• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Surface Hardening pada Bahan Roda Gigi Buatan Indonesia dengan Menggunakan DC-Plasma Nitrocarburizing

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Studi Surface Hardening pada Bahan Roda Gigi Buatan Indonesia dengan Menggunakan DC-Plasma Nitrocarburizing"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Studi Surface Hardening pada Bahan Roda Gigi Buatan Indonesia

dengan Menggunakan DC-Plasma Nitrocarburizing

(masuk/received 17 Juli 2017, diterima/accepted 28 Juli 2017)

s

Study of Surface Hardening on Gear Material Made in Indonesia Using

DC-Plasma Nitrocarburizing

T.P. Nurhadi

1

, Usman Sudjadi

2

, Suprapto

3

, Siti Chotijah

4

1

P.T. Gaya Makmur Mobil, Cengkareng, Jakarta Barat 2

PusatTeknologi Bahan Bakar Nuklir-BATAN, Tangerang Selatan 3

PusatSains dan Teknologi Akselerator-BATAN, Yogyakarta

4Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah

[email protected]

Abstrak – Material roda gigi buatan lokal Indonesia telah diteliti dan ditingkatkan kualitasnya dengan menggunakan

alat DC-Plasma Nitrocarburizing buatan BATAN, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan waktu perlakuan yang bervariasi 1-5 jam dengan pemanasan 400 °C. Pengujian kekerasan dilakukan dengan menggunakan alat uji kekerasan Vicker, sedangkan pengamatan struktur mikro dilakukan dengan alat SEM dan EDS. Hasilnya menunjukkan bahwa kekerasan sampel awal adalah 177,88 HV, sedangkan sampel lokal yang dinitrocarburizing pada 400 °C selama 5 jam, kekerasannya adalah 328,96 HV. Hal ini sudah melebihi kekerasan material roda gigibuatan Jepang, yaitu 317,54 HV.

Kata kunci: pengerasan permukaan, roda gigi, buatan Indonesia, DC-Plasma nitrocarburizing

Abstract – Material gears locally made in Indonesia has been investigated and improved by using a DC-Plasma

Nitrocarburizing at BATAN, Yogyakarta. This study uses the variations of treatment time 1-5 hours and by heating to 400 °C. Hardness testing was done using Vicker`s hardness tester, while the microstructure observation was performed using SEM and EDS. The results show that the hardness of the initial sampel was 177.88 HV, while local sampel after nitrocarburizing at 400 °C for 5 hours, the hardness was 328.96 HV. This already exceeds the material hardness gear made in Japan, namely = 317.54 HV.

Keywords: surface harderning, gear, made in Indonesia, DC-Plasma nitrocarburizing

I. PENDAHULUAN

Telah diketahui bahwa fungsi kerja roda gigi selalu bergesekan satu sama lain, oleh karena itu permukaan roda gigi harus mempunyai sifat yang tahan aus. Kalau tidak material roda gigi akan mengalami gompel atau rusak, berarti kualitasnya sangat rendah [1]. Agar

permukaan roda gigi tahan keausan, maka

permukanannya harus dikeraskan. Suatu material jika permukannya jika ditingkatkan kekerasannya pasti material tersebut akan bertambah ketahanan ausnya [2].

Penelitian ini memakai alat DC-Plasma

Nitrocarburizing buatan PSTA-BATAN (Pusat Sain dan

Teknologi Akselerator - Badan Tenaga Nuklir Nasional) di Yogyakarta. Kegunaan alat DC-Plasma

Nitrocar-burizing yang dibuat adalah untuk mengeraskan

permukaan material pada seluruh komponen elemen mesin yang memerlukan ketahanan aus karena pada permukaan selalu bergesekan dengan komponen elemen mesin yang lain seperti bearing, poros, gear, piston, rel dan roda kereta api, dan lain-lain.

Alat ini dapat juga digunakan untuk mengeraskan

permukaan komponen-komponen fasilitas nuklir

misalnya gerak lifting device limbah dari hotcell 101 ke 102, plunger pada pneumatic/hydraulic system, material dari hydraulic system, manipulator di hotcell dan lain

sebagainya. Selain itu dapat juga untuk mengeraskan seluruh permukaan komponen dan meningkatkan ketahanan korosinya di industri penerbangan dan perkapalan [3]. Teknologi pengerasan permukaan (surface hardening) pada bahan telah dilakukan oleh beberapa peneliti dengan mempergunakan beberapa teknologi [4-5].

Teknologi tersebut melingkupi plasma nitriding dan

nitrocarburizing, plasma immersion implantation, ECR ion nitriding, RF-plasma nitriding dan nitrocarburizing, low pressure plasma assisted nitriding dan high current density ion beam nitriding [1-10]. Di Indonesia telah

dibuat beberapa alat plasma nitriding seperti DC plasma

nitriding (temperatur maksimum hanya 500 °C). Alat nitrocarburizing temperatur tinggi yang telah

dikem-bangkan di PSTA- BATAN, Yogyakarta, adalah DC- dan

RF-plasma nitrocarburizing. Seperti diketahui bahwa

material roda gigi adalah material yang banyak juga dipakai di instalasi fasilitas nuklir, instalasi pengeboran minyak, pemipaan, bearing, piston, rel kereta api, beberapa komponen elemen mesin, pada alat transportasi dan lain-lain [5].

Pada studi ini dilaporkan hasil penelitian surface

hardening pada bahan roda gigi lokal pada temperatur

400° C selama 1-5 jam dengan menggunakan alat

(2)

II. METODE PENELITIAN/EKSPERIMEN

Material yang akan diteliti dipotong menjadi 6 sampel

dengan menggunakan mesin potong. Penandaan

diberikan pada setiap sampel sesuai dengan waktu proses

nitrocarburizing. Penandaan terdiri dari awal, A, B, C, D,

dan E, yang menyatakan waktu pada proses

nitrocar-burizing yaitu 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam, dan 5 jam.

Temperatur proses nitrocarburizing pada sampel A sampai E adalah 400 °C. Penandaan sampel ini akan sangat berguna dan memudahkan peneliti dalam membedakan sampel pasca treatment. Sampel Jepang dan

sampel lokal awal tak mengalami proses

nitrocar-burizing, untuk studi banding.

Pengamatan struktur mikro dan kedalaman

nitro-carburizing dilakukan dengan optical microscope dan

SEM (Scanning Electron Microscope). Pengujian komposisi kimia di dalam matriks menggunakan EDS (Energy Dispersive Spectroscopy). Pengujian kekerasan dengan menggunakan alat uji kekerasan Vickers.

Gambar 1 menggambarkan aliran penelitian yang di-lakukan. Gambar 2 merupakan peralatan

nitrocar-burizing.

Gambar 1. Diagram alir penelitian.

Proses nitrocarburizing adalah perlakuan termokimia yang melibatkan penambahan unsur nitrogen dan karbon dengan cara difusi. Biasanya terhadap permukaan material ferrous, pada suatu temperatur tertentu di mana telah terbentuk fase ferrite secara lengkap. Oleh karena itu tujuan dari proses nitrocarburizing pada steinless

steel 304 adalah untuk memasukkan unsur nitrogen dan

karbon ke dalam permukaan SS 304. Tujuan utama dari perlakuan ini adalah untuk meningkatkan karakteristik

anti gores dari komponen-komponen teknik, dengan cara menambahkan suatu senyawa pada permukaannya, se-hingga permukaan itu memiliki sifat ketahanan keausan atau ketahanan gesekan.

Nitrocarburizing dilakukan pada banyak komponen

teknik seperti textile machinery gears, pump cylinder

blocks, nozzles, dan lain-lain di mana diperlukan sifat

ta-han aus, sedangkan pada crank-shaft dilakukan proses

(3)

Gambar 2. Mesin DC-Plasma Nitrocarburizing.

Setelah dilakukan treatment surface harderning

nitrocarburizing sesuai parameter yang telah ditentukan,

maka perlu dilakukan pendinginan sampel dengan cara didiamkan dengan suhu ruang (quenching). Setelah sampel dinitrocarburizing, sampel diuji kekerasan-

mikronya menggunakan alat Hardness Vickers dan diamati struktur mikro dan komposisi kimianya menggunakan SEM/Optical Microscope dan EDS.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Kekerasan

Tabel 1 merupakan perhitungan penjejakan dan Tabel 2 data hasil dari uji kekerasan. Uji kekerasan yang dipakai adalah uji kekerasan Vickers (HV) menggunakan alat

Microhardness Tester. Hasil dari uji kekerasan ini adalah

hasil uji dari sampel awal dan sampel-sampel setelah mengalami proses nitrocarburizing pada temperatur 400 °C dengan waktu perlakuan 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam, dan 5 jam. Pengujian dilakukan dengan dengan beban penjejakan 25 gf dan waktu penjejakan 5 detik.

Tabel 1. Diagonal Penjejakan.

Sampel Titik 1 (µm) Titik 2 (µm) Titik 3 (µm) Titik 4 (µm) Titik 5 (µm)

d1 d2 d1 d2 d1 d2 d1 d2 d1 d2 Awal 14,26 14,32 17,12 17,16 16,75 16,81 16,34 16,38 16,65 16,69 Jepang 12,82 12,78 11,31 11,35 11,65 11,69 11,81 11,79 13,06 13,10 A (1 jam) 16,05 16,07 15,37 15,41 15,78 15,76 15,91 15,95 15,59 15,57 B (2 jam) 14,63 14,57 14,77 14,77 15,75 15,81 16,38 16,36 15,47 15,45 C (3 jam) 12,44 12,40 13,05 13,11 13,21 13,19 12,46 12,42 12,68 12,62 D (4 jam) 12,03 11,09 12,26 12,28 12,44 12,44 11,99 11,93 12,20 12,24 E (5 jam) 11,94 11,98 12,20 12,22 11,67 11,63 11,65 11,61 11,91 11,95 Diagonal (d) yang digunakan dalam perhitungan adalah rata-rata diagonal yang diukur terhadap diagonal horisontal dan diagonal vertikal pada masing-masing titik.

Tabel 2. Kekerasan HVN. Sampel HV Titik 1 HV Titik 2 HV Titik 3 HV Titik 4 HV Titik 5 HV Rata-rata Awal 227,1 158,8 164,6 173,2 166,7 177,88 Jepang 283,1 360,8 340,1 332,6 271,1 317,54 A (1 jam) 179,8 195,6 186,4 182,7 190,9 187,08 B (2 jam) 217,3 212,5 186,1 172,9 194,0 196,56 C (3 jam) 300,7 271,1 266,2 299,5 289,5 285,40 D (4 jam) 321,5 307,8 299,6 324,1 310,5 312,70 E (5 jam) 324,1 310,8 341,6 342,8 325,5 328,96

Gambar 3. Grafik performa kekerasan sampel awal, Jepang dan E.

Dari Tabel 2 terlihat sampel A,B,C,D, dan E menga-lami kenaikan kekerasan (HV) rata-rata yang proporsional terhadap waktu treatment surface harderning sesuai parameter yang digunakan. Bahkan pada sampel E mampu melampaui kekerasan rata-rata sampel produk

Jepang seperti ditunjukkan pada Gambar 3. Kekerasan rata-rata sampel E dengan waktu 5 jam adalah sebesar

328,96 kgf/mm2, dan untuk kekerasan rata-rata produk

Jepang sebagai pembanding adalah sebesar 317,54

(4)

Hasil Uji Scanning Electron Microscope (SEM)

Pengamatan struktur mikro dilakukan dengan Scanning

Electron Microscope, kemudian hasil struktur micro di

foto dengan pembesaran 3000 kali setelah mengalami proses nitrocarburizing pada suhu 400 °C dengan waktu 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam, dan 5 jam. Hasil pengamatan ini dapat di lihat pada Gambar 4.

Pada penampakan struktur mikro pada sampel A dengan perbesaran 3000 kali didapatkan struktur mikro material yang memiliki matriks terdiri dari ferrite,

austenite, dan perlite. Ferrite ditandai dengan warna ge-

lap, dan memiliki tingkat kekerasan rendah. Austenite yang ditandai dengan warna terang (putih) dan memiliki tingkat kekerasan tinggi, serta perlite yang ditandai de- ngan warna kecoklatan dan memiliki tingkat kekerasan yang sedang. Posisi ferrite, austenite, dan perlite tampak

seperti pada Gambar 4a. Pada gambar tersebut permukan

ferrite dan perlite lebih mendominasi dibanding austenite.

Pada penampang struktur mikro pada sampel B seperti terlihat pada Gambar 4b matriks yang terlihat adalah

ferrite, austenite, dan perlite. Secara keseluruhan masih

didominasi oleh perlite, meskipun perlite masih perlu diuji secara pasti dengan alat SEM untuk mendapatkan hasil mikrostruktur yang lebih jelas. Matriks yang terbentuk pada pada sampel C bagian permukaannya didominasi oleh austenite seperti yang terlihat pada Gambar 4c, menunjukkan bahwa permukaan material tersebut semakin keras seiring lamanya waktu treatment

nitrocarburizing. Penampakan struktur mikro sampel D

pada Gambar 4d, menunjukkan bahwa semakin sedikit matriks ferrite dan perlite, sehingga semakin tinggi nilai HV yang diperoleh. Semakin banyaknya matriks austenite yang terbentuk semakin keras permukaannya.

(a) (b) (c)

(d) (e)

Gambar 4. Penampang struktur mikro sampel (a) A, (b) B, (c) C, (d) D, (e) E dengan perbesaran 3000 kali.

Matriks yang terbentuk dari sampel E seperti terlihat pada Gambar 4e mengalami treatment nitrocarburizing selama 5 jam, menunjukkan bahwa matriks yang terbentuk semakin banyak austenite dan terlihat lebih homogen dari struktur sebelumnya yang lebih didominasi perlite. Hal inilah yang menyebabkan tingkat kekerasan pada sampel E memiliki nilai HV yang tertinggi.

Hasil Uji Energy Dispersive Spectroscopy (EDS)

Gambar 5 menunjukkan posisi pengujian EDS pada sampel A. Pengujian dilakukan pada surface layer dan

base material. Hasil yang diperoleh digunakan untuk

komparasi konsentrasi komposisi kimia pada surface layer dan base material. Konsentrasi atom karbon (C) pada lapisan permukaan meningkat bila dibandingkan dengan konsentrasi karbon (C) pada base material. Hal ini membuktikan bahwa perlakuan pengerasan permukaan menggunakan metode plasma nitrocarburizing mampu mendifusikan atom karbon di permukaan sampel A sam- pai sampel E sehingga kekerasan pada permukaannya meningkat.

Gambar 5. Penampang penempatan posisi pengujian EDS

untuk sampel A.

Dari hasil pengujian kekerasan, pengamatan struktur mikro dan grafik analisis komposisi kimia berdasarkan jumlah yang dapat diukur dan dihitung, plasma

nitrocarburizing dengan waktu 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam,

dan 5 jam dengan temperatur suhu 400 °C, terlihat bahwa pengaruh waktu mempengaruhi jumlah konsentrasi karbon

(5)

yang berdifusi ataupun terdeposisi pada permukaan spesimen uji material roda gigi, dan matriks austenite yang terbentuk semakin banyak dan semakin homogen sehingga semakin besar tingkat kekerasannya. Hal ini sesuai hukum Fick bahwa laju konsentrasi atom-atom karbon ke dalam material proposional dengan gradien konsentrasi dan koefisien difusi. Ketebalan konsentrasi atom karbon yang terdifusi ke dalam material proposional terhadap akar koefisien difusi kali waktu, sedangkan kofisien difusi

proposional terhadap koefisien difusi awal kali

eksponensial aktivasi energi dibagi konstanta Boltzmann kali temperatur. Dari grafik komposisi kimia di surface material (Gambar 6 dan 7), konsentrasi karbon pada waktu 1 jam adalah 10,3% (Gambar 6), sedangkan pada waktu 5 jam adalah 12,1% (Gambar7). Hal itu menunjukkan adanya kenaikan konsentrasi atom karbon,

jika waktu proses nirocarburizing dinaikkan.

Gambar 6. Grafik analisis kualitatif plasma nitrocarburizing

selama 1 jam.

Gambar 7. Grafik analisis kualitatif plasma nitrocarburizing

selama 5 jam.

Dari grafik komposisi kimia tidak terlihat komposisi nitrogen karena perbandingan yang di gunakan adalah 3:1 di mana komposisi karbon yang lebih dominan dibanding nitrogen. Dari percobaan dapat juga dilihat bahwa setelah sampel dinitrocarburizing pada 400°C, selama 5 jam, kekerasan permukaannya menjadi 328,96 HV. Padahal kekerasan sampel awal 177,88 HV. Dengan demikian kualitas material roda gigi lokal dapat ditingkatkan sesuai dengan buatan Japan (317,54 HV), dengan cara dinitrocarburizing pada 400 °C selama 5 jam.

IV. KESIMPULAN

Material roda gigi buatan lokal Indonesia telah diteliti dan ditingkatkan kualitasnya dengan menggunakan alat

DC plasma nitrocarburizing buatan BATAN,

Yogya-karta. Penelitian ini menggunakan waktu treatment yang beravariasi 1-5 jam dan dengan pemanasan 400 °C. Pengujian kekerasan dengan menggunakan alat uji kekerasan Vickers, sedangkan pengamatan struktur mikro menggunakan alat SEM dan EDS. Hasilnya menunjukkan bahwa kekerasan sampel awal adalah

177,88 HV, sedangkan sampel lokal yang

dinitrocarburizing pada temperatur 400 °C, selama 5 jam, kekerasannya adalah 328,96 HV. Hal ini sudah melebihi kekerasan material roda gigi buatan Jepang yaitu 317,54 HV. Jadi jika roda gigi buatan Indonesia, ingin kualitasnya sama dengan kualitas produk Jepang,

maka harus diperkeras permukaannya, dengan

menggunakan alat buatan Indonesia sendiri yaitu DC

plasma nitrocarburizing pada temperatur 400 °C,

selama 5 jam. Karena roda gigi adalah komponen elemen mesin yang selalu mengalami gesekan, selama dia digunakan, supaya tidak gompel atau rusak, maka permukaannya harus ditingkatkan ketahanan ausnya

dengan peningkatan kekerasannya. Alat untuk

mengeraskan permukaan ialah DC plasma

nitrocar-burizing.

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Pusat Sains dan Teknologi Askselerator (PSTA)-BATAN, Yogyakarta yaitu Bapak Dr. Susilo Widodo, kepada Bapak Drs. B.A. Tjipto Sujitno, MT, Bapak Sayono, ST, Ibu Wiwien Andriyanti, MT, dan seluruh staf di laboratorium Fisika

Partikel PSTA-BATAN Yogyakarta yang telah

memfasilitasi peralatan dan membantu dalam penelitian hingga terselesainya penulisan ini.

PUSTAKA

[1] S. Ben Slima, (2012). Ion and Gas Nitriding Applied to

Steel Tool for Hot Work X38CrMoV5 Nitriding Type: Impact on the Wear Resistance. Materials Sciences and

Applications, 3, 640-644. http://dx.doi.org/10.4236/ msa.2012.39093

[2] N. St. J. Chabert, Pascal & Braithwaite (2011). Physics of

Radio-Frequency Plasmas. United Kingdom: Cambridge

University Press.

[3] Lars Holm, Torsten & Sproge, (tanpa tahun) Furnace

Atmospheres 3 Nitriding and Nitrocarburizing, Swedia:

AGA AB, S-181 81.

[4] Kang Imam, (2010, 12 Desember). Roda Gigi (Gear), http://manufakturpolman.blogspot.co.id/2010/12/roda-gigi-gear.html

[5] William D. Callister Junior, (2007). Materials Science and

Engineering : An Introduction 7th Ed., USA:John Wiley &

(6)

[6] Mitsuharu Konuma, (1992). Film Deposition by Plasma

Techniques. Heidelberg: Springer-Verlag

[7] Kosmac, Alenka & Brussels (2015). Surface Hardening

of Stainless Steels 2nd Ed., Brussels: Euro Inox

[8] John R. Reitz, dkk, (1993). Dasar Teori Listrik Magnet. Bandung: ITB Press

[9] R.M.L. Susita, B. Siswanto, I. Aziz , H.A. Anggraini, Sudjatmoko (2016). Effect of Nitrogen Ion Dose On the

Corrosion Resistance, The Microstructure and The Phase Structure of The Biomaterial Austenitic Stainless Steel 316L. Ganendra Journal of Nuclear Science and Technology, 19, 47-54.

[10] Widdi Usada (2010). Perhitungan Kerapatan Ion Nitrogen Pada Pembentukan Ion FeN Dalam Proses Nitridasi, Jurnal Iptek Nuklir Ganendra, 14, 41-46.

Gambar

Gambar  1  menggambarkan  aliran  penelitian  yang  di- di-lakukan.      Gambar  2  merupakan  peralatan   nitrocar-burizing
Tabel 2. Kekerasan HVN.  Sampel  HV  Titik 1  HV  Titik 2  HV  Titik 3  HV  Titik 4  HV  Titik 5  HV  Rata-rata  Awal  227,1  158,8  164,6  173,2  166,7  177,88  Jepang  283,1  360,8  340,1  332,6  271,1  317,54  A (1 jam)  179,8  195,6  186,4  182,7  190,
Gambar 4. Penampang struktur mikro sampel (a) A, (b) B, (c) C, (d) D, (e) E dengan perbesaran 3000 kali.
Gambar 6. Grafik analisis kualitatif plasma nitrocarburizing                      selama 1 jam

Referensi

Dokumen terkait

Hasil menunjukkan bahwa pelatihan bermain pura-pura bersama anak dapat meningkatkan interaksi ibu dan anak retardasi mental dengan nilai t=-9,662 dan signifikansi

Pada penelitian ini, pengujian akan dilakukan untuk setiap elemen dari parameter kontrol algoritma genetika yang meliputi : ukuran jumalh individu awal, ukuran

Kualitas protein cacing tanah lebih tinggi dibandingkan dengan protein daging dan ikan, sehingga sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak, ikan, dan

Maka nilai thitung lebih besar dari ttabel, dalam hal ini berarti variabel Return On Equity (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Earning Per

Indonesia Malaysia Singapura Vietnam Filipina Ibukota Bentuk Pemerintahan Mata uang Bahasa resmi Lagu kebangsaan Agama.. Thailand Brunei Darussalam Kamboja

Untuk perjalanan lebih dari 3 (tiga) jam, penyelenggara wajib menyediakan 2 (Dua) mobil minimal Kijang Innova atau sejenisnya dilengkapi AC & radio tape yang berfungsi dengan

Penyelenggara menyediakan 5 (lima) kamar Hotel (minimal Bintang 3 – wajib memiliki fasilitas Hot Spot/ Wi-Fi) atau Hotel terbaik pada kota penyelenggaraan pertunjukan

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayahNya serta kerja keras tim penyusun telah berhasil menyusun sebanyak 17