• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lampiran 1 Kuisioner DAFTAR PERTANYAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Lampiran 1 Kuisioner DAFTAR PERTANYAAN"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

Lampiran 1 Kuisioner  

DAFTAR PERTANYAAN

BAGIAN 1: DATA RESPONSEN

Mohon pertanyaan berikut ini diisi dengan memberi tanda silang (x) pada kotak di depan alternatif atau pilihan jawaban yang sudah disediakan

1 Jenis Kelamin Pria Wanita

2 Usia < 25 th 25-30 th 30-35 th > 35 th

3 Big Four EY Deloitte PWC KPMG

4 Lama Bekerja < 2th 2-6 th 6-10 th > 10 th

5 Pendidikan S1 S2 S3

6 Sertifikasi CPA CFE Lainnya

BAGIAN 2: KOMPETENSI AKUNTAN FORENSIK

Petunjuk Pengisian: Mohon Sikap Bapak/Ibu terkait dengan pernyataan yang diajukan dituangkan dengan memberi tanda silang (x) pada kolom yang disediakan,

yakni:

1 = Sangat Tidak Setuju, 2 = Tidak Setuju, 3 = Netral, 4 = Setuju, 5 = Sangat Setuju

1

Kompetensi penting bagi seorang akuntan forensik yaitu, "kemampuan analisis deduktif": kemampuan untuk menganalisis kejanggalan yang terjadi dalam laporan keuangan, yang tidak sesuai dengan kondisi yang seharusnya.

1 2 3 4 5

2 Kompetensi penting bagi seorang akuntan forensik yaitu, "kemampuan berpikir kritis":

kemampuan untuk membedakan antara opini dan fakta.

(2)

3

Kompetensi penting bagi seorang akuntan forensik yaitu, "kemampuan memecahkan masalah yang tidak terstruktur": kemampuan memecahkan masalah dengan pendekatan yang tidak terstruktur, khusus pada situasi yang tidak wajar.

1 2 3 4 5

4

Kompetensi penting bagi seorang akuntan forensik yaitu, "kemampuan fleksibilitas penyidikan": kemampuan untuk menjauh dari standar prosedur audit dan memeriksa situasi secara menyeluruh untuk tanda-tanda peringatan yang tipikal.

1 2 3 4 5

5

Kompetensi penting bagi seorang akuntan forensik yaitu, "kemampuan analitik":

kemampuan untuk memeriksa apa yang seharusnya disediakan daripada apa yang sudah tersedia.

1 2 3 4 5

6

Kompetensi penting bagi seorang akuntan forensik yaitu, "kemampuan berkomunikasi lisan": kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif secara lisan melalui kesaksian ahli dan penjelasan umum tentang opini dasar.

1 2 3 4 5

7

Kompetensi penting bagi seorang akuntan forensik yaitu, "kemampuan berkomunikasi

tertulis": kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dalam tulisan melalui laporan,

diagram, grafik dan jadwal tentang opini dasar.

(3)

1 2 3 4 5

9 Kompetensi penting bagi seorang akuntan forensik yaitu, "kemampuan bersikap tenang": kemampuan untuk mempertahankan sikap tenang dalam situasi yang menekan.

1 2 3 4 5

(4)

Contoh kuisioner dengan menggunakan google form.

(5)

Contoh kuisioner dengan menggunakan google form (sambungan).

(6)

Contoh kuisioner dengan menggunakan google form (sambungan).

(7)

Contoh kuisioner dengan menggunakan google form (sambungan).

(8)

 

Contoh kuisioner google form yang telah disi.

(9)

 

Contoh kuisioner google form yang telah disi (sambungan).

(10)

Contoh kuisioner google form yang telah disi (sambungan).

(11)

 

Contoh kuisioner google form yang telah disi (sambungan).

(12)

Lampiran 2 Tabel Frekuensi Profil Responden

Jenis Kelamin

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

Pria 51 39.2 39.2 39.2

Wanita 79 60.8 60.8 100.0

Total 130 100.0 100.0

Usia

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

< 25 tahun 11 8.5 8.5 8.5

25-30 tahun 87 66.9 66.9 75.4

30-35 tahun 28 21.5 21.5 96.9

> 35 tahun 4 3.1 3.1 100.0

Total 130 100.0 100.0

Big Four

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

EY 16 12.3 12.3 12.3

Deloitte 8 6.2 6.2 18.5

PWC 96 73.8 73.8 92.3

KPMG 10 7.7 7.7 100.0

Total 130 100.0 100.0

Lama Bekerja

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

< 2 tahun 8 6.2 6.2 6.2

2-6 tahun 91 70.0 70.0 76.2

6-10 tahun 26 20.0 20.0 96.2

> 10 tahun 5 3.8 3.8 100.0

Total 130 100.0 100.0

Pendidikan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

(13)

Lampiran 3 Tabel Frekuensi Jawaban Responden

K1

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

3 17 13.1 13.1 13.1

4 61 46.9 46.9 60.0

5 52 40.0 40.0 100.0

Total 130 100.0 100.0

K2

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

3 1 .8 .8 .8

4 82 63.1 63.1 63.8

5 47 36.2 36.2 100.0

Total 130 100.0 100.0

K3

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

3 21 16.2 16.2 16.2

4 65 50.0 50.0 66.2

5 44 33.8 33.8 100.0

Total 130 100.0 100.0

K4

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

3 20 15.4 15.4 15.4

4 74 56.9 56.9 72.3

5 36 27.7 27.7 100.0

Total 130 100.0 100.0

K5

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

3 32 24.6 24.6 24.6

4 63 48.5 48.5 73.1

5 35 26.9 26.9 100.0

Total 130 100.0 100.0

K6

(14)

K7

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

3 1 .8 .8 .8

4 76 58.5 58.5 59.2

5 53 40.8 40.8 100.0

Total 130 100.0 100.0

K8

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

3 8 6.2 6.2 6.2

4 67 51.5 51.5 57.7

5 55 42.3 42.3 100.0

Total 130 100.0 100.0

K9

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

3 16 12.3 12.3 12.3

4 73 56.2 56.2 68.5

5 41 31.5 31.5 100.0

Total 130 100.0 100.0

Lampiran 4 Mean dan Standart Deviasi Jawaban Responden  

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

K1 130 3 5 4.27 .680

K2 130 3 5 4.35 .496

K3 130 3 5 4.18 .687

K4 130 3 5 4.12 .647

K5 130 3 5 4.02 .720

K6 130 3 5 4.46 .516

K7 130 3 5 4.40 .507

K8 130 3 5 4.36 .597

(15)

Lampiran 5 Uji Validitas

Correlations

Total

K1

Pearson Correlation .311**

Sig. (2-tailed) .000

N 130

K2

Pearson Correlation .534**

Sig. (2-tailed) .000

N 130

K3

Pearson Correlation .637**

Sig. (2-tailed) .000

N 130

K4

Pearson Correlation .583**

Sig. (2-tailed) .000

N 130

K5

Pearson Correlation .640**

Sig. (2-tailed) .000

N 130

K6

Pearson Correlation .648**

Sig. (2-tailed) .000

N 130

K7

Pearson Correlation .542**

Sig. (2-tailed) .000

N 130

K8

Pearson Correlation .532**

Sig. (2-tailed) .000

N 130

K9

Pearson Correlation .544**

Sig. (2-tailed) .000

N 130

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Lampiran 6 Uji Reliabilitas

Case Processing Summary

N %

Cases

Valid 130 100.0

Excludeda 0 .0

(16)

Lampiran 6 Uji Reliabilitas (Sambungan)

Item Statistics

Mean Std. Deviation N

K1 4.27 .680 130

K2 4.35 .496 130

K3 4.18 .687 130

K4 4.12 .647 130

K5 4.02 .720 130

K6 4.46 .516 130

K7 4.40 .507 130

K8 4.36 .597 130

K9 4.19 .636 130

Lampiran 7 Analisis Faktor

KMO and Bartlett's Test

Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. .694

Bartlett's Test of Sphericity

Approx. Chi-Square 249.757

df 36

Sig. .000

Anti-image Matrices

K1 K2 K3 K4 K5 K6 K7 K8 K9

Anti-image Covariance

K1 .833 .174 -.098 -.138 -.154 .041 -.063 .080 .005 K2 .174 .677 -.098 -.066 -.177 -.028 .035 -.142 -.082 K3 -.098 -.098 .739 -.078 -.115 -.039 -.057 -.167 .060 K4 -.138 -.066 -.078 .749 -.067 -.211 .090 -.020 -.008 K5 -.154 -.177 -.115 -.067 .729 -.079 -.059 .022 .010 K6 .041 -.028 -.039 -.211 -.079 .550 -.290 -.025 .000 K7 -.063 .035 -.057 .090 -.059 -.290 .608 .081 -.171 K8 .080 -.142 -.167 -.020 .022 -.025 .081 .605 -.279 K9 .005 -.082 .060 -.008 .010 .000 -.171 -.279 .652 K1 .520a .231 -.124 -.174 -.198 .060 -.088 .112 .006 K2 .231 .748a -.139 -.093 -.253 -.047 .054 -.223 -.123 K3 -.124 -.139 .794a -.104 -.157 -.061 -.085 -.249 .087 K4 -.174 -.093 -.104 .725a -.091 -.328 .133 -.030 -.012

(17)

Lampiran 7 Analisis Faktor (Sambungan)

Communalities

Initial Extraction

K1 1.000 .542

K2 1.000 .618

K3 1.000 .525

K4 1.000 .474

K5 1.000 .523

K6 1.000 .694

K7 1.000 .821

K8 1.000 .678

K9 1.000 .625

Extraction Method: Principal Component Analysis.

Total Variance Explained Compo

nent

Initial Eigenvalues Extraction Sums of Squared Loadings

Rotation Sums of Squared Loadings

Total % of Variance

Cumulative

%

Total % of Variance

Cumulative

%

Total % of Variance

Cumulative

%

1 2.909 32.319 32.319 2.909 32.319 32.319 1.936 21.506 21.506

2 1.534 17.047 49.366 1.534 17.047 49.366 1.916 21.284 42.790

3 1.055 11.728 61.094 1.055 11.728 61.094 1.647 18.305 61.094

4 .829 9.214 70.308

5 .760 8.445 78.752

6 .675 7.499 86.252

7 .482 5.353 91.605

8 .421 4.677 96.283

9 .335 3.717 100.000

Extraction Method: Principal Component Analysis.

Component Matrixa Component

1 2 3

K1 .116 .698 .202

K2 .605 -.423 .269

K3 .620 .046 .372

K4 .553 .287 .294

K5 .604 .288 .274

K6 .701 .296 -.340

K7 .570 .316 -.629

(18)

Lampiran 7 Analisis Faktor (Sambungan)

Rotated Component Matrixa Component

1 2 3

K1 .501 -.525 .121

K2 .382 .687 -.012

K3 .657 .299 .060

K4 .668 .057 .159

K5 .689 .082 .203

K6 .373 .108 .738

K7 .116 .013 .898

K8 .183 .800 .059

K9 -.022 .645 .456

Extraction Method: Principal Component Analysis.

Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization.

a. Rotation converged in 5 iterations.

Component Transformation Matrix

Component 1 2 3

1 .654 .527 .543

2 .428 -.849 .309

3 .624 .031 -.781

Extraction Method: Principal Component Analysis.

Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization.

Lampiran 8 Tabel Statistik Untuk Korelasi Product Moment Pearson

DF N r 5% DF N r 5% DF N r 5% DF N r 5%

1 3 0.997 51 53 0.271 101 103 0.194 151 153 0.159

2 4 0.950 52 54 0.268 102 104 0.193 152 154 0.158

3 5 0.878 53 55 0.266 103 105 0.192 153 155 0.158

4 6 0.811 54 56 0.263 104 106 0.191 154 156 0.157

5 7 0.754 55 57 0.261 105 107 0.190 155 157 0.157

6 8 0.707 56 58 0.259 106 108 0.189 156 158 0.156

7 9 0.666 57 59 0.256 107 109 0.188 157 159 0.156

(19)

Lampiran 8 Tabel Statistik Untuk Korelasi Product Moment Pearson (Sambungan)

19 21 0.433 69 71 0.234 119 121 0.179 169 171 0.150

20 22 0.423 70 72 0.232 120 122 0.178 170 172 0.150

21 23 0.413 71 73 0.230 121 123 0.177 171 173 0.149

22 24 0.404 72 74 0.229 122 124 0.176 172 174 0.149

23 25 0.396 73 75 0.227 123 125 0.176 173 175 0.148

24 26 0.388 74 76 0.226 124 126 0.175 174 176 0.148

25 27 0.381 75 77 0.224 125 127 0.174 175 177 0.148

26 28 0.374 76 78 0.223 126 128 0.174 176 178 0.147

27 29 0.367 77 79 0.221 127 129 0.173 177 179 0.147

28 30 0.361 78 80 0.220 128 130 0.172 178 180 0.146

29 31 0.355 79 81 0.219 129 131 0.172 179 181 0.146

30 32 0.349 80 82 0.217 130 132 0.171 180 182 0.146

31 33 0.344 81 83 0.216 131 133 0.170 181 183 0.145

32 34 0.339 82 84 0.215 132 134 0.170 182 184 0.145

33 35 0.334 83 85 0.213 133 135 0.169 183 185 0.144

34 36 0.329 84 86 0.212 134 136 0.168 184 186 0.144

35 37 0.325 85 87 0.211 135 137 0.168 185 187 0.144

36 38 0.320 86 88 0.210 136 138 0.167 186 188 0.143

37 39 0.316 87 89 0.208 137 139 0.167 187 189 0.143

38 40 0.312 88 90 0.207 138 140 0.166 188 190 0.142

39 41 0.308 89 91 0.206 139 141 0.165 189 191 0.142

40 42 0.304 90 92 0.205 140 142 0.165 190 192 0.142

41 43 0.301 91 93 0.204 141 143 0.164 191 193 0.141

42 44 0.297 92 94 0.203 142 144 0.164 192 194 0.141

43 45 0.294 93 95 0.202 143 145 0.163 193 195 0.141

44 46 0.291 94 96 0.201 144 146 0.163 194 196 0.140

45 47 0.288 95 97 0.200 145 147 0.162 195 197 0.140

46 48 0.285 96 98 0.199 146 148 0.161 196 198 0.139

47 49 0.282 97 99 0.198 147 149 0.161 197 199 0.139

48 50 0.279 98 100 0.197 148 150 0.160 198 200 0.139

49 51 0.276 99 101 0.196 149 151 0.160 199 201 0.138

50 52 0.273 100 102 0.195 150 152 0.159 200 202 0.138

 

Referensi

Dokumen terkait

Lampiran I Kuisioner Responden Dalam Kota Purwokerto…………122 Lampiran II Kuisioner Responden Luar Kota Purwokerto………...127 Lampiran III Daftar Pertanyaan

Implikasi yang disebabkan oleh Pilihan Raya 1955 merupakan permuafakatan politik yang terjalin antara Parti Perikatan iaitu UMNO, MCA, dan MIC pada masa itu

&#34;roses pengeluaran sputum dari paruparu, bronkus dan trakea yang dihasilkan oleh klien &#34;roses pengeluaran sputum dari paruparu, bronkus dan trakea yang dihasilkan oleh

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dari 50 sampel darah sapi bali yang sehat secara klinis yang dipotong di Rumah Potong Hewan Pesanggaran Denpasar diperoleh

Dari hasil pengolahan dan analisa data dapat diketahui bahwa tinggi perencanaan pembangunan pelabuhan adalah 2.5675 m di mana pada ketinggian ini,

Terpilihnya Kecamatan Raya menjadi ibukota Kabupaten Simalungun dipandang memenuhi indikator untuk dijadikan lokasi Ibukota yang baru bagi daerah Kabupaten

Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku, Peraturan Daerah Kabupaten Nomor 7 Tahun 2001 tentang Retribusi dan Sewa Pemakaian Kekayaan Daerah (Lembaran Daerah

Matriks yang terbentuk dari sampel E seperti terlihat pada Gambar 4e mengalami treatment nitrocarburizing selama 5 jam, menunjukkan bahwa matriks yang terbentuk