• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV KEGIATAN MAGANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV KEGIATAN MAGANG"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

KEGIATAN MAGANG

A. Sistem Kerja Magang

Praktek kerja lapangan dilaksanakan selama 60 hari terhitung sejak 10 November 2018 sampai dengan 10 januari 2019. Praktek magang dilaksanakan di Bagian Humas dan Protokol Sekda Kota Surakarta yang berada di lingkup Balaikota Surakarta Jl. Jenderal Sudirman No.2, Surakarta. Selama 60 hari pelaksanaan magang diberikan pendidikan dan pengalaman mengenai bidang kehumasan. Kegiatan praktek magang dilaksanakan sesuai dengan jadwal kerja karyawan Bagian Humas dan Protokol Sekda Kota Surakarta yaitu Senin – Kamis dimulai pukul 07.30 – 16.30 WIB, Sedangkan Hari Jumat di mulai pukul 06.30 – 11.00 WIB . Jadwal tersebut bisa berubah menyesuaikan kegiatan yang dilakukan oleh Bagian Humas dan Protokol Sekda Kota Surakarta.

Saat pelaksanaan magang untuk seragam khusus hari Senin memakai pakaian atasan putih dan bawahan hitam, dan hari Selasa – Kamis menggunakan kemeja batik dan bawahan hitam, Sedangkan hari Jum’at menggunakan baju dan celana training. Untuk pelaksanaan magang penulis diharuskan untuk menggunakan sepatu Pantofel pada hari senin – kamis tetapi diperbolehkan menggunakan sepatu bebas pada hari jumat.

Banyak bidang yang di laksanakan saat proses magang berlangung meliputi : Bidang Kehumasaan meliputi Internal Relations / Employee Relations, Eksternal Relations , Bidang Protokol, Fotografi, Jurnalistik, Pemerintahan, dan Media Relations.

B. Proses Kegiatan Magang

1. Periode pertama dan kedua 10 november – 24 november 2018

Saat hari pertama magang, penulis hanya di minta untuk mengamati kegiatan yang ada yang dilakukan oleh pegawai Humas dan Protokol Pemkot Surakarta dan mahasiswa magang lainya. Barulah pada hari kedua penulis mulai di diminta untuk melakukan pekerjaan seperti dibawah ini.

Pekerjaan :

a. Media monitoring b. Liputan Penyerahan KIS

c. Liputan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Kehumasan d. Liputan Semarak Pasar Traditional commit to user

(2)

e. Liputan Ceremonial Job Fair Car Free Day f. Press release Job Fair

g. Liputan PNS Berdediksi

h. Liputan Kampung KB Serengan i. Liputan festival jazz

Deskripsi :

a. Media monitoring

1) Penjelasan media monitoring

Media monitoring merupakan kegiatan mengkliping pemberitaan dan menganalisis berita yang bersangkutan atau terkait dengan Pemerintah Kota Surakarta. Hasil kliping tersebut diedarkan ke beberapa bagian, diantaranya: Walikota, Wakil Walikota, Sekda (Sekretariat Daerah), Asisten Administrasi Umum, Dinas Kesehatan, BPPKAD, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Pengembangan Ekonomi, Inspektorat, dan Dinas Pendidikan.

Pada waktu awal-awal proses media monitoring ini, penulis hanya memantau apa yang harus dilakukan saat proses pembuatan kliping dan mendapatkan tugas untuk membagikan kliping ke tempat-tempat yang sudah ditentukan. Setelah kliping sudah selesai dikerjakan kemudian di fotokopi dan dijilid rapih sebelum dibagikan. Proses pengklipingan sepenuhnya diserahkan oleh pihak Humas dan Protokol kepada mahasiswa magang dan dilakukan setiap pagi yang biasanya merupakan awal kegiatan mahasiswa magang.

1) Hambatan Media monitoring

Hambatan media monitoring pertamakali adalah penulis tidak mengerti instansi mana saja yang harus dibagikan kliping karena penulis masih sangat baru dan tidak hafal denah tempat instansi itu berada.

2) Solusi

Penulis meminta untuk dibantu rekan magang lainya yang sudah berpengalaman dalam membagikan kliping tersebut.

b. Liputan dan Dokumentasi

1) Penjelasan Liputan dan Dokumentasi commit to user

(3)

Pada saat melakukan kegiatan magang di Pemkot Surakarta penulis banyak sekali melakukan kegiatan liputan dan dokumentasi dikarenakan penulis dapat mengoprasikan kamera DSLR dengan baik dan benar. Banyak sekali liputan yang dilakukan oleh penulis dan diantaranya adalah liputan pada acara Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Kehumasan. Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Kehumasan adalah sebuah kegiatan yang berisi pembekalan tentang hoaks. acara tersebut di selenggarakan oleh Pemkot Surakarta dan mengundang seluruh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kota Surakarta agar dapat membedakan mena yang berita asli mana yang berita hoaks.

Penulis meliput acara ini dengan kamera DSLR yang difasilitasi oleh Humas dan Protokol Pemkot Surakarta tempat penulis magang. Penulis di bimbing oleh oleh staff Pemkot bagian Humas dan Protokol mengawasi mahasiswa magang dalam acara tersebut.

Dalam proses pengambilan gambar penulis dan rekan-rekan dokumentasi lainya diminta untuk memotret pada momen-momen pembukaan, pidato, pemberian materi dan penutup. Tim dokumentasi yang hadir pada acara ini terdiri dari dua satu pegawai Pemkot dan lima mahasiswa magang. Dalam proses dokumentasi ini melibatkan enam orang personil yaitu : Empat orang pada bagian pengambilan gambar dan dua orang dalam perekaman suara dari narasumber. Pada saat pengambilan gambar, penulis menggunakan kamera milik penulis sendiri yaitu kamera Olympus Mirrorless. Setelah kegiatan dokumentasi selesai, penulis diminta untuk memasukkan dan menyimpan file foto yang sudah diambil kedalam komputer Humas dan Protokol Pemkot Surakarta untuk di arsipkan.

commit to user

(4)

Berikut adalah contoh pengambilan gambar Asisten Administrasi Umum Eny Tyasni Suzana selaku nara sumber pada acara tersebut :

Gambar 4.1 Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Kehumasan

2) Hambatan Liputan dan Dokumentasi

Hambatan dalam meliput acara ini adalah ruangan yang sempit yang sangat menyusahkan penulis untuk melakukan dokumentasi pengambilan gambar. Selain ruangan yang sempit ada juga pilar-pilar penyangga bangunan yang menghalangi proses pemotretan.

3) Solusi

solusi dalam menangani kasus tersebut adalah penulis beberapakali membuka tirai pembatas antara ruang berjalanya acara dengan ruang makan yang ada di sampingnya untuk mendokumentasikan kegiatan tersebut.

c. Press release

1) Membuat Release

Bagian Humas dan Protokol Sekda Kota Surakarta secara rutin mengirimkan press release pada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk kemudian dipublikasikan pada web jatengprov.go.id.

Pada periode awal magang, penulis diminta untuk membuat Press release pada salah satu agenda Pemkot Surakarta yaitu pada acara Job Fair yang diselenggarakan pada tanggal 17 dan 18 November yang bertepatan pada acara Car Free Day di jalan Slamet Riyadi kota Surakarta. Acara Job Fair tersebut merupakan sebuah agenda dari Pemkot kota Surakarta untuk memberikan informasi tentang lowongan kerja yang tersedia. Pada agenda ini, penulis diminta untuk membuat berita/release yang nantinya akan di publikasikan di internet. Dalam commit to user

(5)

rangka pembuatan release tersebut penulis mengambil data dengan cara mencatat poin-poin penting yang disampaikan pada pembukaan acara Job Fair tersebut. Saat peliputan dan pengambilan data press release, penulis dibimbing dan dibantu oleh rekan-rekan tim dokumentasi yang juga ikut meliput acara tersebut. Saat penulisan berita tersebut, penulis dibantu oleh rekan magang dan beberapa pegawai Pemkot yang juga hadir pada saat pembukaan acara Job Fair. Setelah release selesai dibuat, penulis mengumpulkan ke lokawarta untuk nantinya di upload kedalam internet.

Berikut adalah contoh Press release :

Pemkot Surakarta Gelar Job Fair Tahun 2018

Sabtu (17/11/2018) Pemerintah Kota Surakarta dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) menggelar job fair selama dua hari mulai pada tanggal 17 dan 18 November 2018 bertepatan dengan Solo Car Free Day.

Sebelum job fair dimulai, opening ceremony dilaksanakan di halaman kantor Disnakerperin Jl. Slamet Riyadi No. 306. Dihadiri oleh Pj. Sekda Kota Surakarta, Perwakilan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Provinsi Jawa Tengah, Kepala OPD beserta jajarannya dan pimpinan perusahaan yang tergabung pada job fair.

Kepala Disnakerperin Kota Surakarta, Agus Sutrisno menyampaikan bahwa tujuan job fair adalah menyalurkan informasi lowongan pekerjaan kepada masyarakat dan sebagai salah satu hal untuk mengentaskan pengangguran. "Pengangguran adalah masalah kompleks yang perlu diatasi. Salah satu penyebabnya adalah kurang tersampaikan informasi peluang kerja kepada para pencari kerja, berkaitan dengan hal tersebut Disnaker bekerjasama dengan Bursa Kerja Khusus Kota Surakarta mengadakan job fair," jelas Kepala Disnakerperin.

Pada kesempatan ini Walikota Surakarta, dalam sambutannya yang diwakili oleh Pj. Sekretariat Daerah Kota Surakarta, Untara menyampaikan bahwa lapangan pekerjaan saat ini tidak sebanding dengan jumlah para pencari kerja. Dengan adanya job fair ini diharapkan dapat menekan angka pengangguran di Kota Surakarta pada khususnya dan daerah lain pada umumnya. Kemudian memberikan informasi kepada masyarakat tentang lowongan kerja sesuai dengan potensi yang dimiliki. "Kami mengundang beberapa perusahaan pada job fair supaya mendapatkan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan sehingga kesejahteraan dapat meningkat dan mampu menurunkan angka kemiskinan," ungkap Pj. Sekda.

Peserta job fair terdiri dari 446 lowongan pekerjaan dari 10 perusahaan yang berdomisili di Kota Surakarta di mana sasarannya adalah untuk pendidikan SMA/SMK, Diploma dan Sarjana. Adapun peserta job fair

commit to user

(6)

seperti PT. Intan Pariwara, PT. Konimex, PT. Rosalia Express, Sriboga Marugame Indonesia, PT. Kondang Motor, dan lain-lain.

Job fair diadakan secara gratis dan buka pada jam 9 pagi hingga jam 3 sore. Khusus hari minggu buka pada jam 6 pagi.

2) Hambatan Pembuatan Press release

Pada saat pembuatan press release penulis mengalami hambatan yaitu tidak lengkapnya data yang penulis dapatkan pada saat mendengarkan materi di acara Job Fair dikarenakan kondisi sekitar ramai dan juga sangat sulit untuk menulis sambil berdiri di area itu dan juga penulis belum mempunyai banyak pengalaman membuat release.

3) Solusi

Penulis meminta agar staff Pemkot dan mahasiswa magang lainya yang berada disana pada saat acara itu berlangsung untuk membantu pengumpulan data dalam membuat release.

2. Periode ketiga dan keempat 25 november – 8 Desember 2018

Pada periode ini, penulis sudah mulai terbiasa dengan kegiatan sehari-hari pada saat magang. Kebingungan pada saat awal magang perlahan-lahan mulai berkurang seiring berjalanya waktu dan juga sudah mulai menguasi teknik-teknik apa yang harus dilakukan pada saat praktek magang seperti pada saat akan membuat rilis penulis menggunakan handphone untuk merekam dari narasumber, penulis juga sudah mulai secara otomatis mendokumentasikan momen-momen penting pada saat kegiatan peliputan seperti pada momen berjabat tangan, penyerahan hadiah dan lain sebagainya.

Pada periode ini juga penulis tidak melakukan kegiatan sebanyak di minggu pertama dan kedua dikarenakan menjelang akhir tahun dan awal tahun memang agenda Pemkot berkurang.

Pekerjaan :

a. Media monitoring

b. Liputan Pameran Lukisan

c. Liputan Pameran dan Obral Mebel d. Liputan Peninjauan DPR RI e. Release Peninjauan DPR RI

f. Liputan Peresmian Gedung RS PKU

Deskripsi : commit to user

(7)

a. Media monitoring

1) Penjelasan media monitoring

Pada periode ini, penulis sudah dapat melakukan kegiatan kliping dengan baik dan benar. Kliping yang dikerjakan harus sudah selesai dan sudah di edarkan sebelum jam sembilan pagi. Apabila kliping belum selesai pada jam sembilan pagi maka kliping tidak diedarkan pada hari itu tetapi diedarkan pada hari berikutnya bersamaan dengan kliping pada hari berikutnya tersebut. Pemberitaan tersebut mencakup tentang Pimpinan Daerah maupun lembaga atau dinas yang berada dibawah Pemerintah Kota Surakarta. Hasil kliping tersebut juga diedarkan ke beberapa bagian, diantaranya: Walikota, Wakil Walikota, Sekda, Asisten Administrasi Umum, Dinas Kesehatan, BPPKAD (Dinas Pendapatan Pengelelolaan dan Keuangan Aset Daerah), Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Pengembangan Ekonomi, Inspektorat, dan Dinas Pendidikan. Bagian Humas dan Protokol Sekda Kota Surakarta hanya melakukan media monitoring terhadap media cetak. Adapun media cetak yang rutin dilakukan monitoring yaitu:

a) Solopos b) Jawa Pos c) Suara Merdeka d) Kedaulatan Rakyat

Dalam proses pembuatan kliping, penulis pribadi di sodorkan empat koran untuk nantinya dibuat kliping. Untuk pengambilan berita yang ada di koran penulis menggunakan teknik memindai yaitu dengan cara mencari kata kunci yang berkaitan dengan Pemkot, walikota, wakil walikota dan kota Surakarta. kemudian penulis memotong nya dengan gunting lalu di tempelkan di HVS putih menggunakan lem perekat.

Pada satu halaman HVS rata-rata terdapat satu sampai dua kliping dan pada setiap kliping berisi kurang lebihnya 10 lembar HVS. Setelah kliping sudah selesai kemudian di fotokopi dan dijilid untuk nantinya dibagikan. Pada periode ini penulis melakukan proses pengklipingan bersama rekan magang yang berjumlah antara tiga sampai lima anggota tergantung pada situasi pada saat itu.

commit to user

(8)

2) Hambatan media monitoring

Hambatan dalam membuat kliping sebenarnya lebih kepada perangkat yang di gunakan untuk membuat kliping tersebut seperti staples besar yang sering macet dan sulit untuk digunakan, lem perekat yang sering habis, gunting yang sudah tumpul dan mesin fotokopi yang sering bermasalah

3) Solusi

Solusi dalam prihal media monitoring yaitu melaporkan hal-hal tersebut kepada staff yang bertanggung jawab untuk mengganti atau memperbaiki alat-alat yang bermasalah untuk membuat kliping

b. Liputan dan Dokumentasi 1) Penjelasan Liputan

Pada periode ketiga dan keempat ini ada beberapa agenda liputan yang penulis ditugaskan untuk meliput agenda-agenda tersebut. Salah satu contohnya adalah liputan peninjauan DPR RI untuk melihat kondisi pintu air Demangan yang berlokasi di Kelurahan Sewu, Kecamatan Jeberes dan Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta.

Pada saat peliputan ini, tim dokumentasi yang ikut hanya berjumlah tiga orang yang terdiri dari satu mahasiswa magang (penulis) dan dua staff Pemkot. Penulis diminta oleh salah satu staff dokumentasi Humas yang merupakan penyandang difabel untuk mendokumentasikan kegiatan ini.

Beliau memang sudah berpengalaman dalam hal seperti ini sehingga beliau tau bahwa di tempat yang sempit itu dan banyaknya orang akan semakin sulit baginya untuk meliput kegiatan tersebut sehingga beliau berinisiatif mempekerjakan mahasiswa magang untuk liputan ini.

Dalam proses dokumentasi, penulis juga harus berlari kesana kemari dan berdesak-desakan dengan wartawan lain untuk dapat mengambil gambar para anggota DPR RI dan walikota Surakarta dalam proses dokumentasi. Pada kesempatan kali ini, penulis menggunakan kamera DSLR Nikon D5200 yang merupakan peralatan milik salah satu staff Pemkot yang ikut serta dalam kegiatan dokumentasi ini. Setelah selesai peliputan, penulis langsung mengembalikan kamera ke pemiliknya untuk nantinya di arsipkan di komputer Humas dan Protokol Pemkot Surakarta.

commit to user

(9)

Berikut adalah contoh hasil gambar yang penulis ambil dari acara tersebut :

Gambar 4.2 Peninjauan DPR RI Untuk Melihat Kondisi Pintu Air

Demangan 1

Gambar 4.3 Peninjauan DPR RI Untuk Melihat Kondisi Pintu Air Demangan 2

2) Hambatan dalam dokumentasi

Pada saat melakukan kegiatan dokumentasi, penulis sangat mengalami kesulitan karena banyaknya orang yang datang dengan lokasi itu berada sangat tidak seimbang sehingga banyak sekali yang tidak dapat mengambil gambar agenda tersebut.

3) Solusi

untuk kasus yang satu ini penulis tidak memiliki solusi yang efektif melainkan penulis harus ikut berdesak-desakan dengan yang lain agar dapat mendokumentasikan kegiatan tersebut.

c. Press release

1) Penjelasan Press release

commit to user

(10)

Pada periode ketiga dan keempat penulis juga diminta untuk membuat Press release. Salah satu diantaranya adalah tentang Pameran dan Obral Mebel Rumah Kriya. Rumah Kriya adalah sebuah tempat di daerah banjarsari ini menggelar sebuah agenda mebel antik yang bertepatan dengan rapimnas. Pada saat membuat release, penulis menggunakan media handphone untuk merekam suara dari narasumber yang nantinya akan dijadikan bahan pembuatan rilis. Dalam kegiatan ini, personil dokumentasi yang datang berjumlah empat orang yang terdiri dari satu staff Pemkot dan Tiga mahasiswa magang termasuk penulis.

Contoh rilis yang penulis buat sebagai berikut :

Kementerian Perindustrian menggelar pameran dan obral mebel di

”Rumah Kriya” Banjarsari, Solo. Pameran yang digelar bersamaan dengan momentum Rapimnas Kadin Indonesia, 28 November hingga 2 Desember tersebut diikuti oleh 22 perajin mebel dari Solo dan sekitarnya.

Pihak penyelenggara menargetkan nilai transaksi lebih dari Rp 1 miliar selama lima hari pameran. Target itu lebih tinggi dari pameran serupa tahun lalu yang kurang dari Rp 500 juta lantaran hanya diikuti 15 perajin.

Meski bertajuk obral, Direktur lKM Pangan Barang, Kayu dan Fumitur Yusnianti mengatakan, produk mebel yang dipajang adalah kualitas ekspor. Bukan barang sisa ekspor apalagi reject. ”Mebelnya unik dan menarik. Desain, model, dan bahannya natural, menyesuaikan trend permintaan buyers.

Di toko, mebel-mebel seperti ini tidak ada yang jual karena mebel ini memang produk ekspor,” kata Yusnianti kepada wartawan seusai membuka pameran dan obral mebel di Rumah Kriya Banjarsari Solo, kemarin.

Keunikan desain dan model yang natural dari mebel yang dipamerkan dan dijual, diakui salah seorang pengunjung asal Boyolali, Thomas.

Dia rela merogoh lebih dari Rp 30 juta membeli mebel untuk kebutuhan pembuatan kafe. ”Saya melihat mebel-mebel seperti itu tidak ada di toko-toko mebel. Karena unik dan menarik, saya membelinya,” katanya.

Sementara itu, dalam rilis yang dibagikan ke sejumlah wartawan menyebutkan, sektor industri mebel dan kerajinan mempunyai peranan strategis dalam perekonomian nasional. Kementerian Perindustrian mencatat pada perkembangan neraca perdagangan industri pengolahan, tujuh sektor industri yang mengalami surplus pada Oktober 2018.

commit to user

(11)

Dorong Pertumbuhan

Ketujuh sektor tersebut adalah makanan senilai 1,67 miliar dolar AS, diikuti pakaian jadi 618 juta dolar AS, serta furnitur 99,1 juta dolar AS.

”Ekspor furnitur Januari hingga Oktober 2018 senilai 1.405 juta dolar AS atau naik 4,83 persen dari periode yang sama 2017 dengan perkiraan jumlah unit usaha sebanyak 160 ribu dan menyerap tenaga kerja sebanyak 480 ribu orang,” jelasnya.

Untuk terus mendorong pertumbuhan dan perkembangan lKM Furnitur dan Kerajinan Direktorat Jendral lKM Kementerian Perindustrian telah melakukan berbagai langkah, antara lain bimbingan teknis produksi, sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Standar Nasional lndonesia (SKKNl), fasilitasi mesin peralatan, restrukturisasi mesin, fasilitasi perpanjangan Sertifikasi Legalitas Kayu dan promosi pemasaran.

”Salah satu bentuk pemasaran yang efektif yaitu melakukan pameran seperti yang dilaksanakan pada hari ini, yaitu Obral Mebel di Rumah Kriya Banjarsari,” ucapnya. Sementara itu, untuk program restrukturisasi dari pemerintah, diakuinya sangat disambut positif oleh para pelaku IKM. Hal tersebut tercermin dari banyaknya IKM penerima program tersebut.

Sejak 2014 hingga 2017, jumlah penerima program restrukturisasi 379 lKM dengan total nilai reimburse mencapai Rp 42,306 miliar. Program restrukturisasi dinilai mampu menjadi pendorong IKM untuk melakukan peremajaan mesin dan dirasakan sangat membantu KM terutama segi pembiayaan.

”Melalui beberapa kegiatan pembinaan, diharapkan terjadi peningkatan produksi dan produktivitas dari para pelaku usaha IKM sehingga produk IKM furnitur mempunyai daya saing baik nasional maupun internasional,” ucapnya. (G8-64)

2) Hambatan

Penulis tidak mengalami hambatan dalam pembuatan rilis Obral dan Pameran mebel Rumah Kriya tersebut

3) Solusi : -

3. Periode kelima dan keenam 9 Desember – 22 Desember

Pada periode ketiga ini, kegiatan penulis semakin menurun karena sedikitnya agenda yang dapat diliput atau ditugaskan kepada penulis. Sehingga pada minggu ke lima dan enam ini penulis hanya melakukan lima kegiatan diluar kegiatan rutin harian yaitu media mentoring.

Pekerjaan :

a. Media Menitoring commit to user

(12)

b. Press release Tambal Ban Online c. Liputan BAZNAS

d. Press release Baznas

e. Liputan Peresmian Flyover Manahan f. Liputan Simulasi Flyover manahan Deskripsi :

a. Media monitoring

1) Penjelasan Media monitoring

Untuk kegiatan Media monitoring di periode kelima dan keenam ini, penulis melakukan kegiatan mengkliping persis seperti sebelum- sebelumnya. Kegiatan ini merupakan kegiatan mengkliping pemberitaan dan menganalisis berita yang bersangkutan atau terkait dengan Pemerintah Kota Surakarta. Pemberitaan tersebut mencakup Pimpinan Daerah maupun lembaga atau dinas yang berada dibawah Pemerintah Kota Surakarta. Hasil kliping tersebut juga diedarkan ke beberapa bagian, diantaranya: Walikota, Wakil Walikota, Sekda, Asisten Administrasi Umum, Dinas Kesehatan, BPPKAD, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Pengembangan Ekonomi, Inspektorat, dan Dinas Pendidikan. Bagian Humas dan Protokol Sekda Kota Surakarta hanya melakukan media monitoring terhadap media cetak. Adapun media cetak yang rutin dilakukan monitoring yaitu:

e) Solopos f) Jawa Pos g) Suara Merdeka h) Kedaulatan Rakyat

Untuk pengambilan berita yang ada di koran penulis menggunakan teknik memindai yaitu dengan cara mencari kata kunci yang berkaitan dengan Pemkot, walikota, wakil wakil walikota, Surakarta dan nama-nama devisi yang ada di Pemkot Surakarta kemudian penulis memotong nya dengan gunting lalu di tempelkan di HVS putih menggunakan lem perekat. Pada satu halaman HVS rata-rata terdapat satu sampai dua kliping, dan pada setiap kliping berisi kurang

commit to user

(13)

lebihnya 10 lembar HVS. Setelah kliping sudah selesai dikerjakan kemudian di fotokopi dan dijilid untuk nantinya dibagikan. Pada periode ini, penulis hanya berkerja bersama tiga rekan kerja lainya termasuk penulis untuk membuat kliping dikarenakan rekan magang yang lain sudah selesai masa magangnya.

2) Hambatan media monitoring

Hambatan dalam membuat kliping masih tetap sama yaitu lebih kepada perangkat yang di gunakan untuk membuat kliping tersebut seperti staples besar yang sering macet dan sulit untuk digunakan, lem perekat yang sering habis, gunting yang sudah tumpul dan mesin fotokopi yang sering bermasalah.

3) Solusi

Solusi dalam prihal media monitoring yaitu melaporkan hal-hal tersebut kepada staff yang bertanggung jawab untuk mengganti atau memperbaiki alat-alat yang bermasalah untuk membuat kliping

b. Liputan dan Dokumentasi 1) Penjelasan Liputan

Pada periode ketiga dan keempat ini ada beberapa agenda liputan yang penulis ditugaskan untuk meliput agenda-agenda tersebut. Salah satu contohnya adalah Liputan Simulasi Flyover Manahan. Agenda ini dilaksanakan oleh walikota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo dan wakil walikota Dr. H. Achmad Purnomo, Apt. dengan cara bersepeda di pagi hari melewati flyover tersebut. Pengambilan gambar yang penulis lakukan juga menggunakan sepeda yaitu dengan cara berhenti di spot- spot tertentu sambil menunggu wali kota Surakarta dan rombongannya lewat kemudian mendokumentasikanya. Agenda ini dilakukan oleh empat personil dokumentasi yang terdiri dari dua siswa magang dan dua staff Humas dan Protokol. Komunikasi antara sesama tim dokumentasi berjalan dengan sangat baik, masing-masing anggota dapat memposisikan dan menempatkan dirinya di spot-spot pengambilan gambar untuk menunggu rombongan lewat. Penulis dan pserta magang lainya di briefing oleh salah satu staff Pemkot dimana posisi pengambilan gambar yang harus dituju dan menunggu sebelum rombongan lewat. Posisi tersebut dibagi menjadi tiga bagian yaitu :

commit to user

(14)

a) Dua orang yang terdiri dari dua staff Pemkot akan mengambil gambar di didepan lojigandrung tempat mulainya acara sepeda pagi ini

b) Satu orang yang merupakan penulis sendiri ditempatkan diatas flyover manahan

c) Satu orang lagi dibawah flyover manahan yang merupakan rekan magang penulis

Kamera yang digunakan oleh penulis saat peliputan acara ini adalah kamera Nikon D3100 milik penulis sendiri.

Berikut adalah beberapa contoh gambar yang penulis dapatkan pada agenda tersebut :

Gambar 4.4 Simulasi Flyover Manahan 1

Gambar 4.5 Simulasi Flyover Manahan 2

Dalam kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh para pesepeda, melainkan juga diikuti oleh konvoi motor polisi, konvoi bus pariwisata dan juga mobil patroli kepolisian ikut serta dalam acara Simulasi Flyover Manahan ini.

commit to user

(15)

2) Hambatan

Dalam meliput acara Simulasi Flyover Manahan ini, penulis sama sekali tidak mengalami hambatan apapun dikarenakan semuanya rapih dan tepat waktu juga banyak spot yang dapat digunakan untuk mengambil gambar agenda tersebut.

3) Solusi : - c. Press release

1) Penjelasan Press release

untuk berita kali ini, penulis akan mengangkat dari press release tentang Badan Amil Zakat Nasional atau yang disingkat BAZNAS.

Penulis masih menggunakan cara yang sama dalam mengumpulkan data release ini yaitu dengan menggunakan handphone sebagai alat perekam suara dari narasumber. Acara BAZNAS ini dihadiri oleh wakil walikota Surakarta, Ketua Baznas Surakarta, Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, Ketua DPRD Surakarta dan jajaran OPD Kota Surakarta. Pada kegiatan pengumpulan data release ini penulis bersama dengan tiga orang tim dokumentasi yang terdiri dari dua pegawai Pemkot dan dua peserta magang termasuk penulis. Berikut adalah contoh rilis yang penulis buat :

BAZNAS Kota Surakarta Distribusikan Zakat, Infaq, dan Sedekah Akhir Tahun 2018

Kamis (20/12/2018) Badan Amil Zakat Nasional atau biasa disebut BAZNAS mendistribusikan ZIS (Zakat, Infaq dan Sedekah) sebesar 571.000.000 kepada ratusan warga masyarakat di Pendhapi Gede Balaikota Surakarta. Acara ini dihadiri oleh Wakil Walikota Surakarta, Ketua Baznas Surakarta, Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, Ketua DPRD Surakarta dan jajaran OPD Kota Surakarta.

Pada kesempatan ini Wakil Walikota Surakarta, Achmad Purnomo menyampaikan bahwa ZIS merupakan salah satu kewajiban yang harus dijalankan umat beragama. “Harta kekayaan yang kita miliki adalah amanat sekaligus milik Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga tugas kita adalah mengusahakan, menjaga, dan memanfaatkannya dalam rangka beribadah kepada-Nya,” imbuh Wawali.

Melalui pendistribusian ZIS ini, diharapkan dapat mengentaskan kemiskinan dan kefakiran bagi warga masyarakat, juga sebagai sarana untuk membersihkan harta yang dimiliki.

2) Hambatan Press release

commit to user

(16)

Tidak ada hambatan dalam pembuatan Release ini.

3) Solusi : -

4. Periode ketujuh dan kedelapan 23 Desember 2018 – 10 Januari 2019

Dua minggu terahir sebelum masa periode magang penulis berakhir, penulis hanya mendapatkan dua aktivitas Liputan dikarenakan sedikitnya agenda yang ada pada awal tahun.

Pekerjaan :

a. Media monitoring

b. Liputan PJBL Putri Cempo c. Liputan Nonton Keluarga Cemara Deskripsi :

a. Media monitoring

1) Penjelasan Media monitoring

Dalam kegiatan Media monitoring diperiode terahir ini, penulis juga melakukan kegiatan mengkliping pemberitaan penulis juga melakukanya dengan cara yang sama seperti sebelum-sebelumnya.

Pada periode ini penulis mengerjakan pembuatan kliping bersama dengan tiga rekan magang lainya. Pengerjaan kliping dengan cara menganalisis berita yang bersangkutan atau terkait dengan Pemerintah Kota Surakarta. Pemberitaan tersebut mencakup Pimpinan Daerah maupun lembaga atau dinas yang berada dibawah Pemerintah Kota Surakarta. Hasil kliping tersebut juga diedarkan ke beberapa bagian, diantaranya: Walikota, Wakil Walikota, Sekda (Sekretariat Daerah), Asisten Administrasi Umum, Dinas Kesehatan, BPPKAD, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Pengembangan Ekonomi, Inspektorat, dan Dinas Pendidikan. Bagian Humas dan Protokol Sekda Kota Surakarta hanya melakukan media monitoring terhadap media cetak. Adapun media cetak yang rutin dilakukan monitoring yaitu:

i) Solopos j) Jawa Pos k) Suara Merdeka

commit to user

(17)

l) Kedaulatan Rakyat

Untuk pengambilan berita yang ada di koran penulis menggunakan teknik memindai yaitu dengan cara mencari kata kunci yang berkaitan dengan Pemkot, walikota, wakil wakil walikota, Surakarta dan nama-nama devisi yang ada di Pemkot Surakarta kemudian penulis memotong nya dengan gunting lalu di tempelkan di HVS putih menggunakan lem perekat. Pada satu halaman HVS rata-rata terdapat satu sampai dua kliping, dan pada setiap kliping berisi kurang lebihnya 10 lembar HVS. Setelah kliping sudah selesai dikerjakan kemudian di fotokopi dan dijilid untuk nantinya dibagikan.

2) Hambatan media monitoring

Dalam membuat setiap kliping, hambatan yang terjadi selalu sama yaitu perangkat yang di gunakan untuk membuat kliping tersebut seperti staples besar yang sering macet dan sulit untuk digunakan, lem perekat yang sering habis, gunting yang sudah tumpul dan mesin fotokopi yang sering bermasalah

3) Solusi

Solusi dalam prihal media monitoring juga selalu sama yaitu melaporkan hal-hal tersebut kepada staff yang bertanggung jawab untuk mengganti atau memperbaiki alat-alat yang bermasalah untuk membuat kliping

b. Liputan dan Dokumentasi 1) Penjelasan Liputan

Pada minggu keempat ini penulis hanya melakukan dua kali liputan yaitu liputan pada agenda Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) dan Nonton Bareng Keluarga Cemara. Namun penulis disini akan mengangkat agenda PJBL sebagai laporan magang yang akan penulis jabarkan.

Proses jual beli proyek ini dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP).

Penulis diminta untuk meliput langsung di TPA mojosongo dimana para eksekutif dari kedua belah pihak melihat lokasi tempat pembangkit listrik tenaga sampah itu berada. Proses dokumentasi ini dilakukan

commit to user

(18)

hanya dengan dua personil dokumentasi yaitu penulis sendiri dan dua staff dari tim bagian dokumentasi. Walaupun dilakukan hanya dengan tiga personil dokumentasi, proses dokumentasi dapat berjalan dengan baik dan benar.

2) Hambatan

Hambatan dalam melakukan peliputan di TPU ini adalah bau sampah yang sangat menyangat

3) Solusi

Diberikan masker untuk dapat mengurangi bau yang menyengat Contoh gambar yang penulis ambil adalah sebagai berikut :

Gambar 4.5 Perjanjian Jual Beli Listrik 1

Gambar 4.6 Perjanjian Jual Beli Listrik 1

commit to user

Referensi

Dokumen terkait

Telah disimpulkan bahwa dengan teknologi .net, Aplikasi Dosen untuk diskusi dan bimbingan akademik telah berhasil dibuat aplikasi yang memberikan adanya interaksi dari

Hasil penelitian ini menemukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orangtua dengan empati pada siswa kelas X SMK N 3 Salatiga, hasil signifikansi yang

Semua esai dianalisa untuk mengetahui jenis kesalahan tata bahasa yang ditemukan sekaligus untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman mahasiswa terhadap Basic English

Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika UMS 2015 664 Fixed Effect Model dengan Least Square Dummy Variable pada model regresi data panel.

Tesis dengan judul Kajian Pola Tata Ruang Kampung Adat Bena di Desa Tiworiwu Kabupaten Ngada mengungkapkan tentang konsep dan nilai-nilai yang terkandung dalam pola penataan

Beberapa metode yang digunakan dalam proses pengumpulan data untuk.. penelitian ini,

dibuat dengan tujuan membantu para orang dewasa dalam. mengawasi jumlah air yang diasupnya

Untuk dapat mengoptimalkan pengoperasian PLTA, baik dalam keadaan musim penghujan maupun musim kemarau panjang, diperlukan perhitungan besar volume air yang tersedia dalam