• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE STAD PADA SISWA KELAS IV SDN GROGOLAN 02 Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Metode STAD Pada Siswa Kelas IV SDN Grogolan 02 Tahun Pelajaran 2012/2013.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE STAD PADA SISWA KELAS IV SDN GROGOLAN 02 Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Metode STAD Pada Siswa Kelas IV SDN Grogolan 02 Tahun Pelajaran 2012/2013."

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE STAD PADA SISWA KELAS IV SDN GROGOLAN 02

TAHUN PELAJARAN 2012/2013

NASKAH PUBLIKASI

Diajukan Oleh :

Nama : Muhamad Suhada

NIM : A54E090057

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

(2)

ABSTRAK

Muhamad Suhada. A54E090057. Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Metode STAD Pada Siswa Kelas IV SDN Grogolan 02 Tahun Pelajaran 2012/2013. 162 halaman dan 15 halaman kecil.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA melalui metode STAD. Subyek penelitian adalah guru dan siswa kelas IV SD Negeri Grogolan 02 yang berjumlah 23 siswa. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa dan guru. Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, observasi, , dan tes. Teknik uji validitas data menggunakan bentuk trianggulasi sumber dan trianggulasi waktu. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif yang terdiri dari 3 komponen, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Prosedur penelitian meliputi tahap: identifikasi masalah, persiapan, penyusunan rencana tindakan, implementasi tindakan, pengamatan, dan penyusunan rencana. Proses penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing - masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa melalui metode STAD. Adapun peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari perolehan nilai siswa dalam hasil belajar IPA yang meningkat dari siklus I dan siklus II. Pada siklus I pertemuan I persentase ketuntasan hasil belajar siswa melalui metode STAD sebesar 52% atau 12 siswa, siklus I pertemuan II sebesar 65% atau 16 siswa, dan pada siklus II sebesar 87% atau 20 siswa. Hal ini membuktikan bahwa dengan penerapan metode STAD mampu meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Grogolan 02.

(3)

PERSETUJUAN

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE STAD PADA SISWA KELAS IV SDN GROGOLAN 02

TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Disusun oleh :

MUHAMAD SUHADA A54E090057

Telah disetujui dan disahkan untuk dipertahankan dihadapan Dewan penguji

Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Mengetahui

Pembimbing I Pembimbing II

Drs. Mulyadi S.K., M.Pd Drs. Rubino Rubiyanto, M.Pd

(4)

PENGESAHAN

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE STAD PADA SISWA KELAS IV SDN GROGOLAN 02

TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Disusun oleh :

MUHAMAD SUHADA

A54E090057

Telah dipertahankan di depan Dewan penguji

Pada tanggal, 5 September 2012 Dan disyahkan telah memenuhi syarat

Susunan Dewan Penguji

1. Drs. Mulyadi, S.K., M.Pd. ( )

2. Drs. Rubino Rubiyanto, M.Pd. ( )

3. Dra. Saring Marsudi, M.Pd. ( ) Surakarta, ………..

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dekan

(5)

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan suatu upaya dalam mempersiapkan sumber daya

manusia yang memiliki keahlian dan keterampilan sesuai tuntutan pembangunan bangsa, dimana kualitas suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh

faktor pendidikan. Perwujudan masyarakat berkualitas tersebut menjadi tanggung jawab pendidikan, terutama dalam menyiapkan peserta didik menjadi subyek yang makin berperan menampilkan keunggulan dirinya yang

tangguh, kreatif, mandiri, dan profesional pada bidang masing-masing. Upaya peningkatan kualitas pendidikan dapat tercapai secara optimal, apabila

dilakukan pengembangan dan perbaikan terhadap komponen pendidikan itu sendiri.

Melibatkan siswa dalam pembelajaran IPA bagi siswa SD sangatlah

penting, mengingat dalam pembelajaran IPA siswa tidak hanya dituntut untuk memahami apa yang telah dipelajari, tetapi siswa juga harus mampu

memberikan contoh-contoh kejadian yang nyata di lingkungan seputar materi yang disampaikan. Hasil belajar pada mata pelajaran IPA kelas IV SD Negeri Grogolan 02 masih rendah. Hal tersebut dapat diketahui berdasarkan hasil

ulangan harian pada tanggal 14 Juli 2012. Yaitu rata- rata kelas 6,5. Dari 23 siswa yang mengikuti ulangan harian, 8 siswa yang mendapat nilai diatas

(6)

Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara dengan siswa kelas IV SD Negeri Grogolan 02 beserta guru kelas, diperoleh data bahwa

pembelajaran masih bersifat teacher centered, yaitu cenderung dikuasai oleh guru. Oleh karena itu, selayaknya guru harus mengubah metode mengajar

konvensional menjadi metode yang kreatif dan inovatif. Metode konvensional yang didominasi oleh metode ceramah tidak mengaktifkan belajar siswa. Adapun kelemahan-kelemahan metode ceramah:

1. Adanya penyamaan kemampuan siswa, padahal kenyataannya kemampuan siswa berbeda.

2. Bersifat satu arah (berpusat pada guru) sehingga hanya merupakan proses penyampaian ilmu.

3. Siswa kurang perhatian.

4. Hasil pelajaran kurang mantap karena metode ceramah yang terdiri atas rentetan ucapan guru yang sedemikian rupa serta waktu yang beruntutan

akan memaksaka siswa menangkap secara semaunya.

Berkaitan dengan permasalahan diatas, guru cenderung mendominasi dalam pembelajaran melalui metode ceramah pada hampir setiap pemberian

materi ajar. Suharsini Arikunto (2006: 4) menyebutkan beberapa karakteristik siswa dalam pembelajaran dengan metode konvensional sebagai berikut:

semangat belajar rendah, mencuri jalan pintas, tidak tahu belajar untuk apa, pasif dan acuh. Untuk mengantisipasi terjadinya karakteristik siswa yang demikian disarankan pula bagi seorang guru untuk menerapkan suatu strategi

(7)

memberikan model reward dan punishment, bersifat terbuka, dan memberikan layanan yang simpatik.

Hasil belajar siswa pada kelas IV SD Negeri Grogolan 02 ini harus segera diatasi, supaya siswa merasa nyaman, senang dan berpartisipasi aktif

dalam proses pembelajaran sehingga hasil belajar siswa meningkat. Jika penerapan model pembelajaran untuk mata pelajaran IPA hanya menggunakan model ceramah sebagai model utama, maka proses belajar akan

terasa membosankan bagi siswa karena terasa monoton. Kondisi ini diduga akan sangat mempengaruhi hasil belajar, minat belajar dan daya tarik siswa

dalam mengikuti pelajaran serta berkaitan pula dengan masa depan siswa. Untuk mengatasi masalah tersebut agar tidak berkelanjutan, maka dipilih salah satu metode pembelajaran IPA, yaitu metode STAD ( Student

Teams Achievement Division).

Menurut Nurhadi (2004:116) metode STAD merupakan suatu model

pembelajaran dimana siswa di dalam kelas dibagi ke dalam beberapa kelompok atau tim yang masing-masing terdiri atas 4 samapai 5 orang anggota kelompok yang memiliki latar belakang kelompok yang heterogen,

baik jenis kelamin, ras etnik, maupun kemampuan intelektual (tinggi, rendah, dan sedang). Tiap anggota tim menggunakan lembar kerja akademik dan

kemudian saling membantu untuk menguasai bahan ajar melalui tanya jawab atau diskusi antar sesama anggota tim.

Menurut Johnson (dalam Noornia, 1997: 29) penggunaan

(8)

antara lain lebih dapat memotivasi siswa dalam berkelompok agar mereka saling mendorong dan membantu satu sama lain dalam mengusai materi yang

disajikan. Dalam pembelajaran kooperatif metode STAD memiliki ciri khusus yaitu kelompok yang terbentuk dari siswa berkemampuan tinggi, sedang, dan

rendah.

Sedangkan menurut Nurhadi (2004:115-116) penggunaan pembelajaran kooperatif metode STAD memiliki keuntungan dalam jangka

panjang, antara lain dapat meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial, memudahkan siswa melakukan penyesuaian, menghilangkan sifat

mementingkan diri sendiri dan egois, membangun persahabatan yang dapat berkelanjutan hingga masa dewasa, meningkatkan kesediaan menggunakan ide orang lain yang dirasakan lebih baik, memungkinkan terbentuk dan

berkembangnya nilai-nilai social dan komitmen.

Pemilihan metode pembelajaran STAD jika dibandingkan dengan

metode dari model pembelajaran kooperatif lainnya apabila dikaitkan dengan jurusan dan mata pelajaran yang diteliti yaitu IPA merupakan alternatif terbaik serta memiliki potensi keberhasilan yang cukup besar baik karena

faktor kesederhanaan dan kemudahan dalam prakeknya. Hal ini yang mendorong peneliti untuk memilih pembelajran kooperatif metode STAD di

dalam melakukan penelitian.

(9)

dengan judul : “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode STAD Pada Siswa Kelas IV SDN Grogolan 02 Tahun Pelajaran 2012/2013”.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan sebagaimana tersebut di depan,

maka rumusan permasalahan yang diajukan dalam proposal ini adalah : Apakah Melalui Metode STAD dapat Meningkatkan Hasil Belajar IPA Pada

Siswa Kelas IV SDN Grogolan 02 ?

Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum

Tujuan peneliti yang diharapkan dari penelitian ini menjadi masukan bagi guru dan siswa untuk meningkatkan belajar di rumah.

2. Tujuan Khusus

Adapun tujuan khusus dari penelitian ini :

Meningkatkan hasil belajar siswa khususnya dalam pembelajaran IPA.

Manfaat Penelitian 3. Manfaat Teoritis :

Memberikan sumbangan pada pengembangan teori pembelajaran dengan

metode STAD, pengembangan mutu Pendidikan Tenaga Kependidikan di UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Dukuhseti, dan SDN Grogolan 02 ke

(10)

4. Manfaat Praktis : a. Siswa

1) Dapat Meningkatkan motivasi belajar. 2) Dapat Meningkatkan Prestasi belajar.

3) Dapat Meningkatkan keterampilan untuk melakukan pemecahan suatu masalah.

b. Guru

1) Dapat meningkatkan motivasi mengajar 2) Dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.

3) Dapat memperkaya pengalaman dan mengembangkan wawasan profesional.

4) Dapat menumbuhkan motivasi untuk meningkatkan mutu

pendidikan melalui perbaikan pembelajaran di kelas. c. Sekolah

1) Dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas untuk memasuki sekolah yang lebih tinggi.

2) Dapat dijadikan bahan kajian menentukan kebijakan

pelaksanaan proses pembelajaran selanjutnya

3) Dapat dijadikan sebagai langkah awal pelaksanaan inovasi

pendidikan. d. Pembaca

Penelitian ini dapat dijadikan sebagai perubahan wawasan dan

(11)

METODE PENELITIAN

Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat penelitian ini akan diadakan di SDN Grogolan 02. Tahap-tahap pelaksanaan kegiatan sejak tahap persiapan sampai tahap penulisan laporan

penelitian dilakukan selama beberapa bulan, mulai dari bulan Juni sampai selesai.

Waktu penelitian dilaksanakan selama semester ganjil tahun ajaran

2012/2013 pada bulan Juli sampai selesai. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN Grogolan 02 tahun ajaran 2012/2013 yang

berjumlah 23 siswa, sementara guru kelas IV SDN Grogolan 02 sebagai patner kolaborasi serta sekaligus sebagai triangulasi sumber data.

Subyek dan Obyek Penelitian

Subyek penelitian terdiri dari Kepala Sekolah dan Guru sebagai teman sejawat di SD Negeri Grogolan 02. Sedangkan obyek yang diteliti adalah

guru yang mengajar di kelas IV yaitu Bapak Muhamad Suhada dengan jumlah siswanya ada 23, yang terdiri dari laki-laki 12 anak dan perempuan 11 anak.

Jenis Data dan Sumber Data

Lofland dan Lofland (dalam Moleong, 2002:112) menyatakan bahwa

sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah kata tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Dalam menentukan sumber data, peneliti harus benar-benar memperhatikan subyek

(12)

adalah orang yang memberikan informasi sebanyak-banyaknya tentang sesuatu yang diteliti. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN

Grogolan 02.

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Perilaku guru dalam pembelajaran tindakan, yang penilaiannya dilakukan oleh kolaborator dan siswa.

2. Perilaku siswa dalam pembelajaran tindakan, yang penilaiannya dilakukan oleh guru dan kolaborator.

3. Situasi kelas saat pembelajaran tindakan, yang penilaiannya dilakukan oleh guru dan kolaborator.

4. Hasil belajar IPA siswa sebagai dampak pembelajaran tindakan dalam mengerjakan soal-soal tes awal dan tes akhir.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah

sebagai berikut: 1. Observasi

Menurut Suharsimi Arikunto (2010:30) Observasi adalah suatu

teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti dan sistematis. Observasi dilakukan dengan membuat catatan-catatan untuk mendapatkan gambaran secara langsung tentang kegiatan belajar

(13)

2. Wawancara

Wawancara atau interviw adalah suatu metode yang digunakan

untuk mendapatkan jawaban dari reponden dengan jalan tanya jawab sepihak.

3. Tes

Menurut Muchtar Bukhori dalam Suharsimi Arikunto (2010:33) menyatakan tes merupakan suatu percobaan yang diadakan untuk

mengetahui ada atau tidaknya hasil-hasil pelajaran tertentu pada seorang murid atau kelompok belajar

Validitas Data

Instrument yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrument tersebut

dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Agar data yang digali dan dikumpulkan selama penelitian terjamin kemantapannya dipilih cara-cara yang tepat untuk mengembangkan validitas data yang

diperoleh. Penelitian ini akan menggunakan triangulasi untuk menguji keabsahan data.

Triangulasi dalam teknik pengumpulan data ini diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada Triangulasi teknik untuk

(14)

penelitian ini data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes.

Teknik Analisis Data

Analisis data dalam penelitian ini adalah dengan cara deskriptif

kualitatif, yaitu dengan cara menganalisis data perkembangan siswa dari siklus I sampai siklus III. Teknik analisis kualitatif mengacu pada model Miles dan Huberman (1992) menggunakan model interaktif yang dilakukan

dalam 3 komponen berurutan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Prosedur Penelitian

Menurut Arikunto (2006:16-20) model penelitian tindakan kelas adalah: “ secara garis besar terdapat empat tahapan yang harus dilalui, yaitu

(1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi”.

Indikator Pencapaian

Indikator pencapaian dalam penelitian kelas ini adalah peningkatan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran IPA dengan penerapan metode STAD pada siswa kelas IV SDN Grogolan 02 tahun ajaran 2012/2013

(15)

HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Sekolah

Berikut ini adalah profil SDN Grogolan 02 :

a. Nama Sekolah : SD NEGERI GROGOLAN 02

b. Alamat Sekolah :

Dukuh : Gadingan

Desa : Grogolan

Kecamatan : Dukuhseti Kabupaten : Pati

Provinsi : Jawa Tengah Kode Pos : 59158 Telepon/ HP : 08122822049

c. Tahun Pendirian : 1985 d. Status Tanah : Hak Pakai

e. Daya Listrik : 900 Volt Visi dan Misi Sekolah

a. Visi sekolah :

BERDASARKAN IMAN DAN TAQWA, KITA

MENINGKATKAN PRESTASI AKADEMIK DAN NON AKADEMIK SEHINGGA MENJADI MANUSIA YANG

CERDAS, TERAMPIL, BERBUDAYA DAN BERBUDI

(16)

b. Misi Sekolah :

1) Melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan sistem

pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. 2) Menumbuhkan semangat untuk berani bersaing dalam

kompetensi lomba secara jujur dan sportif.

3) Mendorong dan membantu setiap siswa mengenali dan memahami potensi dirinya sehingga dapat dikembangkan

secara optimal.

4) Menumbuhkan penghayatan olah raga dan seni sehingga

menghasilkan sifat sportifitas, jujur, dan berjiwa besar. Deskripsi Awal

Berdasarkan hasil pengamatan yang sudah dilakukan saat

pembelajaran IPA, siswa terlihat kurang semangat dan sebagian besar hasil belajar siswa kurang memuaskan, yaitu banyak nilai dibawah KKM. Hasil

dari observasi awal ini, diperoleh informasi mengenai masalah yang terjadi yaitu :

1. Menurunnya aktivitas siswa dalam pembelajaran IPA dengan ditandai

sedikitnya pertanyaan yang muncul dari siswa dalam kegiatan pembelajaran IPA.

2. Tidak semua siswa memiliki buku ajar sesuai dengan yang dianjurkan guru

3. Nilai rata-rata setiap ulangan berkisar 65 dengan tingkat ketuntasan

(17)

4. Fasilitas alat peraga kurang lengkap, sehingga dalam kegiatan belajar mengajar guru cenderung menggunakan penbelajaran model ceramah

sehingga siswa menjadi jenuh.

Deskripsi Siklus I Pertemuan I

Siklus I pertemuan I dilakukan pada hari Rabu tanggal 18 Juli 2012, pembelajaran dilaksanakan dengan pedoman Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama 2 jam pelajaran (70 menit). Pada siklus I

pertemuan I ini, peneliti menyiapkan materi pelajaran IPA materi memahami hubungan antara struktur organ tubuh manusia dengan fungsinya, serta

pemeliharaannya dengan kompetensi dasar: mendiskripsikan hubungan antara struktur kerangka tubuh manusia dengan fungsinya.

Berdasarkan nilai hasil belajar siswa untuk mengukur pembelajaran IPA

siklus I pertemuan I diperoleh hasil 12 siswa telah memenuhi batas ketercapaian KKM (≥ 75) sehingga didapat persentase pencapaian KKM hasil belajar 52 %, namun masih ada 11 siswa atau 48 % siswa belum mencapai KKM. Data tersebut menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas IV dari pengamatan awal, tetapi belum mampu

memenuhi indikator pencapaian keberhasilan dalam penelitian ini, sehingga penelitian pada siklus I pertemuan I harus dilanjutkan ke pertemuan

(18)

Deskripsi Siklus I Pertemuan II

Siklus I pertemuan II dilakukan pada hari Sabtu tanggal 21 Juli

2012, pembelajaran dilaksanakan dengan pedoman Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) selama 2 jam pelajaran (70 menit). Pada siklus I

pertemuan II ini, peneliti menyiapkan materi pelajaran IPA materi memahami hubungan antara struktur organ tubuh manusia dengan fungsinya, serta pemeliharaannya dengan kompetensi dasar: cara memelihara kesehatan

kerangka tubuh.

Berdasarkan nilai hasil belajar siswa untuk mengukur pembelajaran

IPA siklus I pertemuan II diperoleh hasil 15 siswa telah memenuhi batas ketercapaian KKM (≥ 75) sehingga didapat persentase pencapaian KKM hasil belajar 65 %, namun masih ada 8 siswa atau 35 % siswa belum

mencapai KKM. Data tersebut menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas IV dari siklus I pertemuan I, tetapi belum mampu

memenuhi indikator pencapaian keberhasilan dalam penelitian ini, sehingga penelitian pada siklus I pertemuan II harus dilanjutkan ke siklus berikutnya untuk memperbaiki dan meningkatkan hasil yang sesuai dengan kriteria yang

telah ditetapkan.

Deskripsi Siklus II

Pelaksanaan penelitian tindakan kelas siklus II dilakukan pada hari Rabu tanggal 25 Juli 2012. Pada siklus II ini guru meningkatkan kinerja dan bimbingan serta pengarahannya terhadap siswa, agar siswa dapat lebih fokus

(19)

Berdasarkan nilai siswa untuk mengukur hasil belajar IPA siswa kelas IV pada siklus II diperoleh hasil 20 siswa telah memenuhi batas ketercapaian

KKM (≥ 75) sehingga didapatkan persentase pencapaian KKM hasil belajar 87 % dan masih ada 3 siswa atau 13 % siswa belum mencapai KKM. Data

tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran IPA siswa mengalami peningkatan di banding siklus I dan telah memenuhi indikator pencapaian keberhasilan sehingga tindakan kelas berhenti pada siklus II karena pada

siklus II proses penelitian telah mencapai indikator keberhasilan yang direncanakan.

HASIL PENELITIAN

Pembahasan hasil penelitian didapatkan berdasarkan analisis data hasil penelitian dan merupakan kerja kolaborasi antara peneliti dengan

observer dan kepala sekolah yang terlibat dalam proses penelitian ini. Hasil diskusi dan dialog pada kerja kolaborasi memberikan dorongan pada

guru kelas untuk melakukan pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa.

Dalam rangka meningkatkan hasil belajar IPA siswa, guru selalu

melakukan pembenahan pelaksanaan tindakan pada proses pembelajaran. Sebelum diadakan penelitian, pembelajaran masih konvensional, guru

menjelaskan materi dengan ceramah dan siswa mendengarkan tanpa adanya inovasi dalam pembelajaran. Tindakan yang dilakukan oleh guru kelas dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV adalah dengan metode belajar

(20)

Adapun peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas IV dapat dilihat dalam tabel di bawah ini :

Tabel 4.13 Daftar nilai siswa sebelum dan sesudah tindakan

No. Nama Siswa

Siklus I Siklus II

Pra Pertemuan Pertemuan Pertemuan

(21)

Gambar 4.6

Grafik Persentase Peningkatan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV Berdasarkan nilai siswa untuk mengukur hasil belajar IPA siswa

kelas IV pada masing-masing siklus dan pra siklus diperoleh kesimpulan dengan menggunakan metode STAD hasil belajar IPA meningkat. Penelitian ini menguatkan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan

oleh beberapa peneliti.

Berdasarkan data hasil penelitian di atas mendukung

diterimanya hipotesis bahwa dengan metode belajar kelompok model STAD dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Grogolan 02 Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati.

0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%

(22)

KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan keseluruhan siklus yang telah dilakukan, dapat disimpulkan

bahwa: “Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Metode STAD Pada Siswa

Kelas IV SDN Grogolan 02 Tahun Pelajaran 2012/2013”.

Peningkatan hasil belajar IPA pada siswa yang ditunjukkan dengan adanya

peningkatan jumlah siswa yang tuntas memenuhi KKM > 75 adalah sebagai

berikut:

1. Pada pertemuan I siklus I, siswa yang memenuhi KKM adalah 12 siswa dari

23 siswa (52%).

2. Pada pertemuan II siklus I, siswa yang memenuhi KKM adalah 15 siswa

dari 23 siswa (65%).

3. Pada siklus II, siswa yang memenuhi KKM adalah 20 siswa dari 23 siswa

(87%)

IMPLIKASI

Kesimpulan diatas memberikan implikasi bahwa dengan pembenahan cara

mengajar dan penggunaan metode yang tepat dan bervariasi dari seorang guru

akan memberi pengaruh pada kegiatan belajar siswa yang berdampak pada

kemampuan siswa menguasai materi yang diajarkan. Penerapan metode STAD

merupakan salah satu metode yang memiliki manfaat dalam pembelajaran IPA

untuk membantu siswa dalam meningkatkan hasil pembelajaran IPA yang

dikembangkan dengan kreatif.

Dengan metode pembelajaran STAD yang diterapkan dalam dua siklus

(23)

Mengklasifikasikan bagian-bagian rangka manusia, mengidentifikasi kegunaan

rangka manusia, mengidentifikasi penyakit yang berkaitan dengan rangka,

mendemontrasikan cara merawat memfungsikan rangka dan fungsi alat indra

manusia

SARAN

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dalam

usaha untuk meningkatkan hasil belajar siswa di kelas melalui metode STAD,

maka diajukan sejumlah saran sebagai berikut :

1. Saran Bagi Guru

a. Sebagai bahan masukan guru untuk memilih pendekatan dan metode

pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran IPA. Salah satunya

dengan menerapkan metode STAD dalam pembelajaran IPA, karena

dengan metode tersebut dapat meningkatkan kemampuan

mempresentasikan, menggolongkan, dan mengklasifikasikan dalam

belajar kelompok.

b. Guru perlu memperbanyak latihan berdiskusi kelompok di dalam kelas.

Hal ini akan dapat membantu siswa dalam mengembangkan

kemampuan bersosialisi dan mengungkapkan permasalahan dalam diri

siswa.

c. Guru perlu memberikan jam tambahan dan perhatian khusus bagi siswa

yang belum mencapai KKM dalam pembelajaran IPA.

2. Peneliti Berikutnya

Bagi peneliti berikutnya yang tertarik pada masalah yang serupa,

(24)

dengan metode yang lebih variatif, sehingga keterampilan berdiskusi

kelompok dapat ditingkatkan melalui berbagai metode inovatif. Hal ini

dilakukan agar pembelajaran IPA di sekolah menjadi kegiatan pembelajaran

yang menyenangkan bagi siswa dan siswa memiliki keterampilan

(25)

DAFTAR PUSTAKA

Anni, Chatarina Tri, dkk. 2005. Psikologi Belajar. Semarang: UPTUNNES Press. Aqib, Zaenal. 2010. Profesionalisme Guru Dalam Pembelajaran. Surabaya: Insan

Cendekia.

Arikunto, Suharsimi. 2010. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bina Aksara.

Asrori, Muhammad. 2009. Psikologi Pembelajaran. Bandung: Wacana Prima. _______________. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Wacana Prima Hakim, Lukmanul. 2009. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Wacana Prima.

(http://www.scribd.com/doc/67711337/makalah-Model-Pembelajaran-Pakem-Siap-Print html, diakses senin, 25 Juni 2012).

I Made. 2009. Hakikat IPA dan Pendidikan IPA. Jakarta: PPPPTK IPA

Isjoni. 2009. Pembelajaran Kooperatif Meningkatkan Kecerdasan dan Komunikasi Antar Peserta Didik. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Maidiyah, E. 1998. Pembelajaran Kooperatif Pada Topik Pecahan di SD (Dalam Upaya-upaya Meningkatkan Peran Pendidikan Matematika Dalam Menghadapi Era Globalisasi: Perspektif Pembelajaran Alternatif Kompetitif) Laporan Seminar Nasional Pendidikan Matematika 4 April 1998. Malang: Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang.

Majid, Abdul. 2009. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya. Maryadi, Nining S, dkk. 2011. Pedoman Penulisan Skripsi. Surakarta : BP-FKIP

UMS

Miles, B. Mathew dan Michael Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif (Buku Sumber Tentang Metode-metode Baru). Jakarta: UIP.

Moleong, I. 2002. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mulyasa. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Rosda karya.

(26)

Nuryani. 2005. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Malang: UM Pres

Oemar Hamalik. 1993. Metode Belajar dan Kesilitan-kesulitan Belajar. Bandung: remaja Karya.

_______________. 2003. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Rasyid Harun & Mansyur. 2009. Penilaian Hasil Belajar. Bandung Wacana Prima

Rosalin, Elin. 2008. Gagasan Merancang Pembelajaran Kontektual. Bandung: Karsa Mandiri Persada.

Rubino Rubiyanto. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Solobaru : Qinant Sri Suhartini. 2011. Evaluasi pembelajaran. Solobaru : Qinant

Sugiyono. 2005. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukidin, dkk. 2010. Managemen Penelitian Tindakan Kelas. Surabaya: Insan Cendekia.

Sumiati, Asra. 2009. Metode Pembelajaran. Bandung: Wacana Prima.

Suwarno, Mulyadi SK. 2010. Pedagogi Khusus Bidang Studi Sekolah Dasar. Surakarta : FKIP-UMS

Syaiful Sagala. 2003. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta. Syaodih, Nana. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja

Gambar

Gambar 4.6

Referensi

Dokumen terkait

Dzuanda (2011: 4) Suatu produk pastilah memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Begitu juga dengan media pop up, media ini memiliki kekurangan yakni tingkat

menyatakan suhu dan lama waktu yang dibutuhkan untuk menggoreng ikan adalah pada suhu 160 °C selama 3-6 menit, sedangkan perlakuan suhu penggorengan 180 °C

Sumber data yang digunakan, yaitu sumber data primer berupa novel Cinta di dalam Gelas karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang, Yogyakarta, 2010, setebal 264 halaman, dan

Kondisi sungai di Indonesia akhir ini sangat memprihatinkan, hal ini dapat dilihat dari peningkatan konsentrasi sedimen di sungai-sungai. Peningkatan konsentrasi

COURAGE AND SINCERITY IN CATHERINE HARDWICKE’S RED RIDING HOOD MOVIE (2011):.. AN

Keke, Pak Jody (Ayah Keke), Andi, Pak Iyus, dan Prof. Latar dalam meliputi latar tempat, latar waktu, dan latar sosial. Latar tempat meliputi Jakarta, Banten, Singapura,

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN KEBIASAAN BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN EKONOMI: Survey Pada Peserta Didik Kelas X IIS Di SMA Negeri 16 Bandung.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada siswa kelas IV-B di SDN Conggeang 1 dalam pembelajaran IPA materi energi alternatif hasil belajar siswa masih rendah. Kinerja guru dan