Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu i Tim Penyusun
Hendra Gunawan Diah Zuhriana Sugiarti
Siti Badriyah Rushayati Melani Kurnia Riswati Tien Lastini
Tuti Herawati Dede Rohadi Rustam Aji Dian Purbarani
Tim Penelaah:
Ali Hasan Adung Suteja Suherna
Erni Heriningsih Adi Susmianto
ii Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu
UNTUK SEKOLAH DASAR KELAS 4
© Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang (2018) Tim Penyusun : Hendra Gunawan
Diah Zuhriana Sugiarti
Siti Badriyah Rushayati Melani Kurnia Riswati Tien Lastini
Tuti Herawati Dede Rohadi Rustam Aji Dian Purbarani Tim Penelaah : Ali Hasan
Adung Suteja Suherna
Erni Heriningsih Adi Susmianto Desain Sampul : Wahyu Gumelar Kontributor Foto : Hendra Gunawan Tata Letak isi : Tatang Rohana
Penerbit : Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu
Jl. MT. Haryono No. 56, Sindang, Kab. Indramayu 45222 ISBN : 978-602-52837-1-0
Terbit Pertama : 2018
Dibiayai oleh : PT. Pertamina RU VI Balongan, Indramayu.
Cara Pengutipan:
Gunawan H, Zuhriana D, Sugiarti, Rushayati SB, Riswati MK, Lastini T, Herawati T, Rohadi D, Aji R, Purbarani D. 2018. Lembar Kerja Siswa Pendidikan Lingkungan Hidup Tematik Mangrove untuk Sekolah Dasar Kelas 4. Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu. Indramayu.
Hak cipta dilindungi Undang-undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu iii
SAMBUTAN
KEPALA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN INDRAMAYU
Puji syukur ke hadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat dan karunianya, Buku Lembar Kerja Siswa Pendidikan Lingkunga Hidup Tematik Mangrove untuk Sekolah Dasar Kabupaten Indramayu telah selesai disusun oleh Tim. Pendidikan Lingkungan Hidup merupakan salah satu pembentuk watak atau karakter generasi yang akan datang menjadi insan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Kabupaten Indramayu yang sebagian wilayahnya merupakan pesisir, sangat mengandalkan perekonomiannya di sektor kelautan dan perikanan. Dengan panjang pantai 147 km yang dihuni oleh penduduk 35 desa pesisir dari 11 kecamatan, Pemerintah Kabupaten Indramayu berkomitmen untuk melestarikan hutan mangrove di sepanjang pesisir utara guna mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir.
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu berkewajiban menyiapkan generasi pemimpin masa depan yang berwawasan lingkungan, oleh karena itu Dinas Pendidikan berkomitmen untuk menerapkan pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup sejak di tingkat Sekolah Dasar. Kekhasan Kabupaten Indramayu dengan hutan mangrovenya yang telah ditetapkan sebagai Mangrove Center untuk kepentingan Pendidikan dan Penelitian Mangrove Indonesia Wilayah Barat, menjadi pertimbangan bagi Dinas Pendidikan untuk mengangkat Mangrove sebagai tema Pendidikan Lingkungan Hidup Sekolah Dasar di Indramayu.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup; Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah; Dinas Kelautan dan Perikanan; PT. Pertamina RU VI Balongan, Tim Penyusun dan Editor atas dukungan dan bantuannya sehingga Buku Lembar Kerja Siswa Pendidikan Lingkungan Hidup Tematik Mangrove dapat disusun dan diimplementasikan di Kabupaten Indramayu.
Indramayu, Juni 2018 Kepala Dinas,
Dr. H. Ali Hasan, M.Pd.
NIP. 19601108 198109 1 005
iv Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu Sebagai suatu entitas bisnis dan sekaligus Badan Usaha Milik Negara yang memiliki peran vital bagi bangsa ini, Pertamina selalu berupaya maksimal untuk mengamankan pasokan energi dan melakukan inovasi berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Di sisi lain, masyarakat mengharapkan agar Pertamina mampu memberikan kontribusi yang nyata bagi lingkungan sekitarnya, salah satunya dalam bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Dalam penerapannya, CSR Pertamina RU VI Balongan berkomitmen untuk dapat memberikan manfaat melalui berbagai program di berbagai bidang, diantaranya bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan di sekitar wilayah operasional Pertamina RU VI Balongan.
Setelah berhasil mengubah wajah pesisir pantai Karangsong menjadi daerah ekowisata Mangrove, kami berkomitmen untuk memperluas implikasi, tidak hanya mendukung peningkatan kualitas lingkungan tetapi juga memberikan multiplier effect dalam peningkatan perekonomian di Kabupaten Indramayu. Di bidang pendidikan, Pertamina RU VI Balongan menginisiasi terwujudnya sekolah berwawasan lingkungan tematik mangrove, melalui program Sekolah Mangrove.
Pada tahun 2017 Pertamina bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu mendorong pelaksanaan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) Tematik Mangrove di 11 Sekolah Dasar di tiga kecamatan di Kabupaten Indramayu. Harapan kami di tahun 2018, sekolah yang menerapkan PLH Tematik Mangrove meningkat jumlahnya dan dapat diterapkan di sebagian besar wilayah Indramayu.
Indramayu merupakan kabupaten dengan garis pantai yang panjang, sehingga PLH Tematik Mangrove memiliki arti penting bagi kabupaten ini dan menjadi ciri khas yang membanggakan bagi masyarakat Kabupaten Indramayu.
Kami berharap program ini menjadi tongkat estafet pelestarian mangrove bagi generasi yang akan datang, sekaligus sebagai salah satu wujud tanggungjawab sosial Pertamina untuk mewariskan lingkungan yang sehat bagi generasi selanjutnya.
Sebagai penutup kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Daerah Indramayu, Dinas terkait terutama Dinas Pendidikan, seluruh elemen masyarakat Indramayu, dan sekolah-sekolah serta tim penyusun dan pengembang kurikulum yang telah berpartisipasi dalam mengembangkan Pendidikan Lingkungan Hidup Tematik Mangrove di Kabupaten Indramayu.
Indramayu, Juni 2018 General Manager
Joko Widi Wijayanto
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu v
KATA PENGANTAR
Allah yang Maha Esa memberikan anugerah negeri yang kaya keanekaragaman hayati kepada bangsa Indonesia. Sebagai tanda rasa syukur kepada Allah sang Maha Pencipta, kita bangsa Indonesia wajib mengelola, menjaga, melestarikan dan memanfaatkan sumber daya alam dengan bijaksana, agar dapat dinikmati lintas generasi dan menjadi modal kemakmuran negeri.
Meskipun demikian, permasalahan lingkungan selalu muncul, bahkan menjadi issue yang mendunia (global).
Masalah lingkungan hidup sudah menjadi masalah semua negara di dunia, seperti banjir, rob, kekeringan, kelaparan, kebakaran hutan, sampah, pencemaran hingga pemanasan global. Banyak masalah lingkungan hidup timbul akibat perilaku manusia yang tidak peduli lingkungan, perilaku yang merusak, perilaku boros dan serakah. Oleh karena itu, apabila ingin memperbaiki lingkungan agar lebih baik, maka harus dimulai dari memperbaiki perilaku manusianya. Perilaku peduli lingkungan harus ditanamkan sejak usia dini, baik melalui teladan para orang tua maupun melalui pendidikan di sekolah.
Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) merupakan salah satu upaya menciptakan generasi yang peduli lingkungan yang akan menjadi pelaku dan pengawal pembangunan berkelanjutan di masa mendatang. Pendidikan lingkungan hidup harus dekat dengan permasalahan lingkungan di sekitar siswa dan harus berbasis pada potensi sumberdaya lokal, sehingga akan mudah diterima, dihayati dan tertanam kuat dalam perilaku sehari-hari para siswa.
Kabupaten Indramayu menghadapi berbagai masalah lingkungan antara lain hilangnya daratan akibat abrasi, banjir, rob, pencemaran perairan sungai dan laut, sampah, pembabatan hutan mangrove untuk tambak dan kurangnya ruang terbuka hijau di perkotaan. Meskipun demikian, Kabupaten Indramayu telah berhasil bangkit memperbaiki lingkungan, khususnya pesisir utara dengan cara merehabilitasi pantai dengan menanam mangrove. Keberhasilan rehabilitasi pantai utara dengan tanaman mangrove yang dimulai sejak tahun 2008 telah menjadikan Indramayu dikenal dengan ekowisata hutan mangrovenya. Bahkan hutan mangrove di pantai Karangsong, Indramayu telah dicanangkan sebagai Mangrove Center oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, untuk tujuan penelitian, pendidikan dan ekowisata.
Mengingat pentingnya pelestarian hutan mangrove dalam kerangka pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Indramayu, para stakeholders memandang perlu untuk memasukkan tema mangrove ke dalam pendidikan lingkungan hidup di sekolah dasar. Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu
vi Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu Dimasukkannya Pendidikan Lingkungan Hidup tematik mangrove ke dalam sistem pendidikan dasar di Kabupaten Indramayu, diharapkan dapat membekali para siswa untuk menjadi pelaku pembangunan yang berwawasan lingkungan sesuai dengan asas pembangunan Indonesia yaitu pembangunan berkelanjutan. Buku PLH dirancang untuk mendukung tercapainya tujuan pembelajaran pendidikan lingkungan hidup di Sekolah Dasar.
Melengkapi buku PLH pegangan siswa yang sudah dictak pada tahun 2017, disusunlah Buku Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dirancang untuk memperdalam dan memperkaya pengetahuan siswa melalui aktifitas (kerja) secara kelompok dengan berbagai metode sesuai dengan tujuan pembelajaran dan topik pembelajaran. Lembar kerja diharapkan dapat melatih sikap dan perilaku positif terhadap lingkungan. Diharapkan LKS ini dapat membuka wawasan, menambah pengetahuan dan keterampilan serta membangun sikap dan perilku positif terhadap lingkungan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kami sangat terbuka menerima kritik, koreksi dan saran untuk perbaikan buku ini. Akhirnya kami juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu dengan dukungan PT. Pertamina RU VI Balongan, yang telah mempercayakan penyusunan buku ini kepada Tim Penyusun.
.
Indramayu, Juni 2018 Tim Penyusun
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu vii
UCAPAN TERIMA KASIH
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat dan karunianya, penyusunan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) Pendidikan Lingkungan Hidup Tematik Mangrove dapat diselesaikan dengan baik. Tim penyusun juga ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua yang telah memungkinkan tersusunnya buku ini, yaitu :
1. Dr. H. Ali Hasan, M.Pd Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu
2. Joko Widi Wijayanto Manager HSE PT. Pertamina RU VI Balongan 3. I Nyoman N Suryadiputra Direktur Wetlands Internatinal - Indonesia
Programme
4. A. Suteja Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu
5. Omat, ST, MT. Kasubid Prasarana Wilayah, Badan Perencana Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah
6. Oni S.Hut. Dinas Kelautan dan Perikanan
7. Suhartati, S.Si., M.Si. Kepala Seksi Perencanaan, Dinas Lingkungan Hidup
8. Rustam Aji Unit Manajer Komunikasi dan CSR PT.
Pertamina RU VI Balongan
9. Dian Purbarani Junior CSR Officer PT. Pertamina RU VI Balongan
10. Rina Estelita CSR Staff PT. Pertamina RU VI Balongan 11. Rahmi Hidayati CSR Staff PT. Pertamina RU VI Balongan 12. Eka Tarika Kelompok Pantai Lestari
13. Abdul Latif Kelompok Rumah Berdikari
Terima kasih juga disampaikan kepada Pengawas, Kepala Sekolah dan Guru, Peserta Bimbingan Teknis Kurikulum Muatan Lokal PLH Tematik Mangrove Sekolah Sasaran Se-Kabupaten Indramayu Tahun 2018, 26 SD dari 6 kecamatan pesisir.
Semoga Tuhan YME memberikan balasan yang setimpal dan pahala yang berlimpah.
Indramayu, Juni 2018 Tim Penyusun.
viii Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu Halaman
SAMBUTAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN INDRAMAYU …………. iii
SAMBUTAN GENERAL MANAGER PT PERTAMINA (PERSERO) REFINERY UNIT VI BALONGAN ………. iv
KATA PENGANTAR ………... v
UCAPAN TERIMA KASIH ……….….. vii
DAFTAR ISI ……… viii
BAB I . MENGENAL KEANEKARAGAMAN HAYATI ………..……….. 1
Pembelajaran-1 Pengertian Keanekaragaman Hayati ………... 2
Pembelajaran-2 Mengenal Keanekaragaman Ekosistem ……….. 4
Pembelajaran-3 Mengenal Keanekaragaman Spesies ………... 7
Pembelajaran-4 Mengenal Keanekaragaman Gen ………... 9
Pembelajaran-5 Menyajikan Hasil Identifikasi Keanekaragaman Hayati …………. 12
BAB II. PERLINDUNGAN DAN PENGAWETAN KEANEKARAGAMAN HAYATI 13 Pembelajaran-6 Pengertian Perlindungan dan Pengawetan Keanekaragaman Hayati ………... 14
Pembelajaran-7 Kawasan yang Dilindungi ……….... 18
Pembelajaran-8 Tumbuhan dan Satwa Liar yang Dilindungi ……… 21
Pembelajaran-9 Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar ………. 25
Pembelajaran-10 Menyajikan Laporan Pengamatan Tentang Upaya Perlindungan dan Pengawetan Keanekaragaman Hayati ……… 27
BAB III. MANFAAT KEANEKARAGAMAN HAYATI ……….……… 28
Pembelajaran-11 Manfaat Keanekaragaman Hayati Sebagai Sumber Pangan, Papan dan Sandang ……….. 29
Pembelajaran-12 Manfaat Keanekaragaman Hayati Bagi Obat-Obatan dan Kosmetik ………..… 31
Pembelajaran-13 Manfaat Keanekaragaman Hayati Bagi Bahan Baku Industri dan Energi ……….. 34
Pembelajaran-14 Manfaat Keanekaragaman Hayati Sebagai Sumber Pendapatan ……….………. 36
Pembelajaran-15 Manfaat Keanekaragaman Hayati Bagi Ekowisata ………….………. 38
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu ix
Halaman
BAB IV. MENGENAL EKOSISTEM HUTAN MANGROVE ……….………… 41
Pembelajaran-16 Pengertian Ekosistem Hutan Mangrove ………..……….. 42
Pembelajaran-17 Fungsi Ekosistem Hutan Mangrove……… 44
Pembelajaran-18 Formasi Hutan Mangrove ……….………. 46
Pembelajaran-19 Ancaman Terhadap Ekosistem Hutan Mangrove ………..….. 49
Pembelajaran-20 Pentingnya Menjaga Ekosistem Hutan Mangrove……….. 51
Pembelajaran-21 Pengamatan Lapangan Mengenal Ekosistem Hutan Mangrove 53
Pembelajaran-22 Menyajikan Poster Mengenal Ekosistem Hutan Mangrove …….. 54
BAB V. KEANEKARAGAMAN FLORA DAN FAUNA HUTAN MANGROVE ... 55
Pembelajaran-23 Hutan Mangrove Sebagai Habitat Flora ……….. 56
Pembelajaran-24 Keanekaragaman Flora Hutan Mangrove ………. 58
Pembelajaran-25 Hutan Mangrove Sebagai Habitat Fauna ……… 60
Pembelajaran-26 Keanekaragaman Fauna Hutan Mangrove………. 62
Pembelajaran-27 Fauna Langka Hutan Mangrove ……… 64
Pembelajaran-28 Keanekaragaman Burung di Hutan Mangrove………. 66
Pembelajaran-29 Praktik Identifikasi Burung Hutan Mangrove ……… 69
Pembelajaran-30 Menyajikan Poster Flora dan Fauna Hutan Mangrove ……… 71
DAFTAR PUSTAKA ……… 73
RIWAYAT PENULIS ……….. 75
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu 1
BAB I
MENGENAL KEANEKARAGAMAN HAYATI
A. Kompetensi Dasar
3.1. Mengenal keanekaragaman hayati.
4.1. Menyajikan hasil identifikasi keanekaragaman hayati.
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1.1. Menjelaskan arti dan membedakankeanekaragaman hayati.
3.1.2. Menjelaskan keanekaragaman ekosistem.
3.1.3. Menjelaskan keanekaragaman spesies tumbuhan dan satwa.
3.1.4. Menjelaskan keanekaragaman gen.
4.1.1. Menyusun laporan hasil identifikasi keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar.
4.1.2. Mempresentasikan laporan hasil identifikasi keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar.
C. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui kegiatan membaca, mengamati dan diskusi tentang keanekaragaman hayati, peserta didik mampu menjelaskan arti dan pengelompokkan keanekaragaman hayati beserta contohnya dengan benar.
2. Melalui penugasan peserta didik mampu menyusun laporan dan mempresentasikan hasil identifikasi keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar dengan benar.
2
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu
PEMBELAJARAN 1
Pengertian Keanekaragaman Hayati
A. Materi Pembelajaran
Bacalah dengan cermat materi berikut!
KEANEKARAGAMAN HAYATI
Keanekaragaman hayati sering disingkat “Kehati” adalah keanekaragaman makhluk hidup di muka bumi. Aneka makhluk hidup tersebut memiliki peranan ekologisnya yaitu peran bagi lingkungannya, baik lingkungan fisik atau tak hidup (abiotic) maupun lingkungan hidup (biotik). Makhluk hidup di muka bumi sangat beragam, mulai dari manusia, hewan, tumbuhan tingkat tinggi sampai jasad renik atau mikro organisma.
Makhluk hidup dan lingkungannya saling berinteraksi dan saling ketergantungan sehingga membentuk suatu sistem hubungan timbal balik yang disebut ekosistem. Beragam makhluk hidup dan beragam unsur lingkungan fisik di berbagai wilayah membentuk ekosistem yang berbeda-beda, misalnya ada ekosistem hutan pantai, hutan mangrove, hutan rawa, hutan pegunungan, danau, padang rumput, terumbu karang dan lain-lain. Ekosistem yang beraneka tersebut disebut keanekaragaman ekosistem.
Suatu ekosistem terdiri dari berbagai makhluk hidup yang berbeda-beda jenisnya, baik tumbuhan maupun hewan. Misalnya di dalam ekosistem hutan ada monyet, harimau, burung tekukur, burung raja udang, belalang daun, belalang kayu, pohon beringin, pohon matoa, pohon dahu, pohon damar, pohon cemara dan lain lain. Jenis-jenis satwa dan tumbuhan yang berbeda disebut keanekaragaman spesies atau keanekaragaman spesies.
Kita seringkali menjumpai suatu jenis buah tetapi memiliki perbedaan dalam ukuran, bentuk, warna, maupun rasa atau aromanya. Kita mengenal buah mangga. Ternyata ada mangga yang harum disebut mangga kuweni, mangga yang panjang disebut mangga golek, mangga yang sangat manis disebut manalagi, mangga yang harum dan manis disebut mangga arumanis, mangga yang berarna seperti gincu atau pemerah bibir, disebut mangga gincu.
Beraneka mangga tersebut disebut sebagai keanekaragaman genetik atau kadang disebut dengan varietas, karena masing-masing mangga membawa sifat-sifat yang berbeda. Sifat-sifat tersebut dibawa oleh faktor keturunan yang disebut gen atau genetik.
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1.1. Menjelaskan arti dan membedakan tingkat keanekaragaman hayati.
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu 3
1. Lakukan pengamatan di lingkungan sekitar bersama-sama dengan temanmu. Catat keanekragaman hayati yang kalian temukan di lingkungan berikut ini. Kelompokkan menjadi kelompok satwa dan tumbuhan!
a. Lingkungan sekolah b. Lingkungan permukiman c. Lingkungan kebun
d. Hutan mangrove e. Sungai
2. Sekarang kalian sudah mengerti bahwa Tuhan menciptakan makhluk hidup yang beraneka ragam dan masing-masing ada peran dan manfaatnya. Bagaimana sikapmu sebagai tanda syukur atas keanekaragaman hayati yang kalian nikmati setiap hari?
4
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu
PEMBELAJARAN 2
Mengenal Keanekaragaman Ekosistem
A. Materi Pembelajaran
Bacalah teks berikut!
TIPE HUTAN DI TAMAN NASIONAL BALURAN
Bangsa Indonesia patut bersyukur karena dikaruniai Tuhan dengan keanekaragaman hayati yang melimpah, sehingga dijuluki “negara mega biodiversity”. Beraneka ragam flora dan fauna tersebar di seluruh daratan dan lautan nusantara. Taman-taman nasional ditetapkan untuk melindungi dan melestarikan keanekaragaman hayati agar tidak punah. Salah satu taman nasional terta adalah Taman Nasional Baluran di Jawa Timur.
Banyak orang menyebut Taman Nasional Baluran adalah miniatur hutan Indonesia karena hampir semua tipe hutan terdapat di Taman Nasional Baluran.
Mulai dari hutan hujan tropis pegunungan sampai gugusan terumbu karang yang tersebar dari Pantai Bama di Timur wilayah Baluran sampai pantai Bilik di sebelah Utara wilayah Baluran. Dan yang paling khas dari wilayah ini adalah hamparan savana yang luasnya menutupi kurang lebih 40% wilayah Baluran.
Keberagaman tipe hutan inilah yang membuat banyak peneliti dan akademisi tertarik untuk melakukan penelitian maupun studi wisata.
Hutan Pantai
Pantai Baluran terdiri dari pasir hitam, putih, batu pantai yang hitam kecil, atau lereng karang, tergantung daerahnya. Vegetasi pantai yang tumbuh adalah formasi Baringtonia yang berkembang baik (antara Pandean dan Tanjung Candibang, di Labuan Merak), pandan (Pandanus tectorius) di Tanjung Bendi, Pemphis acidula di Air Karang, Acrophora, Porites lutea, Serioptophora histerix dan Stylophora sp.
Indikator Pencapaian Kompetensi 3.1.2 Menjelaskan keanekaragaman ekosistem.
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu 5
Tipe hutan ini terdapat di daerah pantai Utara dan Timur kawasan Taman Nasional Baluran, seperti di Bilik, Lambuyan, Mesigit, Tanjung Sedano dan di Kelor. Mangrove pendek yang tumbuh dengan agak baik di atas lumpur, terdapat di Kelor dan Bilik yang dikuasai oleh kayu api (Avicenia sp), Bogen (Sonneratia spp), Bakau-bakauan (Rhizopra spp), cantigi (Ceriops tagal) serta Rhizopora apiculata. Rawa asin yang hampir gundul yang berasal dari hutan mangrove yang ditebang habis, terdapat di Utara Pandean, Mesigit, Sebelah Barat Bilik dan beberapa tempat lainnya. Beberapa pohon kecil yang tumbuh di sini antara lain Avicennia sp. dan Lumitzera racemosa tetapi tidak terdapat tumbuhan bawah.
Hutan Payau
Hutan payau sangat disukai satwa liar, karena tersedianya air tawar sepanjang tahun. Hutan payau yang terbesar terdapat di Sungai Kepuh sebelah Tenggara dan daerah lebih kecil di Popongan, Kelor, Bama di bagian Timur dan Gatal di bagian Barat Laut. Vegetasi yang ada disini adalah Malengan (Excoecaria agallocha), Manting (Syzygium polyanthum), dan poh-pohan (Buchanania arborescens).
Padang Rumput Savana
Padang rumput savana merupakan klimaks kebakaran yang sangat dipengaruhi oleh aktivitas manusia. Savana ini dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu savana datar dan savana bergelombang. Savana datar, tumbuh diatas tanah hitam alluvial muda yang berbatu-batu seluas sekitar 1.500 – 2.000 ha di bagian Tenggara suaka, yaitu sekitar Plalangan dan Bekol.
Hutan Hujan Pegunungan
Terletak di Gunung Baluran sampai pada ketinggian 1200 m dpl. Merupakan hutan yang masih sangat perawan karena aksesibilitasnya yang sangat susah.
wilayah ini mempunyai peran penting sebagai daerah tangkapan air. Sumber air yang keluar di wilayah Baluran mempunyai peran vital sebagai sumber air minum bagi satwa, terutama ketika memasuki musim kemarau.
Hutan Musim
Hutan musim yang terdapat di Baluran dapat dipisahkan ke dalam 2 kelompok, yaitu hutan musim dataran rendah dan hutan musim dataran tinggi. Hutan musim dataran rendah luasnya sekitar 1.500 ha yang berbatasan dengan hutan jati, evergreen forest, dan savana Bekol serta savana Kramat. Sedangkan hutan musim dataran tinggi terdapat di lereng gunung Baluran, Gunung Klosot dan Gunung Periuk.
Padang Lamun
Formasi padang lamun di Taman Nasional Baluran tersebar pada pantai-pantai dengan kelerengan landai dan tidak memiliki gelombang air yang terlalu ekstrim. Pantai-pantai itu antara lain terdapat di sekitar pantai Bama, Kajang,
6
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu Balanan, Lempuyang terus ke arah barat sampai ke Pantai Bilik-Sijile dan Air Karang. Formasi Lamun ini banyak yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencari ikan, karena lokasinya yang berdekatan dengan hutan mangrove, formasi ini Lamun menyediakan hasil laut yang berlimpah, salah satunya yang bernilai ekonomis tinggi yaitu bandeng (Chanos chanos), cumi-cumi dan lain sebagainya.
Terumbu Karang
Ekosistem terumbu karang di Taman Nasional Baluran dapat dijumpai di perairan pantai Bama, Lempuyang, Bilik, Air Karang, Kajang, Balanan dan Kalitopo. Terumbu karang yang ada di Taman Nasional Baluran adalah jenis karang tepi yang memiliki lebar beragam dan berada pada kisaran kedalaman 0,5 meter – 40 meter. Bentuk – bentuk karang yang hidup pada lokasi tersebut meliputi Acropora Branching, Acropora Encrusting, Acropora Tubulate dan Mushroom Coral.
(Sumber: http://balurannationalpark.web.id/tipe-hutan-baluran/)
B. Kegiatan Siswa
Jawablah dengan singkat pertanyaan berikut ini.
1. Ada berapa tipe ekosistem di Taman Nasional Baluran? Sebutkan!
2. Tipe ekosistem mana yang juga ada di desamu?
3. Apakah tipe ekosistem yang sama, memiliki jenis-jenis tumbuhan yang umumnya sama?
4. Sebutkan ciri-ciri ekosistem padang lamun!
5. Sebutkan lima jenis pohon yang hidup di ekosistem hutan mangrove!
6. Jodohkan keterangan di kolom A sebelah kiri dengan keterangan di kolom B sebelah kanan dengan tepat!
A B
1. Hutan pantai a. Acropora
2. Cantigi b. Padang lamun
3. Excoecaria agallocha c. Rhizopra
4. Bakau-bakauan d. Berlumpur
5. Terumbu karang e. Baringtonia 6. Chanos chanos f. Ceriops tagal 7. Hutan mangrove g. Hutan Payau
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu 7
Mengenal Keanekaragaman Spesies
A. Materi Pembelajaran
Simak bacaan di bawah ini!
LIMA MACAM BUAH DAN MANFAATNYA UNTUK KESEHATAN
Buah adalah salah satu jenis makanan yang memiliki kandungan gizi dan vitamin serta mineral yang pada umumnya sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari. Berikut beberapa jenis buah dan manfaatnya untuk kesehatan:
1. Pisang
Dapat menurunkan resiko kanker, asma, menurunkan tekanan darah, meningkatkan kesehatan jantung, melancarkan peredaran darah, membantu pencernaan pada usus, menjaga kesehatan mata, dan menormalkan fungsi jantung.
2. Mangga
Dapat mengurangi dehidrasi dan memperlancar sirkulasi darah karena mengandung vitamin A, E, dan C, bertindak sebagai disinfektan, dapat membersihkan darah, dan mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti bau badan yang tidak sedap, dan menurunkan panas tubuh saat demam. Mangga juga mampu membantu dalam proses pengobatan penyakit kulit seperti bisul, borok, dan lain sebagainya.
3. Pepaya
Penting sekali bagi kesehatan, terutama untuk menguatkan sistem imun tubuh, karena mengandung vitamin C serta vitamin A yang diproduksi dalam tubuh untuk mencegah penyakit seperti infeksi, pilek, flu, dan meredakan demam.
Pepaya juga dapat menyehatkan tulang, baik untuk penderita diabetes, mencegah penyakit jantung, sangat baik dalam melancarkan buang air besar dan mengatasi sembelit. Selain itu dapat mempercepat penyembuhan luka, pencegahan asma, dan mengurangi berat badan.
4. Strawberry
Mengandung provitamin A, vitamin B1, B, dan C, sebagai antioksidan untuk melawan zat radikal bebas, memiliki fungsi kesehatan lainnya seperti mengobati gangguan kesehatan pada kandung kemih, menjadi anti virus, dan menjadi anti
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1.3. Menjelaskan keanekaragaman spesies tumbuhan dan satwa.
8
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu kanker. Strawberry juga mencegah hipertensi, alergi, asma, juga dapat mengatur gula darah, melancarkan pencernaan, dan mengatasi stroke.
5. Jeruk
Buah jeruk mengandung vitamin A, B1, B2, dan C, sangat baik baik bagi tubuh karena selain menstimulasi sistem kekebalan tubuh, juga menghilangkan sumbatan lendir di tenggorokan, rongga hidung, paru-paru, dan perut. Berguna pula untuk membersihkan liver dan menghilangkan rasa sakit di tubuh akibat influenza. Campuran sari jeruk nipis dan madu sangat berkhasiat menyembuhkan radang tenggorokan dan amandel, mengandung anti kanker bagi tubuh, dapat mencegah dan mengobati beragam penyakit, dan gangguan kesehatan lain seperti mengobati sariawan dan menurunkan resiko terkena kardiovaskuler, kanker, dan katarak.
Begitu pentingnya buah-buahan bagi kita, maka dari itu mari budayakan makan buah-buahan setiap hari mulai sekarang!
Sumber :
https://www.malkelapagading.com/5-macam-buah-dan-manfaatnya-untuk-kesehatan
B. Kegiatan Siswa
Tugas 1 : Pikirkan bacaan tersebut dan jawablah dengan singkat!
1. Dari lima macam buah yang diceritakan, adakah yang memiliki persamaan bentuk?
2. Apakah kelima macam buah tersebut memiliki bentuk pohon yang sama?
3. Apakah kalian pernah makan kelima macam buah tersebut? Adakah dari kelima buah tersebut yang memiliki rasa atau aroma yang sama?
4. Dari pengamatan dan pengalamanmu dapatkah disimpulkan bahwa kelima macam buah tersebut merupakan Spesies atau jenis yang berbeda?
5. Dapatkah kalian memberikan jenis-jenis buah-buahan lainnya yang berbeda? Berikan lima contoh spesies buah yang berbeda beda!
Tugas 2: Lakukan pengamatan di lingkungan sekitar, dan temukan jenis-jenis satwa yang merupakan spesies berbeda!
1. Ayam 6. ………
2. Bebek 7. ………
3. ………. 8. ………
4. ……… 9. ………
5. ………. 10. ………
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu 9
Mengenal Keanekaragaman Gen
A. Materi Pembelajaran
Simak dengan cermat bacaan berikut ini!
MANGGA KHAS INDRAMAYU
Banyak ragam mangga Indramayu memiliki bentuk, ukuran warna, aroma dan rasa yang beragam, namun gizi yang dikandungnya tidak jauh berbeda, setiap 100 gr buah mangga khas indramayu mengandung sekitar 82% air, 41 mg vitamin C dan energi/kalori 73 kal per 100 gr. Hal tersebut karena semua macam mangga tersebut masih merupakan satu spesies buah mangga yang memiliki nama ilmiah Mangifera indica. Perbedaan-perbedaan tersebut terjadi karena adanya perbedaan “gen” pembawa sifat yang berbeda. Jadi yang berbeda adalah “gen” nya tetapi spesiesnya sama yaitu mangga atau Mangifera indica. Inilah yang disebut keanekaragaman “gen” atau dalam bahasa umum, sering disebut “varietas”.
Bermacam-macam mangga Indramayu yang kita kenal adalah keanekaragaman gen atau varietas. Oleh karena itu kita dapat menyebut varietas gedong gincu, gajah, harumanis, cengkir, lalijiwo, golek, dan manalagi.
Mangga Gedong Gincu, Warnanya seolah kombinasi dari warna oranye, merah, sedikit warna hijau dan kuning. Daging buah jenis mangga yang satu ini cukup nikmat dan mengandung banyak air. Meski didominasi rasa manis, namun tak jarang pula yang merasakan asamnya di ujung lidah.
Mangga Gajah ukurannya sangat besar dibandingkan ukuran mangga lainnya, bobot buah mangga ini tergolong jumbo. Daging buah mangga gajah berwarna jingga menyala, amat seronok. Sementara bijinya sangat tipis.
Mangga Harum Manis memiliki bau yang khas dan juga manis tentunya. Buah mangga yang telah tua biasanya memiliki kulit yang tetap hijau tetapi lebih tua.
Rasanya merupakan percampuran manis dan asam.
Mangga Cengkir asli Kabupaten Indramayu, tampilan luar mirip dengan Harumanis namun kulitnya lebih tebal, sehingga lebih tahan benturan dan tahan lebih lama. Kulit luar berwarna hijau muda dan hijau kekuningan ketika matang. dagingnya berwarna kuning tua dan orange.
Indikator Pencapaian Kompetensi 3.1.4. Menjelaskan keanekaragaman gen.
10
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu Mangga Lalijiwo rasa dagingnya lezat dan bisa bikin lupa diri (bahasa jawa = lali jiwo). Buahnya bulat dengan warna daging kuning tua saat matang sempurna. Aroma buah yang satu ini memang kurang kuat.
Mangga Golek bentuknya yang khas, sedikit memanjang tetapi tidak terlalu besar memiliki rasa yang sangat manis dan lebih dominan ketimbang rasa asamnya. Saat ia terlalu matang, kadar airnya akan bertambah dan rasanya hampir menyerupai buah pepaya. Dalam kondiis matang sempurna, daging buahnya tebal serta lunak dengan warna kuning tua menjurus ke oranye dan buahnya tidak memiliki serat.
Mangga Manalagi memiliki rasa perpaduan mangga golek dan mangga arumanis. Ukuran buahnya tidak terlalu besar berbentuk lonjong saat muda memiliki kulit hijau muda, pada saat matang kulit hijau tua dan berlapis lilin sehingga terlihat kelabu.
Sumber: manggaindramayu.co.id
http://www.tosupedia.com/2016/12/jenis-jenis-buah-mangga-khas-indramayu.html
B. Kegiatan Siswa
Jawab dengan singkat pertanyaan berikut!
1. Sebutkan ciri-ciri yang dapat menjadi penanda perbedaan gen atau varietas pada manga!
2. Dapatkan kalian menyebutkan keanekaragaman varietas pada hewan?
Coba sebutkan!
3. Salak pondoh, salak bali dan salak condet (Jakarta) adalah a. spesies yang berbeda
b. spesies yang sama varietas berbeda c. spesies sama
4. Ayam ras, ayam petelur, ayam kampung, ayam pedaging adalah a. spesies berbeda
b. spesies sama
c. spesies sama varietas berbeda
5. Pisang ambon, pisang kapok, pisang uli, pisang raja adalah : a. spesies berbeda
b. spesies sama
c. spesies sama varietas berbeda
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu 11
kotak-kotak huruf dengan cara membaca ke kiri, ke kanan, ke atas atau ke bawah.
D I K A C A M A T A
I M A K E L A R I R
S P M A N A L A G I
A A I M G G I S E L
H L S A K A S A D A
A L A L I J I W O S
R A D A R I R I N 0
A S A D K E L O G I
12
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu
PEMBELAJARAN 5
Menyajikan Hasil Identifikasi Keanekaragaman Hayati
Laporan Hasil Pengamatan Tumbuh-tumbuhan di Lingkungan Sekolah 1. Tujuan Pengamatan: ……….….
2. Lokasi Pengamatan: ………..
3. Waktu Pengamatan: ………..
4. Nama Pengamat: ………..
5. Hasil Pengamatan:
No Nama lokal dan nama latin Ciri-ciri Manfaat 1
2 3 4 5 6
Laporan Hasil Pengamatan Satwa di Lingkungan Sekolah 1. Tujuan Pengamatan: ………..
2. Lokasi Pengamatan: ………..
3. Waktu Pengamatan: ……….….
4. Nama Pengamat: ……….….
5. Hasil Pengamatan:
No Nama lokal dan nama latin Ciri-ciri Manfaat 1
2 3 4 5 6
Indikator Pencapaian Kompetensi
4.1.1. Menyusun laporan hasil pengamatan keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar.
4.1.2. Mempresentasikan laporan hasil pengamatan keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar.
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu 13
BAB II
PERLINDUNGAN DAN PENGAWETAN KEANEKARAGAMAN HAYATI
A. Kompetensi Dasar
3.2. Memahami pentingnya perlindungan dan pengawetan keanekaragaman hayati.
4.2. Menyajikan laporan pengamatan tentang upaya perlindungan dan pengawetan keanekaragaman hayati.
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.2.1. Menjelaskan arti dan upaya perlindungan dan pengawetan keanekaragaman hayati.
3.2.2. Menjelaskan arti kawasan yang dilindungi dan contohnya.
3.2.3. Menyebutkan contoh tumbuhan dan satwa liar dilindungi.
3.2.4. Menjelaskan contoh pengawetan tumbuhan dan satwa liar.
4.2.1. Menyusun laporan hasil pengamatan upaya perlindungan dan pengawetan keanekaragaman hayati.
4.2.2. Mempresentasikan hasil pengamatan upaya perlindungan dan pengawetan keanekaragaman hayati.
C. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui kegiatan membaca, mengamati dan diskusi tentang upaya perlindungan dan pengawetan keanekaragaman hayati, peserta didik mampu menjelaskan arti upaya perlindungan dan pengawetan keanekaragaman hayati beserta contohnya dengan benar.
2. Melalui penugasan peserta didik mampu menyusun laporan dan mempresentasikan hasil pengamatan dan wawancara tentang upaya perlindungan dan pengawetan keanekaragaman hayati dengan baik.
14
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu
PEMBELAJARAN 6
Pengertian dan Upaya Perlindungan dan Pengawetan Keanekaragaman Hayati
A. Materi Pembelajaran
Indonesia adalah salah satu negara mega biodiversitas. Artinya, memiliki keanekaragaman hayati yang sangat besar. Flora dan fauna di Indonesia begitu berlimpah baik jenis maupun jumlahnya. Kita wajib bersyukur kepada Tuhan YME, yang telah menganugerahkan kekayaan alam kepada negara yang kita cintai ini. Salah satu bentuk rasa syukur kita, adalah dengan melindungi dan melestarikannya agar tidak punah.
Baca dengan seksama berita tentang upaya perlindungan dan pengawetan terhadap salah satu jenis fauna kita. Kemudian, lakukan diskusi kelompok untuk menyelesaikan soal-soal berikut:
JAGA KELANGSUNGAN SATWA,
SELAMATKAN RANGKONG GADING INDONESIA
(Jumat, 24 November 2017 / 06:10 Wib)
JAKARTA, KRJOGJA.com - Menindaklanjuti upaya perlindungan populasi burung Rangkong Gading (Rhinoplax vigil) di Sumatera dan Kalimantan, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar Konsultasi Publik Nasional, untuk menyusun Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Rangkong Gading, di Jakarta.
Saat ini keberadaan Rangkong Gading semakin terancam oleh aktivitas perburuan dan perdagangan liar, serta hilangnya kawasan hutan. Sebanyak 1.398 paruh Rangkong Gading berhasil disita di Indonesia, sedangkan lebih dari 2.000 paruh yang diselundupkan ke Tiongkok, Amerika, dan Malaysia berhasil disita selama tahun 2012 hingga 2016. Hal ini disampaikan oleh Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati (KKH), Bambang Dahono Adji, saat memberikan sambutan mewakili Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE).
Sumber :
http://krjogja.com/web/news/read/50390/Jaga_Kelangsungan_Satwa_Selamatkan_Rangkong_Gadi ng_Indonesia
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.2.1. Menjelaskan arti dan upaya perlindungan dan pengawetan keanekaragaman hayati.
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu 15
KLIKBONTANG.COM Sebuah video penangkapan kera viral di Facebook Info Kota Palu. Video tersebut diunggah oleh akun bernama Ay.
Dapat kiriman dari teman di grup WA,kejadian di kebun kopi. ada orang tangkap monyet.
bagaimana tanggapan kalian ?" Tulis Ay dalam unggahannya.
Viral Video Penangkapan Kera Liar di Kebun Kopi, Senin, 22 Januari 2018 Jam: 08:11:17
Video singkat tersebut sontak menjadi viral di dunia maya. Banyak netizen (warganet) yang mengutuk perbuatan sekelompok orang yang tak bertanggung jawab tersebut. Warganet juga berharap para pelaku dapat segera ditangkap oleh pihak berwajib. Muhammad Ihsan Mallo, "Kalau ada yg tau platnya. Lapor polisi saja, monyet Macaca tongkeana dilindungi undang undang." Ichal Muhammad Sulaiman, "Polres Palu Polres Parigi Moutong Satbinmas Polres Poso mohon di tindak lanjuti pencurian satwa di lindungi Pak Polisi."
Sumber:http://klikbontang.com/berita-14882-viral-video-penangkapan-kera-liar-di-kebun-kopi-ini-ciriciri- pelakunya.html
B. Kegiatan Siswa
1. Buatlah kelompok untuk mendiskusikan soal-soal dibawah ini. Satu kelompok diskusi terdiri dari 5 orang. Berusahalah agar diskusi kalian berjalan dengan baik, saling menghargai perbedaan pendapat.
2. Setiap kelompok membawa bahan dan peralatan berupa: PLH Tematik Mangrove dan alat tulis (buku, pinsil, spidol), serta kertas karton manila atau kertas flipchart.
3. Untuk setiap kelompok diskusi, lakukanlah hal berikut:
Dari kasus mengenai burung Rangkong di atas. Apa yang kalian rasakan?
betapa sedihnya banyak burung rangkong dibunuh hanya untuk diambil paruhnya. Sungguh perbuatan yang sangat buruk.
16
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu a. Apakah burung Rangkong termasuk salah satu keanekaragaman hayati?
b. Mengapa Rangkong termasuk satwa yang harus dilindungi?
c. Lihatlah dengan cermat, apakah satwa-satwa di atas terlihat berada di tempat tinggal/habitat alaminya di hutan atau tidak?
d. Apakah satwa-satwa tersebut hanya boleh dilindungi dan dilestarikan di dalam atau boleh di luar habitat alaminya?
e. Jika demikian, apakah pengertian dari perlindungan dan pengawetan?
4. Berdasarkan artikel: Viral Video Penangkapan Kera Liar di Kebun Kopi, coba diskusikan dengan kelompokmu beberapa pertanyaan di bawah ini:
a. Berdasarkan kasus di atas, apakah menangkap kera tersebut merupakan b. Perbuatan yang melanggar peraturan atau undang-undang? mengapa?
c. Menurut berita, dimana ditemukannya kera-kera tersebut?
d. Apakah kera-kera tersebut berada pada kawasan yang dilindungi?
e. Berdasarkan kelompok gambar-gambar dibawah ini, tuliskan bentuk- bentuk upaya pemerintah untuk melindungi satwa liar seperti pada contoh berita di atas.
5. Gambar di atas merupakan upaya perlindungan dan pengawetan dengan cara ...
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu 17
7. Gambar di bawah ini menunjukkan perlindungan dan pengawetan dengan cara: ...
18
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu
PEMBELAJARAN 7
Kawasan yang Dilindungi
A. Materi Pembelajaran
Setujukah kalian jika tumbuhan dan satwa liar yang ada di Indonesia ini harus kita sayangi dan kita jaga agar tidak punah?. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna, diberikan akal pikiran untuk mencari cara bagaimana agar tumbuhan dan satwa liar tersebut dapat lestari. Salah satunya adalah dengan menetapkan kawasan yang dilindungi.
Bacalah berita tentang macan tutul ini, dan jawablah pertanyaan- pertanyaan serta lakukan permainan yang telah disusun untuk melengkapi pemahaman kalian terhadap materi kawasan yang dilindungi.
SUAKA MARGASATWA CIKEPUH KABUPATEN SUKABUMI Jadi Habitat Macan Tutul Jawa
SUKABUMIUPDATE.com - Suaka Margasatwa (SM) Cikepuh yang membentang di dua kecamatan di selatan Kabupaten Sukabumi menjadi habitat macan tutul jawa (panthera pardus melas). Warga diminta tidak memasuki area suaka marga satwa tanpa seizin petugas.
Polisi Hutan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat Resor Cikepuh, Iwan Setiawan mengatakan, macan tutul di SM Cikepuh belum diketahui jumlah pastinya. Pasalnya belum ada pendataan menyeluruh terkait populasi salah satu satwa dilindungi ini.
"Sampai saat ini belum ada yang bisa mendata, namun menurut kami jumlahnya banyak,"
kata Iwan kepada sukabumiupdate.com, Minggu (18/2/2018).
SM Cikepuh memiliki area seluas 8.450 hektar terbentang di Kecamatan Ciemas dan Kecamatan Ciracap. Secara administrasif pemerintah desa, SM Cikepuh berada di wilayah Desa Mandrajaya, Sidamulya di Kecamatan Ciemas, dan Desa Gunungbatu serta Pangumbahan di Ciracap.
Iwan menambahkan, penelitian populasi macan tutul jawa terakhir kali dilakukan pada 2017. Sebanyak 35 kamera trap (kamera jebak) dipasang di kawasan SM Cikepuh.
Sumber : https://sukabumiupdate.com/detail/sukabumi/peristiwa/36509-suaka-margasatwa-cikepuh-kabupaten-sukabumi- jadi-habitat-macan-tutul-jawa
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.2.2. Menjelaskan arti kawasan yang dilindungi beserta contohnya.
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu 19
1. Buatlah kelompok untuk mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan serta melakukan permainan (game) di bawah ini. Satu kelompok diskusi terdiri dari 8 orang.
2. Setiap kelompok membawa bahan dan peralatan berupa : Buku PLH Tematik Mangrove, alat tulis (buku, pinsil, spidol), gunting, serta kertas karton manila.
3. Buatlah kertas persegi panjang berukuran 20 cm x 10 cm (metaplan) sebanyak 16 lembar dari karton manila.
4. Pada 4 (empat) metaplan A, tuliskan menggunakan spidol, berikut ini : Metaplan 1: Cagar Alam
Metaplan 2: Taman Nasional Metaplan 3: Suaka Margasatwa Metaplan 4: Taman Hutan Raya
5. Pada 4 metaplan B, berikutnya, tuliskan berikut ini : Metaplan 5: melindungi ekosistem dan tumbuhan asli Metaplan 6: melindungi satwa liar
Metaplan 7: melindungi beranekaragam spesies tumbuhan dan satwa Metaplan 8: melindungi koleksi tumbuhan dan satwa
6. Untuk setiap kelompok diskusi, lakukanlah hal berikut :
Bacalah berita mengenai Suaka Margasatwa Cikepuh diatas. Kemudian jawablah soal berikut ini :
a. Apa itu Suaka Margasatwa ? untuk apa dibentuk Suaka Margasatwa?
Jawab: ...
b. Menurut berita satwa liar apa yang dilindungi di Suaka Margasatwa Cikepuh tersebut?
Jawab: ...
c. Setelah menjawab pertanyaan no 1 – 2 di atas, mari kita bermain game. Lakukan hal berikut ini:
Peganglah 4 metaplan A ini oleh 4 anggota kelompok (1 metaplan/
orang)
Cagar Alam Taman Nasional
Suaka Margasatwa Taman Hutan Raya
20
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu
Peganglah 4 metaplan B ini untuk 4 anggota kelompok lainnya.
Masing-masing anggota metaplan A, mencari pasangannya yang tepat, pada anggota metaplan B.
Setelah bertemu dengan pasangannya, bersama-sama carilah dan tuliskan 2 contoh dari kawasan yang terdapat dalam metaplan A tersebut, pada metaplan kosong. Misalnya Cagar Alam Krakatau.
Bila telah mendapatkan 2 contoh kawasan sesuai metaplan A, tempellah hasil temuan kalian pada kertas karton.
Setelah seluruh pasangan kelompok kalian menempalkan pada kertas karton. Pasanglah kertas-kertas karton tersebut pada dinding kelas dengan menggunakan lakban. Perhatikanlah dengan cermat seluruh hasilnya. Berikanlah pendapat atau koreksi seandainya ada hasil yang kurang tepat. Tanyakan kepada guru kalian jika ada yang kurang dipahami.
Melindungi ekosistem dan tumbuhan asli Melindungi satwa liar
Melindungi melindungi beranekaragam spesies tumbuhan dan satwa Melindungi koleksi tumbuhan dan satwa
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu 21
Tumbuhan dan Satwa Liar Dilindungi
A. Materi Pembelajaran
Dapatkah kalian menghitung, berapa banyak Tuhan YME telah menciptakan tumbuhan dan satwa liar di dunia ini. Tidak terhitung bukan?. Kita bersyukur bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan tumbuhan dan satwa liar yang berlimpah. Namun, tidak semua orang berniat baik untuk melestarikannya. Ada orang-orang yang melakukan tindakan yang tidak bertanggung jawab dengan merusak hutan, melakukan perburuan liar, dan tindakan lainnya yang membuat tumbuhan dan satwa liar terancam keberadaannya.
Lihatlah salah satu tumbuhan dalam bacaan berikut, begitu indah ciptaan Tuhan. Bacalah lebih lanjut dan jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini secara berkelompok bersama teman-temanmu.
(KOMPAS/ADHITYA RAMADHAN) JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak tumbuhan-tumbuhan langka di Indonesia yang berasal dari Pulau Sumatera, khususnya hutan di daerah Bengkulu. Di antaranya bunga bangkai dan raflesia arnoldii yang susah payah dikembangkan di berbagai Kebun Raya di Jawa, nyatanya dapat mudah tumbuh di kebun-kebun warga warga Bengkulu. Banyak turis asing yang penasaran dengan tempat asal bunga- bunga langka tersebut. Seperti yang dikatakan peneliti khusus bunga raflesia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sofi Mursidawati, saat dijumpai KompasTravel di Pusat Konservasi Kebun Raya Bogor, Rabu (4/2/2016).
Sumber: https://travel.kompas.com/read/2016/02/06/
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.2.3. Menjelaskan contoh tumbuhan dan satwa liar dilindungi.
Melihat Tumbuhan Langka....
Bengkulu Tempatnya
22
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu Selanjutkan bacalah kasus satwa liar pada artikel di bawah ini, lalu jawablah pertanyaan-pertanyaannya secara berkelompok bersama teman-temanmu.
JawaPos.com – Merdu kicauan jalak putih tak seindah nasib Yudha. Justru karena memiliki dan menjual burung yang tergolong langka itu, pemuda 29 tahun tersebut ditangkap polisi. Warga Perumahan Swan Menganti Park itu bingung. Dia mengaku tidak tahu bahwa burung itu termasuk satwa yang dilindungi
Sumber : https://www.jawapos.com/read/2017/03/16/116558/jual-jalak-putih- digerebek-polisi
B. Kegiatan Siswa
1. Buatlah kelompok untuk mendiskusikan materi di atas serta menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut. Satu kelompok diskusi terdiri dari 5 orang. Bagilah tugas diantara anggota kelompokmu agar semua berperan untuk menghasilkan jawaban yang terbaik.
2. Setiap kelompok membawa bahan dan peralatan berupa: Buku PLH Tematik Mangrove dan alat tulis (buku dan pinsil).
3. Untuk setiap kelompok, lakukanlah hal berikut:
a. Lihatlah dengan cermat tumbuhan langka di atas. Apa nama tumbuhan tersebut dan sebutkan ciri-cirinya?
b. Apakah tumbuhan tersebut dilindungi ? mengapa?
Mengapa dikatakan langka?
4. Cermati gambar-gambar tumbuhan di bawah ini, sebutkan mana saja yang termasuk jenis-jenis tumbuhan yang dilindungi.
Jual Jalak Putih, Digerebek Polisi
DILINDUNGI: Burung-burung jalak putih disita oleh Satreskrim Polres Gresik dari penjual bernama Yudha pada Rabu (15/2) di Menganti, Gresik. (Chusnul Cahyadi/Jawa Pos/JawaPos.com).
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu 23
5. Setelah kalian membaca artikel yang berjudul: Jual Jalak Putih, Digrebek Polisi, coba untuk setiap kelompok, jawablah pertanyaan berikut :
a. Apa nama satwa liar tersebut?
b. Apakah satwa tersebut dilindungi?
c. Mengapa dilindungi?
6. Cermati gambar-gambar satwa di bawah ini, sebutkan mana saja yang termasuk satwa dilindungi?
24
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu 7. Kelompokkan jenis-jenis satwa tersebut, apakah termasuk jenis mamalia,
aves, atau reptilia.
AVES MAMALIA REPTILIA
1...
2...
3...
4...
5...
7……….
1...
2...
3...
4...
5...
7……….
1...
2...
3...
4...
5...
7……….
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu 25
Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar
A.
Materi Pembelajaran
Pada Pembelajaran 6, kalian telah mengetahui apa pengertian dari pengawetan, yaitu bermakna mengawetkan, menjaga keberadaannya agar selalu ada atau dengan kata lain adalah tetap lestari. Kita berkewajiban ikut menjaga kelestarian tumbuhan dan satwa liar tersebut untuk kepentingan hidup manusia.
Cermati bacaan berikut ini mengenai pengawetan salah satu satwa liar kita, dan jawablah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara berkelompok.
Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan satu dari 25 spesies terancam punah yang ditargetkan populasinya akan meningkat sebesar 10 persen. Kebijakan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2014-2019 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) inilah dasar acuannya.
Program yang dilakukan untuk meningkatkan populasi harimau sumatera saat ini dilakukan melalui cara in situ yaitu pelestarian harimau di habitat aslinya, dan ex situ. Pelestarian harimau di luar habitat aslinya (ex situ) , telah diwajibkan pula pada kebun binatang untuk melakukan pengembangbiakan sebagaimana telah dilakukan di Taman Safari Indonesia.
Harimau hasil pengembangbiakan ini nantinya akan dilepasliarkan di hutan untuk berkembang biak, sehingga target peningkatan populasi akan terpenuhi.”
Sumber : http://www.mongabay.co.id/2015/04/09/peningkatan-10-persen-populasi-harimau- sumatera-akan-tercapai-asalkan
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.2.4. Menjelaskan pengawetan tumbuhan dan satwa liar secara in-situ dan ex-situ.
Peningkatan 10 Persen Populasi Harimau Sumatera akan Tercapai, Asalkan...
oleh Rahmadi Rahmad di 9 April 2015
26
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu B.
Kegiatan Siswa
1. Buatlah kelompok untuk mendiskusikan materi di atas. Satu kelompok diskusi terdiri dari 5 orang. Hargailah pendapat anggota kelompokmu, agar diskusi berjalan dengan baik.
2. Setiap kelompok membawa bahan dan peralatan berupa: Buku PLH Tematik Mangrove dan alat tulis (buku, pinsil, spidol).
3. Untuk setiap kelompok, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
a. Apakah harimau termasuk satwa dilindungi? mengapa?
Jawab :...
b. Berdasarkan bacaan, pelestarian harimau dilakukan dengan 2 cara yaitu:
Jawab:...dan...
c. Tuliskan digambar berikut, apa yang dimaksud dengan eks situ dan in situ? dan berikan contohnya.
d. Cermati gambar-gambar di bawah ini!
Pasangkanlah dengan menggambar garis di sebelah kiri (kawasan ex situ) dengan di sebelah kanan, jenis apa yang diawetkan?
Kebun Raya
Arboretum Kebun Binatang
Taman Safari Taman Kehati
Satwa liar Tumbuhan
Taman Margsatwa
...
...
...
...
contoh:
...
...
...
...
...
contoh:
...
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu 27
Menyajikan Laporan Pengamatan Tentang Upaya Perlindungan dan Pengawetan Keanekaragaman Hayati
A. Materi Pembelajaran
Kawasan-kawasan yang dilindungi umumnya merupakan ekosistem hutan yang masih asli dan utuh, masih memiliki beranekaragam spesies tumbuhan dan satwa. Kawasan-kawasan tersebut ada yang ditetapkan menjadi taman nasional, contohnya Taman Nasional Gunung Ciremai dan Taman Nasional Gunung Gede-Gunung Pangrango di Jawa Barat, Taman Nasional Ujung Kulon di Provinsi Banten, Taman Nasional Baluran di Jawa Timur, Taman Nasional Gunung Merapi di Yogyakarta dan Taman Nasional Gunung Merbabu di Jawa Tengah.
Kawasan untuk perlindungan margasatwa atau satwa liar adalah Suaka Margasatwa, contohnya Suaka Margasatwa Muara Angke di Jakarta untuk melindungi burung-burung air, Suaka Margasatwa Gunung Sawal di Ciamis untuk melindungi macan tutul, lutung, surili, kijang dan kukang, Suaka Margasatwa Cikepuh di Sukabumi untuk melindungi Banteng. Cagar alam merupakan kawasan untuk melindungi tumbuhan serta ekosistem alami.
B. Kegiatan Siswa
Laporan Hasil Pengamatan
Upaya Perlindungan dan Pelestarian Keanekaragaman Hayati 1. Tujuan Pengamatan: ……….….
2. Waktu Pengamatan: ……….….
3. Nama Pengamat: ………..
4. Hasil Pengamatan:
No Nama tempat upaya perlindungan /pelestarian
Nama tumbuhan/satwa yang dilindungi
Lokasi di Indonesia 1
2 3 4 5
Indikator Pencapaian Kompetensi
4.2.1. Menyusun laporan hasil pengamatan upaya perlindungan dan pengawetan keanekaragaman hayati.
4.2.2. Mempresentasikan laporan hasil pengamatan upaya perlindungan dan pengawetan keanekaragaman hayati.
28
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu
BAB III
MANFAAT KEANEKARAGAMAN HAYATI
A. Kompetensi Dasar
3.3. Memahami pemanfaatan keanekaragaman hayati secara lestari.
4.3. Menyajikan laporan pengamatan lapangan tentang pemanfaatan keanekaragaman hayati secara lestari.
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.3.1. Menjelaskan manfaat keanekaragaman hayati sebagai sumber pangan, papan, dan sandang.
3.3.2. Menjelaskan manfaat keanekaragaman hayati sebagai bahan obat-obatan dan kosmetik.
3.3.3. Menjelaskan manfaat keanekaragaman hayati sebagai bahan baku industri dan sumber energi.
3.3.4. Menjelaskan manfaat keanekaragaman hayati sebagai sumber pendapatan.
4.3.1. Menyusun laporan hasil pengamatan dan wawancara pemanfaatan keanekaragaman hayati untuk ekowisata di lingkungan sekitar.
4.3.2. Mempresentasikan laporan hasil pengamatan dan wawancara pemanfaatan keanekaragaman hayati untuk ekowisata di lingkungan sekitar.
C. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan membaca, diskusi, dan pengamatan lapangan tentang pemanfaatan keanekaragaman hayati, peserta didik mampu menjelaskan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara lestari dengan benar.
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu 29
Manfaat Keanekaragaman Hayati Sebagai Sumber Pangan, Papan dan Sandang
A. Materi Pembelajaran
Keanekaragaman hayati memberikan banyak ragam manfaat, mulai dari pangan, sandang, papan, obat-obatan, kosmetik, bahan baku industri bioenergi, ekowisata dan menjadi sumber pendapatan. Disamping manfaat ekonomi yang secara langsung dapat dinikmati, keanekaragaman hayati juga memiliki peran penting dalam hidup kita karena proses dan fungsinya. Ekosistem hutan berperan sebagai penghasil oksigen yang kita hirup sepanjang hari, mencegah longsor dan banjir, menghasilkan humus yang menyuburkan tanah dan memberikan udara yang bersih, segar, sejuk dan lingkungan yang asri.
Pemanfaatan keanekaragaman hayati harus dilakukan secara bijaksana, yaitu tanpa menyebabkan kerusakan apalagi kepunahannya. Oleh karena itu perlu diatur pemanenanya agar lestari, sehingga generasi yang akan datang dapat merasakan manfaat keanekaragaman hayati yang kita miliki saat ini.
Salah satu pemanfaatan keanekaragaman hayati yang tidak merusak, tetapi dapat menopang ekonomi masyarakat lokal adalah wisata alam atau ekowisata. Ekowisata adalah wisata ke tempat-tempat alami baik kondisi alamnya maupun sosial budaya masyarakatnya.
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.3.1. Menjelaskan manfaat keanekaragaman hayati sebagai sumber pangan, papan, dan sandang.
30
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu
MANFAAT KEANEKARAGAMAN HAYATI
Kehidupan kita sangat bergantung terhadap sumber daya alam hayati. Untuk itu keanekaragaman hayati sangat bermanfaat bagi keberlangsungan hidup kita, antara Iain:
Sumber Bahan Pangan
Seratus persen kebutuhan bahan pangan pokok manusia diperoleh dari kekayaan hayati terutama kekayaan flora baik yang berupa biji-bijian, umbi- umbian atau buah serta tepung batang
Bahan Sandang
Setiap manusia pasti memerlukan apa yang disebut pakaian atau sandang apapun bentuk dan coraknya. Pakaian melindungi manusia dari udara dingin dan panas serta menambah tampilan diri sehingga memberikan rasa percaya diri. Banyak jenis kekayaan hayati yang dapat dijadikan sebagai bahan sandang. Kapas adalah bahan yang paling besar dalam pemenuhan kebutuhan bahan sandang. menduduki peringkat tertinggi harga bahan sandang
Sebagai Bahan Perumahan
Hewan perlu tempat tinggal yang dikenal sebagai sarang di mana ia dapat mengerami telur, menjaga anak, tidur saat malam serta berlindung dari musuh.
Manusia suku dan peradaban manapun pasti memerlukan tempat tinggal yang disebut rumah, terlebih lagi manusia modern, di mana ia dapat melindungi diri dari panas terik matahari, dinginnya hujan, dan hembusan angin.
Sumber : PPLH Puntondo, https://www.pplhpuntondo.or.id/id/berita/lingkungan/2017/02/manfaat- keanekaragaman-hayati
B. Kegiatan Siswa
1.
Buatlah kelompok untuk mendiskusikan soal-soal berikut ini. Satu kelompok diskusi terdiri dari 5 siswa. Setiap kelompok mengerjakan soal bersama dan berdiskusi dengan cara mendengarkan pendapat temannya.Jika tidak sepaham, sampaikanlah dan jelaskan dengan santun.
2.
Kalian dapat membawa kertas karton atau buku catatan untuk mencatat hasil diskusi kalian.3. Diskusikan bacaan mengenai manfaat keanekaragaman hayati yang ada di dalam kurung tersebut untuk menjawab beberapa pertanyaan dan perintah berikut:
a. Jelaskan sumber bahan pangan pokok manusia!
b. Apa saja keanekaragaman hayati yang dapat digunakan sebagai bahan sandang?
Apa saja keanekaragaman hayati yang digunakan sebagai papan untuk berlindung manusia?
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu 31
Manfaat Keanekaragaman Hayati Sebagai Bahan Obat-obatan dan Kosmetik
A. Materi Pembelajaran
Manfaat keanekaragaman hayati selain sebagai sumber pangan, sandang dan papan, juga merupakan sumber obat-obatan dan kosmetik. Beberapa obat- obatan yang berasal dari tumbuh-timbuhan yaitu : kumis kucing, salam, jahe, kencur, daun jarak, daun jambu biji, tekokak, seledri, buah mengkudu dll. Aneka macam tumbuhan obat tersebut diramu menjadi produk jamu yang merupakan warisan budaya nenek moyang kita. Jamu sangat bermanfaat dan berkhasiat untuk kesehatan. Berikut daftar tumbuhan obat dan manfaatnya:
No. Tumbuhan Obat Manfaat
1. Kumis kucing Obat asam urat 2. Salam Obat asam urat
3. Jahe Obat masuk angin (penghangat), kolesterol dll 4. Kencur Obat bengkak
5. Daun jarak Obat sakit perut/masuk angin 6. Daun jambu biji Obat diare
7. Tekokak Obat mata (mata minus) 8. Lidah Buaya Obat kanker
9. Belimbing Obat darah tinggi
10. Temulawak Obat penyakit lever (hati)
Manfaat tumbuhan obat, selain untuk kesehatan juga untuk kecantikan (kosmetik), contohnya lidah buaya untuk kecantikan kulit dan rambut, bengkoang untuk masker muka, kencur untuk menghilangkan jerawat.
Jamu Brand Indonesia
Pemerintah sangat perhatian terhadap perkembangan Jamu. Mengingat jamu bagi masyarakat Indonesia telah dianggap sebagai budaya, yang harus sama-
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.3.2. Menjelaskan manfaat keanekaragaman hayati sebagai bahan obat- obatan dan kosmetik.