BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Gambaran Umum 3.1.1 Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan pada pelanggan atau konsumen yang pernah berbelanja produk milk atau susu pada HYPERMART. Sedangkan kantor pusat Hypermart adalah di Menara Matahari Lippo Life BLDG Lt.17 Lippo Karawaci 1200 JL.Boulevard Palem Raya No.7, Tangerang, Banten.
Selain itu data penelitian juga diperoleh dari PT. FRISIAN FLAG INDONESIA sebagai Distributor produk milk yang menempatkan produk milk pada HYPERMART.
3.1.2 Visi dan Misi
Visi untuk menjadi pemimpin pasar nasional dan menjadi pemain retail yang terpandang secara internasional. Matahari diharapkan dapat berkembang dimasa yang akan datang dan memegang peranan yang aktif dalam bidang ekonomi, sosial dan budaya Indonesia.
Misi menjadi pilihan utama berbelanja oleh konsumen dan mendominasi segmen kelas menengah keatas. Untuk mendukung misi ini mereka menggunakan konsep One Stop Shopping
melalui 2 bisnis usahanya yaitu Matahari Departemen Stores dan Matahari Supermarket.
3.1.3 Sejarah Singkat
PT. Matahari Putra Prima Tbk. adalah sebuah perusahaan ritel di Indonesia yang merupakan pemilik dari jaringan supermarket Hypermart, Matahari melayani pangsa pasar kelas menengah keatas. Didirikan tahun 1958 oleh Bapak dan Ibu Hari Darmawan, dari sebuah toko kecil yang menjual pakaian anak-anak di Pasar Baru, Jakarta, Pada tahun 1972 : Pioneer of Department Store concept in Indonesia. Nama Matahari digunakan sebagai nama toko semenjak tahun 1973. Matahari adalah bintang yang menjadi pusat tata surya kita. Selain itu, Matahari juga dapat mengacu kepada: Bunga Matahari, merupakan bunga dari tumbuhan Helianthus annuus.
Kemudian pada 1980 Membuka Toko Pertama outside Jakarta - Sinar Matahari Bogor dan selanjutnya pada tahun 1988, Core Business Expansion to Supermarket Operasi. Tahun 2000 melakukan Launching Of Matahari Club Card (MCC), tahun 2002 melakukan New Management Team, Core Business Restructuring : Matahari Department Store, dan membuka Matahari Supermarket & TimeZone.
Tahun 2004 melakukan Launch of Hypermart, tahun 2005 sukses melakukan expansi dengan membuka Matahari Supermarket First Matahari Dept. Store in China.
Per kuartal pertama tahun 2008, Matahari Putra Prima sudah mempunyai 79 department store, 38 hypermarket, 31 supermarket, 46 outlet farmasi, dan lebih dari 88 hiburan keluarga dilebih dari 50 kota di Indonesia.
Jaringan toko
Matahari - Department Store Hypermart - Hypermarket Foodmart - Supermarket
Boston Health and Beauty - toko farmasi Times - Toko Buku
Hypermart juga menjual bahan yang dijual di toserba lainnya seperti : Kosmetik, Parfum, Pakaian wanita, Pakaian pria, Pakaian remaja, Pakaian anak dan bayi, Pakaian dalam, Sepatu dan sandal, Kacamata, Topi dan pakaian kepala, Mainan anak dan bayi, Bahan antik, Lampu rumah, Ornamen dan dekorasi rumah Timezone - Zona Permainan
Hari Kerja, Di bisnis ritel hari Sabtu, Minggu, dan hari-hari Besar Nasional adalah hari kerja biasa.
Jam Kerja, Bisnis ritel modern adalah bisnis yang beroperasi lebih kurang 12 jam kerja. Oleh karena panjangnya jam kerja disektor ini maka pada bisnis ritel dibuatlah sistem kerja shift. Sistem kerja shift membagi jam kerja menjadi 2 bagian yaitu shift pagi dan shift siang. Sebagai
konsekuensinya, bekerja dibisnis ritel berarti tidak bisa secara leluasa memilih apakah akan bekerja di pagi hari (shift pagi) dan pulang sore atau bekerja di siang hari (shift siang) dan pulang malam hari. Mulai dari jam 09.00 sampai dengan jam 21.00 dan beberapa sampai dengan jam 22.00.
Untuk alasan azas keadilan maka biasanya staf toko digilir untuk bekerja satu minggu dikelompok pagi dan minggu berikutnya dikelompok siang.
3.1.4 Struktur Organisasi Hypermart
Struktur organisasi Hypermart sebagaimana terlampir.
Hypermarket secara tegas membagi tugas antara Divisi Merchandising dan Divisi Operasi. Divisi Merchandising membeli barang, Divisi Operasi menjual barang. Christian F. Guswai (2008:90).
a. Merchandiser
“Merchandiser ibarat jantung yang memompakan darah ke sekujur tubuh” Merchandiser adalah orang dalam struktur organisasi yang bertanggung jawab terhadap pengadaan barang dagangan mulai dari sourcing (pencarian) sumber barang, selection (pemilihan) jenis barang yang akan dibeli, menegosiasikan harga dan sistem pembelian, sampai ke pembukaan PO (purchasing order) untuk menentukan kapan dan jumlah barang dagangan yang akan dibeli. Merchandising division sebuah hypermarket dibagi menjadi 5 divisi yaitu:
1. Divisi Grocery atau divisi Fast Moving Consumer Goods. Divisi ini dibagi lagi menjadi 5 department yang masing-masing dipimpin oleh
seorang selevel kepala department yang disebut National Category Buyer.
1.1. Department Dry Food 1.2. Department Beverages 1.3. Department Home Care 1.4. Department Personal Care 1.5. Department Frozen Food
2. Division Fresh Product 1.1 Department Daging 1.2 Department Sea Food 1.3 Department Buah 1.4 Department Sayur
1.5 Department Dairy dan Delicatessen 1.6 Department Ready to Eat
3. Divisi Bazaar
1.1 Department Stationery (Alat Tulis Kantor) 1.2 Department House Hold
1.3 Department Furniture 1.4 Department Do It Yourself 1.5 Department Leisure/Gardening 1.6 Departemen Accessories Cars
4. Divisi Appliances
1.1 Department Big Appliances 1.2 Department Small Appliances 1.3 Department Photo
1.4 DepartmentAudio 1.5 Department Video 1.6 Department Computers
5. Divisi Textile
1.1 Department Busana Wanita 1.2 Department Busana Pria
1.3 Department Busana Anak-anak 1.4 Department Sepatu
1.5 Department Bed & Bath, Christian F. Guswai (2008:58)
b. Fungsi Operasi
Operasi toko merupakan ujung tombak dari sebuah bisnis ritel karena bagian inilah pada akhirnya yang akan berhadapan langsung dengan customer dimana transaksi penjualan terjadi dan melalui aktivitas tersebutlah profit atau laba diperoleh. Sehebat apa pun sebuah market dipersiapkan tanpa penjualan maka tidak akan ada profit bagi perusahaan. Fungsi operasi pada Hypermart dipimpin oleh Store Manager, dengan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :
1) Sales dan Profitability, “Tujuan utama dari didirikannya sebuah bisnis adalah memperoleh profit melalui aktivitas penjualan”
2) Inventory Handling (Pengendalian Persediaan Barang Dagangan),
”Dalam bisnis apa pun inventory ideal adalah ”just enough”, tidak berlebihan dan tidak kekurangan.”
3) Sales dan Profitability, “Tujuan utama dari didirikannya sebuah bisnis adalah memperoleh profit melalui aktivitas penjualan”
4) Inventory Handling (Pengendalian Persediaan Barang Dagangan),
”Dalam bisnis apa pun inventory ideal adalah ”just enough”, tidak berlebihan dan tidak kekurangan.”
5) Inventory Turn Over, Inventory Turn Over merupakan indikator yang sangat penting dalam sebuah hypermarket.
6) Human Resources Handling (Pengendalian Sumber Daya Manusia/SDM), Pertumbuhan hypermarket yang pesat sangat ditentukan oleh kesiapan SDM-nya.
7) Assets Handling (Pengendalian Aset), penjagaan dan perawatan terhadap aset
8) Customer Service (Pelayanan Pelanggan), Customer Service di setiap bagian dari usaha ritel
3.2 Metode Penelitian
Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dimana bertujuan untuk membuat deskriptif secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat dari populasi objek penelitian.
3.3 Variabel dan Pengukuran 3.3.1 Definisi Operasional Variabel
Space Management merupakan suatu proses dalam me-manage space yang tersedia di Hypermart untuk produk milk.
Tabel 3.1.
Variabel dan Indikator
Sumber : Sopiah dan Syihabudhin (2008:13), Taufiq Amir (2003:108) Christian Guswai (2007:89)
Variabel Indikator No.
Kuisioene r Information
Contact
1. Mendapat brosur dan informasi tentang produk dan harga di Hypermart
1
Store contact 2. Lokasi Hypermart mudah dicapai 2 Product contact. 3. Ketika masuk ke Hypermart dengan mudah
mendapatkan tempat milk
4. Pengaturan tata letak rak baik dan nyaman
3 4
Communication 5. Terdapat informasi untuk konsumen tentang produk
5
Tata Cahaya 6. Cahaya atau penerangan di bagian milk cukup terang
6
Ruangan (space) 7. Space (ruangan) untuk penempatan produk milk cukup besar.
8. Pengelompokan produk milk jelas dan mudah mendapatkannya
9. Susunan display produk sangat rapi 10. Mudah mengambil produk milk dari rak
11. Ketinggian rak display sesuai dengan ketinggian rata-rata konsumen
12. Penempatan label harga pada rak cukup jelas 13. Tersedia berbagai macam jenis milk
14. Selalu tersedia produk yang dicari 15. Up to date dengan produk baru
7
8
9 10 11
12 13 14 15
3.3.2 Skala Pengukuran
Jawaban kuisioner dalam penelitian ini menggunakan skala Likert, yakni skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang fenomena sosial menurut Sugiyono (2005:86). Sedangkan untuk pengukuran yang digunakan adalah skala Ordinal yaitu berbentuk ranking atau peringkat. Peringkatnya dengan memberikan bobot 1-5 pada setiap jawaban kuisioner yang diajukan 1-5, yaitu ;
a. Sangat Setuju score nilai b. Setuju score nilai c. Netral score nilai d. Tidak Setuju score nilai c. Sangat Tidak Setuju score nilai
3.4 Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut :
1). Kepustakaan (Library Research)
Untuk memperoleh data yang bersifat teoritis, dengan cara membaca buku-buku teks book, makalah-makalah dan literatur yang berhubungan dengan topik dalam penulisan skripsi ini. Data yang diperoleh pada kepustakaan ini adalah merupakan data sekunder.
5 4 3 2 1
2). Tehnik Penelitian Lapangan (Field Research)
Penulis melakukan penelitian ke perusahaan yang menjadi pemasok atau distributor milk ke Hypermart. Selain itu dalam penelitian ini penulis mengunjungi Hypermart untuk menemui konsumen yang pernah berbelanja produk milk pada Hypermart dan melakukan pengisian kuisioner.
3). Instrumen Pengumpulan Data
Merupakan pengumpulan data yang didapat dari responden yakni dengan menggunakan kuisioner.
3.5 Jenis Data
Dalam penelitian ilmiah ini jenis data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder, yaitu :
1) Data Primer
Data primer dalam penelitian ini diperoleh dengan cara memberikan lembar kuisioner kepada responden yang terpilih yaitu respon yang pernah berbelanja pada Hypermart Supermarket. Data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh perorangan atau organisasi langsung melalui obyeknya (J. Supranto, 2001:5).
2) Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang sudah jadi, seperti ; Sejarah perusahaan, data perusahaan dan buku-buku teoritis serta literatur.
3.6 Populasi dan Sampel Penelitian 3.6.1 Populasi dan Sampel
Populasi penelitian merupakan keseluruhan subyek yang mempunyai kesamaan-kesamaan karakteristik tertentu. Dalam hal ini konsumen yang pernah berbelanja produk milk di Hypermart Supermarket semua wilayah atau cabang.
Sedangkan Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsumen yang juga pernah melakukan pembelian produk milk di Hypermart Supermarket yaitu Hypermart Karawaci-Jakarta, Maspion- Surabaya, MTC-Bandung sebanyak 100 responden. Penulis mengambil sampel sejumlah 100 responden mengacu pada pendapat Husein Umar (2005:147) sampel minimal 30 subyek. Semakin besar sampel akan memberikan hasil yang lebih akurat.
3.6.2 Metode Pengambilan Sampel
Tehnik pengambilan sampel yang akan digunakan untuk mendapatkan sampel dalam penelitian ilmiah ini adalah secara Convenience Sampling yaitu pengambilan sampel dengan cara yang mudah (Uma Sekaran 2006:136).
3.7 Metode Analisis Data
Metode analisis data yang akan digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah Analisis Faktor ( Factor Analyze ). Analisis faktor merupakan cara yang digunakan untuk mengidentifikasikan variabel dasar
atau faktor yang menerangkan pola hubungan dalam suatu himpunan variabel observasi, dalam (Wahana Komputer, 2004:247).
Logika pengujian adalah, jika sebuah variabel memang mempunyai kecenderungan mengelompok dan membentuk sebuah faktor, maka variabel tersebut akan mempunyai korelasi yang cukup tinggi dengan variabel lain. Sebaliknya variabel dengan korelasi yang lemah dengan variabel lain cenderung tidak akan mengelompok dalam faktor tertentu (Singgih Santoso, 2002:97).
Ekstraksi faktor didapatkan nilai dari eigen value yang merupakan jumlah varian dari variabel asli yang berhubungan dengan suatu faktor.
Eigen value didapatkan dari hasil analisis faktor final terhadap atribut yang diteliti, eigen value ini digunakan untuk menentukan faktor baru. Bila eigen value bernilai > 1, maka faktor ini dipilih sebagai faktor baru.