• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengukuran kinerja institusi pendidikan menengah atas dengan metode Balanced Scorecard : studi kasus pada SMAN 2 Sendawar, Kutai Barat.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengukuran kinerja institusi pendidikan menengah atas dengan metode Balanced Scorecard : studi kasus pada SMAN 2 Sendawar, Kutai Barat."

Copied!
162
0
0

Teks penuh

(1)

PENGUKURAN

KINERJA INSTITUSI PENDIDIKAN

MENE1YGAH ATAS DENGAN

METODE

BALANCED SCORECARD

Studi Kasus pada SMAN 2 Sendawar, Kutai Barat

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Program Studi Akuntansi

Oleh: Robert William

NIM : 07

2ll4

086

PROGRAM STUDI

AI(UNTANSI

JURUS$I

AKUNTANSI

FAKULTAS

EKONOMI

T'NIVERSITAS SANATA

DHARMA

YOGYAKARTA

(2)

Dosen Pembimbing

w

Firma Sulistiyowati, S.E., M.Si., QIA

SKRTPSI

PENGUKURAN

KINERJA INSTITUSI PEIIDIDIKAhI

MENENGAII

ATAS

DENGAI\ METODE

BALANCED SCORECARD

Stud.i Kasus pada SMAN 2 Sendawar, Kutai B*rat

Tanggal24 April2}l3

,t.4 :. :

s

"6i.r'i1lii.;.

#

SF4'

aqrd

tr

eh*

{

sS

ry

Si*
(3)

SKRIPSI

PENGUKURAN

KTNERJA

INSTITUSI PENDIDIKA]\I

MENENGAH ATAS DENGAN METODE

BALANCED

SCORECARD

Studi Kasus pada SMANI 2 Sendawar, Kutai Barat

Dipersiapkan dan ditulis oleh : Robert William

NIM : 07 2114 086

anda Tangan

Anggota

Anggota

Anggota

Yogyakarta, 31 Mei 2013 Fakultas Ekonomi

lll *%**

tN ,g

f#

qes ffilvamu

h-.

Se;

ry*diffi

(4)

iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Saya tidak takut berjalan lambat,

Yang saya takutkan adalah berhenti berjalan..

“Sakit dalam

perjuangan itu hanya sementara.

Bisa jadi Anda rasakan dalam semenit, sejam, sehari, atau setahun.

Namun jika menyerah, rasa sakit itu akan

terasa selamanya”

(Lance Armstrong, Mantan Atlet Balap Sepeda AS).

Kehormatan seseorang dinilai dari tanggungjawab

terhadap kewajibannya (Mbah Maridjan)

Skripsi ini saya persembahkan untuk:

Orang tua ku: Bpk Arvani dan Ibu Dominika

Adik-adik ku: Andi, Tian, Dika dan Narty

Kakek&Nenek di Mujan, Nenek&(Alm) Kakek di Tering

(5)

T]NIVBRSITAS SANATA DHARMA

FAKULTAS EKONOMI

JURUSAN AKTINTANSI

-

PROGRAM STTIDI AKI]NTAIISI

PERNTYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS SKRIPSI

Yang bertanda tangan dibawah ini, saya menyatakan bahwa Skripsi dengan

judul: Pengukuran Kinerja Institusi Pendidikan Menengah Atas dengan Metode Balanced Scorecard, Studi Kasus pada SMAN 2 Sendawar Kutai Barat adalah hasil karya saya.

Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini

tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin, atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain yang saya akui seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri dan atau tidak terdapatbagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin, tiru atau yang saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan pada penulis aslinya.

Apabila saya melakukan hal tersebut diatas, baik sengaja maupun tidak, dengan

ini

saya menyatakan menarik skripsi yang saya ajukan sebagai hasil tulisan saya sendiri ini. Bila kemudian terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan menyalin atau meniru tulisan orang lain seolah-olah hasil pemikiran saya sendiri, berarti gelar dan ijasah yang telah diberikan oleh universitas batal saya

terima.

(6)

LNMBAR PERNTYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH T'NTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan dibawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma:

Nama

: Robert William

Nomor

Mahasiswa

:07 2114 086

Demi ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya berjudul Pengukuran Kinerja Institusi Pendidikan Menengah Atas dengan Metode Balanced Scorecard, Studi Kasus pada SMAN 2 Sendawar Kutai Barat. Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma

hak untuk

menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengolahnya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas dan mempublikasikannya

di

internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberi royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di Yogyakarta

Pada tanggal 31 Mei 2013

Yang menyatakan,

(7)

vii

KATA PENGANTAR

Puji syukur dan terima kasih kepada Allah atas berkat dan rahmat-Nya yang telah dilimpahkan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

Dalam menyelesaikan skripsi ini penulis mendapat bantuan, bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada:

1. Yesus Kristus dan Bunda Maria, yang senantiasa melimpahkan kasih dan berkat sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

2. Rama Dr. Ir. Paulus Wiryono Priyotamtomo, S.J. selaku Rektor Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kepribadian kepada penulis.

3. Dr. H. Herry Maridjo, M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

4. Drs. YP. Supardiyono, M.Si., QIA selaku Kaprodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

5. Firma Sulistiyowati, S.E., M.Si., QIA selaku Dosen Pembimbing yang telah sabar membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

(8)

viii

7. Semua Staff dan Karyawan Fakultas Ekonomi yang telah membantu proses administrasi mahasiswa dan proses perkuliahan.

8. Kedua orangtuaku, adik-adikku, yang selalu mendoakan dan memberi semangat.

9. Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat, khususnya Dinas Pendidikan yang telah memberikan kesempatan belajar dan membiayai penulis selama kuliah.

10. Franklin, S.Pd., M.Si selaku kepala sekolah SMA Negeri 2 Sendawar, beserta para guru dan karyawan yang telah menerima, membantu, mendukung dan memberikan ijin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian serta memberikan data yang dibutuhkan penulis dalam menyusun skripsi.

11. Seluruh siswa-siswi dan orang tua/wali murid SMA Negeri 2 Sendawar yang telah mendukung penulis dalam menyusun skripsi.

12. Bruder Urbanus Teluma Belawa, MSF, terima kasih atas doa, saran dan penguatan kepada penulis.

13. Om Sahrun sekeluarga, om Marat sekeluarga, terima kasih atas bantuannya selama ini, semoga Tuhan Yesus membalas segala kebaikan hati kalian melalui berkat-Nya.

(9)

15.

Adit, Marta, Yonatan, Helen, Song, dan Angela, terima kasih atas bantuan,

semangat, dukungan, serta kebersamaan selama ini.

16.

Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangannya, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran. Semoga skripsi

ini

dapat bermanfaat bagi pembaca.

Yogyakart4 31 Mei 2013

(10)

x

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... iv

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS ... v

HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ... vi

HALAMAN KATA PENGANTAR ... vii

HALAMAN DAFTAR ISI ... x

HALAMAN DAFTAR TABEL ... xiii

HALAMAN DAFTAR GAMBAR ... xvi

ABSTRAK ... xvii

ABSTRACT ... xviii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 2

C. Tujuan Penelitian ... 3

D. Manfaat Penelitian ... 3

E. Sistematika Penulisan ... 4

BAB II LANDASAN TEORI ... 6

A. Organisasi Sektor Publik ... 6

1. Pengertian Organisasi Sektor Publik ... 6

2. Tipe Organisasi Sektor Publik ... 7

3. Tipe barang atau Pelayanan Organisasi Sektor Publik ... 8

4. Pengukuran Kinerja Sektor Publik ... 10

B. Metode Balanced Scorecard ... 11

1. Pengertian Metode Balanced Scorecard ... 11

2. Keunggulan Metode Balanced Scorecard ... 12

3. Proses Implementasi Balanced Scorecard ... 13

C. Penerapan Balanced Scorecard pada Lembaga Pendidikan ... 14

1. Perubahan Konsep Metode Balanced Scorecard ... 14

(11)

xi

BAB III METODE PENELITIAN ... 19

A. Jenis Penelitian ... 19

B. Tempat Penelitian dan Waktu Penelitian ... 19

C. Subjek dan Objek Penelitian ... 19

D. Data yang Dibutuhkan ... 20

E. Populasi dan Sampel ... 21

F. Teknik Pengumpulan Data ... 22

G. Teknik Analisis Data ... 22

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN ... 30

A. Gambaran Umum SMA Negeri 2 Sendawar ... 30

1. Sejarah Singkat Sekolah ... 30

2. Identitas Sekolah ... 30

B. Lokasi ... 31

C. Kesiswaan ... 31

D. Guru dan Karyawan ... 32

E. Keadaan Sekolah ... 32

1. Keadaan Gedung ... 32

2. Keadaan Tanah ... 32

3. Sarana dan Prasarana ... 32

F. Visi dan Misi SMA Negeri 2 Sendawar ... 33

1. Visi SMA Negeri 2 Sendawar ... 33

2. Misi SMA Negeri 2 Sendawar ... 34

G. Tujuan SMA Negeri 2 Sendawar ... 34

1. Tujuan Jangka Panjang ... 34

2. Tujuan Jangka Pendek ... 35

H. Struktur Organisasi SMA Negeri 2 Sendawar ... 36

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ... 37

A. Menterjemahkan Visi dan Misi SMA Negeri 2 Sendawar ke dalam Metode Balanced Scorecard ... 37

1. Perspektif Pelanggan ... 37

2. Perspektif Keuangan ... 39

3. Perspektif Proses Bisnis Internal ... 40

4. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan ... 41

B. Analisa dan Pembahasan Data yang Dibutuhkan dalam Pengukuran Kinerja SMA Negeri 2 Sendawar Berdasarkan Empat Perspektif 43

1. Perspektif Pelanggan ... 43

2. Perspektif Keuangan ... 57

3. Perspektif Proses Bisnis Internal ... 62

4. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan ... 72

C. Penilaian Kinerja SMA Negeri 2 Sendawar Berdasarkan Empat Perspektif dalam Metode Balanced Scorecard ... 85

1. Perspektif Pelanggan ... 85

(12)

xii

3. Perspektif Proses Bisnis Internal ... 88

4. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan ... 90

D. Penilaian Kinerja SMA Negeri 2 Sendawar secara Keseluruhan . 91 BAB VI PENUTUP ... 94

A. Kesimpulan ... 94

1. Kinerja SMA Negeri 2 Sendawar menurut empat perspektif yang ada dalam metode balanced scorecard ... 94

2. Kinerja SMA Negeri 2 Sendawar secara keseluruhan ... 95

B. Keterbatasan Penelitian ... 96

C. Saran ... 97

1. Bagi SMA Negeri 2 Sendawar ... 97

2. Peneliti selanjutnya ... 97

DAFTAR PUSTAKA ... 99

(13)

xiii

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1. Kriteria Penilaian Kinerja untuk Data Primer ... 26

Tabel 2. Kriteria Penilaian Ukuran Strategik Perspektif Keuangan ... 27

Tabel 3. Kriteria Penilaian Sekolah untuk Masing-Masing Persperktif ... 27

Table 4. Kriteria Penilaian Kinerja Perspektif Keuangan ... 28

Table 5. Kriteria Penilaian Kinerja Sekolah Secara Keseluruhan ... 29

Tabel 6. Jenis Ruangan/Bangunan ... 32

Tabel 7. Ukuran Strategik Perspektif Pelanggan ... 38

Tabel 8. Ukuran Strategik Perspektif Keuangan ... 40

Tabel 9. Ukuran Kinerja Perspektif Proses Bisnis Internal ... 40

Tabel 10. Ukuran Kinerja Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan ... 42

Tabel 11. Distribusi Frekuensi Kepuasan Pelanggan Internal secara Umum . 45 Tabel 12. Distribusi Frekuensi Kepuasan Pelanggan Internal terhadap Gedung Sekolah ... 46

Tabel 13. Distribusi Frekuensi Kepuasan Pelanggan Internal terhadap Kualitas Siswa ... 47

Tabel 14. Distribusi Frekuensi Kepuasan Pelanggan Internal terhadap Iklim dan Budaya Sekolah ... 48

Tabel 15. Distribusi Frekuensi Kepuasan Pelanggan Internal terhadap Layanan Sekolah ... 49

Tabel 16. Distribusi Frekuensi Pelanggan Eksternal secara Umum ... 50

Tabel 17. Distribusi Frekuensi Kepuasan Pelanggan Eksternal terhadap Kualitas Siswa ... 51

Tabel 18. Distribusi Frekuensi Kepuasan Pelanggan Eksternal terhadap Iklim dan Budaya Sekolah ... 52

Tabel 19. Distribusi Frekuensi Kepuasan Pelanggan Eksternal terhadap Pelayanan Sekolah ... 53

(14)

xiv

Tabel 21. Perhitungan Total Biaya Administrasi Non Program ... 58

Tabel 22. Perhitungan Total Biaya Program ... 58

Tabel 23. Perhitungan Rasio Biaya Operasional Terhadap Total Biaya Program 58 Tabel 24. Perhitungan Total Pendapatan BOSDA Per Tahun ... 59

Tabel 25. Perhitungan Rasio Biaya Program ke Pendapatan BOSDA ... 59

Tabel 26. Perhitungan Biaya Rata-rata per Siswa ... 60

Tabel 27. Distribusi Frekuensi Terhadap Kepuasan Umum ... 77

Tabel 28. Distribusi Frekuensi Kepuasan Guru dan Karyawan terhadap Peningkatan Kepuasan Kerja ... 78

Tabel 29. Distribusi Frekuensi Kepuasan Guru dan Karyawan terhadap Pengembangan Kompetensi Guru dan Karyawan ... 79

Tabel 30. Distribusi Frekuensi Kepuasan Guru dan Karyawan terhadap Kesejahteraan Guru dan Karyawan ... 80

Tabel 31. Kriteria Penilaian Ukuran Strategik menurut Perspektif Pelanggan ... 87

Tabel 32. Kriteria Penilaian Kinerja Sekolah menurut Perspektif Pelanggan 86

Tabel 33. Penilaian Kinerja Sekolah berdasarkan Perspektif Pelanggan ... 86

Tabel 34. Kriteria Penilaian Ukuran Strategik Perspektif Keuangan ... 87

Tabel 35. Kriteria Penilaian Kinerja Sekolah menurut Perspektif Keuangan . 87 Tabel 36. Penilaian Kinerja SMA Negeri 2 Sendawar menurut Perspektif Keuangan ... 88

Tabel 37. Kriteria Penilaian Ukuran Strategik dalam Perspektif Proses Bisnis Internal ... 89

Tabel 38. Kriteria Penilaian Kinerja Sekolah menurut Perspektif Proses Bisnis Internal ... 89

Tabel 39. Penilaian Kinerja Sekolah berdasarkan Perspektif Proses Bisnis Internal ... 89

Tabel 40. Kriteria Penilaian Kinerja Sekolah menurut Perspektif Pebelajaran dan Pertumbuhan ... 90

(15)

xv

(16)

xvi

DAFTAR GAMBAR

(17)

xvii

ABSTRAK

PENGUKURAN KINERJA INSTITUSI PENDIDIKAN MENENGAH

ATAS DENGAN METODE BALANCED SCORECARD

Studi Kasus pada SMA Negeri 2 Sendawar, Kutai Barat

Robert William NIM: 07 2114 086 Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta 2013

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja SMA Negeri 2 Sendawar apabila diukur dengan menggunakan metode balanced scorecard. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya penilaian kinerja organisasi sektor publik serta makin maraknya pengukuran kinerja organisasi sektor publik dengan menggunakan metode balanced scorecard.

Jenis penelitian adalah studi kasus. Data diperoleh dengan menggunakan metode kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode convenience sampling dan purposive sampling untuk menilai perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis rasio dan statistika sederhana dengan menggunakan data total skor dan rata-rata skor.

(18)

xviii

ABSTRACT

A PERFORMANCE MEASUREMENT OF A SENIOR HIGH SCHOOL

INSTITUTION USING BALANCED SCORECARD METHOD

A Case Study At State Senior High School 2 of Sendawar, West Kutai

Robert William NIM: 07 2114 086 Sanata Dharma University

Yogyakarta 2013

The purpose of this research was to know the performance of State Senior High School 2 of Sendawar if it was measured using balanced scorecard method. This research is motivated by the importance of measurement of the performance of public sector and the increasing number of measurement of public sector using balanced scorecard method.

The research was a case study. The data were obtained using questionnaire, interviews, and documentation methods. The sampling techniques used were purposive and convenience sampling for assessing customer perspective, internal business process, and learning and growth perspective. The data analysis techniques used were ratio analysis and simple statistic using total score and mean.

The results of this research showed that : (1). Based on costumer’s perspective,

(19)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan utama yang telah ditetapkan. Tujuan organisasi akan tampak dalam visi dan misi organisasi. Pernyataan visi dan misi suatu organisasi merupakan gambaran ideal organisasi atas apa yang dicapai dimasa yang akan datang melalui kegiatan operasionalnya. Untuk mencapai visi dan misi tersebut organisasi menyusun rencana-rencana strategis yang harus dilakukan oleh setiap anggota organisasi. Rencana-rencana strategis ini berfungsi sebagai petunjuk bagi anggota organisasi dalam melakukan suatu tindakan atau kegiatan operasional, yang akan berdampak pada efektivitas dan efisiensinya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

(20)

Metode balanced scorecard merupakan sistem manajemen strategis yang menterjemahkan visi dan strategi suatu organisasi kedalam tujuan dan ukuran operasional (Hansen dan Mowen 2003). Tujuan dan ukuran operasional tersebut kemudian dinyatakan dalam empat perspektif yaitu perspektif finansial, pelanggan (customers), proses bisnis internal (internal business process), serta pembelajaran dan pertumbuhan (learning and growth) (Kaplan dan Norton 1996).

Perspektif finansial menggambarkan keberhasilan finansial yang dicapai oleh organisasi atas aktivitas yang dilakukan dalam 3 perspektif lainnya. Perspektif pelanggan menggambarkan pelanggan dan segmen pasar dimana organisasi berkompetisi. Perspektif proses bisnis internal mengidentifikasikan proses-proses yang penting untuk melayani pelanggan dan pemilik organisasi. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan menggambarkan kemampuan organisasi untuk menciptakan pertumbuhan jangka panjang. Balanced scorecard sebagai suatu sistem manajemen akan mengintegrasikan visi, strategi dan keempat perspektif secara seimbang.

Tujuan organisasi sektor publik adalah untuk melayani dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, demikian juga halnya dengan lembaga pendidikan.

B. Rumusan Masalah

(21)

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan suatu sistem pengukuran kinerja serta mengukur dan menganalisa kinerja sekolah dari empat perspektif yang terdapat didalam metode balanced scorecard yaitu perspektif pelanggan (costumer perspective), perspektif keuangan (financial perspective), perspektif proses bisnis internal (internal business process perspective), dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (learning and growth perspective).

D. Manfaat Penelitian

1. Bagi SMA Negeri 2 Sendawar, Kutai Barat

Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi dan masukan bagi pihak sekolah untuk mengukur kinerja, serta menetapkan kebijakan dan keputusan yang akan diambil khususnya untuk perencanaan dan pengevaluasian kinerja organisasi.

2. Bagi Universitas Sanata Dharma

(22)

3. Bagi Penulis

Penelitian ini diharapkan dapat memperluas pandangan dan wawasan, serta mengaplikasikan teori-teori yang telah dipelajari dalam perkuliahan, khususnya tentang penerapan metode balanced scorecard.

E. Sistematika Penulisan

Sistematika Penulisan yang diterapkan adalah: BAB I : Pendahuluan

Bab ini membahas tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II : Landasan Teori

Bab ini membahas teori-teori yang digunakan sebagai pedoman dalam mengolah dan menganalisa data.

BAB III : Metode Penelitian

Bab ini membahas objek dan subjek penelitian, teknik pengambilan sampel, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.

BAB IV : Gambaran Umum Objek Penelitian

(23)

BAB V : Analisa Data dan Pembahasan

Bab ini meliputi deskripsi data, analisis data serta hasil penelitian dan interpretasi.

BAB VI : Penutup

(24)

6

BAB II

LANDASAN TEORI

A.Organisasi Sektor Publik

1. Pengertian Organisasi Sektor Publik

Sektor publik seringkali dipahami sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan umum dan penyediaan barang atau jasa kepada publik yang dibayar melalui pajak atau pendapatan negara lain yang diatur dengan hukum. Di setiap negara, cakupan organisasi sektor publik sering tidak sama. Tidak ada definisi yang secara komprehensif dan lengkap bisa digunakan untuk semua sistem pemerintahan. Di Indonesia, berbagai organisasi termasuk dalam cakupan sektor publik antara lain pemerintahan pusat, pemerintahan daerah, sejumlah perusahaan dimana pemerintah mempunyai saham (BUMN dan BUMD), organisasi bidang pendidikan, organisasi bidang kesehatan dan organisasi-organisasi massa (Mahsun, Firma dan Andre 2007: 4-5)

(25)

organisasi sosial, bukan hanya organisasi nonprofit dan juga bukan hanya organisasi pemerintahan (Mahsun, Firma dan Andre 2007: 11)

2. Tipe Organisasi Sektor Publik

Setiap organisasi pasti mempunyai tujuan spesifik dan unik yang hendak dicapai. Tujuan tiap-tiap organisasi sangat bervariasi tergantung pada tipe organisasi. Pada dasarnya terdapat 4 (empat) jenis tipe organisasi, yaitu (1) pure-profit organization, (2) quasi-profit organization, (3) quasi-nonprofit organization dan (4) pure-nonprofit organization. Perbedaan empat tipe organisasi tersebut terutama dilihat dari tujuan operasi dan sumber pendanaannya.

a. Pure-Profit Organization, tujuan organisasi ini adalah menyediakan atau menjual barang dan/atau jasa dengan maksud utama untuk memperoleh laba sebanyak-banyaknya sehingga bisa dinikmati oleh para pemilik. Sumber pendanaan organisasi ini berasal dari para investor swasta dan kreditor. Contohnya pasar swalayan, salon kecantikan dan distro.

(26)

c. Quasi-Nonprofit Organization, menyediakan atau menjual barang dan/atau jasa dengan maksud utama untuk melayani masyarakat dan memperoleh keuntungan (surplus). Sumber pendanaan organisasi ini berasal dari investor pemerintah, investor swasta dan kreditor. Contohnya rumah sakit dan institusi pendidikan.

d. Pure-Nonprofit Organization, menyediakan atau menjual barang dan/atau jasa dengan maksud utama untuk melayani dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sumber pendanaan organisasi ini berasal dari pajak, retribusi, utang, obligasi, laba BUMN/BUMD, hibah dan sumbangan. Contohnya panti asuhan, lembaga swadaya masyarakat, dan organisasi pemerintahan.

3. Tipe Barang atau Pelayanan Organisasi Sektor Publik

Terlalu sulit untuk menarik garis lurus yang bisa memisahkan secara tegas area sektor publik dengaan area sektor swasta. Salah satu cara yang bisa membantu membedakan area kedua sektor publik dan swasta tersebut adalah dengan berpedoman pada kategorisasi tipe barang atau pelayanan, yaitu pure public goods, quasi public goods, quasi private goods dan pure private goods.

(27)

kepentingan masyarakat luas. Ada 4 (empat) ciri utama pure public goods, yaitu:

1) Nonrivalry in Consumption, pure public goods merupakan konsumsi umum sehingga konsumen tidak bersaing dalam mengkonsumsinya. 2) Nonexclusive, penawaran atas pure public goods tidak hanya

diperuntukkan bagi seseorang dan mengabaikan yang lainnya sehingga tidak ada yang eksklusif antarorang dalam masyarakat, sehingga mempunyai hak yang sama dalam mengonsumsinya.

3) Low Excludability, penyedia atau konsumen suatu barang atau pelayanan tidak bisa menghalangi (atau mengecualikan) orang lain untuk menggunakan atau memperoleh manfaat dari barang tersebut. 4) Low Competitive, antar penyedia pure public goods tidak saling

bersaing secara ketat. Hal ini karena keberadaan barang ini tersedia dalam jumlah dan kualitas yang sama.

b. Quasi Public Goods, adalah barang-barang atau jasa kebutuhan masyarakat yang manfaat barang atau jasa tersebut dinikmati oleh seluruh masyarakat, namun apabila dikonsumsi oleh individu tertentu akan mengurangi konsumsi orang lain akan barang tersebut.

(28)

d. Pure Private Goods, adalah barang-barang atau jasa kebutuhan masyarakat yang mana manfaat barang atau jasa tersebut hanya dinikmati secara individual oleh orang yang membelinya dan yang tidak membelinya tidak dapat menikmati barang atau jasa tersebut. Terdapat 4 (empat) ciri utama barng privat, yaitu:

1) Rivalry in Consumption, barang privat bukan merupakan konsumsi umum sehingga terdapat persaingan antarpengguna dalam mengkonsumsinya.

2) Exclusive, penawaran atas barang privat hanya diperuntukkan bagi seseorang yang mampu menggantikan nilai barang yang disediakan tersebut (bersifat eksklusif). Seseorang yang tidak memiliki sumber daya yang cukup, tidak bisa mengkonsumsinya.

3) Excludability, penyedia atau konsumen suatu barang atau pelayanan bisa menghalangi (atau mengecualikan) orang lain untuk menggunakan atau memperoleh manfaat dari barang tersebut.

4) High Competitive, antarpenyedia (produsen) barang privat saling bersaing secara ketat. Akhirnya barang privat yang tersedia dipasar sangat beraneka ragam baik jumlah maupun kualitasnya.

4. Pengukuran Kinerja Organisasi Sektor Publik

(29)

organisasi. Sedangkan pengukuran kinerja (performance measurement) adalah suatu proses penilaian kemajuan pekerjaan terhadap tujuan dan sasaran yang telah ditentukan sebelumnya, termasuk informasi atas: efisiensi penggunaan sumber daya dalam menghasilkan barang dan jasa; kualitas barang dan jasa; hasil kegiatan dibandingkan dengan maksud yang diinginkan; dan efektivitas dalam mencapai tujuan (Robertson, 2002, dalam Mahsun, Firma dan Andre 2007: 157)

Berdasarkan definisi diatas, dapat disimpulkan elemen pokok suatu pengukuran kinerja antara lain:

a. Menetapkan tujuan, sasaran, dan strategi organisasi. b. Merumuskan indikator dan ukuran kinerja.

c. Mengukur tingkat ketercapaian tujuan dan sasaran-sasaran organisasi. d. Evaluasi kinerja (feedback, penilaian kemajuan organisasi, meningkatkan

kualitas pengambilan keputusan dan akuntabilitas).

B.Metode Balanced Scorecard

1. Pengertian Metode Balanced Scorecard

(30)

nonkeuangan, jangka pendek dan jangka panjang, intern dan ekstern (Mulyadi, 2001: 1-2).

Balanced merupakan sistem manajemen strategis yang menterjemahkan visi dan strategi organisasi kedalam tujuan dan ukuran operasional. Tujuan dan ukuran operasional tersebut kemudian dinyatakan dalam empat perspektif yaitu perspektif finansial, pelanggan (customers), proses bisnis internal (internal business process), serta pembelajaran dan pertumbuhan (learning and growth) (Imelda: 2004).

2. Keunggulan Metode Balanced Scorecard

Keunggulan pendekatan Balanced Scorecard dalam sistem perencanaan strategik adalah mampu menghasilkan rencana strategik yang memiliki karakteristik sebagai berikut: (1) komprehensif, (2) koheren, (3) seimbang, (4) terukur.

a. Komprehensif, balanced scorecard memperluas perspektif yang dicakup dalam perencanaan strategik, dari yang sebelumnya hanya terbatas pada perspektif keuangan, meluas ke tiga perspektif yang lain: pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan.

(31)

c. Seimbang, keseimbangan sasaran strategik yang dihasilkan oleh sistem perencanaan strategik penting untuk menghasilkan kinerja keuangan berjangka panjang.

d. Terukur, keterukuran sasaran strategik yang dihasilkan oleh sistem perencanaan strategik menjanjikan ketercapaian berbagai sasaran strategik yang dihasilkan oleh sistem tersebut.

3. Proses Implementasi Balanced Scorecard

a. Mendefinisikan Tujuan, Sasaran, Strategi, Dan Program Organisasi Jika kita hendak menilai kinerja organisasi harus mempunyai kriteria yang jelas. Kriteria ini adalah indikator pencapaian tujuan, sasaran, strategi, dan program. Dengan demikian langkah pertama pengukuran kinerja dengan balanced scorecard adalah pendefinisian tujuan, sasaran, strategi, dan program sebagai dasar menentukan indikator pengukuran. b. Merumuskan Framework Pengukuran Setiap Jenjang Manajerial

Dalam tahap ini dirumuskan area pengukuran kinerja secara bertingkat dengan berpedoman pada struktur organisasi yang ada untuk diarahkan pada pencapaian tujuan dengan tingkat kedalaman yang berbeda-beda. Selain itu juga dirumuskan pengukuran kinerja untuk setiap individu, team, dan kelompok organisasi.

c. Mengintegrasikan Pengukuran ke Dalam Sistem Manajemen

(32)

harus diintegrasikan ke dalam sistem manajemen baik formal maupun non formal organisasi. Sistem pengukuran kinerja merupakan bagian dari perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, motivasi dan pengendalian yang ditetapkan organisasi.

d. Monitoring Sistem Pengukuran Kinerja

Implementasi sistem pengukuran kinerja harus selalu dimonitor karena organisasi selalu menghadapi lingkungan yang dinamis. Kondisi pada saat sistem didesaian sangat mungkin tidak relevan lagi akibat perubahan lingkungan. Oleh karena itu, perlu dilakukan monitoring terhadap ukuran yang telah ditetapkan dan hasilnya secara terus menerus secara konsisten, dan mengevaluasinya untuk memperbaiki sistem pengukuran pada periode berikutnya. Menghadapi turbulensi lingkungan ini, organisasi kemungkinan mengubah strategi pencapaian tujuannya.

C.Penerapan Balanced Scorecard pada Lembaga Pendidikan 1. Perubahan Konsep Metode Balanced Scorecard

(33)

Untuk memenuhi kebutuhan organisasi publik yang berbeda dengan organisasi bisnis, maka sebelum digunakan ada beberapa perubahan yang dilakukan dalam konsep balanced scorecard. Perubahan yang terjadi antara lain:

a. Perubahan framework dimana yang menjadi driver dalam balanced scorecard untuk organisasi sektor publik adalah misi untuk melayani masyarakat.

b. Perubahan posisi antara perspektif finansial dan perspektif pelanggan. c. Perspektif customers menjadi customers & stakeholders.

d. Perubahan perspektif learning & growth menjadi perspektif employess and organization capacity.

Gambaran balanced scorecard yang digunakan dalam organisasi publik dapat digambarkan sebagai berikut

Gambar 1. Balanced Scorecard untuk Organisasi Publik (Imelda: 2004) MISI

Perspektif PELANGGAN

Perspektif KEUANGAN

Perspektif BISNIS INTERNAL STRATEGI

Perspektif PEMBELAJARAN &

(34)

2. Perspektif Balanced Scorecard pada Lembaga Pendidikan

Tujuan organisasi sektor publik adalah untuk melayani dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, demikian juga halnya dengan lembaga pendidikan. Tujuan tersebut kemudian dinyatakan dalam empat perspektif, yaitu:

a. Perspektif Pelanggan.

Dalam perspektif pelanggan, organisasi mengidentifikasikan pelanggan dan segmen pasar dimana organisasi akan bersaing. Tujuan yang bisa ditetapkan dalam perspektif ini adalah pemuasan kebutuhan pelanggan. Ukuran-ukuran yang digunakan dalam perspektif ini antara lain retensi pelanggan, kepuasan pelanggan, profitabilitas pelanggan, akuisisi pelanggan baru, market share, dan lainnya. Dalam perspektif ini organisasi menyusun strategi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang pada akhirnya memberikan keuntungan finansial bagi organisasi.

(35)

Indikator yang dapat digunakan untuk menilai perspektif ini adalah tingkat kepuasan pelanggan yang bisa diketahui melalui survei pelanggan, serta sikap dan perilaku pelanggan yang dapat diketahui dari keluhan-keluhan yang mereka sampaikan.

b. Perspektif Keuangan.

Perspektif keuangan menggambarkan pemberian layanan yang efisien. Perspektif ini melihat kinerja dari sudut pandang penyedia sumber daya dan ketercapaian target keuangan sebagaimana rencana organisasi.

Institusi pendidikan sebagai organisasi publik (quasi-nonprofit organization) memperoleh pendanaan dari bermacam-macam sumber untuk membiayai pelaksanaan misinya. Jika organisasi terus-menerus mampu mengumpulkan dana yang melebihi atau mampu menutupi pembiayaannnya, maka usaha tersebut akan berhasil. Kecukupan dana tidak hanya tergantung pada banyaknya dana yang dapat dikumpulkan, tetapi juga pada kemampuan organisasi mengelola dana tersebut (Indrajit dan Djokopranoto, 2006: 170, dalam Suharyanti, 2008).

(36)

Selain itu juga dapat digunakan data primer yang diperoleh melalui kuesioner.

c. Perspektif Proses Bisnis Internal.

Perspektif proses bisnis internal mengidentifikasikan proses-proses yang penting bagi organisasi untuk melayani pelanggan (perspektif pelanggan) dan pemilik organisasi (perspektif finansial). Komponen utama dalam proses bisnis internal adalah:

1) proses inovasi, yang diukur dengan banyaknya produk baru yang dihasilkan organisasi, waktu penyerahan produk ke pasar, dan lainnya. 2) proses operasional, yang diukur dengan peningkatan kualitas produk,

waktu proses produksi yang lebih pendek, dan lainnya.

3) proses pelayanan, yang diukur dengan pelayanan purna jual, waktu yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan kepada pelanggan, dan lainnya.

d. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan.

(37)

19

BAB III

METODE PENELITIAN

A.Jenis Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan dengan studi kasus. Penelitian studi kasus adalah penelitian yang melakukan penyelidikan secara mendalam mengenai objek tertentu untuk memberikan gambaran yang lengkap mengenai objek tertentu.

B.Tempat Penelitian dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 2 Sendawar, Kutai Barat. 2. Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan pada tanggal 5 – 17 April 2012

C.Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian

Subjek penelitian atau responden adalah pihak-pihak yang dijadikan sebagai sampel dalam sebuah penelitian. Subjek dari penelitian ini adalah:

a. Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Sendawar b. Guru dan karyawan SMA Negeri 2 Sendawar c. Siswa – siswi SMA Negeri 2 Sendawar

(38)

2. Objek Penelitian

Objek penelitian adalah variabel-variabel yang menjadi perhatian peneliti. Objek penelitian ini adalah data yang dibutuhkan dalam pengukuran keempat perspektif dalam metode balanced scorecard, antara lain laporan keuangan sekolah untuk periode 2010 dan 2011, kuesioner untuk menilai kepuasan pelanggan, kepala sekolah dan guru-karyawan serta data arsip sekolah.

D.Data yang Dibutuhkan

Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini antara lain:

1. Gambaran umum sekolah, antara lain meliputi sejarah sekolah, budaya, visi dan misi sekolah.

2. Data yang dibutuhkan dalam pengukuran kinerja berdasarkan empat perspektif dalam metode balanced scorecard, antara lain:

a. Perspektif pelanggan

1) Didapat dari hasil kuesioner kepuasan pelanggan b. Perspektif keuangan

1) Didapat dari laporan keuangan sekolah tahun 2010 dan 2011 c. Perspektif proses bisnis internal

1) Hasil kuesioner kepuasan kepala sekolah

2) Data dokumentasi sekolah dan wawancara dengan kepala sekolah d. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan

(39)

2) Hasil kuesioner kepuasan kepala sekolah

3) Data dokumentasi sekolah dan hasil wawancara dengan kepala sekolah

E. Populasi dan Sampel

Populasi dari penelitian ini adalah staff dan pelanggan SMA Negeri 2 Sendawar. Berdasarkan populasi tersebut peneliti menggunakan metode pengambilan sampel secara non probabilitas (pemilihan non-random), yaitu: 1. Convenience Sampling

Convenience sampling atau pengambilan sampel secara nyaman dilakukan dengan memilih secara bebas sekehendak peneliti. Teknik ini digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan eksternal, yaitu orang tua/wali murid SMA Negeri 2 Sendawar secara umum, yaitu seluruh orang tua/wali siswa dari kelas X – kelas XII. Untuk pelanggan internal, akan dipilih siswa-siswa kelas XI dan kelas XII.

2. Purposive Sampling

Pengambilan sampel bertujuan (purposive sampling) dilakukan dengan mengambil sampel dari populasi berdasarkan suatu kriteria tertentu. Teknik ini digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan internal, yaitu siswa-siswi SMA Negeri 2 Sendawar.

(40)

b. Siswa-siswi tersebut adalah siswa-siswi kelas XI dan XII tahun ajaran 2011/2012, dengan pertimbangan bahwa siswa-siswa tersebut sudah beberapa tahun bersekolah di SMA Negeri 2 Sendawar.

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah:

1. Wawancara: diperoleh secara langsung melalui kepala sekolah, guru dan karyawan SMA Negeri 2 Sendawar.

2. Dokumentasi: diperoleh melalui data yang dimiliki SMA Negeri 2 Sendawar dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Barat.

3. Kuesioner

Kuesioner ditujukan kepada:

a. Guru dan karyawan SMA Negeri 2 Sendawar b. Kepala sekolah SMA Negeri 2 Sendawar

c. Pelanggan internal sekolah, yaitu siswa-siswi kelas XI dan XII tahun ajaran 2011/2012.

d. Pelanggan eksternal, yaitu orang tua/wali murid tahun ajaran 2011/2012.

G.Teknik Analisis Data

Untuk menjawab pertanyaan mengenai kinerja SMA Negeri 2 Sendawar dengan menggunakan metode balanced scorecard, maka analisa yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut:

(41)

2. Menterjemahkan visi dan misi sekolah kedalam empat perspektif yang ada dalam metode balanced scorecard.

3. Mengumpulkan, menganalisa dan membahas data yang dibutuhkan dalam pengukuran kinerja sekolah berdasarkan empat perspektif.

a. Perspektif Pelanggan

Data yang dibutuhkan adalah data primer yang diperoleh melalui kuesioner, yang ditujukan kepada siswa-siswi dan orang tua/wali murid. Kuesioner tersebut antara lain terdiri dari kuesioner kepuasan siswa-siswi dan kuesioner kepuasan orang tua/wali murid. Hasil kuesioner dianalisa berdasarkan total skor yang diperoleh masing-masing responden.

b. Perspektif Keuangan

Data yang dibutuhkan adalah data sekunder yang diperoleh dari data arsip sekolah dan Dinas Pendidikan kabupaten Kutai Barat, yaitu laporan keuangan sekolah periode 2010 dan 2011. Dari laporan keuangan ini akan dianalisa dengan menggunakan rasio kinerja operasi.

(42)

1) Rasio biaya operasional terhadap total biaya program

Rasio ini menggambarkan berapa besar perbandingan antara biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan yang tidak terikat langsung dengan misi sekolah dengan biaya yang terkait langsung dengan program sekolah. Rasio yang besar menunjukkan bahwa sekolah membutuhkan banyak biaya administrasi dalam menjalankan programnya. Sebaliknya rasio yang kecil dari tahun ketahun menunjukkan sekolah yang makin efisien. Rasio ini diperoleh dengan rumus:

a.1. total biaya administrasi non program = (biaya manajemen umum+biaya pencarian dana)

a.2. total biaya program = (program A+program B+ ...+program n)

2) Rasio biaya program ke pendapatan BOSDA

Rasio ini diperoleh dengan rumus:

(43)

3) Biaya rata-rata per siswa

Yaitu seluruh biaya anggaran pengeluaran sekolah pertahun dibagi jumlah seluruh siswa. Ukuran ini menunjukkan tingkat efisiensi pengelolaan sekolah.

c. Perspektif Proses Bisnis Internal

Data yang dibutuhkan adalah data primer dan data sekunder. 1) Data primer

Data primer adalah data yang didapat dari sumber-sumber asli. Data primer didapat dari kuisioner yang ditujukan kepada kepala sekolah dan guru/karyawan SMA Negeri 2 Sendawar. Hasil kuesioner guru dan karyawan dianalisa berdasarkan total skor yang diperoleh. Hasil kuesioner kepala sekolah dianalisa berdasarkan skala likert.

2) Data sekunder

Data sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian. Data sekunder diperoleh dari arsip yang dimiliki sekolah.

d. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Data yang adalah data primer dan data sekunder. 1) Data primer

(44)

masing-masing responden. Hasil kuesioner kepala sekolah dianalisa berdasarkan skala likert.

2) Data sekunder

Data sekunder yang dibutuhkan untuk pengukuran kinerja sekolah menurut perspektif pembelajaran dan pertumbuhan antara lain meliputi informasi tentang retensi karyawan dan guru, produktivitas karyawan dan kompetensi guru dan karyawan. Data ini didapat dari hasil wawancara dengan kepala sekolah.

4. Penentuan kriteria penilaian kinerja masing-masing ukuran stategik a. Data primer

[image:44.595.100.510.210.615.2]

Penilaian data primer yang bersumber dari empat kelompok responden dilaksanakan berdasarkan kriteria sebagai berikut:

Tabel 1. Kriteria Penilaian Kinerja untuk Data Primer Kategori Skor Penilaian Kinerja Sangat Puas 5 Sangat Baik

Puas 4 Baik

Netral 3 Sedang Kurang Puas 2 Kurang Baik

Tidak Puas 1 Tidak Baik

b. Data sekunder

(45)

Tabel 2. Kriteria Penilaian Ukuran Strategik Perpsketif Keuangan No Ukuran Stategik Kriteria Pencapaian

Ukuran Strategik 1 Rasio biaya operasional

terhadap biaya program

R1>R2 R1=R2 R1<R2

3 2 1 2 Rasio biaya program ke

pendapatan BOSDA

R1<R2 R1=R2 R1>R2

3 2 1 3 Biaya rata-rata per siswa B1>B2

B1=B2 B1<B2

3 2 1 Keterangan:

R1 = rasio tahun ke 1 R2 = rasio tahun ke 2

B1 = biaya rata-rata tahun ke 1 B2 = biaya rata-rata tahun ke 2

5. Penentuan kriteria penilaian kinerja masing-masing perspektif

a. Kriteria penilaian kinerja perspektif pelanggan, proses bisnis internal dan pembelajaran dan pertumbuhan

[image:45.595.96.510.140.673.2]

Dalam pengukuran kinerja, ditentukan rentang nilai yang dapat digunakan untuk memberikan penilaian kinerja dari ukuran stategik. Penentuan rentang nilai (range) ditentukan berdasarkan rata-rata skor akhir yang diperoleh masing-masing perspektif. Karena penilaian skor yang didapat merupakan angka desimal, maka penentuan nilainya pun dalam bentuk batas atas dan batas bawah. Rentang nilai dan kriteria tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut (Suharyanti, 2008:35):

Tabel 3. Kriteria Penilaian Sekolah untuk Masing-Masing Perspektif Rentang Nilai Skor Akhir Kriteria Penilaian Kinerja

(46)

Penentuan rentang nilai untuk rata-rata skor dianggap sudah memasuki ke tingkat selanjutnya yang lebih tinggi apabila sudah melebihi 0,8. Rentang nilai ini ditentukan berdasarkan rentang penilaian kinerja masing-masing ukuran stategik antara 1 (buruk) sampai 5 (sangat baik) dibagi 5, yaitu kriteria penilaian kinerja buruk, kurang baik, sedang, baik dan sangat baik.

b. Kriteria penilaian kinerja perspektif keuangan

[image:46.595.99.510.235.547.2]

Kinerja sekolah dilihat dari perspektif keuangan dinilai berdasarkan kriteria berikut ini:

Tabel 4. Kriteria Penilaian Kinerja Perspektif Keuangan Tingkat Pencapaian

Ukuran Strategik

Skor Kriteria Penilaian Kinerja

3 5 Baik

2 4 Sedang

1 3 Kurang

6. Penentuan kriteria penilaian kinerja sekolah secara keseluruhan

(47)

rentang nilai untuk skor akhir dianggap sudah memasuki ke tingkat selanjutnya yang lebih tinggi apabila sudah melebihi dari 0,8. Untuk mendapatkan hasil akhir dari seluruh perspektif yang ada, hasil dari masing-masing perspektif akan dijumlahkan dan hasilnya dibagi empat untuk mengetahui rata-rata skor penilaian kinerja (Suharyanti, 2008:119).

[image:47.595.101.499.258.615.2]

Rentang nilai dan kriteria yang ditetapkan tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 5. Kriteria Penilaian Kinerja Sekolah Secara Keseluruhan Rentang Nilai Kriteria Penilaian Kinerja

(48)

30

BAB IV

GAMBARAN UMUM

A. Gambaran Umum SMA Negeri 2 Sendawar 1. Sejarah Singkat Sekolah

SMA Negeri 2 Sendawar merupakan sekolah di wilayah Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur yang membuka 2 jurusan yaitu IPA dan IPS. SMA Negeri 2 Sendawar didirikan atas SK Mendikbud RI No 291/O/1999 tanggal 20 Oktober 1999 dengan nama saat pertamakali didirikan adalah SMU Negeri 1 Barong Tongkok, kemudian berganti nama menjadi SMU Negeri 1 Linggang Bigung, selanjutnya menjadi SMA Negeri 1 Linggang Bigung dan yang terakhir adalah SMA Negeri 2 Sendawar sampai sekarang ini. Kata Sendawar diambil dari nama ibukota Kabupaten Kutai Barat. Kepala sekolah pertama SMA Negeri 2 Sendawar adalah Drs. Wasis Setyo Budiono dan yang memimpin saat ini adalah Franklin S.Pd. M.Si yang bertugas sejak tahun 2006 sampai dengan sekarang ini sesuai dengan SK Bupati Kutai Barat nomor 424/K.723/2006 tanggal 1 November 2006.

2. Identitas Sekolah

(49)

1) SK Mendikbud RI

- Tanggal/Bulan/Tahun : 20 Oktober 1999 - Nomor SK : 291/O/1999 2) NSS : 301160219500

SK Bupati Kutai Barat:

1) SK Bupati Kutai Barat

- Tanggal/Bulan/Tahun :18 Maret 2004 No: 420/246/DP-II/III/2004 - NIS : 300020

2) NSPN : 30400575

B. Lokasi

SMA Negeri 2 Sendawar berlokasi di jalan Jend. A. Yani nomor 7 Linggang Bigung, Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat, Propinsi Kalimantan Timur, dengan kode pos 75576.

C. Kesiswaan

(50)

D. Guru dan Karyawan

Sampai dengan tahun ajaran 2011/2012 ini jumlah guru SMA Negeri 2 Sendawar adalah 33 orang, yang terdiri dari 22 guru tetap dan 11 guru tidak tetap (PTT), dengan karyawan berjumlah 9 orang yang terdiri dari 5 orang pegawai tata usaha, 1 orang kepala perpustakaan, 1 orang pelayan, 1 orang tukang kebun dan 1 orang teknisi komputer.

E. Keadaan Sekolah

Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, sekolah memiliki berbagai fasilitas utama. Fasilitas tersebut antara lain:

1. Keadaan Gedung

a. Konstruksi bangunan : permanen b. Status kepemilikan : pemerintah 2. Keadaan Tanah

[image:50.612.105.529.229.610.2]

a. Luas tanah seluruhnya : 37050 M2 b. Luas tanah bangunan : 1573 M2 c. Luas tanah halaman : 35477 M2 3. Sarana dan Prasarana

Tabel 6. Jenis Ruangan/Bangunan

(51)

Lanjutan Tabel 6. Jenis Ruangan/Bangunan

No Jenis Ruangan Banyaknya Ukuran 4 Ruang Kelas/Teori 14 8x9 m 5 Ruang Laboratorium:

a. Fisika

b. Kimia&Biologi c. Bahasa

d. Komputer

1 1 1 1

8x12 m 8x15 m 8x12 m 8x12 m

6 Ruang OSIS 1 3x7 m

7 Ruang Bimbingan&Konseling 1 3x7 m

8 Ruang UKS 1 3x7 m

9 Ruang Perpustakaan 1 3x7 m 10 Ruang Ibadah 1 8x12 m 11 Ruang Piket 1 7x7 m 12 Ruang Tunggu 1 7x7 m 13 Toilet:

a. Kepala Sekolah b. Guru&Karyawan c. Murid

1 2 12

2x2 m 2x2 m 1,5x2 m

14 Gudang 2 3x2 m

Sumber : Laporan Bulanan SMA Negeri 2 Sendawar F. Visi dan Misi SMA Negeri 2 Sendawar

1. Visi SMA Negeri 2 Sendawar

(52)

“Terwujudnya SMA Negeri 2 Sendawar sebagai institusi pendidkan yang

menjadi idaman dan terpercaya bagi peserta didik maupun masyarakat untuk menimba yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945”.

2. Misi SMA Negeri 2 Sendawar

Untuk mencapai visi tersebut, perlu dilakukan suatu misi berupa kegiatan jangka panjang dengan arah yang jelas. Misi SMA Negeri 2 Sendawar dirumuskan sebagai berikut:

a. Membangun generasi muda yang memiliki keuanggulan intelektual, kecerdasan emosional, kecakapan/keterampilan, budi pekerti luhur, iman, takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

b. Menciptakan dan mengembangkan masyarakat belajar yang kondusif, kreatif dan inovatif.

c. Mewujudkan hubungan harmonis antarwarga sekolah, komite sekolah dan masyarakat.

d. Memiliki siswa yang aktif dan kreatif lewat pengembangan dibidang akademik maupun non akademik.

e. Menghasilkan lulusan yang berkualitas tinggi.

G. Tujuan SMA Negeri 2 Sendawar 1. Tujuan Jangka Panjang

(53)

b. Memiliki tenaga pengajar yang profesional dan berkompetensi tinggi sehingga mampu meningkatkan mutu hasil belajar siswa.

c. Memiliki aktivitas akademik yang mampu berkompetisi di bidang akademik dan mampu bersaing di tingkat kabupaten maupun Provinsi. d. Meningkatkan mutu atau kualitas pendidikan di SMA Negeri 2 Sendawar

dalam rangka pencapaian tujuan Pendidikan Nasional. 2. Tujuan Jangka Pendek

a. Menciptakan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan melalui penerapan berbagai model dan metode pembelajaran serta penggunaan media dan bahan ajar yang tepat.

b. Menyelenggarakan pelatihan ketrampilan berbahasa asing dan ketrampilan komputer bagi pendidik dan tenaga pendidikan.

c. Melengkapi ruang belajar dengan sarana IT seperti TV, komputer dan LCD.

d. Meningkatkan Gain Score Achievment (GSA) rata-rata nilai Ujian Nasional setiap tahunnya.

e. Menyediakan sarana penunjang perpustakaan yang lebih baik dan memadai.

(54)

H. Struktur Organisasi SMA Negeri 2 Sendawar

STRUKTUR ORGANISASI

SMA NEGERI 2 SENDAWAR LINGGANG BIGUNG

TAHUN AJARAN 2011/2012

DINAS PENDIDIKAN

KABUPATEN KUTAI BARAT

KEPALA SEKOLAH

Franklin, S.Pd, M. Si

WALI KELAS X

X.1 Linda, S. Th

X.2 Warsini, SE

X.3 Mira Henny. A, S. Pd

X.4 Besse Ernasari, S. Pd

X.5 Siti Salamah, S. Ag

WAKA SARANA&PRAS

Warsono, S.Pd WAKA

KURIKULUM

Yuliana. D, S.Pd

WAKA KESISWAAN

Selsius S, S.Pd

WAKA HUMAS

John E T, S.Pd BP/BK

Indra Prayudi, S. Pd

KEPALA TU

Arsius KOMITE

SEKOLAH

KA PERPUSTAKAAN

Trifosa Sri Sundari

WALI KELAS XII

XII IPA 1 Slamat M, S.Pd

XII IPA 2 Surohmad, S.Pd

XII IPS 1 John Edy T, S.Pd

XII IPS 2 Ropinus K, SE

XII IPS 3 Basuki, S.Pd

GURU MATA PELAJARAN

SISWA SISWI

Keterangan:

: Garis Komando

: Garis Koordinasi WALI KELAS XI

XI IPA 1. Diana

XI IPA 2. Rini

XI IPS 1. Fransiska Y.F

XI IPS 2. Lilies S.Pak

(55)

37

BAB V

ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

A. Menterjemahkan Visi dan Misi SMA Negeri 2 Sendawar ke dalam Metode

Balanced Scorecard.

Visi dan misi sekolah dapat diterjemahkan ke dalam tiap perspektif yang terdapat dalam metode balanced scorecard sebagai berikut:

1. Perspektif Pelanggan

Perspektif pelanggan menggambarkan tujuan perusahaan untuk memuaskan kebutuhan pelanggan menggunakan ukuran-ukuran yang telah ditentukan. Dalam perspektif ini sekolah menyusun strategi yang bertujuan memenuhi kebutuhan pelanggan. Penilaian dalam perspektif ini akan memberikan gambaran bagaimana kinerja sekolah secara keseluruhan menurut persepsi konsumen. Ukuran yang digunakan untuk menilai kinerja sekolah berdasarkan perspektif pelanggan dalam tabel berikut:

Tabel 7. Ukuran Strategik Perspektif Pelanggan Aspek Tema-tema

Strategik

Ukuran-ukuran Strategik

Butir Pertanyaan Pelanggan

Internal (peserta didik)

Gedung (bangunan)

sekolah

Kebersihan, kerapian dan kenyamanan ruang kelas

Kelengkapan fasilitas belajar seperti laboratorium dan perpustakaan

Penataan interior dan eksterior ruangan

A.1

A.2

(56)

Tabel 7. Ukuran Strategik Perspektif Pelanggan (Lanjutan) Aspek Tema-tema

Strategik Ukuran-ukuran Strategik Butir Pertanyaan Pelanggan Internal (peserta didik) Kualitas siswa

Iklim dan budaya sekolah

Pelayanan sekolah

Tempat parkir yang aman dan luas

Lokasi sekolah yang mudah dijangkau

kegiatan

pembelajaran yang menyenangkan

Metode yang digunakan mampu meningkatkan minat belajar

Kehadiran guru dalam mengajar

Optimalisasi waktu belajar

Penggunaan buku-buku acuan yang tepat

Kegiatan

intra&ekstrakulikuler menunjang

pengembangan diri siswa

Lomba-lomba dan try out

Dukungan motivasi dan semangat belajar dari guru

Suasana dan lingkungan yang menunjang dan memotivasi semangat belajar

Kualitas pelayanan administrasi

(57)

Tabel 7. Ukuran Strategik Perspektif Pelanggan (Lanjutan) Aspek Tema-tema

Strategik Ukuran-ukuran Strategik Butir Pertanyaan Pelanggan Eksternal (orang tua/wali murid) Kualitas siswa

Iklim dan budaya sekolah Kualitas pelayanan sekolah Hubungan kerjasama sekolah dengan orang tua/wali siswa

 Metode belajar yang baik

Kompetensi staff pengajar

Iklim dan budaya penunjang proses belajar mengajar

Dukungan semangat dan motivasi dari guru

Komunikasi tentang siswa dari sekolah kepada orang tua

Konsultasi dan pelayanan terhadap pelanggan/orang tua siswa

Kualitas sistem administrasi umum dan keuangan

Intensitas kerjasama dan komunikasi

Keterlibatan orang tua/wali dalam kegiatan sekolah B.1 B.2 B.3 B.4 B.5 B.6 B.7 B.8 B.9

2. Perspektif Keuangan

(58)

Tabel 8. Ukuran Strategik Perspektif Keuangan

Aspek Tema-tema Strategik Ukuran-ukuran strategik Keuangan Efisien dan

kemandirian keuangan

Rasio biaya operasional terhadap biaya program

Rasio biaya program ke pendapatan dari pemerintah daerah

Biaya rata-rata per siswa

3. Perspektif Proses Bisnis Internal

Perspektif proses bisnis internal menggambarkan proses-proses yang penting bagi organisasi untuk melayani pelanggan dan pemilik organisasi. Komponen utama dalam proses bisnis internal antara lain proses inovasi, proses operasional dan proses pelayanan. Ukuran yang digunakan dalam menilai kinerja proses bisnis internal dapat dilihat dalam table berikut:

Tabel 9. Ukuran Kinerja Perspektif Proses Bisnis Internal Aspek Tema-tema

Strategik

Ukuran-ukuran Strategik

Butir Pertanyaan Kepuasan

Kepala Sekolah

Sarana prasarana Sistem keuangan dan administrasi

terkomputerisasi

Penyediaan fasilitas belajar dan fasilitas umum

Penyediaan buku referensi di perpustakaaan

Pemanfaatan

teknologi informasi oleh sekolah

C.1

C.2

C.3

(59)
[image:59.612.103.535.122.551.2]

Tabel 9. Ukuran Kinerja Perspektif Proses Bisnis Internal (Lanjutan) Aspek Tema-tema

Strategik

Ukuran-ukuran Strategik

Butir Pertanyaan Proses

pemberdayaan SDM karyawan

Proses pemberdayaan

SDM siswa

Kurikulum sekolah

Eksistensi sekolah

Proses rekruitmen yang selektif

Kemampuan karyawan baru

Keterampilan karyawan

Latar belakang pendidikan karyawan

Pengembangan diri siswa melalui kegiatan

intra&ekstrakulikuler

Pengadaan try out

Kurikulum mengacu pada kurikulum yang ditetapkan pemerintah

Disiplin waktu belajar mengajar

Program promosi sekolah

Kerjasama sekolah dengan pihak luar sekolah/lembaga lain

C.5 C.6 C.7 C.8 C.9

C.10 C.11

C.12 C.13 C.14

4. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan

(60)

digunakan dalam menilai kinerja perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dapat dilihat dalam table berikut:

Tabel 10. Ukuran Kinerja Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Aspek Tema-tema

Strategik Ukuran-ukuran Strategik Butir Pertanyaan Kepuasan Kepala Sekolah Kepuasan Guru dan Karyawan Peningkatan produktifitas guru dan karyawan Peningkatan kompetensi guru dan karyawan Kesejahteraan pegawai Peningkatan kepuasan kerja Pengembangan kompetensi guru dan karyawan

Tingkat peran serta guru dan karyawan dalam seminar, lokakarya dan lain-lain

Rasio guru per siswa

Pelatihan guru dan karyawan

Komitmen untuk studi lanjut

Prosentase tingkat kehadiran guru dan karyawan

Disiplin waktu guru dan karyawan

Penghargaan bagi guru/karyawan

berprestasi

Ketanggapan sekolah terhadap kebutuhan guru dan karyawan

Persepsi kepuasan kerja guru dan karyawan

Pelatihan guru dan karyawan

Peran serta guru dan karyawan dalam pengambilan

keputusan

(61)

Tabel 10. Ukuran Kinerja Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan (Lanjutan)

Aspek Tema-tema Strategik

Ukuran-ukuran Strategik

Butir Pertanyaan

Kesejahteraan guru dan karyawan

Iklim dan budaya sekolah yang menunjang proses belajar mengajar

Komunikasi dan relasi kekeluargaan

Pelaksanaan sistem kompensasi

Pemberian reward

(insentif)

Pelaksanaan sistem tabungan hari tua

Tingkat kesejahteraan guru dan karyawan

E.6

E.7 E.8 E.9 E.10 E.11

B. Analisa dan Pembahasan Data yang Dibutuhkan dalam Pengukuran Kinerja SMA Negeri 2 Sendawar Berdasarkan Empat Perspektif.

1. Perspektif Pelanggan

Pengukuran kinerja dalam perspektif ini meliputi lima hal, yaitu gedung (bangunan) sekolah, kualitas siswa, iklim dan budaya sekolah, kualitas pelayanan sekolah, dan hubungan kerjasama sekolah dengan orang tua/wali murid.

(62)

orang tua/wali murid. Kuesioner ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pelanggan internal maupun eksternal terhadap kinerja SMA Negeri 2 Sendawar. Hasil kuesioner dianalisa berdasarkan total skor yang diperoleh masing-masing responden.

a. Kepuasan Pelanggan Internal

Untuk menilai kepuasan pelanggan internal, peneliti telah menyebar kuesioner ke sejumlah siswa, dan diperoleh responden sebanyak 100 siswa-siswa kelas XI dan XII. Dari hasil kuesioner kepuasan pelanggan internal ini dapat disusun tabel distribusi frekuensi untuk menilai kepuasan pelanggan secara umum maupun terhadap strategi yang telah dilaksanakan SMA Negeri 2 Sendawar.

1) Kepuasan umum

Skor tertinggi yang mungkin diperoleh: (5 x 16) = 80 Skor terendah yang mungkin diperoleh: (1 x 16) = 16 Rentang nilai: (80 – 16) = 64

Tabulasi data dan total nilai yang diperoleh responden dapat dilihat pada Lampiran A_1

(63)

Tabel 11. Distribusi Frekuensi Kepuasan Pelanggan Internal secara Umum

Kelas Interval Kelompok Siswa

Frekuensi Frekuensi Kumulatif

Kategori 68 – 80 15 0,15 Sangat Puas 55 – 67 44 0,44 Puas 42 – 54 40 0,40 Netral 29 – 41 1 0,01 Kurang Puas 16 – 28 0 0 Tidak Puas Jumlah 100 1

Berdasarkan tabel distribusi frekuensi diatas diketahui bahwa 15% siswa merasa sangat puas, 44% siswa merasa puas, 40% siswa bersikap netral dan 1% siswa merasa kurang puas. Dari hasil ini kita dapat menyimpulkan bahwa rata-rata siswa merasa puas terhadap kinerja SMA Negeri 2 Sendawar.

2) Kepuasan pelanggan internal terhadap gedung sekolah

Strategi ini diukur dengan lima ukuran, yakni kebersihan ruangan, kelengkapan fasilitas belajar, penataan ruangan, tempat parkir, dan lokasi sekolah.

Skor tertinggi yang mungkin diperoleh: (5 x 5) = 25 Skor terendah yang mungkin diperoleh: (1 x 5) = 5 Rentang nilai: (25 – 5) = 20

Tabulasi data dan total nilai yang diperoleh responden dapat dilihat pada Lampiran A_2

(64)

Tabel 12. Distribusi Frekuensi Kepuasan Pelanggan Internal terhadap Gedung Sekolah

Kelas Interval Kelompok Siswa

Frekuensi Frekuensi Kumulatif

Kategori 22 – 25 13 0,13 Sangat Puas 18 – 21 29 0,29 Puas 14 – 17 50 0,50 Netral 10 – 13 8 0,08 Kurang Puas 05 – 09 0 0 Tidak Puas Jumlah 100 1

Berdasarkan tabel distribusi frekuensi diatas diketahui bahwa 13% siswa merasa sangat puas, 29% siswa merasa puas, 50% siswa bersikap netral dan 8% siswa merasa kurang puas. Dari hasil ini kita dapat menyimpulkan bahwa rata-rata siswa bersikap netral terhadap gedung sekolah SMA Negeri 2 Sendawar.

3) Kepuasan pelanggan internal terhadap kualitas siswa

Strategi ini diukur dengan tujuh ukuran, yakni kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan, metode yang digunakan bisa meningkatkan minat belajar, kehadiran guru, optimalisasi waktu belajar, penggunaan buku acuan yang tepat, kegiatan intra&ekstrakulikuler, dan lomba-lomba (try out).

Skor tertinggi yang mungkin diperoleh: (5 x 7) = 35 Skor terendah yang mungkin diperoleh: (1 x 7) = 7 Rentang nilai: (35 – 7) = 28

(65)

Berdasarkan data hasil kuesioner diatas dapat disusun tabel distribusi frekuensi sebagai berikut:

Tabel 13. Distribusi Frekuensi Kepuasan Pelanggan Internal terhadap Kualitas Siswa

Kelas Interval Kelompok Siswa

Frekuensi Frekuensi Kumulatif

Kategori 31 – 35 17 0,17 Sangat Puas 25 – 30 30 0,30 Puas 19 – 24 46 0,46 Netral 13 – 18 6 0,06 Kurang Puas

7 – 12 1 0,01 Tidak Puas Jumlah 100 1

Berdasarkan tabel distribusi frekuensi diatas diketahui bahwa 17% siswa merasa sangat puas, 30% siswa merasa puas, 46% siswa bersikap netral, 6% siswa merasa kurang puas, dan 1% siswa merasa kurang puas. Dari hasil ini kita dapat menyimpulkan bahwa rata-rata siswa bersikap netral terhadap kualitas siswa di SMA Negeri 2 Sendawar.

4) Kepuasan pelanggan internal terhadap iklim dan budaya sekolah Strategi ini diukur dengan dua ukuran, yakni dukungan motivasi dari guru dan suasana lingkungan sekolah.

Skor tertinggi yang mungkin diperoleh: (5 x 2) = 10 Skor terendah yang mungkin diperoleh: (1 x 2) = 2 Rentang nilai: (10 – 2) = 8

(66)

Berdasarkan data hasil kuesioner diatas dapat disusun tabel distribusi frekuensi sebagai berikut:

Tabel 14. Distribusi Frekuensi Kepuasan Pelanggan Internal terhadap Iklim dan Budaya Sekolah

Kelas Interval Kelompok Siswa

Frekuensi Frekuensi Kumulatif

Kategori 09 – 10 35 0,35 Sangat Puas 07 – 08 40 0,40 Puas 05 – 06 23 0,23 Netral 03 – 04 2 0,02 Kurang Puas

02 0 0 Tidak Puas Jumlah 100 1

Berdasarkan tabel distribusi frekuensi diatas diketahui bahwa 35% siswa merasa sangat puas, 40% siswa merasa puas, 23% siswa bersikap netral, dan 2% merasa kurang puas. Dari hasil ini kita dapat menyimpulkan bahwa rata-rata siswa puas terhadap iklim dan budaya di SMA Negeri 2 Sendawar.

5) Kepuasan pelanggan internal terhadap layanan sekolah

Strategi ini diukur dengan dua ukuran, yakni pelayanan administrasi dan layanan perpustakaan.

Skor tertinggi yang mungkin diperoleh: (5 x 2) = 10 Skor terendah yang mungkin diperoleh: (1 x 2) = 2 Rentang nilai: (10 – 2) = 8

(67)

Berdasarkan data hasil kuesioner diatas dapat disusun tabel distribusi frekuensi sebagai berikut:

Tabel 15. Distribusi Frekuensi Kepuasan Pelanggan Internal terhadap Layanan Sekolah

Kelas Interval Kelompok Siswa

Frekuensi Frekuensi Kumulatif

Kategori 09 – 10 31 0,31 Sangat Puas 07 – 08 49 0,49 Puas 05 – 06 15 0,15 Netral 03 – 04 5 0,05 Kurang Puas

02 0 0 Tidak Puas Jumlah 100 1

Berdasarkan tabel distribusi frekuensi diatas diketahui bahwa 31% siswa merasa sangat puas, 49% siswa merasa puas, 15% siswa bersikap netral, dan 5% merasa kurang puas. Dari hasil ini kita dapat menyimpulkan bahwa rata-rata siswa puas terhadap pelayanan SMA Negeri 2 Sendawar.

b. Kepuasan Pelanggan Eksternal

Untuk menilai kepuasan pelanggan eksternal, peneliti telah menyebar kuesioner ke sejumlah orang tua/wali murid, dan diperoleh responden sebanyak 48 pelanggan. Dari hasil kuesioner kepuasan pelanggan eksternal ini dapat disusun tabel distribusi frekuensi untuk menilai kepuasan pelanggan eksternal.

1) Kepuasan umum

(68)

Rentang nilai: (45 – 9) = 36

Tabulasi data dan total nilai yang diperoleh responden dapat dilihat pada Lampiran A_6

Berdasarkan data hasil kuesioner diatas dapat disusun tabel distribusi frekuensi sebagai berikut:

Tabel 16. Distribusi Frekuensi Pelanggan Eksternal secara Umum Kelas Interval

Kelompok Siswa

Frekuensi Frekuensi Kumulatif

Kategori 41 – 45 1 0,02 Sangat Puas 33 – 40 20 0,42 Puas 25 – 32 27 0,56 Netral 17 – 24 0 0 Kurang Puas

9 – 16 0 0 Tidak Puas

Jumlah 48 1

Berdasarkan tabel distribusi frekuensi diatas diketahui bahwa 2% orang tua/wali murid merasa sangat puas, 42% orang tua/wali murid puas, dan 56% orang tua/wali murid bersikap netral. Dari hasil ini kita dapat menyimpulkan bahwa rata-rata orang tua/wali murid bersikap netral terhadap kinerja SMA Negeri 2 Sendawar.

2) Kepuasan pelanggan eksternal terhadap kualitas siswa

Strategi ini diukur dengan dua ukuran, yakni metode belajar yang baik dan kompetensi staff pengajar.

(69)

Tabulasi data dan total nilai yang diperoleh responden dapat dilihat pada Lampiran A_7

Berdasarkan data hasil kuesioner diatas dapat disusun tabel distribusi frekuensi sebagai berikut:

Tabel 17. Distribusi Frekuensi Kepuasan Pelanggan Eksternal terhadap Kualitas Siswa

Kelas Interval Kelompok Siswa

Frekuensi Frekuensi Kumulatif

Kategori 09 – 10 10 0,21 Sangat Puas 07 – 08 33 0,69 Puas 05 – 06 5 0,10 Netral 03 – 04 0 0 Kurang Puas

02 0 0 Tidak Puas

Jumlah 48 1

Berdasarkan tabel distribusi frekuensi diatas diketahui bahwa 21% orang tua/wali murid merasa sangat puas, 69% orang tua/wali murid puas, dan 10% orang tua/wali murid bersikap netral. Dari hasil ini kita dapat menyimpulkan bahwa rata-rata orang tua/wali murid merasa puas terhadap kualitas siswa SMA Negeri 2 Sendawar.

3) Kepuasan pelanggan eksternal terhadap iklim dan budaya sekolah Strategi ini diukur dengan tiga ukuran, yakni iklim dan budaya penunjang proses belajar mengajar, dukungan semangat dan motivasi dari guru dan komunikasi tentang siswa dari sekolah kepada orang tua. Skor tertinggi yang mungkin diperoleh: (5 x 3) = 15

(70)

Tabulasi data dan total nilai yang diperoleh responden dapat dilihat pada Lampiran A_8

Berdasarkan data hasil kuesioner diatas dapat disusun tabel distribusi frekuensi sebagai berikut:

Tabel 18. Distribusi Frekuensi Kepuasan Pelanggan Eksternal terhadap Iklim dan Budaya Sekolah

Kelas Interval K

Gambar

Tabel 1. Kriteria Penilaian Kinerja untuk Data Primer
Tabel 3. Kriteria Penilaian Sekolah untuk Masing-Masing Perspektif
Tabel 4. Kriteria Penilaian Kinerja Perspektif Keuangan
Tabel 5. Kriteria Penilaian Kinerja Sekolah Secara Keseluruhan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pengukuran kinerja dengan Balanced Scorecard memandang unit bisnis dari empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis dalam perusahaan, serta

Pengukuran kinerja dengan menggunakan IT Balanced Scorecard yang terdiri dari empat perspektif, yaitu perspektif kontribusi perusahaan, perspektif orientasi pengguna, perspektif

Tujuan menggunakan Balanced Scorecard adalah untuk mengukur kinerja perusahaan dari empat perspektif yaitu : Perspektif Keuangan, Perspektif Pelanggan, Perspektif Proses Bisnis

Metode Balanced Scorecard (BSC) merupakan metode pengukuran yang menitikberatkan empat perspektif yaitu: perspektif keuangan, perspektif pelanggan, proses

Salah satu metode dari sistem pengukuran kinerja yang baik tersebut adalah dengan menggunakan Balanced Scorecard yang mengukur kinerja perusahaan berdasarkan empat

Pada implementasi balanced scorecard perspektif pelanggan pada masing-masing standar menggunakan output nilai persentase yang dihasilkan oleh pengukuran kinerja

Perusahaan dalam menerapkan balanced scorecard untuk mengukur kinerja belum memenuhi kriteria pengukuran, seharusnya perusahaan mengukur semua perspektif namun

Pengukuran kinerja usaha mikro, kecil, dan menengah menggunakan Balanced Scorecard (BSC) untuk mengukur kemampuan menghasilkan laba dan pertumbuhan