RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Oleh : Nur’ainy
Satuan Pendidikan : SMK Negeri 1 Kendal
Kelas / Semester : 11 Desain Fesyen / semester 3 Kompetensi Keahlian : Desain Fesyen
Mata Pelajaran : Pengembangan Bisnis Busana Tema : Pangsa Pasar Usaha Busana
Sub Tema : Mengenal Target Pasar Untuk Menentukan Rencana dan Strategi Usaha Busana
Pembelajaran ke : 1
Alokasi Waktu : 6 JP @ 45 menit
A. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.1 Menganalisis Pangsa
Pasar Usaha Busana
3.1.1
3.1.2
Pangsa pasar usaha busana dapat dikenali sesuai dengan jenis usaha dan produk yang ditawarkan
Karakteristik pasar dapat dianalisis dengan baik sehingga mampu membuat rencana usaha serta strategi yang tepat 4.1 Membuat Usaha
Busana
4.1.1 4.1.2
Melakukan analisis pangsa pasar
Membuat rencana dan strategi usaha busana
B. Tujuan Pembelajaran
Melalui diskusi berkelompok serta penerapan pembelajaran inquiry learning peserta didik diharapkan mampu :
1. Memahami pangsa pasar usaha busana
2. Mengenal karakteristik pangsa pasar serta mampu menangkap peluang pasar 3. Melakukan analisis pasar dengan baik
4. Menemukan permasalahan dan kebutuhan pasar
5. Membuat rencana dan strategi usaha busana dengan tepat
C. Materi Pembelajaran ( terlampir ) D. Pendekatan, Model dan Metode
Pendekatan : Scientific
Model : Inquiry Learning
Metode : Diskusi kelompok, praktik, tanya jawab, penugasan.
E. Kegiatan Pembelajaran
No Deskripsi Kegiatan
1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
- Peserta didik bersama guru memulai kegiatan pembelajaran dengan berdoa bersama
- Peserta didik bersama guru mengingat kembali materi pada pembelajaran sebelumnya.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
- Guru mengkondisikan lingkungan belajar dengan mengatur posisi berkelompok
2. Kegiatan Inti
a. Orientasi peserta didik terhadap pangsa pasar usaha busana serta permasalahan dan merumuskan masalah
- Peserta didik diminta untuk menyampaikan informasi mengenai pangsa pasar yang terdapat pada materi yang sebelumnya sudah dishare melalui grup.
- Peserta didik diajak untuk mengenali permasalahan usaha b. Membimbing penyelidikan individu atau kelompok
- Peserta didik membuat kelompok yang terdiri dari 4 orang secara heterogen dengan pengarahan guru.
- Peserta didik melakukan analisis pasar dengan diskusi secara berkelompok serta menggali permasalahan pasar, menentukan target pasar dan kebutuhan pasar dengan panduan lembar kerja. 1
- Peserta didik diberikan stimulus terkait Analisa pasar yang dilakukan dengan contoh-contoh serta arahan guru
c. Mengumpulkan Data.
- Peserta didik didorong untuk mampu bekerja sama dengan baik dalam kelompoknya melakukan analisis pasar serta mengumpulkan data sesuai dengan lembar kerja 2
- Peserta didik mengumpulkan data kostumer melalui survei sederhana - Peserta didik juga melakukan pengumpulan data kostumer melalui
berbagai sumber belajar (sosial dan internet). (mengasosiasi) d. Memproses data dan informasi yang diperoleh
- Berdasarkan data yang diperoleh memalui hasil peyelidikan, peserta didik diarahkan untuk menganalisis dan merancang produk dan mendesain produk yang mmapu menjawab permasalahan pasar serta membuat rencana usaha dan starategi yang tepat
- Peserta didik diajak berfikir kreatif dan inovatif dengan membaca peluang usaha yang bisa dikembangkan berdasarkan kegaitan Analisa pasar dan permasalahan yang didapatkan, sehingga peserta didik bisa belajar kreatif untuk menemukan solusi produk yang tepat dan dijadikan sebagai peluang usaha. (Lembar kerja 3)
- Peserta didik Menyusun rencana usaha secara berkelompok e. Mengembangkan dan menyajikan karya.
- Peserta didik menyiapkan rencana dan strategi usaha yang sudah dibuat secara berkelompok
- Peserta didik menyajikan presentasi hasil diskusinya secara berkelompok. (mengkomunikasikan)
f. Evaluasi kegiatan dan Menyimpulkan
- Peserta didik dari kelompok lain bersama guru merespon penyajian presentasi dengan memberikan masukan dan penguatan tentang hasil penyajian diskusi.
- Peserta didik beserta guru menyimpulkan hasil kegiatan diskusi dan pembelajaran
3. Kegiatan Penutup
- Peserta didik bersama guru menyimpulkan dan melakukan refleksi tentang materi atau kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan.
- Peserta didik diberikan link google form untuk mengikuti penilaian tes formatif.
- Siswa diberikan tugas pembuatan proposal usaha secara mandiri untuk dikumpulkan melalui Google Classroom.
- Guru menutup pembelajaran dengan salam.
F. Media, Alat/Bahan, dan Sumber Belajar 1. Media Pembelajaran :
Media Presentasi, Modul.
2. Alat/Bahan
Laptop, Handphone/smartphone, Google Classroom, LCD Proyektor.
Kertas HVS dan Lembar kerja 3. Sumber Belajar
- Modul Pengemabangan Bisnis Busana - Internet dan sodial media
G. Penilaian, Remedial, dan Pengayaan Instrumen dan Teknik Penilaian
1) sikap (mengamati saat proses PBM melalui ketepatan kehadiran, keaktifan, serta disiplin waktu mengumpulkan tugas yang sudah ditentukan)
- Penilaian Observasi Penilaian
observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik selama proses pembelajaran. Berikut contoh instrumen penilaian sikap
No Nama Siswa Aspek yang
dinilai Waktu Kejadian Nilai Sikap
Keterangan:
• DS : Disiplin
• PD : Percaya Diri
• RT : Rasa Ingin Tahu
2) Pengetahuan (hasil tes pengetahuan diakhir pembelajaran melalui google form) 3) Keterampilan (hasil tugas Menyusun proposal usaha)
A. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan 1. Analisis Hasil Penilaian
a. Analisis hasil penilaian diadakan setelah tes formatif.
b. Hasil analisis penilaian menentukan perlu tidaknya diadakan remedial atau pengayaan.
2. Pembelajaran Remedial
a. Dilakukan dengan cara penugasan secara individu dan diakhiri dengan tes.
b. Dilakukan dengan cara penugasan secara kelompok dan diakhiri dengan tes secara individu.
3. Pembelajaran Pengayaan
a. Dilakukan dengan cara penugasan pada peserta didik untuk mencari sumber- sumber lain melalui media internet, teman sebaya, atau sumber yang relevan.
Mengetahui Kepala Sekolah
Drs. Yudi Wibowo., M.Pd
Kendal, Juli 2022 Guru Mata Pelajaran
Nur’ainy, S.Pd
LEMBAR KERJA 1
MENENTUKAN TARGET PASAR
MACRO-TARGETING
Produk Muslim Wear / Busana Muslim
Target-Makro Pria & wanita, usia 15 - 55, muslim, Indonesia
MICRO-TARGETING
Produk Muslim Wear / Busana Muslim (casual style) Target-Mikro
CUSTOMER PROFILE
Jenis Kelamin wanita
Usia Pekerjaan
Penghasilan per bulan Pendidikan
Domisili
Apa yang disukai dalam fashion
CUSTOMER NEED / Apa yang costumer butuhkan
Goals/ Harapan dari costumer
1.
2.
3.
Value/ Standar yang diinginkan
1.
2.
3.
Source Of Information/ sumber informasi tentang hal yang digemari Costumer
Buku 1.
2.
3.
Instagram 1.
2.
3.
Youtube 1.
2.
3.
Website 1.
2.
3.
Komunitas 1.
2.
3.
MASALAH YANG DIHADAPI COSTUMER
Kesulitan/
Tantangan yang dihadapi costumer
1.
2.
3.
Paint Points/
kenyataan yang tidak sesuai harapan
1.
2.
3.
Kemungkinan Penolakan oleh costumer atas produk kita
1.
2.
3.
Peran dalam pengambilan keputusan costumer membeli produk kita
LEMBAR KERJA 2
MENENTUKAN PRODUK BRAND SESUAI KEBUTUHAN PASAR
Produk Muslim Wear / Busana Muslim
Target-Mikro
CUSTOMER PROFILE
Jenis Kelamin wanita
Usia Pekerjaan
Penghasilan per bulan Pendidikan
Domisili
Hal apa saja yang kemungkinan disukai costumer dalam hal fashion
Gaya hidup dan kegemaran costumer Goals/ Harapan dari costumer
1.
2.
3.
Value/ Standar produk yang diinginkan oleh costumer
1.
2.
3.
GAMBARAN PRODUK YANG AKAN DITAWARKAN
Style yang memungkinkan disukai oleh costumer
1.
2.
3.
Identitas atau keunikan dari produk yang akan ditawarkan
1.
2.
3.
Kelebihan produk yang ditawarkan
1.
2.
3.
Berdasarkan analisa masalah yang dihadapi oleh costumer, solusi apa yang akan anda
tawarkan pada produk anda
Kisaran harga Jenis Bahan yang
digunakan
1.
2.
3.
RINGKASAN TEMA YANG SESUAI
UNTUK PRODUK YANG AKAN DITAWARKAN
Berdasarkan dari analisa profil costumer, harapan serta solusi yang dapat menjawab permasalahan costumer.
Buatlah ringkasan ide atau tema yang dapat anda angkat pada produk anda, dimana ringkasan tersebut merujuk dari pada :
1. Tema yang sesuai dengan profile costumer
2. Style yang ditawarkan sesuai dengan profile costumer 3. Keunikan produk anda
4. Ceritakan gambaran produk anda yang dapat menjawab apa yang costumer inginkan dan dapat menjawab permasalahan costumer
LEMBAR KERJA 3
MENENTUKAN DESAIN DAN BAHAN YANG SESUAI DENGAN TEMA DAN TARGET PASAR
DESKRIPSI KETERANGAN
1. Buatlah analisa hasil target pasar dan menentukan produk yang anda buat pada minggu lalu untuk anda angkat menjadi tema pada produk anda
Style :
Interest/Ketertarikan :
•
2. Buat ringkasan tema yang sesuai dengan target pasar anda
3. Buat gambaran moodboard sebagai ilustrasi dari tema yang akan
diangkat
(dibuat pada lembar terpisah, boleh manual / digital)
4. Tentukan jenis bahan yang akan anda gunakan pada produk anda
Bahan Yang Digunakan : Linen
Katun
5. Tentukan Nama Brand dan logo Brand Anda
Nama Brand : Logo Brand :
6. Kisaran Harga Produk
7. Buat Desain yang sesuai dengan tema pada produk anda
Buat pada lembar terpisah dan sudah diwarnai ( 4 look outfit )
Soal Pengetahuan
1. Apa yang dimaksudkan dengan pangsa pasar ? 2. Apa tujuan kita harus mengenal pangsa pasar ?
3. Untuk mengenali target pasar kita juga dapat mengelompokkan berdasarkan segmen pasar, sebutkan jenis segmen pasar yang anda ketahui dan jelaskan !
4. Apabila anda adalah calon usahawan yang berencana membuka sebuah usaha, Langkah apa sajakan yang sebaiknya anda lakukan agar usaha anda dapat terencana dengan baik ?
5. Apa saja yang dapat kita lakukan untuk menentukan strategi pasar yang tepat dengan jenis usaha dan produk yang ditawarkan ?
LAMPIRAN MATERI
BAB 1
MENGENAL PANGSA PASAR, MENGANALISIS PASAR
& MENENTUKAN TARGET PASAR
I. MENGENAL PANGSA PASAR A. Pengertian Pangsa Pasar
Pangsa Pasar Adalah sebuah strategi pemasaran yang mencakup sasaran pasar yang luas menjadi kumpulan dari beberapa bagian kecil diantaranya konsumen, bisnis ataupun negara yang mempunyai kebutuhan umum atau sebuah kepentingan dan memiliki prioritas dan kemudian merancang sebuah strategi untuk menjadikannya sasaran. biasanya pangsa pasar digunakan untuk menganalisa target pasar sebuah produk yang tergantung pada permintaan yang spesifik dansesuai dengan segmentasi produk.
B. Segmentasi Pangsa Pasar
Didalam pangsa pasar terdapat beberapa segmentasi untuk mempermudah pembagian kriterianya, segmentasi tersebut diantaranya adalah :
1. Segmentasi Geografis
Pemasar biasanya menggunakan segmentasi geografis untuk melakukan analisa terhadap konsumen pada sebuah wilayah yang cenderung menggunakan produk tertentu berdasarkan wilayahnya, misalkan wilayah atau daerah yang memiliki curah hujan tinggi maka sasaran yang tepat adalah berjualan payung, jasa hujan atau yang sangat berfungsi ketika hujan. Dan pemasar didaerah yang panas menjual barang seperti kipas angin, Pendingin ruangan dan lain lain, seperti itulah kira-kira definisi dari segmentasi geografis.
2. Segmentasi Demografis
Segmentasi yang berdasarkan usia, gender, agama, suku bisa juga berdasarkan manfaat dari layanan ataupun produk yang diberikan manfaat nya juga akan berbeda sesuai dengan klasifikasi dari konsumen nya. segementasi ini memungkinkan membagi pasar sesuai dengan tahap kehidupan yang ada.
3. Segmentasi Psikografis
Segmentasi yang paling berpengaruh dalam kegiatan pangsa pasar karena berkaitan dengan gaya hidup, di zaman saat ini ketika suatu barang menjadi trending maka akan diikuti oleh semua kalangan. didalam perkembanganya media sosial yang paling berpengaruh pada segmentasi ini.
4. Segmentasi oleh Manfaat
Segementasi ini bisa berjalan sesuai dengan manfaat yang diinginkan oleh pengguna atau costumer.
5. Segementasi Sesekali
Segmentasi ini tidak mempertimbangkan kelas pelanggan baik bawah, menengah maupun atas misal dengan memberikan minuman bersoda didalam pesta sederhana.
6. Segmentasi Budaya
segmentasi budaya digunakan untuk mengklasifikasikan pangsa pasar berdasarkan budaya karena budaya adalah hal yang sangat kuat dari sebuah prilaku pelanggan dan dipakai untuk meningkatakan pengetahuan konsumen dengan model prediksi. segmentasi budaya dapat digunakan sebagai cara yang baik untuk membuat komunitas berdasarkan adat atau budaya tertentu.
7. Segmentasi Prilaku
Sekmentasi yang satu ini mengukur dengan tingkah laku pelanggan, dan diukur dari satus loyalitas dan pengetahuan, sikap ataupun tanggapan mengenai sebuah produk banyak pemasar yang menggunakan metode ini karna prilaku atau sikap adalah langkah pertama dalam membangun pangsa pasar.
C. Tujuan Pangsa Pasar
1. Pasar lebih mudah dibedakan
2. Pelayanan kepada pembeli lebih baik 3. Strategi pemasaran yang lebih mengarah.
Contoh Pangsa Pasar
Market Share yang biasa kita dengar adalah sebuah indikator yang di pakai oleh perusahaan dalam mengukur tingkat keberhasilan dengan kompetitor perusahaan yang ada. Kita ambil contohnya adalah dalam sebuah pangsa pasar sebuah perusahaan penjualan gadget menargetkan penjualan mencapai 70 % dari produk yang ada pada perusahaan tersebut dilihat dari pesaing atau kompetitor yang ada pada tahun berjalan dan ternyata pada tahun berikutnya target tercapai yakni 75% berarti pangsa pasar dari perusahaan tersebut sukses dan berjalan
dengan baik, sebaliknya apabila tidak mencapai target maka perusahaan harus mengevaluasi lagi metode pangsa pasar yang digunakan.
D. Strategi Pangsa Pasar
Jika Kegiatan Bisnis kita sudah berjalan dengan baik maka langkah selanjutnya adalah mengembangkan pangsa pasar dengan strategi yang jitu, berikut strategi yang bisa dilakukan : 1. Tambahkan produk serta layanan baru
Terdengar begitu sederhana, hanya dengan menambah produk dan layanan baru pada perusahaan. akan tetapi untuk menjalankan strategi ini dengan baik dibutuhkan kerja keras dan tekat yang kuat. Anda harus mengerti produk dan layanan apa yang pelanggan butuhkan.
Selain dari pada itu, banyak juga dari mereka yang ingin membayar untuk menambah jumlah produk dan layanan baru.
kemudian pertanyaannya apakah Anda bisa memenuhi permintaan dari pelanggan atau tidak. Cara terbaik untuk meljawab pertanyaan diatas adalah dengan melakukan riset pasar agar dapat mengetahui apa dan berapa jumlahnya yang diinginkan.
2. Menjual Produk kepada konsumen yang Sudah ada dengan meningkatkan Jumlah Dengan metode ini, maka Anda dapat meningkatkan jumlah penjualan untuk pelanggan yang sudah ada. Kemudian, Anda akan fokus pada penjualan serta strategi marketing yang fokus pada segmen ini. Strategi ini juga terlihat begitu mudah akan tetapi cukup sulit untuk dilakukan guna menganalisis segmentasi pasar.
3. Memperluas area Pasar ke Tempat Baru
Tugas Anda adalah mencari pelanggan baru yang berpotensial. Anda juga memerlukan yang namanya riset/ penelitian dilapangan agar produk yang dijual akan diterima dengan baik oleh konsumen baru. Di sini, dengan riset/penelitian menentukan daerah mana yang akan menjadi target pasar jika baik maka langkah berikutnya ialah memilih lokasi yang strategis untuk mempromosikan produk kepada pelanggan baru.
4. Targetkan Pasar Serta Pelanggan Baru
Pada umumnya pebisnis akan mempromosikan produknya berdasarkan demografi/lokasi tertentu seperti jenis kelamin,usia atau kebiasaan yang dilakukan oleh pelanggan.
5. Masuk Pada Sistem Penjualan Baru
Strategi yang satu ini menuntut Anda untuk dapat memasuki ranah dunia bisnis baru yakni ke online marketing. Sudah banyak bukti toko kecil yang beralih menjadi toko besar dan saat ia berhasil memanfaatkan sebuah teknologi dan sistem online marketing. dengan Teknik SEO (Search Engine Optimization) bisa juga digunakan untuk memudahkan pelanggan pada dunia internet menemukan produk yang anda jual.
6. Mengambil alih Bisnis Lain
Mengambil alih usaha atau bisnis orang lain yang sudah meningkat atau yang akan menjadi pesaing pada perusahaan anda bisa jadi akan menjadi cara untuk peningkatan jumlah pelanggan Anda. untuk contoh Instagram di beli oleh facebook karna bisa saja menjadi pesaing dan pastinya meningkatkan bisnis pada facebook
Dari 6 teknik di atas, Anda sudah bisa merumuskan bagaimana perusahaan bisa berkembang dan meningkat dari segi jumlah pelanggan sehingga peluang untuk meraih keuntungan yang lebih banyak juga pasti akan meningkat.
II. MENGANALISIS PANGSA PASAR
Analisis pasar merupakan suatu komponen yang sangat penting dalam hal perencanaan pemasaran sebuah produk. Dengan melakukan analisis pasar, diharapkan dapat meningkatkan omzet penjualan dan keuntungan perusahaan. Secara lebih jauh lagi, analisis pasar perlu dilakukan untuk menemukan peluang bisnis dan potensi yang bisa dimanfaatkan.
Analisis pasar merupakan hal paling penting yang tidak boleh dilewatkan untuk menentukan pasar baru. Hasil dari analisis pasar tersebut nantinya yang akan bermanfaat untuk mengetahui potensi bisnis yang ada dan berapa lama suatu bisnis dapat bertahan. Ada 6 langkah mudah melakukan analisis pasar yang bisa Anda coba.
A. Pentingnya Melakukan Analisis Pasar
Salah satu faktor yang memengaruhi perlunya dilakukan analisis pasar adalah tingkat frekuensi para konsumen atau para pembeli dalam membeli suatu barang. Hal ini ditandai dengan sering tidaknya konsumen membeli barang dan bergantung pada tingkat konsumsi barang tersebut.
Analisis pasar memang sangat penting untuk dilakukan, khususnya bagi para pemasar yang berorientasi pada Marketing Concept. Sebuah pemahaman tentang pasar sangat dibutuhkan agar dapat memilih dan menetapkan keputusan-keputusan pemasaran yang efektif atau tepat.
Terdapat 5 hal utama yang harus diketahui dalam analisis pasar, yaitu:
1. Gambaran struktur produk pasar, yaitu mengidentifikasi kumpulan produk-produk yang dapat disajikan untuk memuaskan kebutuhan mendasar kemudian menganalisis tingkat kemampuan saling mengganti atau substitusi produk-produk tersebut.
2. Batasan pasar yang relevan, yaitu batasan kelompok pesaing yang dianggap paling relevan yang dapat ditetapkan seperti antar merk atau sesama pemasar yang memenuhi kebutuhan pangsa pasar yang sama.
3. Analisis permintaan industri, yaitu mempelajari siapa, mengapa, dan bagaimana para konsumen atau pelanggan membeli jenis produk yang dipasarkan.
4. Analisis permintaan terhadap merek, yaitu pemahaman bagaimana para pembeli membuat pilihan antara merk atau penjual pada pasar yang relevan.
5. Identifikasi, yaitu didasarkan pada penelitian perusahaan terhadap peluang-peluang pasar dan pontensial pasar
B. Tujuan & Keuntungan Melakukan Analisis Pasar
Ada beberapa tujuan utama dalam melakukan analisis pasar, antara lain adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen yang ingin dipenuhi oleh perusahaan, dan menetapkan cara merancang serta menentukan tawaran yang dapat memuaskan kebutuhan tersebut. Berikut ini adalah tujuan analisis pasar secara lebih rinci:
1. Agar lebih mengenal lingkungan pasar 2. Lebih mengenal tipe-tipe pasar
3. Mengetahui karakteristik pasar secara lebih jelas 4. Siap menghadapi para pesaing
5. Dapat melaksanakan kebijakan dalam pemasaran 6. Mampu membuat program dalam bidang pemasaran 7. Dapat lebih mengenal ciri-ciri pasar
Analisis pasar dilakukan dalam rangka menggiatkan penjualan, sehingga perusahaan akan mendapatkan keuntungan, yaitu dapat meningkatkan omzet penjualan, memperoleh keuntungan yang diharapkan, dan dapat meningkatkan produksinya, Selain itu, produk atau barang-barang yang dipasarkan oleh perusahaan akan menjadi lebih terkenal, hasil produksi perusahaan akan digemari konsumen. Serta perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya.
C. Langkah Mudah Menentukan Analisis Pasar
Suatu perusahaan akan dikatakan berhasil apabila dalam memajukan usahanya, perusahaan mampu melaksanakan analisis pasar. Analisis pasar merupakan konsep pemasaran yang berorientasi pada kepentingan para konsumen atau berorientasi pada pasar sasaran. Dalam melakukan analisis pasar, terdapat 6 langkah atau tahapan yang akan dilakukan yaitu:
1. Menentukan Pasar Relevan (Relevant Market)
Langkah atau tahapan pertama yang harus dilakukan yaitu menentukan pasar yang relevan. Pasar relevan merupakan serangkaian produk atau jasa di dalam struktur pasar produk total (total product market) yang dinilai pihak manajemen sangat penting dan strategis. Penentuan pasar relevan meliputi dua langkah pokok. Yang pertama, manajemen berusaha menggambarkan dan mendefinisikan pasarnya terlebih dahulu.
Dan yang kedua, manajemen menggambarkan struktur pasar-produk beserta batas- batas pasar relevan.
2. Menganalisis Permintaan Primer untuk Pasar Relevan
Langkah yang kedua dalam analisis pasar yaitu menganalisis permintaan primer untuk pasar relevan. Permintaan primer ini mencakup permintaan pada level kelas produk (product class level). Di dalam langkah yang kedua ini, manajemen harus berusaha menggambarkan profil atau karakteristik pembeli dan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelian untuk semua merk dan produk dalam pasar relevan.
Dengan kata lain, manajemen harus berupaya mendiagnosis siapa pembeli dan non- pembeli dalam pasar relevan dan mengapa mereka membeli atau tidak membeli sebuah produk.
3. Menganalisis Permintaan Selektif Dalam Pasar Relevan
Dalam melakukan langkah-langkah analisis pasar, permintaan selektif adalah permintaan terhadap suatu merk atau pemasok spesifik dalam pasar relevan. Dalam menganalisis permintaan selektif, manajemen lebih berfokus pada pemahaman atas pilihan merk atau pemasok di dalam pasar relevan. Untuk memeriksa perbedaan- perbedaan, kebiasaan-kebiasaan para pembeli dan pola pembeliannya, maka pihak manajemen pemasaran harus menerapkan strategi segmentasi pasar. Diantaranya adalah melakukan identifikasi tipe proses keputusan, dan identifikasi atribut determinan.
4. Menetapkan Segmen Pasar
Dalam langkah ini, pihak manajemen harus memahami berbagai cara untuk mengelompokkan konsumen kedalam segmen-segmen yang para anggotan ya memiliki respons yang sama terhadap program pemasaran spesifik. Ada beberapa ketentuan untuk menetapkan segmentasi pasar yang baik, seperti segmentasi pasar harus mudah dijangkau sehingga proses pemasaran bisa lebih efektif. Segmentasi pasar harus mudah diukur, dan sesuai dengan kelayakan pemasar. Sesuai dengan kelayakan pemasar maksudnya bisa mengukur segmentasi pasar sesuai dengan kemampuan pemasaran produk. Jika segmen yang pilih memiliki banyak kendala, maka proses pemasaran tidak akan berjalan dengan lancar.
5. Menilai Persaingan
Pihak manajemen harus menilai produk/mereknya dibandingkan dengan tawaran dari pesaingnya. Salah satu cara yang cukup efektif untuk mendapatkan informasi penting mengenai pesaing adalah melalui competitive intelligence.
Strategi Target Pasar
setelah mengetahui pentingnya mengetahui target pasar dan cara menentukannya, saatnya Anda memilih strategi yang tepat.
Pada dasarnya, terdapat empat strategi target pasar yaitu Mass, Differentiated, Niche, dan Micro Marketing.
1. Mass Marketing / Macro Marketing
Mass marketing adalah upaya untuk menjual produk ke semua orang.
Strategi ini memang tidak menerapkan segmentasi khusus untuk konsumennya. Sebab, produk yang dijual bersifat umum dan ditujukan untuk semua orang.
Contohnya adalah produk untuk penggunaan sehari-hari seperti sikat gigi, sabun, dan lainnya.
Jika produk yang Anda ciptakan bersifat umum, strategi ini bisa Anda gunakan. Fokus Anda lebih kepada bagaimana semakin banyak orang mengetahui dan membeli produk Anda.
2. Differentiated Marketing
Apabila produk Anda sudah mulai ditujukan ke pengguna khusus, maka Anda harus mulai menggunakan differentiated marketing.
Ini adalah strategi yang mengharuskan Anda untuk menciptakan produk yang berbeda untuk target pasar yang berbeda.
Contohnya, Anda bisa mulai membedakan sabun pria dan wanita. Bahkan shampoo dewasa dan anak-anak.
Target pasar pada differentiated marketing sering ditentukan oleh faktor-faktor demografis.
3. Niche Marketing
Niche marketing adalah strategi target pasar yang lebih sempit karena terkait dengan karakteristik konsumen yang khusus. Sebagai contoh, penjualan untuk produk pasta gigi untuk gigi sensitif.
Meskipun memiliki pasar yang relatif kecil, tak jarang niche marketing memungkinkan Anda meraih penetrasi pasar yang lebih baik. Jika menerapkan strategi yang tepat, Anda bisa saja menjadi market leader di niche tersebut.
4. Micro Marketing
Sesuai namanya, micro marketing menyasar pada target pasar yang lebih kecil. Strategi ini bisa Anda terapkan jika produk yang Anda hasilkan memiliki keterbatasan dari sisi lokasi, waktu atau jenis barangnya.
Contoh produk yang bisa menerapkan micro marketing adalah hotel, restoran, pertunjukkan musik, hingga souvenir unik.
Contoh Target Pasar
Setelah mengetahui beberapa faktor yang penting untuk mengetahui target pasar, mari kita melakukan simulasi dengan contoh target pasar bagi bisnis Anda berikut ini.
Produk Anda:
• Kosmetik untuk mencegah penuaan dini dengan menggunakan 100% bahan alami.
Lokasi Penjualan:
• Kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Makassar, dll.
Demografi:
• Wanita usia 19-35 tahun.
• Pendidikan mulai SMA hingga S3.
• Mahasiswi, wanita karir, maupun ibu rumah tangga.
Kebiasaan Calon Pembeli:
• Cenderung berbelanja secara online dengan kemudahan pengiriman barang
• Rajin mengakses sosial media baik Facebook maupun Instagram
• Sering mengunjungi toko online melalui handphone maupun komputer
• Mengutamakan produk yang terbuat dari bahan-bahan yang alami Daya Beli Konsumen:
• Konsumen menengah ke atas dengan daya beli mulai Rp.50.000 – Rp.200.000 per produk atau paket produk.
Anda bisa mencoba untuk menentukan target pasar untuk bisnis Anda menggunakan contoh di atas.
Apa yang Dilakukan Setelah Mengetahui Target Pasar?
Setelah Anda mengetahui target pasar Anda, ada beberapa strategi yang bisa Anda lakukan terhadap produk Anda:
Menciptakan Produk Baru
Target pasar Anda telah menjelaskan secara detail siapa calon konsumen Anda dan bagaimana peluang bisnisnya. Maka, Anda bisa menciptakan produk baru dengan memastikan semua elemennya sesuai dengan target pasar tersebut. Elemen tersebut bisa berupa jenis produk yang dihasilkan, kemasan produk, harga yang ditawarkan, kemudahan pengiriman, maupun kegiatan purna jual (after sales service).
Mengembangkan Produk
Jika Anda sudah mengeluarkan suatu produk dan ternyata tidak sesuai dengan target pasar yang Anda inginkan, Anda bisa melakukan pengembangan produk. Salah satu caranya bisa melakukan repackage (mengemas ulang). Misalnya dengan membuat kemasan yang lebih kecil jika target pasar Anda adalah masyarakat yang gemar dengan produk ekonomis.
Anda juga bisa melakukan kegiatan promosi yang menyasar hanya pada target yang telah ditentukan. Selain lebih efektif, biaya yang dibutuhkan tentu lebih kecil.
Retargeting
Bagaimana jika target pasar telah sesuai namun peningkatan penjualan belum terjadi? Anda bisa meyakinkan pembeli dengan menggunakan media dan cara promosi yang berbeda.
Sebagai contoh, jika ada calon pembeli yang sudah pernah mengunjungi website Anda namun belum melakukan pembelian, Anda bisa kembali menawarkan produk tersebut melalui Facebook atau Instagram. Harapannya, mengingatkan calon pembeli tentang keunggulan produk Anda.
Kesimpulan
Mengetahui target pasar sangat penting, baik bagi Anda yang baru saja memulai bisnis, maupun bagi Anda yang ingin meningkatkan penjualan produk.
Target pasar akan membantu kita untuk membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan calon pembeli, dan memasarkan produk sesuai dengan kebiasaan mereka.
Untuk mengetahui target pasar, Anda harus terlebih dahulu menentukan segmentasinya, baik dari sisi geografi, demografi, maupun ekonomi. Dengan menggunakan data yang tepat, Anda akan memiliki target pasar yang jelas.