• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELATIHAN ONLINE 2018 KEBUMIAN PAKET 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PELATIHAN ONLINE 2018 KEBUMIAN PAKET 1"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

PAKET 1:

KRISTALOGRAFI DAN MINERALOGI

Kristal adalah suatu bangun polyeder/bidang banyak yang teratur dan dibatasi oleh bidang-bidang rata yang tertentu jumlahnya dan juga mempunyai sumbu-sumbu tertentu.

Mineral adalah materi yang merupakan unsur/senyawa anorganik, terbentuk secara alami, mempunyai komposisi kimia tertentu, mempunyai komposisi fisik tertentu, struktur dalam yang teratur, dan berbentuk kristal.

Batuan adalah kumpulan atau asosiasi mineral yang terjadi secara alamiah karena pengaruh berbagai proses pembentukannya.

Kristal merupakan suatu bangun dasar, kumpulan atom-atom yang berinteraksi satu sama lain membentuk bangun ruang tertentu (mis. kubus, balok, dll). Bentuk dari mineral merupakan cerminan dari bentuk kristal.

BENTUK KRISTAL

Terdapat enam (ada yang menggolongkan jadi 7) jenis bentuk kristal penyusun mineral, yang dapat dilihat pada tabel di bawah. Notasi a, b, c, α, β, dan γ mempunyai rumusan tersendiri.

 a merupakan sumbu kristal yang sejajar dengan arah pandang mata (menembus kertas)

 b merupakan sumbu kristal yang horizontal (sejajar kertas)

 c merupakan sumbu kristal yang tegak vertikal.

 α merupakan sudut antara sumbu b dan c.

 β merupakan sudut antara sumbu a dan c.

 γ merupakan sudut antara sumbu a dan b.

Nama Sifat Contoh Mineral

Isometrik 3 sumbu sama

panjang dan saling tegak lurus

a = b = c α = β = γ = 90o

Galenit Pirit Halit Fluorit Diamond Tetragonal 3 sumbu saling tegak

lurus, 2 sumbu tidak sama panjang

a = b ≠ c α = β = γ = 90o

Rutil Kasiterit

Zirkon Kalkopirit

Wulfenit Orthorombik 3 sumbu tidak sama

panjang, saling tegak lurus

a ≠ b ≠ c α = β = γ = 90o

Topaz Enstatit Hipersten

Barit Belerang Aragonit Monoklin 3 sumbu tidak sama

panjang, satu sumbu

Ortoklas Belerang

(3)

tidak tegak lurus a ≠ b ≠ c α = γ = 90o ≠ β

GypsumPiroksen Hornblende Triklin 3 sumbu tidak sama

panjang dan tidak saling tegak lurus

a ≠ b ≠ c α ≠ β ≠ γ ≠ 90o

Albit Anortit Wollastonit

Hexagonal (Trigonal)

4 sumbu simetri, 3 saling berpotongan membentuk sudut 60o

Simetri putar 6 a1 = a2 = a3 ≠ c α = β = γ = 60o

Apatit Nefelin

Kuarsa Hematit Korundum

Magnetit Siderit

Grafit Trigonal 4 sumbu simetri, 3

saling berpotongan membentuk sudut 60o

Simetri putar 3 a1 = a2 = a3 ≠ c α = β = γ = 60o

Kalsit

(4)

[1]

Unsur-unsur simetri kristal:

 Bidang simetri: bidang imajiner yang memisahkan menjadi dua bagian yang kongruen, sehingga bagian yang satu akan tampak sebagai cerminan dari bagian satunya lagi.

 Sumbu simetri: garis imajiner yang memungkinkan kristal berotasi dalam satu putaran untuk memperoleh beberapa kenampakan yang sama persis.

 Pusat simetri: titik pusat imajiner kristal yang apabila ditarik garis dari bagian kristal melewati pusat ini dengan jarak yang sama, maka akan dijumpai bagian kristal yang sama.

Proyeksi kristalografi:

1. Proyeksi Bola

Pada proyeksi ini, bidang bola merupakan bidang proyeksi. Garis normal (garis yang tegak lurus permukaan kristal) ditarik dari pusat bola ke bidang-bidang kristal dan diteruskan sehingga memotong/menembus bidang proyeksi (bidang bola).

2. Proyeksi Stereografi

Prinsipnya sama dengan proyeksi bola, tapi bidang proyeksinya disebut sebagai bidang proyeksi stereografi yang merupakan bidang ekuator bola atau bidang horizontal yang melalui ekuator bola tersebut.

(5)

3. Proyeksi Gnomonik

Prinsipnya sama dengan proyeksi bola, tapi bidang proyeksi gnomoniknya merupakan bidang singgung bola yang menyinggung bola pada titik kutub utara bola berupa bidang G (gnomonik).

4. Proyeksi Ortografi

Bidang proyeksi dapat diletakkan dimana saja pada arah tertentu dari bola.

MINERALOGI FISIK

Mineral adalah bahan anorganik, terbentuk secara alamiah, seragam dengan komposisi kimia yang tetap pada batas volumenya, dan mempunyai struktur kristal karakteristik yang tercermin dalam bentuk dan sifat fisiknya.

Semua mineral mempunyai susunan kimiawi tertentu dan penyusun atom-atom yang beraturan, maka setiap jenis mineral mempunyai sifat-sifat fisik/kimia tersendiri. Dengan mengenal sifat-sifat tersebut maka setiap jenis mineral dapat dikenal, sekaligus kita mengetahui susunan kimiawinya dalam batas-batas tertentu.

Sifat-sifat yang dimaksud adalah:

1. Warna (Colour)

Warna muncul karena pengaruh cahaya putih yang menyentuh permukaan suatu mineral, sebagian sinar akan dipantulkan dan sebagian dibiaskan. Mineral berwarna terjadi karena cahaya dengan panjang gelombang tertentu diabsorpsi. Mineral yang memantulkan suatu macam warna pada berbagai arah disebut memiliki sifat idiokromatik. Mineral yang memantulkan warna berbeda pada arah tertentu disebut mineral alokromatik. Perubahan warna juga terjadi karena adanya substitusi unsur maupun ketidakmurnian (pengotor) dalam mineral.

 Putih: kaolinite, milky-quartz, gypsum

 Hijau: chlorite, malachite,serpentine

 Biru: lazurite, beryl

 Merah: jasper, hematite, cinnabar, limonite

 Kuning: sulphure, suripigment

 Emas: emas (gold), pyrite, chalcopyrite

 Coklat kemerahan: garnet, limonite

 Abu-abu: galenite, graphite, hematite

 Hitam: magnetite, augite/pyroxene, hornblende

 Transparan: quartz, muscovite, calcite, diamond 2. Kilap (Luster)

Kesan yang diberikan mineral ketika memantulkan cahaya. Disebut juga derajat kecerahan, tergantung pada kualitas fisik mineral.

a. Kilap Logam

Umumnya terdiri dari mineral logam, biasanya bersifat opak sampai terang.

Cth: galenite, pyrite, magnetite, graphite, chalcopyrite, hematite.

b. Kilap Non-logam

 Kilap kaca (vitreous): kuarsa, halite, turmalin, spinel, kalsit, garnet, fluorit.

 Kilap intan (adamantine): intan, zirkon, kalsiterit, rutil.

(6)

 Kilap sutera (silky): pada mineral berserat, cth. asbes, gypsum, aktinolit, mika.

 Kilap tanah (dull/earthy): bauksit, kaolin, limonit.

 Kilap damar (resineous): sphalerit, sulfur, monasit.

 Kilap mutiara (pearly): dolomit, bruchit, muskovit, talc, gypsum.

 Kilap lemak (greasy): talc, serpentin, nefelin 3. Perawakan (Habit)

Bukan ciri yang tetap, namun dipengaruhi oleh lingkungan pembentuknya. Kristal dengan bentuk panjang dijumpai karena pertumbuhan kristal sering mengalami gangguan. Kebiasaan mengkristal suatu mineral yang disesuaikan dengan kondisi sekelilingnya mengakibatkan terjadinya bentuk-bentuk kristal yang khas, baik yang berdiri sendiri maupun di dalam kelompok-kelompok. Kelompok tersebut disebut agregasi mineral dan dapat dibedakan dalam struktur sebagai berikut:

 Meniang (Columnar)

 Membatang (Tabular)

 Berlembar tipis (Foliated)

 Berlapis (Lamellar)

 Memanjang seperti pisau atau bilah papan (Bladed)

 Menyerabut (Fibrous)

 Menjarum (Acicular)

 Menyerupai ranting pohon (Dendritic)

 Menyerupai anggur (Botryoidal)

 Membulat radial berukuran sedang (Reniform)

 Membulat radial dengan ukuran besar (Mammiliary)

 Berlembar tipis/memika (Micacaeous)

 Kompak tanpa bentuk jelas (Massive)

 Bulat-bulat kecil bersatu berukuran <1 mm (Oolitic)

 Bulat-bulat kecil bersatu berukuran >1 mm (Pisolitic)

(7)

[2]

4. Kekerasan (Hardness)

Adalah ketahanan suatu mineral terhadap gaya gores. Makin kuat energi ikatan antaratom suatu mineral, maka kekerasannya akan makin tinggi. Derajat kekerasan dinyatakan sebagai perbandingan kemampuan saling menggores antara suatu mineral dengan mineral lain.

Derajat kekerasan ini dinyatakan dalam Skala Mohs, yakni urutan mineral yang digunakan sebagai acuan dari sebuah tingkat kekerasan. Dari skala 1 (lunak) sampai 10 (keras):

1: Talc 6: Feldspar (Orthoclase)

2: Gypsum 7: Quartz

3: Calcite 8: Topaz 4: Fluorite 9: Corundum

5: Apatite 10: Diamond

Alat pembantu penentuan kekerasan sebagai pembanding adalah:

Kuku jari manusia: 2-2,5 Uang logam tembaga: 3-3,5 Pisau lipat baja: 5

Kaca jendela: 5,5 Paku/jarum baja: 6,5 5. Belahan (Cleavage)

Adalah kecenderungan suatu mineral untuk membelah melalui arah bidang tertentu. Arah belahan umumnya sejajar dengan bidang atom terutama yang ikatannya lemah, biasanya disebabkan karena jenis ikatan atau jarak antar bidang atom, atau kombinasi dari keduanya.

(8)

Apabila gaya yang dilakukan terhadap mineral melampaui batas elastisitas dan plastisnya, maka mineral tersebut akan pecah. Arah pecah bisa teratur melalui bidang belah atau berarah tidak beraturan dan membentuk pecahan.

Berdasarkan kualitas belahannya:

 Sempurna (perfect): ada bidang belahan dan mudah dibelah.

Contoh: muscovite, calcite, halite, biotite.

 Baik (good): ada bidang belahan tapi tidak mudah dibelah.

Contoh: calcite, orthoclase, augite, gypsum.

 Tidak jelas (indistinct): bidang belahan seperti garis/kenampakan striasi pada bidang belahnya.

Contoh: plagioclase, emas, beryl, corrundum.

 Tidak menentu: tidak ada bidang belahan.

Contoh: quartz, opal, calcedony.

Berdasarkan arah belahannya:

 1 arah: muscovite, biotite, asbes.

 2 arah: pyroxene (90o), feldspar (90o), hornblende (124o atau 56o).

 3 arah: halite, pyrite, galena (belahan ꓕ); calcite (belahan tidak ꓕ).

6. Pecahan (Fracture)

Bentuk pecahnya suatu mineral yang tidak mengikuti bidang belahnya. Penamannya mengikuti bentuk yang ditampilkan.

 Concoidal: menyerupai pecahan botol.

Cth: quartz, chalcocite, malachite, obsidian, rutile, zincite, cerrusite.

 Splintery/fibrous: berserat seperti jarum/abon.

Cth: augite, asbes, hyperstene, serpentine.

 Uneven/irregular: permukaan kasar, tidak teratur.

Cth: pyrite, chalcopyrite, hematite, garnet, marcasite, chromite, rhodonite.

 Hackly: permukaan kasar, tidak teratur, runcing-runcing.

Cth: silver, copper, platinum, gold.

 Rata (even): permukaan rata dan cukup halus.

Cth: lempung.

7. Gores (Streak)

Warna suatu mineral dalam bentuk bubuk atau bila digoreskan ke permukaan porselen.

Umumnya sama dengan warna mineral pada keadaan biasa.

Contoh: Hematite: warna mineral merah atau abu-abu, cerat merah-coklat.

Augite: warna mineral hitam, cerat abu-abu hijau.

Biotite: warna mineral coklat, cerat tidak berwarna.

Orthoclase: warna mineral putih, abu-abu, merah jambu, cerat putih.

(9)

8. Ketahanan (Tenacity)

Adalah daya tahan mineral terhadap gaya pematahan, penggerusan, pembengkokan, atau pengirisan.

 Rapuh (Brittle): mudah hancur menjadi tepung halus (cth: quartz, feldspar).

 Dapat diiris (Sectile): dapat diiris dengan pisau dan memberikan kenampakan yang halus dan rata pada bekas irisannya (cth: gypsum).

 Dapat dipintal (Ductile): dapat dipintal seperti kapas (cth: asbes).

 Dapat ditempa (Melleable): ditempa dengan palu menjadi pipih (cth: emas, perak).

 Lentur (Elastis): bila dibengkokkan dapat kembali menjadi bentuk semula jika gaya ditiadakan (cth: mika).

 Fleksibel (Flexible): bila dibengkokkan tidak dapat kembali menjadi bentuk semula jika gaya ditiadakan (cth: tembaga).

9. Massa Jenis (Specific gravity)

Adalah rasio antara berat suatu zat dibandingkan dengan berat air pada 4oC pada volume yang sama. Istilah massa jenis dan berat jenis sebenarnya berbeda, karena massa jenis memerlukan satuan, misalnya g/cm3.

10. Kemagnetan (Magnetic property)

Adalah sifat mineral terhadap gaya magnet.

 Ferromagnetic: tertarik kuat terhadap magnet (cth: magnetite, pyrrhotite).

 Paramagnetic: tertarik lemah terhadap magnet.

 Diamagnetic: menolak gaya magnet.

11. Kelistrikan

Adalah respons mineral terhadap arus listrik.

 Konduktor: mampu menghantarkan listrik.

 Semikonduktor: mampu bertindak sebagai konduktor dalam batas-batas tertentu.

 Isolator: tidak mampu menghantarkan listrik.

12. Sifat ketembusan cahaya (Diaphaneity)

 Opaque: tidak tembus cahaya meskipun dalam bentuk helaian yang sangat tipis (cth:

magnetite, pyrite, hematite, gold).

 Translucent: tembus cahaya namun tidak tembus pandang (cth: opal, gypsum, calcedony, beberapa jenis quartz).

 Transparent: tembus cahaya seperti kaca biasa (cth: quartz, fluorite).

13. Daya lebur mineral

Adalah kemampuan meleburnya mineral apabila dipanaskan. Penyelidikan dikaukan dengan membakar bubuk mineral dalam api. Daya leburnya dinyatakan dalam derajat keleburan.

MINERALOGI KIMIA

Beberapa mineral mempunyai rumus kimia yang tetap, seperti quartz (SiO2) dan kalsit (CaCO3).

Mineral lainnya memiliki rumus kimia variabel karena subsitutsi ionik yang tidak mengubah struktur kristal, seperti olivin (Mg,Fe)2SiO4, piroksen (Mg,Fe)SiO4, dan plagioklas (NaAlSi3O8 – CaAl2Si2O8).

Sistematika atau klasifikasi mineral yang biasa digunakan adalah klasifikasi Dana, yang mendasarkan

(10)

pada kemiringan komposisi kimia dan struktur kristalnya. Dana membagi mineral menjadi 8 golongan:

1. Native Elements (Unsur Murni)

 Tembaga (Cu)

 Emas (Au)

 Platina (Pt)

 Bismuth (Bi)

 Karbon/intan/grafit (C)

 Sulfur (S) 2. Mineral Sulfida

 Chalcocite (Cu2S)

 Pyrite (FeS2)

 Chalcopyrite (CuFeS2)

 Carrolite (CuCO2S4)

 Argenite (Ag2S)

 Galena (PbS)

 Sphalerite ((Zn, Fe)S)

 Cinnabar (HgS) 3. Mineral Halida

 Halite (NaCl)

 Sylvite (KCl)

 Carnallite (KCl.MgCl2.6(H2O))

 Cryolite (Na3AlF6)

 Cerargyrite (AgCl)

 Fluorite (CaF2) 4. Mineral Oksida

 Quartz (SiO2)

 Calcedony (SiO2)

 Opal (SiO2.xH2O)

 Corundum (Al2O3)

 Cassiterite (SnO2)

 Hematite (Fe2O3)

 Limonite (FeO(OH).xH2O)

 Magnetite (Fe3O4 atau FeO.Fe2O3)

 Rutile (TiO2)

 Ilmenite (FeTiO3)

 Pyrolusite (MnO2)

 Cuprite (Cu2O)

 Spinel (MgAl2O4)

 Chromite (FeCr2O3)

 Chrysoberyl (BeAl2O4)

 Uranite (UO2)

5. Mineral Hidroksida

 Brucite (Mg(OH2))

 Manganite (MnO(OH))

 Diaspore (AlO(OH))

 Goethite (FeO(OH))

 Limonite (FeO(OH).xH2O) 6. Mineral Karbonat

 Kalsit (CaCO3)

 Aragonite (CaCO3)

 Dolomite (CaMg(CO3)2)

 Azurite (Cu3(CO3)2 (OH)2)

 Magnesite (MgCO3)

 Siderite (FeCO3)

 Rhodochrosite (MnCO3)

 Smithsonite (ZnCO3)

 Strontianite (SrCO3)

 Cerussite (PbCO3)

 Malachite (Cu2CO3(OH)2) 7. Mineral Fosfat

 Apatite (Ca5(F,Cl,OH)(PO4)3)

 Phosphorite (Ca(PO4)2)

 Vivianite (Fe3(PO4)2.8H2O)

 Amblygonite ((Li,Na)AlPO4(F,OH)) 8. Mineral Nitrat

 Niter/natrium nitrat (NaNO3)

 Kalium nitrat (KNO3) 9. Mineral Sulfat

 Barite (BaSO4)

 Anhydrite (CaSO4)

 Gypsum (CaSO4.2H2O)

 Alunite (KAl3(OH)6(SO4)2)

 Anglesite (PbSO4) 10. Mineral Silikat

a. Non-ferromagnesium

o Calc-alkali feldspar (Ca/Na Feldspar)

 Anorthite (CaAl2Si2O8)

(11)

 Bytownite/Labradorite/A ndesine/Oligoclase/Albite (Ca,Na(Al2Si2O8))

o Alkali-feldspar (K,Na Feldspar)

 Orthoclase (KAlSi3O8)

 Sanidine ((K,Na)AlSi3O8)

 Microcline (KAlSi3O8)

 Anorthoclase (Na,K)AlSi3O8

o Mika putih

 Muscovite

(KAl2(AlSi3O10(F,OH)2) o Silika

 Quartz (SiO2)

 Chalcedony (SiO2)

 Opal (SiO2.xH2O) b. Ferromagnesium

Olivine/pyroxene/hornblende/bio tite ((Mg, Fe)2SiO4)

Referensi/Bacaan Lebih lanjut:

1. Earth: An introduction to physical geology (Edward Tarbuck, Frederick Lutgens) 2. Introduction to Physical Geology (Thompson & Turk)

3. Kristalografi-Mineralogi (D Sudradjat M, ITB) 4. Manual of Mineralogy (aftar James Dana) 5. Rocks and Minerals (DK Publishing) 6. Rocks and Minerals (Simon & Schusters)

Daftar Gambar:

1. http://www.geologyin.com/2014/11/crystal-structure-and-crystal-system.html 2. https://idaywibowo.files.wordpress.com/2011/09/habit.png

(12)

SOAL

1. Pernyataan di bawah yang tepat adalah….

a. Kalsit dapat menggores apatit

b. Ortoklas dapat menggores korundum c. Kuarsa dapat menggores gipsum d. Topaz dapat menggores intan e. Fluorit dapat menggores topaz

2. Sistem kristal yang dicirikan dengan sumbu-sumbu kristalnya tidak sama panjang namun saling tegak lurus adalah….

a. Isometrik b. Orthorombik c. Triklin d. Tetragonal e. Monoklin

3. Mineral yang bersifat paramagnetik di bawah ini adalah….

a. Albit b. Magnetit c. Pirhotit d. Ilmenit e. Hematit

4. Kalsit dan aragonit merupakan mineral yang memiliki komposisi kimia yang sama namun bentuk kristal yang berbeda. Hal ini dikenal sebagai….

a. Polimorf b. Metamorf c. Allomorf d. Pseudomorf e. Monomorf

5. Diantara mineral berikut yang tidak termasuk mineral opaque adalah….

a. Magnetit b. Hematit c. Rutile d. Kalsedon e. Galena

6. Mineral sulfida yang berbentuk kristal panjang (elongated) dan radial, berwarna gelap, dan membentuk kristal ortorombik adalah….

a. Kuarsa b. Galena c. Pirhotit d. Korundum e. Stibnit

(13)

7. Mineral umumnya dapat digunakan sebagai bahan pewarna dalam seni, khususnya pada lukisan-lukisan gua yang dibuat oleh Homo sapiens awal. Berikut adalah pasangan mineral dan warna yang tepat, kecuali…

a. Hematit-merah b. Rhodokrosit-kuning c. Kalsit-putih keruh d. Limonit-kuning

e. Umber-merah kecoklatan

8. Di bawah ini yang tidak termasuk mineral mika adalah….

a. Biotite b. Lepidolite c. Phlogopite d. Illite e. Sphalerite

9. Asosiasi mineral berikut yang dapat diekstrak untuk diambil aluminiumnya adalah….

a. Tridymite – kalsedon – opal b. Manganite – goethite – cristobalite c. Limonite – hematite – kaolinite d. Gibbsite - boehmite – diaspore e. Anhydrite – alunite – anglesite

10. Batuan beku yang bersifat asam umumnya memiliki kandungan mineral yang miskin unsur berat (Mg, Fe, dan mineral logam lainnya) dan berwarna terang. Oleh sebab itu, umumnya mineral yang dapat ditemukan dalam batuan beku asam adalah…

a. Olivin, muskovit, piroksen b. Olivin, piroksen, hornblende c. Kuarsa, muskovit, ortoklas d. Muskovit, anortit, olivin e. Hornblende, biotit, olivin

11. Yang bukan merupakan mineral yang umumnya digunakan sebagai perhiasan adalah….

a. Limonit b. Kecubung c. Kristobalit d. Opal e. Turqoise

12. Salah satu faktor pengontrol warna dari mineral adalah hadirnya unsur pengotor. Berikut ini pernyataan yang tidak tepat adalah….

a. Aquamarin merupakan beryl yang disusupi unsur Fe sehingga menjadi hijau-biru b. Morganit merupakan beryl yang disusupi unsur Mn sehingga menjadi merah c. Amethyst merupakan kuarsa yang disusupi unsur Ca sehingga menjadi ungu d. Rubi merupakan korundum yang disusupi unsur Cr sehingga menjadi merah e. Jadeit merupakan piroksen yang disusupi unsur Fe sehingga menjadi hijau daun 13. Mineral bersifat basa umumnya tersusun oleh…

a. Besi, silika, aluminium

b. Aluminium, magnesium, silika

(14)

c. Besi, magnesium, kalsium d. Silika, aluminium, besi

e. Kalsium, aluminium, magnesium

14. Berikut ini yang merupakan nama mineral adalah…

a. Dunit b. Halit c. Filit d. Granit e. Diorit

15. Di daerah Kalimantan, terdapat sekelompok warga yang bekerja sebagai pendulang sebuah mineral di sungai. Mineral ini dapat ditemukan berasosiasi dengan batuan beku berupa intrusi. Mineral ini adalah….

a. Kuarsa b. Topaz c. Emas d. Tembaga e. Kalsit

16. Dalam sebuah percobaan, sebuah mineral digores dengan jarum. Hasilnya, mineral tersebut tergores dengan jelas. Kemungkinan mineral tersebut adalah…

a. Gipsum b. Fluorit c. Kuarsa d. Topaz e. Ortoklas

17. Salah satu sifat mineral yang jarang dibahas adalah kemilau. Terdapat empat jenis sifat, yakni iridescence, adulerecence, chatoyancy, dan asterism. Salah satu mineral yang bersifat iridescence (berkilauan seperti pelangi dan menyilaukan) adalah….

a. Labradorit

b. Moonstone feldspar c. Kuarsa

d. Rubi e. Safir

18. Berikut ini pasangan mineral-mineral primer yang tepat adalah…

a. Magnetit, malakit, anglesit b. Olivin, magnetit, sodalit c. Azurit, anglesit, malakit d. Ortoklas, biotit, magnetit e. Sodalit, limonit, hematit

19. Suatu hari, Bu Intan memamerkan gelang emas yang baru dibelinya dari luar negeri. Seorang tetangganya yang ahli mineral melakukan pengecekan dan mendapatkan bahwa gelang tersebut bukanlah emas asli, melainkan suatu mineral sulfida yang memiliki kandungan besi.

Warna dan kilap dari mineral ini terlihat sama persis dengan emas, namun specific gravity- nya jauh lebih kecil. Mineral ini adalah…

a. Kalkosit

(15)

b. Pirit c. Tembaga d. Magnetit e. Limonit

20. Mineral yang mempunyai belahan 1 arah sempurna adalah….

a. Muskovit b. Kalsit c. Galena d. Kuarsa e. Pirit

21. Olivin merupakan mineral silikat dengan komposisi (Mg, Fe)2SiO4. Mg dan Fe merupakan unsur yang saling menggantikan dalam mineral ini. Mineral olivin yang mempunyai unsur Fe disebut…

a. Peridotit b. Dunit c. Forsterit d. Fayalit e. Augit

22. Mineral berikut memiliki kilap kaca (vitreous), kecuali…

a. Talk

b. Rhodokrosit c. Kuarsa d. Olivin e. Malakit

23. Mineral piroksen dapat dibagi menjadi dua jenis berdasarkan bentuk kristalnya, yakni klinopiroksen dan orthopiroksen. Bentuk kristal dari golongan ini berturut-turut adalah….

a. Triklin – monoklin b. Triklin – ortorombik c. Monoklin – triklin d. Monoklin – ortorombik e. Monoklin – ortogonal

24. Mineral mika yang dicirikan dengan warnanya yang hitam atau coklat gelap dan umumnya terdapat di batuan beku adalah….

a. Lepidolit b. Phloglopit c. Zinnwaldit d. Illite e. Biotite

25. Suatu mineral memiliki kilap kaca, kekerasan tujuh, tidak ada belahan, pecahan konkoidal, sifat transparan-translusen, maka mineral ini kemungkinan adalah…

a. Muskovit b. Peridotit c. Kuarsa d. Kalsit

(16)

e. Biotit

26. Mineral yang umumnya menyusun dinding-dinding gua, stalaktit dan stalagmit adalah….

a. Galena b. Kalsit c. Barit d. Hematit e. Pirit

27. Cangkang pada hewan-hewan laut umumnya tersusun atas sebuah mineral karbonat.

Setelah mati, biasanya mineral ini akan berubah bentuk menjadi mineral lain yang lebih stabil. Kedua pasangan mineral ini yang tepat sebelum dan sesudah mati adalah….

a. Limonit – hematit b. Hematit – limonit c. Kalsit – aragonit d. Aragonit – kalsit e. Tidak ada yang benar

28. Mineral yang dapat dijumpai dalam bentuk reniform (menyerupai ginjal) adalah…

a. Kalkopirit, tembaga b. Natrolit, epidot c. Gipsum

d. Magnetit, kuarsa e. Hematit, kalkopirit

29. Yang bukan merupakan istilah bentuk mineral adalah…

a. Masif b. Reniform c. Greasy d. Botryoidal e. Granular

30. Mineral limonit merupakan mineral hasil lapukan dari mineral pirit, namun bentuknya tetap mempertahankan bentuk pirit. Fenomena ini dikenal sebagai…

a. Animorfisme b. Isomorfisme c. Heteromorfisme d. Polimorfisme e. Pseudomorfisme

(17)

KISAH PERJALANAN MEDALIS

Dion Saputra (T.Informatika ITB 2016) – Bidang Matematika

Bismillah, kutulis cerita ini tak bermaksud sombong ataupun ria, hanya berbagi kata- kata yang kuharap menginspirasi. Namaku Dion Saputra. Aku mengenal dunia OSN semenjak SD lewat serentetan benang takdir tak terduga. Ceritanya dimulai dari penunjukkan sepihak diriku sebagai satu dari dua kontingen IPA tim kecamatan.Beberapa hari pelatihan, aku yang biasa-biasa saja di IPA merasa tidak terlalu menguasai materi-materi yang diberikan. H-4 OSK, tiba-tiba aku terniat untuk mencoba matematika. Kuberanikan diri berbicara kepada pelatihku untuk pindah bidang. Sontak tim pelatihnya bingung mengingat OSK tinggal menghitung hari. Akhirnya mereka sepakat mengadakan tes kecil-kecilan keesokan hari untuk kami berempat, pelatih matematika meminjamkanku sebuah buku untuk dibaca-baca jelang tes.

Aku mempelajari sungguh-sungguh referensi yang diberikan. Alhasil, keberuntungan menyertaiku, nilai tes matematikaku termasuk dua terbaik. Hahaa, sebenarnya hanya modal nekat yang mengantarkanku meraih pencapaian itu. Masih kuingat, salah satu soalnya menghitung 1+2+3+...+99+100. Temanku menghitung dengan rumus, aku menghitung satu- satu. Tapi tak apalah, itu cukup mengantarkanku menjadi kontingen matematika.

Hari-H OSK, kami dan pembimbingku baru tahu ternyata aturannya satu kecamatan hanya boleh mengirim satu orang perbidang. Pembimbing berbisik kepada kami berdua,

“Ibuk bakal berusaha agar kalian berdua bisa ikutan. Tapi semisal nggak bisa, salah satu kalian jangan berkecil hati.” Yah, hatiku sudah terlanjur mengecil duluan. Aku sadar diri, buku olimpiade matematika baru kubaca sekitar 4 hari yang lalu, sementara temanku yang satu ini katanya sudah dilatih 3 bulan. Kalau semisal hanya satu orang yang boleh ikut, tentu bukan aku.

Benang takdir belum putus disana. Tepat sekali satu kecamatan tidak hadir, pembimbing menyuruh kami berdua masuk menempati bangku yang tersisa tanpa mempedulikan diantara kami sebenarnya siapa yang legal dan siapa yang nyusup. Hahaa.

OSK berlangsung, lalu berakhir. Kuasa Tuhan, aku meraih juara pertama dan teman sekecamatanku di posisi kedua. Dengan begitu aku terpilih untuk OSP.

Waktu bergulir. Aku beruntung dibimbing oleh guru pembimbing yang baik hati banget. Beberapa hari dalam seminggu, beliau, yang mengajar di ibukota kecamatan, datang ke sekolahku di kampung petani yang lumayan jauh. Bela-belain ojek-ojekan di jalanan desa berlubang kampungku untuk membimbing persiapan OSP-ku. Orang tuaku juga senantiasa memberikan dukungan dan doa. Walau bapak-ibukku petani yang tak tahu-menahu faedah OSP yang bakal aku ikuti (terutama terkait efeknya terhadap peningkatan kuantitas panen musim itu), tapi pengorbanannya tak sedikit. Mulai dari tenaga, materi, hingga waktu yang dikorbankan untuk mengantarkanku ke fotokopian terdekat, 15 kilometer dari rumah. Kondisi itu tak menjadikanku surut, namun menjadi alasan kenapa aku harus berjuang lebih.

Hari-H check-in hotel OSP. Aku baru tahu kalau ada bangunan yang namanya hotel,

dikasih tahu bapak-ibukku yang lebih sering nonton sinetron. Katanya suasananya nyaman

banget, aku jadi tak sabaran. Namun, ada sedikit misscommunication antara pembimbingku

(18)

dengan pihak yang seharusnya mengantarkanku kesana. Saat itu hujan lebat, pembimbingku kebingungan tidak ada yang bakal mengantar, lantas menelepon kepala sekolahku. Di titian nada telepon, kepala sekolahku kedengarannya naik pitam mendengarkannya. Dalam hujan lebat itu, kepala sekolahku bermantel hujan dan diboncengi motor oleh suaminya yang mulai uzur datang ke tempat kami menunggui mobil yang tak datang-datang. Gemetar rasanya melihat kepala sekolahku marah-marah di hadapan kami karena terkesan muridnya ditelantarkan. Seketika beliau melarangku ikut OSP. Aku sedih, tapi tak tahu harus berbuat apa. Pembimbingku lemah lembut dan tak menyerah membujuk kepala sekolahku, hingga akhirnya dibolehkan. Kami tahu mobil itu tak akan datang. Kami terpaksa menerobos hujan menumpangi angkot ke hotel tersebut.

Malam pengumuman pemenang OSP. Perasaan minder memeluk tubuhku terutama melihat peserta lain yang terlihat lebih percaya diri. Mungkinkah anak desa sepertiku dipercaya membawa nama provinsi ke nasional? Malam itu Tuhan menjawabnya. Namaku dipanggil untuk menempati podium juara kedua OSP matematika. Dengan begitu, aku diamanahi satu dari tiga tiket kontingen matematika ke nasional. Alhamdulillah, OSN SD 2009. Perjuangan belum berakhir. Aku dan lima orang temanku yang lainnya mengikuti pelatihan jelang OSN yang lebih intensif.

OSN dimulai, hari pertama kurasa baik-baik saja. pembimbingku bilang namaku

masuk 30 besar nilai tes hari pertama (aku tidak mengerti bagaimana beliau tahu), aku harus

menjaga semangat buat besok agar dapat medali. Sayangnya, kondisi tubuhku tak

mengizinkan. Aku drop, lemas, sehingga menjadi tak bersemangat. Ujian hari kedua kurasa

berlangsung dengan sangat buruk. Aku terlempar dari 30 besar itu, tak dapat medali, sedih

banget. Namun, kudapatkan sesuatu yang lebih berharga dari sekadar logam mulia yang

dikalungkan itu. Pengalaman dan relasi dengan orang-orang luar biasa yang kutemui

sepanjang perjalanan hingga OSN, yang langkah demi langkah membantuku meniti jalan dari

sebuah perkampungan petani kecil -- sebagiannya belum teraliri listrik, minim sinyal, dan

fotokopian terdekatnya 15km --, lalu meninggalkannya untuk menerima beasiswa di SMA

kenamaan di ibukota provinsi, menjadi finalis OSN Matematika SMA 2014 dan perunggu

OSN Matematika SMA 2015, hingga akhirnya diberi kesempatan berkuliah di Teknik

Informatika ITB.

(19)

“Kemauan dan Kerja Keras Mengalahkan Keterbatasan”

Referensi

Dokumen terkait

Relai aruslebih waktu-terbalik untuk mcnrbebaskan gangguan antara fasa dan fasa-tanah; Relai penutupbalik untuk memulihkan sistenr dari ganggua'l-gang,guan yang bersifat

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat kemampuan dasar memukul lob dengan kategori sangat tinggi sebesar 2 ( 10%), tinggi sebesar 3 (15%), sedang sebesar 8 (40%), rendah

Network monitoring activity is needed to help administrator to manage the network. The technology development of smartphone which is based on Android can support

[r]

Perancangan yang dilakukan di SMKN 4 Bandung akan digunakan untuk menyelaraskan, merencanakan dan mengatur proses bisnis yang ada di sekolah ke dalam praktik tata

Model fungsi transfer adalah model runtun waktu yang menggambarkan bahwa nilai prediksi masa depan dari suatu runtun waktu yang disebut deret output atau Y t adalah berdasarkan

Pengambilan suatu keputusan dalam suatu organisasi merupakan suatu kebutuhan strategis untuk menunjang organisasi tersebut menuju tujuan dan target serta menjaga haluan

Dari beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa pemecahan masalah adalah suatu cara yang digunakan untuk menyelesaikan masalah yang tidak dapat