• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

6 BAB II

LANDASAN TEORI 2.1 Komunikasi

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator (sumber) kepada komunikan (penerima). Pesan yang disampaikan dapat berupa informasi, ide, gagasan, emosi, simbol dan lain-lain. Simbol yang dimaksud dapat berbentuk kata-kata, gambar, angka, dan lain-lain.

Komunikasi menurut Laswell secara eksplisit dan kronologis menjelaskan lima komponen yang terlibat dalam komunikasi, yaitu siapa (pelaku komunikasi pertama yang mempunyai inisiatif sebagai sumber), mengatakan apa (isi informasi yang disampaikan), media (dengan saluran media apa), kepada siapa (pelaku komunikasi lainnya yang di jadikan sasaran penerima), dan dengan akibat apa (hasil yang terjadi pada diri penerima). Definisi ini menunjukan bahwa komunikasi adalah suatu upaya yang disengaja serta memiliki tujuan.

Dalam penelitian ini, unsur yang akan diteliti adalah sumber (komunikator).

Sumber adalah dasar yang digunakan dalam penyampaian pesan dan digunakan dalam rangka memperkuat pesan itu sendiri. Sumber dapat berupa orang, lembaga, buku, dan dokumen ataupun sejenisnya. Sumber dalam penelitian ini merupakan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (FISKOM), progdi Ilmu Komunikasi 2016,2017, dan 2018 Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga (UKSW).

2.2 Kemampuan Public Speaking

Kemampuan menjadi bekal yang wajib dimiliki oleh semua manusia, karena dengan adanya kemampuan berarti kita mampu atau sanggup untuk melakukan sesuatu.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kemampuan berasal dari kata “mampu” yang berarti kuasa (bisa, kaya, sanggup, melakukan sesuatu, dapat, berada). Maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan merupakan suatu kesanggupan seseorang dalam melakukan sesuatu.

Menurut Robbins (2008:57) kemampuan dalam diri manusia dibagi menjadi dua, yaitu :

a. Kemampuan Fisik

Kemampuan fisik merupakan kemampuan dalam melakukan aktivitas yang berdasarkan pada karakteristik secara fisik dan stamina kekuatan. Kemampuan fisik tersebut biasanya berupa keterampilan, kekuatan dan karakteristik serta stamina.

(2)

7 b. Kemampuan Intelektual

Kemampuan intelektual merupakan kemampuan yang dilakukan dalam aktivitas berfikir, menalar, dan memecahkan masalah. Seseorang yang memiliki kemampuan tersebut biasanya lebih mampu bertindak efektif dan efisien dalam menyelesaikan masalah atau persoalan-persoalan yang ada dalam kehidupannya.

Berbicara di depan banyak orang dahulu dikenal dengan retorika. Namun, seiring berkembangnya jaman dan teknologi, retorika kini lebih dikenal dengan nama Public speaking. Perubahan ini dikarenakan kebutuhan komunikasi yang dari jaman ke jaman semakin meningkat. Adanya hal ini, Public speaking menjadi kemampuan komunikasi publik yang wajib untuk dimiliki oleh Mahasiswa Fiskom yang pada dasarnya, selain diharapkan menjadi lulusan yang kreatif dan inovatif juga menjadi seorang Public Speaker yang baik.

Public Speaking secara bahasa berasal dari 2 kata dalam bahasa Inggris, Public dan Speaking. Dalam kamus Bahasa Inggris-Indonesia, John Echols dan Hasan Sadily mengartikan Public adalah umum, publik, dan masyarakat. Speaking bermakna ‘bicara’

atau ‘pembicaraan’. Bila digabungkan, Public Speaking bisa diartikan bicara publik atau pembicaraan di depan publik. Sedangkan inti Public Speaking secara substansial menurut Amy Slagel (2009:194) adalah menyampaikan pesan bukan hanya kata-kata (words), melainkan juga dengan bahasa tubuh (body), suara (voice), dan gambar (visual). Selain itu, adapun pendapat mengenai Public Speaking menurut Onong Uchjana Effendi (2005 : 42), Pidato merupakan sebuah kesenian dalam berbicara dihadapan orang banyak. Pidato bukan saja merupakan paparan-paparan informatif yang memiliki isi mengenai keterangan ataupun penjelasan, tetapi pidato juga memiliki sifat persuasif, yang berarti mengajak atau membujuk sehingga pendengar tergerak untuk melaksanakan.

Berdasarkan beberapa definisi Public Speaking yang sudah disebutkan diatas menurut para Ahli, dapat disimpulkan bahwa Public Speaking adalah sebuah seni dalam berbicara di hadapan orang banyak dengan tujuan memberikan informasi mengenai ide atau gagasan. Maka dari itu dapat dipahami bahwa kegiatan presentasi juga merupakan bagian dari komunikasi publik itu sendiri, karena kegiatan presentasi juga merupakan kegiatan menyampaikan pesan dari komunikator kepada banyak orang. Menurut Erwin Sutomo (2007: 1) presentasi merupakan sebuah kegiatan dimana seorang komunikator menyampaikan dan mengomunikasikan ide serta informasi terhadap sekelompok audiens.

(3)

8

Berdasarkan beberapa definisi Public speaking menurut para Ahli, dapat disimpulkan bahwa Public Speaking adalah sebuah seni dalam berbicara di hadapan orang banyak dengan tujuan memberikan informasi mengenai ide atau gagasan, selain itu juga diharapkan audiens dapat menerima pesan yang disampaikan oleh komunikator sehingga dapat memberikan efek seperti yang diharapkan oleh komunikator. Seseorang dikatakan memiliki kemampuan komunikasi publik (Public speaker) apabila mereka memiliki rasa kepercayaan diri dan keterampilan dalam berkomunikasi sehingga hal ini mendukung seorang Public Speaker dalam menyampaikan pesan yang ingin disampaikan.

Menurut beberapa pakar Public Speaking, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk memiliki kemampuan Public Speaking yang baik (Hidajat 2016 : 90) yakni ;

a. Mengatasi Rasa Gugup dan Demam Panggung

Rasa gugup dan demam panggung biasanya diatasi dengan cara membangun sikap yang positif terhadap diri sendiri, pembicara, dan juga pendengar. Individu wajib memiliki rasa percaya diri, berdiri tegak dan terus tenang.

b. Mempercayai Kemampuan

Menghilangkan semua rasa ragu mengenai kemampuan yang dimiliki untuk melakukan Public Speaking atau berbicara di depan umum merupakan salah satu hal yang dapat dilakukan. Dengan mempercayai kemampuan, mahasiswa dapat lebih percaya diri dalam melakukan Public Speaking.

c. Berbicara Dengan Wajar

Berbicara dengan wajar dapat meliputi; tidak berlebihan dalam bersikap, sombong, atau menganggap diri paling mengetahui segala persoalan.

d. Menggerakan Tubuh Secara Alamiah

Menggunakan bahasa non verbal yang selaras dengan kata-kata yang diucapkan.

e. Menggunakan Pakaian Yang Serasi

Pakaian yang dikenakan oleh komunikator dapat mencerminkan kepribadiannya. komunikan dapat menaruh rasa hormatnya apabila komunikator mengenakan pakaian yang selaras.

(4)

9 f. Menggunakan Catatan Kecil

Menggunakan atau membawa catatan kecil guna memindahkan point yang ingin disampaikan.

g. Penutupan dan Pengakhiran

Memberikan kesimpulan pada tema pembicaraan lalu berhenti sejenak, gunakan waktu yang tepat untuk di jadikan transisi, lalu ucapkan terimakasih dan pergi meninggalkan tempat dengan senyuman manis.

Berdasarkan teori yang telah dijelaskan diatas, dapat disimpulkan bahwa Public Speaking dapat di lihat dari aktivitas mahasiswa dalam melakukan presentasi di dalam kelas, penggunaan gesture, kemampuan dalam berkonsentrasi, mampu mengatasi kegugupan atau demam panggung serta kemampuan dalam pengendalian emosi (cemas, panik, dan takut).

2.3 Kepercayaan Diri

Kepercayaan diri merupakan salah satu indikator yang sangat wajib dimiliki oleh setiap orang, terlebih dalam hal berbicara di hadapan orang banyak. Adanya rasa percaya diri menjadi bekal yang penting dan sangat wajib dimiliki oleh seorang Public Speaker, karena dengan adanya rasa percaya diri, seorang komunikator akan lebih mudah dalam menyampaikan pesan yang ingin disampaikan.

Kepercayaan diri memiliki arti yakni percaya terhadap kemampuan diri sendiri yang berawal dari tekad diri sendiri demi melakukan suatu hal yang diingini dan dibutuhkan dalam hidup, (Barbara, 2003 : 10). Selain itu, menurut Maslow percaya diri adalah suatu modal dasar sebagai pengembangan dalam aktualisasi diri, karena dengan percaya diri, seseorang dapat lebih mengenal dan memahami dirinya sendiri (Iswidharmanjaya dan Agung, 2004 : 12). Selain itu, adapun tiga gejala atau faktor- faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri (Roger, 2003 : 22), yakni

1. Gejala secara fisik :

a. Detak jantung yang semakin kencang.

b. Lutut yang bergetar.

c. Suara yang bergetar.

d. Gelombang hawa yang panas, sehingga terasa akan pingsan.

e. Rasa mual atau kejang perut.

f. Merasa sulit untuk bernafas.

(5)

10 g. Hidung berlendir dan mata berair.

2. Gejala-gejala proses mental :

a. Selalu mengulang-ulang kata, kalimat, atau pesan.

b. Hilang ingatan secara tiba-tiba, ketidakmampuan komunikator untuk mengingat hal-hal yang akan dikatakan.

c. Tersendat-sendat dan gugup saat bicara.

d. Pikiran tersumbat sehingga komunikator tidak mengetahui hal apa yang akan dibicarakan.

3. Gejala-gejala fisik atau mental :

a. Takut saat sebelum tampil didepan orang banyak.

b. Adanya perasaan tidak sanggup.

c. Kehilangan kendali.

d. Perasaan seakan tidak mampu menyelesaikan masalah atau problem yang ada.

e. Rasa malu saat tampil maupun merasa dipermalukan saat berbicara di depan orang banyak telah usai.

f. Panik.

g. Rasa malu atau dipermalukan.

Berdasarkan teori mengenai kepercayaan diri yang telah dipaparkan sebelumnya, dapat disimpulkan kedalam indikator berdasarkan ciri dan karakteristiknya (Iswindharmajaya dan Agung, 2010: 24) yakni sebagai berikut;

a. Tidak memiliki rasa takut ketika tampil di depan orang banyak.

b. Percaya pada kemampuan dan kompetensi diri.

c. Menjadi diri sendiri.

d. Mengendalikan diri dengan baik.

e. Bersikap tenang dalam mengerajakan sesuatu.

f. Optimis.

g. Mampu menyesuaikan diri.

h. Memiliki cara pandang positif terhadap diri sendiri.

i. memiliki kemampuan dalam bersosialisasi.

j. Mempunyai internal locus of control (melihat kegagalan dan keberhasilan, tidak mudah menyerah dan berusaha sendiri, serta tidak menggantungkan diri pada orang lain).

(6)

11 2.4 Keterampilan Berkomunikasi

Dalam melakukan suatu kegiatan, memiliki keterampilan sangatlah penting untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan. Dengan memiliki keterampilan pula, seseorang akan dapat melakukan sebuah tindakan yang berbeda dan baru dalam keadaan sadar. Keterampilan merupakan sebuah aktivitas yang menggunakan syaraf dan otot, dimana biasanya nampak pada kegiatan jasmani seperti berolahraga, menulis, dll (Muhibbin Syah 2003 : 121). Dengan berketerampilan maka akan sangat bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain, sama halnya pada Mahasiswa yang melakukan kegiatan presentasi atau berbicara di depan orang banyak.

Hafied Cangara (2011 : 99) membagi keterampilan berkomunikasi menjadi 2 jenis, yakni ;

a. Keterampilan Komunikasi Verbal

Keterampilan komunikasi verbal memiliki kode yang diberi nama kode verbal.

Kode verbal sendiri merupakan sebuah kode yang ada dalam keterampilan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa. Bahasa adalah sekumpulan kata yang terstruktur yang apabila digabungkan akan menjadi kalimat yang memiliki arti. Fungsi bahasa dalam menciptakan komunikasi yang efektif dibagi menjadi tiga, yaitu untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan pewarisan nilai-nilai budaya, untuk mengetahui sikap dan perilaku, dan untuk menyusun ide yang sistematis. Keterampilan komunikasi verbal sendiri meliputi; melakukan diskusi, menjawab pertanyaan, tata bahasa yang baik, menyampaikan pendapat, menulis hasil akhir diskusi.

b. Keterampilan Komunikasi Non Verbal

Adapun sebuah kode dalam keterampilan komunikasi non verbal yang dinamakan dengan kode nonverbal. Kode nonverbal merupakan bahasa diam atau bahasa isyarat.

Adapun fungsi dari kode nonverbal, yakni menunjukkan perasaan dan emosi yang tidak dapat diutarakan dengan kata-kata, menunjukkan jati diri, meyakinkan suatu yang diucapkan, melengkapi atau menambah ucapan yang dirasa belum sempurna.

Keterampilan komunikasi nonverbal sendiri meliputi; melihat gerakan tangan lawan bicara yang sesuai dengan kata-kata yang sedang diucapkan, menatap mata serta menyapa audiens, menggunakan bahasa tubuh secara tepat.

Adanya hal-hal yang sudah dipaparkan di atas, dapat disimpulkan bahwa memiliki keterampilan dalam berkomunikasi merupakan suatu hal yang baik untuk dimiliki oleh Mahasiswa Ilmu Komunikasi. Karena dengan terampil dalam berkomunikasi, seorang

(7)

12

komunikator akan terlihat lebih baik dalam menyampaikan pesan yang ingin disampaikan. Selain itu, dengan terampil berkomunikasi, seseorang juga akan membentuk komunikasi yang baik, berbeda, dan baru secara sadar.

2.5 Penelitian Terdahulu

Dalam penelitian ini, peneliti juga menggunakan penelitian terdahulu. Penelitian ini digunakan oleh peneliti untuk dijadikan acuan dan juga untuk mempermudah peneliti menentukan konsep. Penelitian terdahulu yang pertama merupakan jurnal penelitian yang berjudul “ Pengaruh Kepercayaan Diri Terhadap Kompetensi Psikomotorik Peserta Didik Kelas XI IPS Pada Pembelajaran PAI di SMAN 10 Bulukumba”.

Penelitian ini di teliti oleh Cakrawati Sukirman Progdi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddinmakassar” pada tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan menyimpulkan bahwa kepercayaan diri memiliki pengaruh positif terhadap kompetensi psikomotorik.

Penelitian terdahulu kedua adalah penelitian yang dilakukan oleh Aan Mohamad Burhanudin dengan jurnal berjudul “Kemampuan Public Speaking Mahasiswa Jurusan KPI IAIN Syekh Nurjati: Problematika dan Solusinya”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan menyimpulkan bahwa realitas kemampuan public speaking mahasiswa jurusan KPI masih kurang baik, hal ini dikarenakan adanya masalah yang dihadapi oleh mahasiswa KPI yakni mental yang kurang baik, rasa tidak percaya diri, kurangnya membaca, kurang pengetahuan, posisi tempat duduk, dan takut salah. Adapun yang menjadi tingkat kesulitan mahasiswa KPI dalam melakukan public speaking adalah tidak mau mengungkapkan pendapat atau pertanyaan, memiliki sikap tidak peduli dikelas, kurangnya membaca, kurangnya rasa ingin tahu, kesulitan diksi bahasa, memiliki pengalaman buruk dalam melakukan public speaking, monopoli yang bertanya, serta lingkungan yang tidak kondusif.

(8)

13 2.6 Kerangka Berpikir

Gambar 1 Kerangka Penelitian

Munculnya penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengalaman peneliti sendiri, dimana peneliti masih merasa kurang percaya diri saat berbicara atau melakukan presentasi dihadapan orang banyak. Selain itu, pengalaman peneliti juga didukung oleh responden yang juga mengalami hal yang serupa. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengambil variabel Kepercayaan Diri dan Keterampilan berkomunikasi untuk mengukur tingkat pengaruhnya terhadap kemampuan Public Speaking, dimana peneliti akan melakukan penelitian ini terhadap mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi angkatan 2016, 2017, dan 2018.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Kepercayaan diri Keterampilan

berkomunikasi

Kemampuan Public Speaking Mahasiswa Ilmu

Komunikasi

Berpengaruh Tidak

Berpengaruh

(9)

14 2.7 Hipotesis

H0 = Kepercayaan Diri tidak berpengaruh terhadap kemampuan Public Speaking mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi 2016, 2017, dan 2018

H1 = Kepercayaan Diri berpengaruh terhadap kemampuan Public Speaking mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi 2016, 2017, dan 2018

H0 = Keterampilan Berkomunikasi tidak berpengaruh terhadap kemampuan Public Speaking mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi 2016, 2017, dan 2018

H2 = Keterampilan Berkomunikasi berpengaruh terhadap kemampuan Public Speaking mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi 2016, 2017, dan 2018

Gambar

Gambar 1  Kerangka Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

f) Kolaborasi dengan fisioterapis untuk latihan wicara 4) Rasional.. a) Memenuhi kebutuhan komunikasi sesuai dengan kemampuan klien b) Mencegah rasa putus

digunakan sebagai media komunikasi serial melalui USB dan muncul sebagai COM Port Virtual (pada Device komputer) untuk berkomunikasi dengan perangkat lunak pada

SMS atau yang dikenal dengan Short Message Service merupakan suatu layanan penggunaan pesan singkat berupa text dari penyedia jasa layanan komunikasi untuk berkomunikasi

Salah satu aspek dari kompetensi sosial menurut Clikeman (2007) adalah bahasa dan kemampuan berkomunikasi dimana kemampuan untuk mengerti apa yang dimaksudkan oleh orang

Seseorang dapat dikatakan memiliki Locus of Control Internal bila orang tersebut memiliki keyakinan yang kuat bahwa dirinya dapat dikatakan memiliki Locus of

Peneliti memilih kemampuan Public speaking dan peneliti juga memberi batasan untuk hanya meneliti pengaruh kepercayaan diri dan keterampilan dalam berkomunikasi,

Yang dimaksud dengan Public Internal adalah publik yang menjadi bagian dari unit, badan maupun perusahaan atau organisasi itu sendiri.Seorang public relations harus mampu

Marketing Public Relations merupakan suatu proses komunikasi, perencanaan, pelaksaan dan pengevaluasian program-program yang mengarah untuk memberikan kepercayaan konsumen