• Tidak ada hasil yang ditemukan

OPTIMASI MIKROSKOPIS MONTE CARLO METHOD DAN MAKROSKOPIS RESPONSE SURFACE METHODOLOGY PADA HIDROLISIS LIGNOSELULOSA UNTUK PEMBUATAN ETANOL.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "OPTIMASI MIKROSKOPIS MONTE CARLO METHOD DAN MAKROSKOPIS RESPONSE SURFACE METHODOLOGY PADA HIDROLISIS LIGNOSELULOSA UNTUK PEMBUATAN ETANOL."

Copied!
94
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Diagram proses pembuatan etanol dari lignoselulosa berbasis hidrolisis secara kimiawi (Taherzadeh dan Karimi, 2007)
Gambar 2. Perbandingan data percobaan dan hasil perhitungan untuk bahan baku  sekam padi pada suhu akhir 160 oC (A) dan 220 oC (B) pada model 1
Gambar 4. Perbandingan data percobaan dan hasil perhitungan untuk bahan baku sekam padi pada suhu akhir 160 oC (A) dan 220 oC (B) pada model 3
Gambar 5. Perbandingan data percobaan dan hasil perhitungan untuk bahan baku sekam padi pada suhu akhir 220 oC pada model 4
+7

Referensi

Dokumen terkait

Data yang digunakan untuk perhitungan VaR dengan metode simulasi Monte Carlo pada aset tunggal dan portofolio adalah data return yang diperoleh dari perhitungan harga penutupan

Dari 6 item yang dipilih sebagai sampel untuk dilakukan perhitungan didapatkan bahwa pada item 100003229 dipilih hasil peramalan dari metode simulasi Monte Carlo

Hasil pengujian data dengan kedua metode didapat bahwa metode Backpropagation memiliki standar deviasi yang rendah dibanding metode Monte Carlo, sehingga metode

Data yang digunakan untuk perhitungan VaR dengan metode simulasi Monte Carlo pada aset tunggal dan portofolio adalah data return yang diperoleh dari perhitungan harga penutupan

Pada Tabel 5 dapat dilihat hasil perhitungan VaR dengan metode simulasi historis dan Monte Carlo dapat disimpulkan bahwa dari kedua perusahaan rokok yang diteliti periode 1

Perbedaan kecil dari hasil perhitungan melalui simulasi MCNP5 dibandingkan dengan hasil perhitungan menggunakan persamaan yang direkomendasikan UNSCEAR menunjukkan bahwa teknik

Hasil pengujian data dengan kedua metode didapat bahwa metode Backpropagation memiliki standar deviasi yang rendah dibanding metode Monte Carlo, sehingga metode

Berdasarkan hasil implementasi program dan percobaan seperti dalam Tabel 1, maka metode Monte Carlo dapat digunakan untuk menghitung nilai integral lipat dua fungsi dua variabel