1
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar, hal ini tercantum dalam UU RI No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat (20). Dengan demikian dapat diartikan bahwa dalam pembelajaran terdapat interaksi yang bermanfaat bagi peserta didik.
Dalam Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional pasal 10 ayat (1) menyatakan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, memberikan ruang gerak yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologi siswa.
Pembelajaran IPS yang berlangsung hanya menggunakan komunikasi satu arah, sehingga tidak terjadi interaksi dan terkesan membosankan bagi siswa. Guru dalam kegiatan pembelajaran IPS dianggap sebagai satu-satunya sumber belajar. Pembelajaran IPS yang berlangsung adalah pembelajaran yang konvensional dan berpusat pada guru, dimana siswa hanya mendengarkan, menyimak penjelasan guru, mencatat, dan mengerjakan soal latihan saja. Materi yang disampaikan pun hanya sebatas materi pelajaran IPS dimana sangat minim sekali ditanamkan pendidikan untuk mendidik karakter siswa. Selain itu kegiatan pembelajaran yang membimbing siswa untuk melakukan penghafalan pada materi pelajaran IPS menambah alasan siswa untuk enggan mengikuti atau berpartisipasi dalam pembelajaran IPS yang muaranya juga berdampak pada hasil belajar pembelajaran IPS sendiri, tak terkecuali aspek keterampilan belajar siswa. Untuk itu perlu dibangun pembelajaran IPS yang menyenangkan bagi siswa demi tercapainya keterampilan belajar yang maksimal, dalam hal ini mencapai KKM bagi
siswa. Pembelajaran IPS dimana siswa diberikan ruang untuk menggali dan mencari informasi dapat memberikan pengaruh positif hasil pembelajaran IPS yang didapatkan, termasuk keterampilan belajar. Aktivitas-aktivitas kegiatan pembelajaran yang diberikan kepada siswa dapat menghilangkan kesan membosankan bagi siswa. Selain itu, aktivitas-aktivitas kegiatan pembelajaran siswa tersebut akan menuntun siswa untuk dapat mencari dan membangun sendiri pengetahuannya berdasarkan sumber belajar yang tidak hanya berasal dari guru.
Kegiatan pembelajaran dengan komunikasi multiarah yang tidak hanya menggunakan guru sebagai sumber belajar, menyenangkan, interaktif, inovatif, serta menanamkan pendidikan karakter tentu dapat menciptakan kegiatan pembelajaran yang lebih baik bagi siswa dan diharapkan akan tercapai keterampilan belajar yang lebih baik juga. Permasalahan seperti ini juga terjadi pada kelas 4A SDN Bringin 01 kabupaten Semarang semester II tahun pelajaran 2014/2015. Pembelajaran yang berlangsung hanya berpusat pada guru sebagai sumber belajar, sehingga siswa diberikan informasi, bukan mencari atau menemukan informasi. Dalam hasil belajar guru hanya menitikberatkan pada aspek pengetahuan dan melupakan aspek keterampilan belajar siswa. Dengan inovasi yang menitikberatkan pada kegiatan siswa mencari dan menemukan informasi pada kegiatan pembelajaran tentu lebih menciptakan partisipasi aktif siswa. Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pembelajaran saintifik dirasa akan memberikan pengaruh yang positif bagi kegiatan pembelajaran siswa dan akan memberikan dampak yang positif pula bagi keterampilan belajar siswa kelas 4A SDN Bringin 01 kabupaten Semarang semester II tahun pelajaran 2014/2015. Perlunya penelitian segera dilakukan dengan judul “Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Saintifik Terhadap Keterampilan Belajar IPS Siswa Kelas 4A SDN Bringin 01 Kabupaten Semarang Semester II Tahun Pelajaran 2014/2015” ini ditujukan untuk mengetahui seberapa besar dampak positif yang ditimbulkan oleh pendekatan pembelajaran saintifik bagi keterampilan
belajar IPS siswa kelas 4A SDN Bringin 01 kabupaten Semarang semester II tahun pelajaran 2014/2015.
1.2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan observasi kelas 4A SDN Bringin 01 kabupaten Semarang semester II tahun pelajaran 2014/2015 pada pembelajaran materi kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam nampak guru menyiapkan perencanaan pembelajaran berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
Dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) didesain pembelajaran menggunakan metode ceramah dan diskusi dengan langkah-langkah apersepsi, ceramah oleh guru, dan penugasan dalam bentuk diskusi yang mengacu pada perencanaan. Pembelajaran didesain menggunakan buku cetak sebagai sumber belajar. Penilaian yang direncanakan menggunakan penilaian hasil kerja kelompok mengerjakan tugas dalam bentuk esai.
Dalam pelaksanaan pembelajaran tidak nampak mengikuti perencanaan pembelajaran. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran tidak nampak guru memberikan apersepsi dan menyampaikan tujuan pembelajaran di awal pembelajaran. Siswa hanya mengikuti pembelajaran semau kehendak guru.
Dalam kegiatan inti pembelajaran tidak mengacu pada perencanaan yang didominasi diskusi siswa, namun lebih didominasi ceramah guru. Secara keseluruhan kegiatan pembelajaran IPS yang berlangsung didominasi oleh guru. Siswa tidak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilannya dalam kegiatan pembelajaran. Seperti dalam kegiatan pembelajaran siswa tidak diberikan kesempatan untuk melakukan pengamatan dalam rangka mencari informasi karena siswa hanya diberi informasi melalui ceramah. Dalam upaya siswa mencari informasi pun tidak diberikan kesempatan bertanya oleh guru. Siswa juga tidak mendapat kesempatan untuk mengumpulkan informasi dari sumber belajar lain seperti perpustakaan sekolah. Dominasi guru dalam pembelajaran juga membuat siswa tidak mendapat kesempatan untuk melakukan pengolahan informasi yang berdampak siswa tidak dapat menarik kesimpulan hasil pembelajaran
serta tidak ada kesempatan bagi siswa untuk mengomunikasikan hasil belajar yang diperolehnya. Tidak terdapat penilaian proses pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Penilaian sikap siswa seperti menjawab pertanyaan guru dicatat oleh guru setelah kegiatan pembelajaran. Ada kegiatan siswa yang dilakukan pada saat pembelajaran seperti keterampilan siswa mengamati gambar alat produksi tradisional dan modern, namun guru tidak melakukan penilaian. Guru juga tidak melaksanakan penilaian terhadap keterampilan siswa mendengarkan penjelasan guru tentang alat produksi tradisional dan modern. Dengan tidak adanya kegiatan pengamatan guru juga tidak melakukan penilaian terhadap keterampilan melihat siswa. Dengan pembelajaran yang hanya didominasi guru berupa ceramah saja secara otomatis guru juga tidak melakukan penilaian terhadap keterampilan siswa dalam menjelaskan, melaporkan hasil pekerjaannya serta keterampilan siswa dalam menyimpulkan informasi yang diperolehnya. Guru melakukan pembelajaran tak nampak menggunakan pendekatan pembelajaran saintifik, namun menggunakan pembelajaran berbasis guru dan guru tidak pernah merancang dan melaksanakan penilaian terhadap keterampilan siswa.
1.3. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah maka permasalahan yang dirumuskan adalah apakah terdapat pengaruh yang positif pendekatan pembelajaran saintifik terhadap keterampilan belajar IPS siswa kelas 4A SDN Bringin 01 kabupaten Semarang semester II tahun pelajaran 2014/2015.
1.4. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang positif pendekatan pembelajaran saintifik terhadap keterampilan belajar IPS siswa kelas 4A SDN Bringin 01 kabupaten Semarang semester II tahun pelajaran 2014/2015. Berdasarkan tujuan di atas, manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh positif yang ditimbulkan dari penggunaan pendekatan
pembelajaran saintifik terhadap keterampilan belajar IPS siswa kelas 4A SDN Bringin 01 kabupaten Semarang semester II tahun pelajaran 2014/2015.