download sni iso 140012015 sistem manajemen lingkungan
PT Krakatau Posco Chemical Calcination Peroleh Sertifikat SNI ISO Series dari Sucofindo.
Bisnis.com , JAKARTA-- Perusahaan jasa sertifikasi, Sucofindo menyerahkan tiga sertifikat sekaligus kepada PT Krakatau Posco Chemical Calcination di bidang mutu, lingkungan, dan keselamatan dan kesehatan kerja.
Sertifikasi tersebut mencakup, Sertifikat Sistem Manajemen Mutu SNI ISO 9001:2015, Sertifikat Sistem Manajemen Lingkungan SNI ISO 14001:2015, dan Sertifikat Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja SNI ISO 45001:2018 dengan ruang lingkup sertifikasi, yaitu Lime Calcination Plant Industry.
Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Direktur Komersial 1 Sucofindo Herliana Dewi kepada Direktur Utama PT Krakatau Posco Chemical Calcination Lee Young Gil dengan mengedepankan protokol physical distancing di masa new normal pada 22 Juli 2020 di Cilegon.
Herliana mengapresiasi keberhasilan PT Krakatau Posco Chemical Calcination dalam meraih sertifikat SNI ISO series tersebut. “Terima kasih telah mempercayakan kami sebagai lembaga sertifikasi. Kami mengapresiasi komitmen dari para pimpinan dan jajaran manajemen PT.
Krakatau Posco Chemical Calcination terhadap penerapan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja atau K3 di internal perusahaan dan menjadikannya sebagai prioritas utama,” ujarnya pada 22 Juli 2020 di Cilegon.
Dengan penerapan standard ketiga sertifikasi itu secara utuh dan konsisten, diharapkan mampu mendukung pencapaian rencana strategis maupun kinerja perusahaan.
Penerapan ketiga sistem ini mampu menyediakan landasan untuk meningkatkan efektivitas tata kelola perusahaan guna mencapai hasil yang lebih baik dan mencegah efek negatif.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Operasi PT Krakatau Posco Chemical Calcination Kim Dong Han mengungkapkan penerapan standard ISO ini diharapkan dapat mengedukasi seluruh pegawai, dan meningkatkan komunikasi secara internal.
“Ke depannya, kami berkomitmen mengimplementasikan standard ini dan terus berupaya meningkatkan performa kami. Terima kasih kepada Sucofindo,” katanya.
Sampai saat ini, Sucofindo telah menerbitkan 1.736 sertifikat SNI ISO 9001 tentang Sistem Manajemen Mutu, 345 sertifikat SNI ISO 14001 tentang Sistem Manajemen Lingkungan , dan 98 sertifikat SNI ISO 45001 tentang Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3).
Selain melayani Sertifikasi tersebut, Sucofindo juga memberikan layanan jasa sertifikasi lain di antaranya, Sertifikasi ISO 27001:2013 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi, Sertifikasi SNI ISO 28000:2009 tentang Sistem Manajemen Keamanan pada Rantai Pasokan.
Kemudian, tersedia Sertifikasi ISO 22000:2018 tentang Sistem Manajemen Keamanan Pangan, Sertifikasi ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajamen Anti Penyuapan, Sertifikasi ISO 50001:2018 tentang Sistem Manajemen Energi.
Di tengah masa pandemi Covid-19, Sucofindo tetap melayani jasa pemastian mutu pada peralatan kesehatan dengan pengujian sterilitas dan kalibrasi untuk peralatan kesehatan. Sucofindo menyediakan pelaksanakan pelatihan secara online dan kegiatan audit yang dilakukan secara remote audit dengan memanfaatkan teknologi informasi.
Dalam pengelolaan protokol K3 untuk kepastian usaha pariwisata, Sucofindo mengeluarkan jasa baru yaitu Sertifikasi ARISE, dan Sucofindo memprioritaskan pengujian pada produk handsanitizer dan cairan disinfektan.
MENGENAL ISO 14001 SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN.
Ketika perusahaan beroperasi, maka proses bisnis yang dilakukan oleh perusahaan tersebut berpotensi untuk menimbulkan dampak terhadap lingkungan, baik dampak positif maupun dampak negatif. Pada prinsipnya dampak yang timbul dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu dampak bio-kimia-fisik dan dampak sosial. Contoh dari dampak bio-fisik-kimia misalnya pencemaran air, pencemaran udara, kerusakan keanekaragaman hayati, atau pengurangan cadangan air tanah. Semua jenis dampak ini akan memberikan resiko yang mempengaruhi bisnis yang dijalankan oleh perusahaan. Misalnya pencemaran air yang ditimbulkan oleh aktivitas perusahaan, akan memberikan resiko pertanggungjawaban dalam bentuk tuntutan pidana dan tuntutan perdata, apakah tuntutan tersebut dari pemerintah, masyarakat, atau lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Ketika perusahaan berupaya untuk menerapkan ISO 14001, maka perusahaan tersebut telah memiliki komitmen untuk memperbaiki secara menerus kinerja lingkungannya. Namun, satu hal perlu dingat bahwa ISO 14001 merupakan standar yang memadukan dan menyeimbangkan kepentingan bisnis dengan lingkungan hidup. Sehingga, upaya perbaikan kinerja yang dilakukan oleh perusahaan akan disesuaikan dengan sumberdaya perusahaan, apakah itu sumberdaya manusia, teknis, atau finansial.
Adakalanya, perbaikan kinerja lingkungan tidak dapat dicapai dalam waktu singkat karena keterbatasan finansial. Misalnya, sebuah perusahaan yang proses bisnisnya menimbulkan limbah cair yang mencemari lingkungan berupaya untuk menerapkan ISO 14001 di perusahaannya. Setelah kajian dilakukan, ternyata keterbatasan finansial membuat perusahaan tersebut sukar untuk mengelola limbahnya sehingga mencapai baku mutu limbah cair yang disyaratkan oleh pemerintah. Berdasarkan analisis finansial, ternyata perusahaan tersebut baru akan mampu membangun sistem pengolahan limbah yang memadai kira-kira beberapa tahun ke depan. Sehingga sebelum masa tersebut terlampaui, perusahaan tidak akan pernah memenuhi baku mutu lingkungan. Namun, bila perusahaan tersebut mengembangkan sistem manajemen lingkungan yang memenuhi persyaratan ISO, maka perusahaan tersbut bisa saja memperoleh sertifikat ISO 14001. Perusahaan lain, yang kinerja lingkungannya telah memenuhi baku mutu
namun EMS-nya tidak memenuhi persyaratan tidak akan memperoleh sertifikat ISO 14001.
Uraian di atas menunjukkan bahwa pada prinsipnya, penerapan ISO 14001 tidak berarti tercapainya kinerja lingkungan dalam waktu dekat.
Sertifikat EMS dapat saja diberikan kepada perusahaan yang masih mengotori lingkungan. Namun, dalam EMS terdapat persyaratan bahwa perusahaan memiliki komitmen untuk melakukan perbaikan secara menerus (continual improvement). Dengan perbaikan secara menerus inilah kinerja lingkungan akan sedikit demi sedikit diperbaiki. Dengan kata lain ISO 14001 bersifat conformance (kesesuaian), bukan performance (kinerja)
ISO 14001 merupakan standar lingkungan yang bersifat sukarela (voluntary). Standar ini dapat dipergunakan oleh oleh organisasi/perusahaan yang ingin:
menerapkan, mempertahankan, dan menyempurnakan sistem manajemen lingkungannya membuktikan kepada pihak lain atas kesesuaian sistem manajemen lingkungannya dengan standar memperoleh sertifikat.
Beberapa manfaat penerapan ISO adalah:
menurunkan potensi dampak terhadap lingkungan meningkatkan kinerja lingkungan memperbaiki tingkat pemenuhan (compliance) peraturan menurunkan resiko pertanggungjawaban lingkungan sebagai alat promosi untuk menaikkan citra perusahaan.
Selain manfaat di atas, perusahaan yang berupaya untuk menerapkan ISO 14001 juga perlu mempersiapkan biaya-biaya yang akan timbul, diantaranya:
waktu staf atau karyawan penggunaan konsultan pelatihan.
Standar internasional untuk sistem manajemen lingkungan telah diterbitkan pada bulan September 1996, yaitu ISO 14001 dan ISO 14004.
Standar ini telah diadopsi oleh pemerintah RI ke dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) menjadi SNI-19-14001-1997 dan SNI-19-14001- 1997.
ISO 14001 adalah Sistem manajemen lingkungan yang berisi tentang spesifikasi persyaratan dan panduan untuk penggunaannya. Sedangkan ISO 14004 adalah Sistem manajemen lingklungan yang berisi Panduan-panduan umum mengenai prinsip, sistem dan teknik-teknik pendukung.
Elemen ISO 14001.
ISO 14001 dikembangkan dari konsep Total Quality Management (TQM) yang berprinsip pada aktivitas PDCA (Plan – Do – Check – Action), sehingga elemen-elemen utama EMS akan mengikuti prinsip PDCA ini, yang dikembangkan menjadi enam prinsip dasar EMS, yaitu:
Kebijakan (dan komitmen) lingkungan Perencanaan Penerapan dan Operasi Pemeriksaan dan tindakan koreksi Tinjauan manajemen Penyempurnaan menerus.
1. Kebijakan Lingkungan.
Kebijakan lingkungan harus terdokumentasi dan dikomunikasikan kepada seluruh karyawan dan tersedia bagi masyarakat, dan mencakup komitmen terhadap perbaikan berkelanjutan, pencegahan pencemaran, dan patuh pada peraturan serta menjadi kerangka kerja bagi penetapan tujuan dan sasaran.
2. Perencanaan.
Mencakup indentifkasi aspek lingkungan dari kegiatan organisasi, identifikasi dan akses terhadap persyaratan peraturan, adanya tujuan dan sasaran yang terdokumentasi dan konsisten dengan kebijakan, dan adanya program untuk mencapai tujuan dan sasaran yang direncanakan (termasuk siapa yang bertanggung jawab dan kerangka waktu)
3. Implementasi dan Operasi.
Mencakup definisi, dokumentasi, dan komunikasi peran dan tanggung jawab, pelatihan yang memadai, terjaminnya komunikasi internal dan eksternal, dokumentasi tertulis sistem manajemen lingkungan dan prosedur pengendalian dokumen yang baik, prosedur pengendalian operasi yang terdokumentasi, dan prosedur tindakan darurat yang terdokumentasi.
4. Pemeriksaan dan Tindakan Perbaikan.
Mencakup prosedur yang secara teratur memantau dan mengukur karakteristik kunci dari kegiatan dan operasi, prosedur untuk menangani situasi ketidaksesuaian, prosedur pemeliharaan catatan spesifik dan prosedur audit kenerja sistem manajemen lingkungan.
5. Tinjauan Ulang Manajemen.
Mengkaji secara periodik sistem manajemen lingkungan keseluruhan untuk memastikan kesesuaian, kecukupan, efektifitas sistem manajemen lingkungan terhadap perubahan yang terjadi.
Pada prinsipnya, keenam prinsip ISO 14001 – Environmental Management System diatas dapat dibagi menjadi 17 elemen, yaitu:
Environmental policy (kebijakan lingkungan): Pengembangan sebuah pernyataan komitmen lingkungan dari suatu organisasi. Kebijakan ini akan
dipergunakan sebagai kerangka bagi penyusunan rencana lingkungan. Environmental aspects (aspek lingkungan): Identifikasi aspek lingkungan dari produk, kegiatan, dan jasa suatu perusahaan, untuk kemudian menentukan dampak-dampak penting yang timbul terhadap lingkungan. Legal and other requirements (persyaratan perundang-undangan dan persyaratan lain): Mengidentifikasi dan mengakses berbagai peraturan dan perundangan yang terkait dengan kegiatan perusahaan. Objectives and targets (tujuan dan sasaran): Menetapkan tujuan dan sasaran lingkungan, yang terkait dengan kebijakan yang telah dibuat, dampak lingkungan, stakeholders, dan faktor lainnya. Environmental management program (program manajemen lingkungan): rencana kegiatan untuk mencapai tujuan dan sasaran Structure and responsibility (struktur dan tanggung jawab):
Menetapkan peran dan tanggung jawab serta menyediakan sumber daya yang diperlukan Training awareness and competence (pelatihan, kepedulian, dan kompetensi): Memberikan pelatihan kepada karyawan agar mampu mengemban tanggung jawab lingkungan. Communication (komunikasi): Menetapkan proses komunikasi internal dan eksternal berkaitan dengan isu lingkungan EMS Documentation (dokumentasi SML):
Memelihara informasi EMS dan sistem dokumentasi lain Document Control (pengendalian dokumen): Menjamin kefektifan pengelolaan dokumen prosedur dan dokumen lain. Operational Control (pengendalian operasional): Mengidentifikasi, merencanakan dan mengelola operasi dan kegiatan perusahaan agar sejalan dengan kebijakan, tujuan, dan saasaran. Emergency Preparedness and response (kesiagaan dan tanggap darurat):
mengidentifikasi potensi emergency dan mengembangkan prosedur untuk mencegah dan menanggapinya. Monitoring and measurement (pemantauan dan pengukuran): memantau aktivitas kunci dan melacak kinerjanya Nonconformance and corrective and preventive action
(ketidaksesuaian dan tindakan koreksi dan pencegahan): Mengidentifikasi dan melakukan tindakan koreksi terhadap permasalahan dan mencegah terulang kejadiannya. Records (rekaman): Memelihara rekaman kinerja SML EMS audits (audit SML): Melakukan verifikasi secara periodik bahwa SML berjalan dengan baik. Management Review (pengkajian manajemen): Mengkaji SML secara periodik untuk melihat kemungkinan- kemungkinan peyempurnaan berkelanjutan.
| Konsultan ISO IEC dapat membantu organisasi/lembaga/perusahaan/instansi/institusi Anda dalam menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001. Silahkan hubungi kami.
PT. Sistem Manajemen Utama.
PT. Sistem Manajemen Utama menyediakan Layanan Konsultasi (Pendampingan Penerapan), Pelatihan (Inhouse Training) dan Audit Pihak Kedua terkait Sistem Manajemen. PT. Sistem Manajemen Utama menyediakan pula berbagai Dokumen penerapan praktis Sistem Manajemen, antara lain yaitu: e-Books, Buku Saku, Paket Presentasi, dan Paket Lengkap Dokumen Siap Pakai Sistem Manajemen.
Paket Lengkap Dokumen ISO 14001:2015 Sistem Manajemen Lingkungan.
Harga Paket Lengkap Dokumen ISO 14001:2015 Sistem Manajemen Lingkungan Rp 8.500.000,- (delapan juta lima ratus ribu rupiah) (pengiriman file via email)
--- Paket Lengkap Dokumen ISO 14001:2015 adalah sekumpulan dokumen siap pakai dalam format Microsoft Office Word, Excel, atau Power Point yang telah memenuhi Persyaratan ISO 14001:2015 Sistem Manajemen Lingkungan. Anda dapat langsung
menggunakannya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Organisasi Anda. ---
Tujuan standar ISO 14001:2015 (Sistem Manajemen Lingkungan) adalah untuk menyediakan Organisasi kerangka dalam melindungi lingkungan dan menanggapi perubahan kondisi lingkungan, yang seimbang dengan kebutuhan sosial-ekonomi. ISO 14001:2015 menentukan persyaratan yang memungkinkan suatu Organisasi untuk mencapai hasil yang diinginkan pada suatu Sistem Manajemen Lingkungan.
Pendekatan sistematis pengelolaan lingkungan dapat memberikan Manajemen Puncak informasi untuk membangun kesuksesan dalam jangka panjang dan membuat pilihan untuk berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dengan: - Melindungi lingkungan dengan mencegah atau mengurangi Dampak Lingkungan yang merugikan; - Mengurangi efek negatif dari kondisi lingkungan di Organisasi; - Membantu Organisasi dalam pemenuhan kewajiban kepatuhan ( compliance obligations ); - Meningkatkan kinerja lingkungan; - Mengontrol cara produk dan jasa dirancang, diproduksi, didistribusikan, dikonsumsi, dan dibuang; - Mencapai keuntungan finansial yang didapat dari hasil pelaksanaan alternatif ramah lingkungan; - Mengkomunikasikan informasi lingkungan kepada pihak berkepentingan yang relevan.
Dokumen yang disediakan untuk Anda pada Paket Lengkap Dokumen ISO14001:2015 Sistem Manajemen Lingkungan ini adalah: I. Peta Proses Bisnis (microsoft power point) II. Statement of Applicability III. Dokumen Pedoman Lingkungan pedoman Lingkungan dokumen Kebijakan Lingkungan dokumen Deskripsi-Spesifikasi Pekerjaan Lingkungan.
IV. Dokumen Peraturan Perundangan Dan Persyaratan prosedur Prosedur Peraturan Perundangan Dan Persyaratan form Pemenuhan dan Evaluasi Peraturan Perundangan.
V. Dokumen Tujuan, Sasaran, dan Program Lingkungan prosedur Tujuan, Sasaran, dan Program Lingkungan formulir Tujuan, Sasaran, dan Program Lingkungan formulir Sasaran Lingkungan.
VI. Dokumen Manajemen Perubahan prosedur Manajemen Perubahan form Manajemen Perubahan.
VII. Dokumen Management prosedur audit internal prosedur pengendalian dokumen prosedur pengendalian produk tidak sesuai prosedur pengendalian rekaman prosedur permintaan tindakan perbaikan dan pencegahan prosedur tinjauan manajemen form audit internal_rencana audit form audit internal_daftar hadir opening closing form audit internal_rekapitulasi pertanyaan audit internal form audit internal_rekitulasi temuan audit internal form audit internal_rangkuman,rencana & verifikasi perbaikan audit form pengendalian dokumen_daftar induk dokumen internal form pengendalian dokumen_daftar induk dokumen eksternal form pengendalian dokumen_daftar distribusi form pengendalian dokumen_berita acara pemusnahan dokumen form pengendalian dokumen_revisi dokumen form permintaan tindakan perbaikan dan pencegahan_ptpp form permintaan tindakan perbaikan dan pencegahan_logbook form tinjauan manajemen_rencana dan undangan tinjauan manajemen form tinjauan
manajemen_notulen hasil rapat tinjauan manajemen form pengendalian rekaman_daftar induk.
VIII. Dokumen IADL prosedur identifikasi Aspek Dampak Lingkungan form IADL form IADL Keterangan.
IX. Dokumen Pelatihan Lingkungan dan Evaluasi prosedur Pelatihan Lingkungan dan Evaluasi form matriks kompetensi dan identifikasi kebutuhan pelatihan form analisis kebutuhan pelatihan form program pelatihan form evaluasi efektivitas pelatihan form daftar hadir pelatihan form daftar riwayat peserta pelatihan.
X. Dokumen Komunikasi Lingkungan prosedur komunikasi Lingkungan form komunikasi Lingkungan form keluhan Lingkungan.
XI. Dokumen Insiden Lingkungan dan Keadaan Darurat prosedur penanggulangan keadaan darurat prosedur pelatihan dan simulasi
penanggulangan keadaan darurat prosedur penanganan insiden lingkungan prosedur investigasi insiden lingkungan form checklist keadaan darurat form berita acara kejadian keadaan darurat form investigasi insiden.
XII. Dokumen Operasional Lingkungan prosedur pengendalian Lingkungan prosedur pelaporan bahaya dan masalah Lingkungan prosedur ijin kerja aman prosedur pengelolaan limbah form item inspeksi rutin operasional Lingkungan form surat izin kerja aman form komite Lingkungan form pengendalian lingkungan form jadwal pengambilan limbah form pencatatan jumlah limbah form surat jalan pengambilan limbah.
XIII. Dokumen Pengukuran dan Inspeksi prosedur Pengukuran dan evaluasi parameter lingkungan kerja form rencana pemantauan dan pengukuran Lingkungan form Hasil Inspeksi Lingkungan.
XIV. Dokumen Pengendalian Pemasok prosedur pengendalian pemasok form pra-kualifikasi form Seleksi Calon Pemasok form rekap penilaian pra kualifikasi form daftar pemasok terpilih form evaluasi kinerja pemasok ---
Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001.
ISO 14001 meminta organisasi untuk secara aktif mengelola dampak terhadap lingkungan melalui komitmen terhadap pencegahan polusi, kepatuhan terhadap hukum yang berlaku, dan peningkatan berkelanjutan.
Halaman Utama Sertifikasi ISO 14001.
Gambaran umum.
Sertifikasi Sistem Manajemen Lingkungan terhadap standar ISO 14001 membantu organisasi menunjukkan komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan kinerja lingkungan. Standar ini telah ditulis ulang secara komprehensif untuk memastikan bahwa maksud dan tujuannya mendukung perubahan terhadap kebutuhan dunia saat ini, dan merefleksikan lingkungan tempat organisasi beroperasi yang menjadi semakin rumit.
ISO 14001:2015 memberikan penekanan yang lebih besar pada peningkatan kinerja lingkungan yang lebih proaktif, dan menyertakan pengelolaan lingkungan dalam rencana strategis organisasi . Standar ini sesuai untuk organisasi dari berbagai sektor dan ukuran.
Manfaat ISO 14001.
Kepatuhan terhadap undang-undang lingkungan.
Sertifikasi ISO 14001 dapat membantu Anda mematuhi persyaratan hukum, dengan menyediakan pendekatan yang sistematis untuk memenuhi persyaratan undang-undang yang berlaku saat ini serta mengidentifikasi undang-undang di masa depan.
Meningkatkan manajemen risiko terhadap lingkungan.
ISO 14001 dapat membantu mengelola dan meningkatkan kinerja di area kriteria utama, seperti penggunaan energi yang lebih rendah, pengurangan limbah, peningkatan daur ulang, serta biaya bahan mentah dan barang konsumsi yang lebih rendah. Semua hal ini mengurangi kebutuhan terhadap strategi yang reaktif, seperti pembersihan dan litigasi, yang dapat merusak reputasi dan menimbulkan proses hukum.
Meningkatkan kredibilitas.
Dengan dinilai secara independen terhadap ISO 14001:2015, dapat meningkatkan kredibilitas Anda dan memberikan keunggulan kompetitif dibanding bisnis yang tidak tersertifikasi ketika Anda diundang untuk mengikuti tender.
Manajemen risiko.
Sertifikasi ISO 14001:2015 dapat membantu menunjukkan bahwa Anda mengelola risiko lingkungan dan terus melakukan peningkatan pada target tertentu.
Mengurangi biaya.
Dengan mempromosikan peningkatan sasaran lingkungan secara berkelanjutan, ISO 14001 dapat membantu mendorong penggunaan bahan mentah secara lebih efisien dan meningkatkan kinerja, sehingga dapat mengurangi biaya.
Integrasi mudah.
ISO 14001:2015 menggunakan kerangka kerja sistem manajemen yang sama dengan standar sistem manajemen lain, seperti ISO 9001 dan ISO 45001, sehingga memudahkan integrasi dengan sistem manajemen mutu, lingkungan, kesehatan & keselamatan kerja Anda.
Butuh bantuan dengan ISO 14001?
Jika Anda tertarik untuk mendapatkan sertifikasi ISO 14001, kami dapat membantu. Lloyd's Register (LR) menyediakan layanan sertifikasi ISO 14001 yang diakreditasi UKAS, pelatihan, dan layanan analisis kesenjangan untuk memenuhi persyaratan standar internasional untuk sistem manajemen lingkungan.
Kami memiliki spesialisasi dalam pemenuhan kebutuhan sistem manajemen, yang semuanya didukung dengan saran dari para ahli dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri Anda. Kami berkomitmen untuk mempelajari semua masalah secara menyeluruh, dengan ketelitian dan analisis yang presisi untuk mendapatkan kesimpulan yang akurat.
Mengapa memilih kami?
Pengalaman.
LR telah berkecimpung dalam pengembangan standar, penilaian, dan sertifikasi Sistem Manajemen Lingkungan selama lebih dari 25 tahun.
Keahlian teknis.
Pakar teknis LR merupakan bagian dari komite teknis ISO yang mengembangkan ISO 14001:2015, dan dapat memberikan insight langsung ke dalam persyaratan standar dan logika di baliknya. Asesor kami merupakan tenaga profesional terpilih yang memiliki keahlian dan pengetahuan khusus di bidangnya masing-masing. Artinya, Anda dapat yakin bahwa mereka memahami tantangan lingkungan yang Anda hadapi serta kesempatan yang terbuka bagi Anda, untuk setiap industri yang Anda miliki.
Bisnis Anda membantu LR untuk membantu orang lain.
Keuntungan yang kami hasilkan digunakan untuk mendanai Yayasan Lloyd’s Register, yaitu lembaga amal yang mendukung riset terkait sains dan rekayasa, pendidikan, dan keterlibatan masyarakat dalam berbagai hal yang kami lakukan. Semua hal ini membantu kami mempertahankan tujuan yang terus mendorong kami untuk maju setiap harinya: Bekerja bersama untuk menjadikan dunia yang lebih aman.
Sistem Manajemen Lingkungan SNI ISO 14001:2015 & SDG’s.
ISO 14001 merupakan standar yang memadukan dan menyeimbangkan kepentingan bisnis dengan lingkungan hidup.
Kamis, 02 Nov 2017 13:37 WIB.
Kegiatan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan dalam menjalankan bisnisnya dapat memberikan dampak kepada lingkungan, baik positif maupun negatif. Dampak yang timbul dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu dampak bio-kimia-fisik dan dampak sosial. Contoh dari dampak bio-fisik-kimia misalnya pencemaran air, pencemaran udara, kerusakan keanekaragaman hayati, atau pengurangan cadangan air tanah.
Maka, perusahaan harus berupaya menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) SNI ISO 14001:2015. ISO 14001 merupakan standar yang memadukan dan menyeimbangkan kepentingan bisnis dengan lingkungan hidup. SNI ISO 14001:2015 merupakan best practice international , cocok menjadi common care criteria praktek berkelanjutan bagi bisnis di Indonesia, sehingga diperlukan kolaborasi instansi pusat maupun daerah untuk memperbanyak penerapan SNI ISO14001:2015 SML.
SML sendiri telah ditetapkan menjadi sasaran nasional yang tercantum dalam Lampiran Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs). Indikator sasarannya adalah meningkatnya jumlah perusahaan yang menerapkan sertifikasi SNI ISO 14001 hingga tahun 2019. sasaran tersebut merupakan proksi sasaran 12,6 TPB yaitu mendorong perusahaan, terutama perusahaan besar dan transnasional, untuk mengadopsi praktek-praktek berkelanjutan dan mengintegrasi informasi keberlanjutan dalam sikus pelaporan mereka. Sasaran 12,6 TPB merupakan bagian dari Tujuan Global 12, yaitu menjamin pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan.
Standar SNI ISO 14001:2015 merupakan Standar versi terbaru yang telah mempertimbangkan risk dan opportunities dari kegiatan,produk dan jasa organisasi. Dengan terintegrasinya ke dalam proses bisnis maka standar ini memberikan acuan kepada organisasi untuk mengelola lingkungan dengan tetap berkontribusi pada pilar lingkungan dari pembangunan berkelanjutan. Selain itu standar ini sudah mempertimbangkan perspektif dari hidup ( life cycle perspective ) dari kegiatan, produk dan jasanya mulai dari ekstraksi bahan baku, pengiriman, distribusi, penggunaan, setelah tidak lagi digunakan dan pengolahan akhir. Dengan demikian diharapkan seluruh tahapan daur hidup tersebut sudah mempertimbangkan aspek
lingkungan.
SML SNI ISWO 14001:2015 merupakan standar pengelolaan lingkungan yang diadopsi dari Environmental Management System ISO 14001:2015. Terbitnya standar ini diawali oleh komitmen dunia usaha Internasional (World Business Council for Sustainable Development - WBCSD) yang ingin berkontribusi terhadap lingkungan sebagai tanggung jawab kepada perbaikan kualitas lingkungan. Vocal point Indonesia di International Organization for Standardization (ISO) dalam pengembangan standar ini adalah badan Standardisasi Nasional (BSN) dan muatan substansi ada di Kementerian Lingkungan Hidup cq. Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan.