9
BAB III
PELAKSANAAN KERJA MAGANG
5.1 kedudukan dan Koordinasi
Bentuk kerja sama tim dan koordinasi dalam perusahaan diatur oleh Director untuk memperlancar alur kerja pada saat pengerjaan proyek berlangsung. Berikut adalah system koordinasi dan kedudukan penulis selama proses kerja magang di LZHR Artwork.:
1. Kedudukan
Dalam proses kerja magang, penulis diposisikan dibawah Director dan setara dengan Graphic Designer sebagai Graphic Designer Intern yang dibimbing oleh Julian Akbar selaku Director. Selama proses kerja magang, penulis ditugaskan untuk mengerjakan proyek klien, dimulai dari menerima brief, riset, pembentukan konsep, sketsa, asistensi, dan finishing karya sesuai kebutuhan proyek dalam bentuk desain ilustrasi. Penulis dibantu oleh Hilmi Riyadi selaku Graphic Designer senior.
2. Koordinasi
Dalam proses kerja magang di LZHR Artwork, penulis mengikuti sistem koordinasi yang sudah diatur oleh Director. Dalam proses komunikasi dengan klien, Director berkomunikasi melalui email. Berikut alur koordinasi untuk keteragan lebih lanjut.
10
Gambar 3.1 Koordinasi LZHR Artwork
Dalam proses pengerjaan proyek, pertama dimulai dari brief dari klien. Brief tersebut diterima oleh Director. Setelah menerima brief selanjutnya Director mengelola secara sistematis untuk diberikan ke Graphic Designer dan Intern. Pihak Director berkoordinasi dengan Manager untuk mengatur timeline pengerjaan proyek. Dalam proses pengerjaan kreatif, Director, Graphic Designer dan Intern bekerjasama dalam brainstorming dengan masing – masing mencari referensi dan dikumpulkan yang bertujuan sebagai konsep karya. Setelah proses brainstorming, Graphic Designer dan Intern masing – masing membuat sketsa sesuai dengan konsep yang ditentukan. Setelah proses pembuatan sketsa, sketsa yang sudah dibuat diberikan ke Director untuk proses asistensi, jika pihak Director sudah approve hasil sketsa Director akan mengirimkan ke pihak klien untuk mendapatkan feedback. Setelah klien sudah memberikan feedback, Director akan berkoordinasi dengan Graphic Designer dan Intern untuk melakukan eksekusi secara final.
Setelah proses eksekusi selesai, hasil karya diberikan kepada Director untuk melakukan proses asistensi Kembali, jika sudah diapprove oleh Director hasil karya tersebut akan diberikan kepada klien. Jika pihak klien sudah memberikan feedback berupa revisi, Director akan menyampaikan kepada Graphic Designer dan Intern untuk melakukan revisi.
11 5.2 Tugas yang Dilakukan
Selama proses kerja magang, penulis ditugaskan untuk menerjakan proyek klien.
Beberapa dari tugas berupa perancangan artikel clothing yang prosesnya dimulai dari pembentukan konsep, sketsa, dan finishing. Dalam pengerjaan penulis mengerjakannya dengan sistem WFO.
Tabel 3.1 Pekerjaan yang Dilakukan Minggu
Ke
Proyek Keterangan
1 Desain artikel Slatttsznco membuat sketsa untuk artikel slatttsznco yang berjudul ‘SLIME SZN” + finishing desain untuk artikel slattsznco yang berjudul
“SLIME SZN”
2
Desain artikel Slatttsznco membuat desain untuk - _official.trapstar yang berjudul
“TRENDY SMOKE” + revisi desain “SLIME SZN”
3 Desail artikel Top Drop Showroom NY
membuat 6 sketsa untuk artikel berjudul “TENACITI” dari topdropshowroomny + revisi sketsa
untuk artikel dari
topdropsshowroomny 4
Desain artikel Top Drop Showroom NY
fisishing desain artikel
“TENACITI”
5
Desain artikel Loskinoo membuat sketsa untuk artikel dari loskinoo + revisi sketsa untuk artikel dari loskinoo + finishing desain artikel
12 6
Desain Skateboard membuat sketsa untuk papan skateboard Jart Skateboards + finishing desain untuk Jart Skateboards
5.3 Uraian Pelaksanaan kerja Magang
Secara garis besar, proses kreatif yang dikerjakan itu sama pada setiap proyek.
Penulis mengerjakan setiap proses perancangan dimulai dari berpatisipasi dalam brainstorming, mengerjakan sketsa, dan finishing tetap dengan pengawasan Director dan pertolongan dari Graphic Designer. Penulis mengerjakan setiap proyek menggunakan perangkat keras Ipad dengan aplikasi Procreate.
Dalam proses pengerjaan proyek Director memberikan brief yang telah disusun kepada penulis untuk memvisualisasikan. Dengan style karya yang dimiliki LZHR Artwok jenis Brush yang digunakan tidak terlalu bervariatif biasanya dalam satu karya hanya menggunakan satu sampai dua jenis Brush saja.
Setiap hasil karya sketsa atau finishing harus diasistensikan kepada Director sebelum diberikan kepada klien untuk memberikan feedback dan revisi. Ketika sudah diapprove, Director akan memberikan hasil karya kepada klien untuk mendapatkan feedback.
5.3.1 Proses Pelaksanaan
Berikut adalah rincian proyek yang dilakukan penulis salama kerja magang:
5.3.1.1 SLIME SZN
SLIME SZN merupakan judul artikel dari slatttsznco disini klien ingin mengeluarkan produk terbarunya berupa Hoodie. Berikut proses pengerjaan desain:
1. Konsep
klien memberikan brief kepada Director berupa konsep, gambaran konsepnya berupa gambaran kasar dari klien. Dalam proyek ini klien menginginkan style
13
gambar yang diinginkan dari klien yaitu berupa gambar kartun. Penulis diarahkan oleh Director untuk memahami dan mengikuti konsep dari klien.
Gambar 3.2 Konsep dari Klien
Setelah memahami konsep dari klien Director mengarahkan kepada Graphic Designer untuk mengkooridinasikan kepada penulis untuk mengikuti konsep dari klien karena menurut Director konsep yang diberikan dari klien sudah matang dan siap untuk masuk ke proses sketsa. Penulis menentukan color pallete sesuai dengan referensi yang diberikan klien dengan beberapa tambahan warna dari penulis berupa warna yang satu irama dengan referensi.
Gambar 3.3 Color Palette
Setelah menentukan color pallete, penulis memutuskan untuk menggunakan studio pen sebagai brush untuk keseluruhan proses pengerjaan proyek yang dimulai dari sketsa hingga finishing.
14
Gambar 3.4 Brush SLIME SZN
Tujuan penulis menggunakan Studio Pen sebagai Brush karena penulis membutuhkan pressure pada saat mengerjakan line art hingga detailing pada proyek yang akan dikerjakan.
2. Sketsa
Gambar 3.5 Proses Sketsa SLIME SZN
Penulis membuat sketsa sesuai dari arahan brief klien dengan menempatkan objek berdasarkan ukuran yang klien tentukan yaitu 16 cm x 14 cm. Penulis memberikan detail tambahan yaitu sepasang teman yang menusuk temannya sendiri dari belakang dengan penggambaran teman yang terlihat seperti masyarakat menegah
15
kebawah menusuk masyarakat menengah keatas hanya untuk uangnya seperti berikut.
Gambar 3.6 Detailing konsep
Untuk sisa dari konsep yang diberikan klien, penulis menggambarkannya sesuai dengan style konsep yang diberikan dari klien. Setelah mengerjakan sketsa penulis mengkoordinasikan kepada Graphic Designer untuk menanyakan jika ada tambahan dari sketsa sebelum mengasistensikan sketsa ke Director. Sesudah mengkoordinasikan ke Graphic Designer penulis memberikan hasil sketsa ke Director untuk proses asistensi. Setelah hasil sketsa sudah diapprove oleh Director, hasil sketsa diberikan ke pihak klien untuk mendapatkan feedback. Dari pihak kliennya sendiri tidak ada revisi dari hasil sketsa dan meminta untuk diproses finishing.
16 3. Finishing
Gambar 3.7 Proses Finishing SLIME SZN
Untuk proses finishing penulis memberikan warna sesuai dari color pallete yang ditentukan oleh penulis. Penulis juga menambahkan beberapa detail seperti bayangan, bintang – bintang, dan detail bulan supaya karya terkesan hidup. Setelah proses finishing selesai penulis memberikan hasil karya kepada Director untuk memberikan kepada klien untuk mendapatkan feedback.
4. Revisi
Klien memberikan feedback berupa revisi, yaitu untuk mengganti frame desain supaya tidak berbentuk kotak. Klien tidak memberikan frame yang spesifik dan lebih membebaskan penulis untuk menentukan bentuk frame.
17 5. Hasil Akhir
Gambar 3.8 Hasil Revisi SLIME SZN
Penulis memutuskan dengan memberikan frame yang berbentuk tembok yang bolong untuk mengganti frame yang berbentuk kotak. Setelah berkoordinasi dengan Director penulis memberikan hasil revisi untuk diberikan kepada klien.
5.3.1.2 TENACITI
TENACITI merupakan tema artikel dari Brand TOP DROP SHOWROOM. Klien menginginkan 8 buah desain untuk artikel terbarunya. Proses dengan proyek sebelumnya sama dengan proyek ini, pertama klien memberikan brief berupa konsep yang diinginkan dan menambahkan referensi Brand. Setelah menerima brief, Director menyampaikan ke Graphic Designer untuk membagi dua tugas dengan mengerjakan masing – masing 4 karya. Dari tema yang diberikan klien, 8 desain memiliki judulnya masing – masing, Director mengarahkan kepada penulis untuk memvisualisasikan judul yang diberikan dari klien. Setelah berdiskusi soal pembagian tugas, Director, Graphic Designer dan penulis melakukan brainstorming yang dimulai dengan melakukan riset dari brand klien dan brand yang dijadikan klien sebagai referensi. Berikut proses pengerjaan desain:
18 1. Konsep
Gambar 3.6 Riset Brand dan Pencarian Referensi
Dari hasil riset penulis berkoordinasi dengan Director untuk menentukan bagaimana gaya visual yang cocok untuk dirancang. Setelah selesai melakukan riset brand, pencarian referensi dan penentuan rancangan, penulis mulai mengerjakan sketsa. Klien memberikan judul artikelnya yaitu No Hate Just Hustle. Dari judul tersebut penulis mengerjakan sketsa untuk memvisualisasikan judul tersebut. Untuk mencari refernsi penulis mencari suatu objek yang menggambarkan kata yang ditulis, seperti kata “HUSTLE” yang memiliki banyak arti dalam Bahasa Indonesia, penulis memilih untuk mengartikan kata “HUSTLE” menjadi “tenaga” yang kalau digambarkan bisa menjadi tangan yang mengepal, gambar petir, dan masih banyak lagi. Setelah menentukan bentuk visual, penulis menentukan color pallete yang akan penulis gunakan pada proses perancangan.
Gambar 3.10 Color Palette TENACITI
19
Color palette yang penulis tentukan bertujuan untuk menambah kesan dark pada karya. Ada beberapa turunan warna yang ditujukan untuk detailing yang akan penulis lakukan pada proses finishing. Setelah pemilihan color palettte penulis mentukan brush yang akan penulis gunakan untuk proses sketsa dan finishing.
Gambar 3.11 Brush TENACITI
Tujuan penulis menggunakan Studio Pen sebagai brush karena penulis membutuhkan pressure pada saat mengerjakan line art, detailing, dan texturing pada proyek yang akan dikerjakan.
2. Sketsa
Gambar 3.12 Hasil Sketsa TENACITI
Penulis ingin menjelaskan salah satu hasil sketsa yang penulis buat. Dari arahan Director yang mengkoordinasikan kepada penulis untuk memvisualisasikan salah satu judul dari klien yang bertuliskan No Hate Just Hustle, penulis menggambarkan tangan yang mengepal dari kata Hustle untuk menggambarkan
20
orang yang bersemangat. Selain itu penulis juga menggambarkan botol alkohol yang berasal dari kata No Hate yang bertujukan kepada masyarakat yang santai bersama ketika meminum alkohol. Setelah penulis membuat sketsa, penulis memberikan kepada Director untuk proses asistensi. Setelah sketsa sudah diacc, Director memberikan sketsa ke klien untuk mendapatkan feedback.
3. Revisi
Gambar 3.13 Proses Sketsa Revisi TENACITI
Pihak klien memberikan feedback berupa revisi kepada karya tersebut. Pihak klien mengatakan tidak mau adanya alcohol dan ingin mengganti tulisan No Hate Just Hustle ke tulisan TENACITI saja. Untuk masalah mengganti alkohol, Director menyarankan kepada penulis untuk menggantinya dengan borgol. Penulis juga berkoordinasi dengan Director untuk menambahkan petir supaya untuk menambah memberikan kesan cepat yang diambil dari kata “Hustle”. Setelah penulis mengerjakan revisi, penulis memberikan hasil revisi kepada Director untuk memberikan kepada klien untuk feedback selanjutnya.
21 4. Finishing
Gambar 3.14 Proses finishing TENACITI
Klien memberikan feedback untuk melanjutkan hasil sketsa ke proses finishing. Untuk proses finishing penulis menambahkan beberapa detail pada karya seperti bayangan, retakan pada tengkorang, mata, dan gradasi api. Penulis juga menabahkan asap untuk mengisi komposisi supaya terlihat penuh
5. Hasil Akhir
Gambar 3.15 Hasil Akhir TENACITI
22
Setelah proses finishing selesai penulis memberikan kepada Director untuk proses asistensi. Setelah diacc Director memberikan hasil karya ke klien untuk mendapatkan feedback. Tidak ada revisi dari klien setelah diberikan hasil akhir karya.
5.3.1.3 Jart Skateboards
Jart skateboard merupakan brand skateboard yang berasal dari Spanyol. Untuk proyek ini Jart Skateboard ingin membuat 4 produk papan skateboard dengan desain ilustrasi di papan skateboard. Klien memberikan brief berupa tema yang diinginkan yaitu trippy. tidak ada request khusus dari pihak klien hanya berupa tema trippy dan sisanya klien tersebut membebaskan LZHR Artwork untuk mengeksplorasi dari
tema tersebut. Director berkoordinasi dengan Graphic Designer dan penulis untuk melakukan Brainstorming bersama Director memberi masukan untuk memberikan element yang sedikit dark namun seperti gambar tengkorak, karena menjadi ciri khas dari LZHR Artwork untuk memberi gambar tengkorak dari mayoritas karyanya. Director meminta kepada Graphic Designer dan penulis untuk mencari referensi terkait kata trippy. Penulis mencari referensi melalui Pinterest untuk menentukan referensi visual untuk diberikan kembail ke Director.
1. Konsep
Gambar 3.16 Proses mencari referensi trippy untuk Jart Skateboards
23
Dari pencarian referensi visual penulis menemukan ciri khas dalam seni yang bertemakan trippy. Dalam visual trippy terdapat style illustrasi yang menggunakan warna yang terang, objek daari gambar juga terllihat sedikit berantakan. Selain dari warna dan bentuk objek, penulis juga menemukan beberapa objek yang digunakan oleh pengguna narkotika seperti magic mushroom, daun ganja, bong untuk menggunakan ganja, dan objek lainnya seperti alien. Penulis menyimpulkan bahwa seni terebut merupakan gambaran pengaruh halusinasi dari pengguna ganja.
Director membebaskan penulis untuk mencari referensi untuk dijadikan objek utama. Penulis menentukan untuk menjadikan harimau sebagai objek utama dari desain ilustrasi skateboard untuk mengambarkan sifat fearless dari pemain skateboard. Setelah mencari referensi yang dibutuhkan, penulis menentukan color palette yang akan penulis gunakan pada proses finishing.
Gambar 3.17 Color Palette Jart Skateboards
Color palette yang penulis pilih terinspirasikan oleh warna – warna yang digunakan oleh karya – karya trippy art, yaitu warna terang dan dominan hangat.
Beberapa turunan warna diperuntukan untuk detailing pada karya. Setelah menentukan color palette penulis menentukan brush yang akan penulis gunakan.
Gambar 3.18 Brush Jart Skateboard
24
Tujuan penulis menggunakan Studio Pen sebagai brush karena penulis membutuhkan pressure pada saat proses mengerjakan line art dan detailing pada karya. Selain itu penulis juga menggunakan Bleedy Pressure Scatter – Dense untuk memberikan efek gradasi dengan Teknik pointillism.
2. Sketsa
Gambar 3.19 Proses Sketsa Jart Skateboard
Dalam proses pembuatan sketsa penulis menggambarkan seekor harimau dengan lidah Panjang yang menjulur keluar, untuk menggambarkan sosok fearless dari pemain skateboard yang sangat menikmati jenis olahraga ekstrim tersebut.
Selain harimau penulis juga menggambarkan tangan yang memiliki mata untuk menggambarkan trippy. Setelah menggambar sketsa penulis memberikan sketsa ke Director untuk proses asistemsi. Setelah sketsa sudah diacc oleh Director sketsa diberika ke pihak klien untuk memberikan feedback.
3. Revisi
Feedback oleh klien berupa ingin menambahkan typografi bertulisan “JART”
diatas harimau. Klien membebaskan penulis untuk pemilihan typografi tidak ada keinginan spesifik dari klien.
25 4. Finishing dan Hasil Akhir
Gambar 3.20 Hasil Akhir Jart Skateboard
Penulis menggunakan warna yang terang untuk mengikuti tema yang diberikan klien yaitu trippy. Selain itu penulis juga menambahkan ornamen di tangan, dan beberapa tambahan ornamen lainnya seperti asap untuk mengisi komposisi gambar supaya terlihat penuh. Penulis memberikan custom typografi
“JART” diatas sesuai dari arahan klien. Setelah selesai mengerjakan finishing penulis memberikan karya kepada Director untuk asistensi. Setelah karya diacc Director memberikan hasil karya kepada klien untuk mendapatkan feedback. Tidak ada revisi tambahan dari klien setelah pemberian karya akhir.
26 5.4 Kendala yang ditemukan
Penulis menemukan ada beberapa brief klien yang diberikan oleh Director sulit untuk dipahami secara ada penggunaan kata slang dalam beberapa judul yang diberikan oleh klien. Lalu adanya hasil karya yang ditolak oleh pihak klien karna tidak sesuai dengan yang diinginkan klien yang menyebabkan penulis harus membuat ulang karya tersebut dan membuang waktu penulis dalam pengejaran deadline.
5.5 Solusi atas kendala yang ditemukan
Penulis berkoordinasi dengan Graphic Designer dan Director untuk menanyakan pemahaman beberapa judul kata dari pihak klien. Selain itu penulis juga meminta bantuan kepada Director untuk menyampaikan beberapa terkait pengerjaan karya seperti ada tambahan lain kepada klien supaya hasil karya membuat klien puas.