RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMAN 2 Blora
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas/Semester : XI / 1 (Ganjil) Alokasi Waktu : 10 Menit Tema : Posisi strategis Indonesia sebagai poros
maritim dunia
Email : [email protected]
Subtema : Letak, Luas, dan Batas Indonesia
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui pembelajaran saintifik, peserta didik diharapkan dapat menganalisis dampak letak, luas, dan batas wilayah Indonesia, menyajikan hasil analisis tentang letak, luas dan batas wilayah Indonesia, menunjukkan rasa syukur, penuh tanggung jawab, dan disipin.
B. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan Ke-1 Pendahuluan
1. Guru meminta perwakilan kelas untuk menyiapkan, didik memberi salam, berdoa 2. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi/yel/icebreaking
3. Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang tema yang akan diajarkan
Kegiatan Inti
Kegiatan Literasi
• Peserta didik diberi stimulasi berupa gambar/ tayangan dan bahan bacaan terkait materi letak, luas, dan batas wilayah Indonesia. Guru menyampaikan garis besar cakupan materi melalui metode ceramah
Critical Thinking (Berpikir Kritis)
• Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin berupa pertanyaan / hipotetik berkaitan dengan kondisi desa masing-masing.
Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi Letak, Luas, dan Batas Wilayah Indonesia.
Collaboration (Kerjasama)
• Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok, dan diberi Lembar kerja untuk didiskusikan, mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai Letak, Luas, dan Batas Wilayah Indonesia.
Communication (Berkomunikasi)
• Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan, kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan.
Creativity (Kreativitas)
• Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari terkait Letak, luas, dan batas wilayah Indonesia. Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami
Penutup
1. Guru bersama peserta didik merefleksikan pengalaman belajar 2. Guru memberikan penilaian lisan secara acak dan singkat
3. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya dan berdoa C. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN
▪ Penilaian Sikap: Jurnal Penilaian Sikap (Instrumen terlampir)
▪ Penilaian Pengetahuan: Tes (Instrumen terlampir)
▪ Keterampilan: Produk (Instrumen Terlampir)
Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 2 Blora
Drs. Slamet Joko Waluyo, M.Pd.
NIP. 19670430 199802 1 002
Blora, Juli 2022
Guru Mata Pelajaran Geografi
Sudharmono, S.Pd
NIP. 19900805 202221 1 008
Lampiran 1
MATERI PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : SMA Negeri 2 Blora
Mata Pelajaran : Geografi Kelas / Semester : XII / Ganjil Tahun Pelajaran : 2022/2023
Tema : Posisi Strategis Indonesia sebagai poros maritim dunia Sub tema : Letak, Luas, dan Batas Wilayah Indonesia
1. Letak Wilayah Indonesia
A. Letak absolut
Letak astronomis dapat diartikan sebagai letak wilayah secara tepat berdasarkan kedudukan garis lintang dan bujur. Secara astronomis, wilayah Indonesia berada antara 6° LU - 11° LS dan 95° BT – 141° BT.
Letak astronomis Indonesia disebut juga letak absolut.
Batas Wilayah Indonesia berdasarkan letak absolutnya adalah sebagai berikut :
Arah Batas Batas
Wilayah Indonesia paling Utara
(6°LU)
Pulau We
Wilayah Indonesia paling Selatan
(11°LS)
Pulau Dana, selatan pulau Rote
Wilayah Indonesia paling Timur
(141° BT)
Kota Merauke
Wilayah Indonesia paling Barat (95°
BB)
Ujung Utara Pulau Sumatera
Letak ini membawa pengaruh bagi kehidupan masyarakat Indonesia.
Berikut ini beberapa pengaruh tersebut:
1. Letak lintangnya menyebabkan Indonesia beriklim tropis.
2. Letak bujurnya membagi wilayah Indonesia ke dalam tiga daerah waktu berikut ini :
Waktu Indonesia Barat (WIB) dengan patokan garis bujur 105 derajat BT dengan selisih waktu 7 jam lebih awal dari GMT.
Daerah waktunya meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
Waktu Indonesia Tengah (WITA) dengan patokan garis bujur 120 derajat BT dan selisih waktu 8 jam lebih awal dari GMT. Daerah waktunya meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, NTT, NTB, Sulawesi, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Waktu Indonesia Timur (WIT), dengan patokan garis bujur 135 derajat BT dan selisih waktu 9 jam lebih awal dari GMT. Daerah waktunya meliputi Kepulauan Maluku, Papua, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
B. Letak relatif
Letak relatif terdiri atas letak geografis, letak geologis dan letak geomorfologis.
1. Letak geografis
Letak geografis yaitu letak suatu tempat dilihat dari kenyataan di muka bumi atau letak suatu tempat dalam kaitannya dengan daerah lain disekitarnya. Letak geografis disebut juga letak relatif, disebut relative karena posisinya ditentukan oleh fenomena- fenomena geografis yang membatasinya, misalnya gunung, sungai, lautan, benua, dan samudera. Secara geografis Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera, yaitu benua Asia dan benua Australia.Sedangkan samudera yang membatasi adalah Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Letak geografis ini sangat berpengaruh terhadap keberadaan wilayah Indonesia, baik dilihat dari kenyataan fisik dan sosial maupun ekonomi dan politik.
Batas geografisnya :
Utara Negara Malaysia dengan perbatasan sepanjang
1.782 km, Singapura, Filipina, dan Laut Tiongkok
Selatan
Selatan Negara Australia, Timor Leste, dan Samudra
Hindia
Barat Samudra Hindia,
Timur Negara Papua Nugini dengan perbatasan
sepanjang 820 km, Timor Leste, dan Samudra
Pasifik
Pengaruh positif letak geografis indonesia yang demikian
menyebabkan :
o Indonesia berada pada persilangan lalu lintas perdagangan dunia yang ramai sehingga sangat menguntungakan terutama pemasukan devisa negara o Menjadikan Indonesia sebagai pusat perekonomian di
antara dua benua dan dua samudera
o Membantu dalam pengembangan destinasi wisata o Memudahkan dalam menyebarkan ragam budaya
Indonesia, akulturasi budaya, modernisasi.o Indonesia yang terdiri banyak pulau yang membuat beragam kebudayaan, karena terdiri dari suku, budaya, dan bangsa.
o Laut yang sangat begitu luas dan garis pantai membuat Indonesia menyimpan hasil laut yang berlimpah
Pengaruh negatif letak geografis Indonesia :
o Persaingan global yang cukup sulit dikendalikan o Eksplorasi sumber daya alam Indonesia secara besar- besaran
o Munculnya pasar-pasar gelap sebagai akibat dari jalur perdagangan lintas internasional
o Semakin konsumtif terhadap barang-barang produk asing
o Banyak budaya barat yang perlahan menggeser budaya lokal
2. Letak geologis
Letak geologis ialah letak suatu daerah atau negara berdasarkan struktur batu-batuan yang ada pada kulit buminya.
Letak geologis Indonesia dapat terlihat dari beberapa sudut, yaitu dari sudut formasi geologinya, keadaan batuannya, dan jalur-jalur pegunungannya. Indonesia terletak pada pertemuan lempeng, yaitu lempeng Indo- Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik.
Lempeng Indo-Australia bergerak ke arah utara, lempeng Eurasia bergerak ke arah selatan, dan lempeng Pasifik bergerak ke arah barat . Oleh karena itu di Indonesia:
Terdapat banyak gunung berapi yang dapat menyuburkan tanah.
Sering terjadi gempa bumi baik vulkanik maupun tektonik.
Kaya akan barang tambang, seperti minyak bumi, batu bara dan bauksit.
Indonesia juga merupakan pertemuan dari 3 lempeng tektonik besar, yaitu sebelah utara berbatasan dengan lempeng asia dan perluasannya ke arah selatan tenggelam di dalam permukaan laut yang dikenal dengan paparan sunda. Bagian barat dan selatan dibatasi oleh “Benua Gondwana” atau Lempeng Indo-Australia (Paparan Sahul. Bagian timur dibatasi oleh Samudera Pasifik atau disebut lempeng dasar samudera Pasifik yang meluas ke arah barat daya. Selain itu juga terdapat subduksi lempeng laut filipina.
3. Letak Geomorfologis
Merupakan letak berdasarkan tinggi randahnya suatu tempat terhadap permukaan air laut. Letak geomorfologis Indonesia dapat dibedakan menjadi dataran rendah, dataran tinggi, gunung, pegunungan, lembah,bukit dan sebagainya. Letak Indonesia secara geomorfologis ini memberikan berbagai dampak dalam kehidupan masyarakat. Sebagai contohnya adalah penduduk yang tinggal di daerah pegunungan, kehidupannya akan berbeda dengan penduduk yang tinggal di daerah dataran rendah. Hal tersebut dapat dilihat dari berbagai komponen. Misalnya dapat dilihat dari jenis matapencahariannya, bentuk rumahnya, cara berpakaiannya bahkan pola permukimannya.
Tabel 1. Pengaruh Letak Geomorlogis Indonesia
No Komponen Pengamatan Dataran rendah
Pegunungan 1 Matapencaharian Berbagai sektor Petani
2 Bentuk rumah Beratap
genteng tanah, banyak
ventilasi
Beratap seng, sedikit ventilasi
3 Cara berpakaian Berbahan tipis Berbahan tebal
4 Pola permukiman Menyebar Berkelompok
2. Luas Wilayah Indonesia
Luas wilayah Indonesia secara keseluruhan adalah 5.193.252. km2 yang terdiri atas 1.910.931 km2 luas daratan dan 3.282.332 km2 luas lautan. Indonesia adalah Negara kepulauan di Asia Tenggara yang memiliki 17.504 (bps.go.id mei 2015) pulau besar dan kecil, sekitar 6.000 di antaranya tidak berpenghuni, yang menyebar di sekitar katulistiwa, yang memberikan cuaca tropis. Posisi Indonesia terletak pada koordinat 60 LU – 110 LS dan 950 BT – 1410 BT. Serta terletak di antara dua benua dan dua samudera.
Wilayah Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil di antara samudera hindia dan samudera pasifik. Luas daratan Indonesia adalah 1.910.931,32 km² dengan pulau terpadat adalah pulau Jawa, dimana setengah populasi Indonesia bermukim.
Luas tiap pulau/kepulauan
Nama Pulau Luas Pulau (km2)
Kalimantan 544.150,07
Maluku – Papua 494.956,85
Sumatera 480.793,28
Sulawesi 188.522,36
Jawa 129.438,28
Bali-NTB-NTT 73.070,48
Pengaruh luas Indonesia yang demikian menyebabkan Indonesia menjadi : A. Negara kepulauan
Berdasarkan konvensi UNCLOS III tahun 1982 pada pasal 46 bahwa negara kepulauan merupakan suatu negara yang secara keseluruhan terdiri atas satu atau lebih kepulauan dan dapat mencakup pulau pulau lain. Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari gugusan puau pulau dari Sabang sampai Merauke yang mencakup pulau pulau lain. Sebagai negara kepulauan memiiki kedaulatan teritorial atas perairan kepulauannya dan perairan kedalaman.
Kedaulatan Indonesia mencakup aspek seperti kekayaan alam didalamnya, dasar laut, udara diatasnya, dan ruang laut.
B. Nusantara
Nusantara merupakan istilah yang diunakan untuk menggambarkan wilayah kepulauan yang membentang dari Sabang sampai Merauke.
Kata Nusantara digunakan untuk menggambarkan kesatuan geografi- antropologi Indonesia. Dalam GBHN disebutkan wawasan nusantara yang lebih lanjut ditegaskan bahwa Kepulauan Nusantara merupakan satu kesatuan, baik arti kesatuan politik, sosial, ekonomi, pertahanan, dan keamanan.
C. Maritim
Negara maritim adalah negara yang berada dalam kawasan/teritorial laut yang sangat luas, memiliki banyak pulau, dikelilingi oleh wilayah laut dan perairan, dan sebagian besar penduduknya bekerja di wilayah perairan. Benua Maritim Indonesia (BMI) adalah wilayah dengan hamparan pulau- pulau di dalamnya, sebagai satu kesatuan alamiah antara darat, laut, dan udara dengan sudut pandang iklim, cuaca, keadaan airnya, tatanan kerak bumi, keberagaman biota serta tatanan sosial budaya.
Nenek moyang bangsa Indonesia telah menanamkan budaya bahari sejak zaman Kerajaan Sriwijaya. Pada tahun 1957, Bangsa Indonesia mendeklarasikan Wawasan Nusantara yang memandang bahwa wilayah laut di antara pulau-pulau Indonesia sebagai satu-kesatuan wilayah Nusantara. Bung Karno saat pembukaan Lemhanas tahun 1965 mengatakan bahwa “Geolitical Destiny” dari Indonesia adalah Maritim. Pada tahun 1982, Indonesia berhasil memberikan gagasan Negara Nusantara dan diakui oleh Internasional dalam Konvensi PBB tentang hukum laut. Pada tahun 1998, Presiden BJ Habibie mendeklarasikan visi pembangunan kelautan Indonesia dalam “Deklarasi Bunaken”. Sejak tahun 1999 dibentuklah Departemen Eksplorasi Laut dan berubah nama menjadi Departemen Kelautan dan Perikanan pada tahun 200.
RPP CGP SUDHARMONO
Pada saat ini, semangat budaya maritim kembali dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo dalam Visi, Misi, dan Program Aksi yang terkenal dengan NAWACITA. Di dalam program tersebut disebutkan Diplomasi Maritim untuk mempercepat penyelesaian permasalahan perbatasan Indonesia, meningkatkan upaya pengamanan khusus wilayah kelauatan guna mencegah illegal fishing, dan program tol laut.
Program tol laut yang dibuat oleh Pemerintahan Jokowi menargetkan pembangunan 24 pelabuhan dan pembelian 609 kapal dengan biaya
±96,8 triliun. Program tol laut ini akan menjadi bagian penting jalur maritim dunia.
Kebijakan-kebijakan di bidang kelautan dibuat untuk mendukung semangat kemaritiman. Pada masa pemerintahan saat ini, semangat kemaritiman ditunjukkan dalam bentuk program tol laut sebagai poros maritim dunia. Dibalik kebijakan-kebijakan yang dibuat, Indonesia mempunyai sejumlah masalah yang harus diselesaikan terutama masalah perbatasan laut. Hal ini sangat penting karena dengan dibentuknya kesepakatan batas Negara dengan Negara lain
RPP CGP SUDHARMONO
maka pulau-pulau terluar Indonesia tidak akan hilang dan keamanan Indonesia terjaga. Kemudian pembangunan di Indonesia haruslah melihat karakteristik Indonesia yang memiliki perairan yang lebih luas dari daratan. Semangat kemaritiman di Indonesia haruslah kembali di dalam diri bangsa Indonesia. Seperti dikatakan dalam sebuah lirik lagu “Nenek Moyangku Seorang Pelaut”, di dalam lirik ini memberikan arti penting bahwa Indonesia memiliki sejarah kemaritiman yang sangat kuat. Sehingga mulai saat ini mari kita kembalikan semangat kemaritiman di dalam diri bangsa untuk Indonesia yang berdaulat dan sejahtera.
3. Batas Teritorial Indonesia (tahap perubahan) :
A. Deklarasi Djuanda
Deklarasi Djuanda mengandung konsep bahwa tanah air yang tidak lagi memandang laut sebagai alat pemisah dan pemecah bangsa, seperti pada masa kolonial, namun harus dipergunakan sebagai alat pemersatu bangsa dan wahana pembangunan nasional yang terkenal dengan sebutan wawasan nusantara. Deklarasi Djuanda membuat batas kontinen laut kita diubah dari 3 mil batas air terendah menjadi 12 mil dari batas pulau terluar. Kondisi ini membuat wilayah Indonesia semakin menjadi luas dari sebelumnya hanya 2.027.087 km2 menjadi 5.193.250 km2.
Gambar Wilayah Indonesia Sebelum Deklarasi Djuanda
RPP CGP SUDHARMONO
Gambar Wilayah Indonesia Setelah Deklarasi Djuanda
Dikeluarkannya Deklarasi Djuanda membuat banyak negara yang keberatan terhadap konsepsi landasan hukum laut Indonesia yang baru. Untuk merundingkan penyelesaian masalah hukum laut ini, pemerintah Indonesia melakukan harmonisasi hubungan diplomatik dengan negara- negara tetangga. Selain itu Indonesia juga melalui konferensi Jeneva pada tahun 1958, berusaha mempertahankan konsepsinya yang tertuang dalam deklarasi Djuanda dan memantapkan Indonesia sebagai Archipelagic State Principle atau negara kepulauan.
Deklarasi Djuanda ini baru bisa diterima di dunia internasional setelah ditetapkan dalam Konvensi Hukum Laut PBB yang ke-3 di Montego Bay (Jamaika) pada tahun 1982 (United Nations Convention On The Law of The Sea/UNCLOS 1982). Pemerintah Indonesia kemudian meratifkasinya dalam UU No.17/ 1985 tentang pengesahan UNCLOS 1982 bahwa Indonesia adalah negara kepulauan.
B. Berdasar konvensi hukum laut internasional
Berdasarkan Konvensi Hukum Laut Internasional pada tahun 1982 yang dihadiri oleh 160 negara, telah menyetujui konvensi yang diusulkan oleh Indonesia mengenai Zona Ekonomi Eksklusif dengan prinsip negara kepulauan.
RPP CGP SUDHARMONO
1. Zona Laut Teritorial
Batas laut Teritorial ialah garis khayal yang berjarak 12 mil laut dari garis dasar ke arah laut lepas. Jika ada dua negara atau lebih menguasai suatu lautan, sedangkan lebar lautan itu kurang dari 24 mil laut, maka garis teritorial di tarik sama jauh dari garis masing-masing negara tersebut.
2. Zona Landas Kontinen
Landas Kontinen ialah dasar laut yang secara geologis maupun morfologi merupakan lanjutan dari sebuah kontinen (benua).Kedalaman lautnya kurang dari 150 meter.Indonesia terletak pada dua buah landasan kontinen, yaitu landasan kontinen Asia dan landasan kontinen Australia.Adapun batas landas kontinen tersebut diukur dari garis dasar, yaitu paling jauh 200 mil laut. Jika ada dua negara atau lebih menguasai lautan di atas landasan kontinen, maka batas negara tersebut ditarik sama jauh dari garis dasar masingmasing negara.Di dalam garis batas landas kontinen, Indonesia mempunyai kewenangan untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada di dalamnya, dengan kewajiban untuk menyediakan alur pelayaran lintas damai.Pengumuman tentang batas landas kontinen ini dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia pada tanggal 17 Febuari 1969.
3. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)
Zona Ekonomi Eksklusif adalah jalur laut selebar 200 mil laut ke arah laut terbuka diukur dari garis dasar.Di dalam zona ekonomi
RPP CGP SUDHARMONO
eksklusif ini, Indonesia mendapat kesempatan pertama dalam memanfaatkan sumber daya laut. Hak atas ZEE adalah:
1. Berhak untuk melakukan eksplorasi, eksploitasi, pengelolaan, dan konservasi sumber daya alam.
2. Berhak melakukan penelitian, perlindungan dan pelestarian laut.
3. Mengizinkan pelayaran internasional melalui wilayah ini dan memasang berbagai sarana perhubungan laut.
C. Batas Udara Teritorial
Batas udara teritorial ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
batas wilayah udara horizontal dan batas wilayah udara vertikal.
1. Batas wilayah udara secara horizontal
Batas kedaulatan wilayah udara ini adalah sama dengan luas wilayah negara. Sedangkan untuk negara berpantai, batas wilayahnya ditambah dengan 12 mil laut diukur dari garis pangkal.
2. Batas wilayah udara secara vertikal
Batas wilayah udara ini masih menjadi menjadi persoalan. Hal tersebut karena belum adanya hukum umum dan interanasional yang mengaturnya. Oleh karena itu berbagai negara melakukan claim secara sepihak mengenai batas wilayah udara ini. Sebagai contoh claim tersebut adalah:
a. Amerika => batas yang ditetapkan setinggi 100 km.
b. Korea Selatan => batas yang ditetapkan setinggi 100 – 110 km. c. Israel => batas yang ditetapkan setinggi 100 km.
RPP CGP SUDHARMONO
d. Rusia => batas yang ditetapkan setinggi 100 – 120 km. e. Indonesia => batas yang ditetapkan setinggi 110 km.
RPP CGP SUDHARMONO Lampiran 2
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Satuan Pendidikan : SMA Negeri 2 Blora
Mata Pelajaran : Geografi Kelas / Semester : XII / Ganjil Tahun Pelajaran : 2021/2022
Tema : Posisi Strategis Indonesia
Sub tema : Letak, Luas, dan Batas Wilayah Indonesia A. Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran saintifik, peserta didik diharapkan dapat menganalisis dampak letak, luas, dan batas wilayah Indonesia, menyajikan hasil analisis tentang letak, luas dan batas wilayah Indonesia, menunjukkan rasa syukur, penuh tanggung jawab, dan disipin.
B. Petunjuk
1. Buatlah kelompok sesuai dengan instruksi guru
2. Diskusikan dengan kelompokmu materi letak, luas, dan batas wilayah.
3. Lengkapilah tabel klasifikasi desa berdasarkan perbedaan tahap perkembangannya 4. Pilihlah salah satu desa dari kelompok kalian, analisislah kondisi desa sesuai tahap
perkembangan tersebut dan buatlah kesimpulan termasuk pada klasifikasi desa tahap apa desa teman kalian tersebut
C. Temukanlah negara negara yang berbatasan laut dan darat dengan negara
Indonesiapada peta yang ditampilkan, kemudian masukkan kedalam tabel berikut:
BATAS LAUT BATAS DARAT
RPP CGP SUDHARMONO
D. Jelaskan tentang dampak dari lokasi astronomis, geografis dan geologis bagi Indonesia dalam uraian di bawah ini!.
a. Letak astronomis
1) ___________________________________________________________
2) ___________________________________________________________
3) ___________________________________________________________
b. Letak Geografis
1) ___________________________________________________________
2) ___________________________________________________________
3) ___________________________________________________________
c. Letak Geologis
1) ___________________________________________________________
2) ___________________________________________________________
3) ___________________________________________________________
RPP CGP SUDHARMONO Lampiran 3
INSTRUMEN LEMBAR OBSERVASI PENILAIAN SIKAP Satuan Pendidikan : SMA Negeri 2 Blora
Mata Pelajaran : Geografi Kelas / Semester : XI / Ganjil Tahun Pelajaran : 2022/2023
No. Waktu Nama Kejadian/perilaku Butir sikap Pos
/Neg Tindak lanjut 1
2 3 4
Rubrik Penilaian Sikap Spiritual
1. Setiap murid pada dasarnya berperilaku baik. Oleh karena itu, jurnal diisi dengan tindakan yang sangat baik dan atau yang kurang baik dalam kaitannya spiritual
2. Contoh tindakan sangat baik dalam sikap spiritual yaitu berdoa di awal pelajaran dengan penuh kekhusyu’an dan menambah doa awal pelajaran secara mandiri
3. Contoh tindakan kurang baik yang dapat dicatat adalah tidak membalas salam yang diucapkan oleh guru
4. Butir sikap dapat terdiri atas ketakwaan, toleransi beragama, dan lain sebagainya
5. Murid yang tidak dicatat dalam jurnal sikap spiritual dianggap sudah menunjukkan perilaku baik sesuai dengan sikap spiritual yang diharapkan yang ada di murid
Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 2 Blora
Drs. Slamet Joko Waluyo, M.Pd.
NIP. 19670430 199802 1 002
Blora, Juli 2022
Guru Mata Pelajaran Geografi
Sudharmono, S.Pd
NIP. 19900805 202221 1 008
RPP CGP SUDHARMONO Lampiran 4
INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN Satuan Pendidikan : SMA Negeri 2 Blora
Mata Pelajaran : Geografi Kelas / Semester : XI / Ganjil Tahun Pelajaran : 2022/2023
Tema : Posisi Strategis Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia Sub tema : Letak, Luas, dan Batas Wilayah Indonesia
A. Kisi-Kisi
NO KD Materi Indikator Soal Level Bentuk No Soal
1 3.1 Memahami kondisi wilayah dan posisi strategis Indonesia
sebagai poros maritim dunia
Letak, Luas, dan Batas Wilayah Indonesia
Letak astronimis Indonesia L3 Pilihan ganda
1 Letak geografis Indonesia L3 Pilihan
ganda
2 Letak geomorfologis Indonesia L3 Pilihan
ganda
3 Letak geologis Indonesia L3 Pilihan
ganda
4 Batas wilayah Indonesia L1 Pilihan
ganda
5 Luas wilayah Indonesia L3 Pilihan
ganda
6
B. Soal
1. Perhatikan pernyataan berikut!
(
1) Indonesia memiliki iklim tropis
(2) Indonesia berada di posisi silang dunia
(3) Indonesia mempunyai tiga daerah bagian waktu
(4) Indonesia memiliki tingkat gempa tektonik yang tinggi
(5) Indonesia memiliki banyak gunung api dengan potensi tambang
Berdasarkan pernyataan tersebut, akibat dari letak Indonesia secara astronomis ditunjukkan oleh nomor….
A. (1) dan (3)
B. (2) dan (4)
C. (2) dan (5)
D. (3) dan (4)
E. (4) dan (5)
RPP CGP SUDHARMONO
2. Perhatikan gambar berikut!
Berdasarkan peta di atas Indonesia memiliki manfaat di bidang ekonomi, yaitu
....A. menjadi jalur perdagangan internasional
B. masyarakat secara tidak langsung akan menguasai bahasa asing dengan baik
C. persaingan global dan bebas menyebabkan produk barang Indonesia kalah bersaing D. terjadi peningkatan transportasi laut dengan lebih maksimal
E. persaingan global dan bebas menyebabkan produk barang Indonesia kalah bersaing
3. Pernyataan :
1) Menentukan ada tidaknya mineral-mineral yang dikandung oleh batuan tersebut 2) Adanya suhu yang berbeda-beda sangat berpengaruh terhadap jenis tanaman
3) Menentukan kepadatan penduduk, misalnya tempat-tempat yang morfologi daratannya berbukit atau terjal kepadatan penduduknya kecil
4) Menentukan kesuburan tanah berdasarkan kandungan mineral di dalamnya 5) Tersebarnya deretan pulau yang memengaruhi keragaman budaya
Pengaruh letak geomorfologi Indonesia adalah… . A. 1), 2), dan 3)
B. 1), 2), dan 4)
C. 1), 3), dan 5)D. 2), 4), dan 5) E. 3), 4), dan 5)
4. Perhatikan pernyataan di bawah ini:
1) Kepulauan Indonesia memiliki banyak gunung api yang aktif 2) Indonesia berada di posisi silang lalu lintas dan perdagangan dunia 3) Indonesia kaya akan barang tambang mineral
4) Wilayah Indonesia memiliki struktur geologi yang kompleks 5) Indonesia memiliki iklim tropis
Yang merupakan dampak dari letak geologis Indonesia adalah…
A. 1), 2), dan 3)
B. 1), 2), dan 5)
RPP CGP SUDHARMONO C. 1), 3), dan 4)
D. 1), 4), dan 5) E. 2), 3), dan 5)
5. Berhatikan negara berikut!
(1) Malaysia (2) Myanmar (3) Singapura (4) Timor Leste (5) Brunei Darussalam
Negara yang berbatasan daratan dengan Indonesia ditunjukkan oleh nomor….
A. (1) dan (4)
B. (2) dan (3) C. (2) dan (5) D. (3) dan (4) E. (4) dan (5)
6. Indonesia memiliki luas wilayah yang begitu besar dan memiliki topografi yang beragam. Hal ini menjadikan proses perencanaan dan pembangunan di Indonesia mengalami hambatan, terutama pada wilayah-wilayah yang berada di pedalaman dan sulit dijangkau. Oleh sebab itu, langkah yang bisa dilakukan oleh Indonesia untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah ...
A. meningkatkan kegiatan patroli keamanan di wilayah perbatasan negara B. memaksimalkan penggunaan SDA di lahan yang mudah dijangkau
C. menggunakan teknologi pengindraan jauh untuk mendapatkan informasi wilayah yang sulit dijangkau
D. meminta bantuan negara lain untuk membantu pembangunan di Indonesia
E. mengerahkan banyak penduduk untuk melakukan survei langsung ke wilayah yang
sulit dijangkau
RPP CGP SUDHARMONO Lampiran 5
INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN Satuan Pendidikan : SMA Negeri 2 Blora
Mata Pelajaran : Geografi Kelas / Semester : XI / Ganjil Tahun Pelajaran : 2022/2023
Tema : Posisi Strategis Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia Sub tema : Letak, Luas, dan Batas Wilayah Indonesia
Bentuk penilaian : Praktik/ Unjuk Kerja
KD Indikator
4.1 Menyajikan contoh hasil penalaran tentang posisi strategis wilayah Indonesia sebagai poros maritim dunia dalam bentuk peta, tabel, dan/atau grafik.
1. Membuat peta posisi strategis Indonesia sebagai poros maritim dunia dilengkapi rangkuman informasi potensi kelautan Indonesia sebagai poros maritim dalam bentuk tabel / grafik
1. Nama Produk :
Peta Posisi Strategis Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia 2. Rubrik Penilaian Produk
No Aspek Penilaian Laporan Hasil Diskusi Skor
1 Tujuan diskusi 10
2 Permasalahan diskusi 10
3 Pelaksanaan meliputi 1. Waktu pelaksanaan 2. Tempat pelaksanaan 3. Kelompok Penyaji 4. Peserta diskusi
5 5 5 5 4 Hasil Diskusi
1. Kesimpulan 2. saran
20 10 5 Lampiran : data / grafik / peta 20 6 Kerapihan, kerajinan dan kebersihan 10
Total Skor 100