• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MI"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MI

Pratiwi Rahmah Hakim, M.Pd.

Seri Modul Mata Kuliah

PGMI – FITK – IAIN SURAKARTA

(2)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah wa Syukurillah, penyusunan Modul Mata Kuliah Dosen di Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta ini bisa diselesaikan dengan baik.

Kami selaku pengelola Prodi, sangat mengapresiasi dan mengucapkan banyak terima kasih kepada para dosen di Prodi PGMI IAIN Surakarta, baik dosen tetap dalam Prodi dan di luar Prodi, yang sudah berkenan dan merelakan waktu serta pikiran guna terselesaikannya penyusunan Modul ini. Kepada mereka semua, kami hanya mampu mendo’akan semoga perjuangan dan pengorbanan mereka mendapatkan balasan yang lebih dari Allah Swt. Amin.

Penyusunan Modul Mata Kuliah ini berfungsi untuk menjadi panduan bagi dosen terkait khususnya dan bagi mahasiswa PGMI IAIN Surakarta pada umumnya. Hal ini dimaksudkan supaya proses perkuliahan berjalan dengan baik, mudah, terarah, terukur dan sesuai dengan visi-misi Prodi dan juga Visi-Misi Fakultas serta Institut.

Sekali lagi, kami ucapkan banyak terima kasih kepada para dosen penyusun, dan semoga modul ini bermanfaat dan mendapatkan ridla Allah Swt. Amin.

Surakarta, 10 Juni 2018

Kaprodi PGMI FITK IAIN Surakarta

Dr. Saiful Islam, M.Ag.

NIP. 19621024 199203 1 002

(3)

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

Masalah umum:

Penentuan jenis materi

Ruang lingkup

Urutan penyajian

Kedalaman/keluasan

Perlakuan terhadap materi

Sumber bahan

Masalah guru:

Materi terlalu luas atau sempit/sedikit

Mendalam atau dangkal

Belum tentu sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai

Urutan penyajian tidak tepat

Buku pelajaran merupakan satu-satunya sumber

(4)

HAKIKAT BAHAN AJAR

Bahan ajar ( instructional materials ): sesuatu yang dipelajari siswa untuk mencapai

kompetensi yang menjadi tujuan pembelajaran

Jadi, bahan ajar adalah sarana untuk mencapai kompetensi

Bahan ajar terdiri atas:

pengetahuan ( knowledges )

keterampilan ( skills )

sikap ( aptitudes ), nilai-nilai (values)

(5)

Klasifikasi Bahan Ajar

Pengetahuan

:

Fakta: sesuatu yang ada dan terjadi (ada secara empirik);

misal: objek, peristiwa sejarah, lambang, penamaan, waktu, dll.

Konsep: pemahaman terhadap sesuatu seperti

pengertian/definisi, klasifikasi, komponen, ciri khusus, dll.

Prinsip: sebuah fakta pengetahuan yang terbangun atas prinsip lewat proses ontologi keilmuan atau hubungan tertentu, misalnya dalil, rumus, adagium, postulat,

teorema, hubungan antarkonsep (jika…, maka…)

Prosedur: materi yang berkenaan dengan langkah- langkah sistematis dalam melakukan sesuatu/tugas;

misal: langkah membuat/mengerjakan sesuatu

(mengembangkan bahan ajar, mengembangkan alat

evaluasi, mengerjakan soal statistik, dll)

(6)

Prinsip Pemilihan Bahan Ajar

Relevansi: keterkaitan, ada kaitan; artinya ada kaitan,

hubungan, atau bahkan ada jaminan bahwa bahan ajar yang dipilih itu menunjang tercapainya kompetensi yang

dibelajarkan (KD, SK)

Konsistensi: keajegan, ada kesesuaian (jumlah/banyaknya) antara kompetensi dan bahan ajar; jika kompetensi dasar yang ingin dibelajarkan mencakup keempat keterampilan berbahasa, bahan yang dipilih/dikembangkan juga

mencakup keempat hal itu

Kecukupan: memadai keluasannya, ketercukupannya;

bahan ajar yang dipilih/ dikembangkan ada jaminan

memadai/ mencukupi untuk mencapai kompetensi yang dibelajarkan; tidak terlalu sedikit sehingga kurang

menjamin tercapainya KD/SK

(7)

Langkah Pemilihan Bahan ajar

Identifikasi muatan aspek substansial yang tercakup dalam SK dan KD

SK dan KD adalah tujuan yang harus dikuasai siswa

Bahan pembelajaran apa saja yang dibutuhkan untuk mencapai penguasaan itu

Dalam SK dan KD tercermin muatan dan cakupan bahan pembelajaran yang terkait/relevan

Bahan untuk tiap SK dan KD tidak sama, jadi menuntut bahan pembelajaran yang berbeda

Kecermatan memahami substansi muatan SK dan KD dalam banyak hal akan menjamin ketepatan pemilihan/pengembangan bahan

SK dan KD dikembangkan berdasarkan keempat kemampuan berbahasa, di dalamnya termuat berbagai aspek penguasaan kebahasaan sebagai prasyarat capaian kemampuan berbahasa

SK dan KD kemampuan bersastra juga tersalur lewat keempat kemampuan berbahasa, tetapi di dalamnya termuat

pengetahuan kesastraan sebagai prasyarat kemampuan bersastra

(8)

 Identifikasi jenis bahan pembelajaran

Kognitif

Fakta, konsep, prinsip, prosedur

Materi kebahasaan (sistem bahasa: tata bunyi, tata bentukan, tata kalimat)

Materi kesastraan (pengetahuan kesastraan: teori sastra, sejarah sastra)

Afektif

Sikap, minat, motivasi, kecenderungan thd nilai-nilai

Motivasi berperilaku

Kinerja

Kinerja kebahasaan dan kesastraan

Keempat kemampuan berbahasa

Penggunaan bahasa dalam konteks sesungguhnya (ada pertimbangan faktor pragmatik)

Berbagai bentuk kegiatan apresiasi sastra (lewat saluran keempat kemampuan berbahasa)

Aspek kognitif tetap dominan

(9)

Pemilihan bahan untuk tiap SK dan KD

SK dan KD adalah acuan pertama dalam hal pemilihan dan pengembangan bahan ajar

Atau sebaliknya, pengembangan/pemilihan bahan pembelajaran tidak lain adalah memilih/mengembangkan bahan yang sesuai dengan masing-masing SK dan KD

Jadi, bahan yang dipilih/dikembangkan cocok dengan tuntutan SK dan KD, atau sebaliknya bahan ajar itu mempunyai jaminan dapat untuk mencapai SK dan KD

Secara lebih konkret pemilihan/pengembangan bahan itu terlihat dalam indikator

Bahkan tidak jarang indikator dikembangkan berdasarkan bahan ajar yang telah ditentukan sebelumnya

Bahan ajar untuk tiap indikator, KD, dan SK tidak sama, tetapi mesti saling berkaitan dan saling mendukung

Hal itu sesuai dengan prinsip pengembangan bahan:

berkesinambungan, berkelanjutan, berkesuaian, dll yang secara bersama untuk mencapai tujuan umum tiap mata pelajaran di tiap SP

(10)

Cakupan Bahan Pembelajaran

Cakupan: masalah keluasan, kedalaman, kecukupan

Keluasan: seberapa banyak bahan pembelajaran yang dipilih/dikembangkan dalam sebuah SK/KD

Kedalaman: seberapa detil bahan pembelajaran tsb yang harus dibelajarkan kpd siswa

Ada perbedaan masalah keluasan dan kedalaman pengembangan bahan berdasarkan:

jenjang pendidikan (SD, SMP/MTs, SMA)

jenis pendidikan (SMA, SMK; SMK: STM, SMEA, SMKK, dll)

Kecukupan (adequacy): cukup, memadai; dengan bahan

pembelajaran yang dipilih/dikembangkan itu mencukup atau memadai untuk menjamin capaian kompetensi (Sk, KD) yang dibelajarkan

Kecukupan: bahan pembelajaran tidak terlalu sedikit atau luas

Pemilihan dan pengembangan bahan pembelajaran harus juga memperhitungkan alokasi waktu yang tersedia (tidal kurang, tidak lebih)

(11)

Urutan Bahan Pembelajaran

Urutan penyajian (sequencing): bagaimana mengurutkan bahan ajar secara tepat agar dapat mempermudah siswa mempelajarinya

Masalah urutan bahan ajar menjadi lebih relevan terhadap pokok-pokok bahasan yang memiliki prasyarat

(prerequisite)

Bahan ajar ajar yang menjadi prasyarat bahan yang lain harus ditempatkan lebih awal

Misal: sebelum pembelajaran makna tersirat, harus terlenih dahulu makna tersurat (kalimat sederhana sebelum

kalimat kompleks)

Lazimnya, urutan bahan ajar mengikuti logika: dari yang

mudah ke sulit, dekat ke jauh, sederhana ke kompleks,

tunggal ke gabung, tersurat ke tersirat, actual meaning ke

intentional meaning, yang sudah dikenal ke belum dikenal,

dll yang sejenis

(12)

Pendekatan Urutan Bahan Ajar

Pendekatan prosedural:

Urutan bahan ajar menggambarkan sebuah prosedur, langkah- langkah tertentu

Misalnya, langkah memahami puisi, langkah mengkaji fiksi/puisi

Pendekatan hierarkhis:

Urutan bahan ajar menggambarkan sesuatu yang berjenjang

Misalnya, bahan-bahan ajar (atau: mata kuliah) yang menjadi prasyarat harus disajikan terlebih dahulu daripada bahan ajar yang menuntut prasyarat itu

Pemahaman sebuah wacana diawali dengan pemahaman tiap paragraf, dan pemahaman paragraf diawali dengan pemahaman tiap kalimat pendukungnya

Kedua pendekatan itu tsb bukan dalam pengertian terpisah karena pada kenyataannya akan saling

mendukung

(13)

Penentuan Sumber Bahan

Sumber bahan: tempat bahan pembelajaran diperoleh

Sumber bahan: bukan hanya tempat guru mengambil bahan pembelajaran, tetapi juga tempat siswa dapat mengakses sendiri bahan yang harus dipelajari

Sumber bahan tidak sekadar berupa buku teks, walau buku teks tetap penting, tetapi dapat berupa berbagai hal lain yang dapat membantu siswa belajar

Siswa harus dibiasakan mencari dan mengakses sendiri berbagai sumber bahan yang dibutuhkan untuk

menunjang kegiatan pembelajaran untuk mencapai kompetensi

Guru harus mampu mengembangkan bahan ajar sendiri dengan mengakses berbagai sumber yang relevan

KTSP tidak menyajikan bahan ajar, maka guru dan

siswa haruslah sama-sama aktif mencari dan mengakses

bahan ajar itu

(14)

Sumber Bahan Ajar

Buku Teks

Buku Literatur Terkait (Kebahasaan, Kesastraan, Teks-teks Kesastraan)

Laporan Hasil Penelitian

Jurnal Penelitian, Jurnal/Majalah Ilmiah dan jenis Majalah lain

Penerbitan Berkala: Harian, Mingguan

Internet

Media Audiovisual (TV, Video, Kaset Audio) dan Media Audio (Radio, Rekaman)

Narasumber (Pakar Bidang atau Tokoh Tertentu)

Lingkungan (Alam, Sosial, Senibudaya, dll)

Kantor tertentu (kantor lazimnya menyediakan daya-data tertentu yang dibutuhkan)

Dll.

(15)

Bentuk Pengembangan Bahan Ajar

KTSP memberi kebebasan kreativitas kepada setiap SP,

Kepsek, dan guru untuk mengembangkan sendiri kurikulum yang akan dilaksanakan di lingkungannya

Hal itu merupakan kesempatan baik bagi semua komponen pendidikan terkait untuk merealisasikan idealismenya

Misalnya, dengan memasukkan berbagai muatan tertentu yang dipandang penting ke dalam kurikulum (muatan lokal, nilai-nilai, bahan tertentu, dll), model pembelajaran, model penilaian, dll.

Guru merupakan salah satu komponen penting sekaligus

ujung tombak dalam usaha peningkatan kualitas pendidikan lewat KBM yang diselenggarakan

Mereka memiliki kebebasan untuk mengkreasikan KBM:

mulai dari perumusan indikator, pengembangan bahan ajar, pemilihan strategi pembelajaran, strategi penilaian, dll.

Setiap pengajar idealnya mampu mengembangkan bahan ajar

sendiri

(16)

Lanjutan bentuk …

Pengembangan bahan ajar oleh guru dapat ditampilkan dalam bentuk:

Buku Teks, Diktat

Sebaiknya guru tidak hanya menggantungkan buku teks yang sudah ada karena mesti belum mencakup semua idealismenya

Guru yang baik mesti kreatif membuat buku teks sendiri (kalau perlu bersaing dengan penulis buku-buku yang sudah ada.

Mengapa tidak!!!)

Modul (misalnya untuk tiap SK, bahan ajar untuk bulanan/semesteran/tahunan)

Modul kemudian dapat dikembangkan menjadi sebuah buku teks.

Mengapa tidak!!!

Handout, tulisan-tulisan lepas, teks-teks ragam tertentu (misal: sastra)

Powerpoint

Rekaman audio, audiovisual, dll.

Referensi

Dokumen terkait

Jadi usaha budidaya burung Murai Batu di Desa Wukirsari Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul layak untuk di kembangkan karena memiliki nilai PBP selama 0.89 tahun atau biaya

Adanya Lewy bodies dengan neuron pigmen dari substansia nigra adalah khas, akan tetapi tidak patognomonik untuk penyakit parkinson, karena terdapat juga pada beberapa

Tindakan pengobatan yang dilakukan dalam kasus ini yaitu pemberian antihelmentik Verm-o yang mengandung Oxfendazole 900 mg namun antihelmentik ini tidak efektif

Kebahagiaan adalah tujuan dalam sebuah pernikahan, namun dalam novel Yansuo Chonglou, pernikahan sang tokoh justru mendatangkan penderitaan, bahkan saat menjanda pun

Hasil analisa air limbah outlet industri crumb rubber semua perusahaan memenuhi baku mutu parameter Nitrogen total yang ditentukan dan aman untuk dibuang ke badan air..

- Membuat laporan tentang ketentuan syariat Islam dalam masalah ketentuan dan tata cara pelaksanaan khutbah, tabligh dan dakwah di masyarakat.

69 PT. Unilever Indonesia, Tbk - Pabrik Cikarang Consumer Goods Kab. Bekasi Jawa Barat 70 PT. Unilever Indonesia, Tbk - Pabrik Rungkut Consumer Goods Kota Surabaya Jawa Timur 71 PT.

Penyusunan SK Walikota/Perda mengenai Penetapan Kawasan Permukiman Prioritas Kota Dumai diawali dengan koordinasi dan sosialisasi yang dilakukan oleh Pokjanis Kota