• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS ABRASI PANTAI SEMARANG BAGIAN BARAT (Analysis of The Western Part of Semarang Coastal Abration) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS ABRASI PANTAI SEMARANG BAGIAN BARAT (Analysis of The Western Part of Semarang Coastal Abration) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

404

BAB X

PENUTUP

10.1 KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data serta dibantu dengan simulasi program Generalized Model For Simulating Shoreline Change (GENESIS) dan Surface Water Modelling System (SMS), didapat kesimpulan sebagai berikut:

1. Pada Pantai Semarang Bagian Barat telah dan sedang terjadi abrasi yang menyebabkan mundurnya garis pantai ke arah darat, berakibat semakin hilangnya garis pantai dan lahan tambak milik warga. Abrasi yang terjadi di Pantai Semarang Bagian Barat terjadi akibat transpor sedimen sejajar pantai dan akibat hantaman gelombang serta arus pasang surut.

2. Simulasi program GENESIS menunjukkan pada 10 tahun yang akan datang akan terjadi abrasi yang sangat parah pada Pantai Semarang Bagian Barat jika tidak dilakukan penanganan dengan segera.

3. Konstruksi revetment dipilih sebagai struktur bangunan pelindung pantai untuk mengatasi abrasi di Pantai Semarang Bagian Barat, karena revetment dapat secara langsung melindungi garis pantai yang ada dari kemunduran akibat abrasi yang terjadi. Revetment pasangan batu dipilih karena biaya konstruksinya lebih murah, dan pasangan batu lebih efektif untuk meredam energi gelombang yang datang serta mudah dalam pemeliharaan.

4. Konstruksi jetty (sisi Timur) dipilih sebagai struktur bangunan pelindung pantai untuk mengatasi sedimentasi di muara Sungai Plumbon. Jetty buis beton dipilih karena mudah dalam pelaksanaannya serta disesuaikan dengan kondisi kontruksi jetty yang telah ada sebelumnya (sisi Barat).

10.2 SARAN

(2)

405 Upaya perlindungan untuk pantai yang telah terabrasi akan sangat efektif dan efisien bila memadukan dua metode yaitu hard structre method (pembangunan bangunan pelindung pantai) dan soft structure method (reboisasi vegetasi mangrove dan perlindungan ekosistem pantai), sehingga terbentuk satu

Referensi

Dokumen terkait

Gambar 5.21 Grafik Perubahan Garis Pantai dengan Kombinasi Pengamanan Seawall atau Revetment dan Breakwater

6.1.1.2 Perhitungan gelombang rencana dan gelombang pecah untuk revetment Pada saat gelombang menjalar dari perairan dalam ke pantai dimana bangunan pantai akan dibangun,

ƒ Dari hasil analisis beberapa alternatif bangunan pelindung pantai dengan menggunakan program GENESIS dapat dilihat bahwa prediksi perubahan garis pantai 10 tahun ke depan

Groin adalah bangunan pelindung pantai yang biasanya dibuat tegak lurus garis pantai dan berfungsi untuk menahan transpor sedimen sepanjang pantai sehingga bisa mengurangi

Posisi garis pantai awal dan akhir simulasi dibandingkan sehingga dapat diketahui perubahan garis pantai yang terjadi dengan atau tanpa bangunan pelindung pantai..

Simulasi program Genesis menunjukkan pada 10 tahun yang akan datang akan terjadi abrasi yang sangat parah pada Pantai Banawa jika tidak dilakukan penanganan dengan

TUGAS AKHIR “Perencanaan Pengaman Pantai Kragan Dalam Menangani Masalah Abrasi” Masykur Irfani – L2A002104 Mhd.. 1.5

TUGAS AKHIR “Perencanaan Pengaman Pantai Kragan Dalam Menangani Masalah Abrasi” Masykur Irfani – L2A002104 Mhd... 2.7 Perubahan