tahun ajaran 2012/2013
HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Sekolah
Berikut ini adalah profil SDN Grogolan 02 :
a. Nama Sekolah : SD NEGERI GROGOLAN 02
b. Alamat Sekolah :
Dukuh : Gadingan
Desa : Grogolan
Kecamatan : Dukuhseti Kabupaten : Pati
Provinsi : Jawa Tengah Kode Pos : 59158 Telepon/ HP : 08122822049
c. Tahun Pendirian : 1985 d. Status Tanah : Hak Pakai
e. Daya Listrik : 900 Volt Visi dan Misi Sekolah
a. Visi sekolah :
BERDASARKAN IMAN DAN TAQWA, KITA
MENINGKATKAN PRESTASI AKADEMIK DAN NON AKADEMIK SEHINGGA MENJADI MANUSIA YANG
CERDAS, TERAMPIL, BERBUDAYA DAN BERBUDI
b. Misi Sekolah :
1) Melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan sistem
pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. 2) Menumbuhkan semangat untuk berani bersaing dalam
kompetensi lomba secara jujur dan sportif.
3) Mendorong dan membantu setiap siswa mengenali dan memahami potensi dirinya sehingga dapat dikembangkan
secara optimal.
4) Menumbuhkan penghayatan olah raga dan seni sehingga
menghasilkan sifat sportifitas, jujur, dan berjiwa besar. Deskripsi Awal
Berdasarkan hasil pengamatan yang sudah dilakukan saat
pembelajaran IPA, siswa terlihat kurang semangat dan sebagian besar hasil belajar siswa kurang memuaskan, yaitu banyak nilai dibawah KKM. Hasil
dari observasi awal ini, diperoleh informasi mengenai masalah yang terjadi yaitu :
1. Menurunnya aktivitas siswa dalam pembelajaran IPA dengan ditandai
sedikitnya pertanyaan yang muncul dari siswa dalam kegiatan pembelajaran IPA.
2. Tidak semua siswa memiliki buku ajar sesuai dengan yang dianjurkan guru
3. Nilai rata-rata setiap ulangan berkisar 65 dengan tingkat ketuntasan
4. Fasilitas alat peraga kurang lengkap, sehingga dalam kegiatan belajar mengajar guru cenderung menggunakan penbelajaran model ceramah
sehingga siswa menjadi jenuh.
Deskripsi Siklus I Pertemuan I
Siklus I pertemuan I dilakukan pada hari Rabu tanggal 18 Juli 2012, pembelajaran dilaksanakan dengan pedoman Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama 2 jam pelajaran (70 menit). Pada siklus I
pertemuan I ini, peneliti menyiapkan materi pelajaran IPA materi memahami hubungan antara struktur organ tubuh manusia dengan fungsinya, serta
pemeliharaannya dengan kompetensi dasar: mendiskripsikan hubungan antara struktur kerangka tubuh manusia dengan fungsinya.
Berdasarkan nilai hasil belajar siswa untuk mengukur pembelajaran IPA
siklus I pertemuan I diperoleh hasil 12 siswa telah memenuhi batas ketercapaian KKM (≥ 75) sehingga didapat persentase pencapaian KKM hasil belajar 52 %, namun masih ada 11 siswa atau 48 % siswa belum mencapai KKM. Data tersebut menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas IV dari pengamatan awal, tetapi belum mampu
memenuhi indikator pencapaian keberhasilan dalam penelitian ini, sehingga penelitian pada siklus I pertemuan I harus dilanjutkan ke pertemuan
Deskripsi Siklus I Pertemuan II
Siklus I pertemuan II dilakukan pada hari Sabtu tanggal 21 Juli
2012, pembelajaran dilaksanakan dengan pedoman Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama 2 jam pelajaran (70 menit). Pada siklus I
pertemuan II ini, peneliti menyiapkan materi pelajaran IPA materi memahami hubungan antara struktur organ tubuh manusia dengan fungsinya, serta pemeliharaannya dengan kompetensi dasar: cara memelihara kesehatan
kerangka tubuh.
Berdasarkan nilai hasil belajar siswa untuk mengukur pembelajaran
IPA siklus I pertemuan II diperoleh hasil 15 siswa telah memenuhi batas ketercapaian KKM (≥ 75) sehingga didapat persentase pencapaian KKM hasil belajar 65 %, namun masih ada 8 siswa atau 35 % siswa belum
mencapai KKM. Data tersebut menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas IV dari siklus I pertemuan I, tetapi belum mampu
memenuhi indikator pencapaian keberhasilan dalam penelitian ini, sehingga penelitian pada siklus I pertemuan II harus dilanjutkan ke siklus berikutnya untuk memperbaiki dan meningkatkan hasil yang sesuai dengan kriteria yang
telah ditetapkan.
Deskripsi Siklus II
Pelaksanaan penelitian tindakan kelas siklus II dilakukan pada hari Rabu tanggal 25 Juli 2012. Pada siklus II ini guru meningkatkan kinerja dan bimbingan serta pengarahannya terhadap siswa, agar siswa dapat lebih fokus
Berdasarkan nilai siswa untuk mengukur hasil belajar IPA siswa kelas IV pada siklus II diperoleh hasil 20 siswa telah memenuhi batas ketercapaian
KKM (≥ 75) sehingga didapatkan persentase pencapaian KKM hasil belajar 87 % dan masih ada 3 siswa atau 13 % siswa belum mencapai KKM. Data
tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran IPA siswa mengalami peningkatan di banding siklus I dan telah memenuhi indikator pencapaian keberhasilan sehingga tindakan kelas berhenti pada siklus II karena pada
siklus II proses penelitian telah mencapai indikator keberhasilan yang direncanakan.
HASIL PENELITIAN
Pembahasan hasil penelitian didapatkan berdasarkan analisis data hasil penelitian dan merupakan kerja kolaborasi antara peneliti dengan
observer dan kepala sekolah yang terlibat dalam proses penelitian ini. Hasil diskusi dan dialog pada kerja kolaborasi memberikan dorongan pada
guru kelas untuk melakukan pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa.
Dalam rangka meningkatkan hasil belajar IPA siswa, guru selalu
melakukan pembenahan pelaksanaan tindakan pada proses pembelajaran. Sebelum diadakan penelitian, pembelajaran masih konvensional, guru
menjelaskan materi dengan ceramah dan siswa mendengarkan tanpa adanya inovasi dalam pembelajaran. Tindakan yang dilakukan oleh guru kelas dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV adalah dengan metode belajar
Adapun peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas IV dapat dilihat dalam tabel di bawah ini :
Tabel 4.13 Daftar nilai siswa sebelum dan sesudah tindakan
No. Nama Siswa
Siklus I Siklus II
Pra Pertemuan Pertemuan Pertemuan
Gambar 4.6
Grafik Persentase Peningkatan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV Berdasarkan nilai siswa untuk mengukur hasil belajar IPA siswa
kelas IV pada masing-masing siklus dan pra siklus diperoleh kesimpulan dengan menggunakan metode STAD hasil belajar IPA meningkat. Penelitian ini menguatkan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan
oleh beberapa peneliti.
Berdasarkan data hasil penelitian di atas mendukung
diterimanya hipotesis bahwa dengan metode belajar kelompok model STAD dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Grogolan 02 Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati.
0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%
KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan keseluruhan siklus yang telah dilakukan, dapat disimpulkan
bahwa: “Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Metode STAD Pada Siswa
Kelas IV SDN Grogolan 02 Tahun Pelajaran 2012/2013”.
Peningkatan hasil belajar IPA pada siswa yang ditunjukkan dengan adanya
peningkatan jumlah siswa yang tuntas memenuhi KKM > 75 adalah sebagai
berikut:
1. Pada pertemuan I siklus I, siswa yang memenuhi KKM adalah 12 siswa dari
23 siswa (52%).
2. Pada pertemuan II siklus I, siswa yang memenuhi KKM adalah 15 siswa
dari 23 siswa (65%).
3. Pada siklus II, siswa yang memenuhi KKM adalah 20 siswa dari 23 siswa
(87%)
IMPLIKASI
Kesimpulan diatas memberikan implikasi bahwa dengan pembenahan cara
mengajar dan penggunaan metode yang tepat dan bervariasi dari seorang guru
akan memberi pengaruh pada kegiatan belajar siswa yang berdampak pada
kemampuan siswa menguasai materi yang diajarkan. Penerapan metode STAD
merupakan salah satu metode yang memiliki manfaat dalam pembelajaran IPA
untuk membantu siswa dalam meningkatkan hasil pembelajaran IPA yang
dikembangkan dengan kreatif.
Dengan metode pembelajaran STAD yang diterapkan dalam dua siklus
Mengklasifikasikan bagian-bagian rangka manusia, mengidentifikasi kegunaan
rangka manusia, mengidentifikasi penyakit yang berkaitan dengan rangka,
mendemontrasikan cara merawat memfungsikan rangka dan fungsi alat indra
manusia
SARAN
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dalam
usaha untuk meningkatkan hasil belajar siswa di kelas melalui metode STAD,
maka diajukan sejumlah saran sebagai berikut :
1. Saran Bagi Guru
a. Sebagai bahan masukan guru untuk memilih pendekatan dan metode
pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran IPA. Salah satunya
dengan menerapkan metode STAD dalam pembelajaran IPA, karena
dengan metode tersebut dapat meningkatkan kemampuan
mempresentasikan, menggolongkan, dan mengklasifikasikan dalam
belajar kelompok.
b. Guru perlu memperbanyak latihan berdiskusi kelompok di dalam kelas.
Hal ini akan dapat membantu siswa dalam mengembangkan
kemampuan bersosialisi dan mengungkapkan permasalahan dalam diri
siswa.
c. Guru perlu memberikan jam tambahan dan perhatian khusus bagi siswa
yang belum mencapai KKM dalam pembelajaran IPA.
2. Peneliti Berikutnya
Bagi peneliti berikutnya yang tertarik pada masalah yang serupa,
dengan metode yang lebih variatif, sehingga keterampilan berdiskusi
kelompok dapat ditingkatkan melalui berbagai metode inovatif. Hal ini
dilakukan agar pembelajaran IPA di sekolah menjadi kegiatan pembelajaran
yang menyenangkan bagi siswa dan siswa memiliki keterampilan
DAFTAR PUSTAKA
Anni, Chatarina Tri, dkk. 2005. Psikologi Belajar. Semarang: UPTUNNES Press. Aqib, Zaenal. 2010. Profesionalisme Guru Dalam Pembelajaran. Surabaya: Insan
Cendekia.
Arikunto, Suharsimi. 2010. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bina Aksara.
Asrori, Muhammad. 2009. Psikologi Pembelajaran. Bandung: Wacana Prima. _______________. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Wacana Prima Hakim, Lukmanul. 2009. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Wacana Prima.
(http://www.scribd.com/doc/67711337/makalah-Model-Pembelajaran-Pakem-Siap-Print html, diakses senin, 25 Juni 2012).
I Made. 2009. Hakikat IPA dan Pendidikan IPA. Jakarta: PPPPTK IPA
Isjoni. 2009. Pembelajaran Kooperatif Meningkatkan Kecerdasan dan Komunikasi Antar Peserta Didik. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Maidiyah, E. 1998. Pembelajaran Kooperatif Pada Topik Pecahan di SD (Dalam Upaya-upaya Meningkatkan Peran Pendidikan Matematika Dalam Menghadapi Era Globalisasi: Perspektif Pembelajaran Alternatif Kompetitif) Laporan Seminar Nasional Pendidikan Matematika 4 April 1998. Malang: Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang.
Majid, Abdul. 2009. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya. Maryadi, Nining S, dkk. 2011. Pedoman Penulisan Skripsi. Surakarta : BP-FKIP
UMS
Miles, B. Mathew dan Michael Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif (Buku Sumber Tentang Metode-metode Baru). Jakarta: UIP.
Moleong, I. 2002. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mulyasa. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Rosda karya.
Nuryani. 2005. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Malang: UM Pres
Oemar Hamalik. 1993. Metode Belajar dan Kesilitan-kesulitan Belajar. Bandung: remaja Karya.
_______________. 2003. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Rasyid Harun & Mansyur. 2009. Penilaian Hasil Belajar. Bandung Wacana Prima
Rosalin, Elin. 2008. Gagasan Merancang Pembelajaran Kontektual. Bandung: Karsa Mandiri Persada.
Rubino Rubiyanto. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Solobaru : Qinant Sri Suhartini. 2011. Evaluasi pembelajaran. Solobaru : Qinant
Sugiyono. 2005. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukidin, dkk. 2010. Managemen Penelitian Tindakan Kelas. Surabaya: Insan Cendekia.
Sumiati, Asra. 2009. Metode Pembelajaran. Bandung: Wacana Prima.
Suwarno, Mulyadi SK. 2010. Pedagogi Khusus Bidang Studi Sekolah Dasar. Surakarta : FKIP-UMS
Syaiful Sagala. 2003. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta. Syaodih, Nana. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja