• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pedoman Umum Pemutakhiran Data Dosen Perguruan Tinggi Swasta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pedoman Umum Pemutakhiran Data Dosen Perguruan Tinggi Swasta"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

Pedoman Umum

Pemutakhiran Data Dosen

(2)

PEDOMAN UMUM

PEMUTAKHIRAN DATA DOSEN

PERGURUAN TINGGI SWASTA

DIREKTORAT PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

(3)

KATA PENGANTAR

Tantangan pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia pada masa depan semakin

kompleks seiring dengan semakin tingginya tuntutan masyarakat akan pendidikan tinggi

yang berkualitas. Demikian halnya permasalahan bangsa yang menuntut peran perguruan

tinggi dalam pemecahan masalah juga semakin rumit dan menuntut pendekatan evidence

based.

Tidak dapat dipungkiri bahwa dosen adalah salah satu faktor penentu kualitas pendidikan

tinggi. Melalui kegiatan tridarma, dosen berperan penting dalam transfer ilmu

pengetahuan, teknologi, dan seni serta pembawa pesan moral bagi mahasiswa dan

masyarakat yang membutuhkannya. Dengan demikian penyediaan dosen dalam jumlah

yang optimal dan berkualitas menduduki tempat yang sangat strategis dalam

pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia. Untuk itu perlu dibangun sistem basis data

dosen perguruan tinggi yang valid sebagai acuan perencanaan dan pengembangan

dosen.

Pada saat ini Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi telah memiliki Pangkalan Data

Perguruan Tinggi (PDPT). Salah satu komponen data PDPT adalah data dasar dosen. Dari

data yang telah terkumpul saat ini terdapat komponen data yang masih perlu dilengkapi

dan dimutakhirkan. Oleh karena itu, pada tahun 2011 Direktorat Pendidik dan Tenaga

Kependidikan (Diktendik) menyelenggarakan kegiatan Pemutakhiran Data Dosen.

Jakarta, Juni 2011

Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Supriadi Rustad

(4)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... 1

DAFTAR ISI ... 2

I. PENDAHULUAN ... 3

1.1 Latar Belakang ... 3

1.2 Dasar Hukum ... 5

1.3 Tujuan Dan Manfaat ... 5

1.4 Keluaran ... 6

II. LINGKUP KEGIATAN PEMUTAKHIRAN DATA DOSEN ... 7

2.1 Rancang Ulang Arsitektur Database Dosen ... 7

2.2 Penyempurnaan Struktur Database Dosen ... 10

2.3 Pemutakhiran Database Dosen ... 10

2.4 Verifikasi dan validasi data dosen tetap ... 13

2.5 Pembangunan Sistem Informasi Dosen ... 13

III. JADWAL KEGIATAN ...14

Tabel 1 Bagan Jadwal Kegiatan ... 15

Tabel 2 Bagan Jadwal Visitasi Pemutakhiran Data PT ... 16

Tabel 2 Bagan Jadwal Visitasi Pemutahiran Data PT (lanjutan) ... 17

(5)

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas)

menetapkan bahwa visi pengembangan pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem

pendidikan nasional sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa. Visi ini telah

terjabarkan penerapan dan pelaksanaannya dalam dokumen Kerangka Pengembangan

Pendidikan Tinggi Jangka Panjang (KPPTJP) 2003-2010 dengan salah satu sasaran

adalah terselenggaranya sistem pendidikan tinggi yang sehat dan mampu memberikan

kontribusi pada daya saing bangsa. Dalam KPPTJP tersebut pengembangan sistem

pendidikan tinggi dicirikan dengan tiga kata kunci utama yaitu kualitas, akses yang

berkeadilan, dan otonomi.

Kualitas. Pendidikan tinggi harus mampu memenuhi kebutuhan mahasiswa dalam

mengembangkan kapabilitas intelektual untuk menjadi warga negara yang bertanggung

jawab dan mampu berkontribusi pada daya saing bangsa. Kegiatan penelitian dan

program pascasarjana harus mampu berfungsi sebagai inkubator yang membantu

berbagai pengembangan antara lain: (i) sistem ekonomi berbasis ilmu pengetahuan yang

adaptif dan berkelanjutan; (ii) pengintegrasian teknologi termaju untuk memaksimalkan

akses dan penerapan ilmu pengetahuan yang mutakhir, (iii) sistem pengelolaan yang

mampu berkontribusi pada pengembangan masyarakat demokratis, beradab, terbuka,

dan memenuhi kriteria akuntabilitas publik, dan (iv) struktur keuangan komprehensif yang

ditopang oleh partisipasi pemangku kepentingan (stakeholders) agar mampu melakukan

investasi melalui anggaran rutin dan anggaran pengembangan.

Akses yang Berkeadilan. Sistem pengelolaan pendidikan tinggi harus mampu: (i)

memberikan kesempatan kepada semua warga negara untuk mengikuti proses

pembelajaran yang tak berbatas; (ii) mengilhami dan memungkinkan individu

mengembangkan dirinya sampai pada peringkat tertinggi sepanjang hidupnya sehingga

dapat tumbuh secara intelektual dan emosional, terampil untuk bekerja, mampu

(6)

Otonomi. Desentralisasi kekuasaan pemerintah pusat dengan memberikan lebih banyak

otonomi yang akuntabel pada perguruan tinggi yang didukung dengan peraturan

perundang-undangan, struktur keuangan dan proses manajemen yang mampu mendorong

pembaharuan, efisiensi, dan keunggulan.

Upaya mewujudkan visi pendidikan tinggi dijabarkan secara rinci dalam program

pengembangan yang bertujuan untuk: (i) memperluas dan meratakan akses pendidikan

tinggi bermutu, berdaya saing internasional, berkesetaraan jender dan relevan dengan

kebutuhan bangsa dan negara; (ii) menguatkan tata kelola dan sistem pengendalian

manajemen satuan kerja pusat Kementerian Pendidikan Nasional. Upaya memperluas dan

meratakan akses ditempuh antara lain melalui: (i) pemerataan dan perluasan akses

program studi vokasi, profesi, dan akademik; (ii) penyediaan dosen; (iii) penyediaan dan

perluasan akses perguruan tinggi, serta (iv) penelitian dan pengabdian kepada

masyarakat yang bermutu, berdaya saing internasional, dan relevan dengan kebutuhan

bangsa dan negara.

Faktor penting yang harus diperhatikan untuk dapat mewujudkan visi pendidikan tinggi

dan melaksanakan program pengembangan yang direncanakan adalah aspek

ketenagaan, khususnya tenaga dosen. Dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang

Guru dan Dosen, dinyatakan bahwa guru dan dosen mempunyai fungsi, peran, dan

kedudukan yang sangat strategis dalam pembangunan nasional bidang pendidikan, yaitu

dalam memberdayakan warga negara agar bertumbuh kembang menjadi manusia

berkualitas yang dibutuhkan untuk memakmurkan dan memajukan bangsa Indonesia.

Sebagai dosen, dosen memiliki tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan

menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian,

dan pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, dosen memainkan peran sentral

dan strategis dalam menentukan tinggi-rendahnya kualitas suatu perguruan tinggi.

Untuk mendukung penyediaan dosen berkualitas dan berdaya saing internasional

diperlukan program-program pengembangan antara lain: (i) peningkatan kualifikasi dosen

melalui pendidikan lanjut di dalam negeri; (ii) peningkatan kualifikasi dosen melalui

pendidikan lanjut di luar negeri; (iii) peningkatan profesionalisme melalui sertifikasi dosen;

(7)

pengembangan yang tepat diperlukan data yang lengkap dan valid terkait keberadaan

dosen di perguruan tinggi.

Pada saat ini Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi telah memiliki Pangkalan Data

Perguruan Tinggi (PDPT). Salah satu komponen data PDPT adalah data dasar dosen. Dari

data yang telah terkumpul saat ini terdapat komponen data yang masih perlu dilengkapi

dan dimutakhirkan. Oleh karena itu berdasarkan tugas pokok dan fungsi Diktendik,

diselenggarakan kegiatan Pemutakhiran Data Dosen.

1.2 Dasar Hukum

Kegiatan pemutakhiran data dasar dosen didasarkan kepada aturan perundangan yang

berlaku meliputi:

1. Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan

Nasional.

2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Standar

Nasional Pendidikan.

3. Permen Nomor 42 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Dosen : Dosen harus memiliki strata

pendidikan minimal satu tingkat lebih tinggi dari para mahasiswa yang diajarnya.

4. UU No. 14 tentang Guru dan Dosen Tahun 2005.

5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 36 Tahun 2010

tentang Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

1.3 Tujuan Dan Manfaat

Kegiatan pemutakhiran data dosen bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai:

1. identitas dan status kepegawaian dosen;

2. latar belakang pendidikan dan bidang keilmuan dosen;

3. jumlah dosen tetap seluruh PTS;

Data dosen dimanfaatkan untuk penyelenggaraan sistem pendidikan tinggi, khususnya

(8)

1.4 Keluaran

Keluaran dari kegiatan ini adalah:

 Basis data dosen PTS yang lengkap dan valid.

 Perbaharuan sistem informasi dosen berbasis web yang dapat dimanfaatkan oleh

(9)

II. LINGKUP KEGIATAN PEMUTAKHIRAN DATA DOSEN

Kegiatan pemutakhiran data dosen mencakup kegiatan penyempurnaan sistem database

dosen, pemutakhiran database dosen, verifikasi dan validasi data dosen tetap. Hasil akhir

dari kegiatan ini menjadi bagian dari pengembangan informasi dosen dalam Pangkalan

Data Perguruan Tinggi (PDPT).

2.1 Rancang Ulang Arsitektur Database Dosen

Data dosen dalam bentuk sistem manajemen databasemulai dikelola secara nasional oleh

Ditjen Dikti sejak diberlakukannya pelaporan EPSBED (Evaluasi Program Studi Berbasis

Evaluasi Diri) pada awal 2002. Arsitektur data terdiri dari master data dosen, master data

mahasiswa, master data fasilitas, dan data transaksi proses pembelajaran per semester.

Meskipun pelaporan transaksi proses belajar mengajar dilaksanakan setiap semester,

fasilitas pemutakhiran master data dosen masih terbatas. Pada tahun 2009, Ditjen Dikti

mengembangkan sistem pelaporan dalam sistem EPSBED versi baru yang dapat diakses

melalui alamat http://evaluasi.dikti.go.id. Pada sistem baru tersebut fasilitas pemutakhiran

data dosen disediakan dengan rancangan yang lebih baik.

Arsitektur database dosen yang ada saat ini dapat dilihat pada Gambar 1. Dengan

arsitektur ini, pemutakhiran database dosen dapat dilakukan secara online setiap saat oleh

operator masing-masing perguruan tinggi tanpa harus menunggu waktu pelaporan yang

dilakukan setiap semester. Namun demikian, kebutuhan beberapa jenis data dosen untuk

mendukung pelaksanaan program dan kegiatan Ditjen Dikti seperti sertifikasi dosen,

pendaftaran beasiswa, Program Academic Recharging (PAR), dan kegiatan lain masih

belum dapat dipenuhi. Upaya perbaikan terus dilanjutkan menuju terbangunnya

pangkalan data perguruan tinggi (PDPT) nasional yang mampu mengantisipasi kebutuhan

pengembangan dosen di masa mendatang. Pengembangan tersebut menuntut perbaikan

struktur dan entitas pada database perguruan tinggi termasuk di dalamnya data dosen.

(10)

evaluasi.dikti.go.id

Gambar 1 Arsitektur Database Dosen Saat Ini

Arah pengembangan arsitektur database dosen perguruan tinggi di Ditjen Dikti mengacu

pada prinsip integrasi data sebagaimana digariskan dalam Rencana Strategis

Kementerian Pendidikan Nasional 2010-2014. Data dosen disimpan di Kemdiknas dalam

sebuah database yang terintegrasi pada PDPT, arsitektur ini disajikan pada Gambar 2.

Data dosen pada PDPT ini dapat diakses oleh semua unit dengan mekanisme dan cakupan

menurut kewenangannya. Data dosen yang dibutuhkan oleh Direktorat Pendidik dan

Tenaga Kependidikan (Diktendik) namun tidak tercakup dalam database PDPT dikelola

langsung oleh Diktendik. Data dosen ini dapat digunakan oleh Diktendik untuk berbagai

perumusan kebijakan terkait perencanaan dan pengembangan dosen, antara lain:

program sertifikasi dosen, pendaftaran studi lanjut, penilaian angka kredit untuk lektor

(11)

Local Database Database

Warehouse

Local Database

Local Database Belmawa

Kelembagaan

Diktendik pdpt.dikti.go.id

evaluasi.dikti.go.id

pak.dikti.go.id

serdos.dikti.go.id web service

Gambar 2 Arsitektur Jaringan Sistem Database Pendidik

Dengan berjalannya program-program tersebut, data dosen pada database Diktendik

akan dimutakhirkan secara terstruktur. Untuk pemutakhiran database dosen di PDPT dapat

dilakukan melalui mekanisme otomasi yang model dan tatacaranya akan disepakati

bersama antara pengelola PDPT dan pengelola database dosen di Direktorat Diktendik.

(12)

pada read and write). Dengan demikian, Diktendik sebagai unit di Ditjen Dikti yang memiliki tugas dan kewenangan dalam perencanaan dan pengembangan dosen nasional

dapat melakukan updating data dasar dosen secara lebih mudah, sehingga validitas data

dosen akan semakin meningkat dan akan dapat dipertahankan secara terus menerus. Data

dosen yang telah valid tersebut akan dapat digunakan oleh unit-unit lain baik internal

Ditjen Dikti maupun pihak lain yang membutuhkan, sehingga integrasi data dosen bisa

diwujudkan.

2.2 Penyempurnaan Struktur Database Dosen

Penyempurnaan struktur database dosen terdiri atas identifikasi kebutuhan masing-masing

pengguna, penyesuaian dan penambahan data field sesuai kebutuhan, integrasi kodifikasi

data terkait dengan pengelolaan sistem informasi dosen.

1. Tanggal Awal Menjadi Dosen

Diisi dengan tanggal awal yang bersangkutan diangkat menjadi dosen

2. Kode Bidang Ilmu

Diisi dengan bidang ilmu yang ditekuni dosen yang bersangkutan pada pendidikan

terakhirnya.

2.3 Pemutakhiran Database Dosen

Pemutakhiran data dosen dilakukan melalui pengunduhan dan pencetakan data dosen dari

laman evaluasi http://evaluasi.dikti.go.id. Kolom-kolom yang berlatarbelakang warna

abu-abu pada cetakan borang data dosen tersebut kemudian diisi dengan tulisan tangan

yang jelas. Hasil pemutakhiran kemudian diserahkan ke Kopertis dan akan dijadikan

bahan verifikasi dan validasi dengan tim pemutakhiran data Diktendik. Program

pemutakhiran data dosen dibatasi pada data per 31 Mei 2011 yang dimiliki oleh setiap

PT. Jumlah PT yang dilibatkan pada program pemutakhiran ini adalah sebanyak 88 PTN

(13)

Data yang diperlukan untuk pemutakhiran adalah sebagai berikut:

1. NIDN

Diisi dengan nomor induk dosen nasional yang telah diterbitkan oleh DIKTI.

2. Nama Dosen

Diisi dengan nama lengkap dosen yang bersangkutan tanpa gelar dan tidak

disingkat. Sebagai contoh : Sule Entis Sutisna, bukan Sule E. Sutisna, S.E. Sutisna, dll.

3. Tempat Lahir

Diisi dengan kota kelahiran dosen yang bersangkutan.

4. Tanggal Lahir

Diisi dengan tanggal kelahiran dosen yang bersangkutan dengan format yyyymmdd.

Misalnya untuk 25 Agustus 1975 ditulis 19750825.

5. Tanggal Awal Menjadi Dosen

Diisi dengan tanggal awal yang bersangkutan diangkat menjadi dosen

6. Kode Bidang Ilmu

Diisi dengan bidang ilmu yang ditekuni dosen yang bersangkutan pada pendidikan

terakhirnya.

7. NIP (Jika PNS DPK)

Diisi dengan nomor induk pegawai dosen yang bersangkutan (untuk PNS).

8. Nomor KTP/NIK

9. Email

10. Masih dosen tetap yayasan?

Diisi ya/tidak, sesuai dengan status dosen saat ini

11. Apakah dosen yang bersangkutan adalah pegawai tetap instansi

pemerintah/BUMN/BUMD/TNI/POLRI/pejabat negara/guru/swasta?

Diisi ya apabila dosen yang bersangkutan adalah pegawai tetap instansi

pemerintah/BUMN/BUMD/TNI/POLRI/pejabat negara/guru/swasta

12. Instansi Induk Dosen

Diisi apabila pertanyaan no.11 diisi Ya.

Pemutakhiran data pada laman Evaluasi (http://evaluasi.dikti.go.id) dilakukan oleh seluruh

perguruan tinggi, baik bagi PTS yang sudah menyusun Rencana Pengembangan Dosen

(14)

verifikasi Renbangdos sebelumnya, tidak diperlukan dokumen pendukung, kecuali apabila

terdapat perubahan (pengurangan/penambahan) jumlah dan status dosen.

Pemutakhiran data dosen dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:

1. Login ke laman evaluasi http://evaluasi.dikti.go.id dengan menggunakan akun

Perguruan Tinggi masing-masing.

2. Unduh data Dosen melalui tautan Unduh (Download) PEMUTAKHIRAN

3. Simpanlah (save) borang data dosen yang tampil ke dalam format Excel (pada pojok

kiri atas terdapat tautan untuk menyimpan data borang ke dalam format Excel).

4. Cetaklah borang data dosen pada butir 3 tersebut di atas.

5. Isilah kolom-kolom yang berlatarbelakang warna abu-abu pada cetakan borang

data dosen tersebut dengan tulisan tangan yang jelas.

6. Apabila ada data yang sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini, harap

diperbaharui dengan tulisan tangan yang jelas.

7. Bila isian kolom 11 pada borang (Kolom “Apakah Dosen ybs. Adalah pegawai tetap

instansi pemerintah/BUMN/BUMD/TNI/POLRI/Pejabat Negara/Guru/Swasta?”) diisi

dengan jawaban ‘Tidak’, maka lampirkanlah bukti pendukung berupa: foto copy KTP

dan foto copy SK pengangkatan dosen ybs. dari yayasan penyelenggara perguruan

tinggi.

8. Borang yang telah diisi dengan benar dan disahkan oleh pimpinan perguruan tinggi,

beserta dokumen pendukung dijilid rapi.

9. Serahkan Borang dan dokumen pendukung sebagaimana dimaksud pada butir 7

kepada Kopertis selambat-lambatnya tanggal 13 Juli 2011.

10. Verifikasi akan dilakukan sesuai dengan jadwal yang akan diberitahukan kemudian.

Dokumen pendukung yang dibutuhkan antara lain: fotokopi atau hasil scan KTP dan SK

(15)

2.4 Verifikasi dan validasi data dosen tetap

Verifikasi bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan valid tentang data

dosen. Verifikasi dan validasi dilakukan melalui komunikasi secara langsung (tatap muka)

tim pemutakhiran data Diktendik dengan penanggung jawab data dosen masing-masing

perguruan tinggi. Form verifikasi data ditampilkan secara rinci pada Lampiran Tabel 3.

2.5 Pembangunan Sistem Informasi Dosen

Sistem Informasi Dosen dibangun berdasarkan data dosen yang ada. Sistem informasi

diharapkan dapat memudahkan penentu keputusan dalam merencanakan pengembangan

dosen. Sistem informasi yang dibangun meliputi beberapa sub-sistem, yaitu:

1. Sub-sistem Perencanaan dan Pengadaan (Rekrutmen)

2. Sub-sistem Pengembangan Dosen (Beasiswa)

3. Sub-sistem Karir dan Pelatihan (seperti Detasering dan Academic Recharging)

4. Sub-sistem Penilaian Angka Kredit

5. Sub-sistem Sertifikasi Dosen

(16)

III. JADWAL KEGIATAN

Jadwal kegiatan secara tentatif dari kegiatan Pemutakhiran Data Dosen disajikan pada

Tabel 1. Tabel tersebut menunjukkan Bagan jadwal kegiatan secara keseluruhan dari

bulan Mei sampai November 2011. Tabel 2 menunjukkan rencana jadwal visitasi

(17)

Tabel 1 Bagan Jadwal Kegiatan

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2

1 Review & Finalisasi Panduan, penyiapan dokumen ke kopertis , Persiapan sosialisasi Pengembangan Sistem Informasi Diktendik PT

5-7

2 Pemberitahuan rencana sosialisasi pemutakhiran data diktendik ke Kopertis, dan dari Kopertis utk PTS 6 3 Review & Finalisasi Panduan, penyiapan dokumen ke

Kopertis 11-13

4 Koordinasi dengan Biro Kepegawaian mengenai data

tenaga kependidikan 12

5 Finalisasi bahan untuk sosialisasi 20-21 6 Pertemuan dengan Kopertis (Sosialisasi Awal) 21-22 7 Pemberitahuan Kopertis ke PTS 22 8 Pengisian data oleh peserta PTS 24 3 9 Persiapan validasi & verifikasi data 2-4

Validasi dan Verifikasi data dasar di PTS (Waktu 1) 14-16 21-23 28-30 4-6 11-13 18-20 8-10 15-17 22-24 29-1 6-8 Validasi dan Verifikasi data dasar di PTS (Waktu 2) 15-17 22-24 29-31 5-7 12-14 19-21 9-11 16-18 23-25 30-2 7-9

11 Finalisasi data dasar 18-20

12 Identifikasi kebutuhan informasi dari Diktendik dan Kopertis

13 Pengembangan sistem informasi dosen 14 Pelaporan

10

OKTOBER

SEPTEMBER NOVEMBER

No

(18)

Tabel 2 Bagan Jadwal Visitasi Pemutakhiran Data PTS

2 Kopertis II Palembang 111 1 1 2

Bengkulu 15 1 1 0

5 Kopertis V Jogyakarta 115 1 1 2

6 Kopertis VI Salatiga 60 1 1 1

(19)

Tabel 2 Bagan Jadwal Visitasi Pemutahiran Data PTS (lanjutan)

8 Kopertis VIII Denpasar 50 1 1 1

Kupang 32 1 1 0

11 Kopertis XI Pontianak 39 1 1 1

(20)
(21)
(22)

Gambar

Tabel 1 Bagan Jadwal Kegiatan ...............................................................................................................
Gambar 1 Arsitektur Database Dosen Saat Ini
Tabel 1 Bagan Jadwal Kegiatan
Tabel 2 Bagan Jadwal Visitasi Pemutakhiran Data PTS
+3

Referensi

Dokumen terkait

dalam proses wawancara, dan (3) peneliti dapat memperoleh informasi yang tidak. dapat diungkapkan dengan cara observasi ataupun

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa bahan baku pakan yang digunakan untuk penyusunan formula pakan ikan sebagaimana tercantum dalam Form B tidak

In order to use the measure-theoretic framework, one must assume that the price of the security follows some stochastic process, and for technical reasons one usually considers

Hal ini merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menganalisis keanekaragaman genetik pada ikan gurami soang berbeda ukuran dalam satu pemijahan,

Merokok diartikan sebagai menghisap rokok, sedangkan rokok adalah gulungan tembakau yang dibungkus daun nipah atau kertas. 14 Merokok merupakan perilaku yang kompleks

(4) Pengorganisasian seperti menunjukan saling keterhubungan antar nilai tertentu dalam suatu sistem nilai, serta menentukan nilai-nilai mana yang mempunyai prioritas lebih

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok pada mahasiswa laki-laki Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara mengikut urutan adalah orang. tua sebanyak 126 orang

[r]