• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "3. METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

16

Universitas Kristen Petra

3. METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian asosiatif, dimana penelitian asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan menggambarkan dan menguji hipotesis hubungan dua variabel atau lebih (Sugiyono, 2017). Selain itu, penelitian ini juga merupakan penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2017), metode kuantitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu dengan tujuan untuk menggambarkan dan menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh family, peer, financial literacy dengan varibel mediasi financial attitude terhadap saving behavior generasi Z.

3.2 Gambaran Populasi dan Sampel 3.2.1 Populasi

Menurut Sugiyono (2017), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Populasi yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah generasi Z.

3.2.2 Sampel

Menurut Sugiyono (2017), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah anggota generasi Z.

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini diambil dengan teknik Snowball Sampling. Menurut Sugiyono (2017), teknik Snowball Sampling digunakan pada penelitian ini dikarenakan pemilihan sampel dilakukan melalui orang perseorangan yang secara bertahap menghasilkan jumlah sampel yang diinginkan. Untuk menentukan jumlah sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan rumus Lemeshow karena jumlah populasi penelitian tidak diketahui. Rumus Lemeshow sebagai berikut:

(2)

17

Universitas Kristen Petra

𝑛 = 𝑝𝑞

(1,96𝐸 )2

3.1

𝑛 = 0,5(1 − 0,5) (0,1

1,96)

2

n = 96,04 100

3.3 Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer.

Menurut Sarwono (2006) data primer adalah data yang berasal dari sumber pertama dan tidak tersedia dalam bentuk file. Data ini diperoleh melalui narasumber atau responden, yaitu orang yang dijadikan objek penelitian sesuai dengan kriteria yang diinginkan peneliti. Kriteria generasi Z yang digunakan pada penelitian ini adalah anggota generasi Z yang terlahir di rentang tahun 1995-2010. Data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui tanggapan dari responden terhadap pernyataan- pernyataan dalam kuesioner.

3.4 Metode dan Prosedur Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuisioner. Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2017). Pernyataan tertutup adalah pernyataan yang mengharapkan jawaban singkat atau mengharapkan responden untuk memilih salah satu alternatif jawaban dari setiap pernyataan yang telah tersedia. Dalam penelitian ini peneliti akan membagikan kuisioner kepada responden menggunakan google form.

3.5 Definisi Operasional Variabel 3.5.1 Variabel Laten Eksogen

A. Konsep : Family Influence

Definisi operasional : Interaksi dari anggota keluarga yang dapat mempengaruhi pola pikir dan sikap yang akan diambil terkait saving behavior

(3)

18

Universitas Kristen Petra

(Schermerhorn and Cummings, 2008).

Indikator empirik : 8 butir pernyataan yang mengukur tentang peran orang tua terhadap saving behavior merujuk kepada Ariffin, Sulong, dan Abdullah (2017).

B. Konsep : Peer Influence

Definisi operasional : Pengaruh teman sebaya yang dapat mempengaruhi kondisi pikiran, cara berfikir dan perilaku yang berbentuk salah satunya saving behavior (Bristol & Mangleburg, 2004)

Indikator Empirik : 5 butir pernyataan yang mengukur tentang peran teman sebaya terhadap saving behavior merujuk kepada Ariffin, Sulong, & Abdullah (2017).

C. Konsep : Financial Literacy

Definisi operasional : Pengetahuan yang dimiliki untuk pengambilan keputusan mengenai keuangan yang pada kemudian hari menjadi faktor pembentuk saving behavior.

Indikator empirik : 6 butir pernyataan yang mengukur tentang peran pengetahuan keuangan yang menjadi salah satu faktor pembentuk saving behavior seseorang merujuk kepada Ariffin, Sulong,

& Abdullah (2017).

3.5.2 Variabel Mediasi

A. Konsep : Financial Attitude

Definisi operasional : Sebuah sikap yang mengacu pada bagaimana individu mengerti masalah keuangan pribadi yang mempengaruhi saving beahavior individu tersebut.

Indikator empirik : 7 butir pernyataan yang mengukur tentang

(4)

19

Universitas Kristen Petra

pengaruh sikap keuangan terhadap saving behavior merujuk kepada Ibrahim dan Alqaydi (2013).

3.5.3 Variabel Laten Endogen

A. Konsep : Saving Behaviour

Definisi operasional : Sebagai proses pengambilan keputusan menyimpan uang atau menabung secara rutin demi tujuan keuangan tertentu (Lewis, Webley, & Furnham, 1995)

Indikator empirik : 8 butir pernyataan yang mengukur pengaruh saving behavior merujuk kepada (Ariffin, Sulong, & Abdullah, 2017).

3.6 Teknik Analisa Data

Pada penelitian ini teknik analisa data yang digunakan adalah metode PLS.

Data dikumpulkan melalui penyebaran kuisoner berisi sejumlah pernyataan yang diukur dengan skala likert 5 poin, dimana point 1= sangat tidak setuju, 2= tidak setuju, 3= netral, 4= setuju, dan 5= sangat setuju. Setelah data terkumpul selanjutnya akan diolah dan dianalisis sebelum penarikan kesimpulan. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan Structural Equation Model (SEM) dengan menggunakan path diagram agar memungkinkan semua observed variable sesuai dengan model teori yang dibangun. Analisa ini menggunakan aplikasi Smart-PLS.

Langkah-langkah PLS:

1. Mengkonsturksi diagram path

(5)

20

Universitas Kristen Petra

Gambar 3.1 Diagram Path 2. Evaluasi Goodness of Fit Outer Model

Validitas dan reliabilitas dapat diuji dengan menggunakan evaluasi goodness of fit outer model ini. Evaluasi ini dapat digunakan untuk menguji validitas dan reliabilitas penelitian. Instrumen dinyatakan sudah valid apabila dapat mengukur dan mengungkapkan apa yang diinginkan dari data variabel yang diteliti secara tepat dan benar. Evaluasi untuk model pengukuran dapat dilakukan melalui:

a. Convergent Validity

Convergent validity digunakan untuk mengukur dalam menentukan apakah setiap indikator yang diestimasi dari konsep yang diukur secara valid. Jika skala pengukuran nilai loading lebih besar dari 0,5 maka dapat dikatakan signifikan (Abdillah & Jogiyanto, 2015),

(6)

21

Universitas Kristen Petra b. Discriminant Validity

Discriminant validity digunakan untuk membuktikan bahwa pengukur- pengukur konstruk tidak memiliki korelasi. Discriminnat validity diukur dan dinilai berdasarkan nilai average variance extracted (AVE), dimana nilai AVE harus lebih besar dari 0,5. Jika nilai AVE dibawah 0,5 namun composite reliability lebih tinggi dari 0,6 maka konstruk convergent validity masih memenuhi syarat (Fornell &

Larcker, 1981).

c. Composite Reliability

Composite reliability merupakan derajat yang mengindikasikan common laten (unobserved), sehingga Composite reliability dapat mengukur indikator blok yang mengukur konsistensi internal dan indikator pembentukan konstruk. Nilai batas tingkat composite reliability adalah 0,7, jika nilainya diatas 0.7 maka dianggap diterima.

3. Evaluasi Goodness of Fit Inner Model

Inner model dapat diuji dan dievaluasi dengan melihat nilai stabilitas dari estimasi yang dinilai dengan menggunakan pengujian T-statistik dan pengaruh positif dan negatif dilihat dari original sample (O) yang didapat lewat prosedur bootstrapping. Evaluasi goodness of fit dapat dilihat dari inner model dan dievaluasi dengan menggunakan R-square untuk variabel laten endogen dengan interprestasi yang sama dengan referensi, sedangkan untuk model konstruk digunakan Q-square predictive relevance, Q- square dapat mengukur seberapa baik nilai observasi dihasilkan oleh model dan juta estimasi parameternya. Jika Q-square lebih besar dari 0 (> 0) berarti hal tersebut menunjukkan bahwa model memiliki predictive relevance. Perhitungan Q-square lebih kecil dari 0 (< 0) berarti hal tersebut menunjukkan bahwa model kurang memiliki predictive relevance. Perhitungan Q- square dapat dilakukan dengan rumus :

Q2 = (1-(1-R21)(1-R22)…(1-R2p) 3. 1

Dimana :

R21, R22, R2p = R-square variabel endogen model dalam persamaan.

(7)

22

Universitas Kristen Petra

4. Uji Hipotesis

H0 : β1 = 0, variabel peer influence tidak berpengaruh signifikan terhadap saving behavior generasi Z.

H1 : β1 ≠ 0, variabel peer influence berpengaruh signifikan terhadap saving behavior generasi Z.

H0 : β2 = 0, variabel family influence tidak berpengaruh signifikan terhadap saving behavior generasi Z.

H1 : β2 ≠ 0, variabel family influence berpengaruh signifikan terhadap saving behavior generasi Z.

H0 : β3 = 0, variabel financial literacy tidak berpengaruh signifikan terhadap saving behavior generasi Z.

H1 : β3 ≠ 0, variabel financial literacy berpengaruh signifikan terhadap saving behavior generasi Z.

H0 : β4 = 0, variabel financial literacy dengan mediasi financial attitude tidak berpengaruh signifikan terhadap saving behavior generasi Z.

H1 : β4 ≠ 0, variabel financial literacy dengan mediasi financial attitude berpengaruh signifikan terhadap saving behavior generasi Z.

Dalam penelitian ini, tingkat signifikansi (α) yang digunakan adalah 5%. Menurut Hair, Black, Babin, Aderson & Tatham (2010) dasar pengambilan keputusan dengan α = 5% adalah sebagai berikut:

• Apabila t-value < 1,96, maka tolak H0

• Apabila t-value ≥1,96, maka gagal tolak H0

Gambar

Gambar 3.1 Diagram Path  2.  Evaluasi Goodness of Fit Outer Model

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Sugiyono (2009:13), metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positifisme, digunakan untuk meneliti pada populasi

Metode penelitian kuantitatif adaalah metode berdasarkan pada filsafat positifisme yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan

Menurut Sugiyono (2011:8) metode kuantitatif diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau

Menurut Sugiyono (2014: 8) Metode penelitian kuantitatif adalah penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau

Menurut Sugiyono (2013:13) metode penelitian kuantitatif adalah Metode “penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi

Menurut Sugiyono (2013) metode penelitian kuantitatif adalah metode yang berlandaskan filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel

Menurut Sugiyono, pendekatan kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada possitivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau

Menurut Sugiyono (2013:13) metode penelitian kuantitatif yaitu metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi