42
STRATEGI PEMASARAN EKSPOR DALAM MEMASUKI PASAR GLOBAL
Winda Suciani Siregara, Septiana Sara Lubisb, Haris Muda H. Pasaribuc, Andriyan Syahputrad, Suhairie
(a,b,c,d,e)
Program Studi Manajemen, UIN Sumatera Utara
[email protected]a, [email protected]b, [email protected]c, [email protected]d, [email protected]e
Abstract
The development of technology, information and communication resulted in the globalization of the world which took place rapidly and dynamically. Globalization brings changes in various everyday problems such as social, monetary, and cultural. Especially in the economic field which has big consequences for changes in the governance of business cooperation and competition as well as the tasks of governments in various worlds.
Therefore, this requires business people to continue to innovate in the face of increasingly fierce competition, because competition does not only come from local business competition but has penetrated into world associations. The component that drives this paper is to observe the marketing strategies used by companies to assist export activities. The method used in writing this scientific paper is to use the literature study method. Where researchers look for discussion material from the internet and books in the library. Through this research, it is expected to be able to identify problems or obstacles from the marketing strategy used as well as alternative solutions to existing problems to achieve an improvement in performance towards a better direction.
Keywords: marketing strategy, export activities, global market
Abstrak
Perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi mengakibatkan terjadinya globalisasi dunia yang berlangsung cepat dan dinamis. Globalisasi membawa perubahan di berbagai persoalan sehari-hari seperti sosial, moneter, dan budaya. Terutama dalam bidang ekonomi yang memiliki konsekuensi besar untuk perubahan tata kelola kerja sama dan persaingan bisnis serta tugas pemerintah di berbagai penjuru dunia. Oleh karena itu, hal ini menuntut para pebisnis untuk terus melakukan inovasi dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, karena persaingan tidak hanya datang dari persaingan bisnis lokal tetapi telah merambah ke asosiasi dunia. Adapun komponen yang mendorong tulisan ini adalah untuk mengamati strategi pemasaran yang digunakan oleh sebuah perusahaan untuk membantu kegiatan ekspor. Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah dengan menggunakan metode studi kepustakaan. Dimana peneliti mencari bahan diskusi dari internet dan buku-buku yang ada di perpustakaan. Melalui penelitian ini diharapkan dapat diidentifikasi permasalahan atau hambatan dari strategi pemasaran yang dipakai serta alternatif pemecahan masalah yang ada untuk mencapai suatu perbaikan kinerja ke arah yang lebih baik
43 Kata Kunci : strategi pemasaran, kegiatan ekspor, pasar global
42 I. PENDAHULUAN
Adanya kegiatan perdagangan ekspor dan impor memiliki keuntungan besar untuk semua pengusaha, pemerintah maupun masyarakat luas. Transaksi ekspor adalah perdagangan dengan cara mengeluarkan barang dari dalam ke luar wilayah pabean Indonesia dan memenuhi ketentuan yang berlaku. Untuk perbaikan ekonomi Indonesia, perdagangan ekspor impor ini mungkin akan menjadi tindakan super finansial. Dalam kekuatan situasi moneter dunia yang mengerikan, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia yang diandalkan untuk mendorong pencarian sumber mata uang asing, termasuk memperluas perdagangan ekspor impor dan menghancurkan penggunaan devisa asing dengan membatasi pekerjaan impor. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam perdagangan internasional adalah: struktur legislatif reguler, tindakan hukum yang sesuai, berbagai jenis penggunaan uang yang terkait, jarak yang cukup kritis, pembatasan dan perlindungan perdagangan, dan keadaan atau diferensiasi yang tidak bersahabat.
Bagaimanapun, semakin mudahnya metode perdagangan asing membuat hambatan bisnis ini semakin dekat, sehingga setiap perusahaani harus secara andal memeriksa kembali strategi organisasi mereka secara umum dan produktif, terutama dengan ekonomi dunia yang berubah dengan cepat saat ini. Hal ini secara eksplisit dipengaruhi oleh pemikiran pembeli yang tidak tergoyahkan. Agar perusahaan dapat mengikuti perkembangan ini, maka diperlukan kerja keras agar perusahaan dapat menyelesaikan tanggung jawabnya dengan baik dan sesuai dengan keadaan perusahaani dan pasar modal.
Oleh karena itu, perusahaan harus menyelesaikan kemajuan dengan filosofi yang tepat untuk memenuhi target praktis.
Kegiatan promosi harus sesuai dengan keadaan perusahaan. Di mana jumlah sumber daya yang tersedia harus dipertimbangkan
terhadap seberapa banyak manfaat yang dapat dibuat dengan praktik waktu terbatas yang diselesaikan oleh perusahaan.
Sebagaimana dipahami bahwa keadaan dunia usaha bersifat dinamis, yang selalu menghadapi perubahan yang terjadi setiap saat dan ada keterkaitan antara satu dengan yang lain. Dengan demikian, strategi pemasaran memiliki dampak yang signifikan bagi keberhasilan perusahaan pada umumnya dan bidang pemasaran pada khususnya.
Selain itu, strategi pemasaran yang diterapkan harus dinilai dan dibuat sesuai dengan peningkatan pasar dan lingkungan pasar. Dengan demikian, strategi pemasaran harus memiliki pilihan untuk memberikan gambaran yang masuk akal dan terpadu tentang apa yang perusahaan lakukan untuk melompati semua peluang atau campuran dari beberapa area bisnis yang objektif.
Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini ingin mengetahui strategi pemasaran yang dilakukan oleh perusahaani dan bagaimana tahapan yang dilakukan dalam pemasaran. Studi Ini ingin mengangkatnya menjadi pokok permasalahan dalam penelitian yang berjudul
”STRATEGI PEMASARAN EKSPOR
DALAM MEMASUKI PASAR
INTERNASIONAL”
II. LANDASAN TEORI A. Pemasaran
Melakukan perdagangan asing pada dasarnya berarti mempersiapkan batas -batas pemasaran di tingkat internasional dunia.
Salah satu komponen yang ingin dikomunikasikan di sini adalah bahwa dalam perdagangan internasional, produsen dan pembeli dipisahkan satu sama lain oleh negara (hubungan luar negeri). Sejalan dengan ini, penting untuk mengikuti cara yang benar dan menyimpulkan saluran mana yang digunakan untuk menghubungkan hubungan antara pencipta menurut satu sudut pandang dan pembeli atau pelanggan di sisi lain untuk mencapai tujuan.
43 1. Pengertian Pemasaran
Menurut Drs. Panglaykim/Drs. Hazil, marketing adalah pelaksanaan dari kegiatan usaha dan niaga yang diarahkan kepada dan bersangkutan dengan mengalirnya barang- barang dan jasa – jasa dari pihak produsen sampai kepada konsumen atau pemakai.
Menurut Earl S. Fullbrook, pemasaran adalah serangkian kegiatan yang dilakukan pengusaha dalam menyampaikan suatu komoditi maupun jasa dari produsen kepada konsumen.
American Marketing Association 1960, mengartikan pemasaran sebagai berikut: Pemasaran adalah pelaksanaan dunia usaha yang mengarahkan arus barang-barang dan jasa-jasa dari produsen ke konsumen atau pihak pemakai. Defenisi ini hanya menekankan aspek distribusi ketimbang kegiatan pemasaran. Sedangkan fungsi- fungsi lain tidak diperlihatkan, sehingga kita tidak memperoleh gambaran yang jelas dan lengkap tentang pemasaran.
Dengan demikian pengertian dari pemasaran ekspor yaitu kerangka pikir untuk mengembangkan dan mempertimbangkan berbagai pilihan bisnis dalam menentukan kombinasi pasar dan produk paling potensial untuk mencapai tujuan ekspor. Ada tiga hambatan pokok dalam pemasaran komoditi ( Amir MS, 2005 : 48 ), yaitu :
a) Daya saing rendah dalam biaya transportasi dan waktu, karena dana investasi biaya besar dan kecenderungan pekerjaan administrasi untuk pengumpulan mekanik.
b) Daya saing sering dianggap sebagai masalah dalam (lebih kecil dari biasanya) bagi eksportir meskipun faktanya itu adalah masalah publik yang tidak dapat ditangani sendiri oleh pengelola uang
c) Saluran pemasaran tidak berkembang di luar negeri, karena Wisma Dagang (Multi Item Vendor) tidak dibuat.
2. Pasar Sasaran ( Negara Tujuan Ekspor )
Hingga saat ini, terdapat tanda-tanda bahwa semakin banyak eksportir yang memilih pasar tujuan mereka, hal ini karena mereka memahami bahwa pada dasarnya mereka tidak dapat melayani semua pembeli di pasar tersebut. Pembeli (pedagang) yang tak terhitung jumlahnya, sangat tersebar dan tersebar dan bergerak dicari untuk kebutuhan dan kebutuhan mereka. Jadi pentingnya pasar asli adalah pasar yang terdiri dari pembeli potensial dengan kebutuhan atau kebutuhan khusus yang mungkin atau dapat berpartisipasi dalam pertukaran, untuk memenuhi prasyarat atau keinginan tersebut.
Karena pelanggan sangat heterogen, asosiasi perlu membagi pasar menjadi beberapa fragmen pasar, kemudian, pada saat itu, sekitar saat itu, pilih dan tetapkan segmen pasar tertentu sebagai tujuan.
Dengan ini, asosiasi dibantu untuk meningkatkan pembukaan pasar yang terpisah, sehingga asosiasi dapat mengembangkan produk yang tepat, dapat menetapkan saluran penyebaran dan promosi yang tepat dan mampu, dan memiliki pilihan untuk mengubah biaya pekerjaan dan item yang diperkenalkan untuk setiap target pasar.
Dalam menerapkan pasar sasaran, terdapat tiga langkah pokok yang harus diperhatikan, yaitu:
a. Segmentasi Pasar
b. Penetapan Pasar Sasaran c. Penempatan Produk
Tabel 1.1
Langkah langkah Segmentasi Pasar, Penetapan Pasar Sasaran, dan Penempatan
Pasar Segmentasi
Pasar
Menetapkan Pasar Sasaran
Penempatan Produk Identifikasi
dasar-dasar segmentasi pasar.
Mengemban gkan metode penilaian atas daya tarik
Merumuskan penempatan produk pada masing-
44 segmen masing
segmen yang dipilih
sebagai sasaran Mengemban
gkan profit setiap
segmen
Memilih segmen yang akan
dimasuki
Mengemban gkan bauran pemasaran bagi setiap segmen yang dipilih
sebagai sasaran Sumber : Basu Swastha D.H. MBA, Manajemen pemasaran Modern 1990
3. Saluran Pemasaran Ekspor
Kita dapat melakukan sendiri pemasaran produk ke luar negeri, karenanya disebut dengan pemasaran langsung.
Meskipun demikian, kegiatan ekspor tersebut juga dapat dilakukan melalui delegasi atau melalui perusahaan lain. Ada berbagai macam komponen bisnis yang bergerak dalam dengan perdagangan ekspor (Amir MS, 2004: 78), yaitu :
a) Confirming House/Export Commission House /Export Indent House
b) Export Merchant c) Trading House d) Export Agent e) Producer Exporter f) Joint Marketing Board g) Joint Venture Company h) Counter Trade
B. Kegiatan Ekspor
Ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean dan mengirimkannya ke luar negeri sesuai dengan ketentuan hukum informal dan mengharapkan pembayaran berupa valuta asing.
Adapun tujuan ekspor menurut (Amir M.S, 2004:101), khususnya:
1. Meningkatkan keuntungan/manfaat hierarkis melalui peningkatan pasar
secara signifikan lebih untuk mendapatkan biaya penjualan yang lebih tinggi.
2. Memulai bidang usaha baru di luar negeri sebagai peningkatan pasar dalam negeri (membuka pasar barang).
3. Memanfaatkan kelebihan yang disajikan (latent breaking point).
4. Menjadi akrab dengan pesaing di pasar planet sehingga mereka siap dalam tantangan yang menakjubkan dan berusaha untuk tidak diklasifikasikan sebagai “jago kandang”.
5. Pengembangan dan kemajuan data.
1) Para Pelaku Perdagangan Internasional
Adapun beberapa pelaku yang terlibat dalam perdagangan internasional antara lain:
a. Eksportir b. Importir c. Produsen d. Perbankan
e. Usaha Jasa Transportasi (Freight Forwader)
f. Perusahaan Asuransi g. Perusahaan Pelayaran
h. Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang
i. Para pelaku perdagangan internasional lain yang mendukung kegiatan ekspor – impor.
2) Proses Pembayaran Ekspor
Secara garis besar, ada dua metode untuk melakukan pembayaran dalam kegiatan ekspor yaitu teknik letter of credit (L/C) dan non-letter of credit, sesuai data di situs Direktorat Jenderal Pengembangan Produk Publik.
Pertama, teknik letter of credit (L/C), yang menyiratkan bahwa jaminan angsuran diberikan oleh bank. Laporan angsuran ini dikirim ke pengirim untuk membayar sejumlah uang tertentu, yang telah disepakati sebelumnya. Kelebihan dari teknik L/C untuk angsuran adalah adanya jaminan angsuran dari bank selama catatan yang
45 dikirimkan sesuai dengan L/C. Sementara
itu, bagi para pedagang, juga ada jaminan bahwa barang dagangan yang didapat sesuai dengan pemahaman sebelumnya.
Kedua, teknik non-letter of credit.
Dengan teknik cicilan jenis kedua, ada berbagai strategi yang bisa digunakan, antara lain:
a. Cara pembayaran di muka (advance payment)
b. Rekening terbuka (open account) c. Konsinyasi (coconsignment) d. Document against payment (D/P) e. Document against acceptance (D/A).
3) Dokumen-Dokumen Ekspor
Dalam kerangka pembayaran ekspor ini juga menggunakan beberapa dokumen untuk membantu kelancaran sistem pembayarannya, adapun jenis dokumen pembayaran ekspor tersebut antara lain :
a. Letter Of Credit (L/C)
b. Pemberitahuan Ekspor Barang ( PEB )
c. Invoice
d. Bill of Lading (B/L) e. Airway Bill
f. Surat Keterangan Asal (SKA) g. Packing List
h. Inspection Certificate i. Certificate of Quality
j. Marine and Air Insurance Certificate k. Sanitary, Health and Veterinary
Certificate
l. Dokumen – dokumen lain yang berkaitan dalam mendukung kegiatan ekpsor.
C. Pasar Global
Pasar global dalah pasar keseluruhan yang tersedia untuk semua pelaku bisnis.
Pasar global telah mengalami kemajuan pesat akhir-akhir ini karena beberapa faktor, termasuk: Semakin banyak individu yang pergi antar negara yang langsung menjadi pembeli di seluruh dunia, semakin banyak transportasi antar negara yang bekerja dengan alokasi barang Pertukaran dunia berkembang ekspansi sesuai dengan minat
pasar yang berkembang. Semakin majunya pasar global maka akan mendorong lebih banyak kebebasan untuk sebuah perusahaan di pasar dunia. Beberapa kebebasan tersebut antara lain :
1. Perusahaan dapat membuka jalur produksi di negara lain dengan pekerja gaji rendah.
2. Perusahaan mungkin membuka tempat kerja cabang dan fasilitas industri cabang di beberapa negara di seluruh dunia untuk membuat apropriasi lebih mudah dan lebih murah.
3. Perusahaan bisa mendapatkan pembeli yang lebih objektif dengan mempresentasikan item mereka di negara yang berbeda dengan lebih potensial.
Sesuai dengan peluang yang didapat, pasar global juga memiliki risiko tinggi dan tidak sedikit. Banyak rintangan dan hambatan akan terlihat oleh para pelakunya bisis di pasar global, termasuk:
1. Kontras dan selera sosial. Barang yang laris manis di suatu negara bisa jadi tidak memikat oleh imajinasi untuk individu di negara yang berbeda.
2. Kontras dalam daya beli individu.
Barang-barang yang dijual melalui ekonomi tak terbatas memiliki biaya yang terlalu tinggi atau rendah di negara tujuan, maka, pada saat itu, semua hal dipertimbangkan, item tidak akan mendapatkan banyak pembeli.
3. Peraturan nasional. Barang yang sangat diminati oleh individu suatu bangsa, bisa jadi tidak dapat ditawarkan ke negara lain dengan asumsi negara itu memiliki peraturan khusus yang membatasinya.
III. METODE PENELITIAN
Metode penelitian mengemukakan secara teknis tentang metode-metode yang digunakan dalam penelitian. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan yang
46 mengandalkan data-data dari perpustakaan,
sehingga bentuk penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Studi kepustakaan melalui buku, jurnal ilmiah, internet dan artikel.
Untuk memperoleh data dalam proses penelitian dapat mengandalkan dokumentasi dan teori dari berbagai literatur, sehingga objek penelitian ini adalah dokumen, informasi media dan literatur yang membahas mengenai strategi pemasaran ekspor dalam memasuki pasar global. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder yang mana memanfaatkan dari data dokumentasi dan arsip-arsip lain yang terkait dengan permasalahan yang peneliti teliti (Moleong, 2018). Pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi serta referensi. Untuk menganalisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif yaitu suatu cara yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas dengan metode deduktif dan induktif.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam pembahasan ini akan dijelaskan secara mendalam tentang strategi pemasaran ekspor yang berperan penting dalam memasuki pasar global yang harus dikonsentrasikan lebih mendalam untuk mendapatkan keuntungan bagi perusahaan tersebut meliputi :
1) Menentukan Negara Tujuan
Langkah awal sebelum melakukan ekspor adalah dengan memilih negara tujuan.
Perusahaan harus melakukan analisa karakter juga budaya masyarakat negara tujuan untuk mengetahui kebutuhan analisis pasar dan target marketnya.
2) Mebuat Perencanaan Ekspor
Salah satu hal penting yang harus disiapkan oleh eksportir adalah membuat perencanaan ekspor. Ini harus dilakukan secara mendalam dan hati-hati untuk
memudahkan aktivitas ekspor nantinya. Ada beberapa hal yang harus dibuat dan dibicarakan sebelumnya dengan calon importir, khususnya:
a. Produk yang akan di ekspor b. Penentuan klasifikasi produk c. Negara tujuan ekspor
d. Jalur pengiriman barang e. Pengepakan produk f. Fumigasi (bebas nama) g. Penentuan jadwal ekspor
h. Menyiapkan surat keterangan asal (SKA)
i. Menyiapkan surat pemberitahuan ekspor (PEB)
3) Mendaftarkan Website Bisnis ke dalam Portal Bisnis Internasional Salah satu upaya yang dapat dilakukan eksportir dalam kegiatan eskpornya yaitu memanfaatkan teknologi, dengan memanfaatkan portal bisnis internasional ini. Dengan mendaftarkan bisnis di portal bisnis internasional, maka peluang pembeli dari negara lain akan semakin luas. Contoh portal bisnis tersebut termasuk Amazon.
4) Menyiapkan Dokumen Ekspor
Sebelum melakukan ekspor barang, pelaku usaha juga harus menyiapkan dan memiliki sejumlah dokumen penting penunjang pengiriman barang tersebut, berupa:
a) Packing List atau dokumen dari pengirim yang isinya informasi juga spesifikasi barang, seperti:
Nomor packing list
Tanggal packing list dibuat
Data lengkap eksportir dan importir
Nomor PO
Nama lengkap barang
Jumlah barang
Berat kotor dan berat bersih barang b) Commercial Invoice yaiitu informasi
data barang juga nilai barang tersebut dalam mata uang asing sesuai dengan negara tujuan, yang berisi:
Nomor invoice
47
Data lengkap eksportir dan importir
Nomor PO
Nama barang,
Jumlah barang
Harga barang per unit dan harga total c) Bukti Bayar Bea Keluar yaitu dokumen penting yang harus dimiliki agar barang bisa dikirim ke luar negeri. Beberapa hal yang menjadi pendukung proses ini adalah:
Pengajuan PEB telah disetujui dengan adanya dokumen Persetujuan Ekspor atau PE.
Pembayaran atas bea keluar sesuai tarif yang tertera dalam dokumen pemberitahuan ekspor barang.
5) Memperhatikan Standar Mutu Produk Sebelum mengekspor barang ke luar negeri, kita sebagai pelaku bisnis harus terlebih dahulu memperhatikan kualitas barang dagangan sampai mendapat persetujuan negara tujuan esuai dengan aturan kualitas di pasar dunia. Masalah ini sering dihadapi oleh para pelaku bisnis, karena barang yang mereka tawarkan tidak sesuai dengan standar kualitas negara tujuan barang. Oleh karena itu, pastikan barang dagangan yang akan diekspor berkualitas tinggi dan mendapatkan izin industri dari pihak terkait. Ini penting agar barang yang akan diekspor tidak mengalami penolakan dari negara tujuan.
6) Menjaga Konsistensi Pasokan Produk Selain memusatkan perhatian pada ide produk yang dikirimkan, pelaku bisnis juga harus memiliki pilihan untuk menjaga pasokan produk yang konsisten dan memperluas kapasitas produksi untuk mengatasi masalah pasar barang yang sedang berkembang. Komponen ini sangat penting, mengingat pengiriman barang yang lambat dan penurunan sifat barang karena pesanan yang terlalu besar hanya akan menimbulkan kekecewaan baru dari pembeli di negara tetangga.
7) Memahami Aturan Ekspor-Impor
Salah satu masalah yang sering dihadapi para pelaku bisnis adalah tidak adanya pemahaman tentang beberapa aturan ekspor-impor baik di negara asal (Indonesia) dan pilihan impor di negara tetangga yang merupakan pasar tujuan perusahaan.
Peraturan tersebut perlu diketahui agar perusahaan mengetahui sekiranya barang apa saja yang boleh dan tidak boleh diekspor ke negara tujuan. Jadi perusahaan tidak salah memilih calon pembeli dan dapat melakukan upaya terkoordinasi pengiriman-impor dengan mudah.
8) Mengetahui Prosedur Teknis Ekspor Setelah mengetahui aturan ekspor- impor yang berlaku di kedua negara tersebut, maka selanjutnya perusahaan perlu mengetahui prosedur tertentu yang perlu dilakukan eksportir. Mulai dari prosedur administrasi yang harus diselesaikan, prosedur bea cukai, peralatan dan perlengkapan, serta prosedur pembayaran yang biasa digunakan dalam pelaksanaan ekspor impor. Poin ini harus dipertimbangkan dengan cermat oleh perusahaan, karena ketidaktahuan para pelaku bisnis tentang prosedur teknis bisa menjadi salah satu penghalang signifikan bagi mereka untuk memasuki pasar global.
V. KESIMPULAN
Dari serangkaian pembahasan yang telah dipaparkan sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan bahwasanya dalam memasuki pasar global sangat diperlukan sebuah strategi pemasaran ekspor antara lain menetapkan negara tujuan, membuat perencanaan ekspor, mendaftarkan website bisnis ke dalam portal bisnis internasional, menyiapkan dokumen ekspor, memperhatikan standar mutu produk, menjaga konsistensi pasokan produk, memahami aturan ekspor-impor, serta mengetahui prosedur teknis ekspor. Dengan menerapkan strategi pemasaran ekspor tersebut maka sebuah perusahaan akan cepat maju dan berkembang dalam menjalankan bisnisnya di pasar global.
48 DAFTAR PUSTAKA
Amir MS. 2004. Strategi Memasuki Pasar Ekspor. Penerbit: PPM, Jakarta.
https://bisnisukm.com/cara-pemasaran- efektif-dalam-kegiatan-ekspor.html https://www.harmony.co.id/blog/10-cara-
pemasaran-bisnis-ekspor-yang-dapat- anda-terapkan
Philip Kolter dan Kevin Lane Keller, Manajemen Pemasaran, Jakarta:
Erlangga, 2018.
Swastha, Basu. 1990. Manajemen Pemsaran.
Penerbit : Liberty,Yogyakarta
Zed, M. 2014. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka
Obor Indonesia.